10 Kiat Mengasah Kemampuan Menjual

Views :1717 Times PDF Cetak E-mail
Kamis, 29 Desember 2011 13:23
buy-sellSetelah mendirikan bisnis di bidang fashion dengan produk perhiasan berlabel KiraKira pada tahun 2006, Suzanne Somersall Allis sadar bahwa latar belakang pendidikannya yang bertolak belakang tidak mempersiapkan dirinya menjadi entrepreneur serta tidak memberinya pengalaman untuk mengelola bisnis.
Lalu, apa yang dilakukan perempuan itu untuk memasarkan produknya? Ia terjun langsung mengenal dunia bisnis dengan magang di tiga toko ritel selama setahun. “Bekerja di toko membantu saya untuk mengetahui seberapa besar uang yang akan dibelanjakan oleh konsumen,” ujar pelaku bisnis berusia 28 tahun tersebut seperti dilansir dari laman Entrepreneur.com, 29 Desember 2011. “Saya juga mulai mempelajari psikologis konsumen yang membeli produk saya,” lanjutnya.
Kini, KiraKira telah terjual di 15 toko di penjuru AS, dan bulan lalu, Allis membuka toko pertamanya di Dekalb Market di Brooklyn, New York. Dengan penambahan label perhiasan mewah bernama ‘Suz Somersall’, penjualan Allis meroket tajam menjadi $400 ribu tahun ini dari $150 ribu di tahun 2010.
Apa yang dialami Allis mungkin juga dialami oleh Anda. Latar belakang pendidikan yang bertolak belakang dengan bidang usaha yang digeluti terkadang menjadi tantangan dalam menggapai puncak kesuksesan di dunia entrepreneurship. Dari pengalamannya, Allis menganggap wawasan luar-dalam mengenai penjualan merupakan faktor utama dalam berwirausaha dan kemampuan mengelola bisnis secara keseluruhan merupakan tantangan sesungguhnya.
Bagi Anda, pemain baru dalam bisnis dan minim pengalaman, berikut 10 tips untuk mengasah kemampuan menjual yang bisa diterapkan demi kemajuan bisnis.
*1. Temukan tingkat kenyamanan. Menurut Matthew Schwartz, penulis Fundamentals of Sales Management for Newly Appointed Sales Manager (AMACOM, 2006), berjualan juga membutuhkan tingkat kenyamanan tersendiri dan hal itu menjadi kunci pertama entrepreneur untuk meraih kesuksesan.
Untuk menggali wawasan dan rasa percaya diri saat berjualan, Anda bisa bekerja sampingan di usaha yang serupa dengan bisnis Anda seperti yang dilakukan Allis. Atau, bisa juga dengan mengikuti pelatihan dari mentor yang andal atau hadir dalam kelas khusus seputar penjualan.
*2. Tentukan target konsumen. Mengindentifikasi konsumen bisa membantu Anda memperbaiki strategi penjualan dan menjadi lebih efisien. Misalkan, usaha Anda adalah foto copy. Cari tahu siapa sesungguhnya konsumen yang ingin Anda bidik, apakah perusahaan corporate atau anak sekolah atau mahasiswa. “Orang-orang sering mengalami kegagalan karena mereka berusaha menjadi apa saja untuk siapa saja,” ujar Schwartz. “Anda harus membatasi segmen usaha penjualan Anda.”
*3. Pelajari budaya membeli konsumen. Setelah mengidentifikasinya, langkah selanjutnya adalah mencari tahu perilaku konsumen. Contohnya jika menjual produk berharga tinggi, konsumen sering kali butuh waktu relatif lebih lama untuk membuat keputusan. Itu artinya, Anda harus merencanakan waktu yang lebih lama juga untuk closing atau melakukan transaksi.
Ketika Allis menjual produk serupa dengan miliknya di toko tempatnya bekerja paruh waktu, dia menyadari bahwa harga yang ditetapkan untuk produknya terlalu rendah. “Saya menetapkan harga yang kurang mahal sehingga banyak konsumen yang mulai mempertanyakan kualitas produk tersebut,” ujarnya.
*4. Perlakukan konsumen pertama sebaik mungkin. Menurut Schwartz ketika mulai menjual, perlakukan konsumen pertama Anda sebaik mungkin dengan pelayanan ekstra bila diperlukan. Meski transaksi penjualannya tak sebesar yang diinginkan, namun bila konsumen itu merasa puas dengan pelayanan yang Anda berikan, ia bisa menjadi ‘duta’ bagi reputasi bisnis atau perusahaan Anda. “Anda akan membutuhkan testimoni,” jelas Schwartz. “Sangat penting untuk membangun referensi seputar usaha Anda seawal mungkin”.
*5. Sisihkan waktu untuk membangun relasi. Salah satu kesalahan terbesar entrepreneur adalah gagal membangun relasi dengan konsumen. Begitulah pendapat Rick Segel, penulis Retail Business Kit for Dummies (Wiley, 2001). “Hal pertama yang Anda jual adalah diri Anda sendiri. Jika konsumen tak menyukai Anda, transaksi penjualan takkan pernah terjadi,” tuturnya.
Allis membuat tindakan penting dengan memilih mengirim email melalui pendekatan personal dibanding konsep standar yang kaku. Ia juga meluangkan waktu untuk bertemu secara tatap muka dengan konsumen melalui sejumlah acara yang dibuatnya atau saat berada di tokonya di Brooklyn.
*6. Pertahankan relasi. Ketika Anda telah berhasil menjalin relasi dengan konsumen, cari cara untuk mempertahankan relasi tersebut. Lakukan hal itu misalnya dengan mengirim newsletter mengenai bisnis Anda secara reguler. Saat Allis menggelar acara khusus untuk konsumen, dia akan meng-update-nya di blog, di laman event di situsnya dan di laman Facebook perusahaannya. “Facebook memberi traffic yang cukup tinggi untuk situs saya,” ujarnya.
*7. Jangan mudah berasumsi. Menurut Keith Rosen, penulis Coaching Salespeople into Sales Champion (Wiley, 2008), pelaku bisnis kecil biasanya sering menyabotase penjualan mereka dengan terlalu cepat berasumsi mengenai apa yang diinginkan atau yang akan dibayar oleh konsumen. Alih-alih berasumsi, lebih baik tanyakan secara langsung kepada konsumen tentang apa yang membuat mereka membelanjakan uanganya dan apa kriteria mereka dalam mengambil keputusan.
*8. Buat agenda harian. Sangat mudah untuk mengabaikan prospek penjualan bila fokus Anda terpecah kepada urusan lainnya yang berkaitan dengan bisnis. Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, buatlah jadwal rutinitas penjualan. Hal itu bisa diwujudkan dengan menyisihkan satu atau dua jam untuk menangani penjualan atau membuat target mingguan untuk menggapai 10 klien potensial.
*9. Perlihatkan kesuksesan Anda. Situs perusahaan Anda bisa menjadi satu-satunya pintu penghubung antara Anda dengan konsumen. Tak hanya mampu menambah kredibilitas perusahaan, tapi upaya itu juga bisa membuat perusahaan Anda terlihat lebih profesional di mata konsumen. Schwartz merekomendasikan kepada pelaku bisnis untuk memasukkan testimoni di setiap pengalaman bisnis yang tercipta dengan klien. “Orang-orang menyukai studi kasus,” jelasnya. “Mereka (konsumen) tidak membeli ucapan, mereka membeli aksi (Anda).”
*10. Menjadi pakar industri. Menurut pendapat Rosen, memposisikan diri sebagai pemimpin di bidang yang sedang Anda geluti bisa meningkatkan penjualan. Anda bisa menulis artikel, membuat blog atau mempublikasikan usaha Anda ke media untuk membangun kredibilitas. Awal bulan ini, sebagai contoh, Allis berbicara tentang tren perhiasan dalam siaran radio Martha Stewart Living Radio. “Orang-orang ingin memandang Anda sebagai seseorang yang mengenal dengan baik industri (yang Anda geluti),” jelas Schwartz. (*/ely)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/175-penjualan-dan-pemasaran/13797-10-kiat-mengasah-kemampuan-menjual.html

Trik Promosi Efektif

Views :265 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 21 Desember 2011 09:10
adv1211Promosi merupakan kegiatan yang sangat penting untuk kelangsungan usaha Anda. Pasalnya, promosi merupakan suatu kegiatan untuk menginformasikan dan mempengaruhi calon konsumen sehingga tertarik untuk mengunakan produk barang ataupun jasa kita. Dengan banyaknya orang yang tertarik, tentunya akan membuat tingkat pendapatan perusahaan meningkat.

Dalam promosi diperlukan strategi khusus agar dapat berjalan efektif dan efisien. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan promosi yang disarikan dari entrepreneur.com:

1. Target pasar

Tentukan siapa sebenarnya target pasar yang akan disasar. Dengan penentuan yang tepat, peluang Anda mendapatkan konsumen baru akan semakin besar.

2. Tempat promosi

Setelah mengetahui target pasar, selanjutnya tentukan di mana target tersebut beraktivitas ataupun bersosialisasi. Di sana Anda dapat memasang iklan atau membagikan brosur.

3. Kekuatan produk

Tawarkan produk atau jasa yang yang menjadi solusi kebutuhan target pasar. Semakin solusi yang ditawarkan sama dengan kebutuhan target pasar maka akan banyak transaksi yang Anda dapatkan.

4. Keunggulan dibanding pesaing

Pastikan produk Anda memiliki nilai tambah dibanding produk sejenis. Misalnya, pelayanan yang diberikan oleh karyawan penuh dengan suasana kekeluargaandan ada jaminan penggantian apabila produk yang dibeli bermasalah.

Dengan menerapkan empat hal di atas, akan berpengaruh positif terhadap penjualan Anda. Selamat mencoba!

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/175-penjualan-dan-pemasaran/13600-trik-promosi-efektif.html

7 Pelajaran Sukses Donald Trump

Views :446 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 21 Desember 2011 14:01
donald_t1111Bagi kebanyakan orang, Donald Trump dipandang sebagai salah satu sosok entrepreneur dan pengembang real estate paling berhasil dewasa ini. Trump tak hanya berprofesi sebagai entrepreneur, tetapi juga penulis, sosialita dan bintang televisi. Ia merupakan pimpinan dan CEO Trump Organization.

Donald juga pendiri Trump Entertainment Resorts, sebuah perusahaan yang menjalankan sejumlah kasino dan hotel di seluruh dunia. Gaya hidup Trump yang mewah dan kepribadiannya yang jenaka membuatnya terkenal dan kini memiliki pertunjukan TV sendiri berjudul “The Apprentice” yang secara otomatis meneguhkan reputasinya.

Kini kita coba untuk menggali tujuh hal yang bisa kita pelajari dari Donald Trump. Setiap orang yang bisa meraih kesuksesan sebesar itu patut untuk menjadi inspirasi.

Fokus pada masa kini

“I try to learn from the past, but I plan for the future by focusing exclusively on the present. That’s were the fun is.”


Trump selalu mencoba untuk belajar dari masa lalu tetapi ia mengaku untuk meencanakan masa depan dengan berfokus pada masa kini. Menurutnya, itulah hal paling menyenangkan.

Kemarin terkubur, dan esok belum datang. Kemajuan satu-satunya yang bisa dicapai menuju sukses harus dilaksanakan sejak sekarang sehingga kita fokuskan semua energi pada pengarahan momen sekarang seproduktif mungkin.

Gagal ke depan

“Sometimes by losing a battle you find a new way to win the war.”

Jangan pernah takut atau segan menghadapi kegagalan. Kegagalan ialah jalan menuju sukses. Jika pertama kali Anda tidak berhasil maka itu bukan sesuatu yang mengherankan.  Keberhasilan memerlukan waktu dan dibutuhkan kegagalan melalui proses kegagalan Anda akan menemukan cara untuk berhasil. Jangan takut untuk gagal, takutlah jika Anda tidak berusaha hingga maksimal.
Berpikir besar
“As long as you’re going to be thinking anyway, think big.”

Dibutuhkan pemikiran besar agar bisa menjadi seseorang dengan prestasi besar. Rencanakan hal-hal besar dalam kehidupan Anda. Jangan khawatir karena akan selalu ada ruang dan waktu bagi seseorang dengan pemikiran yang lebih besar daripada egonya. Tinggalkan pemikiran kerdil, biarkan mereka yang berpikiran kecil memilikinya dan hanya meraih prestasi-prestasi kecil. Keberhasilan dimulai dengan pemikiran yang besar.
Tekuni hal yang Anda cintai
“If you’re interested in ‘balancing’ work and pleasure, stop trying to balance them. Instead make your work more pleasurable.”

Kita semua tak akan pernah tahu berapa lama kita masih bisa hidup di dunia, dan alangkah sia-sianya hidup jika kita melakukan hal yang tak kita sukai sepanjang sisa umur kita. Trump mengatakan, “Saya tidak berbisnis demi uangnya. Saya sudah menndapatkan jumlah yang memadai (untuk bertahan hidup), lebih dari yang saya butuhkan malah. Saya melakukannya, untuk melakukannya.” Apapun yang Anda lakukan, Anda harus lakukan,untuk melakukannya karena Anda hanya akan meraih sukses dengan melakukan hal yang Anda cintai.

Tetap bersikap positif
“What separates the winners from the losers is how a person reacts to each new twist of fate.”


Tak ada yang lebih konstan daripada “perubahan”. Apa yang bisa diterapkan pada kasus orang lain belum pasti akan berhasil untuk kasus Anda. begitu juga dalam meraih keberhasilan. Tantangan yang belum tentu dihadapi orang lain, mungkin Anda harus hadapi. Apa yang membedakan pemenang dari pecundang ialah bahwa pemenang bereaksi secara positif terhadap tantangan yang tak terprediksi. Pemenang terus melewati halangan yang membuat orang lain berhenti dan menyerah.

Semangat ialah kekuatan

“Without passion you don’t have energy; without energy you have nothing.”


Komponen utama untuk keberhasilan ialah energi. Tak ada hal hebat yang bisa tercapai tanpa adanya energi membuncah yang bersumber dari semangat seseorang dan energi itu datang dari semangat atau passion. Selalu ikuti passion Anda dan Anda akan selalu memiliki energi untuk meraih impian Anda.

Pengalaman itu tak ternilai harganya

“Experience taught me a few things. One is to listen to your gut, no matter how good something sounds on paper. The second is that you’re generally better off sticking with what you know. And the third is that sometimes your best investments are the ones you don’t make.”


Anda membutuhkan pengalaman. Selalu ada hal-hal yang diajarkan oleh pengalaman, yang tak bisa Anda pelajari dari sumber lainnya. Jangan pernah meremehkan nilai kerja keras. Dengan pengalaman, datanglah pelajaran yang amat berharga yang akan memposisikan Anda menuju jalur yang tepat untuk mengarah ke keberhasilan. Diharapkan Anda mampu untuk mendapatkan sejumlah pandangan dari ide-ide inspiratif Donald Trump. (*/Akhlis)

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/37-advise/13612-7-pelajaran-sukses-donald-trump.html

Trik Kelola Bisnis di Musim Liburan

Views :286 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 20 Desember 2011 08:54
work-at-homeAkhir tahun sering dianggap sebagai musimnya  berlibur. Atmosfer liburan dan bersantai bisa ditemui di berbagai tempat. Berkumpul bersama keluarga di rumah, pesta tahun baru dan irama kerja yang makin melambat menandai datangnya musim liburan akhir tahun. Namun bagaimana jika Anda seorang entrepreneur? Dan apakah yang akan Anda lakukan jika klien-klien Anda tidak begitu saja berhenti sepanjang musim liburan ini?

Sebagian besar entrepreneur mengalaminya sendiri. Perusahaan mereka mungkin adalah sebuah bisnis online yang beroperasi 24 jam sehari dan 7 hari seminggu tetapi memiliki bentuk nyata berupa tenaga kerja yang bekerja sesuai jam kerja dan mereka ini memerlukan istirahat sehingga tak bisa selalu mendukung versi online.

Kita juga berpeluang mengalami hal yang sama. Di satu sisi, kita memiliki situs bisnis yang dikunjungi pengguna Internet yang tak kenal waktu dan tempat tetapi di sisi lain sistem pendukung yang berupa sumber daya manusia sedang menikmati liburan. Dan sebagai konsekuensi dari semakin globalnya sifat bisnis dari hari ke hari, sering kita harus menangani konsumen atau klien dari berbagai belahan dunia, latar belakang budaya, dan sebagainya. Selalu ada kemungkinan saat kita sedang menikmati liburan, klien atau pelanggan yang sedang tidak berlibur ini akan menghubungi kita. Lalu bagaimana kita harus sikapi ini sebagai seorang entrepreneur?

Bagi Anda yang juga berada di posisi yang serupa, berikut adalah beberapa kiat mengenai bagaimana mencapai keseimbangan antara bisnis dan liburan di musim liburan seperti sekarang ini:

Atur “vacation response’ di akun email Anda
Fitur ini bisa dijumpai di mayoritas penyedia jasa email. Sangat sederhana pengaturannya karena fungsinya hanya membalas email dengan sebuah kalimat tertentu yang bisa dirangkai sendiri tetapi amat berguna bagi banyak entrepreneur. Meski mudah, tak banyak entrepreneur yang mau menyisihkan sedikit waktu untuk mengaktifkan fitur satu ini di email bisnis mereka. Sebagian besar berpikir bahwa itu tidak perlu karena mereka toh masih bisa mengakses kotak masuk email kapan saja dengan perangkat ponsel cerdas. Namun bukan berarti Anda akan memiliki waktu merespon satu persatu email yang masuk saat liburan. Dengan begitu, Anda bisa lebih santai tanpa membuat klien atau pelanggan merasa terabaikan. Dan pilihan ada di tangan Anda, membalasnya setelah liburan usai (jika tidak terlalu mendesak) atau membalasnya segera (jika amat mendesak).


Delegasikan tanggung jawab selama liburan
Jika Anda cukup beruntung memiliki tim yang bisa diandalkan , pastikan Anda memmberikan kewenangan pada seseorang selama Anda pergi berlibur. Orang ini akan mengetahui bagaimana cara menghubungi Anda sewaktu-waktu jika suatu kondisi mendesak terjadi dan Anda tidak harus selalu memantau apa yang sedang terjadi pada bisnis Anda sepanjang liburan.


Penentuan waktu kontrak
Jika Anda bisa dan keadaan memungkinkan, hindarilah memiliki kontrak dengan klien yang akan kadaluarsa di sekitar musim liburan (sekitar akhir Desember atau awal Januari). Karena ini berarti Anda harus terus berkomunikasi dengan klien secara intens sepanjang liburan. Tentunya Anda tidak mau ini terjadi bukan?


Kerjakan lebih awal
Bagi Anda lebih suka bersusah-susah dahulu bersenang senang kemudian, cobalah untuk menyelesaikan beban kerja di waktu-waktu sebelum liburan tiba. Ini bisa berarti Anda harus lembur dalam beberapa hari atau minggu sehingga bisa berlibur dengan tenang nantinya. Jika bisnis Anda berhubungan dengan konten online atau semacamnya yang harus terus diperbaharui tiap hari, mengerjakan konten beberapa hari sebelumnya untuk dijadwalkan publikasinya pada hari H akan sangat membantu mengurangi gangguan saat berlibur.



Cintai pekerjaan Anda
Jika Anda mencintai apa yang Anda kerjakan mungkin Anda tidak akan keberatan terganggu saat berlibur. Bahkan bisa saja Anda merasa biasa saja dan tidak terbebani. Beberapa orang tidak keberatan saat harus membalas email atau menjawab panggilan telepon darurat saat tengah asyik bercengkerama dengan keluarga. Mereka sadar sepenuhnya bahwa ini adalah salah satu konsekuensi dari pilihan mereka menjadi seorang entrepreneur.

Menangani pekerjaan saat musim liburan memang membutuhkan kecermatan agar irama kerja tetap berjalan dan roda bisnis tetap berjalan tetapi sebisa mungkin tidak mengganggu waktu pribadi dan keluarga seorang entrepreneur. Bagaimana dengan Anda? Kiat apa yang Anda miliki saat liburan seperti sekarang untuk terus bisa terus berbisnis meski harus berlibur? (*Akhlis)

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/183-hrd/13571-trik-kelola-bisnis-di-musim-liburan.html

Strategi Memanfaatkan Waktu dengan Efektif

Views :233 Times PDF Cetak E-mail
Senin, 19 Desember 2011 09:17
time1211Bagi kebanyakan orang waktu dilewatkan begitu saja, tanpa harus dimanfaatkan secara bermakna. Namun, jika Anda seorang entrepreneur, Anda pasti tahu bagaimana berharganya waktu bagi kemajuan usaha Anda.

Waktu tidak hanya setara dengan uang, namun lebih dari itu. Waktu merupakan aset tak kasat mata yang paling sulit untuk dikendalikan penggunaannya. Untuk itulah diperlukan beberapa panduan yang bisa membuat Anda memanfaatkan waktu dengan lebih efisien lagi.

Berikut beberapa strategi yang dapat Anda terapkan yang kami sadur dari buku Bob Adams berjudul “Small Business Start-Up: Your Comprehensive Guide to Start Up”:

Rencanakan aktivitas harian dan mingguan Anda

Jangan mengharapkan bisa mengelola sebuah bisnis yang sukses jika disiplin pribadi Anda begitu lemah. Jadilah seorang pengelola yang efektif dengan membuat sebuah jadwal bagi aktivitas harian dan mingguan Anda. Bagilah waktu dengan bijak. Jelaskan alokasi waktu dari tiap kegiatan yang harus dilakukan. Dan tiap minggu, pilihlah jenis aktivitas yang Anda jadikan prioritas untuk dilaksanakan.

Membuat prioritas

Agar dapat memanfaatkan waktu yang ada dengan seoptimal mungkin, Anda harus membuat sebuah skala prioritas, dimulai dengan mengerjakan sesuatu yang paling penting dan peka terhadap perubahan waktu serta memiliki pengaruh paling besar dan luas terhadap keberlangsungan perusahaan secara global.

Beberapa jenis tugas atau pekerjaan bisa bersifat mendesak dan penting. Contohnya sebuah presentasi untuk calon klien potensial. Namun sering tugas yang bersifat mendesak bukanlah sebuah pekerjaan yang paling penting.

Banyak pemilik sekaligus pengelola bisnis kecil memiliki kecenderungan untuk berpikir bahwa mereka harus memulai hari kerja dengan menyelesaikan tugas-tugas sehari-hari yang sebenarnya kurang bermakna bagi kemajuan perusahaan di masa datang. Tugas-tugas tersebut seperti menguji atau meluncurkan produk baru, mengevaluasi produk yang sudah ada di pasaran agar bisa lebih memenuhi harapan konsumen, mengkaji kembali sudut pandang pemasaran yang sesuai dengan perkembangan pasar terkini, atau menyusun dan merevisi rencana bisnis.

Lakukan pekerjaan-pekerjaan tersebut meskipun konsekuensinya Anda harus meluangkan waktu lebih banyak. Kadang hal ini juga membuat Anda mengorbankan pekerjaan lainnya yang lebih mendesak. Namun, Anda tentu bisa menyiasatinya dengan mendelegasikannya kepada bawahan.

Sisihkan waktu untuk yang tak terduga

Sebagai seorang pemilik bisnis tentunya tidak aneh lagi dengan segala hal yang berbau mendadak. Hal-hal yang mendadak ini mungkin tidak akan berdampak besar jika tidak terlalu mendesak atau penting tetapi jika hal yang mendadak tersebut bisa menentukan berkembang tidaknya bisnis Anda, maka tidak ada pilihan lainnya selain mengerjakannya hingga selesai secepatnya. Ada baiknya saat menyusun jadwal harian atau mingguan, Anda alokasikan sebuah waktu tambahan untuk menyelesaikan kewajiban-kewajiban yang datangnya tidak terduga.

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/177-manajemen/13544-strategi-memanfaatkan-waktu-dengan-efektif.html

Langkah-langkah Sertifikasi Produk Organik

Views :366 Times PDF Cetak E-mail
Minggu, 18 Desember 2011 15:07
organicPerhatian masyarakat dunia akan produk alami yang terbebas dari bahan kimia meningkat dari tahun ke tahun dan menyebabkan produk hasil pertanian organik semakin digandrungi dan menjadi tren tersendiri. Tak heran bila permintaan akan produk pertanian organik meningkat tajam. Hal ini patut untuk dibidik sebagai peluang usaha agrobisnis berbasis organik.
Bagi Anda yang berminat terjun di dalamnya, manajemen pengendalian mutu atas produk pertanian organik yang dihasilkan harus memeroleh sertifikasi khusus agar bisa bersaing di pasar domestik maupun internasional.
Untuk mendapatkan sertifikat secara formal maka proses sertifikasi harus dilakukan oleh lembaga sertifikasi yang terakreditasi. Di Indonesia lembaga sertifikasi diakreditasi oleh KAN (Komite Akreditasi Nasional). Untuk mendapatkan sertifikat tersebut perlu beberapa langkah yang harus ditempuh, menyangkut kelengkapan dokumen administratif dan kelembagaan yang antara lain sebagai berikut :
Persyaratan Dokumentasi Sistem
Sebagai langkah awal dalam mempersiapkan sertifikasi maka operator atau produsen penghasil produk pertanian organik harus menetapkan, menerapkan dan menjaga produk organik yang sesuai dengan ruang lingkup kegiatannya. Dalam hal ini operator harus mendokumentasikan kebijakan, sistem, program, prosedur dan instruksi sejauh diperlukan untuk menjamin mutu produk organiknya.
Tahapan ini meliputi :
Persyaratan Manajemen, mutlak dilakukan untuk menjamin sistem manajemen dapat berjalan secara efektif dan efisien, berkelanjutan serta selalu berkembang dengan lebih baik. Persyaratan ini pada umumnya bersifat universal sehingga lazim disebut sebagai “Universal Program”. Sedangkan persyaratan manajemen untuk penerapan sertifikasi produk pangan organik meliputi kebijakan mutu, organisasi, personil, pengendalian dokumen, pembelian jasa dan perbekalan, pengaduan, pengendalian produk yang tak sesuai, tindakan perbaikan, tindakan pencegahan, pengendalian rekaman, audit internal, kaji ulang sistem, amandemen.
Persyaratan Teknis, harus didokumentasikan secara sistematis sesuai persyaratan standar dan regulasi teknik. Ruang lingkup persyaratan teknis yang harus dipenuhi sesuai dengan persyaratan ruang lingkup bisnis yang dilaksanakan mencakup; budi daya tanaman, budi daya peternakan, pengolahan, penyimpanan, penanganan dan transportasi produk pangan organik serta label, pelabelan dan informasi pasar.
Proses Sertifikasi
Setelah dokumentasi yang diperlukan tersedia dan lengkap, operator bisa beranjak ke tahap selanjutnya yakni mengajukan permohonan sertifikasi kepada lembaga sertifikasi yang telah terakreditasi dengan menyertakan lampiran berupa formulir pendaftaran dan pendataan dari lembaga sertifikasi yang mencakup identitas perusahaan dan data umum perusahaan serta rencana kerja jaminan mutu produk pangan organik.
Kemudian lembaga sertifikasi akan mengkaji ulang permohonan untuk menjamin kecukupan program terhadap kecukupan elemen-elemen produk pangan organik, me-review kelengkapan permohonan sudah memenuhi syarat atau mungkin memenuhi syarat standar dan regulasi teknik.
Bagi operator yang pernah mengajukan sertifikasi kepada lembaga sertifikasi lain dan ditolak sertifikasinya harus melampirkan dokumentasi tentang tindakan koreksi yang telah dilakukan. Lalu lembaga sertifikasi akan menyusun jadwal inspeksi lapangan untuk menetapkan apakah operator telah memenuhi kualifikasi untuk disertifikasi bilamana kaji ulang kelengkapan permohonan menunjukkan kegiatan operasi mungkin sesuai dengan persyaratan standar dan regulasi teknik. Setelah itu, kedua belah pihak mengkomunikasikan hasil kaji ulang.
Inspeksi Lapangan
Lembaga sertifikasi harus melakukan inspeksi awal lapangan pada setiap unit produksi, fasilitas dan tempat lain yang memproduksi atau menangani produk organik dan yang mencakup dalam suatu operasi sesuai ruang lingkup yang diajukan untuk sertifikasi. Inspeksi lapangan harus dilaksanakan setiap tahun sesuai jadwal surveilen guna menetapkan kesesuaian terhadap regulasi teknik.
Pemberian Sertifikat
Lembaga sertifikasi harus segera mengkaji ulang laporan hasil inspeksi, hasil analisa substansi dan informasi lain dari operator. Jika lembaga sertifikasi menemukan bahwa dokumen penerapan jaminan mutu dan semua prosedur aktivitas operator telah sesuai dengan persyaratan dan operator mampu melaksanakan kegiatan sesuai dengan dokumen tersebut maka operator berhak mendapat sertifikat dari lembaga sertifikasi.
Data-data yang diterbitkan dalam sertifikat produk pangan organik mencakup nama dan alamat unit kegiatan, tanggal berlakunya sertifikat, kategori kegiatan organik serta data-data lembaga sertifikasi. Masa berlaku sertifikat adalah 3 tahun sejak diterbitkan dan dapat diperpanjang sesuai aturan yang berlaku. (*/dari berbagai sumber)
Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/177-manajemen/13533-langkah-langkah-sertifikasi-produk-organik.html

Mengenal Seluk Beluk Promosi Penjualan

Mengenal Seluk Beluk Promosi Penjualan Views :912 Times PDF Cetak E-mail
Jumat, 16 Desember 2011 09:23
promosi_penj1211Promosi penjualan adalah bentuk persuasi langsung melalui penggunaan berbagai insentif yang dapat diatur untuk merangsang pembelian produk dengan segera dan atau meningkatkan jumlah barang yang dibeli pelanggan. Melalui promosi penjualan, perusahaan dapat menarik pelanggan baru, mempengaruhi pelanggannya untuk mencoba produk baru, mendorong pelanggan membeli lebih banyak, menyerang aktivitas promosi pesaing, meningkatkan impulse buying (pembelian tanpa rencana sebelumnya), atau mengupayakan kerja sama yang lebih erat dengan pengecer.

Secara umum tujuan-tujuan tersebut dapat dirangkum menjadi :
1. Meningkatkan permintaan dari para konsumen.
2. Meningkatkan kinerja pemasaran.
3. Mendukung dan mengkoordinasikan kegiatan pemasaran dan iklan.

Seperti dikutip dari entrepreneur.com, sifat-sifat yang terkandung dalam promosi penjualan, diantaranya adalah komunikasi, insentif, dan undangan. Sifat komunikasi mengandung arti bahwa promosi penjualan mampu menarik perhatian dan memberi informasi yang memperkenalkan pelanggan pada produk. Sifat insentif yaitu memberikan keistimewaan dan rangsangan yang bernilai bagi pelanggan. Sedangkan sifat undangan adalah mengundang khalayak untuk membeli saat itu juga.

Secara keseluruhan teknik-teknik promosi penjualan merupakan taktik pemasaran yang berdampak pada jangka sangat pendek. Malah kadang-kadang penjualan hanya meningkat selama kegiatan promosi penjualan berlangsung. Promosi penjualan juga tidak mampu meruntuhkan loyalitas pelanggan terhadap produk lain, bahkan promosi penjualan yang terlalu sering malah dapat menurunkan citra kualitas barang atau jasa tersebut, karena pelanggan bisa menginterpretasikan bahwa apa yang ditawarkan berkualitas rendah atau termasuk kategori murahan. Meskipun demikian diakui bahwa promosi penjualan menghasilkan tanggapan yang lebih cepat daripada iklan.

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/175-penjualan-dan-pemasaran/13480-mengenal-seluk-beluk-promosi-penjualan.html

Kriteria Utama Peluang Bisnis Layak Dikembangkan

Views :282 Times PDF Cetak E-mail
Kamis, 15 Desember 2011 09:10
peluang1211Banyak peluang usaha yang bisa kita kembangkan. Namun, apakah semua peluang itu cukup layak untuk kita ambil? Apakah cukup menguntungkan bila kita laksanakan? Atau malah hanya buang waktu kita saja?

Tentunya tidak semua peluang usaha tepat buat kita. Bagi orang lain, barangkali peluang itu bisa sangat menguntungkan. Tapi belum tentu buat kita. Atau bisa saja buat orang lain peluang itu merugikan, tapi buat kita hal itu sangat menguntungkan.

Entrepreneur yang berhasil adalah orang yang mampu memilih peluang-peluang yang tepat dan memanfaatkannya secara tepat. Soal tepat atau tidaknya pilihan dan cara memanfaatkan peluang, tentu tidak selalu sama bagi setiap orang. Hal ini akan sangat tergantung dari karakteristik, situasi, dan kondisi pribadi masing-masing.

Saat ini yang menjadi pertanyaan adalah peluang apa yang tepat untuk dikembangkan. Berikut akan kami ulas beberapa kriteria utama agar peluang usaha yang layak untuk dikembangkan seperti dilansir dari entrepreneur.com:
1. Bidang yang kita sukaiPeluang usaha tersebut merupakan kegemaran Anda. Misal saja, Anda senang memancing. Bahkan Anda rela menghabiskan banyak waktu untuk hobi tersebut. Tiba-tiba ada yang menawari usaha kolam pancing. Bila Anda menyambut tawaran kerja sama itu, sangat mungkin Anda akan bekerja dengan penuh antusiasme. Dengan mengerjakan pekerjaan yang kita sukai, sesungguhnya akan menimbulkan gairah yang memompa antusiasme dan semangat kerja yang tinggi.

2. Bidang yang dikuasaiKeahlian bisa kita peroleh dari latar belakang pendidikan kita, atau dari pengalaman kita. Peluang usaha bengkel motor, misalnya, sangat baik untuk lulusan teknik otomotif atau mereka yang pernah bekerja di bengkel motor. Usaha klinik jelas baik untuk dijalankan oleh para lulusan kedokteran, atau mereka yang pernah bekerja di manajemen sebuah rumah sakit. Dengan menjalankan usaha yang kita kuasai, sudah pasti kita cukup tahu banyak tentang seluk beluk usaha tersebut dan juga cara menghadapi berbagai persoalan yang muncul.

3. Dibutuhkan banyak orangCobalah untuk mengukur tingkat kebutuhan konsumen di wilayah bisnis anda terhadap produk atau jasa yang akan Anda tawarkan. Peluang yang baik adalah peluang yang potensi pasarnya memang sudah jelas, bukan cuma asumsi atau perkiraan tanpa fakta yang jelas.

4. Kompetisi belum terlalu ketatBoleh jadi pasarnya memang besar. Fakta di lapangan, usaha-usaha yang sejenis dengan usaha yang akan Anda jalankan memang cukup laku. Tapi jangan lupa, lihat juga tingkat persaingannya. Kalau memang sudah banyak pemain,apalagi cenderung sudah menjamur, sulit bagi pemain baru seperti Anda untuk bisa mengambil untung.

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/13456-kriteria-utama-peluang-bisnis-layak-dikembangkan.html

Ingin Makan Siang Bisnis Sukses? Ini Tipsnya

Selasa, 06/12/2011 08:21 WIB
Ingin Makan Siang Bisnis Sukses? Ini Tipsnya 
Angga Aliya – detikFinance



Foto: North.com.au

Jakarta – Jika anda berniat bertemu klien atau jalan bersama atasan untuk makan siang, berarti itu bukan acara makan biasa. Meski menjadi diri sendiri dan berusaha serileks mungkin adalah hal yang baik, tapi masih ada hal-hal yang harus anda perhatikan dalam makan siang khusus ini.

Sikap dan gerak-gerik anda selama jamuan akan menjadi penilaian orang lain. Maka dari itu, sebaiknya anda tidak melanggar enam aturan dalam jamuan bisnis makan siang seperti di bawah ini, seperti dikutip dari Investopedia, Selasa (6/12/2011):

1. Jangan Dandan Berlebihan
Memakai celana celana jeans saat orang lain berstelan jas lengkap akan menjadi mimpi buruk bagi karir anda, begitu juga sebaliknya. Memakai jas lengkap di acara bisnis yang kasual atau santai justru menunjukkan anda masih bingung dengan tujuan dari acara pertemuan tersebut. Lebih baik tanya orang lain yang juga akan ikut dalam jamuan makan siang tersebut lewat telepon, atau mampirlah sebentara ke restoran tempat pertemuan itu lebih awal sehingga anda tahu pakaian apa yang harus dipakai.

2. Jangan terlalu banyak minum
Minum di sini maksudnya bukan alkohol, lagipula siapa yang mau minum alkohol di saat jamuan makan siang. Maksudnya, kurangi minum supaya anda tidak perlu bolak-balik ke kamar kecil sehingga tidak banyak melewatkan percakapan yang cukup penting. Selain itu, anda akan terlihat sangat buruk jika harus sering ke kamar kecil saat membicarakan kontrak bernilai tinggi.

3. Matikan Handphone
Sekarang bukan saat yang tepat untuk mengecek email, berbicara kepada istri, mengirim sms kepada teman atau penasaran dengan skor bola tadi malam. Bahkan, jika di dalam handphone anda tidak ada berkas penting yang berhubungan dengan pertemuan, lebih baik simpan di mobil saja sehingga anda tidak akan tergoda untuk mengeceknya. Memang handphone anda sangat penting, tapi bukan berarti dia harus selalu di samping anda setiap saat.

4. Pilih makanan yang simpel
Makanan yang anda pesan haruslah yang simpel dan mudah dikonsumsi. Jangan sampai merepotkan anda. Apakah anda ingin kemeja anda terkena saus spaghetti? Apakah anda akan terlihat seperti seorang profesional ketika membuka mulut lebar-lebar sambil memasukkan burger ukuran raksasa? Akan lebih baik pilih makanan yang sehat. Perlihatkan diri anda sebagai orang yang peduli kesehatan. Orang akan lebih menghormati seseorang yang peduli akan dirinya sendiri.

5. Jangan makan sendirian
Jangan mulai makan sebelum si pengundang makan atau mengajak orang lain yang hadir mencicipi hidangan. Itu adalah aturan dasar yang benar-benar harus anda perhatikan. Jangan sampai anda makan sendirian karena orang lain tahu belum saatnya mencicipi hidangan. Jika anda sebagai pihak pengundang atau tuan rumah, makanlah satu atau dua suap supaya orang lain tahu sudah saatnya hidangan dicicipi.

6. Hindari pembicaraan dengan tema kontroversial
Pembicaraan dengan tema yang berujung kepada opini yang berat. Opininya mungkin bukan mengenai benar atau salah, tapi setidaknya akan ada satu orang di meja yang tidak sependapat dengan anda. Tidak hanya anda akan membuat si orang itu tidak nyaman, tapi dia juga akan memberi opini yang tidak sejalan dengan perkiraaan anda.

Kesimpulannya, datangla ke sebuah jamuan bisnis sesuai dengan tujuannya. Ini adalah situasi bisnis yang memerlukan perilaku dan tingkah laku anda sebaik mungkin. Buatlah semua orang terkesan.

(ang/qom)

Strategi Meningkatkan Penjualan

Views :269 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 06 Desember 2011 09:20
penjualan1211Meningkatnya penjualan merupakan salah satu indikasi bisnis Anda memiliki prospek yang cerah. Tentunya, banyak  strategi dilakukan untuk menarik minat pembeli. Baik untuk meningkatkan penjualan dan menambah profit ataupun sebagai strategi penjualan produk baru.

Seperti dikutip dari mysmallbiz.com, Anda dapat menawarkan harga yang lebih murah dari harga pasar untuk produk yang sama. Atau jika Anda bergerak di bisnis ritel, jika konsumen melakukan pembelian dengan jumlah besar akan memperoleh harga yang lebih murah, berbeda dengan harga eceran.

Strategi menentukan harga dalam penjualan sangat menentukan. Jangan sampai produk yang ditawarkan tidak laku karena terlalu mahal dari produk serupa dengan kualitas yang sama. Demikian juga dalam menyikapi kenaikkan harga. Ketika bisnis Anda dihadapkan dengan keadaan dimana tidak ada pilihan lain yaitu menaikkan harga jual.

Memang tidak mudah menghadapi situasi seperti ini. Diperlukan strategi untuk menetapkan kenaikan harga. Pelanggan pun kadang kala menolak kenaikkan yang cukup tinggi, mereka meminta untuk kenaikkan dilakukan secara bertahap atau diberi kesempatan untuk sekali pengambilan dengan memakai harga lama. Hal ini juga merupakan strategi yang digunakan agar pelanggan tidak beralih kepada pesaing Anda.

Di dalam penjualan kenaikan harga memang tidak bisa dihindari. Tetapi dengan hubungan yang terjalin dengan baik antar manajemen, bagian penjualan dan pelanggan maka hal ini dapat dihadapi bersama-sama. Bahkan karena hubungan baik yang sudah terjaga antara bagian penjualan dan pelanggan maka pelanggan percaya saja dengan harga yang diberikan. Sebab itu sangat pentingnya untuk menjaga hubungan baik dengan pelanggan. Di samping promosi yang efektif untuk mempromosikan produk yang ada.

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/175-penjualan-dan-pemasaran/13274-strategi-meningkatkan-penjualan.html