Strategi Mengatasi Fluktuasi Permintaan Konsumen

Views :201 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 20 Desember 2011 09:23
kasir1211Dalam bisnis, penawaran atau permintaan sering kali berfluktuasi. Saat ini, Anda menjalankan bisnis yang ramai pada saat tertentu. Namun, adakalanya bisnis Anda sepi peminat. Agar bisnis Anda dapat bertahan, tentunya Anda harus menerapkan strategi khusus.

Berikut strategi yang dapat Anda terapkan perusahaan untuk menyesuaikan kapasitas pelayanan dengan tingkat permintaan yang berfluktuasi:

1. Gunakan karyawan paruh waktu

Karyawan paruh waktu banyak yang dipekerjakan selama periode sibuk. Strategi ini banyak diterapkan pada jasa yang terstandarisasi dan untuk tugas yang tidak terlalu banyak membutuhkan keterampilan khusus. Misalnya toko busana yang mempekerjakan tenaga tambahan paruh waktu pada waktu menjelang Hari Natal dan Tahun Baru, Lebaran atau saat-saat permintaan puncak lainnya.

2. Menyewa fasilitas dan peralatan tambahan

Untuk menghindari investasi tambahan yang cukup mahal dan tidak sepenuhnya dapat dimanfaatkan, perusahaan jasa dapat menyewa fasilitas atau peralatan tambahan yang dipergunakan selama periode sibuk.

3. Menjadwalkan aktivitas selama periode permintaan rendah

Guna menjamin bahwa seluruh kapasitas produktif perusahaan dapat tersedia selama periode puncak, maka aktivitas-aktivitas seperti renovasi bangunan, reparasi, liburan karyawan, dan pelatihan harus dijadwalkan selama periode permintaan diramalkan rendah.

4. Melakukan pelatihan silang karyawan

Para karyawan dilatih untuk melakukan berbagai macam tugas, supaya mereka dapat saling membantu dan menunjang. Hal ini sangat bermanfaat apabila terjadi kondisi di mana sebagian karyawan menghadapi periode sibuk sementara karyawan lainnya relatif santai. Misalnya, di saat sebagian karyawan bagian persediaan relatif santai mereka akan diperbantukan pada bagian kasir bila antrian di kasir mulai memanjang.

5. Meningkatkan partisipasi pelanggan

Perusahaan dapat mengupayakan keterlibatan pelanggan dalam tugas -tugas tertentu (customer self-service). Misalnya konsumen menaruh sendiri barang-barang belanjaannya di supermarket atau pelanggan mengambil sendiri makanan dan minuman yang dipesan.

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/13570-strategi-mengatasi-fluktuasi-permintaan-konsumen.html

Strategi Meningkatkan Penjualan

Views :269 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 06 Desember 2011 09:20
penjualan1211Meningkatnya penjualan merupakan salah satu indikasi bisnis Anda memiliki prospek yang cerah. Tentunya, banyak  strategi dilakukan untuk menarik minat pembeli. Baik untuk meningkatkan penjualan dan menambah profit ataupun sebagai strategi penjualan produk baru.

Seperti dikutip dari mysmallbiz.com, Anda dapat menawarkan harga yang lebih murah dari harga pasar untuk produk yang sama. Atau jika Anda bergerak di bisnis ritel, jika konsumen melakukan pembelian dengan jumlah besar akan memperoleh harga yang lebih murah, berbeda dengan harga eceran.

Strategi menentukan harga dalam penjualan sangat menentukan. Jangan sampai produk yang ditawarkan tidak laku karena terlalu mahal dari produk serupa dengan kualitas yang sama. Demikian juga dalam menyikapi kenaikkan harga. Ketika bisnis Anda dihadapkan dengan keadaan dimana tidak ada pilihan lain yaitu menaikkan harga jual.

Memang tidak mudah menghadapi situasi seperti ini. Diperlukan strategi untuk menetapkan kenaikan harga. Pelanggan pun kadang kala menolak kenaikkan yang cukup tinggi, mereka meminta untuk kenaikkan dilakukan secara bertahap atau diberi kesempatan untuk sekali pengambilan dengan memakai harga lama. Hal ini juga merupakan strategi yang digunakan agar pelanggan tidak beralih kepada pesaing Anda.

Di dalam penjualan kenaikan harga memang tidak bisa dihindari. Tetapi dengan hubungan yang terjalin dengan baik antar manajemen, bagian penjualan dan pelanggan maka hal ini dapat dihadapi bersama-sama. Bahkan karena hubungan baik yang sudah terjaga antara bagian penjualan dan pelanggan maka pelanggan percaya saja dengan harga yang diberikan. Sebab itu sangat pentingnya untuk menjaga hubungan baik dengan pelanggan. Di samping promosi yang efektif untuk mempromosikan produk yang ada.

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/175-penjualan-dan-pemasaran/13274-strategi-meningkatkan-penjualan.html

Strategi Meningkatkan Omzet dalam Bisnis Ritel

PDF Cetak E-mail
Jumat, 05 Agustus 2011 10:28
Bila entrepreneur menyimpan passion yang besar untuk mengelola bisnis, ide kreatif pun akan tercipta dengan sendirinya. Hal ini juga berlaku bagi pelaku usaha ritel yang berminat meningkatkan omzet. Dengan tekad kuat, totalitas plus kemampuan mengubah potensi di lingkungan sekitar menjadi peluang yang mendatangkan emas, pundi-pundi laba dapat terkumpul.
Grocery-StoreDalam sebuah seminar hasil kerja sama CiputraEntrepreneurship.com dengan Kementerian Perindustrian RI yang digelar pada 25-29 Juli 2011, bertajuk “Pelatihan Teknis Kewirausahaan Teknologi Informasi”, turut pula membahas penerapan ide kreatif dalam meningkatkan omzet. Beberapa macam strategi kreatif tercetus melalui studi kasus tiga pelaku bisnis ritel yang telah lama membuka toko kelontong. Pembahasan yang ditujukan untuk peserta kalangan lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) ini bertujuan menumbuhkan jiwa wirausaha muda melalui passion.
Pelaku bisnis pertama.
Adalah Eddy Simin yang memanfaatkan sebagian lahan di rumahnya untuk membuka toko kelontong. Meski persaingan datang dari sejumlah minimarket, supermarket dan juga sesama pemilik toko kelontong tapi Eddy mempunyai strategi jitu untuk meningkatkan omzet serta menjaga relasi dengan pelanggannya. Ia menerapkan layanan delivery-order kepada para pelanggannya. Layanan itu memudahkan konsumen untuk membeli sejumlah kebutuhan tanpa harus susah payah datang ke toko milik Eddy. Cukup menelpon dan pesanan akan langsung dikirim hingga ke tangan konsumen. Strategi “menjemput bola” ini menguntungkan Eddy dan sukses meraup omzet sekitar Rp2-3 juta/hari di awal bulan dan Rp1-1,5 juta/hari di akhir bulan.
Pelaku bisnis kedua.
Beda dengan Eddy, strategi yang dilakukan Supriyadi adalah memberikan harga murah kepada pelanggan. Menurut pebisnis toko kelontong ini, harga murah akan menarik banyak konsumen untuk berbelanja di tokonya. Strategi ini sukses menghasilkan omzet sekitar Rp150-250 ribu/hari.
Pelaku bisnis ketiga.
Jika Eddy dan Supriyadi mengedepankan servis dan harga murah, Fitriyani lebih mengutamakan kelengkapan produk untuk meningkatkan omzet toko kelontongnya. Variasi produk yang lebih lengkap dan banyak, menurutnya, akan mendatangkan banyak konsumen. Strategi yang dijalaninnya itu meraup omzet sekitar Rp350 ribuan/hari.
Dari tiga studi kasus di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa ada beberapa strategi kreatif yang bisa diterapkan dalam meningkatkan omzet bisnis ritel, khususnya di skala toko kelontong, yakni : pelayanan prima, kelengkapan produk serta harga terjangkau. Ditunjang dengan tempat strategis serta promosi yang menarik, penerapan ketiga strategi itu dipastikan mampu meraup untung besar.

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/bina-usaha/49-rencana-bisnis/10280-strategi-meningkatkan-omzet-dalam-bisnis-ritel.html

5 Strategi Membangun Bisnis Online

5 Strategi Membangun Bisnis Online PDF Cetak E-mail

Rabu, 13 Juli 2011 14:54
Perkembangan teknologi memberikan kemudahan-kemudahan di segala aspek, termasuk dalam dunia bisnis. Jika dulu berbisnis harus memiliki gerai atau toko, kini hanya dengan membangun ‘toko’ di internet Anda sudah dapat melakukan transaksi jual-beli.

business_oonlineUntuk membangun bisnin online atau online store ada strategi khusus agar customer mau membrowsing produk-produk yang dijual. Berikut tipsnya seperti dikutip dari situs Wolipop.

1. URL Harus Jelas
Situs Network Solution menjelaskan, URL atau alamat website harus jelas dan mudah dibaca. Alamat online Anda merupakan elemen penting dalam pemasaran dan branding, sebagai contoh xyzshoes.com. Ini cukup menjelaskan bisnis Anda dibidang sepatu.

2. Transaksi Terjamin Aman
Set up merchant account sehingga toko online Anda aman saat memproses kartu kredit dan transaksi lainnya. Pastikan account merchant Anda setidaknya dapat menerima kartu kredit berlabel Visa, Master Card dan pembayaran Paypal, serta menerima pembayaran bank lainnya.

3. Membuat Online Store yang Menarik dan Mudah Diakses
Agar toko online Anda menarik, sebaiknya Anda bekerjasama dengan profesional web designer. Selain menarik, website Anda juga harus mudah dinavigasi oleh para customer.

4. Gambar Produk Harus Jelas
Ketika orang berbelanja online, mereka tentu ingin mengetahui segala sesuatu tentang produk yang mereka beli. Layaknya berbelanja di toko, customer ingin tahu kualitas produk. Situs BerganBlue menjelaskan, sangat penting jika gambar produk jelas dan detail. Kualitas foto sangat ditentukan di sini. Selain itu, upload beberapa foto dan ambil dari sudut-sudut yang berbeda.

5. Diskon
Untuk menarik customer, berikan penawaran-penawaran menarik, seperti memberikan diskon. Beritahu jika online store Anda sedang memeberikan diskon melalui e-newsletter, Twitter dan Facebook sebagai media promosi. (*/tribunnews)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/178-bisnis-online/9692-5-strategi-membangun-bisnis-online.html

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Bisnis Anda Menurun

PDF Cetak E-mail
Minggu, 03 Juli 2011 16:20
bis_metRoda kehidupan pasti selalu berputar, terkadang kita berada di atas, dan tidak luput dari posisi di bawah. Begitu pula terhadap bisnis yang sedang dijalani oleh Anda. Sebaik apapun pengelolaan sebuah bisnis, ada saja kendala yang musti dihadapi saat menjalaninya.

Sebagai pengusaha, tidak jarang keputusan-keputusan yang diambil berdasarkan emosi atau perasaan semata. Menyerah bukanlah jalan keluar dari permasalah bisnis yang sedang Anda hadapi saat ini. Berikut adalah tips yang dapat membantu jika bisnis yang telah Anda rintis tengah meluncur ke bawah:

Menyerah? No way!Jangan keburu menyerah dahulu. Susun kembali prioritas dalam bisnis Anda. Tuliskan satu persatu secara cermat dan teliti apa saja yang menjadi target bisnis Anda ke depan. Kembalilah ke awal mula rencana Anda mendirikan bisnis tersebut. Terkadang Anda bisa saja melewatkan suatu hal di belakang, yang membuat usaha Anda meluncur ke arah kebangkrutan. Segeralah bertindak, sebelum semakin terpuruk!

Introspeksi cepatIntrospeksilah diri Anda sebagai pemimpin usaha. Apakah Anda tipe pemimpin yang mudah percaya pada semua pegawai Anda, tanpa Anda mau terjun langsung dalam pengelolaan? Seringnya, kehancuran sebuah bisnis atau usaha, adalah ketika sang pemilik hanya bisa menjadi pemodal saja, dan enggan untuk terjun langsung mengotori tangan untuk tahu seluk-beluk industri dalam bisnis yang dijalaninya.

Misalkan saja bisnis salon, Anda perlu tahu update terkini mengenai dunia fashion dan hairstylist. Jangan menyerahkan saja pada manajer salon yang Anda pilih. Lalu, setelah bekal pengetahuan itu, Andapun jadi dapat mengikuti tren pasar yang berubah-ubah tanpa ketinggalan mode yang sedang “in” saat ini. Lakukan inovasi berbeda, juga promosi. Asahlah terus kemampuan Anda. Jika diperlukan, ambilah kursus singkat yang tidak terlalu menyita waktu, bila Anda juga seorang pekerja kantoran. Yang terpenting bagilah waktu dengan baik.

Business reviewMelakukan review atau peninjauan ulang terhadap manajemen bisnis sangatlah penting dilakukan. Apalagi jika sudah lama Anda lalai melakukannya, atau mempercayakan begitu saja pada pegawai yang Anda andalkan. Mulailah melakukan review awal dan mencari sumber permasalahan dari turunnya usaha yang Anda rintis.

Apakah konsumen sudah tidak puas terhadap layanan jasa di salon Anda, ataukah kualitas dari produk yang Anda jual sudah tidak baik, dan apakah usaha Anda tidak melakukan inovasi dan terobosan baru seiring berkembangnya permintaan pasar –sehingga pasar pun meninggalkan produk Anda karena dinilai terlalu ketinggalan zaman?

Jika ternyata semua telah sesuai Anda lakukan, namun tetap terjadi kebocoran di dana operasional usaha Anda, maka mulailah mempertanyakan kesetiaan setiap pegawai andalan Anda. Apakah ada di internal yang melakukan korupsi, atau penggelapan, serta menyalahgunakan kepercayaan yang telah Anda berikan? Nah, cobalah segera lakukan tahap demi tahap secara sabar namun cepat. Setelah menemukan inti permasalahannya, segeralah bertindak!

Action!Bertindaklah sesuai dengan yang diperlukan. Jika Anda telah temukan inti dari permasalahan yang dihadapi oleh bisnis Anda, jangan tunda untuk mengambil langkah cepat guna perbaikan. Bila pegawai internal Anda yang bermasalah, entah itu penggelapan uang, tidak memberikan servis secara prima sehingga konsumen mengeluh, hingga produk yang ketinggalan zaman. Rumuskanlah strategi baru bagi bisnis Anda ke depan.

Buatlah kembali inovasi dan promosi yang akan memancing konsumen tertarik dan kembali kepada Anda. Ubahlah susunan organisasi internal Anda. Bila Anda merampingkan jumlah pegawai, pilihlah pegawai yang memiliki visi dan misi sama seperti Anda, yakni bersama memajukan bisnis yang dikelola. Untuk itu pun diperlukan kebijaksanaan dari Anda sebagai pemilik untuk turut serta juga memerhatikan kesejahteraan semua pegawai Anda yang telah sama-sama merintis membantu usaha Anda bangkit kembali. Janganlah lupa diri.

Prioritas itu pentingDalam hal bisnis, perputaran uang sangatlah penting dan menjadi poros keberlangsungan usaha Anda. Oleh karenanya, bila usaha Anda mulai mengalami penurunan segeralah merekap semua hal yang berhubungan dengan perputaran uang tersebut. Terutama yang berkaitan dengan biaya operasional, dimana Anda wajib membayar semua gaji, tagihan listrik, tagihan telepon, transportasi, termasuk pembelian bahan-bahan dasar guna keperluan pembuatan produk Anda. Jika sudah demikian, buatlah prioritas, mana dana yang musti dipangkas, dan mana dana yang musti dipertahankan agar tetap berputar.

ProspectingSusunlah rencana untuk melakukan prospecting atau target sasaran dari bisnis Anda. Buatlah klasifikasi dari target Anda, dan kenalilah siapa pasar yang akan Anda prospek tersebut. Misalnya, saja, review-lah harga jual Anda, sesuaikan dengan pasar terkini atau sesuai dengan target konsumen yang berada di sekitar toko Anda.

Rancanglah paket-paket promosi yang akan menarik target tersebut dengan harga cantik yang kompetitif. Tentunya tidak luput dari kualitas produk yang tetap dipertahankan. Buatlah brosur, spanduk baru dengan tampilan baru menarik termasuk dengan promosinya yang menarik.

Gunakan alat promosiDi era social media yang sedang booming saat ini, jangan sampai Anda ketinggalan. Selain melakukan promosi secara tradisional, lakukanlah dengan social media seperti Facebook dan Twitter. Update-lah produk-produk Anda, dan lakukan soft selling dengan menggunakan media tersebut. Kemudian, buatlah website Anda menjadi alat yang memudahkan konsumen mengenal bisnis Anda walaupun berada di kota berbeda sehingga mereka bisa melakukan order lebih mudah.

Ingat, jangan sampai strategi marketing yang Anda lakukan justru membuat calon konsumen terganggu dengan promosi produk atau jasa Anda secara bertubi-tubi. Lakukan dengan elegan, tentunya.

Networking

Binalah kerjasama dengan sesama teman pebisnis lainnya. Bertukar pikir atau berdiskusi dengan mereka akan sangat membantu, lho. Karena, Anda akan mendapatkan input-input tambahan guna memajukan kembali bisnis Anda yang tengah terpuruk. Ikutilah seminar-seminar bisnis, dan jalinlah hubungan profesional dengan sesama pebisnis. Selain itu bisa juga Anda bergabung dengan asosiasi perkumpulan pebisnis. Dimana setiap saat Anda akan dibantu pemikiran dan solusi dari setiap tantangan dan rintangan dari mengelola sebuah bisnis.

Tunggu apa lagi, segeralah bertindak dan naiklah kembali ke puncak sukses Anda! (*/Tabloid Nova)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis/9437-apa-yang-harus-dilakukan-ketika-bisnis-anda-menurun.html