10 Kiat Mengasah Kemampuan Menjual

Views :1717 Times PDF Cetak E-mail
Kamis, 29 Desember 2011 13:23
buy-sellSetelah mendirikan bisnis di bidang fashion dengan produk perhiasan berlabel KiraKira pada tahun 2006, Suzanne Somersall Allis sadar bahwa latar belakang pendidikannya yang bertolak belakang tidak mempersiapkan dirinya menjadi entrepreneur serta tidak memberinya pengalaman untuk mengelola bisnis.
Lalu, apa yang dilakukan perempuan itu untuk memasarkan produknya? Ia terjun langsung mengenal dunia bisnis dengan magang di tiga toko ritel selama setahun. “Bekerja di toko membantu saya untuk mengetahui seberapa besar uang yang akan dibelanjakan oleh konsumen,” ujar pelaku bisnis berusia 28 tahun tersebut seperti dilansir dari laman Entrepreneur.com, 29 Desember 2011. “Saya juga mulai mempelajari psikologis konsumen yang membeli produk saya,” lanjutnya.
Kini, KiraKira telah terjual di 15 toko di penjuru AS, dan bulan lalu, Allis membuka toko pertamanya di Dekalb Market di Brooklyn, New York. Dengan penambahan label perhiasan mewah bernama ‘Suz Somersall’, penjualan Allis meroket tajam menjadi $400 ribu tahun ini dari $150 ribu di tahun 2010.
Apa yang dialami Allis mungkin juga dialami oleh Anda. Latar belakang pendidikan yang bertolak belakang dengan bidang usaha yang digeluti terkadang menjadi tantangan dalam menggapai puncak kesuksesan di dunia entrepreneurship. Dari pengalamannya, Allis menganggap wawasan luar-dalam mengenai penjualan merupakan faktor utama dalam berwirausaha dan kemampuan mengelola bisnis secara keseluruhan merupakan tantangan sesungguhnya.
Bagi Anda, pemain baru dalam bisnis dan minim pengalaman, berikut 10 tips untuk mengasah kemampuan menjual yang bisa diterapkan demi kemajuan bisnis.
*1. Temukan tingkat kenyamanan. Menurut Matthew Schwartz, penulis Fundamentals of Sales Management for Newly Appointed Sales Manager (AMACOM, 2006), berjualan juga membutuhkan tingkat kenyamanan tersendiri dan hal itu menjadi kunci pertama entrepreneur untuk meraih kesuksesan.
Untuk menggali wawasan dan rasa percaya diri saat berjualan, Anda bisa bekerja sampingan di usaha yang serupa dengan bisnis Anda seperti yang dilakukan Allis. Atau, bisa juga dengan mengikuti pelatihan dari mentor yang andal atau hadir dalam kelas khusus seputar penjualan.
*2. Tentukan target konsumen. Mengindentifikasi konsumen bisa membantu Anda memperbaiki strategi penjualan dan menjadi lebih efisien. Misalkan, usaha Anda adalah foto copy. Cari tahu siapa sesungguhnya konsumen yang ingin Anda bidik, apakah perusahaan corporate atau anak sekolah atau mahasiswa. “Orang-orang sering mengalami kegagalan karena mereka berusaha menjadi apa saja untuk siapa saja,” ujar Schwartz. “Anda harus membatasi segmen usaha penjualan Anda.”
*3. Pelajari budaya membeli konsumen. Setelah mengidentifikasinya, langkah selanjutnya adalah mencari tahu perilaku konsumen. Contohnya jika menjual produk berharga tinggi, konsumen sering kali butuh waktu relatif lebih lama untuk membuat keputusan. Itu artinya, Anda harus merencanakan waktu yang lebih lama juga untuk closing atau melakukan transaksi.
Ketika Allis menjual produk serupa dengan miliknya di toko tempatnya bekerja paruh waktu, dia menyadari bahwa harga yang ditetapkan untuk produknya terlalu rendah. “Saya menetapkan harga yang kurang mahal sehingga banyak konsumen yang mulai mempertanyakan kualitas produk tersebut,” ujarnya.
*4. Perlakukan konsumen pertama sebaik mungkin. Menurut Schwartz ketika mulai menjual, perlakukan konsumen pertama Anda sebaik mungkin dengan pelayanan ekstra bila diperlukan. Meski transaksi penjualannya tak sebesar yang diinginkan, namun bila konsumen itu merasa puas dengan pelayanan yang Anda berikan, ia bisa menjadi ‘duta’ bagi reputasi bisnis atau perusahaan Anda. “Anda akan membutuhkan testimoni,” jelas Schwartz. “Sangat penting untuk membangun referensi seputar usaha Anda seawal mungkin”.
*5. Sisihkan waktu untuk membangun relasi. Salah satu kesalahan terbesar entrepreneur adalah gagal membangun relasi dengan konsumen. Begitulah pendapat Rick Segel, penulis Retail Business Kit for Dummies (Wiley, 2001). “Hal pertama yang Anda jual adalah diri Anda sendiri. Jika konsumen tak menyukai Anda, transaksi penjualan takkan pernah terjadi,” tuturnya.
Allis membuat tindakan penting dengan memilih mengirim email melalui pendekatan personal dibanding konsep standar yang kaku. Ia juga meluangkan waktu untuk bertemu secara tatap muka dengan konsumen melalui sejumlah acara yang dibuatnya atau saat berada di tokonya di Brooklyn.
*6. Pertahankan relasi. Ketika Anda telah berhasil menjalin relasi dengan konsumen, cari cara untuk mempertahankan relasi tersebut. Lakukan hal itu misalnya dengan mengirim newsletter mengenai bisnis Anda secara reguler. Saat Allis menggelar acara khusus untuk konsumen, dia akan meng-update-nya di blog, di laman event di situsnya dan di laman Facebook perusahaannya. “Facebook memberi traffic yang cukup tinggi untuk situs saya,” ujarnya.
*7. Jangan mudah berasumsi. Menurut Keith Rosen, penulis Coaching Salespeople into Sales Champion (Wiley, 2008), pelaku bisnis kecil biasanya sering menyabotase penjualan mereka dengan terlalu cepat berasumsi mengenai apa yang diinginkan atau yang akan dibayar oleh konsumen. Alih-alih berasumsi, lebih baik tanyakan secara langsung kepada konsumen tentang apa yang membuat mereka membelanjakan uanganya dan apa kriteria mereka dalam mengambil keputusan.
*8. Buat agenda harian. Sangat mudah untuk mengabaikan prospek penjualan bila fokus Anda terpecah kepada urusan lainnya yang berkaitan dengan bisnis. Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, buatlah jadwal rutinitas penjualan. Hal itu bisa diwujudkan dengan menyisihkan satu atau dua jam untuk menangani penjualan atau membuat target mingguan untuk menggapai 10 klien potensial.
*9. Perlihatkan kesuksesan Anda. Situs perusahaan Anda bisa menjadi satu-satunya pintu penghubung antara Anda dengan konsumen. Tak hanya mampu menambah kredibilitas perusahaan, tapi upaya itu juga bisa membuat perusahaan Anda terlihat lebih profesional di mata konsumen. Schwartz merekomendasikan kepada pelaku bisnis untuk memasukkan testimoni di setiap pengalaman bisnis yang tercipta dengan klien. “Orang-orang menyukai studi kasus,” jelasnya. “Mereka (konsumen) tidak membeli ucapan, mereka membeli aksi (Anda).”
*10. Menjadi pakar industri. Menurut pendapat Rosen, memposisikan diri sebagai pemimpin di bidang yang sedang Anda geluti bisa meningkatkan penjualan. Anda bisa menulis artikel, membuat blog atau mempublikasikan usaha Anda ke media untuk membangun kredibilitas. Awal bulan ini, sebagai contoh, Allis berbicara tentang tren perhiasan dalam siaran radio Martha Stewart Living Radio. “Orang-orang ingin memandang Anda sebagai seseorang yang mengenal dengan baik industri (yang Anda geluti),” jelas Schwartz. (*/ely)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/175-penjualan-dan-pemasaran/13797-10-kiat-mengasah-kemampuan-menjual.html

Trik Promosi Efektif

Views :265 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 21 Desember 2011 09:10
adv1211Promosi merupakan kegiatan yang sangat penting untuk kelangsungan usaha Anda. Pasalnya, promosi merupakan suatu kegiatan untuk menginformasikan dan mempengaruhi calon konsumen sehingga tertarik untuk mengunakan produk barang ataupun jasa kita. Dengan banyaknya orang yang tertarik, tentunya akan membuat tingkat pendapatan perusahaan meningkat.

Dalam promosi diperlukan strategi khusus agar dapat berjalan efektif dan efisien. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan promosi yang disarikan dari entrepreneur.com:

1. Target pasar

Tentukan siapa sebenarnya target pasar yang akan disasar. Dengan penentuan yang tepat, peluang Anda mendapatkan konsumen baru akan semakin besar.

2. Tempat promosi

Setelah mengetahui target pasar, selanjutnya tentukan di mana target tersebut beraktivitas ataupun bersosialisasi. Di sana Anda dapat memasang iklan atau membagikan brosur.

3. Kekuatan produk

Tawarkan produk atau jasa yang yang menjadi solusi kebutuhan target pasar. Semakin solusi yang ditawarkan sama dengan kebutuhan target pasar maka akan banyak transaksi yang Anda dapatkan.

4. Keunggulan dibanding pesaing

Pastikan produk Anda memiliki nilai tambah dibanding produk sejenis. Misalnya, pelayanan yang diberikan oleh karyawan penuh dengan suasana kekeluargaandan ada jaminan penggantian apabila produk yang dibeli bermasalah.

Dengan menerapkan empat hal di atas, akan berpengaruh positif terhadap penjualan Anda. Selamat mencoba!

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/175-penjualan-dan-pemasaran/13600-trik-promosi-efektif.html

Mengenal Seluk Beluk Promosi Penjualan

Mengenal Seluk Beluk Promosi Penjualan Views :912 Times PDF Cetak E-mail
Jumat, 16 Desember 2011 09:23
promosi_penj1211Promosi penjualan adalah bentuk persuasi langsung melalui penggunaan berbagai insentif yang dapat diatur untuk merangsang pembelian produk dengan segera dan atau meningkatkan jumlah barang yang dibeli pelanggan. Melalui promosi penjualan, perusahaan dapat menarik pelanggan baru, mempengaruhi pelanggannya untuk mencoba produk baru, mendorong pelanggan membeli lebih banyak, menyerang aktivitas promosi pesaing, meningkatkan impulse buying (pembelian tanpa rencana sebelumnya), atau mengupayakan kerja sama yang lebih erat dengan pengecer.

Secara umum tujuan-tujuan tersebut dapat dirangkum menjadi :
1. Meningkatkan permintaan dari para konsumen.
2. Meningkatkan kinerja pemasaran.
3. Mendukung dan mengkoordinasikan kegiatan pemasaran dan iklan.

Seperti dikutip dari entrepreneur.com, sifat-sifat yang terkandung dalam promosi penjualan, diantaranya adalah komunikasi, insentif, dan undangan. Sifat komunikasi mengandung arti bahwa promosi penjualan mampu menarik perhatian dan memberi informasi yang memperkenalkan pelanggan pada produk. Sifat insentif yaitu memberikan keistimewaan dan rangsangan yang bernilai bagi pelanggan. Sedangkan sifat undangan adalah mengundang khalayak untuk membeli saat itu juga.

Secara keseluruhan teknik-teknik promosi penjualan merupakan taktik pemasaran yang berdampak pada jangka sangat pendek. Malah kadang-kadang penjualan hanya meningkat selama kegiatan promosi penjualan berlangsung. Promosi penjualan juga tidak mampu meruntuhkan loyalitas pelanggan terhadap produk lain, bahkan promosi penjualan yang terlalu sering malah dapat menurunkan citra kualitas barang atau jasa tersebut, karena pelanggan bisa menginterpretasikan bahwa apa yang ditawarkan berkualitas rendah atau termasuk kategori murahan. Meskipun demikian diakui bahwa promosi penjualan menghasilkan tanggapan yang lebih cepat daripada iklan.

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/175-penjualan-dan-pemasaran/13480-mengenal-seluk-beluk-promosi-penjualan.html

Strategi Meningkatkan Penjualan

Views :269 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 06 Desember 2011 09:20
penjualan1211Meningkatnya penjualan merupakan salah satu indikasi bisnis Anda memiliki prospek yang cerah. Tentunya, banyak  strategi dilakukan untuk menarik minat pembeli. Baik untuk meningkatkan penjualan dan menambah profit ataupun sebagai strategi penjualan produk baru.

Seperti dikutip dari mysmallbiz.com, Anda dapat menawarkan harga yang lebih murah dari harga pasar untuk produk yang sama. Atau jika Anda bergerak di bisnis ritel, jika konsumen melakukan pembelian dengan jumlah besar akan memperoleh harga yang lebih murah, berbeda dengan harga eceran.

Strategi menentukan harga dalam penjualan sangat menentukan. Jangan sampai produk yang ditawarkan tidak laku karena terlalu mahal dari produk serupa dengan kualitas yang sama. Demikian juga dalam menyikapi kenaikkan harga. Ketika bisnis Anda dihadapkan dengan keadaan dimana tidak ada pilihan lain yaitu menaikkan harga jual.

Memang tidak mudah menghadapi situasi seperti ini. Diperlukan strategi untuk menetapkan kenaikan harga. Pelanggan pun kadang kala menolak kenaikkan yang cukup tinggi, mereka meminta untuk kenaikkan dilakukan secara bertahap atau diberi kesempatan untuk sekali pengambilan dengan memakai harga lama. Hal ini juga merupakan strategi yang digunakan agar pelanggan tidak beralih kepada pesaing Anda.

Di dalam penjualan kenaikan harga memang tidak bisa dihindari. Tetapi dengan hubungan yang terjalin dengan baik antar manajemen, bagian penjualan dan pelanggan maka hal ini dapat dihadapi bersama-sama. Bahkan karena hubungan baik yang sudah terjaga antara bagian penjualan dan pelanggan maka pelanggan percaya saja dengan harga yang diberikan. Sebab itu sangat pentingnya untuk menjaga hubungan baik dengan pelanggan. Di samping promosi yang efektif untuk mempromosikan produk yang ada.

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/175-penjualan-dan-pemasaran/13274-strategi-meningkatkan-penjualan.html

4 Langkah Menjual dengan Jejaring Sosial

4 Langkah Menjual dengan Jejaring Sosial (bag 1) Views :327 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 06 Desember 2011 12:09

social-netwApakah Anda penasaran mengapa upaya Anda di jejaring sosial tidak berhasil? Keberhasilan jejaring sosial terkadang tampak tidak bisa diprediksi.

Mungkin Anda ingin tahu mengapa perusahaan tertentu menghasilkan penjualan dan laba dari kegiatan jejaring sosial mereka sementara perusahaan Anda sendiri membuang-buang uang dalam situs dan blog yang jarang dibaca orang dan tweet yang jarang sekali dibalas.

Jejaring sosial masih begitu baru, kadang jalan menuju keberhasilannya masih kabur dan mudah untuk kehilangan arah. Bila Anda ingin mengurai misteri ini dan meningkatkan return of investment Anda, Anda perlu memastikan bahwa kampanye dan pemasaran Anda meliputi 4 unsur penting berikut ini:

  • Ketertarikan: Bagaimana Anda menarik konsumen potensial menuju situs Anda atau perusahaan Anda?
  • Retensi: Bagaimana Anda terus berhubungan dengan orang-orang setelah mereka meninggalkan situs atau toko Anda?
  • Konversi: Bagaimana Anda membujuk orang untuk membeli produk/ jasa sekarang juga atau bersedia untuk masuk lebih dalam menuju saluran penjualan dalam bisnis Anda?
  • Pengukuran: Bagaimana Anda menentukan jika semua ini berhasil atau tidak?


Dengan mengikuti model ini, Anda mungkin akan bisa memastikan bahwa Anda akan berhasil menembus belantara liar jejaring sosial ini.

Berikut ini ialah sebuah panduan yang bisa Anda ikuti:

#1: Ketertarikan : Bagaimana Anda menarik orang menuju bisnis

Bagi sebagian besar orang, mereka ingin menarik traffic berkualitas ke situsnya. Sementara itu ada banyak cara untuk melakukan ini, termasuk optimisasi mesin pencari virtual, pemberian referal dan iklan tradisional. Kita akan berfokus pada jejaring sosial.

Agar berhasil di jejaring sosial, Anda membutuhkan strategi konten yang sesuai. Ini berarti konten Anda harus seolah bisa berbicara kepada pelanggan ideal Anda mengenai apa saja yang membuat mereka tertarik dan melakukan percakapan tersebut di sekitar tempat di mana mereka berada.


Tergantung pada audiens Anda, Anda mungkin harusmenjadi lebih aktif di Facebook atau bergabung dalam kelompok di mana pelanggan Anda berkumpul di LinkedIn.

Jika mereka ini tidak begitu aktif di situs jejaring sosial atau tidak bisa mengaksesnya selama bekerja, Anda harus menciptakan sebuah blog berisi konten-konten dan video yang membantu Anda memecahkan masalah terbesar mereka.

Sementara mengembangkan profil jejaring sosial Anda, terdapat sejumlah hal yang harus diingat selalu:

  • Jadikan profil Anda sebagai merek: Membuat blog tidak membutuhkan banyak biaya, bahkan bisa saja gratis. Begitu juga dengan membuat sebuah kanal di Youtube atau membangun sebuah profil di situs jejaring sosial.

Karena kemudahan ini,  semua orang bisa melakukannya. Untuk lebih maju dari kebanyakan orang dan mengokohkan kredibilitas Anda, Anda harus menciptakan sebuah pengalaman yang telah lekat dengan merek yang akan dengan segera membantu membangun kepercayaan dalam diri audiens Anda.

Ini bisa berarti sebuah latar belakang Twitter yang sudah terkustomisasi, sebuah laman utama di Facebook atau riwayat pekerjaan secara rinci di profil LinkedIn.

  • Mendalam, jangan melebar: Jangan mencoba untuk aktif di setiap jejaring sosial. Daripada seperti itu, fokuslah pada satu atau dua platform hingga menguasainya betul-betul. Pilih platform di mana Anda bisa menemukan konsumen potensial sebanyak mungkin. Setelah Anda mendapatkannya, Anda bisa menambah jejaring sosial berikutnya.
  • Bersikap konsisten: Satu tulisan di blog, satu video atau satu tweet saja tidak akan cukup menyelamatkan bisnis Anda, tidak peduli seberapa cerdasnya ia. Keberhasilan datang dari konsistensi. Pelanggan Anda tidak menghendaki untuk bekerja dengan sebuah bisnis yang hanya satu kali beruntung tetapi yang telah secara konsisten mendirikan kredibilitas dan keahlian dalam waktu yang panjang, yang menunjukkan bahwa orang tersebutharus ada dalam jangka waktu yang lama di masa depan.
  • Buatlah jalur menuju situs Anda: Meskipun bersikap terlalu ngoto menjual bisa membuat pelanggan potensial menjauh, Anda harus selalu memiliki tautan dengan situs Anda sehingga mereka biss belajar lebih jauh jika mereka perlu.


Kesimpulannya, dengan melakukan aktivitas yang konsisten di situs jejaring sosial di mana pelanggan Anda berkumpul akan mendorong lebih banyak penjualan baru ke situs Anda.

#2: Retensi: Bagaimana agar orang terus kembali ke situs binis

Jika Anda menjual barang bernilai tinggi, kemungkinan besar pelanggan potensial akan membeli dari situs Anda tanpa melihat situs pesaing Anda juga. Demikian pula, jika Anda menjual produk yang membutuhkan pembelian berulang secara teratur, seperti lensa kontak atau kopi, pelanggan potensial Anda akan terus menerus melihat tawaran lainnya.

Bagaimana Anda bisa lain dari yang lain dan menjaga agar jalannya komunikasi bisa terbukasetelah seseorang meninggalkan situs Anda? Inilah mengapa retensi diperlukan.

Sementara secara tradisional, pemasaran email telah menjadi alat pemasaran Internet yang banyak disukai, kini jejaring sosial memainkan peranan penting.

Dari lama muka, kita meminta orang untuk klik “Like” di Facebook, mengikuti update di Twitter dan berlangganan update blog atau kanal di Youtube. Semua itu berada di luar situs.

Namun,membujuk orang untuk menyukai, mengikuti dan berlangganan memberikan peluang untuk terus melibatkan diri dengan mereka. Kita bisa membangun hubungan dengan pemahaman terhadap mereka yang lebih baik dengan mendengar dan membantu mereka.

Untuk memaksimalkan aktivitas retensi Anda, pastikanlah bahwa seseorang bisa dengan mudah melibatkan Anda dalam kegiatan jejaring sosial dari laman beranda Anda dan setiap laman lain di situs Anda.

Ingatlah bahwa selalu berikan nilai kepada pelanggan ideal Anda dengan kegiatan jejaring sosial Anda. Anda bisa dengan sangat mudah ditinggalkan jika tidak memberikan manfaat bagi mereka.

Untuk siklus penjualan tertentu, Anda harus melibatkan prospek Anda dengan jejaring sosial bahkan setelah mereka meninggalkan situs Anda. Pastikan Anda memberikan manfaat kapanpun Anda meminta audiens untuk mengikuti. (bersambung/ *Akhlis)

Selasa, 06 Desember 2011 14:06

social-netw
Setelah menyimak langkah 1 dan 2 di artikel sebelumnya, kini kita akan membahas langkah 3 dan 4.

#3: Konversi : Mengubah Para Penyuka Menjadi Pembeli

Tingkat konversi yang lebih tinggi (apakah itu berupa tombol “beli sekarang” atau pengisian sebuah formulir kontrak online) merupakan hasil alami dari aktifnya bergiat di jejaring sosial.

Dalam sebuah laporan terkini Hubspot menunjukkan bahwa perusahaan yang mengisi blog memiliki tingkat penjualan yang lebih konsisten. Perusahaan-perusahaan juga melaporkan bahwa jejaring sosial telah menghasilkan penjualan.

Singkatnya, aktivitas jejaring sosial Anda menambah tingkat konversi situs Anda karena keahlian dan kredibilitas Anda telah terbangun kokoh.

#4: Pengukuran: Memutuskan dengan bijak

Kekhawatiran yang dimiliki oleh banyak perusahaan mengenai jejaring sosial ialah bahwa jejaring sosial tidak memiliki akuntabilitas dan pelacakan yang jelas tetapi ini tidak selamanya benar.

Mulai dengan menginstal sejumlah software pelaporan traffic yang kuat dalam situs Anda, seperti Google Analytics. Alat-alat ini akan memberikan pandangan mengenai asal traffic ke situs Anda. Sehingga Anda bisa menentukan jika apa yang Anda lakukan di Facebook tidak sia-sia.

Anda bisa juga melihat artikel blog Anda yang mana yang membawa traffic paling banyak. Ini memberikan Anda pandangan mengenai jenis konten apakah yang harus Anda buat selanjutnya dan mungkin bahkan jenis layanan apa yang harus Anda tawarkan. Selanjutnya, Anda bisa membuat tujuan dalam Google Analytics untuk menentukan traffic terbaik Anda berasal dari mana.

Namun, Anda jangan berpuas diri dengan website analytics. Facebook Insights memberikan Anda gambaran detil mengenai kegiatan Anda di Facebook, dan EdgeRank Checker ialah alat gratis yang amat bermanfaat yang memberikan saran untuk memaksimalkan aktivitas Facebook Anda.

YouTube juga menawarkan analytics, mengurai audiens Anda menjadi kelompok-kelompok berdasarkan kriteria jender, usia, dan lokasi. Di samping itu, ia juga menunjukkan video mana yang terpopuler dan apa yang membuatnya begitu banyak menarik pengunjung.

Siimpulannya ialah pengukuran hasil kegiatan Anda di jejaring sosial itu mudah jika Anda menggunakan alat-alat murah dan gratis untuk melacak konversi dan traffic ke situs Anda.

Simpulan
Jejaring sosial masih berada dalam fase perkembangan dan banyak sekali alat dan teknik yang kita ketahui sekarang akan lambat laun berubah kuno dan tidak relevan seiring berlalunya waktu.

Jadi daripada berfokus secara jarak jauh kepada taktik menarik pengunjung secara bulanan, pastikan bahwa semua kampanye jejaring sosial meliputi formula ketertarikan, retensi, konversi dan pengukuran dan Anda akan memiliki rencanan yang berkelanjutan menuju sukses.(*Akhlis)

 

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/175-penjualan-dan-pemasaran/13283-4-langkah-menjual-dengan-jejaring-sosial-bag-1.html
http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/175-penjualan-dan-pemasaran/13288-4-langkah-menjual-dengan-jejaring-sosial-bag-.html

13 Perangkat untuk Menjadi Master Marketer

Views :705 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 12 Oktober 2011 10:52
Pelaku usaha kecil yang baru saja menginjakkan kaki di lahan entrepreneurship terkadang akan merasa was-was dengan keputusannya itu. Apakah bisnis yang diembannya akan mampu bertahan, mampukah ia mengelolanya dengan baik, bisakah bisnisnya diterima konsumen dan sejumlah pertanyaan lain yang mencerminkan kekhawatiran serta ketidakpercayaan dirinya dalam berbisnis.
online-toolsMenilik karakter tiap-tiap orang, hal tersebut terbilang wajar. Namun yang harus diperhatikan adalah bila Anda memiliki passion yang kuat dan telah berani memutuskan untuk mencicip manis pahitnya dunia entrepreneurship, hilangkan segala macam keragu-raguan tersebut dan tetaplah optimis meski di tengah jalan kelak akan menemui segudang permasalahan yang mengganjal langkah Anda.
Salah satu hal yang terasa sulit ditangani pelaku bisnis kecil yang baru memulai debutnya yakni promosi serta pemasaran produk (jasa atau barang). Menurut Deborah Shane, edukator, motivator, penulis, media host dan pemilik situs Train with Shain, semua pelaku bisnis bisa menjadi ‘master marketer’ bila mereka ingin membidik target/segmen atas usahanya. Ditambahkannya, di era paradigma bisnis modern seperti sekarang ini, penting sekali untuk mengkombinasikan dua dunia, yaitu personal dan online, untuk menjadi master marketer.
Shane menuturkan 13 perangkat untuk menjadi master marketer, seperti yang tercantum dalam situs Small Business Trends. Dari pengalamannya, ketiga belas perangkat itu telah sukses membantunya membangun kredibilitas, brand awareness, meningkatkan kemampuan berelasi secara personal ataupun dengan komunitas profesional.
  1. LinkedIn, platform profesional dengan potensial unparalleled yang dapat dipergunakan untuk memperkenalkan diri serta melakukan interaksi dengan kalangan atas yang berhubungan ataupun tidak dengan lini bisnis Anda.
  2. Facebook, platform paling beraneka untuk menjalin hubungan serta berinteraksi.
  3. Twitter, bisa menjadi perangkat komunikasi yang paling update.
  4. Blog, merupakan cara terbaik untuk membangun otoritas dalam lingkup keahlian Anda.
  5. Email marketing, bisa membantu meningkatkan relasi dengan komunitas.
  6. Menulis artikel, baik di blog pribadi maupun di website mampu membangun kredibilitas.
  7. Texting, bila digunakan dalam kaidah yang sepatutnya bisa menjadi perangkat marketing yang update.
  8. Video, merupakan cara terbaik untuk menunjukkan kepada masyarakat cara Anda dalam mempresentasikan bisnis serta jati diri.
  9. Workshop, wadah representasi Anda sebagai sosok yang ahli di suatu bidang dan juga memberi Anda platform untuk mempresentasikan diri.
  10. Menjadi sukarelawan, merupakan pintu lain untuk meraih kesempatan serta mempertemukan Anda dengan sesuatu yang sangat Anda inginkan.
  11. Networking, baik secara online maupun offline, dapat membuka peluang serta kesempatan dengan masyarakat luas, baik dari seluruh penjuru dunia ataupun komunitas di sekitar Anda.
  12. Google+, menjadi platform untuk membangun komunitas dan merupakan langkah cepat untuk menjadi bagian dari komunitas lain yang sangat beragam.
  13. Blogtalkradio, podcasting dianggap Shane mampu membuka kesempatan atau peluang yang sangat luas dibanding platform lain.
Shane menuturkan semua perangkat di atas memiliki kekuatan untuk meningkatkan brand awareness, penjualan, pelayanan konsumen dan segala macam aspek bisnis lainnya. Perangkat-perangkat tersebut dapat digunakan dengan cara yang terintegrasi sehingga memudahkan Anda dalam bekerja. Bagi pemula, bisa melakukannya secara bertahap dengan memilih beberapa perangkat yang menurutnya paling nyaman terlebih dahulu dan kemudian seiring waktu bisa menambahkannya lagi hingga mencapai sukses. (*/ely)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/175-penjualan-dan-pemasaran/11893-13-perangkat-untuk-menjadi-master-marketer.html

Membuat Katalog untuk Bisnis

Views :1755 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 01 Juni 2011 08:42
Dalam memasarkan sebuah produk atau jasa, keberadaan katalog turut memberi kontribusi yang cukup berarti. Kalimat promosi yang menarik plus penampilan beberapa foto eye-catching mempunyai kekuatan menggugah minat konsumen untuk membeli produk atau menggunakan jasa yang Anda tawarkan. Tapi membuat katalog untuk bisnis ini sebaiknya jangan asal-asalan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam proses pembuatan katalog sehingga tepat sasaran.
product_catalogKatalog di dunia bisnis diibaratkan jembatan penghubung komunikasi antara produsen dan konsumen. Informasi yang tersaji dalam katalog merupakan promosi yang terkadang jauh lebih nyaman bagi sebagian konsumen dibandingkan kehadiran sales yang secara langsung dan face-to-face menawarkan produk atau jasa.
Katalog pun bisa menjadi media yang lebih baik dan tampak lebih eksklusif bila dikemas dengan teknik fotografi dan desain grafis yang tinggi. Warna cerah dan tajam yang juga ditunjang oleh kalimat menarik dipastikan bisa menarik perhatian konsumen. Karenanya, dibutuhkan kerjasama dengan copywriter, desainer grafis dan fotografis untuk membuat katalog bisnis yang jauh lebih unggul dibanding yang lain.
Sebelum memulai proses pembuatan katalog, ada beberapa hal yang layak dipertimbangkan agar katalog Anda sukses memancing perhatian konsumen yakni :
  1. Analisa terlebih dahulu target atau konsumen yang ingin Anda sasar. Langkah ini bisa turut menentukan gaya bahasa serta pemilihan warna dalam katalog Anda. Bila konsumen Anda adalah remaja gunakan bahasa keseharian atau bahasa gaul yang kerap dipakai atau menjadi tren. Bedakan bila konsumen Anda para eksekutif muda atau para orangtua sebagai decision maker, sebaiknya pakailah bahasa yang lebih eksklusif atau sarat akan unsur edukatif.
  2. Eksplor produk, baik barang atau jasa, yang ingin Anda promosikan melalui katalog. Produk unggulan yang menempati posisi best-seller atau paling diminati konsumen bisa ditampilkan lebih menonjol dibanding produk yang lain. Bila ingin memasarkan produk baru, tampilkan produk tersebut dengan menonjolkan serangkaian kelebihan atau manfaat yang bisa konsumen peroleh.
  3. Jika membuat katalog di media online/internet, buatlah aplikasi yang user-friendly agar customer mudah melihat katalog tersebut hingga tertarik membelinya. Buat katalog seefektif mungkin dengan sistem administrasi pembelian serta pembayaran yang mudah dan gunakan software yang tepat sehingga traffic pembelian produk Anda pun bisa meningkat sesuai harapan. (*/dari berbagai sumber)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/175-penjualan-dan-pemasaran/8640-membuat-katalog-untuk-bisnis.html