10 Kiat Mengasah Kemampuan Menjual

Views :1717 Times PDF Cetak E-mail
Kamis, 29 Desember 2011 13:23
buy-sellSetelah mendirikan bisnis di bidang fashion dengan produk perhiasan berlabel KiraKira pada tahun 2006, Suzanne Somersall Allis sadar bahwa latar belakang pendidikannya yang bertolak belakang tidak mempersiapkan dirinya menjadi entrepreneur serta tidak memberinya pengalaman untuk mengelola bisnis.
Lalu, apa yang dilakukan perempuan itu untuk memasarkan produknya? Ia terjun langsung mengenal dunia bisnis dengan magang di tiga toko ritel selama setahun. “Bekerja di toko membantu saya untuk mengetahui seberapa besar uang yang akan dibelanjakan oleh konsumen,” ujar pelaku bisnis berusia 28 tahun tersebut seperti dilansir dari laman Entrepreneur.com, 29 Desember 2011. “Saya juga mulai mempelajari psikologis konsumen yang membeli produk saya,” lanjutnya.
Kini, KiraKira telah terjual di 15 toko di penjuru AS, dan bulan lalu, Allis membuka toko pertamanya di Dekalb Market di Brooklyn, New York. Dengan penambahan label perhiasan mewah bernama ‘Suz Somersall’, penjualan Allis meroket tajam menjadi $400 ribu tahun ini dari $150 ribu di tahun 2010.
Apa yang dialami Allis mungkin juga dialami oleh Anda. Latar belakang pendidikan yang bertolak belakang dengan bidang usaha yang digeluti terkadang menjadi tantangan dalam menggapai puncak kesuksesan di dunia entrepreneurship. Dari pengalamannya, Allis menganggap wawasan luar-dalam mengenai penjualan merupakan faktor utama dalam berwirausaha dan kemampuan mengelola bisnis secara keseluruhan merupakan tantangan sesungguhnya.
Bagi Anda, pemain baru dalam bisnis dan minim pengalaman, berikut 10 tips untuk mengasah kemampuan menjual yang bisa diterapkan demi kemajuan bisnis.
*1. Temukan tingkat kenyamanan. Menurut Matthew Schwartz, penulis Fundamentals of Sales Management for Newly Appointed Sales Manager (AMACOM, 2006), berjualan juga membutuhkan tingkat kenyamanan tersendiri dan hal itu menjadi kunci pertama entrepreneur untuk meraih kesuksesan.
Untuk menggali wawasan dan rasa percaya diri saat berjualan, Anda bisa bekerja sampingan di usaha yang serupa dengan bisnis Anda seperti yang dilakukan Allis. Atau, bisa juga dengan mengikuti pelatihan dari mentor yang andal atau hadir dalam kelas khusus seputar penjualan.
*2. Tentukan target konsumen. Mengindentifikasi konsumen bisa membantu Anda memperbaiki strategi penjualan dan menjadi lebih efisien. Misalkan, usaha Anda adalah foto copy. Cari tahu siapa sesungguhnya konsumen yang ingin Anda bidik, apakah perusahaan corporate atau anak sekolah atau mahasiswa. “Orang-orang sering mengalami kegagalan karena mereka berusaha menjadi apa saja untuk siapa saja,” ujar Schwartz. “Anda harus membatasi segmen usaha penjualan Anda.”
*3. Pelajari budaya membeli konsumen. Setelah mengidentifikasinya, langkah selanjutnya adalah mencari tahu perilaku konsumen. Contohnya jika menjual produk berharga tinggi, konsumen sering kali butuh waktu relatif lebih lama untuk membuat keputusan. Itu artinya, Anda harus merencanakan waktu yang lebih lama juga untuk closing atau melakukan transaksi.
Ketika Allis menjual produk serupa dengan miliknya di toko tempatnya bekerja paruh waktu, dia menyadari bahwa harga yang ditetapkan untuk produknya terlalu rendah. “Saya menetapkan harga yang kurang mahal sehingga banyak konsumen yang mulai mempertanyakan kualitas produk tersebut,” ujarnya.
*4. Perlakukan konsumen pertama sebaik mungkin. Menurut Schwartz ketika mulai menjual, perlakukan konsumen pertama Anda sebaik mungkin dengan pelayanan ekstra bila diperlukan. Meski transaksi penjualannya tak sebesar yang diinginkan, namun bila konsumen itu merasa puas dengan pelayanan yang Anda berikan, ia bisa menjadi ‘duta’ bagi reputasi bisnis atau perusahaan Anda. “Anda akan membutuhkan testimoni,” jelas Schwartz. “Sangat penting untuk membangun referensi seputar usaha Anda seawal mungkin”.
*5. Sisihkan waktu untuk membangun relasi. Salah satu kesalahan terbesar entrepreneur adalah gagal membangun relasi dengan konsumen. Begitulah pendapat Rick Segel, penulis Retail Business Kit for Dummies (Wiley, 2001). “Hal pertama yang Anda jual adalah diri Anda sendiri. Jika konsumen tak menyukai Anda, transaksi penjualan takkan pernah terjadi,” tuturnya.
Allis membuat tindakan penting dengan memilih mengirim email melalui pendekatan personal dibanding konsep standar yang kaku. Ia juga meluangkan waktu untuk bertemu secara tatap muka dengan konsumen melalui sejumlah acara yang dibuatnya atau saat berada di tokonya di Brooklyn.
*6. Pertahankan relasi. Ketika Anda telah berhasil menjalin relasi dengan konsumen, cari cara untuk mempertahankan relasi tersebut. Lakukan hal itu misalnya dengan mengirim newsletter mengenai bisnis Anda secara reguler. Saat Allis menggelar acara khusus untuk konsumen, dia akan meng-update-nya di blog, di laman event di situsnya dan di laman Facebook perusahaannya. “Facebook memberi traffic yang cukup tinggi untuk situs saya,” ujarnya.
*7. Jangan mudah berasumsi. Menurut Keith Rosen, penulis Coaching Salespeople into Sales Champion (Wiley, 2008), pelaku bisnis kecil biasanya sering menyabotase penjualan mereka dengan terlalu cepat berasumsi mengenai apa yang diinginkan atau yang akan dibayar oleh konsumen. Alih-alih berasumsi, lebih baik tanyakan secara langsung kepada konsumen tentang apa yang membuat mereka membelanjakan uanganya dan apa kriteria mereka dalam mengambil keputusan.
*8. Buat agenda harian. Sangat mudah untuk mengabaikan prospek penjualan bila fokus Anda terpecah kepada urusan lainnya yang berkaitan dengan bisnis. Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, buatlah jadwal rutinitas penjualan. Hal itu bisa diwujudkan dengan menyisihkan satu atau dua jam untuk menangani penjualan atau membuat target mingguan untuk menggapai 10 klien potensial.
*9. Perlihatkan kesuksesan Anda. Situs perusahaan Anda bisa menjadi satu-satunya pintu penghubung antara Anda dengan konsumen. Tak hanya mampu menambah kredibilitas perusahaan, tapi upaya itu juga bisa membuat perusahaan Anda terlihat lebih profesional di mata konsumen. Schwartz merekomendasikan kepada pelaku bisnis untuk memasukkan testimoni di setiap pengalaman bisnis yang tercipta dengan klien. “Orang-orang menyukai studi kasus,” jelasnya. “Mereka (konsumen) tidak membeli ucapan, mereka membeli aksi (Anda).”
*10. Menjadi pakar industri. Menurut pendapat Rosen, memposisikan diri sebagai pemimpin di bidang yang sedang Anda geluti bisa meningkatkan penjualan. Anda bisa menulis artikel, membuat blog atau mempublikasikan usaha Anda ke media untuk membangun kredibilitas. Awal bulan ini, sebagai contoh, Allis berbicara tentang tren perhiasan dalam siaran radio Martha Stewart Living Radio. “Orang-orang ingin memandang Anda sebagai seseorang yang mengenal dengan baik industri (yang Anda geluti),” jelas Schwartz. (*/ely)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/175-penjualan-dan-pemasaran/13797-10-kiat-mengasah-kemampuan-menjual.html

Trik Promosi Efektif

Views :265 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 21 Desember 2011 09:10
adv1211Promosi merupakan kegiatan yang sangat penting untuk kelangsungan usaha Anda. Pasalnya, promosi merupakan suatu kegiatan untuk menginformasikan dan mempengaruhi calon konsumen sehingga tertarik untuk mengunakan produk barang ataupun jasa kita. Dengan banyaknya orang yang tertarik, tentunya akan membuat tingkat pendapatan perusahaan meningkat.

Dalam promosi diperlukan strategi khusus agar dapat berjalan efektif dan efisien. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan promosi yang disarikan dari entrepreneur.com:

1. Target pasar

Tentukan siapa sebenarnya target pasar yang akan disasar. Dengan penentuan yang tepat, peluang Anda mendapatkan konsumen baru akan semakin besar.

2. Tempat promosi

Setelah mengetahui target pasar, selanjutnya tentukan di mana target tersebut beraktivitas ataupun bersosialisasi. Di sana Anda dapat memasang iklan atau membagikan brosur.

3. Kekuatan produk

Tawarkan produk atau jasa yang yang menjadi solusi kebutuhan target pasar. Semakin solusi yang ditawarkan sama dengan kebutuhan target pasar maka akan banyak transaksi yang Anda dapatkan.

4. Keunggulan dibanding pesaing

Pastikan produk Anda memiliki nilai tambah dibanding produk sejenis. Misalnya, pelayanan yang diberikan oleh karyawan penuh dengan suasana kekeluargaandan ada jaminan penggantian apabila produk yang dibeli bermasalah.

Dengan menerapkan empat hal di atas, akan berpengaruh positif terhadap penjualan Anda. Selamat mencoba!

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/175-penjualan-dan-pemasaran/13600-trik-promosi-efektif.html

Mengenal Seluk Beluk Promosi Penjualan

Mengenal Seluk Beluk Promosi Penjualan Views :912 Times PDF Cetak E-mail
Jumat, 16 Desember 2011 09:23
promosi_penj1211Promosi penjualan adalah bentuk persuasi langsung melalui penggunaan berbagai insentif yang dapat diatur untuk merangsang pembelian produk dengan segera dan atau meningkatkan jumlah barang yang dibeli pelanggan. Melalui promosi penjualan, perusahaan dapat menarik pelanggan baru, mempengaruhi pelanggannya untuk mencoba produk baru, mendorong pelanggan membeli lebih banyak, menyerang aktivitas promosi pesaing, meningkatkan impulse buying (pembelian tanpa rencana sebelumnya), atau mengupayakan kerja sama yang lebih erat dengan pengecer.

Secara umum tujuan-tujuan tersebut dapat dirangkum menjadi :
1. Meningkatkan permintaan dari para konsumen.
2. Meningkatkan kinerja pemasaran.
3. Mendukung dan mengkoordinasikan kegiatan pemasaran dan iklan.

Seperti dikutip dari entrepreneur.com, sifat-sifat yang terkandung dalam promosi penjualan, diantaranya adalah komunikasi, insentif, dan undangan. Sifat komunikasi mengandung arti bahwa promosi penjualan mampu menarik perhatian dan memberi informasi yang memperkenalkan pelanggan pada produk. Sifat insentif yaitu memberikan keistimewaan dan rangsangan yang bernilai bagi pelanggan. Sedangkan sifat undangan adalah mengundang khalayak untuk membeli saat itu juga.

Secara keseluruhan teknik-teknik promosi penjualan merupakan taktik pemasaran yang berdampak pada jangka sangat pendek. Malah kadang-kadang penjualan hanya meningkat selama kegiatan promosi penjualan berlangsung. Promosi penjualan juga tidak mampu meruntuhkan loyalitas pelanggan terhadap produk lain, bahkan promosi penjualan yang terlalu sering malah dapat menurunkan citra kualitas barang atau jasa tersebut, karena pelanggan bisa menginterpretasikan bahwa apa yang ditawarkan berkualitas rendah atau termasuk kategori murahan. Meskipun demikian diakui bahwa promosi penjualan menghasilkan tanggapan yang lebih cepat daripada iklan.

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/175-penjualan-dan-pemasaran/13480-mengenal-seluk-beluk-promosi-penjualan.html

Rahasia Sukses Strategi Marketing Selebriti

Views :375 Times PDF Cetak E-mail
Senin, 07 November 2011 15:51
william_1111Dunia bisnis milik siapapun yang ingin terjun di dalamnya. Tak terkecuali kaum selebriti. banyak di antara selebriti ternama dunia yang meraih sukses dalam berbisnis. Selain unggul dengan ketenarannya, bisnis yang dilakoni para pekerja di dunia hiburan ini juga mampu memeroleh penghasilan besar berkat sejumlah strategi marketing yang diterapkannya. Lalu, seperti apa strategi marketing itu?
Forbes berhasil menyibak lima rahasia sukses bisnis yang dikelola para selebriti dunia sebagai berikut.
Mulai dengan hal yang paling dikuasai
P. Diddy identik dengan industri musik bergenre hip hop. Pelantun tembang I’ll Be Missing You ini juga dikenal sukses mengelola label rekaman bertajuk Bad Boy Entertainment Worldwide. Di balik nama tenarnya, penyanyi bernama asli Sean John Combs itu memang piawai mengembangkan bisnisnya karena ia begitu menguasai line of business yang dipilihnya, yakni hip hop. Lagu, lifestyle hingga budaya hip hop seakan telah mendarah daging dalam sanubari pemenang Grammy Award sebanyak tiga kali tersebut. Berkat hal itu, selebriti sekaligus entrepreneur AS yang pernah mengemukakan niatnya mengelola bisnis sekolah kepada CNN ini berhasil ekspansi ke sejumlah bisnis seperti fashion line, parfum serta label minuman. Ditaksir, kerajaan bisnis P. Diddy bernilai US$ 400 juta-500 juta.
Fokus pada passion dan kekuatan diri
Gwen Stefani sangat mencintai dunia musik dan fashion. Ketika vokalis band No Doubt ini memutuskan untuk membidik industri fashion line yang diinspirasi dari musik bergenre pop alternatif, ia menciptakan brand bernama L.A.M.B untuk para penggemarnya yang berjenis kelamin perempuan. Nama brand itu diambil dari singkatan judul album pertamanya yakni ‘Love. Angel. Music. Baby’.
Bisnis selebriti berambut pirang ini berkembang dengan pesat dan merambah ke area desain fashion dan aksesoris, pakaian anak, tas khusus untuk brand gadget Apple bernama Harajuku Lovers. Dengan passion yang kuat akan dunia musik dan fashion, Gwen diperkirakan memiliki pendapatan US$ 90 juta per tahun.
Menangkap dan merespon permintaan tanpa harus mengelolanya sendiri
Ibunda Beyonce Knowles, Tina Knowles, mendesain semua kostum yang dipakai putrinya saat tampil dengan Destiny’s Child. Dari situ kemudian mengalir secara alami kerja sama antara ibu dan anak penuh bakat dalam meluncurkan pakaian bermerek House of Dereon. Tak lama kemudian, label pakaian berharga terjangkau untuk remaja yakni Dereon kembali diluncurkan Beyonce dengan bantuan adiknya, Solange Knowles.
Dalam wawancaranya dengan CNN pada September 2011 lalu, Beyonce menuturkan peluncuran fashion line-nya didorong oleh permintaan pasar. Saat menapakkan kaki di dunia tarik suara bersama Destiny’s Child, para penggemarnya menginginkan baju yang dipakai Beyonce dan rekan-rekannya tersebut. “Jadi apa yang kami lakukan (mengelola fashion line) merupakan hal alami dan sangat menyenangkan bisa mengelolannya bersama keluarga. Pertama karena kita selalu bersama dan kedua karena kita saling menghargai selera (fashion) masing-masing,” jelas Beyonce kepada CNN dan dikutip Forbes.
Mengambil kesempatan dari perluasan brand
Suka atau tidak, Kardashian bersaudara tergolong sukses membangun butik bernama Dash serta label baju bermerek Kardashian hingga menjadi kerajaan bisnis yang menguntungkan. Mereka meraihnya melalui perluasan brand. Dari menjadi terkenal melalui acara di televisi, Kardashian bersaudara mampu ekspansi ke parfum dan clothing line. Menggunakan popularitasnya, Kardashian bersaudara mengikuti alur umum promosi yang dilakukan kebanyakan selebriti. Mereka memakai nama Kardashian sebagai perpanjangan brand-nya.
Tentu saja strategi ini tidak dianjurkan untuk diikuti oleh para entrepreneur. Sebab, pasar bisa menjadi jenuh dengan brand tersebut. Tapi bila ingin menggunakan strategi itu, ada baiknya Anda menjembatani tujuan bisnis jangka panjang dengan strategi perluasan brand bisnis untuk memastikan bahwa Anda melangkah di jalan yang tepat.
Diversifikasikan bisnis Anda
Justin Timberlake mengawali karir dari Disney Channel tapi sekarang selebriti itu menjadi salah satu pengusaha sukses. Mantan vokalis boy band N’Sync itu piawai mendiversifikasikan bisnis hingga merambah ke beberapa resto, clothing line bertajuk William Rast, 901 tequila dan Mirimichi Golf Course ramah lingkungan di Tennessee dimana ia memeroleh penghargaan Future Award dalam ajang Environmental Media Awards 2011.
Strategi yang dijalankan Timberlake memang bukan barang baru. Tapi strategi itu sangat ampuh. Diversifikasi bisnis merupakan strategi pengembangan bisnis disarankan dapat dijalani para entrepreneur. (*/ely)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/175-penjualan-dan-pemasaran/12589-rahasia-sukses-strategi-marketing-selebriti.html

10 Langkah Jitu Promosi Usaha Makanan

Views :1831 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 25 Oktober 2011 11:44
Makanan_Padang1011Sering jumpai orang-orang yang memulai sebuah usaha makanan dengan berbekal pujian dari orang-orang terdekat. Mereka bisa memasak atau membuat satu jenis makanan dengan lezat, kemudian semakin banyak orang di sekitar mereka yang memberikan dorongan untuk memulai sebuah usaha dengan berbekal keahlian memasak yang piawai tersebut.

Namun sayangnya keahlian memasak yang top bukan hanya satu-satunya faktor penjamin keberhasilan sebuah bisnis makanan atau kuliner. Ada begitu banyak aspek-aspek lain yang juga perlu dipelajari meski sebelumnya tak pernah terpikirkan.

Salah satu faktor penentu keberhasilan bisnis makanan ialah strategi efektif untuk mempromosikan produk makanan yang dijual. Jika Anda adalah seorang peminat industri kuliner dan ingin merintis usaha makanan sendiri, pelajari dan terapkanlah sejumlah langkah promosi berikut ini agar produk Anda yang lezat itu tidak sia-sia begitu saja.

Langkah 1: Jaga kualitas produkPromosi sering diartikan sebagai kegiatan yang agresif ke luar. Padahal usaha promosi produk harus dimulai dari produk itu sendiri.

Dalam hal ini, konsistensi cita rasa perlu diperhatikan. Jangan sembarangan mengubah bumbu atau bahan yang diperlukan dalam proses pembuatan makanan. Kita pernah menemui penjual makanan kesukaan yang tiba-tiba rasa atau tekstur makanannya berubah dibandingkan saat terakhir kita mencicipinya. Umumnya konsumen akan merasakan kekecewaan jika makanan yang Anda jual kadang terasa lezat sekali minggu lalu, sedang-sedang saja di hari yang lain, atau sama sekali tidak menerbitkan selera makan pada hari ini.  Cara/ prosedur memasak juga perlu diperhatikan karena bisa mengakibatkan perubahan.

Langkah 2: Manfaatkan peristiwa-peristiwa yang mengundang keramaian

Efektivitas berpromosi dalam situasi yang ramai biasanya lebih tinggi daripada situasi yang lebih sepi. Kunjungi dan berpartisipasilah sebagai pengisi booth di bazaar, eksibisi, pasar malam, perayaan resmi momen tertentu.

Di sini Anda bisa merancang sebuah paket promosi spesial yang menarik, misalnya yang memberikan kesempatan terbatas untuk menikmati potongan harga dalam persentase tertentu atau mengadakan kontes.

Langkah 3: Cetak dan sebarkan selebaran di tempat yang tepatSatu strategi ampuh untuk memberitahu pada sebanyak mungkin konsumen potensial ialah dengan membuat brosur dan menyebarkannya pada orang-orang yang potensial menjadi konsumen setia. Sertakan gambar yang menarik dilengkapi kontak untuk menghubungi jika ingin memesan dalam brosur Anda. Selain itu, trik lain agar selebaran Anda tidak begitu saja dibuang adalah dengan mencantumkan isi yang bermanfaat di dalamnya. Misalnya, Anda bisa sertakan resep makanan, pengetahuan tentang bahan makanan, trik mengolah bahan makanan, atau informasi lain yang kiranya relevan dengan industri kuliner.

Langkah 4: Cetak dan rekatkan stiker di benda-benda yang dilihat banyak orang

Mencetak stiker adalah hal mudah tetapi yang menjadi pekerjaan rumah berikutnya ialah menemukan tempat yang bisa sedemikian rupa bisa terlihat oleh khalayak ramai dengan mudah.

Langkah 5: Buat peta lokasi penjualan di kemasan produk Anda

Lokasi yang kurang strategis kadang menjadi kendala tersendiri bagi sebuah usaha untuk berkembang lebih besar. Mungkin kelezatan makanan Anda sudah tidak dipertanyakan lagi, tetapi jika orang sulit untuk membeli langsung ke tempat usaha Anda maka semua usaha Anda bisa sia-sia. Untuk itu, berikanlah petunjuk bagi pelanggan yang ingin membeli dengan sebuah peta lokasi toko atau pabrik Anda. Dan dengan mengetahui lokasi lebih baik, konsumen juga bisa menyebarkan keberadaan usaha Anda dengan lebih baik.

Langkah 6: Gabung dalam komunitas

Jadilah bagian dari sebuah perkumpulan atau komunitas agar lebih banyak orang bisa mengetahui keberadaan usaha makanan Anda. Selain itu, Anda bisa juga saling bertukar informasi dengan anggota komunitas lain dan menemukan peluang baru.

Langkah 7: Berinteraksi di berbagai media

Sebarkanlah keberadaan usaha bukan hanya dengan promosi ‘direct selling’ yang terbuka tetapi juga berusaha membangun sebuah komunikasi dua arah dengan masyarakat sekitar. Anda bisa menggunakan jalur-jalur konvensional seperti radio atau televisi (yang notabene membutuhkan anggaran khusus yang tidak sedikit) atau dengan jalur baru, yaitu jejaring sosial yang lebih murah tetapi membutuhkan waktu dan strategi untuk menjangkau orang dan mengubah mereka menjadi pelanggan.

Langkah 8: Perkenalkan ke departemen dan instansi terdekat

Perkenalkanlah produk makanan Anda kepada instansi dan departemen yang relevan di sekitar Anda. Misalnya kepada Dinas Pariwisata atau Departemen Perindustrian, Departemen Koperasi dan UKM.

Langkah 9: Bekerjasama dengan agen perjalanan

Mungkin langkah ini jarang terpikirkan. Namun jika makanan yang Anda produksi lekat dengan citra suatu kawasan atau daerah, Anda bisa menuai peluang bisnis dari para pemakai jasa agen perjalanan yang melewati toko atau daerah Anda. Anda bisa beri penawaran menarik berupa imbalan bagi agen perjalanan yang bisa mendatangkan pembeli ke usaha Anda.

Langkah 10: Buat program diskon di waktu-waktu spesial

Rancang sebuah program diskon pada waktu-waktu khusus yang  menarik sebagian besar orang untuk merayakannya dengan membeli produk makanan Anda. Selain waktu-waktu khusus seperti hari besar, libur, dan sebagainya, Anda bisa lakukan ini pada hari-hari saat transaksi lebih sepi dari biasanya. (*/Akhlis)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/175-penjualan-dan-pemasaran/12241-10-langkah-jitu-promosi-usaha-makanan.html

13 Perangkat untuk Menjadi Master Marketer

Views :705 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 12 Oktober 2011 10:52
Pelaku usaha kecil yang baru saja menginjakkan kaki di lahan entrepreneurship terkadang akan merasa was-was dengan keputusannya itu. Apakah bisnis yang diembannya akan mampu bertahan, mampukah ia mengelolanya dengan baik, bisakah bisnisnya diterima konsumen dan sejumlah pertanyaan lain yang mencerminkan kekhawatiran serta ketidakpercayaan dirinya dalam berbisnis.
online-toolsMenilik karakter tiap-tiap orang, hal tersebut terbilang wajar. Namun yang harus diperhatikan adalah bila Anda memiliki passion yang kuat dan telah berani memutuskan untuk mencicip manis pahitnya dunia entrepreneurship, hilangkan segala macam keragu-raguan tersebut dan tetaplah optimis meski di tengah jalan kelak akan menemui segudang permasalahan yang mengganjal langkah Anda.
Salah satu hal yang terasa sulit ditangani pelaku bisnis kecil yang baru memulai debutnya yakni promosi serta pemasaran produk (jasa atau barang). Menurut Deborah Shane, edukator, motivator, penulis, media host dan pemilik situs Train with Shain, semua pelaku bisnis bisa menjadi ‘master marketer’ bila mereka ingin membidik target/segmen atas usahanya. Ditambahkannya, di era paradigma bisnis modern seperti sekarang ini, penting sekali untuk mengkombinasikan dua dunia, yaitu personal dan online, untuk menjadi master marketer.
Shane menuturkan 13 perangkat untuk menjadi master marketer, seperti yang tercantum dalam situs Small Business Trends. Dari pengalamannya, ketiga belas perangkat itu telah sukses membantunya membangun kredibilitas, brand awareness, meningkatkan kemampuan berelasi secara personal ataupun dengan komunitas profesional.
  1. LinkedIn, platform profesional dengan potensial unparalleled yang dapat dipergunakan untuk memperkenalkan diri serta melakukan interaksi dengan kalangan atas yang berhubungan ataupun tidak dengan lini bisnis Anda.
  2. Facebook, platform paling beraneka untuk menjalin hubungan serta berinteraksi.
  3. Twitter, bisa menjadi perangkat komunikasi yang paling update.
  4. Blog, merupakan cara terbaik untuk membangun otoritas dalam lingkup keahlian Anda.
  5. Email marketing, bisa membantu meningkatkan relasi dengan komunitas.
  6. Menulis artikel, baik di blog pribadi maupun di website mampu membangun kredibilitas.
  7. Texting, bila digunakan dalam kaidah yang sepatutnya bisa menjadi perangkat marketing yang update.
  8. Video, merupakan cara terbaik untuk menunjukkan kepada masyarakat cara Anda dalam mempresentasikan bisnis serta jati diri.
  9. Workshop, wadah representasi Anda sebagai sosok yang ahli di suatu bidang dan juga memberi Anda platform untuk mempresentasikan diri.
  10. Menjadi sukarelawan, merupakan pintu lain untuk meraih kesempatan serta mempertemukan Anda dengan sesuatu yang sangat Anda inginkan.
  11. Networking, baik secara online maupun offline, dapat membuka peluang serta kesempatan dengan masyarakat luas, baik dari seluruh penjuru dunia ataupun komunitas di sekitar Anda.
  12. Google+, menjadi platform untuk membangun komunitas dan merupakan langkah cepat untuk menjadi bagian dari komunitas lain yang sangat beragam.
  13. Blogtalkradio, podcasting dianggap Shane mampu membuka kesempatan atau peluang yang sangat luas dibanding platform lain.
Shane menuturkan semua perangkat di atas memiliki kekuatan untuk meningkatkan brand awareness, penjualan, pelayanan konsumen dan segala macam aspek bisnis lainnya. Perangkat-perangkat tersebut dapat digunakan dengan cara yang terintegrasi sehingga memudahkan Anda dalam bekerja. Bagi pemula, bisa melakukannya secara bertahap dengan memilih beberapa perangkat yang menurutnya paling nyaman terlebih dahulu dan kemudian seiring waktu bisa menambahkannya lagi hingga mencapai sukses. (*/ely)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/175-penjualan-dan-pemasaran/11893-13-perangkat-untuk-menjadi-master-marketer.html

Membuat Katalog untuk Bisnis

Views :1755 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 01 Juni 2011 08:42
Dalam memasarkan sebuah produk atau jasa, keberadaan katalog turut memberi kontribusi yang cukup berarti. Kalimat promosi yang menarik plus penampilan beberapa foto eye-catching mempunyai kekuatan menggugah minat konsumen untuk membeli produk atau menggunakan jasa yang Anda tawarkan. Tapi membuat katalog untuk bisnis ini sebaiknya jangan asal-asalan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam proses pembuatan katalog sehingga tepat sasaran.
product_catalogKatalog di dunia bisnis diibaratkan jembatan penghubung komunikasi antara produsen dan konsumen. Informasi yang tersaji dalam katalog merupakan promosi yang terkadang jauh lebih nyaman bagi sebagian konsumen dibandingkan kehadiran sales yang secara langsung dan face-to-face menawarkan produk atau jasa.
Katalog pun bisa menjadi media yang lebih baik dan tampak lebih eksklusif bila dikemas dengan teknik fotografi dan desain grafis yang tinggi. Warna cerah dan tajam yang juga ditunjang oleh kalimat menarik dipastikan bisa menarik perhatian konsumen. Karenanya, dibutuhkan kerjasama dengan copywriter, desainer grafis dan fotografis untuk membuat katalog bisnis yang jauh lebih unggul dibanding yang lain.
Sebelum memulai proses pembuatan katalog, ada beberapa hal yang layak dipertimbangkan agar katalog Anda sukses memancing perhatian konsumen yakni :
  1. Analisa terlebih dahulu target atau konsumen yang ingin Anda sasar. Langkah ini bisa turut menentukan gaya bahasa serta pemilihan warna dalam katalog Anda. Bila konsumen Anda adalah remaja gunakan bahasa keseharian atau bahasa gaul yang kerap dipakai atau menjadi tren. Bedakan bila konsumen Anda para eksekutif muda atau para orangtua sebagai decision maker, sebaiknya pakailah bahasa yang lebih eksklusif atau sarat akan unsur edukatif.
  2. Eksplor produk, baik barang atau jasa, yang ingin Anda promosikan melalui katalog. Produk unggulan yang menempati posisi best-seller atau paling diminati konsumen bisa ditampilkan lebih menonjol dibanding produk yang lain. Bila ingin memasarkan produk baru, tampilkan produk tersebut dengan menonjolkan serangkaian kelebihan atau manfaat yang bisa konsumen peroleh.
  3. Jika membuat katalog di media online/internet, buatlah aplikasi yang user-friendly agar customer mudah melihat katalog tersebut hingga tertarik membelinya. Buat katalog seefektif mungkin dengan sistem administrasi pembelian serta pembayaran yang mudah dan gunakan software yang tepat sehingga traffic pembelian produk Anda pun bisa meningkat sesuai harapan. (*/dari berbagai sumber)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/175-penjualan-dan-pemasaran/8640-membuat-katalog-untuk-bisnis.html