Trik Promosi Efektif

Views :265 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 21 Desember 2011 09:10
adv1211Promosi merupakan kegiatan yang sangat penting untuk kelangsungan usaha Anda. Pasalnya, promosi merupakan suatu kegiatan untuk menginformasikan dan mempengaruhi calon konsumen sehingga tertarik untuk mengunakan produk barang ataupun jasa kita. Dengan banyaknya orang yang tertarik, tentunya akan membuat tingkat pendapatan perusahaan meningkat.

Dalam promosi diperlukan strategi khusus agar dapat berjalan efektif dan efisien. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan promosi yang disarikan dari entrepreneur.com:

1. Target pasar

Tentukan siapa sebenarnya target pasar yang akan disasar. Dengan penentuan yang tepat, peluang Anda mendapatkan konsumen baru akan semakin besar.

2. Tempat promosi

Setelah mengetahui target pasar, selanjutnya tentukan di mana target tersebut beraktivitas ataupun bersosialisasi. Di sana Anda dapat memasang iklan atau membagikan brosur.

3. Kekuatan produk

Tawarkan produk atau jasa yang yang menjadi solusi kebutuhan target pasar. Semakin solusi yang ditawarkan sama dengan kebutuhan target pasar maka akan banyak transaksi yang Anda dapatkan.

4. Keunggulan dibanding pesaing

Pastikan produk Anda memiliki nilai tambah dibanding produk sejenis. Misalnya, pelayanan yang diberikan oleh karyawan penuh dengan suasana kekeluargaandan ada jaminan penggantian apabila produk yang dibeli bermasalah.

Dengan menerapkan empat hal di atas, akan berpengaruh positif terhadap penjualan Anda. Selamat mencoba!

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/175-penjualan-dan-pemasaran/13600-trik-promosi-efektif.html

Trik Tetapkan Tarif bagi Entrepreneur Pemula

Views :310 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 21 Desember 2011 11:48
working-womanMenetapkan tarif yang tepat sebagai seorang entrepreneur sering menjadi salah satu aspek paling sulit dalam sebuah bisnis. Alasannya ialah bahwa kita tidak mempelajarinya di sekolah. Saat kita belajar menghitung  1+1=2, tak seorang pun mempersiapkan kita untuk menjalani kehidupan masa datang sebagai seorang entrepreneur.

Sehingga apa yang sebagian besar dari kita lakukan saat harus menetapkan tarif ialah mengamati apa yang orang lain lakukan dalam bidang industri yang sama dan kemudian mengkopinya.

Mengapa menyalin tarif entrepreneur lain bukanlah ide yang baik? Sederhana saja. Anda berbeda dari entrepreneur lain. Pengalaman Anda juga berbeda. Anda tidak menyediakan jasa yang sama persis dan jika Anda serius tentang bisnis yang Anda miliki, Anda akan berusaha keras bagaimana menghasilkan karya yang lebih baik dan berkualitas lebih tinggi. Jadi bisa dirangkum bahwa ada 3 alasan:

  • Pengalaman
  • Merek
  • Jangkauan


Pengalaman
Meskipun Anda berada dalam bidang yang sama, Anda jangan sampai lupa bahwa Anda baru saja memulai. Maka dari itu Anda kekurangan pengalaman dalam pengertian kurang terekspos media. Bahkan jika Anda sudah menghasilkan sejumlah karya selama bertahun-tahun dan memutuskan untuk berpindah ke dunia maya, Anda perlu mempertimbangkan efek dari penetapan tarif pada klien potensial. Singkatnya, jika Anda masih hijau dalam bidang ini, mulailah dengan tarif yang lebih rendah agar bisa langsung mulai beroperasi.


Merek
Memiliki merek Anda sendiri sama saja dengan menuntut tarif yang Anda hendaki. Namun sebelum ini bisa terjadi, Anda harus melacak kembali dan memulai dari awal.

Diperlukan beberapa bulan atau bahkan tahun untuk membangun sebuah merek online yang bisa diandalkan. Mereka yang konsisten dan dikenal bisa memberikan layanan dan hasil kerja yang berkualitas akan mendapat hasilnya pada akhirnya. Internet ialah sebuah medium yang kecepatannya amat tinggi. Bersikaplah konsisten dan Anda akan menuai manfaatnya pula.

Jangkauan
Jangkauan Anda secara langsung  terpengaruh oleh merek Anda. Saat Anda pertama memulai , tak seorang  pun akan mengetahui siapa Anda. Terserah Anda untuk mengubah kurangnya paparan ini menjadi sesuatu yang lebih nyata dalam hal permintaan.

Makin banyak orang yang mengunjungi situs Anda, semakin tinggi Anda bisa menetapkan tarif kelak. Satu contoh sederhana untuk menetapkan tarif bagi entrepreneur baru:

Anda harus temukan tarif rata-rata dalam bidang terkait. Lakukan pengamatan dan riset kecil mengenai tarif rata-rata dalam bidang yang Anda geluti dan mulailah dengan menetapkan tarif di sekitar harga para pesaing (kecuali jika Anda seorang pendatang baru dalam industri dan benar-benar tidak memiliki pengalaman) dan jangan terlalu tinggi.

Pilihlah tarif yang berada di tengah-tengah saja, bukan terlalu tinggi atau rendah.Hitunglah pendapatan yang dikehendaki dengan mengetahui jumlah jam yang bisa ditagih.

Misalnya target pendapatan per tahun Anda ialah Rp 120 juta. Untuk tujuan penghitungan ini, misalnya kita tetapkan bahwa jumlah jam kerja yang bisa ditagihkan setiap minggu ialah 20 jam. Ini berarti bahwa Anda secara fisik bekerja 20 jam seminggu untuk tugas-tugas yang menghasilkan penghasilan. Sisa waktunya dihabiskan untuk pekerjaan yang tak dibayar seperti pemasaran, komunikasi email dan penagihan.

Dengan 20 jam kerja yang bisa dtagihkan selama seminggu, Anda harus menagih secara keseluruhan 1040 jam kerja dalam 52 minggu (52 X 20= 1040). Dengan sendirinya, sebagian besar dari kita ingin bepergian untuk liburan sehingga Anda perlu memasukkan ini pada hitungan Anda pula dengan menambah tarif target per jamnya pada persentase minggu yang Anda rencakan menjadi saat liburan.

Dalam kasus ini, entrepreneur yang bersangkutan akan mengambil 2 minggu liburan dalam setahun sehingga saya akan mengurangi 40 jam dari keseluruhan sehingga sisanya hanya 1000 jam yang bisa ditagihkan.

Ini berarti entrepreneur yang bersangkutan akan aktif bekerja dalam bisnisnya 50 minggu , dengan 20 jam setiap minggunya selama satu tahun penuh. Atau 1000 jam secara keseluruhan yang bisa ditagihkan kepada klien. Jadi bagaimana Anda bisa menghubungkannya dengan tarif Anda?

Sangat mudah. Bagilah target pendapatan  tahunan Anda (misalnya Rp 60 juta per tahun dengan jam yang bisa ditagih (1000) untuk mendapatkan tarif per jam senilai Rp. 60.000. Dengan target Rp 60.000 per jamnya dan 20 jam kerja seminggu maka sudah jelas bahwa perlu bekerja selama seminggu untuk mendapatkan target Rp 1.200.000. Jika kita memilih untuk bekerja 5 hari seminggu, ini berarti bahwa kita akan harus dibayar Rp. 240.000 per harinya untuk mencapai target. Jika ingin dikurangi dan hanya bekerja selama 4 hari saja selama seminggu, maka pendapatan yang ditargetkan setiap harinya ialah Rp. 300.000.

Dapatkah Anda amati berapa cepatnya Anda bisa menghitung kembali tarif yang lama dan mengetahui bahwa Anda sebenarnya bisa menghitung pendapatan dengan akurat.

Yang paling mudah dan jelas ialah bahwa saat Anda pertama kali memulai, mungkin Anda tidak akan berhasil mendapatkan Rp. 60.000 per jam. Namun inilah yang menarik dalm penentuan tarif karena dengan memiliki demografi sederhana ini, Anda bisa kreatif mengubah jumlah jam kerja untuk memenuhi target Anda atau menaikkan pendapatan per jam Anda dan bekerja dengan jam kerja yang lebih pendek.

Tak lupa, Anda harus mengamati perhitungan dasar ini, sehingga Anda bisa selalu melacak apakah Anda sudah berada di jalur yang benar atau jika Anda membutuhkan penyesuaian. (*Akhlis)

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/bina-usaha/49-rencana-bisnis/13608-trik-tetapkan-tarif-bagi-entrepreneur-pemula.html

Trik Kelola Bisnis di Musim Liburan

Views :286 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 20 Desember 2011 08:54
work-at-homeAkhir tahun sering dianggap sebagai musimnya  berlibur. Atmosfer liburan dan bersantai bisa ditemui di berbagai tempat. Berkumpul bersama keluarga di rumah, pesta tahun baru dan irama kerja yang makin melambat menandai datangnya musim liburan akhir tahun. Namun bagaimana jika Anda seorang entrepreneur? Dan apakah yang akan Anda lakukan jika klien-klien Anda tidak begitu saja berhenti sepanjang musim liburan ini?

Sebagian besar entrepreneur mengalaminya sendiri. Perusahaan mereka mungkin adalah sebuah bisnis online yang beroperasi 24 jam sehari dan 7 hari seminggu tetapi memiliki bentuk nyata berupa tenaga kerja yang bekerja sesuai jam kerja dan mereka ini memerlukan istirahat sehingga tak bisa selalu mendukung versi online.

Kita juga berpeluang mengalami hal yang sama. Di satu sisi, kita memiliki situs bisnis yang dikunjungi pengguna Internet yang tak kenal waktu dan tempat tetapi di sisi lain sistem pendukung yang berupa sumber daya manusia sedang menikmati liburan. Dan sebagai konsekuensi dari semakin globalnya sifat bisnis dari hari ke hari, sering kita harus menangani konsumen atau klien dari berbagai belahan dunia, latar belakang budaya, dan sebagainya. Selalu ada kemungkinan saat kita sedang menikmati liburan, klien atau pelanggan yang sedang tidak berlibur ini akan menghubungi kita. Lalu bagaimana kita harus sikapi ini sebagai seorang entrepreneur?

Bagi Anda yang juga berada di posisi yang serupa, berikut adalah beberapa kiat mengenai bagaimana mencapai keseimbangan antara bisnis dan liburan di musim liburan seperti sekarang ini:

Atur “vacation response’ di akun email Anda
Fitur ini bisa dijumpai di mayoritas penyedia jasa email. Sangat sederhana pengaturannya karena fungsinya hanya membalas email dengan sebuah kalimat tertentu yang bisa dirangkai sendiri tetapi amat berguna bagi banyak entrepreneur. Meski mudah, tak banyak entrepreneur yang mau menyisihkan sedikit waktu untuk mengaktifkan fitur satu ini di email bisnis mereka. Sebagian besar berpikir bahwa itu tidak perlu karena mereka toh masih bisa mengakses kotak masuk email kapan saja dengan perangkat ponsel cerdas. Namun bukan berarti Anda akan memiliki waktu merespon satu persatu email yang masuk saat liburan. Dengan begitu, Anda bisa lebih santai tanpa membuat klien atau pelanggan merasa terabaikan. Dan pilihan ada di tangan Anda, membalasnya setelah liburan usai (jika tidak terlalu mendesak) atau membalasnya segera (jika amat mendesak).


Delegasikan tanggung jawab selama liburan
Jika Anda cukup beruntung memiliki tim yang bisa diandalkan , pastikan Anda memmberikan kewenangan pada seseorang selama Anda pergi berlibur. Orang ini akan mengetahui bagaimana cara menghubungi Anda sewaktu-waktu jika suatu kondisi mendesak terjadi dan Anda tidak harus selalu memantau apa yang sedang terjadi pada bisnis Anda sepanjang liburan.


Penentuan waktu kontrak
Jika Anda bisa dan keadaan memungkinkan, hindarilah memiliki kontrak dengan klien yang akan kadaluarsa di sekitar musim liburan (sekitar akhir Desember atau awal Januari). Karena ini berarti Anda harus terus berkomunikasi dengan klien secara intens sepanjang liburan. Tentunya Anda tidak mau ini terjadi bukan?


Kerjakan lebih awal
Bagi Anda lebih suka bersusah-susah dahulu bersenang senang kemudian, cobalah untuk menyelesaikan beban kerja di waktu-waktu sebelum liburan tiba. Ini bisa berarti Anda harus lembur dalam beberapa hari atau minggu sehingga bisa berlibur dengan tenang nantinya. Jika bisnis Anda berhubungan dengan konten online atau semacamnya yang harus terus diperbaharui tiap hari, mengerjakan konten beberapa hari sebelumnya untuk dijadwalkan publikasinya pada hari H akan sangat membantu mengurangi gangguan saat berlibur.



Cintai pekerjaan Anda
Jika Anda mencintai apa yang Anda kerjakan mungkin Anda tidak akan keberatan terganggu saat berlibur. Bahkan bisa saja Anda merasa biasa saja dan tidak terbebani. Beberapa orang tidak keberatan saat harus membalas email atau menjawab panggilan telepon darurat saat tengah asyik bercengkerama dengan keluarga. Mereka sadar sepenuhnya bahwa ini adalah salah satu konsekuensi dari pilihan mereka menjadi seorang entrepreneur.

Menangani pekerjaan saat musim liburan memang membutuhkan kecermatan agar irama kerja tetap berjalan dan roda bisnis tetap berjalan tetapi sebisa mungkin tidak mengganggu waktu pribadi dan keluarga seorang entrepreneur. Bagaimana dengan Anda? Kiat apa yang Anda miliki saat liburan seperti sekarang untuk terus bisa terus berbisnis meski harus berlibur? (*Akhlis)

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/183-hrd/13571-trik-kelola-bisnis-di-musim-liburan.html

Trik Jalani Bisnis Musiman

PDF Cetak E-mail
Sabtu, 04 Juni 2011 11:24
bisnis_mus89Dalam menjalankan sebuah bisnis musiman, diperlukan sebuah trik khusus agar kita bisa tetap terus bertahan, menghasilkan laba dan semakin berkembang. Seperti yang telah kita ketahui, setiap bisnis musiman memiliki masa keemasan dan kesuramannya sendiri. Dan berikut adalah tiga hal yang patut Anda camkan saat menjalankan sebuah bisnis musiman.

1. Antisipasi kendala di lapangan

Saat Anda menjalankan bisnis musiman, biasanya Anda harus berhadapan dengan banyak pesaing yang lebih dulu muncul dalam bidang industri yang sama. Misalnya, Anda memiliki bisnis makanan ringan popcorn yang hanya beroperasi di berbagai event keramaian seperti pameran atau pasar malam. Anda harus memiliki kendali mutu yang jelas sehingga rasa produk yang dijual tidak berubah-ubah. Selain itu, Anda juga perlu jeli dalam menemukan lokasi yang strategis tanpa menimbulkan friksi atau konflik dengan para pedagang yang menghuni lokasi yang berdekatan. Kendala di lapangan ini terdengar sederhana saat diucapkan tetapi untuk mengatasinya dibutuhkan waktu, uang dan tenaga yang tidak sedikit.  Beberapa usaha musiman membutuhkan waktu kurang lebih setahun untuk bisa menemukan lokasi yang tepat, proses produksi terbaik dan cara yang paling efisien dalam beroperasi.

2. Jadilah fleksibel

Jika Anda memiliki bisnis makanan ringan popcorn seperti di atas, misalnya, Anda bisa mengakali dengan beroperasi dalam waktu yang lebih panjang. Trik lainnya ialah  menerima ide-ide produk/ jasa yang seunik mungkin sehingga banyak orang tertarik dengan mudah dan cepat. Keluwesan dalam bermitra juga harus dimiliki oleh pemilik bisnis musiman. Dengan bermitra lebih banyak, calon konsumen akan mendapatkan pilihan produk/ jasa yang lebih bervariasi.

3. Tetap produktif di musim paceklik

Karena bisnis musiman tidak selalu bisa beroperasi sepanjang tahun, perlu dipikirkan tentang bisnis di bidang lain yang mampu menyokong kita di saat suram.  Untuk itu sangat penting bagi kita, para pemilik bisnis musiman, untuk berdiversifikasi dengan cermat. Bersikaplah jeli dalam mengambil usaha pendukung sehingga tidak memberatkan di kemudian hari.

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/8715-trik-jalani-bisnis-musiman.html