Kriteria Utama Peluang Bisnis Layak Dikembangkan

Views :282 Times PDF Cetak E-mail
Kamis, 15 Desember 2011 09:10
peluang1211Banyak peluang usaha yang bisa kita kembangkan. Namun, apakah semua peluang itu cukup layak untuk kita ambil? Apakah cukup menguntungkan bila kita laksanakan? Atau malah hanya buang waktu kita saja?

Tentunya tidak semua peluang usaha tepat buat kita. Bagi orang lain, barangkali peluang itu bisa sangat menguntungkan. Tapi belum tentu buat kita. Atau bisa saja buat orang lain peluang itu merugikan, tapi buat kita hal itu sangat menguntungkan.

Entrepreneur yang berhasil adalah orang yang mampu memilih peluang-peluang yang tepat dan memanfaatkannya secara tepat. Soal tepat atau tidaknya pilihan dan cara memanfaatkan peluang, tentu tidak selalu sama bagi setiap orang. Hal ini akan sangat tergantung dari karakteristik, situasi, dan kondisi pribadi masing-masing.

Saat ini yang menjadi pertanyaan adalah peluang apa yang tepat untuk dikembangkan. Berikut akan kami ulas beberapa kriteria utama agar peluang usaha yang layak untuk dikembangkan seperti dilansir dari entrepreneur.com:
1. Bidang yang kita sukaiPeluang usaha tersebut merupakan kegemaran Anda. Misal saja, Anda senang memancing. Bahkan Anda rela menghabiskan banyak waktu untuk hobi tersebut. Tiba-tiba ada yang menawari usaha kolam pancing. Bila Anda menyambut tawaran kerja sama itu, sangat mungkin Anda akan bekerja dengan penuh antusiasme. Dengan mengerjakan pekerjaan yang kita sukai, sesungguhnya akan menimbulkan gairah yang memompa antusiasme dan semangat kerja yang tinggi.

2. Bidang yang dikuasaiKeahlian bisa kita peroleh dari latar belakang pendidikan kita, atau dari pengalaman kita. Peluang usaha bengkel motor, misalnya, sangat baik untuk lulusan teknik otomotif atau mereka yang pernah bekerja di bengkel motor. Usaha klinik jelas baik untuk dijalankan oleh para lulusan kedokteran, atau mereka yang pernah bekerja di manajemen sebuah rumah sakit. Dengan menjalankan usaha yang kita kuasai, sudah pasti kita cukup tahu banyak tentang seluk beluk usaha tersebut dan juga cara menghadapi berbagai persoalan yang muncul.

3. Dibutuhkan banyak orangCobalah untuk mengukur tingkat kebutuhan konsumen di wilayah bisnis anda terhadap produk atau jasa yang akan Anda tawarkan. Peluang yang baik adalah peluang yang potensi pasarnya memang sudah jelas, bukan cuma asumsi atau perkiraan tanpa fakta yang jelas.

4. Kompetisi belum terlalu ketatBoleh jadi pasarnya memang besar. Fakta di lapangan, usaha-usaha yang sejenis dengan usaha yang akan Anda jalankan memang cukup laku. Tapi jangan lupa, lihat juga tingkat persaingannya. Kalau memang sudah banyak pemain,apalagi cenderung sudah menjamur, sulit bagi pemain baru seperti Anda untuk bisa mengambil untung.

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/13456-kriteria-utama-peluang-bisnis-layak-dikembangkan.html

Langkah-langkah Menjadi Mompreneur

Views :852 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 16 November 2011 14:34
MompreneurAnda adalah ibu rumah tapi ingin menambah penghasilan. Atau, Anda adalah seorang ibu sekaligus pekerja kantoran yang ingin memiliki waktu luang lebih dengan keluarga tapi tetap ingin mempunyai penghasilan sendiri. Bagaimana caranya? Mudah. Jadilah mompreneur.
Menjadi ibu rumah tangga sekaligus pelaku bisnis sebenarnya tak sulit. Yang perlu ditekankan adalah sama seperti pebisnis lainnya, menjadi mompreneur yang sukses juga tak bisa dalam sekejab. Butuh proses dan pembelajaran. Dan semakin cepat Anda terjun ke jagat entrepreneurship, semakin cepat pula Anda belajar dan berkesempatan mencapai puncak kesuksesan.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menjadi mompreneur.
Melakukan berbagai macam persiapan
Persiapan juga wajib dilakukan meski bisnis Anda berskala rumah tangga. Persiapan itu sendiri mencakup :
  1. Mental; menjadi mompreneur juga membutuhkan mental baja yang kuat. Rintangan dan masalah akan silih berganti berdatangan. Sebagai entrepreneur sekaligus ibu rumah tangga, Anda harus mempersiapkan mental tangguh. Jangan sampai kesulitan dalam berbisnis kelak berpengaruh pada kehidupan keluarga yang berefek pada keretakan dalam berumah tangga.
  2. Skill; keahlian merupakan salah satu modal entrepreneur. Sayangnya, masih banyak entrepreneur yang belum menyadari bahwa talenta yang dimilikinya itu bisa mendatangkan rejeki. Karena itu, gali bakat serta kemampuan yang Anda miliki dan jadikan itu passion dalam berbisnis.
  3. Modal; dalam hal ini modal yang dimaksud adalah uang. Selayaknya ibu rumah tangga, Anda pasti memiliki tanggung jawab mengelola keuangan rumah tangga. Nah, agar tak terjadi kesalahan yang kelak bisa Anda sesali, pisahkan uang untuk kebutuhan rumah tangga dengan uang untuk berbisnis. Modal untuk berbisnis ini bisa diperoleh dari tabungan pribadi atau lembaga keuangan. Jika ingin menggunakan tabungan keluarga sebaiknya minta ijin suami terlebih dahulu dan tanamkan bahwa Anda meminjamnya sehingga Anda semakin termotivasi hasilkan uang untuk mengembalikannya lagi.
  4. Tempat; walau dioperasikan dari dan di rumah tapi mompreneur juga memerlukan ruang privasi untuk bekerja. Dengan begitu, ia bisa lebih mudah memilah antara kewajiban mengurus rumah tangga dan tanggung jawab mengelola bisnis.
  5. Waktu; pandai mengatur waktu adalah faktor paling krusial ketika Anda memutuskan menjadi mompreneur. Waktu untuk mengelola bisnis, waktu untuk keluarga, waktu untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, waktu untuk membangun networking dan sebagainya. Agar tak saling tumpang tindih dan adil, buatlah jadwal untuk memilah waktu tersebut.
  6. Relasi; salah satu kunci sukses berbisnis adalah berhasil atau tidaknya entrepreneur membangun dan menjalin relasi. Sebagai mompreneur, Andapun dituntut demikian.
Meminta dukungan keluarga
Dukungan dari keluarga bisa menjadi ‘vitamin’ penambah semangat dalam berbisnis. Meski Anda mengelola bisnis sendiri tanpa campur tangan suami atau kerabat dekat, tapi tak ada salahnya meminta saran atau pendapat dari mereka. Toh, mereka adalah orang-orang terdekat yang mengenal Anda lebih dalam dan lebih baik dari orang lain.
Menyiasati strategi untuk mengurus keluarga serta bisnis
Sudah tanggung jawab seorang ibu untuk mengasuh anak dan mengurus rumah tangga. Jika bisnis Anda masih dalam tahap merintis, mungkin Anda bisa membagi waktu antara keluarga dan bisnis tapi bila sudah semakin berkembang ada baiknya Anda mulai mencari asisten untuk membantu serta memperingan tugas-tugas yang harus Anda selesaikan. (*/ely)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/12807-langkah-langkah-menjadi-mompreneur.html

Pilihan Pendanaan untuk Bisnis Baru

Views :966 Times PDF Cetak E-mail
Senin, 07 November 2011 10:33
kredit1111Anda telah mempunyai ide bisnis yang matang. Untuk mewujudkan ide tersebut, Anda membutuhkan dana untuk memulai bisnis. Membangun bisnis baru memerlukan modal untuk biaya operasional, persediaan, promosi, dan sebagainya. Tanpa modal yang cukup untuk memulai, bisnis tidak dapat tumbuh atau memakan waktu lebih lama untuk berkembang.

Berbagai pilihan pendanaan dapat membantu pemilik bisnis baru untuk memperoleh dana yang dibutuhkan. Berikut beberapa jenis pendanaan untuk memulai bisnis baru Anda:

Pinjaman pribadi

Saat ini, perbankan di Indonesia membuka pintu bagi Anda mengajukan kredit usaha rakyat atau kredit tanpa agunan untuk memulai bisnis Anda. Pergi ke bank Anda dan jelaskan kebutuhan Anda dengan menyajikan rencana bisnis yang menggambarkan tujuan bisnis Anda, rencana pemasaran, alokasi dana dan tujuan.

Pinjaman dengan agunan

Kurangnya jaminan dapat menghentikan persetujuan kredit Anda. Anda mungkin bisa mendapatkan dana untuk memulai bisnis baru Anda dengan jaminan properti atau kendaraan Anda.

Kartu kredit

Kartu kredit dapat membantu Anda untuk membeli perlengkapan dan mempromosikan bisnis. Metode ini berfungsi jika Anda memiliki batas kredit yang tinggi. Menggunakan kartu kredit untuk mendanai bisnis baru Anda memang cepat dan nyaman. Namun, hal ini bisa berbahaya. Sebab, butuh waktu bagi perusahaan untuk berkembang dan tanpa penghasilan dari bisnis, Anda berisiko tidak mampu membayar tagihan kartu kredit Anda.

Cari investor

Carilah investor untuk mendanai bisnis Anda. Investor dapat Anda perlakukan sebagai pemegang saham dalam perusahaan karena mereka telah memberikan dana yang diperlukan untuk memulai bisnis.

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/component/content/article/47-memulai-bisnis/12574-pilihan-pendanaan-untuk-bisnis-baru.html

Seluk Beluk Mendirikan Perusahaan Perseorangan

Views :2862 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 08 November 2011 14:24
man_with_laptopTerdapat beberapa macam badan usaha yang bisa Anda pilih saat ingin mendirikan bisnis secara resmi. Jenis-jenis badan usaha yang paling banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia yaitu perusahaan perseorangan, firma, CV, PT, koperasi dan yayasan.

Bagi Anda yang hendak memulai bisnis kecil, bentuk perusahaan perseorangan atau yang juga dikenal dengan usaha dagang adalah bentuk yang dipandang paling sesuai. Perusahaan perseorangan merupakan bentuk badan usaha yang biasanya didirikan oleh individu dan dikelola secara Mandiri oleh satu orang. Umumnya modal untuk sebuah perusahaan perseorangan juga berasal dari satu orang saja.

Dengan demikian, bisa kita simpulkan bahwa semua konsekuensi yang datang dari pengelolaan usaha akan ditanggung dan dinikmati oleh si entrepreneur atau pemiliknya sendiri. Dan karena sumber modalnya dari pendanaan pribadi, maka tidak ada pemisahan antara kekayaan pribadi pemilik dari aset perusahaan.

Jenis usaha perusahaan perseorangan umumnya berupa berbagai macam bisnis rumah tangga (home industry). Di samping itu, bisa juga berbentuk berbagai macam usaha berbentuk toko kelontong atau ritel, aneka bentuk usaha rumah makan, percetakan, dan sebagainya.

Plus minus perusahaan perseorangan
Sebelum membahas cara pendirian, mari kita ulas apa saja sisi positif dan negatif jika Anda mendirikan usaha dengan bentuk perusahaan perseorangan.

Untuk kelebihannya, bisa dikatakan perusahaan perseorangan relatif mudah untuk didirikan dan dibubarkan. Besarnya modal juga bukan kendala. Dan karena perusahaan perorangan tidak perlu dijadikan sebuah badan hukum, biaya operasionalnya lebih rendah. Dengan jumlah pemilik yang hanya satu orang, aktivitas bisnis juga lebih dapat diatur karena lebih sederhana dan sedikit. Fleksibilitas manajemen juga menjadi kekuatan perusahaan perorangan, yang menjadikannya cocok untuk orang yang sukar menampung pendapat orang lain sebagai rekan bisnis. Tanpa adanya rekan bisnis, kerahasiaan perusahaan juga sepenuhnya di tangan si pemilik. Dan akhirnya, saat perusahaan menghasilkan laba, entrepreneur tidak perlu pusing memikirkan pembagiannya dengan pihak lain karena otomatis itu miliknya sendiri.

Di sisi lain, kelemahan yang harus diantisipasi dalam perusahaan perseorangan yaitu keterbatasan jumlah modal sehingga ruang gerak bisnisnya yang amat terbatas dibandingkan usaha yang bermodal lebih besar. Dari sisi keuangan, dana pribadi dan milik perusahaan juga sukar untuk dibedakan, yang menimbulkan risiko lanjutan yaitu jika perusahaan ambruk, keuangan entrepreneur yang bersangkutan juga terpengaruh. Perkembangan perusahaan juga lebih lamban karena hanya dimotori oleh satu orang. Pemilik perusahaan selain bertanggung jawab pada aset perusahaan juga harus mampu menangani segala hal sendirian (kecuali ia menyewa jasa orang lain atau merekrut karyawan).

Syarat mendirikan perusahaan perorangan
Syarat pendirian perusahaan perseorangan bisa dikelompokkan menjadi 3 aspek penting, yaitu modal, pembukuan dan pembayaran pajak.

Pertama, Anda sebagai entrepreneur harus menemukan sumber modal yang sesuai. Anda bisa pertimbangkan tabungan pribadi, pinjaman dari keluarga atau teman, pinjaman bank dan sebagainya. Jumlah modal yang diperlukan juga harus dikalkulasi dengan akurat.

Kedua, untuk menyusun pembukuan, Anda perlu mencantumkan poin-poin berikut ini:

  • Keadaan kekayaan perusahaan
  • Kebutuhan perusahaan
  • Perjanjian kerja
  • Surat, dokumen, korespondensi yang masuk dan keluar
  • Laporan per periode (bisa per bulan, kuartal, tahun)
  • Arsip

Ketiga, pembayaran pajak juga harus diperhatikan. Jenis-jenis pajak yang dibayarkan kepada negara ialah:

  • Pajak penghasilan
  • Pajak pertambahan nilai barang dan jasa
  • Pajak penjualan atas barang mewah
  • Pajak bumi dan bangunan

Prosedur mendirikan perusahaan perseorangan
Sebenarnya tidak ada aturan yang mengikat dalam pendirian perusahaan perseorangan. Akan tetapi biasanya orang mengikuti prosedur berikut ini untuk mendirikan sebuah perusahaan perseorangan.

Ijin permohonan usaha dari Dinas Perdagangan di wilayah setempat (izin usaha). Syarat-syarat untuk mendapatkan ijin usaha adalah fotokopi KTP pemegang saham perusahaan, fotokopi NPWP, surat keterangan domisili atau SITU, neraca keuangan perusahaan, materai senilai Rp. 6000.

Ijin permohonan tempat usaha dari Pemda setempat juga harus dikantongi. Untuk itu Anda harus menyerahkan proposal berisi rencana dan uraian lengkap usaha yang akan didirikan , termasuk biaya modal usahanya.Setelah itu isi beberapa formulir yang sudah dipersiapkan. Jangan lupa untuk sertakan denah lokasi usaha Anda. Beberapa fotokopi juga perlu disiapkan yaitu fotokopi KTP pengurus perusahaan, NPWP dan surat bukti kepemilikan tanah dan/ atau bangunan yang dijadikan lokasi usaha.