| Views :203 Times | |
|
|
| Selasa, 06 Desember 2011 10:57 |
Saat ini banyak orang berbicara perihal investasi. Tentunya, hal ini menjadi obrolan yang menarik. Lalu bagaimana cara berinvestasi? Bagaimana cara yang baik dalam melakukan investasi?
Setidaknya, terdapat dua langkah yang harus Anda lakukan dalam berinvestasi. Kedua langkah tersebut memang tidak menjamin bahwa investasi Anda tidak akan mengalami kerugian, tapi paling tidak bisa membantu Anda dalam membantu tercapainya tujuan investasi Anda. Di bawah ini adalah kedua langkah yang kami sadur dari Tabloid Nova: Pelajari sebanyak mungkin semua tawaran dan produk investasi yang adaPernahkah Anda berpikir kenapa Anda lebih suka berinvestasi di deposito dibanding ke dalam misalnya emas? Mungkin karena sejak kecil, orangtua Anda biasa mengatakan bahwa menabung harus selalu dilakukan di bank. Berinvestasi harus selalu dilakukan di bank. Ini secara tidak langsung akan membuat Anda “akrab” dengan investasi di bank. Secara bawah sadar Anda juga “dekat” dengan investasi di bank. Akibatnya jelas, Anda lebih memilih untuk berinvestasi di bank dibanding ke emas atau saham, karena Anda merasa lebih akrab dengan investasi di bank. Tapi kalau Anda juga mau mempelajari tentang investasi emas atau saham, bukan tidak mungkin Anda juga akan berinvestasi ke emas atau saham. Jadi, tidak ada salahnya kalau Anda pelajari semua tawaran dan produk investasi yang ada, sehingga Anda bisa punya lebih banyak pilihan, dibanding bila Anda hanya “menguasai” satu produk investasi saja. Cara memilihnya mudah. Pertama-tama, tentunya Anda harus melihat jumlah dana Anda lebih dulu. Sebagai contoh, tidak mungkin dengan dana sebesar Rp 200 ribu Anda berinvestasi dengan cara membeli tanah, mengingat tanah harus dibeli dengan jumlah satuan yang agak banyak (sekian puluh atau sekian ratus meter persegi misalnya, di mana harganya tentu tinggi sekali). Setelah melihat kemampuan dana Anda, yang kedua adalah dengan memilih produk investasi yang sesuai dengan jangka waktu investasi Anda, di mana makin panjang jangka waktu investasi Anda, tidak apa-apa bagi Anda untuk mengambil produk investasi yang lebih berisiko. Lho, kok bisa? Logikanya, semakin tinggi kemungkinan untung yang bisa didapat, maka semakin besar juga risikonya. Dengan demikian, kalau jangka waktu investasi Anda pendek, ada baiknya apabila Anda mengambil produk investasi yang risikonya rendah, mengingat Anda tidak punya waktu banyak untuk mendapatkan keuntungan. Apa bila jangka waktu investasi Anda panjang, tidak apa-apa Anda mengambil produk yang lebih berisiko, mengingat uangnya toh baru akan Anda pakai dalam waktu yang cukup panjang. Kalaupun nilai investasi Anda turun di tengah-tengah, Anda toh masih punya banyak waktu untuk menaikkan lagi nilai investasi Anda. Iya kan? Sekali lagi, kedua langkah tersebut memang tidak menjamin bahwa investasi Anda tidak akan mengalami kerugian, tetapi paling tidak itu bisa membantu Anda dalam membantu tercapainya tujuan investasi yang ada di depan mata Anda. Mudah-mudahan Anda selalu sukses dalam melakukan investasi. Dan yang paling penting, jangan pernah kapok dalam berinvestasi kalaupun Anda mengalami kerugian, karena dengan diam saja dan tidak melakukan investasi masih lebih jelek daripada melakukan investasi yang merugi sekalipun. Karena dengan mencoba berinvestasi dan mengalami kerugian, Anda jadi punya pengalaman yang sangat berharga yang bisa membantu Anda untuk lebih sukses lagi dalam berinvestasi di kemudian hari. |
Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/182-investasi/13280-dua-langkah-berinvestasi.html



Saat ini banyak orang berbicara perihal investasi. Tentunya, hal ini menjadi obrolan yang menarik. Lalu bagaimana cara berinvestasi? Bagaimana cara yang baik dalam melakukan investasi?



Apakah Anda penasaran mengapa upaya Anda di jejaring sosial tidak berhasil? Keberhasilan jejaring sosial terkadang tampak tidak bisa diprediksi.
Menemukan ide bisnis tanpa mewujudkannya dalam tindakan nyata rasanya sia-sia. Para entrepreneur sukses, seringkali tidak pernah memikirkan tahapan-tahapan dalam merealisasikan ide. Bahkan banyak pula anggapan bahwa kalau mau berbisnis tidak usah membuat rencana macam-macam, nanti malah kandas di tengah jalan.
Anda adalah ibu
Apapun jenis bisnis Anda, layanan konsumen merupakan bagian penting dalam menunjang kesuksesan. Tentunya, pelayanan konsumen selalu ingin Anda tingkatkan. Namun, dengan kendala dana yang terbatas, Anda harus menerapkan strategi yang baik dan tepat untuk mewujudkan target tersebut.
Dunia bisnis milik siapapun yang ingin terjun di dalamnya. Tak terkecuali kaum selebriti. banyak di antara selebriti ternama dunia yang meraih sukses dalam berbisnis. Selain unggul dengan ketenarannya, bisnis yang dilakoni para pekerja di dunia hiburan ini juga mampu memeroleh penghasilan besar berkat sejumlah strategi marketing yang diterapkannya. Lalu, seperti apa strategi marketing itu?
Menganalisa kekuatan dan kelemahan iklan melibatkan berbagai aspek berbeda dari iklan tersebut. Apakah iklan tersebut bertujuan menjual produk atau menawarkan jasa. Pisahkan iklan menjadi beberapa kategori yang berbeda sehingga memungkinkan menganalisa kekuatan serta kelemahannya.
Lingkungan kerja usaha rintisan selalu penuh kekacauan tetapi mereka masih bisa menjadi suatu lingkungan kerja yang menyenangkan atau bisa menjadi bencana. Apakah usaha rintisan Anda bagus atau buruk, suasana itulah yang mengalir keluar ke pelanggan Anda dan aturlah produktivitas di dalam. Anda sebagai pendiri berperan sebagai titik awal dan pendefinisi sehingga Anda bisa melakukannya dengan benar.
Jika Anda berkeinginan mendirikan bisnis sendiri, adalah penting untuk membuat rencana bisnis untuk menunjang pertumbuhan jangka panjang dan kesuksesan bisnis Anda. Melakukan hal tersebut akan membantu Anda mengidentifikasi langkah-langkah dan fokus bisnis Anda. Dalam rencana bisnis, Anda dapat meramalkan seberapa sukses bisnis Anda. Tentu saja, Anda dapat meminta seorang ahli untuk membuat rencana bisnis untuk Anda. Tapi, jika yang Anda butuhkan adalah sebuah rencana bisnis sederhana, Anda dapat melakukannya sendiri.