Dua Langkah Berinvestasi

Views :203 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 06 Desember 2011 10:57
investasi1211Saat ini banyak orang berbicara perihal investasi. Tentunya, hal ini menjadi obrolan yang menarik. Lalu bagaimana cara berinvestasi? Bagaimana cara yang baik dalam melakukan investasi?

Setidaknya, terdapat dua langkah yang harus Anda lakukan dalam berinvestasi. Kedua langkah tersebut memang tidak menjamin bahwa investasi Anda tidak akan mengalami kerugian, tapi paling tidak bisa membantu Anda dalam membantu tercapainya tujuan investasi Anda. Di bawah ini adalah kedua langkah yang kami sadur dari Tabloid Nova:

Pelajari sebanyak mungkin semua tawaran dan produk investasi yang adaPernahkah Anda berpikir kenapa Anda lebih suka berinvestasi di deposito dibanding ke dalam ­misalnya­ emas? Mungkin karena sejak kecil, orangtua Anda biasa mengatakan bahwa menabung harus selalu dilakukan di bank. Berinvestasi harus selalu dilakukan di bank. Ini secara tidak langsung akan membuat Anda “akrab” dengan investasi di bank.

Secara bawah sadar Anda juga “dekat” dengan investasi di bank. Akibatnya jelas, Anda lebih memilih untuk berinvestasi di bank dibanding ke emas atau saham, karena Anda merasa lebih akrab dengan investasi di bank. Tapi kalau Anda juga mau mempelajari tentang investasi emas atau saham, bukan tidak mungkin Anda juga akan berinvestasi ke emas atau saham. Jadi, tidak ada salahnya kalau Anda pelajari semua tawaran dan produk investasi yang ada, sehingga Anda bisa punya lebih banyak pilihan, dibanding bila Anda hanya “menguasai” satu produk investasi saja.

Pilih produk investasinya

Setelah mempelajari semua tawaran dan produk investasi yang ada dan setelah mengetahui perbandingan risiko antara satu produk dengan produk lainnya, barulah pilih produk investasi Anda.

Cara memilihnya mudah. Pertama-tama, tentunya Anda harus melihat jumlah dana Anda lebih dulu. Sebagai contoh, tidak mungkin dengan dana sebesar Rp 200 ribu Anda berinvestasi dengan cara membeli tanah, mengingat tanah harus dibeli dengan jumlah satuan yang agak banyak (sekian puluh atau sekian ratus meter persegi misalnya, di mana harganya tentu tinggi sekali).

Setelah melihat kemampuan dana Anda, yang kedua adalah dengan memilih produk investasi yang sesuai dengan jangka waktu investasi Anda, di mana makin panjang jangka waktu investasi Anda, tidak apa-apa bagi Anda untuk mengambil produk investasi yang lebih berisiko. Lho, kok bisa?

Logikanya, semakin tinggi kemungkinan untung yang bisa didapat, maka semakin besar juga risikonya. Dengan demikian, kalau jangka waktu investasi Anda pendek, ada baiknya apabila Anda mengambil produk investasi yang risikonya rendah, mengingat Anda tidak punya waktu banyak untuk mendapatkan keuntungan.

Apa bila jangka waktu investasi Anda panjang, tidak apa-apa Anda mengambil produk yang lebih berisiko, mengingat uangnya toh baru akan Anda pakai dalam waktu yang cukup panjang. Kalaupun nilai investasi Anda turun di tengah-tengah, Anda toh masih punya banyak waktu untuk menaikkan lagi nilai investasi Anda. Iya kan?

Sekali lagi, kedua langkah tersebut memang tidak menjamin bahwa investasi Anda tidak akan mengalami kerugian, tetapi paling tidak itu bisa membantu Anda dalam membantu tercapainya tujuan investasi yang ada di depan mata Anda.

Mudah-mudahan Anda selalu sukses dalam melakukan investasi. Dan yang paling penting, jangan pernah kapok dalam berinvestasi kalaupun Anda mengalami kerugian, karena dengan diam saja dan tidak melakukan investasi masih lebih jelek daripada melakukan investasi yang merugi sekalipun. Karena dengan mencoba berinvestasi dan mengalami kerugian, Anda jadi punya pengalaman yang sangat berharga yang bisa membantu Anda untuk lebih sukses lagi dalam berinvestasi di kemudian hari.

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/182-investasi/13280-dua-langkah-berinvestasi.html

4 Langkah Menjual dengan Jejaring Sosial

4 Langkah Menjual dengan Jejaring Sosial (bag 1) Views :327 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 06 Desember 2011 12:09

social-netwApakah Anda penasaran mengapa upaya Anda di jejaring sosial tidak berhasil? Keberhasilan jejaring sosial terkadang tampak tidak bisa diprediksi.

Mungkin Anda ingin tahu mengapa perusahaan tertentu menghasilkan penjualan dan laba dari kegiatan jejaring sosial mereka sementara perusahaan Anda sendiri membuang-buang uang dalam situs dan blog yang jarang dibaca orang dan tweet yang jarang sekali dibalas.

Jejaring sosial masih begitu baru, kadang jalan menuju keberhasilannya masih kabur dan mudah untuk kehilangan arah. Bila Anda ingin mengurai misteri ini dan meningkatkan return of investment Anda, Anda perlu memastikan bahwa kampanye dan pemasaran Anda meliputi 4 unsur penting berikut ini:

  • Ketertarikan: Bagaimana Anda menarik konsumen potensial menuju situs Anda atau perusahaan Anda?
  • Retensi: Bagaimana Anda terus berhubungan dengan orang-orang setelah mereka meninggalkan situs atau toko Anda?
  • Konversi: Bagaimana Anda membujuk orang untuk membeli produk/ jasa sekarang juga atau bersedia untuk masuk lebih dalam menuju saluran penjualan dalam bisnis Anda?
  • Pengukuran: Bagaimana Anda menentukan jika semua ini berhasil atau tidak?


Dengan mengikuti model ini, Anda mungkin akan bisa memastikan bahwa Anda akan berhasil menembus belantara liar jejaring sosial ini.

Berikut ini ialah sebuah panduan yang bisa Anda ikuti:

#1: Ketertarikan : Bagaimana Anda menarik orang menuju bisnis

Bagi sebagian besar orang, mereka ingin menarik traffic berkualitas ke situsnya. Sementara itu ada banyak cara untuk melakukan ini, termasuk optimisasi mesin pencari virtual, pemberian referal dan iklan tradisional. Kita akan berfokus pada jejaring sosial.

Agar berhasil di jejaring sosial, Anda membutuhkan strategi konten yang sesuai. Ini berarti konten Anda harus seolah bisa berbicara kepada pelanggan ideal Anda mengenai apa saja yang membuat mereka tertarik dan melakukan percakapan tersebut di sekitar tempat di mana mereka berada.


Tergantung pada audiens Anda, Anda mungkin harusmenjadi lebih aktif di Facebook atau bergabung dalam kelompok di mana pelanggan Anda berkumpul di LinkedIn.

Jika mereka ini tidak begitu aktif di situs jejaring sosial atau tidak bisa mengaksesnya selama bekerja, Anda harus menciptakan sebuah blog berisi konten-konten dan video yang membantu Anda memecahkan masalah terbesar mereka.

Sementara mengembangkan profil jejaring sosial Anda, terdapat sejumlah hal yang harus diingat selalu:

  • Jadikan profil Anda sebagai merek: Membuat blog tidak membutuhkan banyak biaya, bahkan bisa saja gratis. Begitu juga dengan membuat sebuah kanal di Youtube atau membangun sebuah profil di situs jejaring sosial.

Karena kemudahan ini,  semua orang bisa melakukannya. Untuk lebih maju dari kebanyakan orang dan mengokohkan kredibilitas Anda, Anda harus menciptakan sebuah pengalaman yang telah lekat dengan merek yang akan dengan segera membantu membangun kepercayaan dalam diri audiens Anda.

Ini bisa berarti sebuah latar belakang Twitter yang sudah terkustomisasi, sebuah laman utama di Facebook atau riwayat pekerjaan secara rinci di profil LinkedIn.

  • Mendalam, jangan melebar: Jangan mencoba untuk aktif di setiap jejaring sosial. Daripada seperti itu, fokuslah pada satu atau dua platform hingga menguasainya betul-betul. Pilih platform di mana Anda bisa menemukan konsumen potensial sebanyak mungkin. Setelah Anda mendapatkannya, Anda bisa menambah jejaring sosial berikutnya.
  • Bersikap konsisten: Satu tulisan di blog, satu video atau satu tweet saja tidak akan cukup menyelamatkan bisnis Anda, tidak peduli seberapa cerdasnya ia. Keberhasilan datang dari konsistensi. Pelanggan Anda tidak menghendaki untuk bekerja dengan sebuah bisnis yang hanya satu kali beruntung tetapi yang telah secara konsisten mendirikan kredibilitas dan keahlian dalam waktu yang panjang, yang menunjukkan bahwa orang tersebutharus ada dalam jangka waktu yang lama di masa depan.
  • Buatlah jalur menuju situs Anda: Meskipun bersikap terlalu ngoto menjual bisa membuat pelanggan potensial menjauh, Anda harus selalu memiliki tautan dengan situs Anda sehingga mereka biss belajar lebih jauh jika mereka perlu.


Kesimpulannya, dengan melakukan aktivitas yang konsisten di situs jejaring sosial di mana pelanggan Anda berkumpul akan mendorong lebih banyak penjualan baru ke situs Anda.

#2: Retensi: Bagaimana agar orang terus kembali ke situs binis

Jika Anda menjual barang bernilai tinggi, kemungkinan besar pelanggan potensial akan membeli dari situs Anda tanpa melihat situs pesaing Anda juga. Demikian pula, jika Anda menjual produk yang membutuhkan pembelian berulang secara teratur, seperti lensa kontak atau kopi, pelanggan potensial Anda akan terus menerus melihat tawaran lainnya.

Bagaimana Anda bisa lain dari yang lain dan menjaga agar jalannya komunikasi bisa terbukasetelah seseorang meninggalkan situs Anda? Inilah mengapa retensi diperlukan.

Sementara secara tradisional, pemasaran email telah menjadi alat pemasaran Internet yang banyak disukai, kini jejaring sosial memainkan peranan penting.

Dari lama muka, kita meminta orang untuk klik “Like” di Facebook, mengikuti update di Twitter dan berlangganan update blog atau kanal di Youtube. Semua itu berada di luar situs.

Namun,membujuk orang untuk menyukai, mengikuti dan berlangganan memberikan peluang untuk terus melibatkan diri dengan mereka. Kita bisa membangun hubungan dengan pemahaman terhadap mereka yang lebih baik dengan mendengar dan membantu mereka.

Untuk memaksimalkan aktivitas retensi Anda, pastikanlah bahwa seseorang bisa dengan mudah melibatkan Anda dalam kegiatan jejaring sosial dari laman beranda Anda dan setiap laman lain di situs Anda.

Ingatlah bahwa selalu berikan nilai kepada pelanggan ideal Anda dengan kegiatan jejaring sosial Anda. Anda bisa dengan sangat mudah ditinggalkan jika tidak memberikan manfaat bagi mereka.

Untuk siklus penjualan tertentu, Anda harus melibatkan prospek Anda dengan jejaring sosial bahkan setelah mereka meninggalkan situs Anda. Pastikan Anda memberikan manfaat kapanpun Anda meminta audiens untuk mengikuti. (bersambung/ *Akhlis)

Selasa, 06 Desember 2011 14:06

social-netw
Setelah menyimak langkah 1 dan 2 di artikel sebelumnya, kini kita akan membahas langkah 3 dan 4.

#3: Konversi : Mengubah Para Penyuka Menjadi Pembeli

Tingkat konversi yang lebih tinggi (apakah itu berupa tombol “beli sekarang” atau pengisian sebuah formulir kontrak online) merupakan hasil alami dari aktifnya bergiat di jejaring sosial.

Dalam sebuah laporan terkini Hubspot menunjukkan bahwa perusahaan yang mengisi blog memiliki tingkat penjualan yang lebih konsisten. Perusahaan-perusahaan juga melaporkan bahwa jejaring sosial telah menghasilkan penjualan.

Singkatnya, aktivitas jejaring sosial Anda menambah tingkat konversi situs Anda karena keahlian dan kredibilitas Anda telah terbangun kokoh.

#4: Pengukuran: Memutuskan dengan bijak

Kekhawatiran yang dimiliki oleh banyak perusahaan mengenai jejaring sosial ialah bahwa jejaring sosial tidak memiliki akuntabilitas dan pelacakan yang jelas tetapi ini tidak selamanya benar.

Mulai dengan menginstal sejumlah software pelaporan traffic yang kuat dalam situs Anda, seperti Google Analytics. Alat-alat ini akan memberikan pandangan mengenai asal traffic ke situs Anda. Sehingga Anda bisa menentukan jika apa yang Anda lakukan di Facebook tidak sia-sia.

Anda bisa juga melihat artikel blog Anda yang mana yang membawa traffic paling banyak. Ini memberikan Anda pandangan mengenai jenis konten apakah yang harus Anda buat selanjutnya dan mungkin bahkan jenis layanan apa yang harus Anda tawarkan. Selanjutnya, Anda bisa membuat tujuan dalam Google Analytics untuk menentukan traffic terbaik Anda berasal dari mana.

Namun, Anda jangan berpuas diri dengan website analytics. Facebook Insights memberikan Anda gambaran detil mengenai kegiatan Anda di Facebook, dan EdgeRank Checker ialah alat gratis yang amat bermanfaat yang memberikan saran untuk memaksimalkan aktivitas Facebook Anda.

YouTube juga menawarkan analytics, mengurai audiens Anda menjadi kelompok-kelompok berdasarkan kriteria jender, usia, dan lokasi. Di samping itu, ia juga menunjukkan video mana yang terpopuler dan apa yang membuatnya begitu banyak menarik pengunjung.

Siimpulannya ialah pengukuran hasil kegiatan Anda di jejaring sosial itu mudah jika Anda menggunakan alat-alat murah dan gratis untuk melacak konversi dan traffic ke situs Anda.

Simpulan
Jejaring sosial masih berada dalam fase perkembangan dan banyak sekali alat dan teknik yang kita ketahui sekarang akan lambat laun berubah kuno dan tidak relevan seiring berlalunya waktu.

Jadi daripada berfokus secara jarak jauh kepada taktik menarik pengunjung secara bulanan, pastikan bahwa semua kampanye jejaring sosial meliputi formula ketertarikan, retensi, konversi dan pengukuran dan Anda akan memiliki rencanan yang berkelanjutan menuju sukses.(*Akhlis)

 

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/175-penjualan-dan-pemasaran/13283-4-langkah-menjual-dengan-jejaring-sosial-bag-1.html
http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/175-penjualan-dan-pemasaran/13288-4-langkah-menjual-dengan-jejaring-sosial-bag-.html

3 Aspek Kajian dalam Rencana Bisnis

Views :258 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 22 November 2011 10:16
bisnis_ren1111Menemukan ide bisnis tanpa mewujudkannya dalam tindakan nyata rasanya sia-sia. Para entrepreneur sukses, seringkali tidak pernah memikirkan tahapan-tahapan dalam merealisasikan ide. Bahkan banyak pula anggapan bahwa kalau mau berbisnis tidak usah membuat rencana macam-macam, nanti malah kandas di tengah jalan.

Mungkin banyak yang membuat rencana macam-macam tapi rencana cuma sebatas rencana, sehingga realisasinya tidak ada. Kalau ini yang terjadi tentu anggapan di atas menjadi benar. Padahal dalam teorinya, bisnis sekecil apapun tetap memerlukan perencanaan untuk dapat merealisasikan ide bisnis yang lebih matang.

Tujuan membuat rencana bisnis adalah untuk memastikan jalannya operasi bisnis yang tepat dan memberikan dorongan pada rencana-rencana bisnis ke depan. Selain itu juga untuk memutuskan rute yang diperlukan organisasi dalam mencapai tujuannya sekaligus menentukan standar untuk mementukan kinerja bisnis. Yang tidak kalah penting adalah untuk memperoleh dukungan dari konsumen, investor bahkan pihak-pihak lainnya.

Dalam perspektif pakar bisnis Philip Kotler, setidaknya ada beberapa prosedur standar untuk dapat merealisasikan ide bisnis yang benar dalam bentuk rencana bisnis dalam rangka merealisasikan bisnis. Prosedur tersebut ialah pembangkitan gagasan, penyaringan, pengembangan dan pengujian konsep, strategi pemasaran, analisa bisnis, pengembangan produk, pengujian pasar, dan komersialisasi.

Dengan kata lain, rencana bisnis untuk merealisasikan ide memang menjadi hal yang sangat penting dalam bisnis. Boleh saja ide yang diperoleh luar biasa tetapi tetap saja harus dikaji dalam berbagai hal, terutama aspek ekonomis, teknis, dan masa depannya.

1. Aspek ekonomis

Aspek ini mencakup analisis pasar, penjualan, biaya produksi, maupun profit margin. Faktor ini sangat penting, karena mempengaruhi tingkat keputusan untuk merealisasikan ide menjadi bisnis yang sesungguhnya. Aspek ini akan mengkaji sejauh mana tingkat keuntungan yang diperoleh, dengan daya serap pasar yang ada dan kemampuan memiliki modal untuk menjalankan operasional bisnis. Meskipun idenya luar biasa, tetapi kalau dalam perhitungannya merugi tentunya membuat bisnis tersebut tidak layak. Karena itu, Anda harus paham betul, bagaimana Anda menghasilkan pendapatan dan berapa biaya yang akan dikeluarkan.

2. Aspek teknis

Aspek ini sangat penting untuk mengukur kemampuan untuk menjalankan bisnis dengan baik. Apakah dengan modal yang ada, sudah mampu memproduksi barang atau jasa yang bisa dijual? Bagaimana dengan kemampuan sumber daya manusianya? Apakah semua kekuatan yang dimiliki mampu memberikan nilai tambah yang lebih baik kepada konsumen dibandingkan dengan usaha-usaha sejenis lainnya? Suatu rencana bisnis yang baik, akan memberikan peluang yang lebih baik, sekaligis meminimalisasi kemungkinan kegagalan bisnis.

3. Masa depan bisnis

Aspek ini akan mengkaji lebih komprehensif mengenai masa depan bisnis Anda. Jangan sampai, kita tahu bahwa bisnis yang digeluti adalah bisnis musiman, namun perencanaan yang diterapkan adalah untuk bisnis yang permanen. Ini tentu nantinya akan menganggu aspek teknis. Belum lagi dengan harapan-harapan konsumen yang selalu akan lebih maju dan terkinikan. Apakah mampu bisnis yang kita jalankan nanti menyerap pasar seperti ini? Inilah aspek penting yang harus diperhatikan secara seksama dan dituangkan dalam rencana bisnis.

Sekali lagi, Anda jangan percaya dengan saran yang berkata “lupakan rencana bisnis, cukup jalankan saja,” karena Anda bisa terjerumus ke hutan belantara bisnis yang serba tidak pasti. Lebih baik jika Anda menguji kelayakan rencana bisnis Anda kepada orang-orang yang lebih sukses dan lebih berpengalaman dalam bisnis, dan kemudian Anda menjadi entrepreneur sukses. (*/dari berbagai sumber)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/12948-3-aspek-kajian-dalam-rencana-bisnis.html

Langkah-langkah Menjadi Mompreneur

Views :852 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 16 November 2011 14:34
MompreneurAnda adalah ibu rumah tapi ingin menambah penghasilan. Atau, Anda adalah seorang ibu sekaligus pekerja kantoran yang ingin memiliki waktu luang lebih dengan keluarga tapi tetap ingin mempunyai penghasilan sendiri. Bagaimana caranya? Mudah. Jadilah mompreneur.
Menjadi ibu rumah tangga sekaligus pelaku bisnis sebenarnya tak sulit. Yang perlu ditekankan adalah sama seperti pebisnis lainnya, menjadi mompreneur yang sukses juga tak bisa dalam sekejab. Butuh proses dan pembelajaran. Dan semakin cepat Anda terjun ke jagat entrepreneurship, semakin cepat pula Anda belajar dan berkesempatan mencapai puncak kesuksesan.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menjadi mompreneur.
Melakukan berbagai macam persiapan
Persiapan juga wajib dilakukan meski bisnis Anda berskala rumah tangga. Persiapan itu sendiri mencakup :
  1. Mental; menjadi mompreneur juga membutuhkan mental baja yang kuat. Rintangan dan masalah akan silih berganti berdatangan. Sebagai entrepreneur sekaligus ibu rumah tangga, Anda harus mempersiapkan mental tangguh. Jangan sampai kesulitan dalam berbisnis kelak berpengaruh pada kehidupan keluarga yang berefek pada keretakan dalam berumah tangga.
  2. Skill; keahlian merupakan salah satu modal entrepreneur. Sayangnya, masih banyak entrepreneur yang belum menyadari bahwa talenta yang dimilikinya itu bisa mendatangkan rejeki. Karena itu, gali bakat serta kemampuan yang Anda miliki dan jadikan itu passion dalam berbisnis.
  3. Modal; dalam hal ini modal yang dimaksud adalah uang. Selayaknya ibu rumah tangga, Anda pasti memiliki tanggung jawab mengelola keuangan rumah tangga. Nah, agar tak terjadi kesalahan yang kelak bisa Anda sesali, pisahkan uang untuk kebutuhan rumah tangga dengan uang untuk berbisnis. Modal untuk berbisnis ini bisa diperoleh dari tabungan pribadi atau lembaga keuangan. Jika ingin menggunakan tabungan keluarga sebaiknya minta ijin suami terlebih dahulu dan tanamkan bahwa Anda meminjamnya sehingga Anda semakin termotivasi hasilkan uang untuk mengembalikannya lagi.
  4. Tempat; walau dioperasikan dari dan di rumah tapi mompreneur juga memerlukan ruang privasi untuk bekerja. Dengan begitu, ia bisa lebih mudah memilah antara kewajiban mengurus rumah tangga dan tanggung jawab mengelola bisnis.
  5. Waktu; pandai mengatur waktu adalah faktor paling krusial ketika Anda memutuskan menjadi mompreneur. Waktu untuk mengelola bisnis, waktu untuk keluarga, waktu untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, waktu untuk membangun networking dan sebagainya. Agar tak saling tumpang tindih dan adil, buatlah jadwal untuk memilah waktu tersebut.
  6. Relasi; salah satu kunci sukses berbisnis adalah berhasil atau tidaknya entrepreneur membangun dan menjalin relasi. Sebagai mompreneur, Andapun dituntut demikian.
Meminta dukungan keluarga
Dukungan dari keluarga bisa menjadi ‘vitamin’ penambah semangat dalam berbisnis. Meski Anda mengelola bisnis sendiri tanpa campur tangan suami atau kerabat dekat, tapi tak ada salahnya meminta saran atau pendapat dari mereka. Toh, mereka adalah orang-orang terdekat yang mengenal Anda lebih dalam dan lebih baik dari orang lain.
Menyiasati strategi untuk mengurus keluarga serta bisnis
Sudah tanggung jawab seorang ibu untuk mengasuh anak dan mengurus rumah tangga. Jika bisnis Anda masih dalam tahap merintis, mungkin Anda bisa membagi waktu antara keluarga dan bisnis tapi bila sudah semakin berkembang ada baiknya Anda mulai mencari asisten untuk membantu serta memperingan tugas-tugas yang harus Anda selesaikan. (*/ely)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/12807-langkah-langkah-menjadi-mompreneur.html

Kiat Sukses Membangun Toko Online

Sabtu, 12/11/2011 18:23 WIB

Achmad Rouzni Noor II – detikinet

<a href=’http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=a3fae22b&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE’ target=’_blank’><img src=’http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=45&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&n=a3fae22b’ border=’0′ alt=” /></a>

Jakarta – Memang tak mudah untuk membangun bisnis retail di internet. Namun jika lima kebutuhan konsumen ini berhasil dipenuhi, maka kesuksesan tinggal menunggu waktu saja.

Demikian dikatakan oleh Abbi Angkasa Perdana, distributor sekaligus pebisnis retail perangkat teknologi terkini. Menurutnya, ada lima services yang dicari konsumen dalam berbelanja online.

“Kalau dalam online store, yang dilihat orang cuma services,” kata dia coba menganalisis tren pasar bisnis online retail, Sabtu (12/11/2011).

Kelima services tersebut, menurut Abbi, pembayarannya mudah, punya banyak pilihan pembayaran, barangnya diantar dengan cepat, ketika komplain ada yang melayani, serta perusahannya bisa terus menjaga kepercayaan konsumen.

“Jika semua itu terpenuhi, pelanggan akan merasa sangat dimanjakan. Akhirnya, timbul rasa ketergantungan dan keterikatan. Saat ini belum banyak yang melakukan cara itu,” ujarnya lebih lanjut.

Berdasarkan tren kebutuhan pasar itu pula, Abbi yang memimpin perusahaan SatuSolusi Intermedia Utama, meluncurkan portal online trading khusus gadget-gadget terkini dalam situs juragangadget.com.

Situs jual beli dan forum komunitas pecinta gadget ini, kata Abbi, mencoba hadir sebagai jawaban atas tren positif transaksi online di Indonesia dan terus meroketnya permintaan pasar atas gadget mutakhir di dunia maya.

Direct selling untuk online transaction kami naik 170%. Sementara yang walk-in ke mal dan pusat perbelanjaan elektronik cenderung flat. Hype online trasaction mulai tinggi-tingginya saat ini,” ungkap dia.

Alasan lain kenapa memilih berkecimpung untuk di segmen online, dijelaskan oleh Abbi karena investasinya yang lebih kecil dibandingkan dengan hanya membuka toko fisik seperti di mal dan pusat perbelanjaan lainnya.

“Investasinya tidak sebesar membangun toko karena di online cuma perlu gudang penyimpanan, database, dan segala kebutuhan untuk network di internet. Biayanya bisa dipangkas 1:8 sampai 1:10 dibanding buka toko fisik, tapi hasil penjualannya bisa 1:2 dari toko fisik tadi,” paparnya.

( rou / rns )
Sumber:
http://www.detikinet.com/read/2011/11/12/182350/1766203/319/kiat-sukses-membangun-toko-online

Mengelola Masukan dan Pertanyaan Pelanggan

Views :343 Times PDF Cetak E-mail
Senin, 07 November 2011 15:35
customer-serviceApapun jenis bisnis Anda, layanan konsumen merupakan bagian penting dalam menunjang kesuksesan. Tentunya, pelayanan konsumen selalu ingin Anda tingkatkan. Namun, dengan kendala dana yang terbatas, Anda harus menerapkan strategi yang baik dan tepat untuk mewujudkan target tersebut.

Seringkali pelanggan bertanya mengenai produk ataupun jasa yang Anda tawarkan. Tentunya, hal tersebut harus ditanggapi dengan cepat. Berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengelola masukan dan menjawab pertanyaan para pelanggan:

1. Lakukan survei

Survei adalah daftar pertanyaan untuk pelanggan mengenai produk dan jasa Anda. Dengan melakukan survei pelanggan, Anda dapat belajar bagaimana menjaga dan menyenangkan pelanggan Anda.

2. Formulir tanggapan

Seperti survei, formulir tanggapan pelanggan akan memberikan umpan balik berupa pendapat para pelanggan. Dengan menggunakan formulir tanggapan, pelanggan dapat memberikan informasi miring karena pelanggan lebih mungkin menggunakan formulir tersebut untuk mengajukan keluhan bukan untuk menawarkan pujian.

3. Online chat

Layanan online chat memungkinkan pelanggan Anda menyampaikan keluhan dan pertanyaan dengan cepat. Dengan metode ini, pelanggan akan lebih merasa diperhatikan keluhan dan masukannya.

4. Hotline

Layanan hotline yang Anda sediakan memungkinkan pelanggan menyampaikan keluhan dan pertanyaan melalui telepon. Pastikan karyawan Anda memiliki pengetahuan mengenai produk atau jasa yang Anda jual.

5. FAQ

Jika layanan pelanggan Anda memiliki daftar pertanyaan yang sering diajukan, Anda dapat memuat hal tersebut dalam FAQ website bisnis Anda. Hal ini juga akan menjadi alat yang berguna bagi pelanggan untuk menemukan jawaban tanpa harus bertanya.

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/53-pelayanan-konsumen/12587-mengelola-masukan-dan-pertanyaan-pelanggan.html

Rahasia Sukses Strategi Marketing Selebriti

Views :375 Times PDF Cetak E-mail
Senin, 07 November 2011 15:51
william_1111Dunia bisnis milik siapapun yang ingin terjun di dalamnya. Tak terkecuali kaum selebriti. banyak di antara selebriti ternama dunia yang meraih sukses dalam berbisnis. Selain unggul dengan ketenarannya, bisnis yang dilakoni para pekerja di dunia hiburan ini juga mampu memeroleh penghasilan besar berkat sejumlah strategi marketing yang diterapkannya. Lalu, seperti apa strategi marketing itu?
Forbes berhasil menyibak lima rahasia sukses bisnis yang dikelola para selebriti dunia sebagai berikut.
Mulai dengan hal yang paling dikuasai
P. Diddy identik dengan industri musik bergenre hip hop. Pelantun tembang I’ll Be Missing You ini juga dikenal sukses mengelola label rekaman bertajuk Bad Boy Entertainment Worldwide. Di balik nama tenarnya, penyanyi bernama asli Sean John Combs itu memang piawai mengembangkan bisnisnya karena ia begitu menguasai line of business yang dipilihnya, yakni hip hop. Lagu, lifestyle hingga budaya hip hop seakan telah mendarah daging dalam sanubari pemenang Grammy Award sebanyak tiga kali tersebut. Berkat hal itu, selebriti sekaligus entrepreneur AS yang pernah mengemukakan niatnya mengelola bisnis sekolah kepada CNN ini berhasil ekspansi ke sejumlah bisnis seperti fashion line, parfum serta label minuman. Ditaksir, kerajaan bisnis P. Diddy bernilai US$ 400 juta-500 juta.
Fokus pada passion dan kekuatan diri
Gwen Stefani sangat mencintai dunia musik dan fashion. Ketika vokalis band No Doubt ini memutuskan untuk membidik industri fashion line yang diinspirasi dari musik bergenre pop alternatif, ia menciptakan brand bernama L.A.M.B untuk para penggemarnya yang berjenis kelamin perempuan. Nama brand itu diambil dari singkatan judul album pertamanya yakni ‘Love. Angel. Music. Baby’.
Bisnis selebriti berambut pirang ini berkembang dengan pesat dan merambah ke area desain fashion dan aksesoris, pakaian anak, tas khusus untuk brand gadget Apple bernama Harajuku Lovers. Dengan passion yang kuat akan dunia musik dan fashion, Gwen diperkirakan memiliki pendapatan US$ 90 juta per tahun.
Menangkap dan merespon permintaan tanpa harus mengelolanya sendiri
Ibunda Beyonce Knowles, Tina Knowles, mendesain semua kostum yang dipakai putrinya saat tampil dengan Destiny’s Child. Dari situ kemudian mengalir secara alami kerja sama antara ibu dan anak penuh bakat dalam meluncurkan pakaian bermerek House of Dereon. Tak lama kemudian, label pakaian berharga terjangkau untuk remaja yakni Dereon kembali diluncurkan Beyonce dengan bantuan adiknya, Solange Knowles.
Dalam wawancaranya dengan CNN pada September 2011 lalu, Beyonce menuturkan peluncuran fashion line-nya didorong oleh permintaan pasar. Saat menapakkan kaki di dunia tarik suara bersama Destiny’s Child, para penggemarnya menginginkan baju yang dipakai Beyonce dan rekan-rekannya tersebut. “Jadi apa yang kami lakukan (mengelola fashion line) merupakan hal alami dan sangat menyenangkan bisa mengelolannya bersama keluarga. Pertama karena kita selalu bersama dan kedua karena kita saling menghargai selera (fashion) masing-masing,” jelas Beyonce kepada CNN dan dikutip Forbes.
Mengambil kesempatan dari perluasan brand
Suka atau tidak, Kardashian bersaudara tergolong sukses membangun butik bernama Dash serta label baju bermerek Kardashian hingga menjadi kerajaan bisnis yang menguntungkan. Mereka meraihnya melalui perluasan brand. Dari menjadi terkenal melalui acara di televisi, Kardashian bersaudara mampu ekspansi ke parfum dan clothing line. Menggunakan popularitasnya, Kardashian bersaudara mengikuti alur umum promosi yang dilakukan kebanyakan selebriti. Mereka memakai nama Kardashian sebagai perpanjangan brand-nya.
Tentu saja strategi ini tidak dianjurkan untuk diikuti oleh para entrepreneur. Sebab, pasar bisa menjadi jenuh dengan brand tersebut. Tapi bila ingin menggunakan strategi itu, ada baiknya Anda menjembatani tujuan bisnis jangka panjang dengan strategi perluasan brand bisnis untuk memastikan bahwa Anda melangkah di jalan yang tepat.
Diversifikasikan bisnis Anda
Justin Timberlake mengawali karir dari Disney Channel tapi sekarang selebriti itu menjadi salah satu pengusaha sukses. Mantan vokalis boy band N’Sync itu piawai mendiversifikasikan bisnis hingga merambah ke beberapa resto, clothing line bertajuk William Rast, 901 tequila dan Mirimichi Golf Course ramah lingkungan di Tennessee dimana ia memeroleh penghargaan Future Award dalam ajang Environmental Media Awards 2011.
Strategi yang dijalankan Timberlake memang bukan barang baru. Tapi strategi itu sangat ampuh. Diversifikasi bisnis merupakan strategi pengembangan bisnis disarankan dapat dijalani para entrepreneur. (*/ely)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/175-penjualan-dan-pemasaran/12589-rahasia-sukses-strategi-marketing-selebriti.html

Cara Menganalisa Kekuatan dan Kelemahan Iklan

Views :366 Times PDF Cetak E-mail
Jumat, 04 November 2011 10:18
ad-billboard1111Menganalisa kekuatan dan kelemahan iklan melibatkan berbagai aspek berbeda dari iklan tersebut. Apakah iklan tersebut bertujuan menjual produk atau menawarkan jasa. Pisahkan iklan menjadi beberapa kategori yang berbeda sehingga memungkinkan menganalisa kekuatan serta kelemahannya.

Berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk menganalisa hal tersebut:       

1. Evaluasi desain dasar iklan. Nilailah warna, gambar, latar belakang dan teks. Jika elemen-elemen tersebut menarik untuk dilihat, maka desain adalah suatu kekuatan. Jika tidak, desain bisa menjadi kelemahan dari iklan.

2. Analisa “mood” iklan. Suasana mengacu pada perasaan bahwa iklan tersebut memberi gambaran. Menilai perasaan bahwa iklan tersebut memberi suasana untuk memiliki atau menikmati ketika melihatnya.

3. Menilai simbol dalam iklan. Seringkali, iklan menggunakan objek untuk mewakili gaya hidup atau ide besar. Sebagai contoh, mobil bisa menjadi simbol untuk kesuksesan, atau bayi tidur dapat melambangkan perdamaian. Simbol dalam iklan harus halus, tetapi harus menggambarkan ide-ide besar.

4. Tanyakan pada diri Anda jika Anda ingin membeli produk yang diiklankan. Setelah Anda menjawab pertanyaan ini, cobalah untuk menganalisa mengapa Anda menginginkan atau tidak dalam membeli produk. Anda harus mampu menghasilkan daftar alasan iklan yang menjual atau yang gagal menjual.

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/175-penjualan-dan-pemasaran/12515-cara-menganalisa-kekuatan-dan-kelemahan-iklan.html

Membangun Budaya Kerja Positif di Usaha Rintisan

Views :459 Times PDF Cetak E-mail
Kamis, 03 November 2011 09:45
start-upLingkungan kerja usaha rintisan selalu penuh kekacauan tetapi mereka masih bisa menjadi suatu lingkungan kerja yang menyenangkan atau bisa menjadi bencana. Apakah usaha rintisan Anda bagus atau buruk, suasana itulah yang mengalir keluar ke pelanggan Anda dan aturlah produktivitas di dalam. Anda sebagai pendiri berperan sebagai titik awal dan pendefinisi sehingga Anda bisa melakukannya dengan benar.

Apa yang dibutuhkan untuk membangun sebuah budaya lingkungan kerja yang positif? Kita bisa melakukan riset untuk ini dan membandingkannya dengan pengalaman Anda sendiri. Bisa dikatakan membangun budaya kerja berkaitan dengan bagaimana memahami orang dan secara terbuka mengoptimalkan faktor-faktor yang mendorong mereka untuk bekerja dengan maksimal.

Ed Muzio, dalam bukunya yang terbaru “Make Work Great: Supercharge the Team, Reinvent the Culture, and Gain Influence One Person at a Time”, merangkum faktor-faktor yang berpengaruh pada penciptaan budaya kerja positif di sebuah usaha rintisan.

  • Kami termotivasi oleh rekan sebaya. Menurut banyak penelitiandan pengamatan, tekanan rekan sebaya mendorong kita untuk memikirkan kembali opini kita, dan bahkan bisa mengubah persepsi aktual kita. Itu bisa jadi hal yang baik jika rekan bisnis Anda bermental positif tentang apa yang sedang terjadi. Bisa berakibat buruk jika tujuan , prioritas dan masalah tidak dipahami dengan baik.
  • Kami didorong oleh kewenangan. Stanley Milgram, seorang peneliti terkenal di dekade 1960-an, menyimpulkan bahwa “orang-orang biasa, hanya dengan melakukan pekerjaannya, dan tanpa rasa permusuhan, bisa menjadi agen-agen dalam proses penghancuran yang mengerikan.” Hal itu terserah pada Anda sebagai penentu kebijakan untuk mendefinisikan standar dan mengkomunikasikan peran dengan benar.
  • Kami didorong oleh harapan. Di sekeliling banyak orang di kantor ialah sebuah kelompok inti yang terdiri dari 6 hingga 8 orang yang mengirimkan Anda harapan mengenai apa yang Anda harus atau tidak boleh dilakukan , bersamaan dengan imbalan atau hukuman yang tersirat. Kepuasan kami sebagian besar dibangun oleh semua ini. Temukan orang yang bisa melengkapi dan cocok dengan Anda.
  • Kami meremehkan dampak situasi. Tekanan sebuah situasi sebenarnya bisa menenggelamkan ketiga kekuatan di atas. Jadi Anda harus selalu peka dengan konteks karena pelimpahan kesalahan yang kurang adil berdasarkan faktor-faktor situasional akan mengingkari semua pengaruh positif Anda. Jangan membuat kesalahan dengan menerka bahwa orang bertindak berdasarkan pilihan pribadinya saja.

Anda sebagai seorang anggota tim dan Anda sebagai sosok yang berwenang, harus membuat pilihan secara sadar untuk memperbaiki budaya di sekitar Anda daripada terpengaruh oleh budaya yang kurang baik.

Psikolog menemukan bahwa bersikap pasif sering akan berakibat fatal. Itu tidak akan menyelesaikan pekerjaan dan lagipula  tidak memuaskan.

Cara paling efektif untuk Anda dalam menciptakan budaya kerja yang positif ialah dengan memahami diri sendiri dan bersikap terbuka terhadap hal-hal berikut ini:

  • Tujuan pribadi Anda
  • Dampak yang ingin dibuat
  • Insentif dan motivasi Anda
  • Kemajuan saat pelaksanaan
  • Sumber daya yang Anda butuhkan
  • Kapabilitas Anda (bagikan pengetahuan dan wawasan Anda)

Dengan sendirinya, suatu budaya kerja hanya berkaitan dengan “bagaimana kita bekerja di sini”, berdasarkan pada masalah-masalah yang dihadapi sebeumnya. Masalah-masalah yang Anda hadapi sekarang berbeda dan solusi dari masa lalu mungkin tidak relevan lagi.  (*/Akhlis)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/183-hrd/12488-faktor-faktor-yang-jadikan-kerja-di-startup-menyenangkan-.html

Membuat Rencana Bisnis Sederhana

Views :832 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 02 November 2011 13:51
rencanabis1111Jika Anda berkeinginan mendirikan bisnis sendiri, adalah penting untuk membuat rencana bisnis untuk menunjang pertumbuhan jangka panjang dan kesuksesan bisnis Anda. Melakukan hal tersebut akan membantu Anda mengidentifikasi langkah-langkah dan fokus bisnis Anda. Dalam rencana bisnis, Anda dapat meramalkan seberapa sukses bisnis Anda. Tentu saja, Anda dapat meminta seorang ahli untuk membuat rencana bisnis untuk Anda. Tapi, jika yang Anda butuhkan adalah sebuah rencana bisnis sederhana, Anda dapat melakukannya sendiri.

Untuk pedoman dan petunjuk tentang cara membuat rencana bisnis sederhana, simak beberapa hal yang dipaparkan pakar usaha kecil, Ursula Roberts.

  • Membuat cover letter. Anda dapat memulai dengan membuat cover letter untuk bisnis Anda. Pastikan berisi nama bisnis Anda, alamat, rincian kontak seperti nomor kantor, alamat email, dan nomor ponsel, serta tanggal. Ingatlah bahwa tanggal harus direvisi setiap kali rencana bisnis diperbarui.
  • Membuat rencana pemasaran. Hal ini akan menentukan strategi pemasaran yang Anda terapkan. Rencana pemasaran juga harus mengidentifikasi target pasar bisnis Anda serta pesaing-pesaing Anda.
  • Menulis rencana pengelolaan bisnis Anda. Salah satu cara untuk melakukan ini adalah dengan menyoroti pengalaman bisnis untuk mengetahui keterampilan dan kekuatan Anda. Masukan secara rinci bagaimana Anda berencana mengelola bisnis dan karyawan Anda. Jika ada celah atau kelemahan dalam rencana Anda, pastikan alternatif dan solusi telah Anda siapkan sebagai antisipasi.
  • Rencanakan pengelolaan keuangan. Mulailah dengan mengidentifikasi anggaran bisnis awal serta rincian biaya operasional. Pastikan bahwa anggaran Anda realistis. Rencana pengelolaan keuangan juga harus mencakup tujuan keuangan bisnis Anda, persyaratan pembayaran dari klien, dan sistem akuntansi yang akan digunakan.
  • Tuliskan ringkasan misi bisnis Anda. Hal ini meliputi tanggal bisnis dibuka, nama, dan daftar produk atau jasa yang Anda tawarkan. Anda juga harus menyertakan keterangan untuk bisnis, rincian badan usaha, izin dan lisensi yang harus diperoleh dalam rangka beroperasi secara legal.
  • Review. Setelah Anda selesai, tinjau dan koreksi rencana bisnis yang telah Anda buat. Pastikan rencana bisnis Anda terlihat formal dan bebas dari kesalahan.

Jika Anda berpikir bahwa Anda memiliki keterampilan membuat rencana bisnis, akan lebih baik jika Anda melakukannya sendiri. Namun, jika Anda tidak yakin tentang ketrampilan Anda, Anda dapat menyewa seseorang untuk membuat rencana bisnis. Pastikan bahwa Anda melibatkan diri dalam proses penulisan untuk memberikan informasi dan masukan.

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/12466-membuat-rencana-bisnis-sederhana.html