JENIS JENIS CABE

Saat  ini  telah  banyak  benih  cabe  hibrida  yang  beredar  di  pasaran  dengan  nama  varietas  yang  beraneka ragam dengan berbagai keunggulan yang dimiliki.
Genus Capsicum terdiri dari 30 spesies, lima diantaranya telah di budidayakan, yakni : C. annuum; C. fritescens; C. pubenscense; C. baccatum dan C. chinese. Yang paling banyak di budidayakan di Indonesia adalah C. annuum ( cabe merah besar dan Cabai keriting ), kemudian C. frutescense ( Cabai Rawit ).
Beberapa  jenis  cabe  yang  telah  dirilis  adalah:  Jet  set,  Arimbi,  Buana  07,  Somrak,  Elegance  081,  Horison 2089 ,  Imperial 308  dan  Emerald  2078.  Dan untuk cabe hibrida keriting diantaranya,  Papirus, CTH 01,  Kunthi 01,  Sigma,  Flash 03,  Princess 06  dan Helix 036, dan untuk cabe rawit hibrida adalah  Discovery.

a. Tanjung-1
• Potensi hasil 18 ton/ha
• Warna buah merah
• Panjang buah 10 cm
• Cocok untuk dataran rendah
• Toleran terhadap hama pengisap daunb. Tanjung-2
• Potensi hasil 12 ton/ha
• Cocok untuk dataran rendah c. Lembang-1
• Potensi hasil 9 ton/ha
• Cocok untuk dataran tinggi

JENIS CABAI DAN KARAKTERNYA

Jenis

Karakteristik

Cabai Besar Bunga putih , permukaan buah rata dan halus, diameter sedang – besar , kulit daging buah terbal, berumur genjah dan dapat tumbuh di berbagai ketinggian
Cabai Keriting Bunga putih atau ungu, buah muda hijau atau ungu, permukaan buah bergelombang, kulit daging buah tipis, umur lebih dalam, buah lebih tahan simpan dapat tumbuh pada berbagai ketinggian.
Cabai Paprika Buah muda memiliki warna bervariasi ( kuning, hijau muda, hijau dan ungu, buah kotakatau lonjong, permukaan rata, kulit daging buah tebal , tidak pedas dan cocok untuk datarang tinggi.
Cabai rawit Bunga berwarna putih kehijaan, buah muda berwarna putih, kuning atau hijau, daging buah lunak, rasa buah pedas.

Syarat Tumbuh
Syarat Iklim
Pada umumnya cabai dapat ditanam di dataran rendah sampai pegunungan (dataran tinggi) + 2.000 meter dpl yang membutuhkan iklim tidak terlalu dingin dan tidak terlalu lembab. Temperatur yang baik untuk tanaman cabai adalah 240 – 270 C, dan untuk pembentukan buah pada kisaran 160 – 230 C. Setiap varietas cabai hibrida mempunyai daya penyesuaian tersendiri terhadap lingkungan tumbuh. Cabai hibrida Hot Beauty dan Hero dapat berproduksi dengan baik di dataran rendah sampai dataran tinggi + 1200 m dpl. Sedangkan cabai hibrida Long Chili lebih cocok ditanam pada ketinggian antara 800 – 1500 m dpl. Khusus untuk cabai Paprika umumnya hanya cocok ditanam di dataran tinggi. Kisaran temperatur optimum untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman paprika antara 210 – 250 C, sedangkan untuk pembentuk-an buah memerlukan temperatur 18,30. Cabai paprika tidak tahan terhadap intensitas cahaya matahari yang tinggi karena dapat menyebabkan buah seperti terbakar (sunburn) dan juga hasil akhir bobot buah akan sangat rendah. Pada kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan, tanaman paprika akan mengalami gugur tunas, gugur bunga dan buah muda, serta ukuran buah sangat kecil. Meskipun cabai paprika umumnya cocok ditanam di dataran tinggi, tetapi dapat pula dikembangkan di dataran menengah mulai ketinggian 600 m dpl; yakni dengan cara memanipulasi lingkungan. Alih teknologi budidaya paprika di dataran menengah antara lain menggunakan sungkup beratapkan plastik bening (transparan).
Iklim
• Curah hujan 1500-2500 mm pertahun dengan distribusi merata.
• Suhu udara 16° – 32 ° C
• Saat pembungaan sampai dengan saat pemasakan buah, keadaan sinar matahari cukup (10 –
12 jam).
Syarat Tanah
Hampir semua jenis tanah yang cocok untuk budidaya tanaman pertanian, cocok pula bagi tanaman cabai. Untuk mendapatkan kuantitas dan kualitas hasil yang tinggi, cabai menghendaki tanah yang subur, gembur, kaya akan organik, tidak mudah becek (menggenang), bebas cacing (nematoda) dan penyakit tular tanah. Kisaran pH tanah yang ideal adalah antara 5.5 – 6.8, karena pada pH di bawah 5.5 atau di atas 6.8 hanya akan menghasilkan produksi yang sedikit (rendah). Pada tanah-tanah yang becek seringkali menyebabkan gugur daun dan juga tanaman cabai mudah terserang penyakit layu. Khusus untuk tanah yang pH-nya di bawah 5.5 (asam) dapat diperbaiki keadaan kimianya dengan cara pengapuran, sehingga pH-nya naik mendekati pH normal.
Beberapa angka pH tanah (reaksi tanah), terdiri atas :
Paling masam (< 4.0)
Sangat asam (4.0 – 4.5)
Asam (4.5 – 5.5)
Agak asam (5.5 – 6.5)
Netral (6.5 – 7.5)
Agak basa (7.5 – 8.5)
Basa (8.5 – 9.0)
Sangat basa (9.0).
Pada pH tanah asam, ketersediaan unsur-unsur Fosfor, Kalium, Belerang, Kalsium, Magnesium dan Molibdinum menurun dengan cepat. Pada pH tanah basa akan menyebabkan unsur-unsur Nitrogen, Besi, Mangan, Borium, Tembaga dan Seng ketersediaannya relatif menjadi sedikit. Cabai yang ditanam pada tanah asam pada umumnya keracunan unsur Alumunium (Al), Besi (Fe) dan Mangan (Mn). Sebaliknya pada pH basa, jumlah unsur bikarbonat cukup banyak untuk merintangi penyerapan ion lain, sehingga dapat menghalangi pertumbuhan tanaman secara optimum.
Tanah
• Tanah berstruktur remah/gembur dan kaya akan bahan organik.
• Derajat keasaman (PH) tanah antara 5,5 – 7,0
• Tanah tidak becek/ ada genangan air
• Lahan pertanaman terbuka atau tidak ada naungan.
Pedoman Teknis Budidaya
Penyiapan Benih Benih cabe dapat dibuat sendiri dengan cara sebagai berikut:
• Pilih buah cabe yang matang (merah)
• Bentuk sempurna, segar
• Tidak cacat dan tidak terserang penyakit.
• Kemudian keluarkan bijinya dengan mengiris buah secara memanjang
• Cuci biji lalu dikeringkan.
• Kemudian pilih biji yang bentuk, ukuran dan warna seragam, permukaan kulit bersih, tidak
keriput dan tidak cacat.
Bila kesulitan membuat sendiri, benih cabe dapat dibeli di toko  pertanian setempat.
Benih yang akan ditanam diseleksi dengan cara merendam dalam air, biji yang terapung
dibuang.
PERSIAPAN TANAM
Tahapan pengolahan tanah dilakukan dengan tata cara sebagai berikut :
Lahan dibersihkan dari sisa-sisa tanaman atau perakaran dari pertanaman sebelumnya.
Tanah dibajak atau dicangkul sedalam 30 – 40 cm, kemudian dikeringkan selama 7 – 14 hari.
Tanah yang sudah agak kering segera dibentuk bedengan-bedengan selebar 110 – 120 cm, tinggi 40 – 50 cm, lebar parit 60 – 70 cm, sedangkan panjang bedengan sebaiknya lebih dari 12 meter. Khusus pada tanah yang banyak mengandung air (mudah becek), sebaiknya parit dibuat sedalam 60 – 70 cm.
Di sekeliling lahan kebun cabai dibuat parit keliling selebar dan sedalam 70 centimeter.
Pada saat 70% bedengan kasar terbentuk, bedengan dipupuk dengan pupuk kandang (kotoran ayam, domba, kambing, sapi ataupun kompos) yang telah matang sebanyak 1,0 – 1,5 kg/tanaman.
Pada tanah yang pH-nya masam, bersamaan dengan pemberian pupuk kandang dilakukan pengapuran sebanyak 100 – 125 gram/tanaman.
Pupuk kandang dan kapur pertanian dicampur dengan tanah bedengan secara merata sambil dibalikkan, kemudian dibiarkan diangin – anginkan selama kurang lebih 2 minggu.
Catatan :
Jika populasi cabai hibrida per hektar antara 18.000 – 20.000 tanaman pada jarak tanam 60 x 70 cm, maka diperlukan pupuk kandang 18 – 30 ton, dan kapur pertanian 1,8 – 2,0 ton.
PERSEMAIAN
Sebelum tanam di tempat permanen, sebaiknya benih disemai dulu dalam wadah semai yang dapat  berupa  bak  plastik  atau  kayu  dengan  ketebalan  sekitar  10 cm  yang  dilubangi  bagian  dasarnya  untuk  pengaturan air(drainase).
Persiapannya adalah sebagai berikut:
1. Isikan  dalam  wadah  semai  media  berupa  tanah  pasir,  dan  pupuk  kandang  dengan  perbandingan  1  :  1.  Untuk  menghilangkan  gangguan  hama  berikan  pestisida  sistemik  di  tanah  dengan  takaran  10 gr/m2.  Media  ini  disiapkan  1  minggu  sebelum  penyemaian  benih.
2. Benih  yang  akan  ditanam,  sebelumnya  direndam  dalam  air  hangat  (50  derajat  Celcius)  selama  semalam,  Tambahkan  MiG- 6PLUS  saat perendaman dengan dosis 10ml : 1 liter air.
3. Tebarkan benih secara merata di media persemaian, bila mungkin beri jarak antar benih 5 x  5  cm  sehingga  waktu  tanaman  dipindah / dicabut,  akarnya  tidak  rusak.  Usahakan  waktu  benih  ditanam  diatasnya   ditutup  selapis  tipis  tanah.  Kemudian  letakkan  wadah  semai  tersebut  di  tempat  teduh  dan  lakukan  penyiraman  secukupnya  agar  media  semai  tetap  lembab.
Pembibitan
• Benih  yang  telah  berkecambah  atau  bibit  cabe  umur  10-14  hari  (biasanya  telah  tumbuh  sepasang  daun)  sudah  dapat  dipindahkan  ke  tempat  pembibitan.  • Siapkan  tempat pembibitan berupa polybag ukuran 8 x 9 cm atau bumbungan dari bahan
daun  pisang  sehingga  lebih  murah  harganya.  Masukkan  ke  dalamnya  campuran  tanah,  pasir  dan pupuk  kandang.
• Pindahkan  bibit  cabe  ke wadah  pembibitan  dengan  hati-hati.  Pada  saat  bibit   ditanam  di  bumbungan,  tanah  di  sekitar  akar   tanaman  ditekan-tekan  agar  sedikit  padat  dan  bibit  berdiri  tegak.  Letakkan  bibit  di  tempat  teduh  dan  sirami  secukupnya  untuk  menjaga  kelembabannya.
Pembibitan  ini  bertujuan  untuk  meningkatkan  daya   adaptasi  dan  daya  tumbuh  bibit   pada  saat  pemindahan  ke  tempat  terbuka  di  lapangan  atau  pada  polybag  Pemindahan  bibit  baru  dapat  dilakukan setelah berumur 30-40 hari.
Penyiapan Benih dan Pembibitan
Bersamaan dengan pembuatan bedengan kasar, dilakukan penyiapan benih dan pembibitan di pesemaian. Untuk lahan (kebun) seluas 1 hektar diperlukan benih + 180 gr atau 18 bungkus kemasan masing-masing berisi 10 gram. Benih dapat disemai langsung satu dalam bumbung (koker) yang terbuat dari daun pisang ataupun polybag kecil ukuran 8 x 10 cm, tetapi dapat pula dikecambahkan terlebih dahulu. Sebelum dikecambahkan, benih cabai sebaiknya direndam dulu dalam air dingin ataupun air hangat 550 – 600 selama 15 – 30 menit untuk mempercepat proses perkecambah-an dan mencucihamakan benih tersebut. Bila benih cabai akan disemai langsung dalam polybag, maka sebelumnya polybag harus diisi dengan media campuran tanah halus, pupuk kandang matang halus, ditambah pupuk NPK dihaluskan serta Furadan atau Curater. Sebagai pedoman untuk campuran adalah : tanah halus 2 bagian (2 ember volume 10 liter) + 1 bagian pupuk kandang matang halus (1 ember volume 10 liter) + 80 gr pupuk NPK dihaluskan (digerus) + 75 gr Furadan. Bahan media semai tersebut dicampur merata, lalu dimasukkan ke dalam polybag hingga 90% penuh. Benih cabai hibrida yang telah direndam, disemaikan satu per satu sedalam 1,0 – 1,5 cm, lalu ditutup dengan tanah tipis. Berikutnya semua polybag yang telah diisi benih cabai disimpan di bedengan secara teratur dan segera ditutup dengan karung goni basah selama + 3 hari agar cepat berkecambah. Bila benih dikecambahkan terlebih dahulu, maka sehabis direndam harus segera dimasukkan ke dalam lipatan kain basah (lembab) selama + 3 hari. Setelah benih keluar bakal akar sepanjang 2-3 mm, dapat segera disemaikan ke dalam polybag. Cara ini untuk meyakinkan daya kecambah benih yang siap disemai dalam polybag. Tata cara penyemaian benih ke dalam polybag prinsipnya sama seperti cara di atas hanya perlu alat bantu pinset agar kecambah benih cabai tidak rusak. Penyimpanan polybag berisi semaian cabai dapat ditata dalam rak-rak kayu atau bambu, namun dapat pula diatur rapi di atas bedengan-bedengan selebar 110 – 120 cm. Setelah semaian cabai tersebut diatur rapi, maka harus segera dilindungi dengan sungkup dari bilah bambu beratapkan plastik bening (transparan) ataupun jaring net kassa. Selama bibit di pesemaian, kegiatan rutin pemeliharaan adalah penyiraman 1-2 kali/hari atau tergantung cuaca, dan penyemprotan pupuk daun pada dosis rendah 0,5 gr/liter air saat tanaman muda berumur 10 – 15 hari, serta penyemprotan pestisida pada konsentrasi setengah dari yang dianjurkan untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit.
Cara serupa dalam penyiapan bibit Cabai berdasarkan pengalaman petani cabai , tetapi prinsipnya hampir sama :
Dalam hal pembibitan cabai, ujar Rajimin, sebaiknya dilakukan apabila penyiapan lahan sudah 70% selesai. Hal ini untuk menghindari dari bibit terlalu tua (terlambat tanam), selain itu, persiapan media semai terdiri dan tanah, pupuk kandang, pupuk SP-36 ditambah insektisida furadan. Perbandingan 2 ember tanah + 1 ember pupuk kandang + 165 gram SP-36 + 75 gram furadan. Untuk pembibitan memakai polybag ukuran 8 x 10 cm, 6 x 10 cm, untuk penanaman 1 ha dibutuhkan pembibitan polybag sebanyak 20.000 polybag termasuk cadangan untuk sisipan. Langkah selanjutnya, ungkapnya, upaya mensterilkan media sesuai dengan fumigan, dimana Media semai sebaiknya disterilisasi terlebih dahulu dengan menggunakan fumigan tanah (Basamid G). Tujuannya apabila Basamid G terkena air akan mengeluarkan gas metil isotiosianat yang dapat membunuh serangga, cendawan, nematoda dan bakteri serta mematikan benih gulma yang akan tumbuh. Dan, selanjutnya, memberil perlakuan benih agar beban penyakit.
Sebelum benih ditebar dipembibitan /ditanam dalam polybag, papar Rajimin, benih harus diberi perlakuan. Ada dua cara pemberian perlakukan, dimana pertama dengan perlakuan basah berupa, yakni sebelum benih disemai terlebih dahulu benih direndam dalam larutan air yang diberi fungisida dan bakterisida (air 1 ltr + 1,5 ml previcurn + 1,2 gram Agrimycin) selama 4-6 jam. Kemudian benih dibungkus handuk/koran dibasahi lalu diperam dalam kaleng biskuit yang diberi lampu 15 watt, selama 3—4 han benih berkecambah 0,5-1,0 mm dan siap disemaikan.
Sedangkan Perlakuan kering, lanjutnya, sebelum benih disemai terlebih dahulu kemasan dibuka, diberi fungisida Derosol 60 Wp satu sendok dan Agrimycin setiap kemasan benih dan dikocok sampai merata, kemudian benih siap disemai.
Pemeliharaan bibit secara intensif
Selama bibit berada dalam rumah pembibitan, diharapkan untuk tetap mendapat pemeliharaan. “Untuk mendapatkan bibit siap tanam yang berkualitas baik, jadwal pembukaan dan penutupan sungkup, hendaknya dilakukan pada pagi hari bibit perlu mendapat sinar matahari, maka sungkup dibuka s/d jam 10.00 WIB, sungkup ditutupkan kembali saat panas mulai terik jam 10.00 – 16.00 WIB bila han hujan sungkup tetap ditutup untuk menghindari dari percikan air hujan,” jelasnya. Sedangkan pola penyiraman dilakukan setiap hari, penyiangan / Gulma dilakukan pada musim hujan, karena gulma mudah tumbuh, maka pembibitan perlu disiangi dengan cara mencabut gulma yang turnbuh pada areal pembibitan.
Untuk tahap pemupukan cukup menggunakan pupuk melalui daun (penyemprotan) dengan mempergunakan pupuk daun, berdosis 1 gram atau 1 ml/ltr air, selain itu dalam hal pengendalian H/P, ujar Rajimin, hama yang menyerang biasanya adalah ulat tanah ( Agrotis ipsilon). Hal itu terlihat dengan tanda-tandanya bibit mati terpotong, penyakit lainnya biasanya yang meyerang tanaman cabai berupa cendawan ( Pythium Aphanider Matum), untuk jenis ini tanda—tanda serangan batang mudah layu. Mengantisipasinya dapat dilakukan penyemprotan Insektisida yang digunakan Decis, Fungisida yang digunakan Dithane M.45 dosis 0,5 dan konsentrasi yang biasa dilakukan, pengendalian dilakukan sebaiknya 3 hari sebelum pindah tanam, terang Rajimin.
Pemasangan Mulsa Plastik Hitam Perak ( MPHP )
Sebelum MPHP dipasang untuk menutupi permukaan bedengan, terlebih dahulu dilakukan pemupukan pupuk buatan secara total sekaligus. Jenis dan dosis pupuk yang biasa digunakan untuk cabai hibrida adalah sebagai berikut :
Untuk praktisnya dapat menghitung pupuk per bedengan. Misalnya panjang bedengan 12 meter, jarak tanam 60 x 70 cm akan berisi 40 tanaman. Jadi, pupuk yang diperlukan sejumlah + 4 kg, yang terdiri atas perbandingan 3 ZA : 1 Urea : 2 TSP : 1,5 Kcl, dengan catatan tiap 100 kg pupuk campuran tadi ditambahkan 1 kg Borate dan 1,5 kg Furadan. Campuran pupuk buatan ini disebar merata sambil diaduk dan dibalikkan dengan tanah bedengan. Kemudian bedengan diratakan kembali sambil dirapihkan, dan setelah itu disiram air secukupnya agar pupuk dapat larut ke lapisan tanah. Pemasangan MPHP sebaiknya memperhatikan cuaca, yakni pada saat terik matahari antara pukul 14.00 – 16.00 agar plastik tersebut memanjang (memuai) dan menutup tanah serapat mungkin. Pemasangan MPHP minimal dilakukan oleh 2 orang. Caranya adalah : tariklah kedua ujung MPHP ke masing-masing ujung bedengan arah memanjang. Kemudian dikuatkan dengan pasak bilah bambu berbentuk “U” yang ditancapkan di setiap sisi bedengan. Berikutnya tarik pula lembar MPHP ke bagian sisi kiri kanan (lebar) bedengan hingga nampak rata menutup permukaan bedengan. Kuatkan dengan pasak bilah bambu pada setiap jarak 40 – 50 cm. Bedengan yang telah ditutup MPHP dibiarkan dulu selama + 5 hari agar pupuk buatan larut dalam tanah dan tidak membahayakan (toksis) bibit cabai yang ditanam.
Untuk menaikkan PH Tanah, sebaiknya dilakukan pengapuran tanah, dengan caranya, pada saat pengolahan tanah, diberikan kapur pertanian yang menggunakan, Kalsit/Kaptan CaCO3, Dalomite Ca Mg (CO) berdosis, 2 sampai 4 Ton/Ha atau 200-400 gram/m2.
Pemupukan bedengan, ujarnya, dilakukan pada saat pemasangan Mulsa Plastik Hitam Perak (MPHP) sebanyak 85% dan total pupuk yang akan diberikan. Pada musim hujan pemberian N jangan terlalu banyak akan menyebabkan batang tanaman cabai banyak mengandung air (sukulen), tanaman yang sukulen akan mudah terserang Hama / penyakit

Persiapan Media Tanam dalam Polybag

1. Siapkan polybag tempat penanaman yang berlubang kiri kanannya untuk pengaturan air.
2. Masukkan media tanam ke dalamnya berupa campuran tanah dengan pupuk kandang 2 : 1  sebanyak  1/3  volume  polybag.       Tambahkan  pestisida  sistemik  2-4  gr/tanaman  untuk  mematikan hama pengganggu dalam media tanah.
3. Masukkan campuran tanah dan pupuk kandang ke dalam polybag setinggi 1/3 nya.
4. Tambahkan pupuk buatan sebagai pupuk dasar yaitu 10 gr SP 36, 5 gr KCl dan 1/3 bagian  dari  campuran  10  gr Urea +  20       gr  ZA per  tanaman  (2/3 bagiannya untuk pupuk  susulan).  Biarkan  selama  3  hari ,  kemudian siram  dengan  larutan  pupuk       hayati  MiG -6 PLUS  dengan  dosis  10ml : 1 liter air.
Penanaman di Lapangan
• Siapkan bedengan yang dicampur dengan pupuk kandang
• Jika  pH  tanah  rendah  (4-5)  maka  lakukan  terlebih  dahulu  pengapuran.  Pengapuran  dilakukan  bersamaan  dengan      pembuatan  bedengan  sebarkan  kapur,  aduk  rata,  biarkan  selama 3 minggu.
• Semprotkan  larutan pupuk hayati MiG-6PLUS  merata  pada  permukaan  bedengan.  Tahap  ini  kebutuhan  pupuk  hayati    MiG – 6 PLUS  adalah  2  liter  per  hektar.
• Tutup bedengan dengan mulsa plastik.
• Gunakan kaleng yang diberi arang untuk melubanginya.
• Pindahkan hati-hati bibit ke dalam lubang tanam.
Penanaman
1. Pilih  bibit  cabe  yang  baik  yaitu  pertumbuhannya  tegar,  warna  daun  hijau,  tidak  cacat/terkena hama penyakit.
2. Tanam bibit tersebut di polybag penanaman. Wadah media bibit harus dibuka dulu sebelum  ditanam.  Hati-hati  supaya  tanah       yang  menggumpal  akar  tidak  lepas.  Bila  wadah  bibit  memakai  bumbungan  pisang  langsung  ditanam  karena  daun       tersebut akan hancur sendiri.  Tanam  bibit  bibit  tepat  di  bagian  tengah,  tambahkan  media  tanahnya  hingga  mencapai       sekitar  2  cm  bibir  polybag.
3. Padatkan  permukaan media  tanah  dan  siram  dengan  air  lalu  letakkan  di  tempat  terbuka  yang  terkena  sinar  matahari      langsung.
Penanaman
Waktu tanam yang paling baik adalah pagi atau sore hari, dan bibit cabai telah berumur 17 – 23 hari atau berdaun 2 – 4 helai. Sehari sebelum tanam, bedengan yang telah ditutup MPHP harus dibuatkan lubang tanam dulu. Jarak tanam untuk cabai merah hibrida adalah 60 x 70 cm atau 70 x 70 cm, sedangkan cabai paprika 50 x 70 cm atau 60 x 70 cm. Pembuatan lubang tanam dapat menggunakan alat bantu khusus yang terbuat dari potongan pipa besi diisi arang. Penggunaan alat ini dengan cara menempelkan ujung bawahnya pada MPHP sesuai dengan jarak tanam yang telah ditetapkan. Dengan cara demikian MPHP akan berlubang berupa bulatan-bulatan kecil berdiameter + 6 – 8 cm. Selain itu, dapat juga menggunakan alat bantu bekas kaleng susu yang salah satu permukaannya telah dipotong. Cara penggunaan kaleng bekas susu ini adalah : tutupkan pada calon lubang tanam yang telah ditetapkan, kemudian putarlah sambil ditekan alakadarnya, maka akan langsung terbentuk lubang kecil. Cara lain adalah menggunakan pisau silet atau pisau cutter dengan cara dikeratkan langsung pada MPHP berbentuk bulatan kecil. Bibit cabai hibrida yang siap dipindahtanamkan segera disiram dengan air bersih secukupnya. Kemudian bersama dengan polybagnya direndam dalam larutan fungisida sistemik atau bakterisida pada dosis 0,5 – 1,0 gram/liter air selama 15 – 30 menit untuk mencegah penularan hama dan penyakit. Setelah media semainya cukup kering, bibit cabai hibrida dikeluarkan dari polybag secara hati-hati. Caranya : ambil polybag berisi bibit sambil dibalikkan dan pangkal batang bibit cabai dijepit oleh jari telunjuk dan jari tengah. Bagian dasar polybag ditepuk-tepuk secara pelan dan hati-hati, maka bibit cabai akan keluar bersama akar dan medianya. Bibit cabai hibrida siap langsung ditanam pada lubang tanam yang tersedia.
Cara penanaman bibit cabai adalah : mula-mula sebagian tanah pada lubang tanam diangkat kira-kira seukuran media polybag; kemudian bibit dimasukkan sambil diurug tanah hingga dekat pangkal batangnya cukup padat. Bibit cabai hibrida yang disemai dalam polybag ini, begitu dipindahtanamkan langsung tumbuh (segar) tanpa mengalami kelayuan (stagnasi). Selesai tanam, segera disiram sampai tanahnya cukup basah.
PEMELIHARAAN TANAMAN
Kegiatan pokok pemeliharaan tanaman meliputi : pemasangan ajir (turus), penyiraman (pengairan), perempelan tunas dan bunga pertama, pemupukan tambahan (susulan), perempelan daun bawah di bawah cabang, pengendalian hama dan penyakit. Khusus untuk cabai paprika yang sifatnya peka terhadap sinar matahari yang terik diperlukan naungan beratap plastik bening (transparan). Pemasangan kerangka naungan ini bisa tunggal per bedengan, atau 2 bedengan bahkan tiap 4 bedengan; tergantung dari kepraktisan maupun ketersediaan bahan.
Tata cara pemasangan sungkup (naungan) untuk cabai paprika (atau cabai hibrida di musim hujan), pada prinsipnya adalah sebagai berikut :
a. Pasang tiang-tiang dari bambu gelondongan setinggi 50 – 80 cm di bagian pinggir bedengan; arahnya memanjang pada jarak tiap     3-4 meter.
b. Pasang bilah bambu yang bentuknya dilengkungkan setengah lingkaran setinggi 160 – 200 cm dari permukaan tanah. Caranya      adalah dengan memasukkan ujung bilah bambu ke dalam lubang bambu gelondongan yang letaknya berpasangan.
c. Hubungkan antara kerangka sungkup yang satu dengan yang lainnya dengan bilah bambu yang dipasang memanjang, kemudian      ikat dengan tali kawat, hingga akhirnya sungkup (kerangka) naungan siap dipasang atap plastik bening.
d. Pasang atap plastik bening, dan kuatkan dengan tali pengikat agar tidak mudah lepas oleh terpaan angin.
Kegiatan pemeliharaan tanaman untuk semua jenis atau varietas cabai hibrida umumnya meliputi :
Pemasangan ajir (turus)
Cabai hibirida umumnya berbuah lebat, sehingga untuk menopang pertumbuhan tanaman agar kuat dan kokoh serta tidak rebah perlu dipasang ajir (turus) dari bilah bambu setinggi 125 cm, lebar + 4 cm dan tebalnya + 2 cm. Ajir dipasang (ditancapkan) tegak tiap 3 tanaman cabai 1 ajir secara berjajar mengikuti arah panjang bedengan. Antara ajir dengan ajir lainnya dihubungkan dengan bilah bambu memanjang (gelagar) tepat pada ketinggian 80 cm dari permukaan tanah. Pemasangan ajir harus sedini mungkin, yakni pada saat tanaman belum berumur 1 bulan setelah pindah tanam. Hal ini untuk mencegah terjadinya kerusakan akar tanaman cabai sewaktu memasang (menancapkan) ajir. Khusus untuk cabai paprika, pemasangan ajir setiap tanaman 1 ajir.
Pengairan (Penyiraman)
Pada fase awal pertumbuhan atau saat tanaman cabai masih menyesuaikan diri terhadap lingkungan kebun (adaptasi), maka penyiraman perlu dilakukan secara rutin tiap hari, terutama di musim kemarau. Setelah tanaman tumbuh kuat dan perakarannya dalam, pengairan berikutnya dilakukan dengan cara dileb setiap 3 – 4 hari sekali. Pengeleban ini airnya cukup sampai batas antara tanah bagian bawah dengan ujung MPHP. Setelah tanah bedengan basah, airnya segera dibuang kembali melalui saluran pembuangan. Tanah yang becek atau menggenang akan memudahkan tanaman terserang penyakit layu. Di lahan tertentu yang tidak mungkin melakukan pengairan dengan cara dileb, dapat menggunakan teknik kocoran melalui selang yang dialirkan di antara 4 tanaman. Ujung selang dimasukkan ke dalam lubang MPHP di tengah-tengah bedengan. Tanaman cabai hibrida di bawah 40 hari, memerlukan pengairan yang intensif dan rutin. Sedangkan tanaman yang sudah produktif (berbuah) tidak mutlak memerlukan air banyak. Tetapi yang terpenting adalah menjaga agar tanah tidak kekeringan.
Perempelan
Cabai hibrida umumnya bertunas banyak yang tumbuh dari ketiak-ketiak daun. Tunas ini tidak produktif dan akan mengganggu pertumbuhan secara optimal. Oleh karena itu, perlu dilakukan perempelan (pembuangan) tunas samping.
Perempelan tunas samping dilakukan pada tanaman cabai hibrida yang berumur antara 7 – 20 hari. Semua tunas samping dibuang agar tanaman tumbuh kuat dan kokoh. Saat terbentuk cabang, maka perempelan tunas dihentikan. Biasanya perempelan tunas ini dilakukan 2 – 3 kali. Tanpa perempelan tunas samping, pertumbuhan tanaman cabai akan lambat.
Ketika tanaman cabai mengeluarkan bunga pertama dari sela-sela percabangan pertama, maka bunga ini pun harus dirempel. Tujuan perempelan bunga perdana ini adalah untuk merangsang pertumbuhan tunas-tunas dan percabangan di atasnya yang lebih banyak dan produktif menghasilkan buah yang lebat. Kelak tanaman cabai hibrida yang sudah berumur 75 – 80 hari biasanya sudah membentuk percabangan yang optimal. Daun-daun tua yang ada di bawah cabang dapat dirempel, terutama daun yang terserang hama dan penyakit. Daun tua tersebut sudah tidak produktif lagi, bahkan seringkali menjadi sumber penularan hama dan penyakit. Perempelan daun-daun tua ini jangan terlalu awal, sebab pertumbuhan cabang daun belum optimal. Kesalahan perempelan daun tua, justru berakibat fatal, yakni menyebabkan tanaman cabai tumbuh merana dan produksinya menurun.
Pemupukan Tambahan (susulan)
Sekalipun tanaman cabai hibrida sudah dipupuk total pada saat akan memasang MPHP, namun untuk menyuburkan pertumbuhan yang prima dapat diberi pupuk tambahan (susulan). Jenis pupuk yang digunakan pada fase pertumbuhan vegetatif aktif (daun dan tunas) adalah pupuk daun yang kandungan Nitrogennya tinggi, misalnya Multimicro dan Complesal cair. Interval penyemprotan pupuk daun antara 10 – 14 hari sekali, dengan dosis atau konsentrasi yang tertera pada labelnya (kemasan) pupuk daun tersebut. Pada fase pertumbuhan bunga dan buah (generatif), masih perlu pemberian pupuk daun yang mengandung unsur Phospor dan Kaliumnya tinggi, misalnya Complesal merah, Kemira merah ataupun Growmore Kalsium. Untuk memacu pertumbuhan bunga dan buah, tanaman cabai yang berumur 50 hari dapat dipupuk susulan berupa NPK atau campuran ZA, Urea, TSP, Kcl, (1 : 1 : 1 : 1) sebanyak + 4 sendok makan. Cara pemberiannya adalah dengan melubangi MPHP diantara 4 tanaman. Kemudian pupuk dimasukkan melalui lubang tersebut sambil diaduk-aduk dengan tanah dan langsung disiram air bersih agar cepat larut dan meresap ke dalam tanah. Pemupukan susulan berikutnya masih diperlukan, terutama bila kondisi pertumbuhan tanaman cabai kurang memuaskan atau karena terserang hama dan penyakit. Jenis dan dosis pupuk yang digunakan adalah NPK sebanyak 4-5 kg yang dilarutkan dalam 200 liter air (1 drum). Pemberiannya adalah dengan cara dikocorkan pada setiap tanaman sebanyak 300 – 500 cc atau tergantung kebutuhan. Cara pengocoran dapat dilakukandengan alat bantu corong atau selang sepanjang 0,5 – 1,0 m dimasukkan ke dalam lubang MPHP dekat pangkal batang tanaman cabai. Pengocoran pupuk larutan ini dapat dilakukan setiap dua minggu sekali. Varietas cabai hibrida umumnya bisa berbuah cukup lama, sehingga dapat dipanen beberapa kali (12 – 14 kali), terutama pada hibrida Hot Beauty dan Hero. Setiap kali selesai panen perlu dipupuk susulan untuk mempertahankan produktivitas buah. Jenis dan dosis pupuknya adalah berupa NPK atau campuran ZA, Urea, TSP, KCl, (1 : 1 : 1 : 1) sebanyak 2 sendok per tanaman yang diberikan di antara 2 tanaman cabai bagian kiri dan kanan. Pada kondisi pertumbuhan tanaman cabai cukup bagus, pemberian pupuk susulan ini cukup sebulan sekali. Pemupukan Nitrogen pada cabai hibrida dianjurkan 2 macam sumber N, yaitu ZA san Urea. Pupuk ZA selain mengandung unsur Nitrogen, juga kaya akan unsur Belerang (S) yang diperlukan untuk pertumbuhan cabai hibrida secara optimal.
Pemeliharaan Penyiraman
Lakukan penyiraman secukupnya untuk menjaga kelembaban media tanah.
Pemupukan
Lakukan pemupukan susulan :
• Pupuk Kimia
Umur 30 hari setelah  tanam  : 5 gr Kcl per  tanaman. Umur 30 dan 60 hari Setelah  tanam  :  masing-masing  1/3  bagian  dari     sisa  campuran  Urea  dan  ZA  pada  pemupukan dasar.
• Pupuk hayati MiG-6PLUS
Pengulangan  pemberian  pupuk  hayati  MiG-6PLUS  pada  masa  pemeliharaan  adalah  setiap  3  minggu  sekali  dengan     dosis  yang   di  anjurkan  adalah  2  liter MiG-6PLUS   per  hektar.
Perompesan
Perompesan adalah pembuangan cabang daun di bawah cabang utama dan buang  bunga yang pertama kali muncul.
Pengendalian hama,penyakit,dan gulma

BUDIDAYA CABE ( CABE MERAH DAN CABE RAWIT ) Capsicum sp

Cabai atau cabe merah atau lombok (bahasa Jawa) adalah buah dan tumbuhan anggota genus Capsicum. Buahnya dapat digolongkan sebagai sayuran maupun bumbu, tergantung bagaimana digunakan. Sebagai bumbu, buah cabai yang pedas sangat populer di Asia Tenggara sebagai penguat rasa makanan.

Cabe merupakan tanaman perdu dari famili terong-terongan yang memiliki nama ilmiah Capsicum sp. Cabe berasal dari benua Amerika tepatnya daerah Peru dan menyebar ke negara-negara benua Amerika, Eropa dan Asia termasuk Negara Indonesia.
  Tanaman cabe banyak ragam tipe pertumbuhan dan bentuk buahnya. 
Diperkirakan terdapat 20 spesies yang sebagian besar hidup di Negara asalnya. Masyarakat pada umumnya hanya mengenal beberapa jenis saja, yakni Cabe besar, cabe keriting, cabe rawit dan paprika.
Secara umum cabe memiliki banyak kandungan gizi dan vitamin. Diantaranya Kalori, Protein, Lemak, Kabohidarat, Kalsium, Vitamin A, B1 dan Vitamin C.
Selain digunakan untuk keperluan rumah tangga, cabe juga dapat digunakan untuk keperluan industri diantaranya, Industri bumbu masakan, industri makanan dan industri obat-obatan atau jamu.

Dewasa ini bertani cabai hibrida sistem mulsa plastik hitam perak (MPHP) banyak dipraktekkan pada cabai Hot Beauty, Hero, Long Chili, Ever-Flavor dan cabai Paprika. Dimungkinkan pula pada usahatani cabai keriting hibrida maupun cabai kecil (rawit, cengek) hibrida. Alasan utama sistem MPHP digunakan pada cabai-cabai hibrida adalah untuk mengimbangi biaya pengadaan MPHP dari peningkatan hasil cabai yang lebih tinggi daripada cabai biasa, sehingga secara ekonomis menguntungkan. Budidaya cabai hibrida dengan sistem MPHP merupakan perbaikan kultur teknik ke arah yang intensif. Pada umumnya sistem budidaya cabai di sentra-sentra produksi cabai masih menggunakan benih lokal dan populasi tanaman per hektarnya tinggi. Populasi yang sangat rapat ini dapat mengakibatkan penangkapan sinar matahari setiap tanaman berkurang dan kelembaban udara di sekitar kebun menjadi tinggi. Kelembaban yang tinggi seringkali dapat meningkatkan serangan hama dan penyakit. Perbaikan kultur teknik budidaya cabai secara intensif untuk meningkatkan produksi maupun kualitas hasil, diantaranya adalah penggunaan benih unggul dari varietas hibrida yang bermutu tinggi, penerapan MPHP, pemupukan berimbang, pengendalian hama dan penyakit, serta cara-cara lain yang khas seperti pemasangan turus dan perempelan tunas ataupun daun.

Manfaat Cabe

Cabai merah Besar (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu jenis sayuran yang memilki nilai ekonomi yanng tinggi. Cabai mengandung berbagai macam senyawa yang berguna bagi kesehatan manusia.
[1]. Sun et al. (2007) melaporkan cabai mengandung antioksidan yang berfungsi untuk menjaga tubuh dari serangan radikal bebas. Kandungan terbesar antioksidan ini adalah pada cabai hijau.
Cabai juga mengandung Lasparaginase dan Capsaicin yang berperan sebagai zat anti kanker (Kilham 2006; Bano & Sivaramakrishnan 1980). Cabai (Capsicum annum L) merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia karena memiliki harga jual yang tinggi
[2] dan memiliki beberapa manfaat kesehatan yang salah satunya adalah zat capsaicin yang berfungsi dalam mengendalikan penyakit kanker.
Cabe  (Capsicum  Annum  varlongum) merupakan  salah  satu  komoditas  hortikultura  yang memiliki  nilai  ekonomi  penting  di  Indonesia. Tingginya harga jual dan beli cabai merah besar( Capsium annum Var Longum) beberapa tahun terakhir yang sampai pada kisaran Rp 20 ribu – Rp 40 ribu pada bulan Juli – Agustus tahun 2010, menyebabkan tanaman tersebut masuk dalam agenda pembicaraan nasional.
Betapa tidak! Dimusim hujan, harga cabai cenderung melambung, dengan pengelolaan tanaman secara tradisionil sulit diharapkan hasilnya yang optimal, sebab pada musim hujan serangan hama dan penyakit sangat hebat dan resiko kebanjiran, ternyata selain itu, Cabai ternyata mampu sebagai penyebab tingginya laju inflasi nasional tersebut, mununjukkan bahwa cabai benar-benar merupakan komoditas sayuran yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, permintaan akan cabai oleh industri dari hari ke hari terus meningkat, seiring dengan makin maraknya industri pengolahan bahan makanan menggunakan cabai sebagai bahan baku utamanya, misalkan sambal, saus, dan mie instan.
Demikian dikatakan H Nukman Harahap, Kepala kantor Informasi penyuluhan pertanian(KIPP) Labuhanbatu, melalui Rajimin dan Makmur Sentosa Rambe, Kelompok Jabatan fungsional(KJF) KIPP Labuhanbatu, Senin(3/9) di kantornya di kawasan jalan HM Said, Rantauprapat.
Budidaya tanaman cabai, menurutnya sangat menjanjikan dalam nilai ekonomi, sebab, potensi pasar yang kian cerah juga ditopang oleh kian mudahnya dalam membudidayakannya, seiring terus dilakukannya penelitian-penelitian dalam pengembangannya. “KIPP sendiri telah banyak melakukan ujicoba penanaman berbagai jenis cabai di beberapa tempat di Labuhanbatu, serta dari pengalaman tersebut kepada masyarakat yang membutuhkan informasi dapat memperolehnya di KIPP. Karena, KIPP sendiri sebagai wahana yang bertujuan meningkatkan SDM para petani/kebun dan nelayan dalam menguasai teknologi pertanian,” urainya.
Banyak pilihan varietas cabai apabila hendak membudidayakan komoditi tersebut, pasalnya, ada beberapa varietas cabai, seperti varietas lokal yakni Tit Super Lv, merupakan cabai dataran rendah yang cocok ditanam sepanjang tahun pada musim hujan. Panjang buahnya mencapai 12-14 cm, diameter 1,5 cm dan umur panen adalah 90 hari setelah semai. Produksinya mencapai 20 ton perhektar. “Kemudian jenis keriting lokal yang tahan tanam dimusim hujan antara lain, varietas lokal daerah Kudus, Rembang, Lampung, sumatera Barat, Karo, Garut dan varietas lokal daerah yang benihnya telah diseleksi oleh perusahaan benih, seperti jenis Laris yang dapat ditanam pada ketinggian 0-700 mdpl(meter dari permukaan laut), dimana panjang buahnya mencapai 16-18 cm dan rasanya sangat pedas, produksinya 18 ton perhektar. Selain itu varietas cabai jenis Cemeti yang dinilai sangat tahan terhadap penyakit, sesuai ditanam dimusim hujan.Bentuk buahnya panjang, dapat dipanen pada umur 65-85 hari setelah tanam, produksinya perhektar mencapai 16-18 ton,” ujarnya.
Kalaupun hendak mempergunakan varietas lainnya, tersedia jenis unggul/hibrida yang terdiri dari Hot Beauty(457), varietas ini tahan terhadap penyakit dimusim hujan, panjang buah 13 cm, diameter 1,4 cm, berat rata-rata buah 7,5 gram, dipanen pada umur 75 hari setelah tanam didataran rendah, untuk dataran tinggi panen mencapai 90-100 hari. “Jenis cabai Hybrid TM-999 yang berasal dari Hungnong, Korea dapat terus menerus berbunga sehingga dapat dipanen dalam jangka panjang, denga ukuran buah panjang 12,5 cm dengan berat buah 5-6 gram, dipanen pada umumnya 90 hari setelah tanam untuk dataran rendah dan 105 hari pada dataran tinggi, dengan hasil tanaman 0,8-1,2 kilogram perpohon,” imbuhnya.
Jenis lainnya, yakni Maraton, dapat ditanam pada ketinggian 0-800 mdpl. Tahan terhadap penyakit layu Pseudomonas, patek/antraknosa dan bercak daun bakteri, baik ditanam pada musim hujan dengan berat buah 12,5-14,3 gram. Umur dapat dipanen 70-75 hari setelah tanam.uksi 1-1,5 kg/tanaman atau 18-27 ton/Ha. “Selain itu juga ada jenis CTH-01, Home Flavor, Kunthi dan Taro.
Dalam memilih lokasi ideal penanaman cabai, KIPP Labuhanbatu, ujar Rajimin akan memberi juklak dan juknis yang tepat bagi para petani yang ingin berbudidaya cabai. “Lokasi penanam merupakan unsur terpenting dan strategis dalam menentukan kesuksesan usaha bertanam cabai,” tegasnya.
Maka, pedoman awal yang dapat dijelaskan, akunya, agar menghindari lokasi bekas lahan tanaman solanaceae. Idealnya, dipilih bekas tanaman padi, malah bukan bekas tanaman cabai atau bekas tanaman famili solanaceae , seperti tomat, kentang, terong dan sebagainya. Untuk itu, usahakan lokasi mendapat penyinaran matahari optimal. “Bertanam cabai jangan sampai terlindung oleh pohon besar dan jangan ditempat yang tergenang air,” tuturnya. Serta hindari tanah liat dan masam, dengan PH tanah(derajat keasaman yang dikehendaki berkisar 5,5-6,3, sedangkan PH optimal 6,0-6,5. Tanaman cabai dapat tumbuh pada ketinggian 0-1200 mdpl, namun yang terbaik pilih ketinggian 200-600 mdpl.

Tips Pemeliharaan Ikan Arwana

Ikan arwana atau Arwana Asia (Scleropages formosus) adalah salah satu ikan paling favorit di dunia. Dengan ketahanan fisik yang kuat, harga yang mahal dan pecinta yang tersebar dimana-mana, menjadikan arwana menjadi ikan legenda.

Arwana termasuk famili ikan karuhun, yaitu Osteoglasidae atau famili ikan bony-tongue (lidah bertulang), karena bagian dasar mulutnya berupa tulang yang berfungsi sebagai gigi.

Arwana memiki berbagai julukan, seperti: Ikan Naga (Dragon Fish), Barramundi, Saratoga, PlaTapad, Kelesa, Siluk, Kayangan, Peyang, Tangkelese, Aruwana, atau Arowana, tergantung dari tempatnya.

Ikan arwana juga tidak luput dari komoditi bisnis. Banyak pecinta arwana yang berinvestasi dengan cara membeli arwana ketika masih kecil dan menjualnya ketika sudah besar dengan keuntungan hingga 10X lipat hanya dalam waktu 1 tahun.

Apalagi pada dasarnya Arwana adalah ikan yang kuat. Ia tidak memiliki masalah jika tidak diberi makan selama 1 minggu. Bahkan mungkin ikan ini bisa kuat puasa hingga 2 minggu.

Berikut tips pemeliharaan ikan arwana :

1. Jika anda membeli arwana dimana tempat pembelian jauh dari tokonya, maka jangan langsung memasukkan arwana langsung pada akuarium. Taruh arwana bersama plastiknya (plastik jangan dibuka dulu) pada aquarium anda. Ini untuk mengadaptasikan arwana setelah perjalanan jauh.

2. Ketika membuka bungkus plastik ikan arwana, jangan memaksanya keluar dari plastik. Tapi biarkan ia keluar dengan sendirinya dari plastik. Baru jika ikan sudah keluar, anda dapat mengambil plastik tersebut. Hal ini agar arwana bisa beradaptasi dengan sendirinya dengan lingkungan barunya.

3. Jangan memberi batu atau karang dalam aquarium. Sebab, karang dapat membuat sisik ikan arwana menjadi luka tergores. Sedangkan batu dapat membuat arwana kesulitan ketika anda memberi makan ikan kecil. Ikan kecil dapat lari dan bersembunyi dibawah batu-batu tersebut.

4. Beri variasi makanan.
Menu utama ikan arwana dalam akuarium adalah kelabang. Tapi, jangan terus- menerus diberi kelabang, sebaiknya divariasi déngan makanan lain. contohnya: udang, kecoa, katak, lipan, kadal, maupun jangkrik. Jangkrik untuk memberikan gizi pada arwana.

Jika arwana masih kecil, maka ambil kaki jangkrik supaya tidak melukai. Kelabang dapat memberikan kecerahan warna merah. Dan udang juga direkomendasikan karena memberikan protein bagi arwana.

5. Perhatikan peralatan akuarium
Berhasil tidaknya akuarium menjadi tempat yang nyaman bagi ikan arwana, sungguh dipengaruhi oleh kelengkapan sarana pendukungnya. Jika anda terlanjur mencintai arwana dalam akuarium, cukuplah rajin melakukan perawatan. Sehingga, penampilan arwana dalam akuarium tampak sehat, segar, dan menyenangkan.

6. Pengontrolan dan pergantian air
Setiap hari diwajibkan mengontrol suhu dan ph air. Adapun suhu air ideal bagi ikan arwana sekitar 25-27 derajat celcius. Jika suhu air dingin, segera nyalakan heater hingga suhu air sesuai kebutuhan. Sedangkan ph yang dikehendaki sekitar 6-8,5.

Andaikata ph terlalu rendah, maka tambahkan kapur ke dalam akuarium. Selain itu, sanitasi air perlu diperhatikan pula, silakan mengobati air akuarium déngan malachite green, déngan frekuensi 3 minggu sekali. Air akuarium juga perlu diganti, dengan cara :

– Pergantian air secara reguler setiap 2 hari sekali dengan volume 10% dari seluruh volume air akuarium,

– Total pergantian air dilakukan setiap 3 bulan sekali. jika anda menggunakan air pam, sebaiknya dibiarkan 24 jam terlebih dahulu agar kandungan khlor mengendap, dan setelah itu bisa dimasukkan ke dalam akuarium.

Sumber : http://pemijahanikan.blogspot.com/2011/01/ikan-arwana.html

PENGATURAN SUHU TUBUH PADA HEWAN

Semua jenis hewan memperoleh panas dari lingkungan dan melepaskannya kembali ke lingkungan, disamping mereka sendiri dapat menghasilkan panas sendiri dari dalam tubuhnya sebagai akibat dari aktifitas metabolism tubuh. Panas dari kedua asal atau peristiwa ini (dari dalam dan dari luar tubuh hewan tersebut) pada dasarnya merupakan sumber bagi kemampuan untuk mengatur suhu tubuhnya, yang selanjutnya akan berakibat pada perilaku metabolism, perilaku gerak dan kelangsungan hewan tersebut.
Berdasarkan karakterisitk temperature suhu tubuh yang dihasilkan hewan dan dipengaruhi tidaknya suhu tubuh oleh lingkungan, dikenal sebagai empat istilah sebagai berikut:
1.    Echtotermic; hewan-hewan yang menyerdiakan suhu tubuhnya dari luar.
2.    Endotermic; Hewan-hewan yang menyediakan panad tubuh dari dalam tubuhnya sendiri.
3.    Homeotermic; Hewan-hewan yang suhu tubuhnya constant.
4.    Poikilotermic; Hewan-hewan yang suhu tubuhnya fluktuatif mengikuti suhu lingkungan.
Semua bangsa reptile termasuk kedalam kelompok ectothermic, sedangkan ikan di laut dlam termasuk kedalam hewan yang ectothermic-homoithermic yang berarti bahwa panas tubuhnya berasal dari luar tubuhnya (dari lingkungannya) akan tetapi suhu tubuh constant.
Reptil merupakan hewan yang echothermic –poikiloterms karena tubuh mereka sangat dipengaruhi oleh temperature lingkungan, akan tetapi suhu tubuh reptile juga dipengaruhi oleh tingkah lakunya. Mereka akan berjemur di bawah matahari untuk menghangatkan tubuhnya, atau mencari tempat yang teduh untuk menghindari Overheating (Panas yang berlebihan)
Decodon (nenek moyang kadal) adalah ecotermic, sebagai kadal, mereka termasuk hewan ecothermic. Buaya dan burung berbeda responnya dalam hal suhu tubuh, termasuk echotermic karena termasuk reptile.
Hewan echoterms mengandalkan sebagaian besar panas dari sumber eksternal, mengadopsi strategi yang jauh berbeda pada saat dingin. Hewan Ecothermic hanya mempunyai sedikit atau tidak memiliki isolator/penyekat badan yang berfungsi untuk menjaga kehilangan panas. Hal ini sangat menolong untuk memperkuat masukan panas dari lingkungan, akan tetapi karena keadaan seperti ini, hewan ecotherms mempunyai kesulitan dalam mengatasi suhu dingin. Tanpa kemampuan untuk mencegah panas yang keluar karena udara dingin, hewan ecothermic harus mampu mentoleransi pembekuan atau untuk bisa tinggal di dalam lingkungan yang tidak membekukan badan mereka.
Binatang yang toleran seperti pembekuan seperti kodok kayu, bisa mempertahankan pembekuan (Kristalisasi) sampai dengan 65 persen dari cairan tubuh mereka. Binatang yang toleran pembekuan mencakup banyak iakn kutub, menghindari pembekuan dengan berbekal campuran bahan anti beku didalam cairan plasma mereka untuk mengurangi pembekuan terjadi terhadap jaringan tubuh mereka.
Endoterms memelihara temperature internal tetap tinggi melalui pembentukan metabolism panas. Di dalam udara dingin, aktifitas otot ditingkatkan melalui menggigil atau dengan bergerak untuk meningkatkan produksi panas tubuh.
Beberapa hewan endotermis, seperti rubah kutub adalah jenis hewan spesialis udara dingin. Strategi mereka yang paling jelas nyata adalah melawan dingin dengan menggunakan isolasi/penyekatan yang disediakan oleh satu lapisan bulu tebal. Ikan hiu adalah binatang air yang mengandalakan sebagian besar lemak untuk mengisolasi/menyekat tubuhnya dari pengaruh suhu tubuh dari pengaruh suhu luar ketika berada dalam air.
Strategi untuk mengurangi laju metabolism dan temperature badan akibat udara dingin harus dilakukan hewan untuk megatur pengurangan temperature badan karena perbedaan temperature antara hewan dengan udara sehingga mengurangi kerugian akibat kekurangan panas. Banyak hewan mempertahankan dingin dan sangat dingin di malam hari melalui gerakan yang lambat. Binatang yang lain seperti marmot justru mengambil strategi yang jauh lebih drastic. Mereka tertidur saat musim dingin selama bulan dingin membiarkan temperature badan mereka turun beberapa derajat. Ada anggapan popular yang keliru bahwa beruang tidak tidur sebagai hibernator aktifitas ini hanya mungkin terjadi pada saat tidur.
Manusia bersama-sama dengan mamalia lain dan burung, termasuk kedalam kelompok endotermic. Kelompok ini dapat memelihara suhu tubuh secara relative constant (tetap) terbebas dari suhu temperature lingkungan.
Sumber : Sukarsono. 2009. Ekologi Hewan. Umm Press.

cara pencegahan dan penanganan penyakit kolera

Dalam penanganan sebuah penyakit harus tepat penanganannya. Karena jika salah penanganan bukan semakin baik justru akan semakin memperparah keadaan. Dan agar penyakit tidak muncul lagi maka kita harus mencegahnya. Berikut adalah cara mencegah dan menangani penyakit kolera.
 Pencegahan Penyakit kolera
Cara pencegahan dan memutuskan tali penularan penyakit kolera adalah dengan prinsip sanitasi lingkungan, terutama kebersihan air dan pembuangan kotoran (feaces) pada tempatnya yang memenuhi standar lingkungan. Lainnya ialah meminum air yang sudah dimasak terlebih dahulu, cuci tangan dengan bersih sebelum makan memakai sabun/antiseptik, cuci sayuran dangan air bersih terutama sayuran yang dimakan mentah (lalapan), hindari memakan ikan dan kerang yang dimasak setengah matang.

  Penanganan dan Pengobatan Penyakit Kolera
Penderita yang mengalami penyakit kolera harus segera mandapatkan penaganan segera, yaitu dengan memberikan pengganti cairan tubuh yang hilang sebagai langkah awal. Pemberian cairan dengan cara Infus/Drip adalah yang paling tepat bagi penderita yang banyak kehilangan cairan baik melalui diare atau muntah. Selanjutnya adalah pengobatan terhadap infeksi yang terjadi, yaitu dengan pemberian antibiotik/antimikrobial seperti Tetrasiklin, Doxycycline atau golongan Vibramicyn. Pengobatan antibiotik ini dalam waktu 48 jam dapat menghentikan diare yang terjadi.

Pada kondisi tertentu, terutama diwilayah yang terserang wabah penyakit kolera pemberian makanan/cairan dilakukan dengan jalan memasukkan selang dari hidung ke lambung (sonde). Sebanyak 50% kasus kolera yang tergolang berat tidak dapat diatasi (meninggal dunia), sedangkan sejumlah 1% penderita kolera yang mendapat penanganan kurang adekuat meninggal dunia. (massachusetts medical society, 2007 : Getting Serious about Cholera).


Bila dalam anggota keluarga ada yang terkena kolera, sebaiknya diisolasi dan secepatnya mendapatkan pengobatan. Benda yang tercemar muntahan atau tinja penderita harus di sterilisasi, searangga lalat (vektor) penular lainnya segera diberantas. Pemberian vaksinasi kolera dapat melindungi orang yang kontak langsung dengan penderita.
Semoga bermanfaat bagi yang memebacanya.

cara Menganti Minyak Rem Cakram Motor

Perawatan mesin speda motor sangatlah penting, terutama komponen-komponen yang merupakan kelengkapan untuk keselamatan berkendara. Rem ini salah satu komponen yang vital karena motor kita berhenti dengan rem kan, jadi penting.  Setiap bulannya rem cakram ini harus diperiksa kondisinya agar rem tetap berfungsi dengan baik.Berikut akan saya berikan cara bagaimana mengganti minyak rem cakram, silahkan dibaca yah clubon sekalian :

1. Persiapkan peralatan-peralatan sbb :
Obeng kembang ukuran sedang – untuk membuka tutup master rem
Gayung yang berisi air secukupnya – tempat air bersih untuk membersihkan minyak rem
Lap yang dicelupkan ke air – untuk membersihkan minyak rem apabila tumpah
Selang kecil transparan – memeriksa udara palsu dari selang rem cakram
Minyak rem Dot3/Dot4

2. Langkah pertama buka master rem dengan obeng kembang

3. Masukkan minyak rem ke dalam master rem secara perlahan-lahan

4. Pasangkan selang pada nipel kaliper rem cakram

5. Pompa handle rem secara kontinyu sampai terasa keras

6. Tahan handle rem lalu buka/kendorkan nipel kaliper perlahan sampai ada minyak rem dan gelembung udara yang keluar, lalu keraskan lagi nipelnya

7. Lakukan langkah 5 dan 6 sampai gelembung pada selang sudah hilang dan jarak main handle rem ± 2 – 3 Cm, tambahkan minyak rem apabila kapasitasnya berkurang.

8. Dalam melakukan langkah diatas harus secara perlahan-lahan atau hati-hati, jangan sampai minyak rem mengenai bagian sepeda motor yang terbuat dari bahan plastik yang di cat, karena sebab apabila terkena bahan tersebut, maka akan merusak bahan dan catnya.

9. Apabila terjadi kecelakaan/ minyak rem tumpah, maka dengan segera lap dengan menggunakan kain yang sudah di celupkan ke dalam air, dan bersihkan minyak rem dari permukaan sampai bersih

10. Setelah hasilnya maksimal, tutup kembali master rem dan cek kembali kekerasan baut-baut master rem dan nipel pada kaliper rem.

11. Test kendaraan Anda dan test rem saat mengendarai motor An

Semoga bermanfaat bagi yang membacanya.

Entrepreneur Berbeda dari Manajer atau Teknisi

Views :949 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 25 Januari 2012 13:57
entrepreneur-soloMichael E. Gerber menulis sebuah buku berjudul “The E-Myth: Why Most Businesses Don’t Work and What to Do About It”, yang di dalamnya ia dengan gamblang menjelaskan perbedaan antara 3 jenis orang dalam sebuah usaha rintisan atau usaha berskala kecil menengah:

Si entrepreneur
Jenis pertama ini mendirikan sebuah bisnis yang bisa berjalan dengan atau tanpa kehadiran fisiknya. Orang seperti ini memiliki pandangan dan visi-visi cemerlang yag membuat sebuah bisnis menjadi unik dengan menambahkan tujuan dan arah ke dalam bisnis. Perspektif yang menjangkau jauh ke depan dari seorang entrepreneur memungkinkannya utnuk mengantisipasi perubahan dan kebutuhan di pasar dan untuk menggerakkan aktivitas untuk memanfaatkan perubahan dan kebutuhan yang ada tersebut.


Si manajer
Seorang manajer menghasilkan melalui para pegawainya dengan mengembangkan dan mengimplementasikan sistem yang efektif dan dengan berinteraksi dengan pegawai , meningkatkan kepercayaan dirinya dan kemampuannya untuk menghasilkan prestasi yang baik. Manajer bisa mengaktualisasikan visi seorang entrepreneur dengan menggunakan perencanaan, impelementasi dan analisis.

Si teknisi
Seorang teknisi mengerjakan tugas tertentu menurut sistem dan manajemen standar yang sudah dikembangkan. Teknisi seperti ini dalam kondisi terbaik perusahaan tidak hanya menyelesaikan tugasnya tetapi juga memberikan masukan kepada pengawasnya mengenai perbaikan sistem dan standar tersebut.

Memahami definisi-definisi di atas sangatlah penting, apalagi jika Anda seorang entrepreneur. Karena Gerber bahwa sebenarnya banyak bisnis kecil menengah yang tidak bekerja, tetapi justru si pemilik yang bekerja. Dengan kata lain, ia yakin bawha pemili usaha kecil menengah sekarng ini banyak yang bekerja terlalu keras pada satu pekerjaan yang ia ciptakan untuk dirinya sendiri daripada bekerja untuk menciptakan bisnis. Maka dari itu, sebagian besar UKM gagal karena si pemilik memiliki karakter yang lebih mendekati seorang teknisi, bukan entrepreneur. Dengan bekerja sebagai teknisi, pemilik UKM menyadari dirinya hanya akan mendapatkan sedikit imbalan untuk usaha yang begitu banyak dan pada akhirnya menurut Gerber, bisnis pun gagal total.

Ada opini yang berkembang luas bahwa para pemilik UKM kini mayoritas tidak bisa disebut sebagai entrepreneur karena mereka tidak menciptakan  bisnis. Mereka hanya teknisi yang menciptakan pekerjaan bagi dirinya sendiri.

Solusinya? Solusi masalah ini terletak pada tekad si pemilik UKM untuk memulai berpikir dan bertindak seperti seorang entrepreneur sejati. Mereka harus membayangkan bagaimana bisnis akan berjalan tanpa kehadiran mereka setiap hari di kantor atau pabrik. Dengan kata lain, si pemilik UKM harus mulai mengerjakan bisnisnya di samping bekerja di dalamnya. Ia harus mengoptimalkan kapasitas perushaaan melalui pengembangan sistem dan implementasinya. Kuncinya ialah bahwa seseorang harus mengembangkan sebuah “perspektif entrepreneurial”. (sumber: diadaptasi dari Michael E. Gerber, “The E-Myth Revisited: Why Most Business Don’t Work and What to Do About It”)

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/pendidikan/serba-serbi/165-entrepreneurship/14622-entrepreneur-berbeda-dari-manajer-atau-teknisi.html

Bunga fuchsia SI CANTIK YANG BERAGAM WARNA

Di Indonesia, jika kita menyebut nama bunga fuchsia, mungkin tidak banyak orang yang tahu. Masyarakat Indonesia lebih mengenal bunga cantik yang satu ini dengan nama Kembang Anting-anting. Penyebutan ini bermula dari posisi bunga fuchsia yang menggantung dari dahannya, mirip dengan anting-anting.
Fuchsia termasuk tanaman perdu (membentuk semak). Layaknya tanaman tropis pada umumnya, ia juga selalu hijau sepanjang tahun (evergreen).Fuchsia merupakan salah satu jenis tanaman bunga yang paling banyak ragam dan warnanya. Di beberapa daerah, seperti di Indonesia, jenis fuchsia hibrida lebih banyak ditemui.
Bunga fuchsia yang dapat dilihat di foto ini berjenis Fuchsia Madeleine Sweeney, salah satu jenis fuchsia hibrida. Meski memiliki banyak variasi warna, pada umumnya bunga fuchsia berwarna merah, putih, merah muda, ungu, atau paduan warna-warna tersebut.
Menanam fuchsia bisa jadi pilihan tepat untuk mempercantik taman. Fuchsiamembutuhkan media tanam yang lembap dengan drainase yang baik. Meski menyukai sinar matahari, namun sebaiknya hindarkan fuchsia dari sinar matahari siang, yang terlalu panas.
Sempatkan melakukan pemangkasan, setiap kali usai berbunga. Pemangkasan berguna untuk merapikan bentuknya. Selain itu, juga membuat fuchsia lebih produktif berbunga. Untuk memperbanyak, bisa menggunakan benih atau dengan metode cangkok.

Budidaya padi Ciherang

Kragan-Pada musim tanam tahun ini, kelompok tani Sido Makmur desa Karang anyar kecamatan Kragan, menanam padi jenis Ciherang, di lahan seluas 35 hektar. Benih padi yang di tanam merupakan bantuan dari Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) padi tahun 20012 yang setiap hektarnya mendapat bantuan benih sebanyak 25 kilogram.


Ketua kelompok tani Sido Makmur Nardi menjelaskan, dipilihnya jenis padi Ciherang karena padi tersebut mempunyai keunggulan tahan terhadap hama penyakit, cocok ditanam pada musim penghujan dan pada musim kemarau, serta cocok ditanam dilahan pada ketingian 500 meter di atas permukaan laut, Sementara hasil yang dipanen dari bibit padi jenis Ciherang lebih banyak dibanding bibit padi lainya.


Nardi menambahkan Menurut rencana kelompok tani yang di pimpinnya akan membuat laborat pengembangan padi di lahan seluas 1 hektar, dengan tujuan bisa mengetahui cara menanam dan memilih varietas padi yang baik, serta pemupukan dan penanggulangan hama yang tepat, Sehingga hasil panen yang yang didapat diketahui, yang kesemuanya itu nantinya akan meningkatkan pendapatan anggota kelompok tani. (heri )

Pawai Taaruf meriahkan haul dan maulid Nabi

KalioriSebagai wujud untuk memeriahkan haul simbah Mimbar Asrori dan maulid Nabi Muhammad SAW, semua elemen masyarakat desa Dresi Wetan, kecamatan Kaliori, mulai dari perangkat desa, organisasi kemasyarakatan, pelajar dan masyarakat hari Selasa sore, menggelar pawai ta’aruf. Kegiatan pawai menampilkan dokar, sepeda hias, pembawa hasil bumi, sepeda kuno (onto), permainan Barongan dan permainan tong-tong klek.


Ketua panitia-Wijanarto mengatakan, digelarnya pawai taaruf untuk menciptakan ukhuwah islamiyah dan menghibur warga di wilayah kecamatan Kaliori, khususnya warga desa Dresi Wetan dan warga Desa Dresi Kulon.


Wijanarto menjelaskan pawai mengelilingi desa dengan rute dusun Dukoh, dusun Dresi, Dusun Krajan, Desa Dresi Kulon dan finish di masjid Al-Mimbariyah.


Wijanarto mengungkapkan, dalam kegiatan haul dan maulid nabi, sebelumnya diisi Tahtimul Qur’an bil Ghoib, selain itu pada hari Rabu ini diisi kegiatan tahlilan ibu-ibu dan pengajian muslimat. Sedangkan pada kamis besok diisi kegiatan tahlil putra, lelang kelambu dan ditutup pengajian umum menghadirkan pembicara KH. Habib Umar Muthohar dari Semarang , KH. Habib Ahmad dari Pati dan KH. Thoyib Daiman.( Masudi)