Contoh Artikel Peluang Usaha

Peluang usaha akan selalu ada, karena setiap manusia pasti memerlukan kebutuhan hidupnya baik yang primer maupun sekunder. Contoh artikel peluang usaha kali ini datang dari berbagai sektor seperti pertanian, perikanan dan usaha kreatif guna menambah wawasan anda terhadap bidang usaha lain.

Contoh Artikel Tentang Perikanan
Perikanan merupakan sektor bisnis yang mempunyai prospek cerah, karena Indonesia memiliki sumber daya alam yang luas dengan berbagai jenis ikan yang dapat tumbuh baik di negeri ini. Contoh artikel tentang perikanan moga menjadi sebuah inspirasi bagi anda untuk dapat mengembangkannya menjadi usaha sukses mandiri.

Contoh Artikel Agribisnis
Agribisnis memiliki potensi yang luar biasa, mengingat indonesia adalah negara agraria. Contoh artikel agribisnis berikut ini moga menjadikan sedikit pencerahan untuk lebih giat lagi memajukan usaha di sektor pertanian. Anda tinggal mengklik tautan judul untuk membaca artikelnya secara lengkap.

Usaha Perikanan Air Tawar
Peluang bisnis yang mempunyai prospek cerah diantaranya adalah usaha perikanan air tawar. Tidak hanya mudah dalam pemeliharaannya, tetapi permintaan yang tinggi dan harga yang stabil membuatnya tepat untuk anda jadikan usaha andalan yang menguntungkan.

Contoh Artikel Tentang Pertanian
Bidang pertanian merupakan peluang usaha yang dapat dikembangkan di Indonesia, mengingat sumber daya alam negeri ini yang berlimpah. Contoh artikel tentang pertanian dapat dijadikan penambah wawasan anda dalam mengembangkan bisnis di dunia pertanian. Banyak sekali prospek bisnis yang dapat digeluti pada bidang yang potensial ini.

6 Usaha Kreatif Modal Kecil
Usaha kreatif tidak mesti mengeluarkan modal yang berlimpah, tetepai dapat dimulai dari yang sederhana tapi menguntungkan. 6 usaha kreatif modal kecil dibawah ini kiranya dapat menjadi ide bisnis yang dapat anda kembangkan dalam usaha sukses anda.

Perbedaan Getaran dan Gelombang

Antara getaran dengan gelombang adalah dua hal yang memiliki pengertian dan sifat yang berbeda. Kita dapat melihat perbedaan getaran dan gelombang pada beberapa sudut pandang, yang akan dijelaskan secara ringkas dan jelas dalam artikel berikut ini.

Pengertian dari getaran selaras yaitu gerak proyeksi sebuah titik yang bergerak melingkar beraturan, yang setiap saat diproyeksikan pada salah satu garis tengah lingkaran. Gaya yang bekerja pada gerak ini berbanding lurus dengan simpangan benda dan arahnya menuju ke titik setimbangnya.

Getaran selaras sederhana adalah gerak harmonis yang grafiknya merupakan sinusoidal dengan frekuensi dan amplitudo tetap. Perioda atau waktu getar (T) adalah selang waktu yang diperlukan untuk melakukan satu getaran lengkap (detik). Frekuensi (F) adalah jumlah getaran yang dilakukan dalam satu detik (Hertz).

Sedangkan pengertian dari gelombang yaitu getaran yang merambat. Pada gelombang didalam perambatannya tidak diikuti oleh berpindahnya partikel-partikel perantaranya. Pada hakekatnya gelombang merupakan rambatan energi (energi getaran).

Macam gelombang menurut arah getarnya ada 2 jenis yaitu gelombang transversal dan gelombang longitudinal. Gelombang transversal adalah gelombang yang mempunyai arah getarnya tegak lurus terhadap arah rambatannya. Sedangkan gelombang longitudinal adalah gelombang yang memiliki arah getarnya sejajar atau berimpit dengan arah rambatannya.

Resep Kue Putri Salju Lembut

Resep kue kering kita kali ini adalah kue yang diselimuti salju putih yang menggoda. Apa lagi kalau bukan resep kue putri salju lembut yang enak, bukan hanya gurih diluar tapi mantap didalam. Untuk anda yang mau mencoba membuatnya, ikuti saja resep berikut ini.

Bahan resep kue putri salju :

  • 350 gram gula bubuk (untuk taburan)
  • 175 gram tepung terigu, ayak
  • 100 gram keju edam parut
  • 30 gram tepung maizena
  • 1/4 sendok teh garam
  • 175 gram margarin
  • 3 kuning telur

Cara membuat kue putri salju :

  • Pertama olesi loyang pipih dengan margarin, kemudian sisihkan
  • Siapkan margarin lalu kocok sampai mengembang
  • Tambahkan telur dan kocok kembali sampai mengembang
  • Tambahkan tepung terigu, maizena, aduk rata
  • Tambahkan keju edam dan garam, aduk rata hingga menjadi adonan yang dapat dibentuk
  • Ambil adonan sebanyak satu sendok teh, kemudian bentuk seperti bulan sabit dan taruh di atas loyang, jangan lupa beri jarak antara adonan satu dengan yang lain

Setelah loyang terisi penuh oleh adonan kue salju, panggang dalam oven dengan temperatur 160 derajat celcius sekitar 15 menit sampai matang. Dinginkan kue salju, lalu taburi dengan gula bubuk hingga seluruh bagian kue salju tertutup oleh gula. Jika sudah selesai kue putri salju lembut siap untuk dicicipi. Jika enak segera simpan dalam stoples dengan disusun rapih.

Teknik Pembuatan Pakan Organik

Oleh : ICHSAN KURNIAWAN
Seperti yang telah dibahas pada artikel yang laludengan judul “Korelasi Pertanian Organik dengan Gerakan Pensejahteraan Petani(GPP)” bahwa pelaksanaan pertanian organic sendiri sejalan dengan gerakan pensejahteraanpetani. Secara garis besar harapandari GPP sendiri yakni mengintegrasikan kegiatan usaha tani dengan peternakan,perikanan atau lainnya hingga pensejahteraan petani dapat tercapai melaluimaksimalisasi jam kerja dari bidang yang telah terintegrasi.
Khusus untuk pengentegrasian pertanian denganpeternakan, kegiatan pertanian organik yang notabene melibatkan pemanfaatan sumber daya lokal yang salah satunya berupa kotoran ternak termasuk urinnya sebenarnya secara langusng dapat memberikantambahan pendapatan pada petani..
Kotoran ternak sendiri secara terpisah juga dapatmendatangkan “kocek lebih” selain penggunaannya secara langsung sebagai saranaproduksi dalam kegiatan usaha tani organik tersebut. Lihat saja akhir-akhir inibanyak bermunculan produk saprodi berupa pupuk organik pabrikan atau komposyang hanya dipack secara sederhana dalam plastik.
Terlepas dari bahasan di atas selain pembuatanpupuk yang menjadi keuntungan dalam pertanian organik dan juga merupakan bentukdari keintegrasian pertanian dengan bidang peternakan, yakni pengolahan pakansecara organik.
Terkait dengan makinterbatasnya jumlah lahan yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat pakan segarberupa rumput – rumputan maka dibutuhkan teknologi pembuatan pakan ternak yangbisa mengatasi masalah ketersediaan lahan namun tetap bisa menjamin integritaspertanian organik tanpa melakukan pemberian bahan pakan berupa konsentrattambahan yang berbahan dasar kimia sintetis atau bahan lain yang dapat memicupertumbuhan ternak secara tidak wajar dalam waktu yang singkat.
Pemberian pakan yang rutinmasalah lain yang juga harus diperhatikan adalah adanya efisiensi waktusehingga upaya penyediaan pakan tidak menyita waktu bagi petani organik,sehingga petani juga bisa memanfaatkan waktu mereka untuk aktifitas lain gunamenambah penghasilan.
Dalam melaksanakan budidaya peternakan khususnya ternak kambing, petani banyak menuaimasalah terutama dalam penyediaanpakan. Pemahaman dan konsep dalam penyediaan pakan kerap diartikan denganpenyediaan rumputan segar yang identik dengan penyediaan lahan untuk penanamanrumput. Padahal dalam kondisi dewasaini hal tersebutmerupakan konsep dengan pemikiran yang“sempit”. Kenapa. Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologipenyiapan pakan ternak dengan memanfaatkan jasa mikroba dalam proses fermentasi pakan yang juga tahan lama dalam penyimpanan.
Secara umum dalam penyediaan pakan ternak kambing,beberapa hal yang patut menjadi perhatian khusus yakni :
1.      Pemberian rerumputan yang masih berada dalam keadaan basah kepadaternak kambing dihindari. Hal ini karena air yang melekat pada rumput basah ini berpotensi menimbulkankembung dan mengurangi nafsu makan ternak kambing.
2.      Pemberian rerumputan yang memiliki kandungan getah jugadihindarkan karena justrudapat memicu penyakit lambungpada ternak kambing sehingga sebaiknya rumput yang mengandung getah inidilayukan terlebih dahulu untuk mengurangi atau menghilangkan kandungan getahtersebut.
Pakan ternak organik merupakan salah satu solusi pintar dalammengatasi permasalahan yang menjadi bahasan di atas. Pakan ini mempunyai kandungan gizi sangat baik serta nutrisi yang lengkap sehingga sangat baik untuk pertumbuhan kambing.
Teknik pembuatan pakan ternak organic adalahdengan langkah sebagai berikut:
Bahan dasar :
         dedakhalus
         ampastapioka
         ampastahu
         jagunggiling
         tepungkedelai
         rumput
         nutrisi
         mineral
Nutrisi yang dibutuhkan :
a.      Nutrisiikan/keong
b.     Nutrisiusus
c.      Mikroba2
d.     Nutrisinenas
e.     Nutrisijantung pisang
f.       Nutrisitomat
g.      Kuningtelur
h.     Nutrisicangkang telur
i.        Asamlaktat
Teknik pembuatan nutrisi :
a.      Masing-masingbagian nutrisi diambil 1 sendok teh
b.     Dicampurkandengan air bersih sebanyak 3 liter atau 5 botol aqua menengah dikembalikan lagike botol
c.      Difermentasiselama 4 – 7 hari baru bisa dipakai
Teknik pencampuran :
a.      Tahap1 :
·        Dedakhalus  :1 kg
·        Ampastahu, tepung jagung, tepung kedelai :7,5 kg
·        Nutrisi  :5 tutup botol
·        Air :5 liter
·        Dicampurdi fermentasi kedap udara :± 4 hari
b.     Tahap2 :
·     Rumputdipotong-potong ± 1 cm
·    Apabila rumput yang akan digunakan masih dalam kondisi basah mesti ditunggu sampai dalam kondisi kering
c.      Tahap3 :
·    Dedakyang telah difermentasi seperti tahap 1 (satu) dicampur dengan rumput denganperbandingan 1: 5
·     Setelahdicampur kemudian formula ini difermentasi dan ditempatkan pada plastik/ember, dll dengan kondisikedap udara. Artinya tidak bocor atau bercampur dengan udara dari luar minimal4 – 7 hari.
Pemberian pakan :
a.   Pemberian pakan dilakukan 2 kali sehari dengan waktu pemberian pada pagihari dan sore hari.
b. Volume pemberian pakan pada pagi hari jumlahnya lebih sedikitdari jumlah pakan yang diberikan pada sore hari
c.  Untukkambing dengan bobot atau berat antara 15 – 20 kg cukup diberikan pakansebanyak 1,5 kg untuk 1 kali makan
Untuk kambing dengan bobot atau berat lebih dari20 kg maka pakan yang diberikan sebanyak 2 kg atau lebih

Tips Cara Cepat Memperbaiki Blok Mesin Motor 2 Tak


Terkadang ketika mesin motor kita sering mengalami kerusakan tertuama bagian blok, kita langsung memebawanya kebengkel. Karena kita langsung berfikiran kita tidak bisa memeperbaikinya. Padahal ada cara memeprbaiki blok dengan mudah.. berikut adalah cara cepat memeper baiki blok  mesin dengan cepat.
Cara yang cepat untuk memperbaiki kerusakan tersebut ialah dengan membuka blok Anda dengan sebuah obeng tentunya, dan syarat yang paling utama adalah Anda memilik perlengkapan seperti  kunci, tang, obeng dan pengetahuan Anda dong. Karena jikalau Anda sudah memiliki perlengkapan tersebut tapi Anda tak tahu caranya, kan percuma.
Nah, disini saya mencoba memberi penjelasan tentang memparbaiki blok motor Anda.
– Siapkan Peralatan Anda seperti obeng dan tang.
– Buka satu persatu sekrup yang mengunci blok Anda.
– Setelah semua penutup blok terbuka, coba Anda perhatikan ‘ pelampung ‘ yang      terdapat di dalam blok mesin Anda .
Bila ‘ pelampung ‘ yang terdapat pada blok mesin Anda terlihat baik, maka coba Anda periksa saluran atau selang bensin yang menghubungkan mesin ke tangki pengisian. Bila semua dirasa baik-baik saja, silahkan Anda coba untuk meng’engkol ‘ motor Anda sesekali.
Penjelasan di atas menjelaskan bila ‘ pelampung ‘ yang terdapat pada blok mesin Anda dalam kondisi baik.  Nah, bila ‘ pelampung ‘ tersebut dalam keadaan tidak normal, Ada cara mudah kok untuk memperbaikinya.
– Buka tiap-tiap baut pada penutup ‘ pelampung ‘
– Goyang-goyangkan lah pelampung tersebut dengan gerakan ke atas dan                    kebawah.
– Bila salah satu kipas yang terdapat pada ‘ pelampung ‘ itu ada yang bengkang,          maka betulkanlah kipas tersebut.
Tips : Jangan lupa menutup keran mesin Anda bila Anda sedang memperbaiki kerusakan tersebut, karena bisa membahaykan diri Anda dan orang lain.
Demikian penjelasan tentang cara cepat memperbaiki blok mesin. Semoga berhasil dan bermanfaat bagi anda.

Pasang Takometer di Motor Bebek/Skutik


Takometer biasanya hanya terpasang pada motor-motor besar. Pada motor bebek atau motor matik tidak terpasang. Namun sebenernya bisa di pasang pada motor bebek dan motor matik. Harganyapun tak mahal hanya berkisar 75 – 100 ribu. Motor anda sudah terpasang takometer bisa dengan tipe analog atau pun bisa juga tipe digital.
Fungsi takometer tentu untuk mengetahui kondisi putaran mesin. Sangat berguna untuk setting karbu maupun mesin secara keseluruhan. Tinggal melongok ke indikator RPM tanpa harus pakai feeling lagi. Selain itu perpindahan gigi juga bisa diposisikan pada rpm yang tepat dengan berpatokan pada indikatornya. Efeknya, bisa bikin BBM jadi irit.
Untuk model analog dan digital, cara pasang di motor sama saja. Namun tidak dianjurkan untuk motor injeksi. Sistem motor injeksi sudah serba komputerisasi, berbeda dari motor biasanya. Bisa korslet kalau salah colok. Misal produk yang satu ini yang punya lima buah kabel. Yaitu 2 kabel warna merah, 2 kabel hitam dan 1 kabel hijau. Tentu masing-masing kabel peruntukkannya berbeda yang akan dijelaskan pada saat pemasangan nanti.
Aksesori ini sudah dilengkapi lampu LED pada bagian dalamnya. Jadi gak perlu melihat lebih dekat ke RPM saat di kegelapan. Makanya, untuk pemasangan pun harus sesuai aturan jika ingin RPM nya bekerja dengan benar. Untuk memasangnya, siapkan saja obeng kembang, isolasi serta pisau atau cutter. Pertama, kita atur dulu posisi pemasangan takometer. Bisa di mana saja. Di atas batok lampu, bodi tengah atau bagian lain yang mudah terlihat. Yang penting pegangannya mesti kuat dan tidak mudah goyang.
Gabungkan dua kabel merah jadi satu dan dua kabel hitam juga jadi satu dari takometer. Setelah itu, baru lepas baut-baut pengancing di bodi samping sebelah kanan dengan obeng kembang. Setelah terbuka, cari kabel di dekat koil warna hitam setrip hijau. Kalau sudah, sambungkan dengan kabel dari takometer berwarna hijau dengan cara diselipkan di sambungan kabel positif koil. Kemudian kabel hitam yang berfungsi sebagai massa, bisa dikaitkan di salah satu baut mesin atau di sasis.
Sambung kabel merah dari takometer ke kabel kontak. Caranya, dengan menyobek sedikit kabel kontak berwarna hitam setrip merah pakai cutter yang terletak dekat komstir guna mem-by pass arus listrik ke takometer. Kalau yang ini untuk menghidupkan lampu LED pada takometer. Lalu hidupkan mesin dan mainkan gasnya. Cek apakah jarumnya bergerak sesuai putaran mesin. Jika sudah, tutup semua sambungan dengan isolasi hitam dan pasang kembali cover samping.
Semoga bermanfaat, terimakasih.

Bertani Kreatif dengan Agen Cerdas dan Kuat II : Beauveria bassiana

oleh : ICHSAN KURNIAWAN

Beauveria bassiana adalahgolongan jamur entomopatogen yang menyerang hama jenis serangga. Beberapa hamayang diserang antara lain seperti wereng, kepinding tanah, kepik dan beragamjenis ulat. Jenis jamur ini berkembang dan menyebar dengan konidia yangberbentuk bulat seperti bola berdiameter kecil dari 3.5 µm. Beauveria bassiana. Cendawan ini biasa dikenal sebagaicendawan patogen serangga yaitu cendawan yang dapat menimbulkan penyakit padaserangga dengan cara membuat sakit serangga hamabaru yang kemudian membunuh hamatersebut.
Secara teknis infeksi dimulai dengan perkecambahankonidia dan mempenetrasi kulit serangga. Beauveriamenghasilkan berbagai enzim yang dapat menguraikan kulit serangga. Infeksi jugadapat terjadi pada jaringan saluran pencernaan, jika konidia termakan olehserangga. Serangga yang rentan terhadap serangan jenis cendawan iniadalah pada saat ganti kulit. Infeksi jamur ini pada saat ganti kulit,menyebabkan serangga tidak dapat tumbuh dengan sempurna dan kemudian mati. Setelahmenginfeksi jamur ini berkembang dan tumbuh, sehingga pada kulit seranggaterlihat konidia yang berwarna putih. Pada tahap awal tubuh buah jamur terlihatpada rongga antara kutikula, kemudian berkembang dan menutupi tubuh serangga.
Beauveria, Sumber Wikipedia

Cara Perbanyakan Beauveria basiana 
Cendawan jenis Beauveria ini dapatdiperbanyak dengan menggunakan media cair. Untuk sumber nutrisi media perbanyakandapat digunakan kentang, sedangkan bahan lain yang dipelukan adalah, gula pasir,antibiotik, air bersih dan starter (bibit)  cendawan ini.   
Sebagai sumbernutrisi, kentang diperlukan sebanyak 1 kg dicuci dan diiris tipis, selanjutnya  masak dengan air 5 liter air bersih sampaimendidih selama 15 menit. Kemudian larutan tersebut disaring untuk diambil dandalam keadaaan panas tersebut masukkan gula pasir  sebanyak 50 gram. Setelah larutandingin baru dimasukan antibiotik sebanyak 1 tablet dan 5 gram biang Beauveria. Pasang aerator kedalamlarutan dan biarkan selama 4 – 7 hari. Beauveriasiap untukdigunakan dan didistribusikan.

Cara Sederhana lain perbanyakannya
    Rebus air sampai mendidih , masukkanberas selama 4 – 5 menit. Setelah itu langsung dikukus selama 15 menit. Lalupindahkan kedalam baskom/baki, setelah dingin masukkan kedalam kantong plastiksebanyak seperempat volume kantong.
    Kemudian, ambil bibit Beauveriadengan sendok sebanyak 4 – 5 butir dan masukkan ke dalam kantong plastik tadi,lalu digoyang-goyang hingga rata, lipatkan ujung kantong seterusnya diklepdengan posisi vertikal .
    Tempatkan pada rak-rak yang tidakkena sinar matahari langsung. Setelah 1 minggu Beauveria  tumbuh secara merata pada media.Berwarnaputih, dan selanjutnya Beauveria siap dipakai.
Perbanyakan Sederhana, Sumber Koleksi Pribadi
Pengaplikasian Cendawan Beauveria
Pengaplikasian cendawan entomopatogen ini dilakukandengan penyemprotan. Dosis yang digunakan adalah  10 ml/ 1 liter air. Aplikasi sebaiknya padasaat populasi hama masih rendah dan mengingat perkembangan cendawanentomopatogen tersebut lebih baik pada saat suhu tinggi dan kelembaban tinggi,maka waktu aplikasi sebaiknya dilakukan sore hari.
Seranggayang telah terinfeksi Beauveria bassianaselanjutnya akan mengkontaminasi lingkungan, baik dengan cara mengeluarkanspora menembus kutikula keluar tubuh inang, maupun melalui fesesnya yangterkontaminasi. Serangga sehat kemudian akan terinfeksi.

CARA PEMBUATAN PAKAN IKAN ALTERNATIF

maggots       CARA PEMBUATAN PAKAN IKANALTERNATIF

           

Pakan merupakan komponen biaya terbesardalam proses budidaya ikan. Untuk itu diperlukan pembuatan pakan alternatifuntuk meringankan ongkos produksi serta memaksimalkan keuntungan parapembudidaya ikan. Pakan alternatif dapat dibuat dari bahan hewani maupunnabati.
A.               BAHAN HEWANI
1.     TEPUNG IKAN
Bahan Baku :
Jenis ikanrucah (tidak bernilai ekonomis) yang berkadar lemak rendah dan sisa-sisa hasilpengolahan. Ikan difermentasikan menjadi bekasem untuk meningkatkan bau khasyang dapat merangsang nafsu makan ikan. Lama penyimpanan 11-12 bulan, bilalebih lama dapat ditumbuhi cendawan dan bakteri, serta dapat menurunkankandungan lisin yang merupakan asam amino essensial yang paling essensialsampai 8 %.
Cara Pembuatan :
  1. Ikan direbus sampai masak, diwadahi karung, lalu diperas.
  2. Air perasan ditampung untuk dibuat petis/ diambil minyaknya,
  3. Ampasnya dikeringkan dan digiling menjadi tepung.
Kandungan Gizi :
Protein : 22,65 % ; lemak : 15,38 %;abu 26,65 % ; serat : 1,80 %; air : 10,72 %
2.      TEPUNG REBON DAN BENAWA
Bahan Baku :
Rebon adalahsejenis udang kecil yang merupakan bahan baku pembuatan terasi. Benawa adalahanak kepiting laut. Rebon dan benawa muncul pada awal musim hujan di sekitarmuara sungai, mengerumuni benda yang terapung.
Cara Pembuatan :
  1. Bahan direbus sampai masak, diwadahi karung, lalu diperas;
  2. Ampasnya  dikeringkan dan digiling menjadi tepung.
Kandungan Gizi :
Udang Rebon : protein:59,4 % ; lemak : 3,6 % ; karbohidrat : 3,2 % ; air :21,6 %
Benawa   : protein  23,38 % ; lemak : 25,33% ; karbohidrat : 0,06%; abu 11,41 % air : 5,43 %.
3.      TEPUNG KEPALA UDANG
Bahan Baku : KepalaUdang, limbah pada proses pengolahan udang untuk ekspor.
Cara Pembuatan :
  1. Bahan direbus, dijemur sampai kering dan digiling;
  2. Tepung diayak untuk membuang bagian-bagian yang kasar dan banyak mengandung kitin.
   Kandungan gizi : Protein : 53,74 % ; Lemak : 6,65 %; Karbohidrat  : 0 %, abu 7, 72 % ;
                     Seratkasar = 14,61 % dan air 17,28 %.
4.      TEPUNG ANAK AYAM
Bahan Baku : anakayam jantan dari perusahaan pembibitan ayam petelur
Cara Pembuatan:
  1. Anak- anak ayam dimatikan secara masal, bulu-bulunya dibakar dengan lampu semprot, kemudian direbus sampai kaku (setengah masak).
  2. Diangin-anginkan sampai kering dan digiling beberapa kali sampai halus. Hasil gilingan yang masih basah disebut pustadan dan dapat langsung digunakan.
  3. Pasta dapat dikeringkan dan digiling menjadi tepung.
 Kandungan gizi :
Protein : 61, 65 % ; lemak 27,30 % ;abu  ; 2,34 %; air : 8,80 %, jugamengandung hormone, enzim, vitamin dan mineral yang dapat merangsang nafsumakan dan pertumbuhan.
5.      TEPUNG DARAH
Bahan Baku :  darah, limbah dari rumah pemotongan ternak
Cara Pembuatan:Darah beku yang masih mentah dimasak dan dikeringkan, kemudian digilingmenjadi tepung.
Kandungan Gizi: Protein  : 71,45 % ; lemak 0,42% ;karbohidrat : 13,12 % ; abu : 5,45 % serat ;:7,95 %  air : 5,19%. Proteinnya sukar dicerna,sehingga penggunaannya untuk ikan < 3% dan untuk udang < 5%.
6.      SILASE IKAN
Silase adalah hasil olahan cair daribahan baku asal ikan/limbahnya.
Bahan Baku : ikanrucah dan limbah pengolahan
Cara Pembuatan:
  1. Bahan dicuci, dicincang kecil-kecil, kemudian digiling. Hasil gilingan direndam dalam larutan asam formiat 3% selama 24 jam, kemudian diperas.
  2. Air perasan ditampung dan lapisan minyak yang mengapung di lapisan atas disingkirkan.
  3. Cairan yang bebas minyak dicampur dengan ampas dan ditambah asam proponoat 1 % untuk mencegah tumbuhnya bakteri/cendawan dan menambah daya awet =- 3 bulan dengan pH =- 4,5.
  4. Bahan diperam selama 4 hari dan diaduk 3-4 kali sehari.
  5. Bahan cair yang bersifat asam dapat dicampur dengan dedak, ketela pohon/tepung jagung dengan perbandingan 1 :1, dikeringkan dan digunakan untuk campuran dalam ramuan makanan.
7.      keong-mas-3TEPUNG BEKICOT
Bahan Baku : Dagingbekicot mentah dan daging bekicot rebus
Cara Pembuatan:
Daging bekicot dikeringkan laludigiling. Untuk campuran makanan sebesar 5-15 %.
Kandungan Gizi :
 Protein : 54,29%, Lemak :4,,18 % ; Karbohidrat: 30,45 %  abu : 4,07 % ; kapur : 8,3 %
Fosfor : 20,3 % dan air 7,01 %
8.      TEPUNG CACING TANAH
Cacing dapat menggantikan tepungikan, dapat diternak masal.
Jumlah penggunaan dalam ramuan 10-25%.
Cara Pembuatan: Cacing dikeringkan lalu digiling.
Kandungan proteinnua 72 % dan mudahdiserap dinding secara khusus.
B.               BAHAN NABATI
  1. DEDAK
Bahan dedak padi ada 2, yaitu dedakhalus (katul) dan dedak kasa. Dedak yang paling baik adalah dedak halus yangdidapat dari proses penyosohan beras, dengan kandungan dizi : protein : 11,35 %; lemak : 12,15 % , karbohidrat : 28,62 % . abu 10,5%, serat kasar : 24,46 %air : 10,15 %.
  1. TEPUNG AMPAS TAHU
Kandungan gizinya protein  23,55 %, lemak 5,4 % ,karbohidrat 26,92 % abu 17,03 % serat kasar 16,53 % dan air 10,34%.
C.     BAHAN TAMBAHAN
  1. Vitamin dan Mineral
1.      Cara memperoleh : dari toko penjualmakanan ayam (poultry shop) yang sudah dikemas dalam  bentuk premix (premix).
2.      Premix tersebut mengandung vitamin,mineral, dan asam-asam amino tertentu.
 
  1. Garam Dapur (NaCl)
1.     Fungsi : sebagai bahan pelezat (gurih),mencegah terjadinya  proses pencucianzat-zat lain yang terdapat dalam ramuan makanan ikan.
2.     Penggunaannya cukup 2 %
3.     Bahan Perekat
Contoh bahan perekat : agar-agar,gelatin, tepung terigu, tepung sagu,dll. Yang paling baik adalah tepung kanjidan tapioka.
Penggunaanya cukup 10 %.

PENYAKIT CABAI

Untuk  penyakit  busuk  buah  kering  (Antraknosa)  yang  disebabkan  cendawan,  gunakan  fungisida  seperti  Antracol.  Dosis  dan  aplikasi  masing-masing  obat  tersebut  dapat  dilihat  pada  labelnya.
Adapun  jenis-jenis  penyakit  yang  banyak  menyerang  cabai  antara  lain  antraks  atau  patek  yang  disebabkan  oleh  cendawan  Colletotricum  capsici  dan  Colletotricum  piperatum,  bercak  daun  (Cercospora  capsici) ,  dan  yang  cukup  berbahaya   ialah  keriting  daun  (TMV,  CMVm,  dan  virus  lainnya).
Gejala serangan  antraks  atau  patek  ialah  bercak – bercak  pada  buah,  buah  kehitaman  dan   membusuk,  kemudian  rontok.
Gejala serangan keriting daun adalah:
• bercak daun ialah bercak-bercak kecil yang akan melebar
• Pinggir  bercak  berwama  lebih  tua  dari  bagian  tengahnya.  Pusat bercak  ini sering  robek atau  berlubang.
• Daun berubah kekuningan lalu gugur.
• Serangan keriting daun sesuai namanya ditandai oleh keriting dan mengerutnya daun, tetapi  keadaan  tanaman  tetap  sehat  dan     segar.
Selain  penyakit  keriting  daun,  penyakit  lainnya  dapat  dicegah  dengan  penyemprotan  fungisida  Dithane   M  45,  Antracol,  Cupravit,   Difolatan.  Konsentrasi  yang  digunakan  cukup  0,2-0,3%.  Bila  tanaman  diserang  penyakit  keriting  daun  maka  tanaman  dicabut  dan  dibakar.  Pengendalian keriting daun secara kimia masih sangat sulit.
Layu Bakteri (Pseudomonas solana-cearum E.F. Smith)
Bakteri layu mempunyai banyak tanaman inang, diantaranya adalah tomat, kentang, kacang tanah dan cabai. Penyebaran penyakit layu bakteri dapat melalui benih, bibit, bahan tanaman yang sakit, residu tanaman, irigasi (air), serangga, nematoda dan alat-alat pertanian. Bakteri layu biasanya menghebat pada tanaman cabai di dataran rendah. Gejala kelayuan tanaman cabai terjadi mendadak, dan akhirnya menyebabkan kematian tanaman dalam beberapa hari kemudian. Bakteri layu menyerang sistem perakaran tanaman cabai. Bila pangkal batang cabai yang diserang, dipotong atau dibelah, kemudian direndam dalam gelas berisi air bening, maka setelah beberapa menit digoyang-goyangkan akan keluar cairan berwarna coklat susu atau berkas pembuluh batangnya berwarna coklat berlendir (slime bakteri). Gejala yang dapat diamati secara visual pada tanaman cabai adalah kelayuan tanaman mulai dari bagian pucuk, kemudian menjalar ke seluruh bagian tanaman. Daun menguning dan akhirnya mengering serta rontok. Penyakit bakteri layu dapat menyerang tanaman cabai pada semua tingkatan umur, tetapi paling peka adalah tanaman muda atau menjelang fase berbunga maupun berbuah.
Pengendalian penyakit bakteri layu harus dilakukan secara terpadu, yaitu :
Perlakuan benih atau bibit sebelum tanam dengan cara direndam dalam bakterisida Agrimycin atau Agrept 0,5 gr/lt selama 5-15 menit.
Perbaikan drainase tanah di sekitar kebun agar tidak becek atau menggenang.
Pencabutan tanaman yang sakit agar tidak menular ke tanaman yang sehat.
Penggunaan bakterisida Agrimycin atau Agrept dengan cara disemprotkan atau dikocor di sekitar batang tanaman cabai tersebut yang diperkirakan terserang bakteri P. solanacearum.
Pengelolaan (manajemen) lahan, misalnya dengan pengapuran tanah ataupun pergiliran tanaman yang bukan famili Solanaceae
Layu Fusarium (Fusarium oxysporum Sulz.)
Layu Fusarium disebabkan oleh organisme cendawan bersifat tular tanah. Biasanya penyakit ini muncul pada tanah-tanah yang ber pH rendah (masam). Gejala serangan yang dapat diamati adalah terjadinya pemucatan warna tulang-tulang daun di sebelah atas, kemudian diikuti dengan merunduknya tangkai-tangkai daun; sehingga akibat lebih lanjut seluruh tanaman layu dan mati. Gejala kelayuan tanaman seringkali sulit dibedakan dengan serangan bakteri layu (P. solanacearum). Untuk membuktikan penyebab layu tersebut dapat dilakukan dengan cara memotong pangkal batang tanaman yang sakit, kemudian direndam dalam gelas berisi air bening (jernih). Biarkan rendaman batang tadi sekitar 5-15 menit, kemudian digoyang-goyangkan secara hati-hati. Bila dari pangkal batang keluar cairan putih dan terlihat suatu cincin berwarna coklat dari berkas pembuluhnya, hal itu menandakan adanya serangan Fusarium.
Pengendalian penyakit layu Fusarium dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu :
Perlakuan benih atau bibit dengan cara direndam dalam larutan fungisida sistemik, misalnya Benlate ataupun Derosal 0,5-1,0 gr/lt air selama 10-15 menit.
Pengapuran tanah sebelum tanam dengan Dolomit atau Captan (Calcit) sesuai dengan angka pH tanah agar mendekati netral.
Pencabutan tanaman yang sakit agar tidak menjadi sumber infeksi bagi tanaman yang sehat.
Pengaturan pembuangan air (drainase), dengan cara pembuatan bedengan yang tinggi, terutama pada musim hujan.
Penyiraman larutan fungisida sistemik seperti Derosal, Anvil, Previcur N dan Topsin di sekitar batang tanaman cabai yang diduga sumber atau terkena cendawan.
Bercak Daun dan Buah (Collectro-tichum capsici (Syd). Butl. et. Bisby).
Bercak daun dan buah cabai sering disebut penyakit Antraknose atau “patek”. Penyakit ini menjadi masalah utama di musim hujan. Disebabkan oleh cendawan Gloesporium piperatum Ell. et. Ev dan Colletotrichum capsici. Cendawan G. piperatum umumnya menyerang buah muda dan menyebabkan mati ujung. Gejala serangan penyakit ini ditandai dengan terbentuknya bintik-bintik kecil kehitaman dan berlekuk, serta tepi bintik berwarna kuning. Di bagian lekukan akan terus membesar dan memanjang yang bagian tengahnya berwarna gelap. Cendawan C. capsici lebih sering menyebabkan buah cabai membusuk. Gejala awal serangan ditandai dengan terbentuknya bercak coklat-kehitaman pada buah, kemudian meluas menjadi busuk-lunak. Pada bagian tengah bercak terdapat titik-titik hitam yang merupakan kumpulan dari konidium cendawan. Serangan yang berat menyebabkan buah cabai mengkerut dan mengering menyerupai “mummi” dengan warna buah seperti jerami.
Pengandalian dapat dilakukan dengan cara :
Perlakuan benih, yaitu direndam dalam larutan fungisida berbahan aktif Benomyl atau Thiram, misalnya Benlate pada dosis 0,5/lt, ataupun berbahan aktif Captan (Orthocide) dengan dosis 1 gr/lt. Lamanya perendaman benih antara 4-8 jam.
Pengaturan jarak tanam yang sesuai sehingga kondisi kebum tidak terlalu lembab. Pada musim kemarau dapat menggunakan jarak tanam 50 x 70 cm, sedangkan di musim hujan 60 x 70 cm ataupun 65 x 70 cm, baik sistem segi empat atau segi tiga zig-zag.
Pembersihan (sanitasi) lingkungan yaitu dengan cara menyiang gulma atau sisa-sisa tanaman yang ada di sekitar kebun agar tidak menjadi sarang hama dan penyakit.
Buah cabai yang sudah terserang penyakit dikumpulkan, kemudian dimusnahkan (dibakar).
Penyemprotan dengan fungisida seperti Kasumin 2 cc/lt, Difolatan 4 cc/lt, Phycozan, Dithane M-45, Daconil, Topsin, Antracol dan Delsen. Fungisida-fungisida tersebut efektif menekan Antraknosa.
Rotasi tanaman, yakni pergiliran tanaman yang bukan famili Solanaceae (tomat, kentang, terung, tambakau). Tujuan rotasi tanaman ini adalah untuk memotong siklus hidup cendawan penyebab penyakit Antraknosa.
Bercak Daun (Cercospora capsici Heald et Wolf)
Penyebab penyakit bercak daun adalah cendawan Cercospora capsici. Gejala serangan penyakit ditandai dengan bercak-bercak bulat kecil kebasah-basahan. Berikutnya bercak akan meluas dengan garis tengah + 0,5 cm. Di pusat bercak nampak berwarna pucat sampai putih dengan tepinya berwarna lebih tua. Serangan yang berat (parah) dapat menyebabkan daun menguning dan gugur, ataupun langsung berguguran tanpa didahului menguningnya daun. Pengen-dalian penyakit ini dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan kebun, dan disemprot fungisida seperti Topsin, Velimek, dan Benlate secara berselang-seling.
Bercak Alternaria (Alternaria solani Ell & Marf)
Penyebab penyakit bercak Alternaria adalah cendawan. Gejala serangan penyakit ini adalah ditandai dengan timbulnya bercak-bercak coklat-tua sampai kehitaman dengan lingkaran-lingkaran konsentris. Bercak-bercak ini akan membesar dan bergabung menjadi satu. Serangan penyakit bercak Alternaria dimulai dari daun yang paling bawah, dan kadang-kadang juga menyerang pada bagian batang. Pengendalian penyakit bercak Alternaria antara lain dengan cara menjaga kebersihan kebun, dan disemprot fungisida seperti Cupravit, Dithane M-45 dan Score, secara berselang-seling.
Busuk Daun dan Buah (Phytophthora spp)
Penyakit busuk daun dapat pula menyebabkan busuk buah cabai. Gejala serangan nampak pada daun yaitu bercak-bercak kecil di bagian tepinya, kemudian menyerang seluruh batang. Batang tanaman cabai juga dapat diserang oleh penyakit ini, ditandai dengan gejala perubahan warna menjadi kehitaman. Buah-buah cabai yang terserang menunjukkan gejala awal bercak-bercak kebasahan, kemudian meluas ke arah sumbu panjang, dan akhirnya buah akan terlepas dari kelopaknya karena membusuk. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan cara pengaturan jarak tanam yang baik, yaitu di musim hujan idealnya 70 x 70 cm, mengumpulkan buah cabai yang busuk untuk dimusnahkan, dan disemprot fungisida seperti Sandovan MZ, Kocide atau Polyram secara berselang-seling.
Virus
Penyakit virus pada tanaman cabai di pulau Jawa dan Lampung ditemukan adanya Cucumber Mosaic Virus (CMV), Potato Virus Y (PVY), Tobacco Etch Virus (TEV), Tobacco Mosaic Virus (TMV), Tobacco Rattle Virus (TRV), dan juga Tomato Ringspot Virus (TRSV).
Gejala penyakit virus yang umum ditemukan adalah daun mengecil, keriting, dan mosaik yang diduga oleh TMV, CMV dan TEV. Penyebaran virus biasanya dibantu oleh serangga penular (vektor) seperti kutu daun dan Thrips. Tanaman cabai yang terserang virus seringkali mampu bertahan hidup, tetapi tidak menghasilkan buah.
Pengendalian penyakit virus ini dapat dilakukan dengan cara :
a. Pemberantasan serangga vektor (penular) seperti Aphids dan Thrips dengan semprotan insektisida yang efektif.
b. Tanaman cabai yang menunjukkan gejala sakit dan mencurigakan terserang virus dicabut dan dimusnahkan.
c. Melakukan pergiliran (rotasi) tanaman dengan tanaman yang bukan famili Solanaceae.
Pengamatan Hama & Penyakit
a. Penyakit
· Rebah semai (dumping off), gejalanya tanaman terkulai karena batang busuk , disebabkan oleh cendawan Phytium sp. & Rhizoctonia sp. Cara pengendalian: tanaman yg terserang dibuang bersama dengan tanah, mengatur kelembaban dengan mengurangi naungan dan penyiraman, jika serangan tinggi siram GLIO 1 sendok makan (± 10 gr) per 10 liter air.
· Embun bulu, ditandai adanya bercak klorosis dengan permukaan berbulu pada daun atau kotil yg disebabkan cendawan Peronospora parasitica. Cara mengatasi seperti penyakit rebah semai.
· Kelompok Virus, gejalanya pertumbuhan bibit terhambat dan warna daun mosaik atau pucat. Gejala timbul lebih jelas setelah tanaman berumur lebih dari 2 minggu. Cara mengatasi; bibit terserang dicabut dan dibakar, semprot vektor virus dengan BVR atau PESTONA.
b. H a m a
· Kutu Daun Persik (Aphid sp.), Perhatikan permukaan daun bagian bawah atau lipatan
pucuk daun, biasanya kutu daun persik bersembunyi di bawah daun. Pijit dengan jari koloni kutu yg ditemukan, semprot dengan BVR atau PESTONA.
· Hama Thrip parvispinus, gejala serangan daun berkerut dan bercak klorosis karena cairan daun diisap, lapisan bawah daun berwarna keperak-perakan atau seperti tembaga. Biasanya koloni berkeliaran di bawah daun. Pengamatan pada pagi atau sore hari karena hama akan keluar pada waktu teduh. Serangan parah semprot dengan BVR atau PESTONA untuk mengurangi penyebaran.
· Hama Tungau (Polyphagotarsonemus latus). Gejala serangan daun berwarna kuning kecoklatan menggulung terpuntir ke bagian bawah sepanjang tulang daun. Pucuk menebal dan berguguran sehingga tinggal batang dan cabang. Perhatikan daun muda, bila menggulung dan mengeras itu tandanya terserang tungau. Cara mengatasi seperti pada Aphis dan Thrip
Penyakit Fisiologis
Merupakan keadaan suatu tanaman menderita sakit atau kelainan, tetapi penyebabnya bukan oleh mikroorganisme. Beberapa contoh penyakit fisiologis pada tanaman cabai yang paling sering ditemukan adalah kekurangan unsur hara Kalsium (Ca), dan terbakarnya buah cabai akibat sengatan sinar matahari, terutama pada cabai Paprika. Tanaman cabai yang kekurangan unsur Ca akan menunjukkan gejala pada buahnya terdapat bercak hijau-gelap, kemudian menjadi lekukan bacah coklat kehitam-hitaman. Jaringan di tempat bercak menjadi rusak sampai ke bagian dalam buah. Bentuk buah cabai menjadi pipih dan berubah warna lebih awal (sebelum waktunya). Biasanya kekurangan Ca pada stadium buah rusak akan diikuti tumbuhnya cendawan. Usaha pencegahan kekurangan Ca dapat dilakukan dengan cara pengapuran sewaktu mengolah tanah, diikuti pemupukan berimbang, dan pengairan kebun secara merata. Bila tanaman cabai atau paprika sedang produktif berbuah tetapi baru diketahui kekurangan Ca, maka dapat disemprot dengan pupuk daun yang banyak mengandung unsur Ca, seperti Growmore Kalsium. Cabai paprika tidak tahan terhadap sinar matahari, sehingga bila mengenai permukaan buah akan menyebabkan terbakarnya kulit dan bagian dalam buah. Gejala yang nampak di bagian luar adalah warna kulit buah berubah menjadi keputih-putihan hingga kecoklatan dan mengkerut. Meskipun tidak menjadi busuk basah, tetapi warna buah menjadi jelek dan kualitasnya menurun (rendah). Pengendalian terhadap sengatan sinar matahari adalah melindungi tanaman dengan sungkup beratapkan plastik transparan (bening). Menurut penelitian, fungsi naungan plastik bening selain dapat mengurangi (mereduksi) intensitas cahaya matahari, juga dapat mengurangi tingginya temperatur tanah dan defisit air; sehingga dapat meningkatkan kelembaban relatif tanah di sekitar pertanaman paprika. Di samping itu, pengaruh naungan plastik bening dapat meningkatkan hasil (bobot) buah total.
kembali ke atas
Panen dan Pasca Panen
Panen
Panen  cabai  yang  ditanam  didataran  rendah  lebih  cepat  dipanen  dibandingkan  dengan  cabai  dataran  tinggi.  Panen  pertama  cabai  dataran  rendah  sudah  dapat  dilakukan  pada  umur  70 – 75 hari.
Sedang di dataran  tinggi panen baru dapat dimulai pada umur 4-5 bulan. Setelah panen pertama,  setiap  3-4  hari  sekali  dilanjutkan  dengan  panen  rutin.
Biasanya  pada  panen  pertama  jumlahnya  hanya  sekitar  50  kg.  Panen  kedua  naik  hingga  100  kg.  Selanjutnya  150,  200,  250,  hingga  600 kg  per  hektar.
Setelah itu hasilnya menurun terus, sedikit demi sedikit hingga tanaman tidak produktif lagi.
Tanaman cabai dapat dipanen terus-menerus hingga berumur 6-7 bulan.
Cabai  yang  sudah  berwama merah  sebagian  berarti  sudah  dapat  dipanen.  Ada  juga  petani  yang  sengaja  memanen  cabainya  pada  saat  masih  muda  (berwarna hijau).
Pemetikan  dilakukan  dengan  hati-hati  agar  percabangan/ tangkai  tanaman  tidak  patah.  Kriteria  panennya  saat  ukuran  cabai  sudah  besar,  tetapi  masih  berwama  hijau  penuh.
Penentuan umur panen
Umur  panen  cabe  biasanya  70-90  hari  tergantung  varietasnya,  yang  ditandai  dengan  60%  cabe  sudah  berwarna  merah.  Untuk  dijadikan  benih  maka  cabe  dipanen  bila  buah  sudah  menjadi  merah  semua.
KEUNTUNGAN PENGGUNAAN PLASTIK HITAM-PERAK
Mulsa plastik yang dianggap baik di daerah subtropis adalah yang berwarna hitam dengan ketebalan 50 mikron. Mulsa Plastik Hitam (MPH) sudah membudaya pada tanaman mentimun, tomat, strawberri dan kubis bunga. Adaptasi atau pengembangan teknologi sistem Mulsa Plastik dirintis oleh Jepang dan Taiwan yang memperkenalkan Mulsa Plastik Hitam Perak (MPHP). MPHP ini memiliki dua muka dan dua warna, yaitu muka pertama berwarna hitam dan muka kedua berwarna perak. Warna hitam untuk menutup permukaan tanah, warna perak sebagai permukaan atas tempat menanam suatu tanaman budidaya.
Keuntungan bertani sistem MPHP antara lain :
1. Pemberian pupuk dapat dilakukan sekaligus total sebelum tanam.
2. Warna hitam dari mulsa menimbul-kan kesan gelap sehingga dapat menekan rumput-rumput liar atau gulma.
3. Warna perak dari mulsa dapat memantulkan sinar matahari ; sehingga dapat mengurangi hama aphis, trips dan tungau, serta secara tidak langsung menekan serangan penyakit virus.
4. Menjaga tanah tetap gembur, suhu dan kelembaban tanah relatif tetap (stabil).
5. Mencegah tercucinya pupuk oleh air hujan, dan penguapan unsur hara oleh sinar matahari.
6. Buah cabai yang berada di atas permukaan tanah terhindar dari percikan air tanah sehingga dapat mengurangi resiko berjangkitnya penyakit busuk buah.
7. Kesuburan tanah karena pemupukan dapat merata, sehingga pertumbuhan dan produksi tanaman budidaya relatif seragam (homogen).
8. Praktis untuk melakukan sterilisasi tanah dengan menggunakan gas fumigan seperti Basamid-G, karena fungsi MPHP mempercepat proses pembentukan gas zat fumigan tanpa harus membeli plastik khusus.
9. Secara ekonomis penggunaan MPHP dapat mengurangi pekerjaan penyiangan dan penggemburan tanah, sehingga biaya pengadaan MPHP dapat dialokasikan dari biaya pemeliharaan tanaman tersebut.
10. Pada musim kering (kemarau), MPHP dapat menekan penguapan air dari dalam tanah, sehingga tidak terlalu sering untuk melakukan penyiraman (pengairan).

budidaya cabe rawit

Cabe merupakan tanaman perdu dari famili terong-terongan (solanaceae.)yang memiliki nama ilmiah Capsicum sp. Cabe berasal dari benua Amerika tepatnya daerah Peru dan menyebar ke negara-negara benua Amerika, Eropa dan Asia termasuk Negara Indonesia. Selain di Indonesia, ia juga tumbuh dan populer sebagai bumbu masakan di negara-negara Asia Tenggara lainnya. Di Malaysia dan Singapura ia dinamakan cili padi, di Filipina siling labuyo, dan di Thailand phrik khi nu. Di Kerala, India, terdapat masakan tradisional yang menggunakan cabai rawit dan dinamakan kanthari mulagu. Dalam bahasa Inggris ia dikenal dengan nama Thai pepper atau bird’s eye chili pepper.
Buah cabai rawit berubah warnanya dari hijau menjadi merah saat matang. Meskipun ukurannya lebih kecil daripada varitas cabai lainnya, ia dianggap cukup pedas karena kepedasannya mencapai 50.000 – 100.000 pada skala Scoville. Cabai rawit biasa di jual di pasar-pasar bersama dengan varitas cabai lainnya.
Cabai rawit dapat tumbuh baik didataran tinggi , maupu di dataran rendah . bertanam cabai rawit dapat memberikan nila ekonomi yang cukup tinggi apabila diusahakan dengan sungguh – sungguh .Satu hektar tanaman cabai rawit mampu menghasilkan 8 ton buah cabai rawit karena tanaman cabai rawit dapat kita usahakan selama dua sampai dua setengah tahun selama musim tanam .
Tanaman cabai rawit menyukai daerah kering, dan ditemukan pada ketinggian 0,5-1.250 m dpl. Perdu setahun, percabangan banyak, tinggi 50-100 cm. Batangnya berbuku-buku atau bagian atas bersudut. Daun tunggal, bertangkai, letak berselingan. Helaian daun bulat telur, ujung meruncing, pangkal menyempit, tepi rata, pertulangan menyirip, panjang 5-9,5 cm, lebar 1,5-5,5 cm, berwarna hijau. Bunga keluar dari ketiak daun, mahkota bentuk bintang, bunga tunggal atau 2-3 bunga letaknya berdekatan, berwarna putih, putih kehijauan, kadang-kadang ungu. Buahnya buah buni, tegak, kadang-kadang merunduk, berbentuk bulat telur, lurus atau bengkok, ujung meruncing, panjang 1-3 cm, lebar 2,5-12 mm, bertangkai panjang, dan rasanya pedas. Buah muda berwarna hijau tua, putih kehijauan, atau putih, buah yang masa.k berwarna merah terang. Bijinya banyak, bulat pipih, berdiameter 2-2,5 mm, berwarna kuning kotor. Cabai rawit terdiri dari tiga varietas, yaitu cengek leutik yang buahnya kecil, berwarna hijau, dan berdiri tegak pada tangkainya; cengek domba (cengek bodas) yang buahnya lebih besar dari cengek leutik, buah muda berwarna putih, setelah tua menjadi jingga; dan ceplik yang buahnya besar, selagi muda berwarna hijau dan setelah tua menjadi merah. Buahnya digunakan sebagai sayuran, bumbu masak, acar, dan asinan. Daun muda dapat dikukus untuk lalap.Cabal rawit dapat diperbanyak dengan biji.
Jenis cabai rawi yang sering diusahakan adalah sebagai berikut :
1. cabai kecil atau cabai jemprit
buahnya kecil dan pendek , lebih pedas dibandingka Janis cabai lainnya.
2. cabai putih atau cabai domba
buahnya lebihbesar dari cabai jemprit atau cabai celepik , dan rasanya kurang enak.
3. cabai celepik
buahnyalebih besar dari pada cabai jemprit dan lebih keci dari cabai domba. Rasanya tidak sepedas cabai jemprit . sewakti muda berwarna hijau setelah masak berwarna merah cerah .
Syarat tumbuh
Untuk mendapatkan cabai rawit yang tinggi kita harus mengetahui yang syarat tumbuh yang diinginkan oleh cabai rawit. Adapun syarat nya sebagai berikut :
1. tanah
– gembur
– subur atau banyak mengandung zat makan
– pembuangan airnya baik ( tidak tergenang) , dan
– banyak mengandung humus
2. tempat tumbuh ( daerah )
– dataran rendah
– dataran tinggi
3. iklim
tanaman cabai rawit dapat tumbuh , baik pada daerah yang kurang hujan maupun yang sering hujan . suhu udara yang diperlukan tanaman ini adalah berkisar antara 25* c – 31*
Bahan dan Alat
1. alat yang diperlukan untuk menanam cabai rawit
– cangkul
– garpu tanah
– kored
– gembor ember
– sprayer
– ember
– meteran
– keranjang
– timbangan
– tali kenca ( pelurus )
2. bahan – bahan yang diperlukan untuk menanam cabai rawit
– benih cabai rawit
– pupuk kandang
– urea
– TSP
– Bambo
– Insektisida
– Fungisida
– KCL
– Pelastik kecil bumbungan
– Lalang atau daun kelapa
BERCOCOK TANAM
Pertumbuhan tanaman cabai rawit yang baik dan hasil produksinya tinggi merupakan dambaan dan harapan kita semua . untuk mencapai tahapan tersebut kita harus melakukan kegiatan bercocok tanam cabai rawit yang menggunakan tahapan – tahapan sebagai berikut
1. pengolahan tanah
dapat dilakukan membajak atau mencangkul sedalam 25 – 30 cm hingga tanah menjadi gembur . setelah itu biarkan 7 – 14 hari untuk mendapatkan sinar matahari
– pembuatan bedeng
• lebar bedeng 100 – 120 cm
• tinggi bedeng 20 – 30 cm
• jarak antara bedeng dengan bedeng lainnya 30 – 45 cm . arah bedeng memanjang ke utara selatan .
– syarat pupuk kandang yang baik adalah
• tidak berbau
• tidak panas
• berwarna kehitam hitaman , dan
• benar – benar sudah matang
– jarak tanaman cabai rawit sebagai berikut
• 50 x 100 cm
• 60 x 70 cm
• 50 x 90 cm
– cara pembuata jarak tanaman
a. pasang tali kenca ( pelurus ) sejajar dengan panjang bedeng , kira – kira 10 cm dari tepi bedeng
b. ukur jarak tanaman yang diinginkan pada sepanjang tali kencana tersebut
c. buat lubang tanaman sesuai dengan jarak tanaman tersebut , kemudian beri pupuk besar
• pupuk kandang = 1 kg / lubang
• pupuk urea =
• pupuk TSP =
• pupuk KCI =
d. campurkan ketiga pupuk buatan hinga rata dan masukan pada setiap lubang yang telah dibuat
2. pesemaian
pesemaian merupakan kegiatan untuk menghasilkan bibit
tanaman atau calon tanaman yang baik . adapun tahapan pesemaian adalah sebagai berikut :
a. membuat bedeng atau tempat pesemaian , ukuran bedeng pesemaian sebagai berikut
• lebar bedeng 1 – 1,2 m
• panjang bedeng 3 – 5 m
• tingi bedeng 15 – 20 cm
b. penyemaian benih
kebutuhan benih untuk satu hektar berkisar antar
300 – 500 benih . sebelum benih disemai atau ditabur , tempat pesemaian disiram merata . beberapa cara menyemai benih cabai rawit sebagai berikut :
– semai bebas atau ditabur merata
– semai dalam baris
– semai berkelompok
3. penanaman
bibit tanaman cabai rawit yang telah berumur 1 bulan segera ditanam . penanaman sebaiknya pada sore hari agar tanaman tidak layu
ciri – ciri bibit yang siap tanam adalah sebagai berikut :
• telah berumur satu bulan
• tidak terserang hama dan penyakit
• pertumbuhan tanaman seragam
cara penanaman
• siram bibit yang akan ditanam
• pilih bibit yangakan ditanam
• lepaskan bumbung atau pelastik dari bibit
• padatkan tanah disekeliling tanaman bibit yang telah dimasukan kelubang agar tidak rebah
4. pemeliharaan tanaman
a. penyiraman