Seputar Cucak Hijau

Meskipun disebut dengan nama  cucak hijau atau cucak ijo, Akan tetapi burung ini bukanlah satu keluarga dengan jenis jenis merbah / cucak-cucakan, dan juga tidak serumpun dengan burung Cucak rawa ataupun cucak jawa.
Cucak hijau dengan nama ilmiah Chloropsis sonnerati ini adalah sejenis burung cica-daun besar yang warna pada tubuhnya didominasi dengan warna hijau. Cucak hijau termasuk dalam suku Chloropseidae, satu kerabat dengan burung cipoh (Aegithina spp.). Dalam bahasa Inggris burung ini dikenal sebagai Greater Green Leafbird.
Burung yang termasuk dalam jenis cica daun sering juga disebut dengan burung daun, atau murai daun. Burung-burung ini bertubuh sedang dengan panjang tubuh sekitar 22cm. Seperti cica daun pada umumnya seluruh warna di tubuhnya didominasi oleh warna hijau daun juga pada sayap dan ekor, sementara pipi dan leher dari burung cucak hijau berwarna hitam berkilau dan yang membedakan burung ini dengan jenis cica daun yang lainnya adalah warna  (noktah) biru pada bahu burung jantan.
Burung cucak hijau kadang memiliki sikap agresif, terlebih kepada jenis lain yang berukuran lebih kecil. Saat berkicau, cica-daun besar akan menundukkan kepala. Makanannya adalah aneka serangga dan buah-buahan hutan.
HABITAT ALAMI CUCAK HIJAU

Cucak hijau atau cica daun besar banyak tersebar di semenanjung malaya, Pulau sumatera serta pulau-pulau skitarnya, Pulau Kalimantan dan Natuna, Kepulauan Jawa dan Bali. Penyebaran burung ini di hutan-hutan dataran rendah dan perbukitan hingga ketinggian 100 m dpl.

CIRI CIRI BERDASAR DAERAH ASAL

Cica daun adalah jenis burung oriental ( ASIA ) yang penyeberannya tidak melewati kalimantan di sebelah timur. Jenis-jenis burung ini yang ada di indonesia selain Cica daun besar (Cucak hijau ) adalah ;

  • Cica daun kecil ( C. cyanopogon);
    Sangat mirip dengan cica daun besar hanya saja ukuran tubuh burung iin lebih kecil (17cm) dan tidak terdapat bercak biru di bahunya.
  • Cica daun sayap biru ( C. cochinchinensis);
    Warna tubuh hijau terang dengan warna di sayap dan ekornya tersapu oleh warna biru.
  • Cica daun dahi emas (C.aurifrons)
    ciri-cirinya terdapat warna kekuningan di dahinya pada burung jantan. ukuran sekitar 19cm.
  • Cica daun sumatera (C.venusta)
    Termasuk burung jenis cica daun yang terkecil dengan ukuran 14 cm, Pada dahi dan sisi kepala berwarna biru terang (jantan) sedangkan untuk betina warna di tenggorokan biru terang.   
CUCAK HIJAU JANTAN DAN BETINA

Cucak hijau termasuk burung dimorfik, yakni terdapat perbedaan ciri fisik yang bisa dilihat antara burung jantan dan burung betina dewasa. Untuk burung jantan, pada dagu dan tenggorokan berwarna hitam, sedangkan betina hijau.

Sementara itu untuk cucak hijau yang masih muda/trotolan sekitar umur 2-4 bulan, bentuk fisik jantan dan betina nyaris sama, bulunya pun warnanya sama hijau muda. Serta ada warna kuning, di bawah paruh sampai leher. Dan sepertinya, tidak ada ciri khusus yang membedakan antara yang jantan dan betina.

Namun bagi mereka yang sudah bertahun-tahun menekuni cucak hijau akan sangat mudah melihat perbedaannya baik masih bakalan apalagi saat dewasa. Ada beberapa cara jitu untuk melihat perbedaan jantan dan betina. Beberapa hal yang harus diperhatikan saat membeli bakalan cucak hijau dipasar burung maupun di pengepul.
  1. bakalan jantan, jika masih berumur di bawah 4 bulan maka alis yang melingkar di kedua di matanya berwarna kuning. Jika alis matanya berwarna putih, betina.
  2. warna paruh bagian bawah, kalau jantan berwarna coklat tua. Sedangkan yang betina berwarna putih.
  3. jika bakalan sudah berumur di atas 4-6 bulan, maka betina akan berwarna kuning di bagian leher, kemudian akan berubah menjadi warna putih kehijauan. Sedangkan jantan, warna kuningnya akan dipenuhi trotol-trotol hitam. Pada dua bulan berikutnya, warna hitam itu akan tampak lebih jelas pada bagian leher/bawah paruh.
Seiring dengan bertambahnya umur, warna hitam di leher bawah, akan terus menutup sampai di bawah matanya.

PEMILIHAN CUCAK HIJAU BAKALAN

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemilihan bakalan burung cucak hijau diantaranya;

Pastikan burung berjenis kelamin jantan.
Postur tubuh cari yang panjang serasi, mata terlihat besar dan melotot serta bentuk kepala lebih besar.
Gerakannya lincah.
Pilih paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang serta paruh di bagian bawah harus lurus, jangan pilih yg bengkok/melengkung.

PERAWATAN CUCAK HIJAU

Sebaiknya tempatkan burung ini didalam sangkar kotak dengan ukuran 45x45x60 cm atau bisa juga menggunakan kandang bulat dengan diameter 35cm.
Berikan pakan yang sesuai dengan burung ini; Burung cucak hijau membutuhkan pakan yang bervariatif untku kebutuhan nutris, vitamin dan mineralnya. Untuk pakan yang bagus selain lengkap nutrisinya seperti protein, karbohidrat juga lengkap vitaminnya.
Selain dari kelengkapan vitamin burung ini juga memerlukan mineral yang cukup untuk pembentukan darah dan tulangnya, keseimbangan cairan tubuh, fungsi syaraf serta lain-lainnya.
Seperti halnya vitamin, mineral berfungsi sebagai co-enzim yang memungkinkan tubh melakukan fungsinya seperti memproduksi tenaga, pertumbuhan dan penyembuhan.Yang termasuk mineral yang diperlukan burung cucak hijau adalah Calcium, Phosphor, Iron, Manganase, Iodium, Cuprum, Zinccum, Magnesium, Sodium Chlorin dan Kalium.

Makanan yang sesuai untuk burung cucak hijau

Voer (sebaiknya pilih yang berkadar protein sedang yaitu: 12%-18%, belum tentu voer yang berharga mahal akan cocok dengan sistem metabolisme setiap burung cucak hijau. Voer diberikan sebagai pelengkap kebutuhan nutrisinya. Selalu ganti dengan voer yang baru setiap dua hari sekali.
Buah Segar, burung ini sangat menyukai buah pepaya, pisang kepok putih, apel, pir, tomat dan beberapa buah lainnya. Sebaiknya perbanyak pemberian buah pepaya, karena buah pepaya mengandung vitamin C yang tinggi sehingga membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Di samping itu, buah pepaya sangat mudah dicerna dan sangat cocok dengan sistem metabolisme rata-rata burung pemakan buah.
EF (Extra Fooding), pakan tambahan yang sangat baik yaitu: Jangkrik, orong-orong, kroto, ulat hongkong, ulat bambu, kelabang, belalang dan lainnya. Pemberian EF harus selalu disesuaikan dengan karakter pada masing-masing burung dan juga harus mengetahui dengan pasti dampak klausal dari pemberiannya EF tersebut.

PERAWATAN HARIAN

Perawatan harian burung cucak hijau relatif sama dengan burung burung kicauan lainnya, dan perlu digaris bawahi bahwa keberhasilan memeilhara burung sehingga didapatkan burung yang rajin bunyi, lincah dan berkualitas adalah dari perawatan rutin harian dan konsisten dalam memberikan setingan/setelan dalam rawatan harian burung tesebut.
Pola perawatan harian burung cucak hijau yang baku adalah:

  • Jam 07.00 burung diangin-anginkan di teras. Jam 07.30 burung dimandikan (karamba mandi atau semprot, tergantung pada kebiasaan masing-masing burung).
  • Bersihkan kandang harian. Ganti atau tambahkan voer, air minum dan buah segar.
  • Berikan Jangkrik 3 ekor pada cepuk EF. Jangan pernah memberikan Jangkrik secara langsung pada burung.
  • Penjemuran dapat dilakukan selama 1-2 jam/hari mulai pukul 08.00-11.00. Selama penjemuran, sebaiknya burung tidak melihat burung sejenis.
  • Setelah dijemur, angin-anginkan kembali burung tersebut diteras selama 10 menit, lalu sangkar dikerodong.
  • Siang hari sampai sore (jam 10.00-15.00) burung dapat dimaster dengan suara master atau burung-burung Master.
  • Jam 15.30 burung diangin-anginkan kembali diteras, boleh dimandikan bila perlu.
  • Berikan Jangkrik 2 ekor pada cepuk EF.
  • Jam 18.00 burung kembali dikerodong dan di perdengarkan suara master selama masa istirahat sampai pagi harinya.

PERAWATAN SELAMA BURUNG MABUNG

Perlu diketahui bahwa pada burung jenis cucak hijau sangat jarang terjadi kasus dimana si burung mabung total yang terjadi biasanya adalah mabung nyulam atau rontok dan ganti bulu secara bergantian, Tetapi jika terjadi kasus dimana di burung mengalami rontok bulu yang berlebihan maka perlu dilakukan perawatan selama mabung.
Pada masa mabung burung cucak hijau sebaiknya dipisahkan dengan burung sejenis, dan juga perlu perawatan yang lebih dari pemberian pakanan yang bergizi dan bernutrisi tinggi oleh karena itulah pemberian vitamin selama burung mabung sangat dianjurkan.. Pada masa berganti bulu ini burung akan memerlukan banyak energi untuk memproduksi bulu burung baru

Pola perawatan cucak hijau masa mabung:

Tempatkan burung di tempat yang sepi, jauh dari lalu lintas manusia. Sebaiknya burung lebih banyak dalam kondisi dikerodong.
Mandi cukup 1x seminggu saja dan jemur maksimal 20 menit/hari atau kalau untuk penanganan ekstrim burung mabung, bisa dilakukan perawatan ekstem mabung.
Jika Anda tidak menggunakan BirdVit atau BirdMineral, pemberian porsi EF diberikan lebih banyak karena sangat diperlukan untuk pembentukan sel-sel baru dan untuk pertumbuhan bulu baru. Misalnya: setelan jangkrik dibuat 5 ekor pagi dan 3 ekor sore, kroto 1 sendok makan setiap pagi dan cacing 2 ekor 3x seminggu.
Meski tidak menggunakan BirdVit dan/atau BirdMineral, pemberian multivitamin yang berkualitas yang dicampur di air minum 2x seminggu sangat perlu.
Jika Anda tidak menggunakan BirdVit, perlu perbanyak pemberian buah pepaya, karena buah pepaya sangat mudah dicerna sehingga melancarkan proses metabolisme tubuh burung. Di samping itu buah pepaya banyak mengandung vitamin C yang akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh burung.

Lakukan pemasteran

Masa mabung membuat burung lebih banyak pada kondisi diam dan mendengar. Inilah saat yang tepat untuk mengisi variasi suara sesuai dengan yang kita inginkan. Lakukan pemasteran dengan tepat, sesuaikan karakter dan tipe suara burung dengan suara burung master.

Pemberdayaan Kelompok Tani


Dasar Pendirian KelompokTani :
        Menurut: Satuan PengendalianBimas-Jakarta 1980 (Capita selecta) Kelompok Tani adalah: Kumpulan orang-orangtani (dewasa , wanita, pemuda) yang terikat secara informal dalam suatu wilayahkelompok atas dasar keserasin dan kebutuhan bersama serta berada di lingkunganpengaruh dan pimpinan seorang kontak tani.
        UU  No.          16 tahun 2006 tentang sistem Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan:  Kelembagaan Petani, Pekebun Peternak nelayanpembudidaya ikan, pengolah ikan dan masyarakat di dalam dan di sekitar kawasanhutan adalah lembaga yang ditumbuh kembangkan dari, oleh dan untuk pelaku utama(Petani).
        Peraturan Menteri pertanian No.273/Kpts/OT.160/4-2007 tanggal 13 April 2007, Tentang Pedoman PembinaanKelembagaan Tani.Kelembagaan tani adalah kumpulan petani/ peternak/ pekebunyang dibentuk atas dasar kesamaan kepentingan, kesamaan kondisi lingkungan(sosial, ekonomi, sumber daya) dan Keakraban untuk meningkatkan danmengembangkan usaha kelompok.
Pengelolaan dan manajemen kelompok taniyang ideal :
1. Proses perencanaan  (penumbuhan)
a. Dasar penumbuhan
Ò Adanya kepentingan bersama
Ò Berada dalam satu wilayah(domisili/ hamparan)
Ò Punya prinsip dasar dari, olehdan untuk petani
Ò Adanya anggota berkisar 20 s.d25 orang disesuaikan dengan kondisi lingkungan masyarakat dan usaha tani
Ò Adanya rasa memiliki danmenikmati manfaat sebesar-besarnya dari apa yang ada dalam kelompok tani
b. Prinsip-prinsip penumbuhan kelompok tani
  • Kebebasan, Keterbukaan, Partisipatif, Keswadayaan, Kesetaraan dan Kemitraan
c. Proses penumbuhan kelompok tani
  • Pengumpulan data dan informasi
  • Advokasi (saran dan pendapat) kepada para petani khususnya tokoh-tokoh petani setempat
2. ProsesPelaksanaan
    (peningkatanKemampuan   kelompok Tani)
Proses peningkatan kelompok tani dimaksudagar kelompok tani dapat berfungsi
a. Kelas belajar
  • Kelompok tani diarahkan agar mempunyai kemampuan
  • Menggali dan merumuskan keperluan belajar
  • Merencanakan dan mempersiapkan keperluan
  • Mejalin kerjasama dengan sumber-sumber informasi
  • Menciptakan iklim/ lingkungan belajar yang sesuai
  • Berperan aktif dalam proses belajar mengajar
  • Mengemukakan dan memahami keinginan dan memecahkan masalah
  • Dapat merumuskan kesepakatan bersama, baik dalam memecahkan berbagai masalah maupun untuk melakukan beberapa kegiatan kelompok tani 
b. Wahana kerjasama
— Menciptakan suasana salingkenal, saling percaya mempercayai dan selalu berkeinginan untuk bekerjasama
— Menciptakan suasana keterbukaandalam menyatakan pendapat dan pandangan diantara anggota untuk mencapai tujuan
— Mengatur dan melaksanakanpem-bagian tugas kerja sesuai dengan kesepakatan
— Mengembangkan disiplin dan rasatanggung jawab
— Merencanakan dan melaksanakanmusyawarah agar tercapai kesepakatan  yangbermanfaat bagi anggota
— Mentaati dan melaksanakanperjanjian dan kesepakatan
— Menjalin kerjasama/ kemitraanusaha
— Mengadakan pemupukan modaluntuk keperluan pengembangan usaha 
c. Unit produksi
·        Dapat mengambil keputusan dalammenentukan pengembangan, bidang teknologi, sosial, permodalan sarana produksidan SDA
·        Menyusun rencana danpelaksanaan kegiatan
·        Memfasilitasi penerapanteknologi (bahan, Alat dan cara)
·        Menjalin kerjasama / kemitraan
·        Mentaati dan melaksanakankesepakatan/ perjanjian
3. ProsesEvaluasi
Dapat mengevaluasi berupa:
        Realisasi dari perencanaan dankegiatan bersama
        Rencana dan realisasi kebutuhan

Rencana yang akan dilaksanakan ke depan

Mikro organisme lokal (MOL ) Rebung Bambu

by ICHSAN KURNIAWAN
Pembuatan MOL ditujukantak lain dan tak bukan sebagai komposer yang membantu pelapukan bahan organik,sebagai sumber energi serta zat pengatur tumbuh pada tanaman. Setelah mengenalpembuatan MOL I-V serta MOL Sabut kelapa, sekarang mari kita lihat bagaimanapula teknik pembuatan MOL dengan bahan dasar rebung bambu.
Alat dan Bahan yang kita butuhkan adalah :
        Ember atau kaleng bekas cat ukuran 25 liter
        2 buah Rebung bambu kurang lebih 3 kg
       – Air beras 5 liter
        Slang plastic dan botol aqua
       – Gula merah 1.5 ons
Cara membuatnyasebagai berikut :
-Rebung bambu ditumbuk halus atau di iris –iris masukan pada ember atau kaleng bekas cat
-Tambahkan gula merah yang telah dihaluskandan aduk sampai rata
-Tutup rapat ember adan berikan slangplastic yang disambungkan dengan air yang berada pada botol aqua dan biarkanselama 15 hari
 
Cara penggunaanya :
Sebagai katalisator dalam pengomposan  : dapat digunakan sebagai decomposer dengan konsentrasi  1 : 5 ( 1 liter cairan MOL ditambah dengan 5 literair ), kemudian tambahkan gula merah 1 ons dan aduk hingga rata, disiramkanpada  saat proses pembutan kompos.
-Penggunaan pada tanaman : Penyemprotandilakukan pagi/sore hari  dengankosentrasi  400 cc cairan dicampur dengan  14 liter air, pada umur  10, 20, 30, 40, hari setelah tanaman .

Petunjuk Pembuatan Kompos Trichoderma

Organisme Penganggu Tanaman (OPT) merupakan salah satu ancaman utama dalam sistem usaha tani dapat merusak kualitas maupun kuantitas produk usaha tani. Untuk mengatasi OPT tersebut umumnya petani menggunakan cara kimiawi yaitu dengan pestisida.
Foto : Perbanyakan Trichoderma by Ichsan

Disamping itu dalam usaha peningkatan produksi, petani pada umumnya menggunakan pupuk buatan, seperti Urea, SP 36, ZA, NPK, KCl dan lain-lain dimana pupuk buatan pabrik tersebut harganya semakin mahal dan kadang-kadang sulit didapat (langka).
Pestisida dan pupuk pabrik adalah merupakan bahan kimia yang apabila digunakan terus menerus untuk usaha budidaya tanaman akan terjadi dampak yang tidak kita ingini seperti :
Pencemaran lingkungan
Hama dan penyakit tanaman
Tanah menjadi keras
Tanaman mengandung residu pestisida dan residu kimia dari pupuk pabrik
Untuk mengantisipasi keadaan tersebut di atas, maka salah satu jalan yang dapat ditempuh adalah dengan penggunaan Agent Hayati, untuk pengendalian hama dan penyakit dan penggunaan kompos jerami dengan menggunakan agent hayati Trichoderma.
Manfaat Kompos Jerami dengan Trichoderma
1.
Kompos jerami
Sebagai pupuk alami yang dapat menyuburkan tanaman padi.
2.
Trichoderma
Sebagai media untuk mempercepat proses pelapukan jerami dan pupuk kandang.
Sebagai media/bahan untuk pengendali penyakit tular tanah.
Cara Pembuatan
A.
Bahan-bahan yang diperlukan :
Jerami, pupuk kandang, kapur pertanian, pupuk urea, SP 36, air, cendawan trichoderma dan plastik.
B.
Dosis/ jumlah bahan yang diperlukan setiap 1 meter bujur sangkar (1m3) adalah :
1.
2.
3.
4.
Jerami = 1 m3
Pupuk kandnag = 20 Kg
Pupuk urea = 0,3 Kg
Pupuk SP36 = 0,15 Kg
5.
6.
7.
8.
Trichoderma = 1 Kg (1 bungkus)
Kapur pertanian = 0,5 Kg
Air secukupnya
Plastik hitam = 1,5 m2
Untuk luas 1 ha diperlukan bahan-bahan sebagai berikut :
1.
2.
3..
4.
5.
6.
7.
8.
Jerami = 50-60 m3
Pupuk kandang = 1,2-1,5 ton
Pupuk urea = 18 Kg
Pupuk SP 36 = 9 Kg
Kapur pertanian = 30 Kg
Trichoderma = 50-60 Kg
Air + 60 ember (secukupnya)
Plastik hitam + 65 meter
C.
Langakah kerja dalam pembuatan kompos jerami dengan cendawan trichoderma untuk luas 1 m3 sebagai berikut :
  1. jerami 1 m3 diambil/dijadikan 4 bagian
  2. pupuk kandnag 20 Kg + urea = 0,3 Kg + SP 36 = 0,15 Kg + Kapur = 0,5 Kg diaduk sampai rata dan dibuat 4 bagian
  3. 1 (satu) bagian jerami disusun setinggi 25 cm/sampai rata, kemudian ditaburkan 1 bagian pupuk kandang sampai rata dan ditaburkan 0,25 Kg trichoderma (1/4 bungkus) sampai rata dan disiram dengan air secukupnya sampai rata, di atasnya disusun lagi jerami setinggi 25 cm, ditaburkan lagi 1 bagian pupuk kandang.
Sampai rata dan ditaburkan lagi 0,25 Kg Trichoderma sampai rata dan disiram lagi dengan air secukupnya.
Kemudian disusun lagi dengan perlakuan yang sama sehingga mencapai tinggi jerami.
100 cm dan akhirnya ditutup kembali dengan plastik hitam.
Setiap 2 hari sekali disiram dengan air secukupnya, dan setiap 10 hari jerami harus dibalik agar proses pelapukan merata.
Setelah kompos berumur 21-30 hari sudah dapat untuk pemukukan padi sawah (sebagai pupuk dasar). Penggunaan pupuk kompos dilaksankan pada pengolahan tanah terakhir dan dapat juga digunakan untuk pemukukan ulangan (susulan).
Pembuatan kompos jerami sebaliknya ditempatkan pada tempat yang teduh agar plastik hitam yang dipakai tidak cepat rusak. Plastik hitam yang sudah dipakai, dapat dipakai lagi selama 3 kali pembuatan kompos.

Teknik Pembuatan ZPT (Zat Pengatur Tumbuh) Alami

A.
Alat dan Bahan :
Irisan Rebung 1 kg
Gula Tebu (Saka) 1 kg
Ruap Tebu/ Air Kelapa 5 liter (1 sember)
Irisan Anakan Pisang 1 kg
Baskom
Alat Pengaduk
B.
Pelaksanaan Kegiatan :
1.
Dengan memotong dan menghaluskan rebung/ anakan pisang atau kedua bahan tersebut.
2.
Gula tebu/ ruap tebu/ atau dan air kelapa dimasukkan ke dalam ember/ baskom.ke dalam irisan dan dimasukkan ke dalam baskom.
3.
Hasil irisan rebung atau anakan pisang dimasukkan ke dalam 5 liter (1 ember) air kelapa atau gula tebu.
4.
Perbandingan yang dimasukkan yakni 1 : 1 antara bahan satu dengan bahan kedua.
5.
Ramuan zat perangsang tumbuh diaduk kemudian ditutup dan di biarkan selama 1 minggu.
5.
Pengaplikasian ramuan ini bisa dilakukan dengan menyiramkan ramuan yang telah dicampurkan dengan air dengan perbandingan 1 : 5 dengan air.

Perlukah Pencatatan & Pembukuan Usaha dalam Beragribisnis

Usaha  dapat diartikan sebagai kegiatan untuk mencapai kesejahteraan, yakni dalam memenuhi kebutuhan materil & spiritual dimana kebutuhan materildapat dipenuhi melalui perolehanpendapatan (income), sementara kebutuhan spiritual dapat terpenuhi apabila pelaku agribisnis dapatmemenuhi kebutuhan & kepuasan konsumen. Untuk itu agribisnis harus dikelola secara benar agar kinerja usahamempunyai tingkat efisiensi yang tinggi. Hal ini dapat diukur melalui analisisusaha / bisnis dari data-data yang tercatat. Ya..tentu saja diharapkan secara lengkap.
Pencatatandan pembukuan usaha dalam agribisnis merupakan bentukpengukuran tertulis dari tingkat keberhasilan usaha. Maka dari itu dua hal ini mutlak diperlukan.
Nah apa pula sebenarnyaperbedaan dari keduanya. Mari kita bahas.
Pencatatan usaha sendiri merupakan serangkaian kegiatan untuk mencatat semua aktivitas
usaha yang dapatdigunakan sebagai bahan laporan, sementaraitu Pembukuan usaha merupakan suatu rangkaiankegiatan dalam mencatat semua perubahan atau transaksiyang telah dilakukan  baik menyangkutuang atau barang-barang berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan gunakelancaran usaha tersebut
Lantas, apa saja jenisdan macam pencatatan usaha tersebut? Berikut penjelasannya saya tuangkan secaradetail.
Macam-macam Pencatatan Usaha
1. Pencatatan Data Inventaris, yaknimencatat seluruh inventaris yang dimiliki suatuperusahaan agribisnis pada waktu tertentu; menilai masing-masing inventarisuntuk membantu dalam menetapkan kekayaan (assets) dan hutang (leabilities);membandingkan nilai inventaris pada tahun sekarang dengan tahun sebelumnya;sebagai bahan untuk membuat pencatatan neraca (balance sheet) untuklaporan  usaha.
  
2. Pencatatan Data Produksi,merupakan mencatatkegiatan-kegiatan dalam proses produksi, yaitu: tenaga kerja yg digunakan; jumlah produksi; bagian produksi yangdikonsumsi sendiri dan membandingkan jumlah produksi saat ini dengantahun-tahun sebelumnya.
Produksiusaha pertaninan selalu dicatat dalam satuan. Pencatatan dalam bentuk fisikmerupakan ciri dari catatan ini yang menunjukkan jumlah produksi; jumlah bahan/ sarana produksi yang digunakan serta memberikan keterangan untuk persiapansuatu perencanaan usaha. Dalam jangka pendek, catatan produksi ini sangatpenting untuk memilih tanaman / ternak / komoditi apa yang baik untukpengembangan usaha.
Beberapajenis pencatatan ini antara lain :
         Catatan Produksi Tanaman.yang dicatat dalam buku sederhana tentang jenis komoditi, lahan /  tempat, biaya produksi/input &produksi/output.
         Catatan Pengolahan Tanah yang mencatat tentang waktu, alat, tenaga kerja dan biaya-biaya            yang dikeluarkan.
         Catatan Ternak yaknipencatatan-pencatatan tentang peningkatan  produktifitas         dan  untuk seleksi.
         Catatan Tenaga Kerja yang dapatdibuat harian, jumlah tenaga kerja, jenis (Laki-laki, perempuan, anak-anak),biaya tenaga kerja (keluarga / upahan)     dan peralatan yang digunakan.
         Catatan Pakan yakni volumepakan yg diberikan harus dicatat dengan tepat karena pakan merupakan bagianyang terbesar untuk kebutuhan ternak
         Catatan Pemakaian Produksi Usaha yaitu berisi catatan pembelian & penjualan produksi usaha,jumlah pemakaian. Perubahan pada inventaris perlu tercatat dengan baik.
3. Pencatatan Data Keuangan
Macam macamnya adalah
         Catatan bukti transaksibisnis, merupakan dokumen asli bahan utama berupa “ slip “ ataubukti-bukti penjualan; penerimaan; cek; faktur-faktur; kartu jam kerja;rekening; dsb.
         Jurnal, adalah catatan semuatransaksi bisnis dalam urutan kronologis, perkiraan berjalan (runningaccount) dari transaksi kegiatan sehari-hari. Disebut juga sebagai catatanawal untuk    bisnis (book of originalentry).
         Buku Besar , disebut jugaperkiraan / rekening (account).  Perkiraanadalah: catatan terpisah untuk setiap kategori informasi, misal:mengenai aktiva (assets); kewajiban / pasiva (leabilities);informasi tentang pendapatan dan beban. Pemindahan dari jurnal ke buku besardisebut pemosan (posting) dan untuk jangka yang teratur.
Pembukuan Usaha
1. Neraca, merupakan ikhtisardari semua hak milik hutang dan penanaman modal yang telah dilakukan olehpemilik dalam bisnis. Neraca terdiri dari 3 komponen, yaitu: komponen yangmenggambarkan kekayaan (assets/aktiva); yg menggambarkan semua hutang (leabilities/ pasiva); selisih antara kekayaan dan hutang (nilai bersih / saldo).
  Assets lebih besar dari hutang : saldo positif danmerupakan kekayaan bersih perusahaan (owner’s equity).
  Hutang lebih besar dari assets : maka nilai bersihdisebut saldo negatif (perusahaan defisit).
 Saldo disimpan disebelah neraca yang jumlahnya lebih kecil,untukmenjadikan neraca seimbang.
 Bentuk neraca
a.  Bentuk Staffel  (satu halaman), dimana daftar harta (kekayaan), hutang  dan  modal  tersusun secara berurutan dari atas kebawah.
b.  Bentuk Skontro (duahalaman), dimana daftar harta (kekayaan) sebelah kiri / debet,daftar hutang dan modal di sebelah kanan/ kredit.
2. Laporan Laba-rugi, adalahringkasan dari semua penerimaan ditambah keuntungan dikurangisemua pengeluaran ditambah kerugian, sama dengan pendapatan bersih/ kerugian bersih dalam jangka waktu tertentu, contoh terlampir.
Laba merupakantolok ukur utama atas efisiensi manajemen.
3. Laporan arus tunai, disebut jugalaporan arus sumber dan pemakaian uang, catatan keluar masuknya uang oleh transaksi-transaksikeuangan selama waktu tertentu, terdiri;
a.     Arus masuk tunai .
sumber berasal dari hasil-hasil penjualanproduk dan pembayaran-pembayaran dari pemerintah (dana subsidi); hasilpenjualan barang-barang produksi; pendapatan dari sumber luar pertanianseperti:       bunga modal, deviden danupah; penjualan kertas berharga; pinjaman dan   modal milik pribadi dariluar perusahaan agribisnis.
b.     Arus keluar tunai .

sumber berasal dari biaya operasional; investasimodal seperti:    tanah, bangunan dsb;pembelian kertas-kertas berharga; pembayaran hutang uang; pengeluaran uangtunai untuk konsumsi, pajak,   pembayarandeviden, bunga; penarikan modal milik pribadi untuk   hadiah dan liburan,dsb.

Perawatan Decu

Decu (Saxicola caprata) merupakan salah satu jenis burung berkicau yang cukup banyak penggemarnya. Bulunya hanya berwarna hitam dan putih, tetapi burung ini tampak indah dan menarik untuk dipandang. Selain memiliki suara yang merdu, jenis burung ini juga mampu menirukan beberapa suara burung lain sehingga dapat menambah variasi lagunya. Keistimewaan decu inilah yang membuat burung berukuran tubuh kecil ini sering keluar sebagai juara di kelas campuran lokal dan akhirnya dipisah menjadi kelas tersendiri disetiap lomba yang menyertakan decu.

Burung ini termasuk pemakan serangga dan mudah dipelihara sebagai hewan peliharaan bahkan ditangkarkan, namun karena memang sudah sedikit populasinya burung ini tidak sepopuler burung tledekan atau sulingan. Dikalangan penggemar burung di Jabar, decu lebih dikenal dengan nama kucica batu, sedangkan di Jatim disebut gecu. Meskipun memiliki beberapa nama, tetapi dikalangan fansnya burung ini lebih populer dengan nama decu. Jenis burung ini terkenal dengan kepandaiannya menirukan suara burung lain selain itu burung ini juga termasuk salah satu burung fighter (petarung) seperti halnya muray batu dan tledekan juga burung kacer.

Perawatan decu ini terbilang cukup gampang-gampang susah karena burung ini pemakan serangga kita harus memperhatikan Extra Fooding (EF) disamping voernya setiap hari dan juga burung ini memerlukan penjemuran secukupnya. Dari sisi suara, burung ini mampu membawakan berbagai jenis lagu tergantung isian yang diberikan kepadanya, tetapi dengan ciri utama lengkingan-lengkingan kristal. Saat ketemu lawan kicau, dia akan berkicau sambil bergoyang buka sayap dan ekor seperti halnya burung kacer atau poci/sekoci.

kota singkawang kalimantan barat

Dengan luas wilayah 504 km², Singkawang terletak di wilayah khatulistiwa dengan koordinat di antara 0°44’55,85” – 1°01’21,51″LS 108°051’47,6”-109°010’19”BT.

Batas-batas wilayah Kota Singkawang adalah:

Utara Kecamatan Selakau Kabupaten Sambas
Selatan Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Bengkayang
Barat Laut Cina Selatan, Laut Natuna, Samudra Pasifik
Timur Kecamatan Samalantan Kabupaten Bengkayang
Populasi penduduk kota Singkawang setiap tahun mengalami peningkatan. Berdasarkan data Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Singkawang pada tahun 2008, tercatat sebanyak 198.907 jiwa, mayoritas penduduk adalah orang hakka/khek sekitar 62%, selebihnya suku Melayu, Dayak, Tio Ciu dan Jawa. Jumlah ini naik dari tahun 2007, yakni 197.079 jiwa. Pada tahun 2006 sebanyak 188.300 jiwa bermukim di kota ini. Penduduk di kota ini tersebar di lima kecamatan, yakni Singkawang Selatan, Singkawang Timur, Singkawang Utara, Singkawang Barat dan Singkawang Tengah. Dari lima daerah ini terdapat 26 kelurahan.
Untuk Singkawang Selatan yang berbatasan dengan Kabupaten Bengkayang pada 2006 terdapat 37.396 jiwa. Tahun berikutnya 2007 bertambah menjadi 40.708 jiwa dan pada tahun 2008 yang lalu ada 41.466 jiwa. Di Singkawang Timur pada 2006 terdapat 18.951 jiwa dan tahun 2007 menjadi 19.022 jiwa. Jumlah itu naik menjadi 19.054 jiwa pada tahun 2008. Singkawang Utara tahun 2006 terdapat 20.287 jiwa. Pada tahun berikutnya, yaitu 2007 dihuni oleh 21.160 jiwa. Peningkatan terjadi lagi pada tahun 2008 menjadi 21.401 jiwa. Wilayah Singkawang Barat tahun 2006 silam tercatat 59.534 penduduk. Jumlah tersebut naik secara signifikan pada 2007 menjadi 60.307 jiwa. Pada 2008 sebanyak 60.656 jiwa hidup di Singkawang. Terakhir di Singkawang Tengah tahun 2006 ada 52.132 jiwa. Sedangkan tahun 2007 terdapat 55.882 jiwa. Jumlah yang signifikan terjadi pada 2008 menjadi 56.330 orang. Kesemua penduduk itu tersebar di wilayah Kota Singkawang yang memiliki luas 504,00 km2. Laju pertumbuhan penduduk Kota Singkawang pada tahun 2006 sekitar 5,6 persen.

sumber wikipedia

Penumbuhan dan Pengembangan Kelompok Tani

Kelompoktaniadalah kumpulan petani/ peternak/pekebun yangdibentuk atas dasar kesamaan kepentingan, kesamaan kondisi lingkungan (sosial,ekonomi, sumber daya) dan keakraban untuk meningkatkan dan mengembangkan usahaanggota.
(PeraturanMenteri Pertanian , nomor :   273/Kpts/OT.160/4/2007, tanggal 13 April 2007, tentang Pembinaan Kelembagaan Petani)
Prinsip dalam penumbuhanKelompok Tani
foto : Keltan Katapiang Sakti
  1. Kebebasan,
  2. Keterbukaan,
  3. Partisipatif,
  4. Keswadayaan,
  5. Kesetaraan,
  6. Kemitraan,
Pengembangan KelompokTani :
  1. Adanya pertemuan pengurus secara berkala  dan berkesinambungan;
  2. Disusunannya rencana kerja kelompok secara bersama  dan dilaksanakan  oleh para pelaksana sesuai dengan kesepakatan bersama dan setiap  akhir pelaksanaan dilakukan evaluasi secara partisipasi;
  3. Memiliki aturan/norma yang disepakati dan ditaati bersama.
  4. Memiliki  pencatatan/pengadministrasian organisasi yang rapih;
  5. Memfasilitasi   kegiatan-kegiatan usaha bersama di sektor hulu dan hilir;
  6. Memfasilitasi  usaha tani secara komersial dan berorientasi pasar;
  7. Sebagai sumber serta pelayanan informasi dan teknologi  untuk usaha para petani umumnya dan anggota kelompoktani  khususnya;
  8. Adanya kemitraan dengan pihak lain;
  9. Adanya pemupukan modal usaha baik iuran dari anggota atau penyisihan hasil usaha/kegiatan kelompok. 
Ciri-ciri Kelompok Ideal
  1. Adanya pengurusan yang aktif sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing
  2. Adanya administrasi dan pembukuan yang lengkap dan transparan
  3. Adanya RUK, AD/ART dan profil kelompok
  4. Adanya sekretariat/ saung tani yang berfungsi: tempat bermusyawarah, tempat data-data pokok maupun penunjang, memiliki papan kel tan dan informasi
  5. Adanya kegiatan bersama
  6. Adanya pertemuan secara berkala dan rutinitas
  7. Adanya kemitraan dengan pelaku usaha
  8. Adanya pengkaderan
  9. Adanya pemupukan dan pengembangan modal bersama dan kemitraan
  10. Pengurus rajin mencari informasi teknis, sosial maupun ekonomi
  11. Terciptanya kelembagaan keuangan (koperasi tani/ simpan pinjam dlll)

Mengenal Peranan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT)

Apa itu Zat Pengatur Tumbuh ? Dan sebenarnya bagaimana peran ZPT- istilah populernya dalam perkembangan dan pertumbuhan tanaman. Berikut pengenalan terhadap ZPT, tipe dan fungsinya terhadap tanaman dari himpunan beberapa literatur.


1. Lima tipe utama ZPT

Ahli biologi tumbuhan telahmengidentifikasi 5 tipe utama ZPT yaitu auksin, sitokinin, giberelin, asamabsisat dan etilen (Tabel 1). Tiap kelompok ZPT dapat menghasilkan beberapapengaruh yaitu kelima kelompok ZPT mempengaruhi pertumbuhan, namun hanya 4 dari5 kelompok ZPT tersebut yang mempengaruhi perkembangan tumbuhan yaitu dalam haldiferensiasi sel.

Seperti halnya hewan,tumbuhan memproduksi ZPT dalam jumlah yang sangat sedikit, akan tetapi jumlahyang sedikit ini mampu mempengaruhi sel target. ZPT menstimulasi  pertumbuhan dengan memberi isyarat kepada seltarget untuk membelah atau memanjang, beberapa ZPT menghambat pertumbuhandengan cara menghambat pembelahan atau pemanjangan sel. Sebagian besar molekulZPT dapat mempengaruhi metabolisme dan perkembangan sel-sel tumbuhan. ZPTmelakukan ini dengan cara mempengaruhi lintasan sinyal tranduksi pada seltarget. Pada tumbuhan seperti halnya pada hewan, lintasan ini menyebabkanrespon selular seperti mengekspresikan suatu gen, menghambat atau mengaktivasienzim, atau mengubah membran.

Pengaruh dari suatu ZPTbergantung pada spesies tumbuhan, situs aksi ZPT pada tumbuhan, tahapperkembangan tumbuhan dan konsentrasi ZPT. Satu ZPT tidak bekerja sendiri dalammempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan, pada umumnya keseimbangankonsentrasi dari beberapa ZPT-lah yang akan mengontrol pertumbuhan danperkembangan tumbuhan

Auksin : Mempengaruhipertambahan panjang batang, pertumbuhan, diferensiasi dan percabangan akar;perkembangan buah; dominansi apikal; fototropisme dan geotropisme.

Sitokinin : Mempengaruhipertumbuhan dan diferensiasi akar; mendorong pembelahan sel dan pertumbuhansecara umum, mendorong perkecambahan; dan menunda penuaan.

Giberelin : Mendorongperkembangan biji, perkembangan kuncup, pemanjangan batang dan pertumbuhandaun; mendorong pembungaan dan perkembangan buah; mempengaruhi pertumbuhan dandiferensiasi akar.

Asam absisat (ABA) :Menghambat pertumbuhan; merangsang penutupan stomata pada waktu kekurangan air,memper-tahankan dormansi.

Etilenn : Mendorongpematangan; memberikan pengaruh yang berlawanan dengan beberapa pengaruhauksin; mendorong atau menghambat pertumbuhan dan perkembangan akar, daun,batang dan bunga.      Meristem apikaltu-nas ujung, daun muda, embrio dalam biji.

2. Peranan ZPT

2.1. Auksin

Istilah auksin diberikan padasekelompok senyawa kimia yang memiliki fungsi utama mendorong pemanjangankuncup yang sedang berkembang. Beberapa auksin dihasikan secara alami olehtumbuhan, misalnya IAA (indoleacetic acid), PAA (Phenylacetic acid), 4-chloroIAA(4-chloroindole acetic acid) dan IBA (indolebutyric acid) dan beberapa lainnyamerupakan auksin  sintetik, misalnya NAA(napthalene acetic acid), 2,4 D (2,4 dichlorophenoxyacetic acid) dan MCPA(2-methyl-4 chlorophenoxyacetic acid) .

Gambar 2 menunjukkan pengaruhIAA terhadap pertumbuhan batang dan akar tanaman kacang kapri. Kecambah yangdiberi perlakuan IAA menunjukkan pertambahan tinggi yang lebih besar (kanan)dari tanaman kontrol (kurva hitam). Tempat sintesis utama auksin pada tanamanyaitu di daerah meristem apikal tunas ujung. IAA yang diproduksi di tunas ujungtersebut diangkut ke bagian bawah dan berfungsi mendorong pemanjangan selbatang. IAA mendorong pemanjangan sel batang hanya pada konsentrasi tertentuyaitu 0,9 g/l. Di atas konsentrasi tersebut IAA akan menghambat pemanjangan selbatang. Pengaruh menghambat ini kemungkinan terjadi karena konsentrasi IAA yangtinggi mengakibatkan tanaman mensintesis ZPT lain yaitu etilen yang memberikanpengaruh berlawanan dengan IAA. Berbeda dengan pertumbuhan batang, pada akar(kurva merah), konsentrasi IAA yang rendah (<10-5 g/l) memacu pemanjangansel-sel akar, sedangkan konsentrasi IAA yang tinggi menghambat pemanjangan selakar. Dari Gambar 2 dapat disimpulkan :

1.  Pemberian ZPT yang sama tetapi dengankonsentrasi yang berbeda menimbulkan pengaruh yang berbeda pada satu seltarget.

2.  Pemberian ZPT dengan konsentrasi tertentudapat memberikan pengaruh yang berbeda pada sel-sel target yang berbeda.



Mekanisme kerja auksin dalammempengaruhi pemanjangan sel-sel tanaman di atas dapat dijelaskan denganhipotesis sebagai berikut : auksin menginisiasi pemanjangan sel dengan caramempengaruhi pengendoran /pelenturan dinding sel. Seperti terlihat pada Gambar3, auksin memacu protein tertentu yang ada di membran plasma sel tumbuhan untukmemompa ion H+ ke dinding sel. Ion H+ ini mengaktifkan enzim tertentu sehinggamemutuskan beberapa ikatan silang hidrogen rantai molekul selulosa penyusundinding sel. Sel tumbuhan kemudian memanjang akibat air yang masuk secara osmosis. Setelah pemanjangan ini,sel terus tumbuh dengan mensintesis kembali material dinding sel dansitoplasma.

Selain memacu pemanjangan selyang menyebabkan pemanjangan batang dan akar, peranan auksin lainnya adalahkombinasi auksin dan giberelin (Gambar 1) memacu perkembangan  jaringan pembuluh dan mendorong pembelahansel pada kambium pembuluh sehingga mendukung pertumbuhan diameter batang.Selain itu auksin (IAA) sering dipakai pada budidaya tanaman antara lain :untuk menghasilkan buah tomat, mentimun dan terong tanpa biji; dipakai padapengendalian pertumbuhan gulma berdaun lebar dari tumbuhan dikotil diperkebunan jagung ; dan memacu perkembangan meristem akar adventif dari stekmawar dan bunga potong lainnya.

2.2. Sitokinin

Sitokinin merupakan ZPT yangmendorong pembelahan (sitokinesis). Beberapa macam sitokinin merupakansitokinin alami (misal : kinetin, zeatin) dan beberapa lainnya merupakansitokinin sintetik. Sitokinin alami dihasilkan pada jaringan yang tumbuh aktifterutama pada akar, embrio dan buah. Sitokinin yang diproduksi di akarselanjutnya diangkut oleh xilem menuju sel-sel target pada batang.

Ahli biologi tumbuhan jugamenemukan bahwa sitokinin dapat meningkatkan pembelahan, pertumbuhan danperkembangan kultur sel tanaman. Sitokinin juga menunda penuaan daun,  bunga dan buah dengan cara mengontrol denganbaik proses kemunduran yang menyebabkan kematian sel-sel tanaman. Penuaan padadaun melibatkan penguraian klorofil dan protein- protein, kemudian produktersebut diangkut oleh floem ke jaringan meristem atau bagian lain dari tanamanyang membutuhkannya. Daun kacang jogo (Phaseolus vulgaris) yang ditaruh dalamwadah berair dapat ditunda penuaannya beberapa hari apabila disemprot dengansitokinin (Gambar 5b). Sitokinin juga dapat menghambat penuaan bunga dan buah.Penyemprotan sitokinin pada bunga potong dilakukan agar bunga tersebut tetapsegar.
                                             

Pada tumbuhan, efek sitokininsering dipengaruhi oleh keberadaan auksin. Gambar 6 menunjukkan percobaansederhana tentang interaksi pengaruh auksin dan sitokinin. Kedua tanaman padaGambar 6 ini memiliki umur yang sama. Tanaman di sebelah kiri memiliki tunasujung (tunas terminal); sedangkan tanaman di sebelah kanan kuncup terminalnyasudah dipotong. Pada tanaman di sebelah kiri, auksin yang diangkut dari kuncupterminal ke batang memacu pertumbuhan memanjang batang sehingga tanaman menjadibertambah tinggi. Pada tanaman ini auksin menghambat pertumbuhan tunas samping(tunas lateral/aksilar). Pada tanaman di sebelah kanan karena tidak memilikikuncup terminal, pengaruh menghambat dari auksin terhadap pertumbuhan tunasaksilar tidak terjadi. Sitokinin yang ditransportasikan dari akar ke batangmampu mengaktifkan pertumbuhan tunas-tunas samping sehingga tanaman memilikicabang yang banyak dan menjadi rimbun. Pengetahuan tentang penggunaan sitokininini dimanfaatkan oleh petani yang memproduksi pohon natal untuk menghasilkancabang-cabang yang menarik pada pohon tersebut.

Sebagian besar tumbuhanmemiliki pola pertumbuhan yang kompleks yaitu tunas lateralnya tumbuh bersamaandengan tunas terminalnya. Pola pertumbuhan ini merupakan hasil interaksi antaraauksin dan sitokinin dengan perbandingan tertentu. Sitokinin diproduksi dariakar dan diangkut ke tajuk, sedangkan auksin dihasilkan di kuncup terminalkemudian diangkut ke bagian bawah tumbuhan. Auksin cenderung menghambataktivitas meristem lateral yang letaknya berdekatan dengan meristem apikalsehingga membatasi pembentukan tunas-tunas cabang dan fenomena ini disebutdominasi apikal. Kuncup aksilar yang terdapat di bagian bawah tajuk (daerahyang berdekatan dengan akar) biasanya akan tumbuh memanjang dibandingkan dengantunas aksilar yang terdapat dekat dengan kuncup terminal. Hal ini menunjukkanratio sitokinin terhadap auksin yang lebih tinggi pada bagian bawah tumbuhan.

Interaksi antagonis antaraauksin dan sitokinin juga merupakan salah satu cara tumbuhan dalam mengaturderajat pertumbuhan akar dan tunas, misalnya jumlah akar yang banyak akanmenghasilkan sitokinin dalam jumlah banyak. Peningkatan konsentrasi sitokininini akan menyebabkan sistem tunas membentuk cabang dalam jumlah yang lebihbanyak. Interaksi  antagonis ini umumnyajuga terjadi di antara ZPT tumbuhan lainnya.

2.3. Giberelin

Gambar 5 menunjukkan 2kelompok tanaman padi yang sedang tumbuh. Kelompok di sebelah kiri adalahtanaman padi dengan pertumbuhan normal; sedangkan tanaman di sebelah kiriadalah tanaman padi dengan tinggi tanaman yang lebih besar tetapi memiliki daunyang berwarna kuning. Tanaman padi ini telah terinfeksi oleh cendawanGibberella fujikuroi. Bibit padi yang telah terinfeksi akan rebah dan matisebelum sempat menjadi dewasa dan berbunga. Selama berabad-abad petani padi diAsia mengalami kerugian akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh cendawan ini. DiJepang, pola pertumbuhan yang menyimpang ini disebut juga dengan “bakanae” atau“foolish seedling disease” atau “penyakit rebah anakan/kecambah“ .

Pada tahun 1926, ilmuwanJepang (Eiichi Kurosawa) menemukan bahwa cendawan Gibberella fujikuroimengeluarkan senyawa kimia yang menjadi penyebab penyakit tersebut. Senyawakimia tersebut dinamakan Giberelin. Belakangan ini, para peneliti menemukanbahwa giberelin dihasilkan secara alami oleh tanaman yang memiliki fungsisebagai ZPT. Penyakit rebah kecambah ini akan muncul pada saat tanaman paditerinfeksi oleh cendawan Gibberella fujikuroi yang menghasilkan senyawagiberelin dalam jumlah berlebihan.

Pada saat ini dilaporkanterdapat lebih dari 110 macam senyawa giberelin yang biasanya disingkat sebagaiGA. Setiap GA dikenali dengan angka yang terdapat padanya, misalnya GA6 .Giberelin dapat diperoleh dari biji yang belum dewasa (terutama pada tumbuhandikotil), ujung akar dan tunas , daun muda dan cendawan. Sebagian besar GA yangdiproduksi oleh tumbuhan adalah dalam bentuk inaktif, tampaknya memerlukan prekursor untuk menjadi bentuk aktif. Padaspesies tumbuhan dijumpai kurang lebih 15 macam GA. Disamping terdapat padatumbuhan ditemukan juga pada alga, lumut dan paku, tetapi tidak pernah dijumpaipada bakteri. GA ditransportasikan melalui xilem dan floem, tidak sepertiauksin pergerakannya bersifat tidak polar.

Asetil koA, yang berperanpenting pada proses respirasi berfungsi sebagai prekursor pada sintesis GA.Kemampuannya untuk meningkatkan pertumbuhan pada tanaman lebih kuatdibandingkan dengan pengaruh yang ditimbulkan oleh auksin apabila diberikansecara tunggal. Namun demikian auksin dalam jumlah yang sangat sedikit tetapdibutuhkan agar GA dapat memberikan efek yang maksimal.

Sebagian besar tumbuhandikotil dan sebagian kecil tumbuhan monokotil akan tumbuh cepat jika diberi GA,tetapi tidak demikian halnya pada tumbuhan konifer misalnya pinus. Jika GAdiberikan pada tanaman kubis tinggi tanamannya bisa mencapai 2 m. Banyaktanaman yang secara genetik kerdil akan tumbuh normal setelah diberi GA.

Efek giberelin tidak hanyamendorong perpanjangan batang, tetapi juga terlibat dalam proses regulasiperkembangan tumbuhan seperti halnya auksin (Gambar 4). Pada beberapa tanamanpemberian GA bisa memacu pembungaan dan mematahkan dormansi tunas-tunas sertabiji.
    
Disintesis pada ujung batangdan akar, giberelin menghasilkan pengaruh yang cukup luas. Salah satu efek utamanyaadalah mendorong pemanjangan batang dan daun. Pengaruh GA  umumnya meningkatkan kerja auksin, walaupunmekanisme interaksi kedua ZPT tersebut belum diketahui secara pasti. Demikianjuga jika dikombinasikan dengan auksin, giberelin akan  mempengaruhi perkembangan buah misalnyamenyebabkan tanaman apel, anggur, dan terong menghasilkan buah walaupun tanpafertilisasi. Diketahui giberelin digunakan secara luas untuk menghasilkan buahanggur tanpa biji pada varietas Thompson. Giberelin juga menyebabkan ukuranbuah anggur lebih besar dengan jarak antar buah yang lebih renggang di dalamsatu gerombol

Giberelin juga berperanpenting dalam perkecambahan biji pada banyak tanaman. Biji-biji yangmembutuhkan kondisi lingkungan khusus untuk berkecambah seperti suhu rendahakan segera berkecambah apabila disemprot dengan giberelin. Diduga giberelinyang terdapat di dalam biji merupakan penghubung antara isyarat lingkungan danproses metabolik yang menyebabkan pertumbuhan embrio. Sebagai contoh, air yangtersedia dalam jumlah cukup akan menyebabkan embrio pada biji rumput-rumputanmengeluarkan giberelin yang mendorong perkecambahan dengan memanfaatkancadangan makanan yang terdapat di dalam biji. Pada beberapa tanaman, giberelinmenunjukkan interaksi antagonis dengan ZPT lainnya misalnya dengan asam absisatyang menyebabkan dormansi biji.

2.4. Asam absisat (ABA)

Musim dingin atau masa keringmerupakan waktu dimana tanaman beradaptasi menjadi dorman (penundaanpertumbuhan). Pada saat itu, ABA yang dihasilkan oleh kuncup menghambatpembelahan sel pada jaringan meristem apikal dan pada kambium pembuluh sehinggamenunda pertumbuhan primer maupun sekunder. ABA juga memberi sinyal pada kuncupuntuk membentuk sisik yang akan melindungi kuncup dari kondisi lingkungan yangtidak menguntungkan. Dinamai dengan asam absisat karena diketahui bahwa ZPT inimenyebabkan absisi/ rontoknya daun tumbuhan pada musim gugur. Nama tersebuttelah popular walaupun para peneliti tidak pernah membuktikan kalau ABAterlibat dalam gugurnya daun.

Pada kehidupan suatutumbuhan, merupakan hal yang menguntungkan untuk menunda/menghentikanpertumbuhan sementara. Dormansi biji sangat penting terutama bagi tumbuhansetahun di daerah gurun atau daerah semiarid, karena proses perkecambahandengan suplai air terbatas akan mengakibatkan kematian. Sejumlah faktorlingkungan diketahui mempengaruhi dormansi biji, tetapi pada banyak tanaman ABAtampaknya bertindak sebagai penghambat utama perkecambahan. Biji-biji tanamansetahun tetap dorman di dalam tanah sampai air hujan mencuci ABA keluar daribiji. Sebagai contoh, tanaman dune primroses (bunga putih) dan tanaman matahari(bunga kuning) di gurun Anza – Borrego (California), biji- bijinya akanberkecambah setelah hujan deras .

Sebagamana telah dibahas diatas bahwa giberelin juga berperan dalam perkecambahan biji. Pada banyaktumbuhan, rasio ABA terhadap giberelin menentukan apakah biji akan tetap dormanatau berkecambah. Hal yang sama juga terdapat pada kasus dormansi kuncup yangpertumbuhannya dikontrol oleh keseimbangan konsentrasi antar ZPT. Sebagaicontoh pada pertumbuhan kuncup dorman tanaman apel, walaupun konsentrasi ABApada kenyataannya lebih tinggi, tetapi gibberellin dengan konsentrasi yang tinggipada kuncup yang sedang tumbuh menunjukkan pengaruh yang sangat kuat padapenghambatan pertumbuhan tunas dorman.

Selain perannya padadormansi, ABA berperan juga sebagai “ stress plant growth hormon” yang membantutanaman tersebut menghadapi kondisi yang tidak menguntungkan, misalnya padasaat tumbuhan mengalami dehidrasi, ABA diakumulasikan di daun dan menyebabkanstomata menutup. Hal ini walaupun mengurangi laju fotosintesis, tumbuhan akanterselamatkan dari kehilangan air lebih banyak melalui proses transpirasi.

2.5. Etilen

Di awal abad 20, buah jerukdan anggur diperam di dalam gudang yang dilengkapi dengan kompor minyak tanah.Semula petani buah mengira bahwa hawa panas itu yang  mematangkan buah, tetapi dugaan tersebuttidak terbukti ketika mereka mencoba metode baru menggunakan kompor yangdilengkapi dengan pembersih (tanpa polusi) yang menghasilkan buah-buah yangtidak cepat matang. Ahli biologi tumbuhan menduga bahwa pematangan buah yangdisimpan di dalam gudang tersebut sebenarnya berkaitan dengan produksi etilenyaitu gas hasil pembakaran minyak tanah. Sekarang diketahui bahwa tumbuhansecara alami menghasilkan etilen yang merupakan ZPT yang berperan memacupenuaan termasuk pematangan buah.

2.5.1. Pematangan Buah

Pematangan buah merupakansuatu variasi dari proses penuaan melibatkan konversi pati atau asam-asamorganik menjadi gula, pelunakan dinding-dinding sel, atau perusakanmembran  sel yang berakibat padahilangnya cairan sel sehingga jaringan mengering. Pada tiap-tiap kasus, pematanganbuah distimulasi oleh gas etilen yang berdifusi ke dalam ruang-ruang antarselbuah. Gas tersebut juga dapat berdifusi melalui udara dari buah satu ke buahlainnya, sebagai contoh satu buah apel ranum akan mampu mematangkan keseluruhanbuah dalam satu lot. Buah akan matang lebih cepat jika buah tersebut disimpandi dalam kantung plastik yang mengakibatkan gas etilen terakumulasi.



Pada skala komersial berbagaimacam buah misalnya tomat sering dipetik ketika masih dalam keadaan hijau dankemudian sebagian dimatangkan dengan mengalirkan gas etilen (Gambar 11). Padakasus lain, petani menghambat proses pematangan akibat gas etilen alami.Penyimpanan buah apel yang dialiri dengan gas CO2 yang selain berfungsimenghambat kerja etilen, juga mencegah akumulasi etilen. Dengan teknik ini buahapel yang di panen pada musim gugur dapat disimpan untuk dijual pada musimpanas berikutnya.

2.5.2. Pengguguran Daun

Seperti halnya pematanganbuah, pengguguran daun pada setiap musim gugur yang diawali dengan terjadinyaperubahan warna, kemudian daun mengering dan gugur adalah juga merupakan prosespenuaan. Warna pada daun yang akan gugur merupakan kombinasi pigmen-pigmen baruyang dibentuk pada musim gugur, kemudian pigmen-pigmen yang telah terbentuktersebut tertutup oleh klorofil. Daun kehilangan warna hijaunya pada musimgugur karena daun-daun tersebut berhenti mensintesis pigmen klorofil.

Peranan etilen dalam memacugugurnya daun lebih banyak diketahui daripada peranannya dalam hal perubahanwarna daun yang rontok dan pengeringan daun. Pada saat daun rontok, bagianpangkal tangkai daunnya terlepas dari batang. Daerah yang terpisah ini disebutlapisan absisi yang merupakan areal sempit yang tersusun dari sel-sel parenkimaberukuran kecil dengan dinding sel yang tipis dan lemah.

Setelah daun rontok, daerahabsisi membentuk parut/luka pada batang. Sel-sel yang mati menutupi parut untukmembantu melindungi tumbuhan terhadap patogen.

Gugurnya daun dipacu jugaoleh faktor lingkungan, termasuk panjang hari yang pendek pada musim gugur dansuhu yang rendah. Rangsangan dari faktor lingkungan ini menyebabkan  perubahan keseimbangan antara etilen danauksin. Auksin mencegah absisi dan tetap mempertahankan proses metabolismedaun, tetapi dengan bertambahnya umur daun jumlah etilen yang dihasilkan jugaakan meningkat. Sementara itu, sel-sel yang mulai menghasilkan etilen akanmendorong pembentukan lapisan absisi. Selanjutnya etilen merangsang lapiasanabsisi  terpisah dengan memacu sintesisenzim yang merusak dinding-dinding sel pada lapisan absisi. Gugur daun padamusim gugur merupakan adaptasi tumbuhan untuk mencegah kehilangan air melaluipenguapan pada musim salju karena pada saat itu akar tidak mampu menyerap airpada tanah yang membeku.

3. Aplikasi ZPT pada bidangpertanian

Seperti yang telah dibahasdimuka, ZPT sintetik sangat banyak digunakan pada pertanian modern. Tanpa ZPTsintetik untuk mengendalikan gulma, atau untuk mengendalikan pertumbuhan danpengawetan buah-buahan, maka produksi bahan makanan akan berkurang sehinggaharganya akan menjadi mahal. Disamping itu, muncul keprihatinan bahwapenggunaan senyawa sintetik secara berlebihan pada produksi pangan akanmenimbulkan masalah lingkungan dan kesehatan serius. Sebagai conto dioksin,senyawa kimia sampingan dari sintesa 2, 4-D yang digunakan sebagai herbisidaselektif untuk membasmi gulma berdaun lebar dari tumbuhan dikotil. Walaupun 2,4-D tidak beracun terhadap mamalia, namun dioksin dapat menyebabkan cacatlahir, penyakit hati, dan leukimia pada hewan percobaan.