Perawatan Decu

Decu (Saxicola caprata) merupakan salah satu jenis burung berkicau yang cukup banyak penggemarnya. Bulunya hanya berwarna hitam dan putih, tetapi burung ini tampak indah dan menarik untuk dipandang. Selain memiliki suara yang merdu, jenis burung ini juga mampu menirukan beberapa suara burung lain sehingga dapat menambah variasi lagunya. Keistimewaan decu inilah yang membuat burung berukuran tubuh kecil ini sering keluar sebagai juara di kelas campuran lokal dan akhirnya dipisah menjadi kelas tersendiri disetiap lomba yang menyertakan decu.

Burung ini termasuk pemakan serangga dan mudah dipelihara sebagai hewan peliharaan bahkan ditangkarkan, namun karena memang sudah sedikit populasinya burung ini tidak sepopuler burung tledekan atau sulingan. Dikalangan penggemar burung di Jabar, decu lebih dikenal dengan nama kucica batu, sedangkan di Jatim disebut gecu. Meskipun memiliki beberapa nama, tetapi dikalangan fansnya burung ini lebih populer dengan nama decu. Jenis burung ini terkenal dengan kepandaiannya menirukan suara burung lain selain itu burung ini juga termasuk salah satu burung fighter (petarung) seperti halnya muray batu dan tledekan juga burung kacer.

Perawatan decu ini terbilang cukup gampang-gampang susah karena burung ini pemakan serangga kita harus memperhatikan Extra Fooding (EF) disamping voernya setiap hari dan juga burung ini memerlukan penjemuran secukupnya. Dari sisi suara, burung ini mampu membawakan berbagai jenis lagu tergantung isian yang diberikan kepadanya, tetapi dengan ciri utama lengkingan-lengkingan kristal. Saat ketemu lawan kicau, dia akan berkicau sambil bergoyang buka sayap dan ekor seperti halnya burung kacer atau poci/sekoci.

Tips Membantu kucing melahirkan

Berikut ini Tips Membantu kucing melahirkan bagi kawan-kawan yang memiliki hewan peliharaan kucing kesayangan yang sedang melahirkan;
Langkah awal setelah mengetahui bahwa kucing kita hamil adalah menyediakan nutrisi dan gizi yang lebih dari biasanya. Makanan yang dianjurkan untuk calon ibu kucing adalah makanan untuk kitten karena  kandungan nutrisinya lebih baik dari makanan yang untuk kucing dewasa. Selain itu bisa ditambahkan vitamin atau supplemen yang bisa diberikan oleh dokter. Masa hamil kucing sekitar 59-70 hari, tanda-tanda kucing hamil adalah perilaku yang menjadi lesu, pemalas dan nafsu makan menurun. Setelah kehamilan pada minggu ke 4 sampai ke 6 perut induk semakin membesar dan putting susunya membengkak maka  sebaiknya kita bantu membersihkannya dengan kapas yang dibasahi air hangat. Untuk memudahkan anak-anak kucing nanti menyusu kita juga perlu mencukur bulu disekitar susu induknya. Pada saat bayi mau lahir biasanya induknya gelisah dan nafasnya terengah-engah, ini dikarenakan kontraksi sudah dimulai. Meskipun calon induk kucing sering mencari tempat bersembunyi yang aman dan nyaman, kita sebaiknya selalu ada didekatnya untuk bisa membantu proses persalinan karena kebanyakan kucing Persia tidak bisa melakukan persalinan sendiri. 
Ketika waktu melahirkan tiba, kucing betina akan membaringkan dirinya lalu mulai mengejan. Air ketuban akan keluar disertai sedikit darah dan disusul dengan kelahiran bayi yang beriringan dengan ari-arinya. Apabila induk tidak bisa menggigit tali ari-ari anaknya maka kita harus segera membantu memotongnya dengan gunting yang bersih sepanjang 3-5 cm. Setelah pembungkus tubuh bayi yang berupa plasenta terkupas, bayi kucing kita lap dengan handuk yang dibasahi air hangat lalu dibaringkan dengan posisi tertelungkup, lendir di hidung kita bersihkan agar tidak menyumbat pernafasannya. Setelah kering kita taruh ditempat yang hangat sambil menunggu proses kelahiran berikutnya. Ari-ari yang telah lepas dari bayi didekatkan ke induk kucing untuk dimakan karena mengandung banyak nutrisi dan gizi yang sangat dibutuhkan bagi kekuatan dan kesehatan induknya selama menyusui nanti namun demikian tidak semua induk kucing mau memakan ari-arinya. Setelah semua bayi lahir baru kita dekatkan ke induknya agar segera disusui. 
Usahakan semua bayi kucing masing-masing sudah mendapatkan susu yang pertama ini karena tiga hari pertama dari air susu induknya ini mengandung collostrum yang berupa zat anti body yang sangat dibutuhkan bagi bayi kucing yang rentan terhadap penyakit. Kandang untuk induk dan bayi-bayi kucing harus cukup nyaman dan hangat serta terhindar dari gangguan serangga , usahakan selalu diawasi agar tidak ada bayi yang tertindih atau terjepit karena jumlah bayi kucing sebanyak  3 sampai 6 ekor. Semakin banyak anaknya maka semakin kita dituntut untuk lebih sering mengawasinya terutama agar pemberian susu induknya bisa terbagi kepada setiap bayinya secara merata. Para pemilik kucing biasanya ikut begadang semalaman untuk menjaga dan mengawasi kelahiran bayi-bayi kucingnya. Nah, sudah siapkah anda menjadi bidan kucing ?

Burung Merpati Sebagai Lambang Kesetiaan

Burung merpati yang sering disebut juga burung dara pada dasarnya merupakan dua jenis burung yang berbeda tetapi keduanya masuk dalam famili Columbidae dari ordo Columbiformes yang mencakup lebih dari 300 spesies burung pengicau. Untuk burung merpati mempunyai kecendrungan ukuran yang lebih besar dan sedangkan burung dara mempunyai kecendrungan ukuran yang lebih kecil.
Karena mudah menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan memiliki sense of location dalam waktu yang lama serta dalam jarak yang jauh, maka burung merpati sering menjadi hewan peliharaan.

Kembali ke pembahasan untuk kali ini saya akan membahas tentang burung merpati sebagai lambang kesetiaan. Jika kita ingin mengibaratkan tentang kesetiaan cinta terhadap pasangan kita, kerapkali kita melambangkan burung merpati. Seekor merpati jantan tidak akan berganti pasangan dengan merpati betina selain pasangannya. Jika musim kawin tiba, burung merpati jantan ini akan selalu mengikuti kemanapun merpati betina pasangannya pergi. Setelah betina bertelur, merpati jantan akan dengan setia bergantian selama 19 hari masa eram. Juga setelah telur menetas, merpati jantan serta betina akan memberikan makanan melalui mulutnya kepada anak-anak mereka.

Burung Tempau

Burung Tempua merupakan burung yang memakan biji benih dengan paruh berbentuk kon yang tumpul, terdapat di Asia dan di Sub Sahara, Afrika sedangkan di Malaysia termasuk hewan yang dilindungi. Kebanyakan burung jantan dalam spesies ini bewarna terang, biasanya merah, kuning ataupun hitam. Burung Tempua dikenal kerena kelebihannya dalam membuat sarang yang besar, yang dijalin dari rumput atau ilalang. Bentuknya juga beranega ragam, tergantung jenis burungnya. Sarang tempua ini mempunyai struktur besar seolah dibuat oleh arsitektur yang handal.

Sarang tempua berbentuk sangat unik, merupakan salah satu yang paling rumit.  Dalam bahasa inggris disebut “weaver bird” berarti burung penganyam. Beberapa jenis sarang bahkan dilengkapi dengan “pintu tipuan” untuk mengelabui pemangsa. Pintu tersebut tampak jelas menganga, sementara pintu yang sebenarnya tersembunyi. pemangsa yang mencoba masuk pintu tipuan akan menemui jalan buntu, tidak terhubung ke rongga dimana telur atau anak burung berada. Sarang bagi burung Tempua ini berbeda antara yang jantan dan yang betina. Sarang burung Tempua jantan mempunyai tempat bertenggek baginya menunjuk-nunjukkan dirinya, sementara sarang burung Tempua betina mempunyai bagian bawah yang melengkung bagi menyimpan telur, tepatnya sarang ini untuk memadu asmara.

Saat beranjak dewasa, saat masa berpasangan , burung tempua jantan mulai membangun sarang, terbuat dari alang-alang atau daun-daun tebu atau daun-daun lain yang panjang-panjang. Benar-benar ahli dan besenilah mereka membangun sarang yang rapi serta bercitra perlindungan yang meyakinkan. Sedang yang betina melihat saja dengan santai tapi penuh perhatian pada jantan yang bekerja sambil menaksir hasil kerja para jantan, mempertimbangkannya dan memilih Dalam bahasa Jawa, tempua ini dikenal dengan nama Mayar. Burung pemakan biji-bijian ini, menyukai habitat terbuka seperti padang rumpat, tepi hutan rawa dan persawahan. Musim berbiak dimulai bulan April hingga Oktober. Jantan dapat mengawini lebih dari satu betina atau pologami. Keberhasilan jantan dalam mengawini betina sangat bergantung pada “kesempurnaan” sarang yang dia bangun. Para betina yang tertarik pada jantan tertentu akan menyelidiki sarang sang jantan dengan cermat, dan bila sang betina berkenan, maka perkawinan dapa terjadi. Oleh karena keindahannya tersebut kerapkali sarang burung ini banyak diburuh untuk dijual belikan, serta burung tempau itu sendiri dijadikan hewan peliharaan.

Burung Poksai

Burung poksai atau garraulax palliatus atau yang dikenal juga dengan sebutan The Sunda Laughingthrush banyak ditemukan di negara Brunei, Indonesia dan Malaysia. Burung poksai yang terdapat di Indonesia adalah jenis poksai kuda atau yang disebut Garrulax Rufifrons, spesies ini merupakan spesies yang endemik di Indonesia.

Hewan Peliharaan ini mempunyai ciri jambul dan juga ekor yang cukup panjang, habitat alaminya yaitu daerah subtropis atau tropis lembab atau daerah hutan tropis yang lembab atau juga daerah pergunungan yang cukup lembab. Untuk populasi burung ini, laju produksi cukup mendekati ukuran standar oleh karena itu burung ini paling sedikt mendapat perhatian.

Burung kiwi

Burung kiwi adalah salah satu dari jenis burung yang tidak bisa terbang. Tubuhnya bisa tumbuh hingga seukuran ayam, dengan bobot 2-5 kg. Daerah persebaran alami spesies burung ini pun terbatas hanya di Selandia Baru. Burung ini terdapat dalam tiga spesies, Apteryx australis terdapat di tiga pulau utama Selandia Baru. Sementara Apteryx oweni dan Apteryx haasti hanya terdapat di pulau Selatan saja. Burung yang konon bisa hidup selama 20 tahun ini adalah burung yang setia kepada pasangannya. Hanya anehnya sang betina lebih dominan dalam perkawinan Model pengaturan seperti ini ternyata sangat istimewa dan adil. Hal ini sangat langka bahkan di dunia burung dan banyak keistimewaan dari burung kiwi ini dibanding dengan burung Hewan Peliharaan lain, Kok bisa? Kuncinya pada pembagian tugas. Dalam masa berbiak energi sang betina sebagian besar akan dihabiskan untuk mengeluarkan telur. Walau hanya 1-2 butir, ukuran telur burung Kiwi luar biasa besar. Selain ukurannya, berat telur ini sungguh mengherankan, bobotnya bisa mencapai 25% berat tubuh induknya! Dibandingkan kerabatnya, burung unta yang telurnya cuma 2% dari berat tubuh induknya, dan berat bayi manusia kira-kira hanya 5% saja dari berat ibunya dan telur ini dierami sekitar 75 hari – 80 hari. Oleh karena itu, pekerjaan selebihnya dilakukan si pejantan, termasuk urusan merapikan sarang, mengerami telur, sampai menemani si kecil mencari makan setelah telurnya menetas. Hebat kan? Burung Kiwi memang deh, kecil-kecil cabe rawit…..diantaranya lubang hidung burung Kiwi terdapat hampir di ujung paruhnya, tidak punya ekor dan sayapnya sangat kecil, oleh karena keadaan sayapnya yang sangat kecil itu burung kiwi tidak bisa terbang. Paruhnya langsing dan tajam hal ini sesuai dengan makanannya yaitu hewan- hewan kecil seperti cacing dan hewan- hewan lain. Lubang hidung burung kiwi terdapat hampir di ujung paruhnya.
Burung kiwi merupakan burung yang hidupnya nokturnal yaitu keluar dan mencari makan pada waktu malam hari. Kiwi biasa mencari makan di malam hari. Itulah yang membuat kiwi jarang terlihat oleh manusia. selain itu, kiwi juga termasuk burung pemalu. Untuk mengambil makanan dari dalam tanah, burung kiwi biasa menggunakan paruhnya yang panjang dan tajam. Uniknya, diujung paruhnya itu terdapat indra penyecap makanan. Makanan kegemarannya adalah cacing tanah, serangga tanah, buah–buahan semak, dan hewan–hewan kecil yang berbau. biasanya kiwi tinggal di dalam lubang–lubang akar pohon besar. Musim kimpoi adalah saat membuat teritori. Ukuran teritori ditentukan oleh sejauh mana suara teriakan sang pejantan masih bisa terdengar. Luasnya bervariasi, dari hanya 2 hektar hingga lebih dari 100 hektar. Burung ini hanya memiliki satu pasangan selama hidupnya. Tak seperti burung-burung lain di luar Selandia Baru, yang hidup bersama hewan mamalia, burung-burung Selandia Baru mengeluarkan bau menyengat saat memproduksi lilin untuk melindungi bulu-bulu mereka. Disaat tidur kiwi gemar melipat paruh dan kepalanya kedalam, kemudian menutupinya dengan bulu–bulunya. Kalau bertamu musuh, kiwi akan menyelamatkan diri dengan berlari.
Saat ini spesies kiwi termasuk sebagai hewan langka, maka dengan dijadikannya ia sebagai ikon Negara akan mendorong banyak upaya pelestarian dan perlindungan bagi kelangsungan hidup kiwi agar tidak punah. Ternyata burung kiwi hanya dapat hidup di tempat gelap. Jika mereka terkena sinar matahari, maka mereka akan sakit dan lama2 bisa menyebabkan kematian. Kiwi berbau seperti jamur atau amonia. Hal inilah yang bisa jadi menyebabkan spesies itu kini terancam punah.

Burung Kenyalang

Burung ini terdapat di pulau jawa, Sumatera, Kalimatan, Malaysia, dan Semenanjung Malaysia. Burung kenyalang atau yang dikenal juga dengan nama enggang badak ini hidupnya berpasangan, karena burung kenyalang betina sangat mengandalkan jantannya untuk menjaga dan menungguinya ketika dia sedang bertelur dan mengerami sampai membesarkan anak-anak mereka.

Sarang burung ini berada di dalam batang pohon yang ditutup dengan lumpur hingga yang tersisa hanya lubang kecil tempat jantan memberikan makanan yang dibawahnya kepada sang betina yang tinggal di dalam bersama telur-telurnya. Burung enggang badak makan buah-buahan, serangga, reptilia kecil, tikus, dan burung kecil.

Burung Perkutut

Burung Perkutut (Geopelia striata) banyak hidup di hutan-hutan dataran rendah. Sebagai burung yang masuk dalam suku Columbidae, perkutut mempunyai banyak kerabat dekat seperti peragam dan punai yang tersebar luas di seluruh dunia. Namun, khusus jenis perkutut penyebarannya hanya terbatas dari Semenanjung Malaya sampai Australia. Di Indonesia jenis perkutut cukup banyak. Penghobi membedakan perkutut yang ada sesuai dengan daerah asalnya, misalnya perkutut Sumatera, perkutut Jawa, perkutut Bali, dan perkutut Nusa Tenggara. Khusus untuk di Jawa, masih dibedakan lagi sesuai dengan asal daerah yang selama ini dikenal sebagai daerah penghasil perkutut berkualitas, misalnya perkutut Pajajaran, perkutut Mataram, perkutut Majapahit, perkutut Tuban, dan perkutut Madura. Di Jawa dulunya perkutut banyak dijumpai di daerah bersemak terbuka yang kering atau di pinggiran hutan yang berdekatan dengan pemukiman penduduk. Bahkan, dulu perkutut juga sering dijumpai mencari makan di ladang atau persawahan.

Umumnya perkutut hidup dan mencari makan secara berpasangan atau dalam kelompok kecil. Burung-burung ini biasanya makan di atas permukaan tanah. Tidak jarang ditemukan perkutut yang sedang minum secara bersamaan pada sumber air. Karena tidak mudah terganggu dengan kehadiran manusia dan bisa didekati dalam jarak beberapa meter, perkutut dikenal sebagai burung yang agak jinak. Bila merasa terancam, burung ini akan terbang cepat dan berhenti dalam jarak yang pendek atau bertengger di atas pohon yang tidak jauh dari tempat asalnya. Di alam bebas perkembang biakan perkutut tidak sebaik di breeding farm. Di alam bebas perkutut hanya bertelur dua sampai tiga kali setahun yang terjadi pada bulan Januari-September. Musim berbiak ditandai dengan pembuatan sarang oleh sepasang perkutut yang sedang berahi. Bentuk sarang agak datar dan tipis. Bagian bawah sarang dibuat dari kumpulan ranting yang agak kasar, sedangkan bagian atasnya dilapisi daun rerumputan kering atau serabut yang lebih halus. sarang umumnya diletakkan pada pohon atau semak yang tidak terlalu tinggi dari permukaan tanah.

Beberapa hari setelah sarang jadi, perkutut betina akan bertelur sebanyak dua butir. Telur ini berwarna putih dengan bentuk oval. Ukuran telur kurang lebih 22 X 17mm. Telur akan dierami secara bergantian oleh kedua induk selama kurang lebih dua minggu, setelah itu telur menetas. Anak perkutut yang baru menetas tampak berwarna merah, tidak mempunyai bulu, dan matanya masih tertutup. Pada saat seperti ini anakan masih memerlukan kehangatan dari tubuh induknya. Oleh karena itu, induk akan mengeraminya sampai tumbuhnya bulu (sekitar umur dua minggu). Anakan perkutut yang baru menetas oleh induknya diberi makan berupa susu yang dihasilkan oleh tembolok induknya. Proses penyusuan ini berjalan sesuai dengan naluri alamiah burung. Anak yang belum bisa melihat tersebut menyentuh-nyentuhkan paruhnya ke arah mulut induknya. Setelah mengena, anakan tersebut akan memasukkan kepalanya di tenggorokan induknya. Proses inilah yang dinamakan menyusu. Bersamaan masuknya kepala si anak ke tenggorokan induk, si induk akan memuntahkan isi tembolok yang berupa cairan dan langsung masuk ke mulut si anak. Proses penyusuan ini biasanya berlangsung sampai si anak keluar bulu atau sudah bisa terbang. Perkutut tangkapan hutan yang telah lama menjadi Hewan Peliharaan lazim disebut perkutut lokal. Perkutut tersebut biasanya sudah pandai manggung, tetapi sayang sulit diternak. Kendalanya perkutut lokal sangat lamban atau tidak mudah berkembang biak. Upaya menyilangkan induk jantan perkutut lokal dengan induk betina perkutut Bangkok juga lambat atau tidak selancar perkutut Bangkok murni. Akhirnya banyak yang memilih indukan jantan maupun betina perkutut Bangkok murni karena lebih efektif.

Perkutut-perkutut lokal tersebut sebenarnya dalam hal suara tidak terlalu berbeda jauh walaupun masing-masing mempunyai ciri khas. Perkutut dari satu daerah mempunyai perbedaan dengan perkutut dari daerah lain, tetapi perbedaannya tidak begitu mencolok. Bahkan, dalam hal ukuran atau berat badan hampir tidak berbeda. Perkutut tergolong dalam kelompok burung kecil (betina 19-21 cm dan jantan 20-24 cm) dengan berat antara 60-70 gram. Warna tubuh didominasi dengan warna cokelat dengan ekor agak panjang. Warna pada bagian kepala abu-abu dengan bagian belakang kecokelatan. Leher dan bagian sisinya bergaris halus. Bagian punggung berwarna cokelat dengan tepi-tepi bulu berwarna hitam. Bulu sisi terluar pada ekor berwarna agak kehitaman dan pada bagian ujungnya putih.

Iris (selaput pelangi mata) abu-abu agak kebiruan, paruh abu-abu, dan kaki merah jambu. Warna lain yang menjadi ciri khas perkutut adalah bulu pada punggung sayap, sisi leher, dada, dan bagian sisi badan berwarna cokelat agak keabu-abuan. Jenis perkutut lokal semakin hari semakin kurang diminati oleh penggemar perkutut terhadap suara yang semakin meningkat. Sekarang ini penggemar perkutut menuntut suara yang lebih bagus. Artinya, penggemar perkutut sekarang bukan hanya berpatokan pada munculnya suara depan, tengah, dan belakang saja, melainkan lebih berkembang lagi pada tarikan suara depan yang panjang, tekanan suara, bersihnya suara, dan sebagainya. Tambahan tuntutan tersebut jelas tidak bisa di peroleh dari burung tangkapan alam atau lokal, sebab umumnya suara burung lokal ringan dan datar. Oleh karena itu, tanpa disadari orang harus beralih pada perkutut hasil silangan. Hanya dengan cara silangan penggemar bisa memperoleh suara perkutut sesuai dengan yang diharapkan.

Dengan cara silangan inilah akhirnya penggemar perkutut di tanah air minded dengan perkutut keturunan asal Bangkok (silsilah keturunan). Perkutut asal Bangkok tersebut umunya mempunyai kualitas suara yang bisa diandalkan, baik pada irama dan tekanan suara (depan, tengah, dan belakang) maupun powernya. Hal itu tidak lepas dari kepiawaian dari penangkar di sana yang memang diakui cukup ahli dalam soal silang-menyilang perkutut.

Burung Kolibri

Banyak orang akan sepakat bahwa kolibri adalah salah satu jenis burung yang indah dan menarik. Burung kolibri ini masih banyak terdapat di berbagai pelosok Indonesia, termasuk di Kartasura. Sayangnya, saat ini kolibri banyak diburu untuk diperjualbelikan sebagai Hewan Peliharaan untuk tujuan hobi dan lomba. Padahal burung ini bisa menjadikan halaman rumah atau kebun kita lebih asri ketika dia datang dan mencari madu di tetumbuhan dekat rumah.

Apa itu burung Kolibri?

Kurang lebih terdapat 340 spesies burung kolibri di dunia dan kebanyakan dari mereka hidup dan berkembang biak di Amerika Selatan. Burung Kolibri adalah burung yang suka bermigrasi dan mengembara dengan jarak yang sangat jauh hanya untuk bertelur. Setidaknya terdapat 16 spesies burung kolibri berkembang biak di Amerika Serikat.

Burung kolibri memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda-beda. Dari burung kolibri dengan bulu yang polos sampai bulu yang berwarna warni dan memiliki sayap yang indah. Salah satu yang mudah dikenali adalah spesies burung kolibri yang hidup di Amerika Serikat yang biasa disebut burung kolibri leher rubi (Ruby-Throted Hummingbird).  Panjangnya sekitar tiga inchi dan memiliki bulu disekitar leher berwarna merah.

Jenis burung terkecil adalah burung kolibri lebah (Bee Hummingbird). Diberi nama seperti itu karena ukurannya yang hampir menyamai lebah. Jenis yang terbesar dari burung kolibri bernama burung kolibri raksasa (Giant Hummingbird) yang ukurannya 8 inchi lebih tinggi dari burung kolibri lebah. Terdapat satu jenis burung kolibri yang paling jarang ditemukan yakni burung kolibri ekor indah (Marvellous Spatuletail Hummingbird). Burung jenis ini hidup di Peru dan dikenali dari bulu ekornya yang sangat panjang. Burung ini juga memiliki warna biru yang sangat mempesona dan biasanya digunakan untuk menarik perhatian para betina.

Umur burung kolibri mencapai 3 sampai 4 tahun. Makanan utamanya adalah serbuk sari yang manis dan mereka menggunakan lidahnya yang panjang untuk menjilat nektar yang ada didalam bunga. Selain nektar mereka juga biasanya memakan serangga-serangga kecil. Disamping bentuknya yang lucu dan menggemaskan ternyata burung kolibri merupakan tipe burung yang sangat menjaga teritorialnya. Ketika mereka tidak pergi untuk mencari makan, mereka akan bertengger di ketinggian dan akan menyerang penyusup yang masuk ke wilayah mereka.

Bagaimana cara mereka terbang?

Sayap burung kolibri mengepak sangat cepat sehingga tidak mudah untuk melihatnya. Semakin kecil ukuran burung kolibri maka semakin cepat kepakan sayapnya. Sayap tersebut akan mengepak sebanyak 15 sampai 80 kali dalam satu detik tergantung jenis burung kolibri tersebut. Saat mengepak timbul suara berdengung, oleh sebab itu burung ini dalam bahasa inggris bernama hummingbird. Burung kolibri memiliki gaya terbang yang berbeda dari burung-burung lainnya. Burung ini mampu bergerak keatas dan kebawah dengan cepat. Sehingga hal ini membuatnya mampu melakukan gerakan yang sulit dilakukan burung lain

seperti terbang di tempat yang sama beberapa menit, terbang kedepan, terbang mundur, kesamping, dan dari atas ke bawah. Mereka mampu bertengger di satu pohon selama 5 menit dan kemudian dalam sekejap mata pindah ke pohon yang lain.

Kebanyakan buruk melakukan gerakan kebawah membutuhkan banyak energi sedangkan gerakan keatas membutuhkan sedikit energi. Dikarenakan burung kolibri melakukan gerakan keatas dan kebawah secara bersamaan maka dibutuhkan energi yang sangat banyak apalagi tanpa beristirahat. Jika diumpamakan burung kolibri adalah manusia, setidaknya dibutuhkan 30.000 kalori sehari untuk melakukan gerakan akrobatiknya. Burung kolibri juga memiliki proporsi hati yang sangat besar di dalam tubuhnya dan juga memiliki detak jantung yang mencapai 1000 detak jantung per menit saat terbang dan 200 detak jantung per menit ketika tidur. Sungguh sangat menakjubkan.

Burung Kasuari

Burung Kasuari tergolong dalam ordo Casuariiformes. Ordo ini terdiri dari dua famili, yaitu famili casuaridae dan dromidae. Di Indonesia hanya ditemukan famili casuaridae, yang terdiri dari tiga species : Casuarius casuarius, Casuarius benneti dan Casuarius unafendiculatus.

Ciri-ciri umum famili casuaridae a.l.:
 Tubuh besar berbentuk pasak, tinggi bisa mencapai 150 cm.
 Kakinya kokoh untuk berjalan dan berlari
 Leher panjang, kokoh dan paruh besar – kuat
Tidak dapat terbang karena sayap degenerasi dengan bulu yang tidak sempurna dan terlepas. Jari kaki 3 buah menghadap kedepan dengan kuku tajam.

Propinsi Papua (Irian Jaya) merupakan daerah Kawasan Timur Indonesia, yang kaya akan keaneka ragaman hayati, baik fauna maupun floranya. Keaneka ragaman fauna Irian Jaya dari jenis burung , ada 602 species dengan tingkat endemic 52 % (Anonymous, 1993). Salah satu jenis burung endemik yang tergolong paling besar tubuhnya adalah burung kasuari (Casuarius Sp.). Burung ini selain besar, juga memiliki keindahan warna leher dan pialnya.

Kasuari merupakan burung besar yang tubuhnya berat (60-75 kilogram), hanya dijumpai di pulau Papua, Kepulauan Aru, Seram dan Australia Timur Laut. Berkerabat dekat dengan burung Unta, Emu, Kiwi, Rhea dan Tinamou yang tergolong kedalam ratiles atau burung yang tidak dapat terbang. Kasuari dapat lari dengan kecepatan 40 kilometer per jam dengan satu lompatan melewati rintangan. Memiliki sepasang kaki yang kokoh dengan ketiga jarinya yang dipersenjatai kuku atau cakar yang tajam dan panjang. Bulu kasuari dewasa berwarna hitam legam, kaku dan pendek. Sedangkan bulu anak kasuari berwarna coklat pucat dengan garis-garis memanjang dari kepala keekor berwarna coklat gelap. Perubahan warna bulu dari coklat bergaris menjadi coklat polos terjadi pada umur sekitar 6 bulan kemudian dari coklat menjadi warna hitam legam setelah mencapai umur dewasa kelamin yaitu sekitar umur 4 tahun.

Kasuari memiliki daerah teritori tertentu dan hidup secara soliter kecuali pada musim kawin dan saat mengasuh anak Kasuari tergolong hewan diurnal yaitu melakukan aktivitas disiang hari. Di alam bebas kasuari menjelajahi hutan sendiri-sendiri (soliter) atau bersama anaknya atau berpasangan pada saat musim kawin. Pada saat musim kawin satwa ini bersifat nervous dan siap menyerang siapa saja yang berada disekitarnya. Menjelang dan awal musim kawin, jantan mulai mendekati betina dan pada saat ini sering terjadi perkelahian antar kasuari jantan dalam memperebutkan betina.

Perkembang biakan Kasuari

Pertemuan jantan dan betina saat musim kawin, umumnya di daerah teritori atau di areal tempat makan kasuari betina. Bila kasuari betina telah menerima pejantan maka kasuari jantan akan mengikuti betina terus sehingga terlihat berpasangan, tetapi sebaliknya bila betina menolak maka jantan akan diusir. Pengusiran ini lebih sering terjadi pada saat diluar musim kawin. Kasuari betina umumnya lebih besar dari jantan. Kasuari merupakan salah satu spesies yang melakukan perkawinan dengan sistem poliandri.

Seekor kasuari betina akan kawin dengan lebih dari satu kasuari jantan. Setelah satu clatch peneluran, kasuari betina akan meninggalkan pasangannya dan akan mencari dan akan bercumbu dengan kasuari jantan lain sampai dibuahi pada clutch peneluran berikutnya. Semakin tua kasuari betina semakin luas teritorinya, lebih banyak pasangannya dan lebih agresif saat bercumbu sehingga turunannya lebih banyak.

Menurut Coates (1986), musim kawin pada kasuari gelambir ganda (Casuarius casuarius) umumnya dari bulan Juni sampai Oktober tetapi paling sering Juli dan Agustus, sedangkan pada kasuari gelambir tunggal (Casuarius unappendiculatus) masa kawin terjadi selama musim panas dan musim bertelur pada bulan Juni. Masa kawin pada kasuari kerdil (Casuarius bennetti) terjadi pada akhir musim hujan atau bulan Maret dan April. Kasuari jantan dan betina menduduki teritori tertentu pada saat bertelur.

Betina meletakkan 3-6 telur berwarna kehijauan dalam sarang yang terbuat dari daun-daunan pada pangkal sebatang pohon, kemudian betina pergi ke hutan meninggalkan sang jantan yang akan mengerami, menjaga dan mempertahankan anak-anaknya dari predator. Selama kurang lebih 7 minggu jantan sibuk mengerami telur dan menjaga anaknya setelah menetas.

Jika pada waktu pengeraman ini terdapat gangguan atau ancaman dari luar maka sang jantan akan segera lari ke hutan, berusaha mengalihkan perhatian predator terhadap telur atau anak-anaknya yang berharga. Bagi pejantan sendiri merupakan sasaran yang penampilannya menyolok karena warnanya yang hitam kelam, sedangkan telur berwarna hijau dan anak kasuari bergaris garis coklat sehingga kemungkinan besar tidak akan terlihat oleh predator. Anak kasuari akan tinggal bersama kedua induknya sampai umur sembilan bulan sebelum mereka menjalani pola hidup soliter dan menduduki teritori atau home range sendiri.

Kasuari tampaknya dapat dijadikan Hewan Peliharaan dengan mudah. Sebagai burung yang tak dapat terbang, maka kandangnya cukup berupa pagar, lalu disediakan tempat berteduhnya disudut atau tengah kandang. Kasuari yang telah lama dipelihara punya tingkah laku mirip anjing, cerdik, bisa diajak gurau oleh si pemilik atau pemelihara. Dapat dilepaskan dari kandang dari kandang dan kembali pulang.