gambar foto kartun lucu ikan hias sakit stress

Ikan hias dipercaya bisa bikin orang sakit stress jadi segar kembali, walaupun hanya sebatas melihat foto atau gambarnya saja. Berkat paduan kreatifitas para kartunis dan teknologi, kini banyak dihasilkan gambar-gambar kartun lucu ikan hias.

Seperti contoh gambar foto kartun lucu ikan hias yang lagi sakit stress dibawah ini, bisa menjadi penawar hati yang sedang lara. Hilangkan kesedihan dan kegalauan anda dengan memandangi gambar lucu berikut

Pengaruh Kadar pH Air Kolam Ikan dan Cara Menjaganya

Kadar pH air merupakan salah satu parameter yang cukup penting untuk mendeteksi potensi produktifitas kolam ikan. Perubahan pH yg ekstrim menyebabkan ikan menjadi stres sehingga tidak tumbuh optimal. Menurut para ahli, pH yg baik untuk budidaya ikan berkisar antara 6,8 – 8.

Perubahan pH yg terjadi ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya :

  • Peningkatan gas CO2 sebagai hasil pernafasan dari binatang-binatang air dan tumbuh-tumbuhan serta pembakaran bahan organik didalam air oleh jasad renik. 
  • Kadar gas O2 yang terlarut, menurun.
  • Kandungan garam (Salinitas) yg tinggi
  • Kolam yg jumlah ikannya terlalu padat (tidak sesuai dgn kapasitas air kolam)
  • Keadaan suhu air yg tidak stabil
  • Tingkat kekeruhan air yg melebihi ambang batas

Menurut penelitian, pergoncangan pH dari yang tinggi ke pH rendah ini dapat disanggah oleh unsur calsium yg terlarut dalam air dalam bentuk Ca(HCO3)2 tinggi.

Proses imbangan pH dapat ditulis dengan reaksi sebagai berikut :

Ca (HCO3)2 <—> CaCO3 + CO2 + H2O

Unsur Ca didalam air membentuk dua macam senyawa yaitu:

  1. Senyawa kalsium carbonat (CaCO3) yang tidak terlarut
  2. Senyawa kalsium bicarbonat atau kalsium hidrogen karbonat (Ca(HCO3)2) yang terlarut dalam air.

Nah CaCO3 ini lebih dikenal sbg kapur pertanian atau istilahnya “stalaktit”. Diduga penurunan pH air ini dapat dicegah dengan menambahkan kapur pertanian. Bahkan sudah ada yg melakukan percobaan, nih linknya, baca sampai habis ya!
KLIK DISINI

Cara Membuat Pakan Lele Sangkuriang Alternatif Murah Sendiri

Kali ini saya paparkan formula jitu ttg cara membuat pakan lele sangkuriang alternatif murah sendiri dari bahan-bahan yg dpt anda peroleh dengan mudah. Ramuan pakan lele alternatif yang saya sajikan atas dasar pertimbangan efektifitas dan efisiensi kebutuhan nutrisi penting, harga, serta kemudahan proses pembuatan.  Berikut bahan-bahannya :

  • 8% Tepung Terigu 
  • 33% Tepung Ikan 
  • 23% Tepung Ampas Tahu
  • 17% Tepung Darah
  • 17,5% Pelet paling murah
  • 1% Garam Mineral
  • 0,5% Premix Vitamin

Jenis pakan lele sangkuriang buatan sendiri yaitu pakan lembab dengan kadar air sekitar 25%, karena ikan sangat menyukainya. Cara membuat :

  1. Aduk 8% tepung terigu, 17% tepung darah dan 33% tepung ikan hingga merata
  2. Aduk campuran tadi dengan campuran 23% tepung ampas tahu + pelet murah hingga merata
  3. Larutkan 1% Garam Mineral dan 0,5% Premix Vitamin dalam air hangat secukupnya
  4. Aduk Campuran Tepung yg sebelumnya sudah kita olah dengan larutan garam-vitamin sedikit demi sedikit sambil diremas-remas hingga membentuk adonan kenyal. Lakukan terus-menerus hingga adonan benar-benar merata
  5. Jika adonan sudah jadi, dapat langsung diberikan pada ikan lele Anda

Kandungan nutrisi penting yg terkandung dalam pakan lele murah ini adalah :

  • Protein  >39%
  • Serat     7 – 8 % 

Semoga Cara Membuat Pakan Lele Sangkuriang Alternatif Murah Sendiri ini bermanfaat.

Kekurangan Pakan Ikan Buatan Pabrik

Inilah beberapa kelemahan atau kekurangan pakan ikan buatan pabrik

  • Harganya lebih mahal jika dibandingkan dengan pakan buatan sendiri, Ini mungkin dikarenakan ongkos produksi, promosi, distribusi, dan penyimpanan. Berdasarkan pengalamam, hasil panen bobot ikan yg diperoleh hampir berimbang dengan bobot penggunaan pakan buatan pabrik.
  • Kandungan gizinya sudah ditentukan dan kebanyakan kurang, terutama kadar protein yg diperlukan ikan kolam peliharaan yg seharusnya 35 – 50 % agar pertumbuhannya baik
  • Pakan buatan pabrik rata-rata banyak mengandung dedak atau kedelai sehingga kadar serat masih terlalu tinggi ( melebihi batas ). Serat menyebabkan penyerapan nutrisi yg diperlukan untuk pertumbuhan menjadi terhambat serta menimbulkan masalah pada sistem pencernaan ikan.
  • Jika pakan terlalu lama disimpan, ini bisa merusak kandungan gizi dalam pakan. apalagi jika penyimpanannya sembarangan.
  • Proses pencampuran bahan-bahan pakan kurang merata, karena dilakukan oleh mesin. Hal ini mungkin agar proses produksi bisa cepat dan mencapai target.

Hati-hati dalam menggunakan pakan ikan buatan pabrik!

Cara Membeli Pelet | Pakan Ikan Lele Mas Patin Nila Bawal

Membeli Pelet | Pakan Ikan Lele, Mas, Patin, Nila, Bawal, janganlah sembarangan. Karena jika pelet yg Anda beli itu tidak sesuai dengan kebutuhan gizi harian ikan serta berkualitas buruk, maka akan berdampak kurang baik bagi usaha peternakan lele Anda.Untuk itu Saya ingin berbagi informasi tentang bagaimana membeli pelet | pakan lele, mas, patin, nila, bawal dan ikan-ikan lainnya dgn cara yang lumayan benar;

  1. Usahakan dalam membeli pelet masih dalam kemasan tertutup
  2. Belilah pelet sekalian untuk satu kali panen dari grosir atau agen. Dengan begitu mudah-mudahan harganya bisa lebih murah, kemudian simpanlah dalam ruangan tertutup.
  3. Hindari membeli pelet dari pengecer yang tidak memperhatikan penyimpanan pakan secara baik
  4. Perhatikan tanggal kadaluarsa atau tanggal produksinya. Jika sudah lama sekali sebaiknya jgn dipakai
  5. Cobalah berganti tempat dalam membeli pelet, kemudian perhatikan bagaimana reaksi lele ketika telah diberi pakan itu. Apakah ada perbedaan?
  6. Jangan membeli pelet  asal harga murah nya saja, pilihlah pelet yg dapat memenuhi jumlah ransum harian ikan dgn pemberian pakan minimal. Anda perlu menghitung dulu nilai FCR (Perbandingan antara total pemberian pakan dgn total bobot ikan yang akan dihasilkan) untuk perencanaan pemberian pakan.
  7. Gunakan bahasa yang sopan & santun dlm menawar. Jgn terlalu memaksa sambil emosi, ini kurang berkah. Bayarlah pada harga penawaran pertama! (sebelumnya anda harus tahu harga umum pelet agar tidak kemahalan)
  8. Semoga dgn mengikuti info cara membeli pelet | pakan ikan lele mas patin nila bawal, memberikan pengaruh baik bagi usaha peternakan ikan Anda

Banyaknya Jumlah Pemberian Ransum Harian Sesuai Umur Ikan

Banyaknya jumlah pemberian ransum harian hendaknya sesuai dengan umur Ikan peliharaan yg sedang Anda ternak-kan. Hal ini dilakukan agar gizi harian yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan ikan dapat terpenuhi secara efektif dan efisien. Dengan demikian maka proses pembesaran dapat diperoleh dalam waktu yg tidak terlalu lama.Ransum harian adalah porsi makanan tertentu ukurannya untuk setiap orang atau setiap ternak per hari.Selain itu, dgn mengetahui banyaknya jumlah pemberian ransum harian yg sesuai umur ikan maka ikan akan terhindar dari pemborosan ataupun kekurangan makan, sebagai akibat dari pemberian pakan yang salah.Berikut ini Tabel yang menunjukkan Banyaknya Jumlah Pemberian Ransum Harian Sesuai Umur Ikan

SENTRA LELE

Peluang Usaha

SENTRA USAHA

Senin, 21 Februari 2011 | 14:07  oleh Dharmesta
SENTRA BENIH LELE SUKABUMI
Sentra benih lele Sukabumi: Kampung Sawah, pusat budidaya lele sangkuriang (1)

Jika Anda mencari benih lele untuk beternak, silakan datang ke Kampung Sawah, Sukabumi, Jawa Barat. Sentra yang telah ada sejak enam tahun lalu ini menjadi buruan peternak lele dari pelbagai daerah. Namun, sentra ini hanya menyediakan benih lele sangkuriang yang lebih cepat besar dan tahan bermacam penyakit.

Letak sentra benih lele Kampung Sawah tak jauh dari Pusat Pembenihan Ikan Air Tawar (PPIAT). Lokasinya berada di daerah perbukitan dengan jalan masuk yang belum beraspal. Tak heran, saat musim hujan, jalanan ini berlumpur.

Menurut Didin Sudrajat, peternak lele di Kampung Sawah sejak empat tahun lalu, sentra ini hanya menjual benih lele sangkuriang. Alasannya, lele jenis ini lebih cepat besar dan tahan penyakit dibandingkan dengan lele lainnya.

Saat ini, di Kampung Sawah ada sekitar 30 pembudidaya lele. Tapi, beberapa di antaranya merupakan investor yang menjalin kerjasama dengan penduduk lokal untuk mengelola kolam lele.
Yeyep, Ketua Kelompok Rahardja Sub Lele, menjelaskan, pembudidaya lokal di luar investor, biasanya mempunyai lima kolam dengan ukuran 4×8 meter. Namun, ada pula yang memiliki 10 kolam.

Yeyep yang dulunya seorang sopir bercerita, ketika pertama kali terjun di bisnis ini, ia hanya coba-coba saja. Tetapi, dia berhasil mengawinkan lele sangkuriang secara alami. Berawal dari situ, Yeyep pun mulai serius menekuni usaha budidaya lele ini.

Kala itu, baru ada tiga orang, termasuk Yeyep, yang menggeluti usaha ini. Mereka menggunakan perlengkapan seadanya, seperti plastik transparan dan terpal.

Lantaran masih coba-coba, hasilnya pun kurang menggembirakan. Namun, usaha ini menarik perhatian Ibeng, warga setempat yang kebetulan juga pegawai PPAT. Padahal, di PPAT biasanya budidaya lele dilakukan lewat injeksi.

Setelah mengetahui potensi budidaya lele sangkuriang, Ibeng lalu merekomendasikan penyuluhan dan bimbingan pemeliharaan lele di Kampung Sawah. Ia mengajak pemuda yang masih menganggur untuk ikut membudidayakan lele.

Sayang, hanya ada empat pemuda yang tertarik. Lalu, Ibeng memberi mereka induk lele sangkuriang.

Dengan pengelolaan yang benar, seperti penggunaan terpal dan pengaturan jumlah air yang tepat, induk lele ini mampu menghasilkan benih 10.000 hingga 20.000 ekor per kolam berukuran 4×8 m. Mereka pun mulai menjual benih lele ini.

Harga benih lele tergantung ukurannya. Benih berumur 20 hari dengan ukuran 2-3 cm, dijual seharga Rp 30 per ekor. Sedangkan, benih lele dengan umur sebulan dan memiliki ukuran 3-5 cm, dilego seharga Rp 60. Benih yang sudah berumur 48 hari, dengan ukuran 5-7 cm dibanderol Rp 110.

Setelah mengetahui budidaya lele menguntungkan, banyak orang yang terjun ke usaha ini. Ikhsan Muluk, salah satunya. Asal tahu saja, sebelum terjun di usaha penjualan benih lele, ia bekerja sebagai mekanik di sebuah bengkel.

Ikhsan pun mengubah haluan usaha menjadi peternak ikan berkumis ini. Dengan usaha barunya itu, ia bisa meraih omzet hingga Rp 1 juta seminggu.

Kini, selain menjual benih lele di Kampung Sawah, beberapa peternak sudah merambah ke daerah Serang, Bogor, dan Cianjur. Bahkan, ada yang mampu menjual benih hingga Lampung, Kalimantan, dan Batam.

Selasa, 26 Juli 2011 | 16:15  oleh Fahriyadi
SENTRA PEMBENIHAN LELE SANGKURIANG, BOGOR
Sentra lele Bogor: Lokasi menunjang, omzet menjulang (2)

Tingginya konsumsi ikan lele membawa berkah bagi pembudi daya benih lele sangkuriang di Cibeureum, Bogor. Mereka kebanjiran pesanan benih dari usaha pembesaran ikan lele. Dalam sebulan, ada pembudi daya benih lele mampu mendulang omzet hingga Rp 60 juta.

Warga Bogor, Jawa Barat, sudah mengenal baik kawasan Cibeureum yang masuk wilayah kelurahan Mulya Harja itu. Jika Anda ingin berkunjung ke sana, warga setempat bahkan dengan senang hati menunjukkan lokasi sentra budi daya benih lele sangkuriang itu.

Tetapi sentra pembenihan lele itu tidak seperti sentra lainnya dengan lokasi usaha yang saling berdekatan. Pembenihan lele di Cibeureum itu tersebar dan terpisah di beberapa lokasi.

Setiap pembudi daya memiliki kolam pembenihan dengan jarak satu sama lain bisa sejauh ratusan meter. Namun begitu, mereka masih berada di satu desa, yakni desa Cibeureum.

Sentra ini tentu juga sudah sangat dikenal para pembudi daya pembesaran lele. Apalagi, setiap pembudi daya sudah memiliki pelanggan tetap untuk belanja benih. “Benih lele sangkuriang menjadi incaran pembudi daya pembesaran,” kata kata Ade Mulyadi, salah satu pembudi daya benih lele Sangkuriang.

Ade juga mengklaim, benih lele di Cibeureum lebih unggul ketimbang benih dari daerah lain. Sebab, benih lele sangkuriang berkembang pada temperatur udara yang sejuk, ditambah dengan pasokan air yang berkualitas.

Kolam budi daya milik Ade saat ini sudah mampu menghasilkan 400.000 benih per bulan. Benih sebanyak itu berasal 17 indukan. Namun begitu, Ade mengaku masih kewalahan untuk memenuhi permintaan yang datang tidak hanya dari Bogor, tapi dari Jawa Timur.

Jika permintaan tidak bisa dia penuhi, pria berusia 34 tahun itu akan mencari bibit ke tempat lain. “Tidak semua pesanan bisa saya penuhi,” kata Ade yang sekarang fokus menaikkan produksi.

Kendala dalam menekuni bisnis pembenihan adalah proses pengiriman benih terutama untuk luar kota. Selain biaya mahal, waktu pengiriman yang lama bisa meningkatkan risiko kematian benih. “Terkadang biaya pengiriman lebih mahal dari harga lele,” keluh Ade.

Namun begitu, Ade melihat usaha budi daya benih lele memiliki peluang yang cerah. Apalagi, pemerintah gencar kampanye peningkatan produksi lele akibat naiknya konsumsi lele. Untuk Bogor saja, konsumsi lele per hari mencapai 15 ton-20 ton.

Kenaikan permintaan lele membuat pembudi daya pembesaran lele juga menaikkan produksi. Nah, kenaikan produksi itulah yang mendongkrak kebutuhan benih lele.

Dari banyak jenis benih lele, Ade memilih membenihkan lele sangkuriang. Selain waktu pembesaran lebih cepat, lele sangkuriang juga mudah dalam perawatan sehingga ongkos pembesaran pun menjadi lebih hemat.

Untuk harga, Ade menjual benih lele Rp 140 per ekor. Dengan produksi 400.000 ekor benih lele, ia mendulang omzet Rp 60 juta dengan laba bersih Rp 15 juta per bulan. “Omzet mesti dipotong biaya pakan 30% dan juga gaji tujuh karyawan,” kata Ade.

Pembudi daya lele sangkuriang lainnya, Supardi Badriawan, mengaku saban bulan bisa mengantongi Rp 10 juta. Padahal, dia hanya bisa memproduksi 100.000 ekor benih setiap bulan.

Laki-laki yang akrab dipanggil Upad mengaku, pendapatannya sekarang lebih besar ketimbang menjadi perajin sandal. “Meski harga pakan naik, tapi keuntungan saya lebih baik daripada produksi sandal,” kata Upad.

Rabu, 27 Juli 2011 | 15:16  oleh Fahriyadi
SENTRA PEMBENIHAN LELE SANGKURIANG, BOGOR
Sentra lele Depok: Menjadi tempat belajar pembenihan (3)

Lele Sangkuriang ternyata tak hanya populer di Bogor saja, tetapi sudah merambah ke luar Kota Hujan itu. Selain petani pembesar yang datang ke Cibeureum untuk mencari benih lele, banyak juga warga yang datang ke Cibeureum sekadar belajar pembenihan lele sangkuriang.

Selain menjadi tempat yang menjanjikan untuk memperoleh benih lele berkualitas, di sentra pembenihan lele sangkuriang ini juga bisa menjadi belajar bagaimana cara membudidayakan lele jenis unggul ini.

Supardi Badriawan, salah satu pembudi daya benih lele di Cibeureum mengaku kerap diminta untuk mengajarkan cara budi daya lele. “Jumlah yang belajar, sih, tidak tentu tapi pasti ada saja yang datang untuk minta diajari cara budi daya lele,” ujarnya.

Ia menjelaskan rata-rata yang datang untuk belajar utusan kelompok petani lele yang tertarik mengembangkan lele sangkuriang di daerahnya. “Mereka diutus untuk belajar di sini,” katanya. Kebanyakan petani yang belajar ke Cibeureum berasal dari luar Jawa Barat.

Selain petani lele, murid Supardi juga dari kalangan mahasiswa, terutama mahasiswa jurusan perikanan dan mahasiswa pertanian. Mereka sengaja datang ke Cibeureum untuk belajar membudidayakan lele sekaligus berlibur. “Mereka datang dari berbagai daerah mulai dari Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga wilayah Kalimantan,” ungkap Supardi, senang.

Rekan Supardi sesama pembudi daya benih lele, Ade Mulyadi, menambahkan, popularitas budi daya benih lele sangkuriang di desanya membawa manfaat yang baik bagi petani pembudi daya. Selain mendapat untung dari berjualan benih, para petani juga mendapatkan keuntungan lain berupa uang tambahan dari hasil mengajar itu. Dan tak kalah pentingnya, “Desa kami jadi terkenal seantero negeri,” ujar Ade, bangga.

Baik Supardi maupun Ade menerapkan tarif yang sama untuk kursus kilat pembudidayaan lele ini, yaitu sebesar Rp 3 juta untuk selama tiga hari belajar. Ade menjelaskan, biaya belajar tentang pembenihan lele itu memang tak murah. Maklum, pelajaran yang diberikan Supardi maupun Ade 90% adalah praktik lapangan yang butuh biaya lebih besar daripada proses belajar di kelas.

Lagi pula, “Belajar pembenihan itu jauh lebih repot ketimbang belajar pembesaran. Karena itu dalam praktik selama tiga hari, para peserta harus sungguh-sungguh,” jelasnya.

Salah satu pelajaran paling penting dalam budi daya pembenihan adalah proses perkawinan antarinduk hingga akhirnya menjadi larva. Larva inilah cikal bakal benih lele yang mempunyai nilai ekonomis. “Semua mekanisme itu butuh waktu dan ketekunan. Sedangkan kalau proses pembesaran lebih santai karena hanya memberi pakan. Setelah itu tunggu panen,” imbuhnya.

Karena itu, kalau ada yang belajar proses pembesaran, Ade dan Supardi kompak menyatakan, mereka tak akan memungut biaya alias gratis.
Kedua pembenih lele sangkuriang itu mengungkapkan, sejatinya, sosok yang memiliki andil besar dalam mempopulerkan lele sangkuriang adalah Nasrudin, warga Mega Mendung, Kabupaten Bogor. Dialah yang pertama kali membudidayakan lele sangkuriang. Karena itu, warga Cibeureum, terutama para pembenih lele, menyebut Nasrudin sebagai Bapak Lele Sangkuriang.

Di kalangan pembenih, Nasrudin adalah sosok yang baik. Dia tak segan berbagi ilmu bagaimana membenihkan lele hingga membesarkan lele dengan baik. “Termasuk pada kami ini,” ujar Ade.

sumber:
http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/1298272046/59475/Sentra-benih-lele-Sukabumi-Kampung-Sawah-pusat-budidaya-lele-sangkuriang-1
http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/1311671709/73822/Sentra-lele-Bogor-Lokasi-menunjang-omzet-menjulang-2
http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/peluangusaha/73930/Sentra-lele-Depok-Menjadi-tempat-belajar-pembenihan-3

Cara Menjaga Kualitas Air Kolam Ikan

Kualitas air kolam haruslah dijaga dengan baik agar pertumbuhan ikan peliharaan bisa maksimal. Air merupakan habitat bagi kelangsungan hidup ikan air tawar, jika habitatnya baik maka ikan pun akan tumbuh dan berkembang dengan baik pula.Ada banyak faktor yg mempengaruhi kualitas air kolam, namun yg terpenting harus dijaga yaitu keadaan suhu serta kadar oksigen. Suhu air sangat berpengaruh terhadap kondisi nafsu makan dari ikan-ikan yg hidup didalamnya. ketidak-stabilan dan ketidak-cocokan suhu air kolam menyebabkan terganggunya nafsu makan ikan sehingga pakan yg telah diberikan banyak yg tidak termakan. Sisa-sisa pakan yg  masih terdapat di air kolam lama kelamaan akan membusuk & menghasilkan senyawa beracun. Akibat dari reaksi pembusukan ini bisa menyebabkan kadar Oksigen menurun. Jika air kolam kekurangan Oksigen maka ikan-ikan akan menjadi lemas dan hilang nafsu makan. Apalagi jika penghuninya terlalu padat.Untuk itu untuk kita harus menjaga kualitas air kolam agar pertumbuhan dan perkembangan ikan bisa maksimal dengan cara:

Bentuk atau Jenis Pakan Buatan Ikan Peliharaan Air Tawar

Macam-macam bentuk serta jenis pakan buatan untuk ikan peliharaan air tawar sebetulnya banyak sekali. Namun secara umum dapat kita golongkan menjadi 3 golongan, yaitu: pakan kering, lembab dan basah.

Pakan Kering

Pakan kering dapat dibuat dalam bentuk pelet, remah (crumble), butiran (granular), tepung(meal atau mash), dan lembaran (flake). Pelet dapat dibuat dalam beragam bentuk dan jenis, seperti batang, bulat atau gilik (bulat memanjang). Ukuran panjang dan diameternya disesuaikan dengan ukuran ikan peliharaan yg akan diberi makan. Ukuran pelet berkisar antara 3 – 3,5 mm. Daya tahan atau kekerasan pelet dipengaruhi oleh bahan baku, cara membuatnya dan penggunaan perekatnya.Bentuk remah, butiran dan tepung sebenarnya berasal dari pelet yg digiling lalu diayak dgn mata ayakan tertentu sesuai dengan bentuk yg diinginkan.

Pakan Lembab

Pakan lembab dapat berbentuk bola atau bakso, dan roti kukus (cake). Sebelum diumpankan untuk burayak ikan, roti kukus tadi dihancurkan didalam air sambil disaring dengan ukuran mata saringan tertentu sehingga menjadi bentuk suspensi. Jenis pakan lembab berbentuk bakso cocok untuk ikan salam.Untuk pakan basah umumnya berbentuk bubur atau pasta (paste)Berikut ini tabel Bentuk atau Jenis Pakan Buatan untuk Ikan Peliharaan Air Tawar