Cupang Angkat Ekonomi Masyarakat Kota Kediri

Ikan cupang termasuk komoditas ikan hias yang sudah berkembang sejak lama. Potensi pengembangan budidaya ikan cupang cukup terbuka. Sentra-sentra budidaya ikan cupang baik sebagai ikan hias ataupun ikan aduan bermunculan. Salah satu sentra budidaya ikan cupang yang telah dikenal adalah Kota Kediri.

Sebagai wilayah kota yang merupakan salah satu Pemerintah Kota yang ada di wilayah propinsi Jawa Timur, Kota Kediri terletak di wilayah selatan bagian barat Jawa Timur. Kota Kediri dijadikan wilayah pengembangan kawasan lereng Wilis, dan sekaligus sebagai pusat pengembangan regional eks Wilayah Pembantu Gubernur Wilayah III Kediri yang mempunyai pengaruh timbal balik dengan daerah sekitarnya.
Secara geografis , Kota Kediri terletak di antara 111,05 derajat-112,03 derajat Bujur Timur dan 7,45 derajat-7,55 derajat Lintang Selatan dengan luas 63,404 Km2. Dari aspek topografi, Kota Kediri terletak pada ketinggian rata-rata 67 m diatas permukaan laut, dengan tingkat kemiringan 0-40%
Struktur wilayah Kota Kediri terbelah menjadi 2 bagian oleh sungai Brantas, yaitu sebelah timur dan barat sungai. Wilayah dataran rendah terletak di bagian timur sungai, meliputi Kec. Kota dan kec. Pesantren, sedangkan dataran tinggi terletak pada bagian barat sungai yaitu Kec. Mojoroto yang mana di bagian barat sungai ini merupakan lahan kurang subur yang sebagian masuk kawasan lereng Gunung Klotok (472 m) dan Gunung Maskumambang (300 m) sedang dibagian timur sungai merupakan lahan yang relatif subur dengan relief tanah yang datar. Dikaki Gunung Klotok terdapat situs sejarah berupa Goa Selomangleng, goa ini merupakan pesanggrahan Dewi Kilisuci putri Raja Airlangga dari Kerajaan Kahuripan. selain itu terdapat relief kisah Patih Butho Locoyo, yang setia mendampingi Dewi Kilisuci dan simbol Butho Locoyo ini menjadi Lambang Kota kediri.
Wilayah Kota Kediri, secara administratif terbagi menjadi 3 wilayah kecamatan, yaitu :
  1. Kecamatan Kota, dengan luas wilayah 14,900 Km2 terdiri dari 17 Kelurahan
  2. Kecamatan Pesantren, dengan luas wilayah 23,903 Km2 tediri dari 15 Kelurahan
  3. Kecamatan Mojoroto, dengan luas wilayah 24,601 Km2 tediri dari 14 Kelurahan
Sentra budidaya ikan cupang di Kota kediri terletak Kecamatan Pesantren tepatnya di empat kelurahan yaitu Kelurahan Ketami, Kelurahan Jamsaren, Kelurahan Pesantren dan Kelurahan Tempurejo. Total pembudidaya yang melakukan kegiatan budidaya ikan cupang sebanyak 145 orang dengan luasan lahan yang diusahan sebesar 34,8 ha.
Produksi ikan cupang dari Kota Kediri setiap tahunnya setidaknya ada sebanyak 43 juta ekor dengan wilayah pendistribusian yakni Tulungagung, Nganjuk, Kediri, Blitar, Surabaya, dan Jakarta.
Kota Kediri walaupun daerahnya perkotaan, namun potensi budidaya ikanterdiri dari ikan hias dan ikan konsumsi. Kedua kegiatan budidaya sangat berkembang di sini. Selain itu, usaha perikanan lainnya juga cukup berkembang di Koata Kediri. Banyak kolam-kolam ikan maupun pengolah hasil perikanan utamanya pengolahan bekicot terdapat di Kota Kediri. Untuk usaha budidaya ikan, intensifikasi pemanfaatan lahan dan pemilihan komoditas perikanan yang dikembangkan serta konsistensi dan kesinambungan program menjadi rencana dan merupakan strategi dalam usaha mengembangkan sector perikanan budidaya di Kota Kediri.
Ikan cupang sendiri telah menjadi penopang kehidupan bagi warga Kediri. Bagi warga Kediri, ikan cupang bukan sekadar hobi atau bisnis sampingan. Budidaya ikan cupang ini telah menjadi bisnis inti keluarga, tempat mereka mencari nafkah. Rata-rata setiap rumah memiliki lebih dari dua kolam ikan, bahkan sampai 10 kolam. Kegiatan usaha dibagi dua, yakni pembenihan dan pembesaran.
Rata-rata perputaran uang dari bisnis ikan cupang mencapai Rp 20 juta per hari di kota ini. Uang itu berasal dari bisnis benih ikan, pembesaran ikan, pakan ikan, dan pengepakan. Pembudidaya ikan cupang di Kediri tidak pernah kesulitan memasarkan ikan cupang. Pesanan selalu datang dari berbagai kota, seperto Solo dan Semarang, Surabaya, Malang, serta Jakarta.
Ada empat jenis ikan cupang yang dibudidayakan di Kediri, yakni cupang plakat, cupang serit, cupang cagak atau double tile, dan cupang halfmoon. Ikan cupang yang paling banyak diminati adalah cupang halfmoon karena cantik dan jago berkelahi.
Ikan cupang laku dijual jika sudah berusia enam pekan. Saat penjualan, harga ikan menjadi Rp 800 sampai Rp 10.000 per ekor, tergantung pada jenis dan kualitasnya. Bahkan bila kualitasnya bagus harga dapat mencapai Rp 500.000 per ekor. Seorang petani pemula di kota ini, yang hanya memiliki satu kolam, bisa meraup untung bersih Rp 1 juta per minggu. Dalam sebulan, pendapatannya bisa mencapai Rp 4 juta.
Cupang yang memiliki nama ilmiah Betta sp. adalah ikan air tawar yang habitat asalnya adalah beberapa negara di Asia Tenggara, antara lain Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Ikan ini mempunyai bentuk dan karakter yang unik dan cenderung agresif dalam mempertahankan wilayahnya. Di kalangan penggemar, ikan cupang umumnya terbagi atas tiga golongan, yaitu cupang hias, cupang aduan, dan cupang liar.
Cara pemeliharaan ikan cupang tidaklah rumit. Tidak perlu menggunakan filter air, cukup wadah dan pemberian pakan yang teratur. Yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan ikan cupang adalah kebersihan air dan pemberian pakan yang teratur.
Pembudidaya kota Kediri telah membuktikan bahwa budidaya ikan cupang tidak rumit dan mampu menjadi salah satu penghasilan yang menopang perekonomian.
Berikut ini secara singkat cara membudidaya/memelihara ikan cupang, yaitu :
Ikan cupang sebetulnya bisa dipelihara di manapun, namun sebaiknya untuk budidaya, menggunakan bak semen minimal 1 x 2 meter atau akuarium ukuran 100 x 40 x 50 cm. Sebagai wadah perkawinan ikan cupang, kita bisa menggunakan media yang lebih kecil seperti baskom, akuarium kecil dan ember.
Pemijahan
  1. Bak pemijahan atau akuarium dibersihkan dulu untuk menghindari jamur
  2. Masukkan air setinggi 15 – 18 cm pada akuarium dan 25 cm apabila menggunakan bak semen
  3. Masukkan tanaman air (enceng gondok)
  4. Induk yang telah dipilih dimasukkan ke dalam tempat pemijahan tersebut dengan perbandingan 1 : 1
  5. Induk jantan akan membuat sarang busa diantara daun-daun enceng gondok
  6. Induk betina akan mengeluarkan telurnya setelah induk jantan membuat sarang dan diikuti induk jantan mengeluarkan sperma
  7. Telur-telur akan menempel dan melekat pada busa yang berwarna putih
  8. Telur yang dibuahi oleh sperma jantan akan menetas dalam waktu kurang dari 24 jam, pada suhu 240C
  9. Benih yang telah menetas akan berdiam diri di tempat semula dan setelah 3 hari benih tersebut akan bergerak mencari makan
  10. Pindahkan induk jantan dan betina pada saat telur menetas
Pembesaran Anak
  1. Siapkan akuarium atau bak semen yang terlebih dahulu telah dibersihkan, isi air dan endapkan selama sehari semalam
  2. Masukkan tanaman eceng gondok yang agak rimbun sebagai peneduh dan tempat berlindungnya ikan
  3. Pindahkan benih yang telah berumur 1 minggu ke dalam akuarium atau bak semen yang lebih besar
  4. Pemindahan dilakukan pada pagi hari di saat suhu masih rendah, dengan cara mengikutsertakan sebagian air dari wadah sebelumnya
  5. Berikan makanan berupa infusoria atau air hijau yang dapat diperoleh dari air permukaan kolam
  6. Makanan lanjutan berupa rotifera dan disusul dengan kutu air dan cacing sutera
  7. Penggantian air dilakukan seminggu sekali dengan membuang 1/3 bagian air lama. Penggantian air dilakukan dengan menyiphon air lama memakai selang air dan menggantinya dengan air yang telah diendapkan sehari semalam
  8. Pemindahan kedua dilakukan setelah benih berumur sebulan. 
  9. sumber : http://www.perikanan-budidaya.kkp.go.id

gambar foto kartun lucu ikan hias sakit stress

Ikan hias dipercaya bisa bikin orang sakit stress jadi segar kembali, walaupun hanya sebatas melihat foto atau gambarnya saja. Berkat paduan kreatifitas para kartunis dan teknologi, kini banyak dihasilkan gambar-gambar kartun lucu ikan hias.

Seperti contoh gambar foto kartun lucu ikan hias yang lagi sakit stress dibawah ini, bisa menjadi penawar hati yang sedang lara. Hilangkan kesedihan dan kegalauan anda dengan memandangi gambar lucu berikut

Jenis Ikan Hias Yang Mempunai Nilai Ekonomis Tinggi

1. DISKUS
Ikan hias Diskus (Symhysodonodiscus) merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar yang berasal dari sungai Amazon (Brasil). Jenis ikan tersebut mempunyai nilai ekonomis yang baik dan sangat disenangi di berbagai negara. Di Indonesia ikan Diskus sudah dapat dibudidayakan dan sangat potensil untuk dikembangkan karena selain dapat dipasarkan dipasaran lokal, juga dapat merupakan komoditas ekspor. Ciri khas dari ikan diskus ialah benetuk badannya tubuh pipih, bundar mirip ikan bawal dengan warna dasar coklat kemerah-merahan. Ikan diskus dapat dibudidayakan didalam Aquarium untuk sepasang diskus dapat ditempatkan dalam aquarium berukuran sekitar 75 x 35 x 35 cm kwalitas yang diperlukan untuk hidup dan berkembang ikan diskus yaitu di air yang jernih, temperatur sekitar 28 – 30 ° C pH (derajat keasaman) 5 – 6 selain itu kandungan Oksigen terlarutnya harus cukup tinggi yaitu + lebih besar dari 3 ppm (pxrt per million). Ikan Diskus sudah dapat dikembangbiakan setelah berumur antara 15 – 20 bulan. Adapun makanan yang umum dengan makan yaitu kutu air, cuk, cacing (makanan buatan) yang ada dipasaran.
2. SEVERUM

Ikan severum Cichlosoma severum adalah salah satu jenis ikan hias air tawar yang berasal dari Amerika Serikat bagian Utara (S. Arhazone). Tubuhnya pendek, gemuk dan gepeng dengan warna dasar tubuh bervariasi yaitu coklat kekuningan, atau hitam kecoklatan. Jenis ikan ini juga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Ikan Severum dapat dipelihara didalam aquarium atau bak semen kwalitas air yang diperlukan untuk pemeliharaan ikan severum yaitu: PH. : 5,5 – 7, temperatur air 21 – 25°C. Ikan Severum sudah dapat dipijahkan setelah berumur + tahun dengan ukuran 12 – 15 cm. Induk jantan dari betina dapat dibedakan dari warna dan ukuran induk jantan berwarna lebih cerah dengan induk yang lebih besar dari betina. Makanan yang dapat diberikan jenis ikan ini antara lain: kutu air, cuk, cacing sutera dll. 
3. RAIBOW

Ikan Rainbow merupakan jenis ikan hias yang banyak diminati masyarakat karena jenis ikan ini juga dapat merupakan komoditi eksport. Ada 2 jenis rainbow yang cukup terkenal yaitu rainbow Irian (Melano Tacnia maccaulochi dan Rainbow Anlanesi ogilby Telmatherina ladigesi ahl Rainbow Irian warna dasarnya keperak-perakan dengan warna gelap metalik sedangkan rainbow Sulawesi warna dasarnya kuning zaitun, dengan warna bagian bawah kuning jenis ikan ini termasuk ikan bertelur dengan menempelkan telur pada tanaman air. Kwalitas air yang diperlukan untuk kehidupan jenis ikan ini yaitu temperatur air 23 – 26 ° C. Ph. air sebaiknya diatas 7. Jenis ikan ini dapt hidup dan berkembang-biak dalam aquarium maupun bak semen. Ikan ini sudah dapat memijah setelah berumur + 7 bulan dalam ukuran 5 – 7 cm. Makanan yang biasa diberikan dalam pemeliharaan ikan ini yaitu kutu air, cacing zambut atau cuk. Supaya ikan dapat tumbuh dengan baik selama pemeliharaan bertelur, air harus klop memenuhi persyaratan dan dilakukan penggantian air + 1 minggu 1 kali.
3. NIASA
Psedatropheus auratus Bonlenger atau nama Inggris Auratus. Di DKI jakarta lebih dikenal dengan nama Niasa jenis ikan ini mempunyai tubuh memanjang agak datar, warna dasar kuning keemasan cerah atau hitam pekat. Ikan Niasa sangat agresif gerakannya sehingga harus hati-hati kalau akan dicampur dengan jenis ikan lain. Kwalitas air yang diperlukan untuk hidup dan berkembang ikan Niasa yaitu pH = 7, temperatur 24 – 27°C. Pemeliharaan dapat dilakukan didalam bak semen atau aquarium. Ketinggian air yang diperlukan untuk pemijahan sekitar 30 – 35 cm. Ikan Niasa sudah dapat memijahkan dalam umur 7 bulan dengan ukuran panjang tubuh : 7 cm. Induk jantan dan betina dapat dibedakan dari totol kuning sirip anusnya. Ikan jantan biasanya memiliki totol-totol in, sementara si betina tidak. Makanan yang diberikan antara lain : Cuk, kutu air. 
sumber :  http://www.iptek.net.id

Ramuan Pakan Untuk Ikan Hias dan Cara Membuatnya

Ikan hias dapat juga diberi pakan buatan. Tentunya dengan ramuan yg tidak perlu terlalu banyak melainkan dengan kandungan gizi secukupnya saja.Ikan hias lebih baik diberi makanan alami, seperti cacing sutra,jentik nyamuk dan cacing beku dibandingkan dengan pakan buatan. Hal tersebut dikarenakan ikan hias dipelihara dalam akuarium jadi tidak perlu cepat tumbuh tapi hanya sekedar untuk menghidupinya dalam keadaan sehat. Ramuan pakan untuk ikan hias biasanya berupa lembaran (waver) dengan komposisi sebagai berikut :

  • Kuning telur ayam 1 butir
  • Tepung terigu 20 gr
  • Air 100 ml

Cara membuat pakan ikan hias bentuk lembaran :

  • Kocok kuning telur ayam sampai lumat
  • Tambahkan air sebanyak 100 ml secara berangsur-angsur
  • Tambahkan 20 gr tepung terigu lalu aduk sampai merata
  • Panaskan adonan tersebut diatas api sambil tetap diaduk sampai kental membentuk emulsi
  • Poleskan larutan emulsi yg masih panas dan encer itu setipis mungkin diatas lempengan alumunium
  • Panggang lempengan tersebut bersama larutan emulsi diatas api sampai mengering. Apabila lapisan tipis itu telah mengering maka lapisan tersebut akan mengelupas dengan sendirinya (ngelotok)
  • Kumpulkan hasil kelupasan lapisan sewaktu masih kering sehingga mudah dipecah-pecah menjadi kepingan yg lebih kecil

Selamat mencoba… !

SENTRA IKAN HIAS PASAR SAYUN, PEKALONGAN

Peluang Usaha

SENTRA USAHA

Rabu, 10 Agustus 2011 | 13:34  oleh Mona Tobing
SENTRA IKAN HIAS PASAR SAYUN, PEKALONGAN
Sentra ikan hias Pekalongan: Tetap bertahan walau digempur keadaan (1)

Pasar Sayun di Pekalongan, selain menjual berbagai kebutuhan rumah tangga, juga terdapat sentra perdagangan ikan hias yang cukup terkenal. Walaupun mendapat banyak gempuran, mulai dari isu penggusuran sampai sepi pembeli, 20 pedagang ikan hias tetap bertahan di pasar ini.

Seperti kebanyakan pasar tradisional di Indonesia, Pasar Sayun di Pekalongan terlihat kumuh dan tidak tertata rapi. Posisinya yang berdekatan dengan terminal bus antarkota Pekalongan dan stasiun kereta api membuat kondisi pasar ini semakin memprihatinkan.

Kesan kumuh itu memang amat terasa, terutama di bagian pasar yang menjual berbagai macam dagangan, mulai sayuran, barang rongsokan, hingga pakaian jadi. Namun, kondisi lebih baik terlihat di sentra ikan hias di pasar yang sama. Kios-kios ikan hias berjejer rapi saling berhadapan.

Berdiri sekitar tahun 1980-an, lahan yang dipakai para pedagang ikan hias di Pasar Sayun adalah tanah negara. Dengan luas kios 4 meter (m) x 4 m, salah seorang pedagang ikan hias di tempat itu, Ahmad mengaku harus membayar uang sewa sekitar Rp 500.000 per tahun.

Uang sewa tersebut masih ditambah biaya listrik. “Meski sudah puluhan tahun berjualan di sini, tapi kami masih menyewa,” kata Roro, penjual ikan hias yang lain dan sudah 10 tahun berjualan di Pasar Sayun.

Ahmad mengatakan, kondisi sentra ikan hias Pasar Sayun berbeda jika dibandingkan dengan sebelum 2005. Menurut Ahmad, kejayaan sentra ini berakhir pada tahun tersebut. “Waktu itu, ada isu penggusuran sehingga banyak pedagang memutuskan pindah,” katanya.

Jika dahulu ada lebih dari 30 pedagang ikan hias mengadu nasib di tempat ini, sekarang hanya tersisa sekitar 20 pedagang. Selain isu penggusuran, lesunya perdagangan ikan hias membuat banyak pedagang gulung tikar.

Hilangnya pamor ikan louhan, arwana, cupang, dan guppy, juga punya andil meredupnya perdagangan ikan hias di situ. “Saat ini sepi pembeli,” kenang Roro yang kiosnya berseberangan dengan kios Ahmad. Sejak itulah jumlah pedagang ikan hias terus berkurang.

Ahmad mengungkapkan, para pedagang yang sampai saat ini bertahan adalah mereka yang sudah 20 tahun berdagang di tempat itu. Mereka bertahan karena memang tidak memiliki lagi mata pencaharian lain. Ahmad yang saat ini berumur 50 tahun, mengaku sudah hampir 22 tahun menjalani profesi sebagai pedagang ikan hias.

Meski tak seramai dahulu, Ahmad masih bertahan untuk berjualan di Pasar Sayun karena menurutnya masih ada saja pembeli yang datang. Apalagi sentra ikan hias di Pasar Sayun terbilang cukup lengkap. “Ada lebih dari 100 jenis ikan hias yang dijual dengan harga mulai dari Rp 10.000 sampai Rp 2 juta,” papar Ahmad. Tak hanya ikan hias, sentra ini juga menyediakan berbagai kebutuhan perawatan ikan hingga kebutuhan kolam.

Pembeli tidak hanya datang dari kota Pekalongan tapi juga kota-kota lain seperti Semarang. “Karena sudah terkenal, para penggemar ikan hias kerap mampir ke sini,” tutur Roro.

Roro dan Ahmad adalah sebagian pedagang yang bertahan di Pasar Sayun. Walaupun mereka warga pendatang dari Cirebon, namun mereka bisa berbaur dengan pedagang-pedagang lain yang sebagian merupakan warga lokal. “Perasaan senasib membuat tidak ada persaingan antar pedagang di sini,” tutur Roro.

Baik Roro maupun Ahmad berharap bisa bertahan di situ lebih lama lagi. 

Kamis, 11 Agustus 2011 | 13:56  oleh Mona Tobing
SENTRA IKAN HIAS PASAR SAYUN, PEKALONGAN
Sentra ikan hias Pekalongan: Menggeliat setelah banyak varian baru (2)

Setelah terpuruk pada 2005, sentra ikan hias Pasar Sayun, Pekalongan mulai ramai lagi di 2009. Tidak terbuktinya isu penggusuran lapak dan varian ikan hias yang terus bertambah menggenjot penjualan pedagang. Tak hanya ikan hias air tawarm, sentra ini juga ada ikan hias air laut.

Tahun 2005 adalah masa-sama yang sulit bagi para pedagang ikan hias di Pasar Sayun, Pekalongan. Kala itu penjualan anjlok tajam setelah bergema isu penggusuran. Kondisi tak menentu itu berlangsung hingga tiga tahun lamanya.

Selama masa-masa suram itu, tak hanya omzet penjualan yang terus menurun akibat sepinya pembeli. Isu penggusuran bahkan membuat sejumlah pedagang pilih hengkang mencari lokasi berjualan yang lebih baik.

Memasuki awal 2009, zaman “kegelapan” itu berangsur-angsur mulai terang kembali. Kekhawatiran penggusuran tak terbukti, selain itu nilai penjualan ikan hias juga meningkat kembali. “Sejak dua tahun lalu, penjualannya mulai bagus lagi. Lebih ramai bandingkan dengan tahun sebelumnya,” tutur Roro, penjual ikan hias di Pasar Sayun.

Menurut pria berusia 30 tahun ini, makin banyaknya varian ikan hias baru membuat penggemar ikan hias makin kerap datang ke Pasar Sayun. Selain ikan lokal air tawar, pasar ini juga menyediakan jenis ikan hias laut seperti, clown fish, damsel, chromis, marine angel, dan scorpion.

Walau jenis ikan hias yang dijual semakin banyak, jenis-jenis ikan hias lokal seperti ikan koi, arwana, louhan, discus, cupang, guppy, koki, masih tetap menjadi favorit. “Yang paling laku ikan koi, louhan, dan cupang,” kata Roro.

Karena laku itulah, saat ini Roro lebih banyak menjual ikan hias lokal dibandingkan ikan hias laut, dengan perbandingan 70% ikan lokal, dan 30% ikan hias laut.

Nilai penjualan yang mulai menggeliat juga dibenarkan oleh Agung Kris, juga penjual ikan di Pasar Sayun. Ia mengatakan mulai awal tahun 2009, penjualan ikan hias mulai ramai. “Yang paling laku, ya, ikan koi itu,” ujar Agung.

Karena permintaan ikan koi yang tinggi, saban minggu Agung harus menyediakan setidaknya 50 ekor ikan koi. Beruntung, pasokan koi dari Tuklungagung dan Blitar tak pernah terlambat.

Menurut pria berusia 28 tahun ini, para pembeli ikan koi kebanyakan dari kalangan hotel atau pemilik restoran. Koi-koi itu untuk pengisi akuarium. Pelanggannya tersebut bisa beli sampai 10 ekor sekali datang.

Harga satu ekor ikan koi bervariasi antara Rp 80.000- Rp 100.000 untuk ukuran kurang lebih 15 cm. Selain ukuran, harga ikan koi juga tergantung dari jenisnya. Untuk jenis shiro, bisa mencapai Rp 100.000, sedangkan jenis kohaku dengan panjang 20 cm, harganya Rp 50.000 per ekor.

Sentra ikan hias itu juga menyediakan jenis-jenis ikan dengan harga mahal, seperti ikan arwana dengan harga jual mencapai Rp 15 juta. “Berasal dari Kalimantan, panjangnya lebih dari 30 cm dan termasuk jenis arwana super red. Jadi agak mahal,” kata Ahmad, sang pemilik arwana di Pasar Sayun.

Ahmad juga menjual ikan louhan dengan harga Rp 2 juta sampai Rp 3 juta. Murah mahalnya ikan louhan, menurutnya, tergantung dari jenis dan besarnya tonjolan di kepala. “Tapi kalau ikan louhan harus pesan dulu. Karena agak sulit didapat,” ujarnya. Perlu waktu seminggu hingga dua minggu untuk memenuhi pesanan itu. 

Jumat, 12 Agustus 2011 | 16:11  oleh Mona Tobing
SENTRA IKAN HIAS PASAR SAYUN, PEKALONGAN
Sentra ikan hias Pekalongan: Pasar Sayun hidup karena ikan hias Lokal (3)

Setelah berkali-kali mengalami pasang surut, kini Pasar Sayun menunjukkan eksistensinya sebagai pasar ikan hias paling top di Pekalongan. Sekarang, omzet pedagang rata-rata mencapai Rp 2 juta per hari. Menariknya, ikan hias lokal yang jadi penopang hidup Pasar Sayun.

Menjadi sentra penjualan ikan selama lebih 20 tahun membuat Pasar Sayun telah menjadi tempat paling lengkap dan tersohor bagi para pecinta ikan hias di Pekalongan. Kini, setelah mengalami surut sekian lama, para pedagang ikan hias di Pasar Sayun mampu mengantongi pendapatan hingga Rp 2 juta per hari.

Menurut para pedagang, ramainya penjualan itu lantaran ditopang penjualan ikan hias lokal. Ikan hias itu kebanyakan didatangkan dari beberapa sentra pembiakan ikan hias di Tulungagung, Kediri, dan Blitar, Jawa Timur. “Yang paling banyak dicari justru ikan hias lokal. Para pecinta ikan hias menganggap tiga daerah itu sebagai pusat pengembangan ikan hias,” terang Ahmad. pedagang ikan hias.

Saking populernya produk ikan hias dari tiga daerah itu, pedagang seperti Roro, saban dua kali seminggu mesti berbelanja ikan hias sendiri ke Blitar. “Sekaligus untuk mengecek apakah ikan hias baru yang tengah dikembangkan,” tutur Roro.

Sekali berbelanja, setidaknya Roro menghabiskan duit sebesar Rp 2 juta. Uang sebanyak itu, ia belikan ikan koi, louhan, cupang, dan beberapa ikan kecil yang biasa digunakan untuk umpan.

Bahkan, daftar belanjaan Roro bisa semakin membengkak kalau banyak pesanan dari pembelinya. Atau jika ia sengaja kulakan ikan hias yang mempunyai harga mahal seperti ikan louhan atau arwana. “Pernah hingga Rp 5 juta hanya untuk membeli ikan louhan saja,” kata Roro.

Hal senada juga diungkap Ahmad yang pernah membeli ikan arwana hingga belasan juta. “Terakhir bulan lalu membeli ikan arwana super red karena ada pesanan dari pembeli,” kata Ahmad.

Sedangkan Agung Kris, juga pedagang ikan, sekali kulakan dia langsung membeli 1.000 ekor ikan dari berbagai jenis. “Saya seminggu sekali, kulakan ke Blitar atau Tulungagung,” ujar Agung.

Namun di saat musim-musim kemarau dan libur anak sekolah, Agung biasanya menambah jumlah ikan hias yang akan dijualnya.

“Musim-musim tersebut biasanya pembeli lebih banyak yang datang. Jadi saya bisa membeli dua kali lipat lebih banyak,” kata Agung.

Di hari-hari biasa, para pedagang bisa mengantongi pendapatan hingga Rp 300.000 hingga Rp 500.000. Namun omzet sebesar itu hanya untuk penjualan ikan hias saja.

Nah, untuk mendongkrak pendapatan, para pedagang ikan hias biasanya juga berjualan berbagai macam kebutuhan ikan hias. Mereka juga menyediakan akuarium berbagai macam ukuran dengan berbagai model.

Untuk akuarium berukuran 40 cm x 40 cm seharga Rp 50.000 sampai Rp 200.000, tergantung pada kualitas pembuatannya. Sedangkan untuk ukuran akuarium berukuran 1 meter x 1 meter harganya bisa mencapai Rp 2 juta.

Selain akuarium, tentu para pedagang itu juga menjual aneka pernak pernik akuarium, seperti lampu, batu hias untuk ornamen, selang, filter air, dan juga mesin aerasi yang dapat menghasilkan gelembung oksigen dalam air. Harga filter atau mesin aerasi sekitar Rp 50.000.

Dengan berbagai jenis jualan sampingan itu, pedagang pun mampu mendongkrak omzet hingga Rp 2 juta per bulan.

Sumber:
http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/1312958049/75095/Sentra-ikan-hias-Pekalongan-Tetap-bertahan-walau-digempur-keadaan-1
http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/1313045764/75192/Sentra-ikan-hias-Pekalongan-Menggeliat-setelah-banyak-varian-baru-2
http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/peluangusaha/75320/Sentra-ikan-hias-Pekalongan-Pasar-Sayun-hidup-karena-ikan-hias-Lokal-3

Jenis-jenis Ikan Arwana Indonesia

Jenis-jenis Ikan Arwana Indonesia

Arwana merupakan ikan hias yang sangat diminati. Karakteristiknya yang memiliki warna yang indah membuatnya menjadi primadona. Tidak hanya sebagai hiasan, arwana oleh beberapa kalangan juga diyakini membawa keberuntungan bagi yang memilikinya. Ikan arwana yang termasuk dalam kategori hewan yang dilindungi memiliki banyak varietas di seluruh dunia. Di Indonesia terdapat beberapa jenis arwana yang diantaranya telah dapat dibudidayakan.

Super Red Arwana

Indonesia termasuk Negara yang memiliki jenis ikan arwana yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Ikan ini banyak ditemui di perairan Kalimantan utamanya di Kalimantan bagian barat. Ikan arwana merah memiliki beberapa varietas diantaranya arwana warna merah darah (blood red), merah cabe/cabai (chili red), merah oranye (orange red) dan purple red.

Secara umum arwana merah, sejak kecil sudah memiliki warna merah pada sirip, ekor, dayung dan sungut. Sedangkan warna merah pada badan akan meuncul ketika arwana sudah berusia 3 – 4 tahun.

Golden Arwana

Arwana jenis ini di alam banyak ditemui diperairan Sumatera terutama di provinsi Riau. Varietas arwana jenis ini berdasarkan warna dasarnya terdiri dari blue base, green base dan gold base. Kekurangan dari arwana ini adalah warna sisik pada umumnya tidak bisa sampai melewati punggung dan hanya sampai pada level sisik ke 4 (dihitung dari bawah badan ke atas).

Jardini Arwana

Karakteristik arwana jenis ini memiliki warna dasar hitam kecoklat-coklatan dengan bintik-bintik kuning ke emasan pada bagian tengah sisik-sisiknya, bahkan di bagian kepala (pipi) sampai pada sirip & ekornya pun terdapat bintik-bintik kuning tersebut. Jardini dapat dijumpai di Pulau Irian karena arwana ini sering pula disebut sebagai arwana irian. Jardini dibagi 2 jenis, yaitu warna dasar lebih gelap adalah scleropqges jardini dan yang memiliki dasar lebih terang adalah scleropqges leichharti.

Inilah beberapa arwana yang populer di Indonesia dan oleh sebagian pembudidaya ikan hias ketiga jenis ikan arwana tersebut telah dapat dibudidayakan. Teknik budidaya ikan arwana secara umum tidaklah sulit namun membutuhkan ketelitian dan kesabaran yang ekstra.

Arwana dapat dikembangbiakkan di wadah budidaya seperti akuarium atau kolam. Kualitas air yang selalu terjaga baik menjadi tuntutan dalam budidaya ikan ini. PH air untuk budidaya arwana sebenarnya sangat lebar tapi lebih disarankan untuk memudahkan pemeliharaannya PH airnya disesuaikan dengan kondisi air pada kondisi sebenarnya di alam yaitu PH 6,8 – 7,5 dan suhu 27 – 29 C. Sedangkan penggantian air untuk menjaga kualitas air, dilakukan sebanyak 30 – 34 % dari total volume dengan air deklorinisasi. Penggantian air perlu dilakukan apalagi jika kondisi setelah hujan karena air hujan dapat mengakibatkan perubahan mendadak pada kualitas air.

Pemberian pakan pada arwana sebaiknya diberikan pakan bervariasi yang mengandung protein sangat tinggi. Pakan untuk induk arwana dapat diberikan berupa ikan/udang rucah ditambah dengan pellet dengan kadar protein 32 %. Pemberian pakan ini dilakukan setiap hari dengan ketentuan 2% dari berat total tubuhnya.

Kematangan gonad akan terjadi pada saat umur ikan arwana berumur 4 tahun dan sudah mencapai panjang 45 – 60 cm. Pemijahan akan terjadi sepanjang tahun. Puncak pemijahan akan terjadi antara bulan Juli dan bulan Desember. Ketika telah terjadi pemijahan maka induk jantan akan menjaga telur tersebut di dalam mulutnya selama 2 bulan.

sumber : http://www.perikanan-budidaya.kkp.go.id

berbagai jenis ikan cupang

Perkembangan variasi ditinjau dari segi bentuk dan warna terbilang pesat dalam beberapa generasi terakhir. Beberapa jenis cupang yang dikenal sekarang ini:
  • Betta pugnax (Forest Betta)
  • Betta taeniata (Banned Betta)
  • Betta macrostoma (Bruney Beauty)
  • Betta unimaculata (Golden Slender)
  • Betta picta (Painted Betta)
  • Betta anabantoides (Pearly Betta)
  • Betta edithae (Betta Brederi)
  • Betta foerschi (Purple Saphire Betta)
Ikan cupang di atas dikenal sebagai mouth breeder yaitu ikan cupang yang mengerami telurnya di dalam mulut, sedangkan kelompok di bawah ini yang merupakan kerabat ikan cupang (betta), yang membangun sarangnya dengan busa (bublle nest)
  • Betta akarensis (Sarawak Betta)
  • Betta coccina (Clorat’s Betta)
  • Betta bellica (Standard’s Betta)
  • Betta tesyae (Peaceful Betta)
  • Betta smaragdina (Emerald Betta)
  • Betta imbelis (Slugger’s Betta)
  • Betta splendens (Siamese Fighting Fish)
Jenis ikan cupang lain yang dikenal sebagai:
  • Betta albimarginata
  • Betta balunga
  • Betta breviobesus

sumber : wikipedia

Koi Kian Diminati Masyarakat

Koi Kian Diminati Masyarakat

Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama Asosiasi Pecinta Koi Indonesia, klub-klub pecinta koi dan seluruh stakeholder koi belakangan ini terus secara kontinyu berupaya mendorong pengembangan koi Indonesia. Hal ini tak lain agar koi dapat dijadikan industri lokal yang mampu menjadi alternative sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Salah satu upaya pengembangan koi tersebut adalah melalui pelaksanakan even-event kontes yang dilakukan secara rutin. Even kontes secara tak langsung akan memperkenalkan sekaligus sebagai ajang promosi koi tersebut. Untuk tahun ini, kontes koi tersebut dilakukan di Surabaya. Kegiatan kontes yang diikuti tak kurang dari 150 peserta ikut kontes di event tersebut.

Pemerintah maupun swasta kian menyadari bahwa untuk menampung komoditas koi yang makin diminati itu perlu wadah tersendiri. Sebagai contoh di Kabupaten Blitar, beberapa tahun belakangan ini yang telah berhasil mengembangkan jenis ikan koi yang memiliki harga cukup baik. Jenis ikan koi produksi Kabupaten Blitar tersebut adalah jenis asagi, hikari muji, koromo, sanke, showa, king gin rin, kowari mono, bekko, kohaku, tanco, hikari utsuri, gosiki dan utsuri mono yang harganya dapat mencapai ratusan hingga jutaan rupiah.

Menurut Dirjen Perikanan Budidaya, pada acara pembukaan acara 7th All Indonesian Young Koi Show, di Surabaya pada April 2011 lalu, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) senantiasa berupaya membangun serta menciptakan iklim usaha yang baik dengan pendekatan sistem agribisnis dari mulai penyediaan induk, sarana dan prasarana, termasuk menciptakan pola-pola kemitraan yang sehat antara swasta dan mayarakat (pembudidaya ikan, pemasar, hobbies dan eksportir yang kian hari diharapkan dapat meningkat.

Hal ini sengaja dilakukan mengingat pasar ikan hias sangat menjanjikan, Dirjen mengingatkan bahwa, dari data perdagangan ikan hias dunia tahun 2009, Indonesia baru menguasai 7,5% pangsa pasar ikan hias. Masih kalah jauh dari Singapura yang mencapai 22,5% perdagangan ikan hias dunia.

Sedangkan potensi yang ada di Indonesia sangat besar, Dirjen DJPB menjelaskan, kalau mau melihat data, potensi eskpor ikan hias Indonesia diperkirakan mencapai US $60 juta sampai US $ 65 juta. Dengan jumlah species ikan hias air tawar sebanyak 450 species dari total 1.100 species ikan hias air tawar dunia. “sedangkan untuk ikan hias air laut, Indonesia memiliki lebih dari 700 jenis species yang sebagaian besar hanya terdapat di Indonesia.

Potensi ikan hias, kata Dirjen, apabila ditangani secara serius, maka Indonesia akan mampu berbicara banayak di pasar Internasional baik untuk ikan hias air tawar maupun air laut. Oleh karena itu, KKP sangat serius untuk mengembangkan ikan hias Indonesia.

Sedangkan sentra produksi ikan hias tersebar di beberapa daerah di Indonesia, seperti Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara. “Khusus untuk ikan Koi, sentra produksi di wilayah Jawa Timur, Jawa Barat, DI Yogyakarta” kata Dirjen.

Pemerintah berharap, Asosiasi Ikan Hias Indonesia dapat menyumbangkan kontribusi pengalaman, kapabilitas dan profesionalitasnya dalam mengembangkan ikan hias Indonesia serta terus menerus melakukan upaya-upaya menggairahkan bisnis ikan hias nasional seperti kontes, pameran, bursa, perluasan area pasar dan juga dapat mengedukasi masyarakat dalam mengembangkan ikan hias secara benar melalui pelatihan pembudidayaan. Sehingga ikan hias Indonesia dapat menjadi salah satu pilar ekonomi nasional dengan pengelolaan yang baik dalam menghasilkan komoditas ikan hias yang trend di pasar. (rd)

sumber : http://www.perikanan-budidaya.kkp.go.id

USAHA IKAN HIAS AQUARIUM

PENDAHULUAN

Sejalan dengan lajunya pembangunan Kota Jakarta, maka perkembangan perikananpun mengalami peningkatan yang sangat pesat. Hal ini dimungkinkan karena pada hakekatnya Kota Jakarta merupakan Wilayah konsumen yang potensil, sehingga sangat mendukung dalam usaha pemasarannya.

ikan_hias

Mengamati kegiatan usaha Perikanan khususnya ikan hias tentunya tak dapat dipisahkan dengan sarana penunjang yang yang tak kalah pentingnya dengan usaha ikan hias itu sendiri yaitu “AQUARIUM” karena betapun indahnya ikan hias apabila tidak ditunjang dengan penampilan aquarium serta dekorasi yang memadai, maka sesungguhnya nilai keindahan itu telah berkurang dan ini hanya bisa dicapai melalui penanganan yang tekun dan berkelanjutan.

ikan_hias_2

Untuk mengembangkan usaha ikan hias diwilayah DKI Jakarta dilaksanakan melalui Pusat Promosi Hasil-hasil Perikanan yang beralokasi di Jalan Sumenep, Jakarta Pusat.

PERLENGKAPAN AQUARIUM

  1. Aquarium dalam keadaan bersih dan tidak bocor
  2. Tanaman hdiup secukupnya
  3. Bahan-bahan dekorasi: pasir bersih (tidak mengandung lumpur), koraltex, akar kayu dan batu karang
  4. Pompa udara (aerator) sebagai alat penambah oksigen dalam air
  5. Lampu neon ultra violet pada malam hari dapat menimbulkan rasa alami yang mempesona
  6. Filter yang dihubungkan dengan aerator berfungsi sebagai penyaring kotoran dalam air
  7. Peralatan lainnya: slang plastik, serokan dan pembersih kaca.

aquarium_1

TEKNIS DEKORASI AQUARIUM

  1. Pasir dimasukkan kedalam aquarium lalu diatur/dipadat sambil diberi percikan air secukupnya.
  2. Kemudian tanaman air ditanam dengan cara dibenamkan kedalam pasir (tanaman yang lebih tinggi diletakkan dibagian belakang)
  3. Setelah diperkirakan siap untuk didekor, maka sebelum diisi air permukaan tanaman dan pasir ditutup dengan kertas koran atau plastik. Hal ini dilakukan dengan maksud agar tekanan air tidak merusak tanaman dan tidak menimbulkan kekeruhan.
  4. Air dalam aqurium ditunggu sampai kotorannya mengendap, lalu ikan dimasukkan (diusahakan jenis ikan yang tidak saling memangsa)
  5. Tahap selanjutnya aerator dipasang sesuai ukuran aquarium, tapi bila tersedia banyak tanaman hidup, aerator cukup dipasang pada malam hari saja
  6. Aquarium diletakkan ditempat yang datang agar tekanan air merata dan diusahakan jangan terlalu banyak terkena sinar matahari karena akan mempercepat tumbuhnya lumut.

MAKANAN IKAN

  • Makanan ikan hias air tawar terdiri dari 2 macam yaitu: makanan alami seperti kutu air (Moina) cacing rambut (Fubifek, Chironomus) dan lawa nyamuk (cuk).
  • Makanana alami harus dibersihkan/dibilas terlebih dahulu dengan air bersih sebelum di berikan pada ikan dan satu hari cukup 1 (satu) kali saja
  • Makanan buatan: wafer, tahu, darah ayam/kerbau/marus
  • Makanan buatan sebaiknya diberikan pada saat tidak ada makanan alami
  • Pemberian makanan diusahakan jangan sampai tersisa karena dapat menimbulkan pembusukan/keracunan

MANFAAT

ikan_hias_3

Ada beberapa manfaat yang dapat dipetik dari keindahan aquarium ikan hias antara lain:

  1. dapat mendidik rasa cinta alami
  2. merupakan hiburan yang dapat mengendorkan urat syaraf serta menimbulkan rasa tentram di rumah
  3. menambah keindahan ruangan dan tidak memerlukan tempat yang luas
  4. merupakan usaha sambilan yang dapat menambah penghasilan keluarga
  5. menjaga kelestarian sumber daya perikanan

Sumber: Dinas Perikanan, Pemerintah DKI Jakarta, Jakarta