Perikanan Budidaya Baru Digarap 11%

Potensi perikanan budidaya di Indonesia baru dimanfaatkan sekitar 11%, sehingga terbuka lebar untuk dioptimalkan agar produksi perikanan naik signifikan. Hal itu dikatakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo dalam seminar Outlook Perikanan 2012 bertajuk Industrialisasi Perikanan Budidaya; Peluang dan Tantangan Bagi Usaha Budi Daya di Jakarta, Rabu (18/1).

Sharif memaparkan, potensi perikanan budidaya mencapai lebih dari 9,58 juta hektare, tetapi pada 2010 yang tecatat baru dimanfaatkan seluas 1,11 juta hektare.

Menurut dia, potensi perikanan seluas 9,58 juta hektare itu terdiri atas potensi tambak 1,22 juta hektare dan potensi budi daya laut seluas 8,36 juta hektare.

“Potensi perikanan budi daya tersebut meliputi budidaya laut, budi dayatambak, budi daya kolam, budi daya keramba, budi daya jaring apung dan budi daya sawah,” kata dia

Namun, menurut Sharif, meski pemanfaatan potensi perikanan budidaya belum optimal, produksi perikanan budidaya menunjukkan kenaikan signifikan dari produksi yang tercatat 4.78 juta ton tahun 2010 naik menjadi sekitar 6,97 juta ton pada 2011.

Dia menjelaskan, peningkatan produksi perikanan tersebut baik perikanan budi daya maupun tangkap belum mampu mencukupi permintaan dalam negeri. Permintaan itu termasuk dari industri pengolahan perikanan untuk dijadikan bahan baku.

“Dari kebutuhan bahan baku pe-mindangan saja yang sebanyak 157.838 ton per bulan, saat ini hasil produksi ikan tangkap nasional untuk jenis ikan pindang hanya sekitar

76.434 ton per bulan. Artinya, terdapat kekurangan bahan baku ikan pindang sekitar 5137%,” kata dia.

Sharif mengemukakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan tidak bisa memaksakan untuk memenuhi kebutuhan baku industri pindang yang berasa) dari perikanan tangkap karena keterbatasan sumber daya ikan di laut maupun faktor cuaca

Untuk itu, menurut dia, salah satu upaya yang dilakukan adalah mengedukasi para pemindang untuk mendiversifikasi usahanya dengan usaha pengolahan perikanan budidaya seperti bandeng presto.

“Tentunya hal ini harus diikuti upaya peningkatan produksi ikan bandeng sebagai bahan bakunya Karena itu, bandeng merupakan salah satu komoditas perikanan budidaya yang kami prioritaskan imtuk dikembangkan, selain udang-dan patin.” kata Sharif, (ant)

Sumber : investor Daily 19 Januari 2012,hal. 7

Industrialisasi perikanan butuh sinergi

Industrialisasi perikanan butuh sinergi

RUSTAM AGUS Bisnis Indonesia

SURABAYA Industrialisasi sektor perikanan dinilai membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah guna menjamin tercapainya peningkatan daya saing dan kesinambungan produksi dari hulu hingga hilirnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C. Sutardjo mengatakan industrialisasi perikanan sulit berjalan jika tidak ada keterkaitan yang kuat antara hulu yang menghasilkan bahan baku dan daya tarik di hilir menyangkut pengolahan dan pemasarannya sehingga upaya peningkatan daya saing harus dilakukan mencakup perbaikan di kedua sisi tersebut.

“Sinergitas pemerintah pusat, kalangan pemda, swasta dan masyarakat usaha lainnya menjadi kunci sukses upaya peningkatan daya saing tersebut,” ujarnya saat menyerahkan bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam rangka industrialisasi perikanan berupa sarana dan prasarana pengolahan dan pemasaran hasil perikanan kepada Pemprov Jawa Timur yang diterima Wakil Gubernur Syaifullah Yusuf dan kepada 27 pemkab/kota se-Jatim di gedung Grahadi. Surabaya, kemarin.

Sektor kelautan dan perikanan, menurut Menteri, berpotensi besar menjadi motor penggerak roda pembangunan daerah dan nasional jika mampu dikelola dengan baik. Salah satu langkah strategisnya dengan memacu industrialisasi perikanan melalui program pemberdayaan untuk meningkatkan produksi dan pendapatan para pelaku usahanya.

“Industrialisasi akan meletakkan pelaku perikanan dan kelautan sebagai subjek, bukan objek,” tutur Cicip.

Kebijakan industrialisasi merupakan strategi dan program prioritas yang diambil Kementerian Kelautan dan Perikanan juga dimaksudkan untuk meningkatkan nilai tambah pelaku usaha perikanan.

Dalam kunjungan kerjanya ke Jatim, selain menyerahkan bantuan sarana dan prasarana pengolahan dan pemasaran hasil, Menteri KP juga meninjau Akademi Perikanan Sidoarjo, dan Balai Karantina Ikan Kelas I Juanda, Surabaya.

Meningkatkan nilai

Wagub Syaifullah Yusuf mengatakan sejauh ini Jatim penyumbang terbesar sekitar 25% dari produksi ikan nasional termasuk hasil olahannya.

Di Jatim, menurutnya, terdapat lebih dari 130 unit usaha pengolahan ikan skala besar dan sedikitnya. 8.000 unit usaha ikan olahan skala mikro dan-kecil.

“Nah usaha perikanan rakyat inilah yang perlu terus dibantu untuk berkembang dan meningkatkan nilai tambah produknya.”

Kementerian Kelautan dan Perikanan menyiapkan Rp39,34 miliar untuk pengadaan paket bantuan sarana prasarana pengolahan dan pemasaran hasil perikanan bagi sejumlah daerah penghasil produk perikanan dan olahannya.

Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Victor Nikijuluw mengatakan anggaran pengadaan paket bantuan itu bersumber dari APBN senilai Rp24,74 miliar.

Sisanya dari alokasi dana dekonsentrasi Rp3,4 miliar dan sekitar Rp7,9 miliar dan sejumlah anggaran lainnya dari dana tugas pengembangan dan pemberdayaan sektor perikanan.

“Paket bantuan sarana prasarana pengolahan dan pemasaran ini diarahkan untuk beberapa daerah penghasil produk perikanan, utamanya di Jawa.”

Sumber : Bisnis Indonesia 22 Desember 2011,hal i2

Maksimalkan Kekayaan Laut

Maksimalkan Kekayaan LautINDONESIA tak ubahnya perempuan cantik yang sibuk bersolek dan bepergian, sementara rumah dan keluarganya tidak terurus. Dalam kepemimpinan beberapa presiden hingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat Ini. Indonesia boleh bangga dengan keberhasilan menggelar berbagai event, seperti KTT ASEAN Plus dan lainnya, di samping kesibukan Presiden dan jajarannya bepergian ke luar negeri guna memenuhi undangan Tetapi kondisi di dalam negeri sendiri karut-marutTerkait dengan Hari Nusantara 2011 yang diperingati setiap tanggal 13 Desember, termasuk Selasa (13/12) lalu misalnya, banyak di antara kita tersadar betapa laut luas yang dimiliki dari dulu hingga kini tidak pernah dimanfaatkan secara maksimal. Bahkan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif Cicip Sutardjo, dalam sambutannya pada acara peringatan Hari Nusantara 2011, di Dumai, Riau, Selasa lalu, mengimpikan kebangkitan Indonesia sebagai negara maritim.Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, dalam sambutan tertulisnya pada acara sama, malah merasa perlu mengingatkan bangsa, tentunya terutama aparat keamanan, untuk tidak membiarkan bangsa lain menguasai dan menikmati kekayaan laut Nusantara. Apa yang dikatakan Cicip dan Purnomo sangat beralasan, sebab laut kita mengandung kekayaan tak terhingga Bukan hanya ikan, minyak bumi, tapi ]uga keindahan pantai/laut-an yang laku dijual sebagai tujuan wisata.Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, di mana 70 persen wilayahnya terdiri dari laut/perairan. adalah aneh jika Indonesia mengimpor ikan dan garam. Itu bukan saja dapat dikatakan penghinaan.karena seharusnya negeri Ini memiliki hasil ikan dan garam melimpah.tetapi juga membunuh para petani/nelayan yang masih tradisional.Karena itu. apa yang disuarakan dua menteri anggota Kabinet Indonesia Bersatu tentang laut Indonesia, seharusnya ditindaklanjuti. Pemerintah, dari Presiden hingga pelaksana di lapangan, harus mendukung penuh dan serius memaksimalkan hasil laut Kekayaan laut Indonesia yang melimpah tak boleh disia-siakan. Manfaatkanlah untuk kemakmuran dan kesejahteraan bangsa.Beberapa tahun terakhir Kementerian Kelautan dan Perikanan telah memperlihatkan tekad mengerahkan seluruh kemampuan agar hasil laut Indonesia benar-benar menguntungkan rakyat Tidak hanya mengondisikan agar petani/nelayan memaksimalkan upaya agar bisa memanfaatkan kekayaan laut, tetapi kementerian itu juga berupaya menangkal agar laut Indonesia tidak dijarah asingTapi, siapa pun tentu maklum, apa yang dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan tidak akan maksimal tanpa dukungan, terutama dari segi keamanan. Kita juga maklum, apa yang dapat dilakukan TNI-AL yang diharapkan melakukan pengamanan secara total jika peralatan/senjata tak memadai.Presiden SBY sepantasnya memberikan perhatian khusus terhadap kekayaan laut, melebihi pendahulunya. Dalam kondisi daratan yang boleh dibilang sudah terkuras, termasuk hutan-hutan yang gundul akibat pembabatan hutan, laut adalah harapan paling menjanjikanKetika pengangguran masih tinggi, kemampuan ekonomi rakyat miskin tidak kunjung berhasil diperbaiki, sangat tepat pemerintah mengalihkan pandangan kepada sumber lain. Bangkitkanlah kejayaan yang pernah diraih nenek moyang negeri ini, menjadikan laut sebagai ladang utama. Ubahlah cara pandang, dari orientasi daratan ke lautan Jangan biarkan kekayaan laut kita terus-menerus dijarah bangsa lain, pada saat sebagian rakyat dilmpit kemiskinan ” Sumber : Suara Karya 15 Desember 2011,hal. 11

Peluang Usaha Pembenihan di Buleleng

Peluang Usaha Pembenihan di Buleleng Berkembangnya perikanan budidaya di kabupaten buleleng di segala jenis budidaya, mulai budidaya air tawar, payau dan budidaya laut membuat berkembang pula unit-unit usaha pendukungnya. Salah satunya adalah usaha pembenihan yang dapat dilakukan dengan skala rumah tangga terutama untuk komoditas yang mudah untuk dilakukan pembenihan. Salah satu syarat keberhasilan dalam melakukan kegiatan budidaya ikan adalah tersedianya benih yang cukup dan berkualitas. Berhasil atau tidaknya proses budidaya dimulai dari pemilihan benih. Benih yang berkualitas akan menyebabkan proses budidaya berjalan mudah dan menghasilkan bagi pembudidayanya. Begitu pun sebaliknya benih yang jelek akan membuat rugi pembudidaya karena benih yang jelek akan menyebabkan proses pembudidayaannya jadi tidak sesuai harapan. Bisa saja proses pembesaran menjadi lama karena benihnya tidak dapat berkembang walaupun telah diberikan pakan yang berkualitas atau benih yang rentan terhadap penyakit. Oleh karenanya keberhasilan dalam proses budidaya ikan bermula dari pemilihan benih yang cukup dan berkualitas.Perikanan budidaya Buleleng telah lama berkembang tidak hanya budidaya laut dan budidaya air payau namun juga terdapat pula budidaya air tawarnya. Beberapa pembudidaya masih mengandalkan benih yang berasal dari luar daerah karena tidak tersedianya benih dalam jumlah yang cukup dan berkualitas sehingga sebenarnya usaha pembenihan di Buleleng sangat potensial untuk dikembangkan. Apalagi kini para pembudidaya-pembudidaya baru banyak bermunculan di daerah Buleleng dan juga sejalan dengan program Dinas Kelautan dan Perikanan Buleleng yang teus membuat terobosan dalam memajukan perikanan budidaya di daerahnya.Berikut ini beberapa usaha pembenihan yang potensial dan beberapa sudah berjalan, yakni sebagai berikut :a. Pembenihan bandengBandeng adalah komoditas budidaya andalan kabupaten Buleleng. Produksinya pada tahun 2010 mencapai 15 ton dan pada tahun ini produksi ikan bandeng diperkirakan akan naik dibandingkan tahun sebelumnnya. Prospek pengembangan budidaya ikan bandeng cukup bagus. Hal ini terlihat dari peningkatan produksi ikan bandeng beberapa tahun belakangan ini. Prospek cerah budidaya ikan bandeng tentu harus diimbangi dengan sarana produksi. Salah satunya adalah benih sebagai bahan dasar dalam proses budidaya. Dengan semakin meningkatnya produksi ikan bandeng tentu semakin menambah akan kebutuhan benih bandeng.Pembenihan Bandeng, saat ini sangat berkembang di kabupaten ini terutama di lingkungan Kecamatan Gerokgak yang terdapat sentra budidaya bandeng. Di kecamatan ini terdapat jumlah Hatchery Lengkap (HL) sebanyak 52 unit dan jumlah Bak Induk sebanyak 152 bak dan jumlah Hatchery Skala Rumah Tangga (HSRT) sebanyak 1.800 unit, jumlah bak larva hatchery lengkap dan hatchery skala rumah tangga sebanyak 4005 bak. Bak larva Produksi nener pada tahun 2008 yang telah lewat mencapai sebesar 1.985.125.000.b. Pembenihan ikan kerapuBuleleng adalah sentranya budidaya ikan kerapu. Sebagian besar produksi kerapu Bali berasal dari kabupaten ini. Produksi ikan kerapu Buleleng pada tahun 2010 sebesar 60 ton. Diperkirakan produksi ikan kerapu pada tahun ini akan meningkat. Hal ini tergambar dari angka sementara perikanan budidaya Buleleng yang telah mencapai produksi sebesar 124 ton. Dengan semakin banyak kegiatan budidaya ikan kerapu ini tentu membutuhkan benih yang lebih banyak lagi dibandingkan dengan tahun sebelumnya.Prospek cerah budidaya ikan kerapu tentu berimbas pada usaha pembenihan kerapu. Dengan semakin banyaknya produksi ikan kerapu menyebabkan kebutuhan akan benih berkualitas dalam jumlah yang cukup. Sentra produksi ikan kerapu terletak di kecamatan Gerokgah sehingga prospek usaha pembenihan kerapu cukup potensial di Gerokgah ini. Dilaporkan bahwa produksinya cukup besar yakni sebesar 326.000 ekor.b. Pembenihan Udang VanamePada dasarnya Buleleng juga dapat mengusahakan budidaya udang windu namun beberapa belakangan ini produksi udang windu semakin menurun. Bahkan dilaporkan pada tahun ini budidaua udang windu sudah tidak ada lagi. Berbeda dengan udang windu udang vaname cukup prospektif untuk dikkembangkan. Potensi pembenihan udang vaname sangat terbuka. Apalagi buleleng termasuk sentranya budidaya udang vaname. Dengan banyaknya unit pembesaran udang vaname tentu membuka peluang usaha pembenihannya. Karena pembesaran memerlukan benih sebagai modal dasarnya. Benih udang vaname saat ini banyak dipasok dari provinsi Jawa Timur karena ketiadaan benih dalam jumlah cukup dan berkualitas di Kabupaten Buleleng ini yang sebenarnya berpotensi untuk pengembangan pembenihan udang vaname.Potensi pengembangan pembenihan udang vaname sebesar 130 Ha, namun baru dimanfaatkan seluas 74,3 Ha (57,15 %). Peluang investasi sebesar 55,7 Ha (42,8 %). Pengusaha udang vaname sebagian besar tersebar di wilayah Kecamatan Gerokgah karenanya Gerokgah sangat potensial untuk pengembangan pembenihan udang vaname.c. Pembenihan Udang GalahPotensi produksi udang galah 10 unit tetapi baru ada 1 buah BBI Udang Galah yang sifatnya masih uji coba yang terletak di BBI Ringdikit Desa Ringdikit, Kecamatan Busungbiu. Keadaan ini tentu membuka peluang usaha pembenihan udang galah. Apalagi udang galah termasuk salah komoditas air tawar yang telah berkembang lama dan berhasil di kabupaten Buleleng ini. Produksi udang galah Buleleng pada tahun 2010 sebesar 4,2 ton. Dengan potensi budidaya kolam yang masih terbuka lebar sebenarnya usaha budidaya udang galah masih sangat mungkin untuk dikembangkan sehingga usaha pembenihan juga masih sangat mungkin berkembang. Apalagi udang galah termasuk salah satu kegemaran penduduk buleleng dan para wisatawan.d. Pembenihan Ikan HiasPotensi pengembangan ikan hias budidaya sangat potensial. Ikan hias kabupaten memang pada saat ini lebih didominasi dari hasil tangkapan di alam. Saat ini, ikan hias budidaya yang berkembang adalah ikan hias jenis Koi. Koi pada tahun ini sementara telah diproduksi sebanyak 3.500.000 ekor. Potensi ikan hias Buleleng sebesar 27, 32 Ha, dan baru dimanfaatkan 5 Ha (5,5%). Wilayah produksi untuk pembenihan ikan hias air tawar adalah Kecamatan Seririt, Sukasada, dan Busungbiu.e. BBI / UPR (Unit Pembenihan Rakyat)Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Buleleng mempunyai 1 unit Pembenihan Ikan Air Tawar yang berada di Desa Ringdikit Kecamatan Seririt dengan luas total sebesar 0,83 Ha dan luas airnya sebesar 0,63 Ha dengan kapasitas produksi sebesar 1.200.000 ekor. Komoditas yang telah berhasil dibenihkan di Balai Benih Ikan ini yaitu nila, lele, dan ikan mas. Tidak hanya membenihkan ikan air tawar konsumsi di Balai Benih Ikan ini pula dikembangkan pembenihan ikan hias komet dan koi. Total produksi benih pada tahun 2010 sebesar 1.872.800 ekor dengan perincian yakni ikan mas sebesar 5.245.293 ekor, ikan nila sebesar 4.618.990 ekor, ikan lele sebesar 313.152 ekor, ikan komet sebesar 130 ekor dan ikan koi sebesar 20.225 ekor. Produksi pada tahun 2010 ini mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada tahun 2009, total produksi benih BBI sebesar 10.197.790 ekor dengan perincian yakni ikan mas sebesar 963.286 ekor, ikan nila sebesar 848.267, ikan lele sebesar 57.510 ekor, ikan komet sebesar 25 ekor dan ikan koi sebesar 3.712 ekor. Melihat gambaran antara produksi tahun 2009 dan 2010 maka tergambar bahwa turunnya produksi benih pada tahun 2010 diikuti dengan menurunnya semua komoditas yang selama ini diproduksi di BBI ini. Penurunan yang dialami semua komoditas yang dipijahkan di BBI ini. Turunnya produksi benih di BBI ini akibat sedang renovasinya kolam sehingga beberapa kolam tidak bisa diisi dengan benih. Akibat dari hal ini adalah berkurang panen.Unit Pembenihan Rakyat di Buleleng belum begitu berkembang. Hal ini disebabkan karena perkembangan budidaya air tawar di Buleleng yang belum begitu bagus sehingga UPR yang ada sangat sedikit. Saat ini jumlah UPR yang terdapat di kabupaten Buleleng sebanyak 6 unit dengan produksi sebanyak 591.500 ekor.Tergambar jelas bahwa usaha budidaya pembenihan sangat potensial di kabupaten Buleleng ini. Apalagi saat ini kebijakan DKP Buleleng yang akan menggalakkan budidaya ikan lele. Pada tahun ini saja, angka sementara produksi ikan lele produksi meningkat sangat besar dibandingkan tahun sebelumnya. Berkembangnya budidaya ikan lele di daerah ini memberikan harapan akan terbukanya lapangan usaha baru berupa usaha pembenihan ikan lele. Saat ini, benih lele yang tersedia tidak mencukupi untuk memenuhi kegiatan budidaya ikan lele. Pasokan benih ikan lele saat ini lebih banyak berasal dari Balai Benih Ikan Ringdikit dan sebagian berasal dari luar kabupaten Buleleng.sumber : http://www.perikanan-budidaya.kkp.go.id

PERBEDAAN IKAN BERFORMALIN DAN TIDAK BERFORMALIN

kawan-kawan sekedar mengulang info berita dan sebagainya(hehhehehee) sekitar 5 hari yang lalu Penemuan ikan-ikan selundupan di Pemangkat setelah Polda Kalimantan Barat menangkap sebuah mobil boks pengangkut 1,9 ton ikan selundupan dari Malaysia (yahhhhh indonesia kurang ikan iyo? kyak so te ada laut sj hehehhehehehehee)di jalan Trans-Kalimantan, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya. Saat penangkapan di Ambawang, sopir mobil boks juga mengatakan bahwa ikan yang dibawanya diawetkan menggunakan formalin agar tahan sampai ke Pontianak.Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Pontianak, Kalimantan Barat, menguji tiga sampel ikan selundupan asal Malaysia yang ditemukan di dalam kemasan rapi di Pelabuhan Pemangkat, Kabupaten Sambas. Hasil uji menunjukkan ikan-ikan selundupan asal Malaysia itu positif mengandung bahan pengawet berbahaya berupa formalin.
Apa itu formalin?
Formalin atau formaldehida adalah bahan kimia yang digunakan sebagai pengawet. Sebenarnya fungsi formalin adalah sebagai desinfektan namun oleh sebagian orang disalah gunakan untuk mengawetkan ikan untuk mencegah kerugian. Formalin dapat berguna sebagai desinfektan karena membunuh sebagian besar bakteri dan jamur (termasuk spora mereka). Hal ini juga digunakan sebagai pengawet dalam vaksin, dimana formalin digunakan untuk membunuh virus dan bakteri yang tidak diinginkan yang mungkin mencemari vaksin
selama produksi. Formalin merupakan larutan komersial dengan konsentrasi 10-40% dari formaldehid. Di pasaran, formalin bisa ditemukan dalam bentuk yang sudah diencerkan, dengan kandungan formaldehid 10 – 40% dan secara fisik seperti cairan putih jernih dengan bau yang menyengat dan tajam.
bagaimana mengenali makanan yang diberi formalin? (hmmmm kayak selebritis sj nih..hehe)
Prinsipnya adalah makanan yangdiberi formalin akan awet, keras dan tidak membusuk. Ikan yang diberi formalin tidak akan dimakan oleh kucing sebab kucing memiliki penciuman yang tajamterhadap bau formalin. Walaupun manusia tidak bisa mencium bau formalin pada bahan makanan namun kucing atau anjing memiliki penciuman yang tajam sehingga hewan ini tidak akan makan makanan yang mengandung formalin. Kesimpulannya jika ayam atau ikan yang kita berikan kepada kucing namun kucing tidak mau makan maka ikan tersebut sudah diberi formalin Ciri kedua adalah ikan yang diberi formalin tidak akan didatangi dan dikerubungi oleh lalat. Lalat memiliki penciuman yang tajam jika ada hewan yang mati maka akan langsung datang menghampiri hewan yang mati tersebut. Jika ayam dan ikan diberi formalin maka lalat tidak akan datang menghampirinya. Tips ini dapat kita pakai saat hendak membeli ikan atau ayam di pasar.
bagaimana Ciri ikan mengandung formalin? (haaaaa ni dia yang beken bahan berita lalu..ckckckckckckc)

Ciri-ciri ikan yang mengandung formalin :
1. Tidak rusak sampai tiga hari pada suhu kamar (25 derajat Celsius)
2. Warna insang merah tua dan tidak cemerlang, bukan merah segar
3. Warna daging ikan putih bersih
4. Bau menyengat, bau formalin, dan kulit terlihat cerah mengkilat
5. Daging kenyal
6. Lebih awet dan tidak mudah busuk walau tanpa pengawet seperti es
7. Ikan Berformalin Dijauhi Lalat
8. Tidak terasa bau amis ikan
Ciri ikan segar tanpa formalin :
1. Bila dalam 1 hari pun tanpa pengawetan misalnya dengan es maka ikan akan rusak dan tidak layak konsumsi lagi.
2. warna ingsang merah dan cemerlang dan terlihat segar
3. Bau ikan khas dan segar
4. lebih mudah busuk bila tanpa diawetkan terus dengan es
5. Ikan dapat dihinggapi lalat
Ciri-ciri Ikan asin berformalin :
– Tidak rusak sampai lebih dari sebulan pada suhu kamar(25°C)
– Warna bersih dan cerah
– Tidak berbau khas ikan asin dan tidak mudah hancur
– Tidak dihinggapi oleh lalat bila diletakkan di tempat terbuka
Ciri-ciri ikan asin tanpa formalin :
-Warna ikan asin ada yg kecokelatan
– Aroma masih khas ikan asin
– Dagingnya rentan / mudah hancur
– Dapat dihinggapi lalat

Bagaimana Cara  melakukan pengujian Kandungan Formalin pada bahan Makanan? (suka mo beken juga tpi sy blum mengerti ni…)

Umumnya, formalin merupakan larutan formaldehida 37% dalam larutan air. Cara mengisolasi formalin dari makanan (misalkan tahu) dapat dilakukan dengan mengekstrak makanan menggunakan pelarut H2O pada suhu ruangan. Analisis formalin bisa dilakukan dengan metode enzimatis secara fluorimetri, HPLC, GC dan spektrofotometri. Dari kesemuanya yang sering digunakan, yakni metode spektrofotometri (karena mudah dan murah) dengan mereaksikan formalin dengan alkanon dalam media garam asetat sehingga terbentuk senyawa kompleks
berwarna kuning.

KKP Kembangkan Pengolahan Air Laut

KKP Kembangkan Pengolahan Air Laut

PADANG – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengembangkan pengolahan air laut khususnya air laut dalam (deep sea water) untuk dapat dimanfaatkan bagi kebutuhan manusia dalam mengatasi krisis air di masa depan.

“Air laut dalam dikemas dan dipasarkan dalam botol sebagai air mineral setelah melalui proses desalinasi.” kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad yang disampaikan Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi KKP Yulistyo Mudho dalam siaran persnya di Padang, Senin (5/9).

Menurut dia, air laut dalam dengan kandungan mineralnya setelah diolah dengan proses desalinasi, sangat penting dan bermanfaat untuk suplai air bersih bagi kelangsungan hidup dan kesehatan tubuh manusia.

Proses desalinasi itu. kata Fadel,juga akan menghasilkan garam berkualitas tinggi dan dapat diaplikasikan untuk berbagai kegunaan yaitu untuk budidaya perikanan, budidaya pertanian, bahan kosmetik, obat-obatan, serta sebagai pendingin ruangan.

“Dalam pembangunan industri air laut dalam, Indonesia memulai dengan kapasitas produksi air mineral laut dalam skala kecil, yaitu mulai dari kapasitas sedot air laut dalam 10-15 ton/hari dengan aplikasi sistem bergerak,” ujarnya.

Kini, kata Fadel, kegiatan industri air laut dalam meningkat kapasitas sedotnya menjadi 40-60 ton/hari dengan menggunakan dua kapal berukuran 60-100 GT.

“Sedangkan investasi yang digunakan untuk mengembangkan industri air laut dalam pada tahap awal dengan kapasitas kecil dibutuh-kan dana Rp 15 miliar,” tuturnya.

Fadel menambahkan, berdasarkan hasil penelitian KKP bahwa ada beberapa lokasi di perairan Indonesia yang sangat baik digunakan sebagai sumber air mineral dari air laut dalam, seperti di Nusa Penida dan Gondol Provinsi Bali. Selat Lombok, dan perairan sekitar Pulau Biak.

Selain itu juga di perairan di sekitar Pelabuhan Ratu, Provinsi Jawa Barat, perairan sekitar Ujung Pandang, Provinsi Sulawesi Selatan, Perairan Bima dan Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan Perairan Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dia menambahkan, penyediaan air mineral dari air laut dalam merupakan suatu kegiatan yang bersifat strategis untuk mengantisipasi kemungkinan krisis air bersih di masa mendatang, (ant)

 
Sumber : Investor Daily, 07 September 2011,hal.  7

Alasan Kenapa Ikan dibudidayakan

Alasan Kenapa Ikan dibudidayakan

Ikan merupakan jenis hewan yang menyediakan makanan bagi manusia. Manusia dalam kehidupan sehari-harinya membutuhkan karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, dan protein. Disamping Protein dari hewan darat ikan juga menyediakan protein yang tinggi bagi manusia. Nilai giji yang dimiliki oleh daging ikan sangat baik hal ini dikarenakan bahwa daging ikan memiliki nilai cerna dan nilai biologis yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan hewan lainnya.

Protein pada ikan mengandung asam amino esensial sempurna. semua jenis asam amino essensial yang ada pada ikan yaitu : Leusin, Lisin, Iso Leusin, tripthophan dan lain-lain.

daging ikan  terdiri  :
1. Protein 15-24%
2. Glikogen / karbohidrat 1-3%
3. Lemak 1 – 22%
4. Air 66 – 84%
5. dan bahan organik lain sebesar 0,8-2%
6. omega 3
7. EPA
8. DHA

 omega 3,  EPA, DHA  bermanfaat untuk kecerdasan otak

Penyerapan Karbon Bisa Sebabkan Kerusakan Biota Laut

Penyerapan Karbon Bisa Sebabkan Kerusakan Biota Laut
Peneliti pada Museum Nasional Sejarah Alam Smithsonian Institution Washington Amerika, Nancy Knowlton mengatakan potensi penyerapan karbon (carbon sink) oleh laut memang besar akan tetapi hal tersebut dapat mengakibatkan rusaknya kehidupan biota laut.Hal tersebut dijelaskan Nancy dalam diskusi tentang keanekaragaman terumbu karang di Komunitas Utan Kayu, Jakarta, Kamis. “Laut memang menyimpan potensi penyerapan karbon besar tetapi dampaknya bisa mengakibatkan kadar air laut menjadi asam (asidifikasi) yang bisa menyebabkan kerusakan biota laut,” kata Nancy yang datang ke Indonesia sebagai salah satu peneliti dari Amerika Serikat pada Konferensi Kelautan Dunia (WOC) di Manado.Kerusakan biota laut seperti karang karena asidifikasi antara lain pemutihan karang (bleaching), osteoporosis terumbu karang dan sedimentasi.

Nancy mengatakan kerusakan terumbu karang memang telah berlangsung sejak lama, misalnya sekitar 80 persen terumbu karang di Karibia telah hilang selama 30 tahun sejak 1977.Dia juga menyebutkan terumbu karang di Indonesia Timur dan Papua Nugini tinggal 68 persen, sedangkan kawasan Indonesia Barat tinggal 29 persen.Kerusakan pada terumbu karang, katanya, bisa merusak simbiosis antara terumbu karang dan alga simbiotik yang terjadi karena suhu air laut yang meningkat dan kadar mineral yang tinggi (eutropic).Kematian massal biota laut juga bisa terjadi apabila suhu air laut meningkat secara mendadak atau meningkat sampai diatas suhu yang bisa ditoleransi oleh biot laut. Nancy mengatakan peningkatan suhu laut juga mengikuti peningkatan kadar karbondioksida yaitu bila suhu meningkat satu derajat maka kadar Co2 mencapai 375 ppm (part per milion), bila meningkat dua derajat maka kadar bisa menjadi 450 – 500 ppm, dan bila meningkat tiga derajat maka kadar meningkat menjadi diatas 500 ppm.Usaha konservasi terhadap biota laut termasuk terumbu karang, katanya, bisa berhasil dilakukan apabila memang terkait langsung dengan ekonomi masyarakat di daerah tersebut. Misalnya dia mencontohkan di Negara Palau, konservasi terumbu karang bisa berhasil karena masyarakat mengandalkan wisata bahari seperti menyelam pada terumbu karang di daerah tersebut.Nancy juga menyebutkan bahwa nilai ekonomis terumbu karang di dunia seperti dari makanan, perikanan, keanekaragaman dan wisata bahari secara global mencapi 29,8 miliar dolar AS per tahunnya.Sedangkan di Hawai, nilai ekonomis terumbu karang bisa mencapai mencapai 361 juta dolar AS untuk non ekstraktif dan 3 juta dolar AS untuk perikanan pesisir.“Sedangkan di Indonesia bisa mencapai 1,6 miliar dolar AS per tahunnya,” tambah Nancy.(*) Jakarta (ANTARA News) –

Provinsi-Provinsi Penghasil Ikan Gurame di Indonesia

Provinsi-Provinsi Penghasil Ikan Gurame

Gurame adalah ikan perairan air tawar yang sudah dibudidayakan. Ikan gurame merupakan ikan air tawar yang berbeda dibandingkan dengan ikan air tawar lainnya. Tidak seperti ikan air tawar lainnya, ikan gurame termasuk ikan yang memerlukan perhatian ekstra dalam membudidayakannya. Pemeliharaan ikan gurame untuk mencapai ukuran konsumsi memerlukan waktu yang panjang, sekitar 8 -10 bulan. Oleh karena itulah ikan gurame tergolong ikan yang mahal dikarenakan proses pemeliharaannya tersebut.

Gurame masuk dalam kategori ikan yang diunggulkan oleh perikanan budidaya. Walaupun perkembangannya tidak sepesat ikan air tawar lainnya. Namun, gurame tetap menjadi andalan perikanan budidaya karena memiliki nilai jual yang lebih baik dibandingkan dengan ikan air tawar lainnya. Selain itu, gurame juga mudah dalam pemasarnnya.

Pengembangan ikan gurame tidak seperti halnya ikan mas dan ikan nila yang telah memiliki induk unggulan, hasil dari perekayasaan genetic. Namun, seiring dengan banyak berkembangnya para pembudidaya ikan gurame maka beberapa tahun belakangan ini telah dikembangkan untuk menghasilkan bibit unggul ikan gurame. Salah satunya adalah Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar Sukabumi Jawa barat.

Jika dilihat berdasarkan data statistik 2010, perkembangan ikan gurame sudah mencapai ke hampir seluruh Indonesia. Bahkan sentra budidaya ikan gurame tidak hanya terdapat di pulau Jawa tetapi terdapat pula di luar jawa. Berikut ini beberapa provinsi penghasil ikan gurame di Indonesia :

Jawa barat

Jawa barat menduduki peringkat pertama sebagai penghasil ikan gurame pada tahun 2010 yaitu sebesar 12.970 ton. Walaupun angka 2010 masih lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya namun penurunan produksi ikan gurame jawa barat, tidak serta merta menggeser provinsi ini sebagai penghasil utama ikan gurame.

Sumatera Barat

Tahun 2010 adalah tahunnya provinsi sumatera barat terutama karena keberhasilan provinsi ini dalam mengembangkan budidaya ikan guramenya. Tahun 2010, produksi gurame provinsi ini mencapai 10.660 ton. Naik tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 6.510 ton. Produksi sebesar 10.660 ton menempatkan Sumatera Barat sebagai penghasil ikan gurame nomor dua menggeser provinsi Jawa Timur yang pada tahun sebelumnya berada di posisi kedua.

Jawa Timur

Produksi ikan gurame Jawa Timur sebenarnya tidak mengalami penurunan bahkan terjadi peningkatan produksi dibandingkan tahun sebelumnya sehingga tidak dapat dikatakan jika budidaya ikan gurame di provinsi mengalami penurunan. Hanya saja peningkatan produksinya masih kalah dibandingkan dengan Sumatera Barat. Produksi ikan gurame Jawa Timur tahun 2010 adalah sebesar 9.525 ton sedangkan produksi di tahun 2009 sebesar 8.425 ton

Jawa Tengah

Perikanan budidaya air tawar Jawa Tengah berkembang dengan baik. Hal ini terlihat dari perkembangan produksi budidaya air tawarnya yang selalu meningkat. Begitu pula dengan ikan guramenya yang termasuk diunggulkan oleh provinsi ini untuk mengangkat perikanan budidaya air tawarnya. Produksi ikan gurame jawa tengah tahun 2010 adalah sebesar 7.475 ton. Naik sekitar 1.300 ton dibandingkan tahun sebelumnya 2009 sebesar 6.145 ton. Gurame termasuk ikan air tawar ketiga dengan produksi tertinggi di provinsi ini setelah lele dan nila.

DI Yogyakarta

Provinsi ini merupakan provinsi dengan jumlah kabupaten/kota yang tidak banyak. Tapi perikanan budidayanya mampu bersaing dengan provinsi yang memiliki area yang lebih luas. Tengok saja produksi lele, nila dan guramenya yang dapat bersaing dengan provinsi di pulau jawa lainnya. Ikan gurame yang diandalkan provinsi ini produksinya tahun 2010 mencapai 6.031 ton sedangkan tahun sebelumnya sebesar 2.694 ton. Dengan produksinya yang sebesar tersebut provinsi ini berada diurutan kelima sebagai penghasil ikan gurame.

Lampung

Lampung sebenarnya lebih dikenal sebagai penghasil terbesar udang terutama udang vaname karena di provinsi ini terdapat perusahaan yang mengembangkan budidaya udang vaname. Tapi tidak bisa dipandang sebelah mata untuk perikanan budidaya air tawarnya. Gurame pada tahun 2010 produksi mencapai 4.098 ton naik dari tahun 2009 yang sebesar 3.453 ton

Sumatera Selatan

Sumatera Selatan adalah salah satu kekuatan pulau sumatera sebagai penghasil ikan air tawar perikanan budidaya. Provinsi ini dikenal sebagai sentranya pengahasil ikan patin hasil budidaya. Selain penghasil ikan patin ternyata provinsi ini juga menghasilkan ikan gurame terbesar ketiga di pulau sumatera. Produksi ikan guramenya pada tahun 2010 adalah sebesar 2.518 ton naik sedikit dibandingkan tahun 2009 yang sebesar 2.126 ton.

Masih banyak lagi provinsi yang berhasil dalam mengembangkan budidaya ikan gurame dan tidak hanya terbatas di pulau sumatera dan pulau jawa saja namun sudah menyebar ke Indonesia bagian timur pula. Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara termasuk yang telah membudidayakan ikan gurame. Bahkan di pulau Sulawesi dan Papua juga membudidayakan ikan dengan nilai jual yang cukup tinggi ini.

Teknik budidaya ikan gurame sebetulnya tidaklah sulit namun perlu diperhatikan beberapa hal berikut agar dalam membudidaya ikan gurame dapat berhasil, yaitu :

1. Lokasi

Pilih lokasi dengan jenis tanah liat berpasir yang dapat menahan massa air yang besar dan tidak bocor sehingga dapat dibuat pematang/dinding kolam.

2. Kemiringan tanah

Kemiringan tanah yang baik untuk pembuatan kolam berkisar antara 3–5% untuk memudahkan pengairan kolam secara gravitasi dan lokasi pemeliharaan berada pada ketinggian 1–400 m di atas permukaan laut

3. Sumber air

Salah satu syarat utama budidaya gurami adalah air yang bersih. Karena itu hindari pemakaian air yang keruh dan kotor. Sebab jika kotoran itu bercampur dengan pakan, bakal memicu timbulnya bakteri,parasit dan cacing

4. Kualitas Air

Kandungan oksigen optimum yang dapat menunjang pertumbuhan ikan adalah 2 mg/l. Gurami tergolong ikan yang sangat peka terhadap perubahan suhu. Gurami tergolong ikan yang peka terhadap suhu rendah sehingga jika suhu perairan lebih rendah daripada kisaran suhu optimal, gurami tidak akan produktif. Ikan gurami dapat tumbuh dengan baik pada perairan dengan kisaran pH 5–10. Namun pH optimum yang dapat menunjang perkembangan dengan baik adalah 6,5–8,5.
sumber : http://www.perikanan-budidaya.kkp.go.id

Penanganan Virus KHV

KHV singkatan dari Koi Herpes Virus merupakan jenis penyakit virus yang menyerang ikan mas, baik ikan mas koi maupun ikan mas biasa (konsumsi). Kematian masal yang ditimbulkan bisa mencapai 100 % atau mati total.  Serangan KHV pertama kali dikenal pada 1998 di Israel dan beberapa negara Eropa. Tetapi identitikasi terhadap virus ini baru dapat dilakukan pada 2000.
KHV kembali menyerang pada 2002, dengan daerah penyebaran yang jauh lebih luas, yaitu Jepang, China, Taiwan, dan Indonesia. Penyakit ini masuk ke Indonesia melalui jalur perdagangan ikan hias koi. Serangan KHV dengan cepat menghancurkan industri budidaya ikan mas di Jawa Barat (Cirata, Jatiluhur, Subang, dan Bogor), Jawa Tengah, Jawa Timur (industri ikan koi), Bali (Danau Batur), Sulawesi (Danau Tondano), dan Sumatera (Lubuk Linggau dan Danau Maninjau) dalam waktu kurang dari 2 tahun.
Hingga saat ini tidak ada daerah di Indonesia yang dapat dinyatakan aman atau bebas dari ancaman KHV, sehingga penyakit ini jadi endemik.  Artinya, sewaktu-waktu penyakit ini bisa muncul lagi dan menimbulkan kematian masal bagi ikan mas.
Virus ini menular secara horizontal dari satu ikan ke ikan lainnya (bukan melalui keturunan). Uniknya, virus ini hanya menyerang ikan mas (Cyprinus carpio) dan tidak membahayakan ikan lainnya. Virus ini bisa hidup bebas di air tawar selama kurang lebih 20 jam, bahkan di dalam lumpur kolam virus ini bisa bertahan hidup lebih dari 24 jam.
Oleh karena itu virus ini mudah sekali menular dari ikan hidup maupun mati yang terinfeksi oleh KHV.  Demikian juga dengan kolam ikan bekas inveksi KHV akan sangat berbahaya dan mudah menularkan ke kolam lainnya, baik melalui air buangan kolam, lumpur dasar sisa kolam, maupun air dalam kolam itu sendiri.
Tanda-tanda serangan virus ini terutama nampak pada insang ikan, oleh karena itu virus ini juga diberi nama Carp Necrosis Gill Virus (CNGV).  Insang akan tampak pucat dengan bentuk yang tidak normal, terjadi pembengkakan dan perdarahan pada lembaran insang. Gerakan ikan juga tidak normal dan cenderung berengan berputaran.
Kematian dapat terjadi dalam 2 x 24 jam.  Keganasan serangan virus KHV dipengaruhi oleh suhu air, jika suhu air hangat maka KHV jarang menyerang tetapi jika suhu air rendah maka kemungkinan serangan KHV akan muncul.  Di Indonesia serangan KHV seringkali terjadi di waduk jika suhu mencapai 260C. Jika suhu air sudah 300C sangat jarang terjadi serangan KHV.
Saat ini belum ditemukan obat untuk menyembuhkan ikan mas dari serangan KHV. Satu-satunya cara adalah dengan pemberian vaksin untuk mencegah virus KHV menyerang ikan.  Ada 5 negara terdiri dari 7 institusi yang melakukan penelitian pengembangan virus KHV yaitu Israel, Amerika Serikat, Inggris, Jepang, dan Kanada.
Dari kelima negara ternyata Israel yang unggul lebih dulu. Universitas Hebrew bekerjasama dengan Kovax telah berhasil mengembangkan vaksin KHV dengan cara melemahkan virus KHV.  Kovax saat ini sudah mendapat ijin dari pemerintah Israel untuk menjual vaksin tersebut di luar Israel.
Hanya saja vaksin yang berasal dari virus yang dilemahkan mempunyai 2 kendala, yaitu efektivitasnya kadang kurang tinggi sehingga ikan yang disuntik tidak cukup memproduksi antigen untuk melawan virus yang aktif. Selain itu ada kemungkinan virus yang dilemahkan dan dijadikan vaksin bisa menjadi aktif sehingga menimbulkan penyakit bagi ikan yang divaksin.
Mie University dari Jepang juga diberitakan sudah mampu membuat vaksin untuk KHV.  Bahkan vaksin yang dikembangkan diberikan melalui mulut (dicampur dengan pakan) sehingga penerapannya lebih mudah dan lebih cepat.  Hasil percobaan mereka menunjukkan bahwa ikan koi yang diberi vaksin ini mampu memproduksi antibodi 25 kali lebih banyak dibanding ikan normal.
Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan juga melakukan berbagai usaha untuk mengembangkan vaksin KHV. Bahkan usaha untuk mengimpor vaksin dari negara lain juga dijajaki sehingga kita bisa mempelajarinya.  Kita berharap agar vaksin KHV dapat cepat tersedia di Indonesia dengan harga yang terjangkau.
sumber:www.trobos.com