Manfaat Tomat Untuk Kesehatan

Tomat merupakan buah yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari baik sebagai bumbu masak ataupun sebagai buah yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Bukan hanya itu ternyata tomat juga mempunyai khasiat untuk kecantikan kulit. Selengkapnya mengenai manfaat tomat untuk kesehatan dapat dilihat dibawah ini :

Tomat dapat mengobati diare, serangan empedu,gangguan pencernaan dan memulihkan fungsi lever. Bahkan gel berwarna kuning yang menyelubungi biji tomat dapat mencegah penggumpalan dan pembekuan darah yang dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke. Buah Tomat yang berwarna merah memilliki kandungan Vitamin A dan C lima kali lebih banyak daripada yang berwarna hijau, dan tomat merah ini sangat baik dikonsumsi anak-anak sejak dini demi kesehatan mata dan lebih meningkatkan imunitas terhadap berbagai penyakit yang menyerang.

Tomat memiliki lycopene yang berkhasiat membantu mencegah kerusakan sel yang dapat mengakibatkan kanker leher rahim, kanker prostat, kanker perut dan kanker pankreas. Sebenarnya lycopene tidak hanya ditemukan pada tomat, tetapi juga pada anggur merah, semangka dan pepaya. Namun, lycopene yang paling banyak terdapat pada buah tomat yang berwarna merah tentunya. Rasa asam yang ada pada Buah Tomat sangat membantu mengembalikan nafsu makan dan disarankan tomat dimakan setiap pagi sebanyak satu buah.

Manfaat buah tomat untuk kesehatan adalah menurunkan resiko gangguan jantung, menghilangkan kelelahan, menambah nafsu makan, menghambat pertumbuhan sel kanker pada prostat, leher rahim, payudara dan endometrium, memperlambat penurunan fungsi mata karena pengaruh usia, mengurangi resiko radang usus buntu, membantu menjaga kesehatan organ hati, ginjal, dan mencegah kesulitan buang air besar, mengobati diare, meningkatkan jumlah sperma pada pria, memulihkan fungsi lever dan mengatasi kegemukan.

Manfaat buah tomat untuk kecantikan adalah kecilkan pori-pori besar, menyembuhkan jerawat, mengatasi minyak di kulit, menghilangkan komedo, mengatasi peradangan kulit dan membuat kulit lebih bercahaya. Jadi makanlah tomat mulai hari ini secara teratur maka anda akan banyak mendapatkan manfaat untuk tubuh dan kecantikan anda.

Pengendalian Hama Tanaman Jagung

Tanaman jagung merupakan komoditi yang potensial untuk dijadikan bisnis lokal maupun exsport. Tetapi budidaya tanaman jagung ini memilki kendala diantaranya adalah hama yang menyerang sehingga mengurangi kualitas jagung bahkan gagal panen. Berikut akan dipaparkan mengenai pengendalian hama tanaman jagung :

Hama Bulai
Gejala penyakit ini terjadi pada permukaan daun jagung berwarna putih sampai kekuningan diikuti dengan garis-garis klorotik dan ciri lainnya adalah pada pagi hari di sisi bawah daun jagung terdapat lapisan beledu putih yang terdiri dari konidiofor dan konidium jamur. Cara pengendalian hama bulai yaitu dengan menanam varietas tahan seperti Sukmaraga, Lagaligo, Srikandi, Lamuru dan Gumarang, melakukan penanaman jagung secara serempak, melakukan eradikasi tanaman yang terinfeksi bulai dan penggunaan fungisida metalaksil pada benih jagung (perlakuan benih) dengan dosis 0,7 g bahan aktif per kg benih.

Penyakit busuk tongkol
Gejala yang terlihat tongkol jagung berwarna merah atau merah kecoklatan dan busuk. Penyakit busuk tongkol ini disebabkan oleh cendawan Fusarium verticillioides. Pengendalian dilakukan dengan pergiliran tanaman, membakar bagian tanaman yang terserang dan menanam varietas yang tahan.

Hama hawar daun
Gejalanya hama hawar daun berupa bercak kecil, berbentuk oval kemudian bercak semakin memanjang berbentuk ellips dan berkembang menjadi nekrotik dan disebut hawar, warnanya hijau keabu-abuan atau coklat. Cara pengendalian hama hawar daun adalah dengan menanam varietas tahan Bisma, Pioner2, pioner 14, Semar 2 dan 5. Eradikasi tanaman yang terinfeksi bercak daun. Penggunaan fungisida dengan bahan aktif mankozeb dan dithiocarbamate.

Penyakit karat
Gejala penyakit karat adalah bercak-bercak kecil (uredinia) berbentuk bulat sampai oval terdapat pada permukaan daun jagung di bagian atas dan bawah, uredinia menghasilkan uredospora yang berbentuk bulat atau oval dan berperan penting sebagai sumber inokulum dalam menginfeksi tanaman jagung yang lain dan sebarannya melalui angin. Cara pengendalian penyakit karat pada jagung yaitu menanam varietas tahan Lamuru, Sukmaraga, Palakka, Bima 1 dan Semar 10. Eradikasi tanaman yang terinfeksi karat daun dan gulma. Penggunaan fungisida dengan bahan aktif benomil.

Penyakit gosong
Gejala tanaman yang terseramg penyakit gosong adalah warna hitam pada tongkol, batang atau daun jagung. Penyakit gosong disebabkan oleh cendawan Ustilago maydis. Pengendalian penyakit gosong yang dapat dilakukan adalah dengan memusnahkan bagian tanaman yang terserang, perlakuan benih dengan fungisida dan menanam varietas tanaman jagung yang resisten.

Cara Mudah Merawat Anggrek

Untuk merawat anggrek kesayangan anda maka perlu diperhatikan beberapa hal dari mulai media tanam, jenis pot, penyiraman sampai dengan pemupukan. Untuk lebih jelasnya kita bahas cara merawat anggrek berikut ini :

Media tanam anggrek
Untuk media tanam anda bisa menggunakan sabut kelapa, arang kayu, pakis dan media yang lainnya dengan syarat tidak cepat lapuk, akar menempel dengan mudah, berongga untuk memudahkan sirkulasi udara dan dapat menyimpan zat hara. Media tanam bisa dimasukan kedalam pot berbahan tanah ataupun plastik.

Suhu lokasi anggrek
Sebenarnya anggrek bisa tumbuh di dataran tinggi maupun rendah, tapi paling baik tumbuh di dataran tinggi yang mempunyai suhu sekitar 23 derajat celcius dengan kelembaban udara sekitar 70%. Perlu diperhatikan juga sirkulasi udara harus terjaga dengan baik. Hindarkan angrek dari cahaya matahari langsung, sebaiknya pot diletakan dibawah pohon yang rindang. Karena jika terkena cahaya matahari langsung secara berlebihan maka daun akan menguning, sebaliknya jika kurang sinar matahari anggrek akan kurus dan mempunyai daun yang sempit.

Penyiraman anggrek
Untuk penyiraman bisa dilakukan satu atau dua kali sehari tergantung kondisi media tanamnya dan umur anggrek. Untuk anggrek muda memerlukan air lebih banyak daripada anggrek yang tua. Gunakan air yang bersih yaitu bebas dari zat kimia berbahaya dan penyiraman sebaiknya menggunakan sprayer.

Pemupukan anggrek
Gunakan pupuk cair sebagai pupuk daun dan pupuk NPK dengan takaran yang sesuai dengan umur anggrek. Pemupukan dilakukan seminggu sekali dengan dosis 1/2 sdt untuk 1 liter air. Gunakan sprayer untuk memberikan pupuk ke anggrek pada bagian daun dan akar.

Cara menanam kurma

Menanam pohon kurma terbagi dua yaitu:

A) Menanam pohon kurma dari anak kurma.

Pokok pokok kurma dewasa biasanya akan mengeluarkan anak-anak kurma di pangkal pohon dan jumlahnya tergantung pada umur pohon dewasa.

Anak-anak pohon kurma ini bisa dipisahkan dari batang pohon kurma dewasa dan ditanam di tempat lain.

Kerja-kerja memisahkan anak kurma sangat rumit dan jika tidak dilakukan dengan cermat akan merusak anak kurma dan juga pohon kurma dewasa.

Menurut beberapa pendapat mengatakan 70 persen anak-anak pohon kurma yang tumbuh dari pohon dewasa adalah bakal pohon betina dan bisa menghasilkan buah.

Sedangkan 80 persen bakal pohon yang tumbuh dari biji adalah pohon jantan.

Anak-anak pohon kurma yang telah dipisahkan dari pohon kurma harus disediakan dengan cukup air. Ini karena kebanyakan akar anak-anak kurma ini telah terputus.

Cara yang terbaik merawat akar-akar anak kurma ini adalah dengan membalut akar yang terputus itu dengan goni basah.

Cara lain adalah dengan merendam sebagian pangkal anak-anak kurma ini dalam air sehingga akar-akar baru tumbuh.

Jika memilih untuk menanam anak-anak kurma setelah dipisahkan, adalah sangat perlu menyiram dua kali sehari dengan kadar air yang cukup. Pastikan tanah sekitar anak kur yang bar ditanam lembap selama antara dua dan tiga bulan.

B) Menanam kurma menggunakan biji.

Biji-biji kurma mudah ditemukan setelah memakan buah kurma kering. Ia diasingkan untuk tujuan penyemaian.

Kita bisa menentukan jenis-jenis kurma yang populer yang biasa dibawa pulang dari tanah Arab adalah ajwah dan ambar.

rahasia pendebungaan

Pohon kurma memiliki jenis kelamin yaitu pohon jantan dan pohon betina. Kedua jenis kelamin menghasilkan bunga.

Tahukah Anda bahwa bunga-bunga kurma tidak menghasilkan bau dan rasa? Oleh karena itu, serangga dan lebah tidak membantu di dalam proses pendebungaan pohon kurma.

Pencantuman bunga jantan dan bunga betina harus dilakukan dengan bantuan manusia menggunakan tangan.

Bunga-bunga kurma jantan bisa diambil dan disimpan di dalam pendingin selama setahun jika pohon-pohon kurma betina belum menghasilkan bunga.

Proses pendebungaan bisa dilakukan dari dari tiga sampai 30 hari setelah bunga-bunga betina keluar dari mayang pohon.

Proses membuat serbuk sari dari bunga jantan

1.Membuang kelopak mayang kurma mulai dari atas ke bawah.

Mayang pohon kurma jantan biasanya tertutup untuk menghindari tiupan angin atau serangga. Kemudian letakkan bunga kurma jantan tadi pada rak yang kering.

2 Setelah pengeringan bunga kurma jantan selesai, goyanglah bunga kurma jantan tadi untuk mendapatkan serbuk sari kurma jantan.

3. Bunga-bunga kurma jantan dibagi menjadi dua bagian. Sepohon bunga kurma jantan bisa mendebungakan 40 sampai 50 pohon kurma betina.

4.Setelah proses pendebungan siap maka bunga kurma ini harus dijarakkan untuk menghasilkan buah kurma yang besar. Bilah bunga yang rapat hanya menghasilkan buah yang banyak tapi ukurannya kecil.

Sumber :
http://www.utusan.com.my/utusan/info.asp?y=2010&dt=0816&pub=Utusan_Malaysia&sec=Agrobiz&pg=ag_02.htm

Mengatasi Serangan Keriting pada Tanaman Cabai

Penyakit pada tanaman cabai, salah satunya adalah kriting daun. Kriting daun dapat mengakibatkan turunnya jumlah produktivitas cabai, bahkan dapat mengakibatkan kematian.

Gejala daun mengeriting pada tanaman cabai dapat disebabkan oleh serangan hama
Thrips dan Mite, yaitu kutu daun. Serangga menyerap cairan pada daun,
terutama daun muda sehingga daun tidak dapat tumbuh normal dan nampak

Pengendalian Hama Tanaman Strawberry

Pengendalian hama strawberry dan jenis hama yang biasa menyerang tanaman strawberry bisa dilakukan dengan pencegahan dibawah ini :

Kutu daun
Kutu daun atau Chaetosiphon fragaefolii merupakan serangan hama pada bagian permukaan daun strawberry bagian bawah, kuncup bunga, pucuk atau batang muda. Gejala kutu daun ini adalah pucuk atau daun keriput, keriting, kadang-kadang pembentukan daun atau buah terhambat. Pencegahan gunakan PENTANA + AERO 810 atau Natural BVR.

Tungau
Disebut juga Tetranychus sp -Tarsonemus sp yang menyerang bagian daun strawberry, tangkai, dan buah strawberry. Gejala tungau diantaranya daun bercak kuning, coklat, keriting akhirnya daun rontok. Pencegahan dari hama tungau ini adalah dengan PENTANA + AERO 810 atau NATURAL BVR.

Kumbang penggerek bunga
Disebut juga dengan nama Anthonomus rubi, selain jenis kumbang penggerek bunga juga terdapat kumbang penggerek akar (Othiorhychus rugosostriatus), kumbang penggerek batang (O. Sulcatus). Gejala serangan kumbang adanya bubuk berupa tepung pada bagian yang digereknya. Pencegahan kumbang ini semprotkan PESTONA atau PENTANA + AERO 810 secara bergantian.

Hama dan Penyakit pada Tanaman Cabai dan Cara Penanggulangannya

Hama dan Penyakit pada Tanaman Cabai dan Cara Penanggulangannya

Cabe
merupakan salah satu tanaman favorit para petani karena keuntungan yang
cukup besar dari produk pertanian ini. Namun untuk membudidayakan tanaman cabe bukanlah perkara mudah. 

Hama yang sering menyerang tanaman cabe adalah :a.Ulat tanah atau Agrotis Ipsilon
b.Thrips
c.Ulat grayak atau Spodoptera litura
d.Lalat buah

Jenis Penyakit Tanaman Semangka

Jenis penyakit yang menyerang tanaman semangka dan cara menangulanginya akan diterangkan berikut ini.

Layu Fusarium
Penyebabnya adalah lingkungan/situasi yang terlalu lembab. Gejala yang terjadi adalah timbul kebusukan pada tanaman yang tadinya lebat dan subur. Pengendalian dengan pergiliran masa tanam dan menjaga kondisi lingkungan, menanam pada areal baru yang belum ditanami, pemberian Natural GLIO sebelum atau pada saat tanam.

Bercak Daun
Bercak daun disebabkan oleh spora bibit penyakit terbawa angin dari tanaman lain yang terserang. Gejalanya permukaan daun terdapat bercak-bercak kuning dan selanjutnya menjadi coklat akhirnya mengering dan mati. Pengendaliannya sama dengan penyakit layu fusarium.

Antraknosa
Penyebabnya seperti penyakit layu fusarium. Gejalanya daun terlihat bercak-bercak coklat yang akhirnya berubah warna kemerahan dan akhirnya daun mati. Bila menyerang buah, tampak bulatan berwarna merah jambu yang lama kelamaan semakin meluas. Pengendaliannya seperti pengendalian penyakit layu fusarium.

Busuk Semai
Menyerang pada benih yang sedang disemaikan. Gejala: batang bibit berwarna coklat, merambat dan rebah kemudian mati. Pengendalian: pemberian Natural GLIO sebelum penyemaian di media semai.

Busuk Buah
Penyebab: jamur/bakteri patogen yang menginfeksi buah menjelang masak dan aktif setelah buah mulai dipetik. Pengendalian: hindari dan cegah terjadinya kerusakan kulit buah, baik selama pengangkutan maupun penyimpanan, pemetikan buah dilakukan pada waktu siang hari tidak berawan/hujan.

Pengendalian Hama Tanaman Durian

Beberapa jenis hama tanaman durian dan cara pengendaliannya dapat anda simak berikut ini.

Penggerek Batang (Batocera sp. , Xyleutes sp.)
Menyerang dengan cara membuat lubang pada batang, dahan, atau ranting. Gejala serangan tanaman layu, daun kering dan rontok akhirnya mati. Pengendalian; sanitas kebun, potong dan musnahkan batang, dahan, atau ranting yang parah terserang, tutup bekas lubang gerekan dengan kapas yang sudah diberi PESTONA + POC NASA atau disemprotkan.

Penggerek Buah (Tirathaha sp., Dacus dorsalis )
Gejala buah menjadi busuk berulat dan akhirnya rontok. Semprotkan sejak awal dengan PESTONA atau PENTANA + AERO 810 sejak buah berumur 1 minggu, Gunakan perangkap Natural METILAT.

Kutu Putih ( Pseudococus sp.)
Hama ini menyerang dengan mengisap cairan dan bisa sebagai pembawa penyakit embun jelaga dan penyebaran dibantu semut. Gejala serangan daun keriting dan merana, sehingga bunga dan buah bisa rontok. Semprotkan PESTONA atau PENTANA + AERO 810 secara bergantian.

Ulat Daun (Papilia sp., Setora sp., Lymatria sp.)
Ketiga ulat menyerang dengan cara memakan daun sehingga berlubang dan rusak. Semprotkan PESTONA atau PENTANA + AERO 810 secara bergantian.

Pengendalian Hama Tanaman Jeruk

Pengendalian hama tanaman jeruk sangat bervariasi jenisnya dan dapat diterangkan sebagai berikut :

Kutu loncat
Bagian diserang : tangkai, kuncup daun, tunas, daun muda. Gejala: tunas keriting, tanaman mati. Pengendalian: menggunakan PESTONA atau Natural BVR. Penyemprotan dilakukan menjelang dan saat bertunas, buang bagian yang terserang.

Kutu daun
Bagian diserang : tunas muda dan bunga. Gejala: daun menggulung dan membekas sampai daun dewasa. Pengendalian: menggunakan PESTONA atau Natural BVR.

Ulat peliang daun
Bagian diserang : daun muda. Gejala: alur melingkar transparan atau keperakan, tunas/daun muda mengkerut, menggulung, rontok. Pengendalian: semprotkan dengan PESTONA. Kemudian daun dipetik dan dibenamkan dalam tanah.

Tungau
Bagian diserang : tangkai, daun dan buah. Gejala: bercak keperak-perakan atau coklat pada buah dan bercak kuning atau coklat pada daun. Pengendalian: semprotkan PESTONA atau Natural BVR.

Penggerek buah
Bagian diserang : buah. Gejala: lubang gerekan buah keluar getah. Pengendalian: memetik buah yang terinfeksi, disemprot PESTONA pada buah berumur 2-5 minggu.

Kutu penghisap daun
Bagian diserang : tunas, daun muda dan pentil. Gejala: bercak coklat kehitaman dengan pusat berwarna lebih terang pada tunas dan buah muda, bercak disertai keluarnya cairan buah yang menjadi nekrosis. Pengendalian: semprotkan PESTONA

Thrips
Bagian diserang : tangkai dan daun muda. Gejala: helai daun menebal, tepi daun menggulung ke atas, daun di ujung tunas menjadi hitam, kering dan gugur, bekas luka berwarna coklat keabu-abuan kadang disertai nekrotis. Pengendalian: menjaga agar tajuk tanaman tidak terlalu rapat dan sinar matahari masuk ke bagian tajuk, hindari memakai mulsa jerami. Kemudian gunakan PESTONA atau Natural BVR.

Kutu dompolon
Bagian diserang : tangkai buah. Gejala: berkas berwarna kuning, mengering dan buah gugur. Pengendalian: gunakan PESTONA. atau Natural BVR. Cegah datangnya semut sebagai vektor kutu.

Lalat buah
Bagian diserang : buah yang hampir masak. Gejala: lubang kecil di bagian tengah, buah gugur, belatung kecil di bagian dalam buah. Pengendalian: gunakan Perangkap lalat Buah.