BUNGA SOKA

Soka (Ixora Sp.) merupakan tanaman hias yang cukup populer di kalangan hobiis tanaman hias. Selain unik, bentuk dan jenisnya pun beragam. Ada yang asli berasal dari dalam negeri yaitu Soka Jawa (Ixora javanica), ada pula yang berasal dari luar negeri, dan kini hadir soka baru yang disebut soka hibrida.
Selain macamnya beragam, tanaman hias ini mempunyai multifungsi. Artinya tidak hanya untuk tanaman indoor saja nemun juga bisa untuk tanaman outdoor terutama untuk pembatas pagar, maupun untuk mengisi sudut-sudut rumah. Dengan multifungsi serta didukung penanganan yang relatif mudah membuatnya dapat disejajarkan dengan tanaman hias lain seperti mawar, atherium, krisan dan lainnya. Bahkan dengan perawatan yang teratur, tanaman ini bisa bertahan sampai beberapa tahun.
Asal Bunga Soka
Menurut beberapa sumber, tanaman soka berasal dari daerah Asia Tropis. Bahkan disinyalir ada yang menyebutkan berasal dari negara Indonesia. Namun sejauh ini belum teruji kebenarannya, yang pasti dengan ditemukannya jenis bunga soka kuno yaitu Ixora javanica di pulau Jawa telah cukup menjadikannya alasan mengapa tanaman tersebut berasal dari negara kita.
Dugaan kuat mengenai asal usul tanaman ini lebih cenderung kepada negara India dan China, dimana di dua negera tersebut memiliki beragam jenis tanaman Soka. Penyebaran tanaman Soka ke seluruh wilayah negara bisa jadi tidak terlepas dari peran para pendeta beragama Hindu yang membawanya kemana dia pergi. Termasuk salah satunya ke negara kita.
Perlu diketahui pula bahwa ini ada hubungannya dengan kepercayaan umat Hindu terhadap bunga Soka dimana bunga ini merupakan simbol hidup bersuka hati, sehingga sering digunakan sesaji untuk persembahan dewa Siwa dan Wisnu.
Bunga soka awalnya hanya sebagai tanaman liar type perdu. Dengan penampilan bunganya yang memancar seperti kembang api dan hidup di hutan-hutan liar, tidaklah mengherankan bila orang-orang Eropa menjulukinya dengan flame of the wood atau api dari hutan. Mungkin karena penampilannya yang menarik tersebut mengundang orang untuk membawanya ke rumah dan memeliharanya sebagai tanaman hias. Dengan semakin berkembangnya pengetahuan, jenis soka hibrida saat ini telah bermunculan dengan menghadirkan warna-warna bunga yang lebih beragam dan meriah.
Morfologis Bunga
Tanaman soka merupakan tanaman yang menghendaki penyinaran matahari penuh teruatama untuk merangsang pembungaan. Meskipun jenisnya cukup beragam, secara umum bentuk morfologis tanaman terutama bagian bunganya tidak berbeda jauh yaitu tersusun atas beberapa bunga kecil yang masing-masing memiliki empat petal mahkota dalam satu tangkai mirip payung terbuka. Bunga soka yang masih kuncup mirip jarum sehingga akan terkesan gundukan jarum berwarna merah disaat belum mekar.
Warna kelopak bunga ada yang merah, merah muda, ungu , putih dan kuning. Namun di Indonesia jumlah soka berwarna merah lebih banyak dibandingkan lainnya. Berbeda dengan bentuk bunganya, penampilan batang dan daun bunga soka bisa bermacam-macam. Ada yang lebar, ada yang sempit, ada juga yang medium tergantung asalnya. Soka Jawa lebih condong berdaun lebar dengan tandan bunga ramping dan kuntum bunganya berwarna merah.
Jenis-jenis Soka
Jenis-jenis soka terbagi dalam dua macam yaitu soka biasa dan soka hibrida. Yang tergolong soka biasa diantaranya : Ixora Coccinea, I. Lutea, I. Fulgen, I chinensis, I. Granifolia, I. Amboinica. Sedangkan soka hibrida antara lain :I. Mocrothyrsa, I. American, I. Pitsanuloke dan Soka bangkok.
Dengan beragam jenis yang ada, maka tidaklah salah bila kita ingin menata pekarangan lebih asri dengan bunga soka.

Pemuliaan atau Budidaya Mawar

Mawar adalah salah satu dari komoditas hortikultura yang mempunyai nilai ekonomi tinggi serta dapat dibudidayakan untuk kepentingan komersial. tanaman ini banyak diminati oleh konsumen karena bunganya yang indah. Mawar mempunyai nilai ekonomi yang penting sebagai bunga potong maupun sebagai bahan baku untuk parfum.
Permintaan bunga mawar potong menduduki peringkat pertama, namun pengembangannya di Indonesia terbilang lambat karena masih terkendala propagasi secara konvensional yang tergantung terhadap musim, masalah kesehatan dan penyakit pada tanaman serta kecepatan multiplikasi yang rendah.
Tanaman Mawar, pada umumnya dipropagasi secara konvensional. Pemuliaan secara konvensional ini menghasilkan ribuan hibrida dan kultivar yang sebagian besar adalah bunga ganda dengan daun mahkota berlapis hasil dari mutasi benang sari menjadi daun mahkota tambahan. Sebagian besar Mawar hibrida atau kultivar dibuat untuk dinikmati keindahan bunganya pada taman-taman.
Para pemulia Mawar di abad ke dua puluh saat ini sedang berlomba-lomba untuk menghasilkan bunga-bunga yang berukuran besar serta berbau harum (atau tidak berbau), padahal Mawar liar pada zaman dahulu sangat berbau harum. Kultivar tertentu seperti Rosa banksiae sama sekali tidak memiliki duri. Hal tersebut mendorong perkembangan teknik kultur in vitro menjadi alternatif baru karena tidak ketergantungan terhadap musim karena dilakukan di ruangan tertutup. Teknik kultur in vitro juga memiliki daya multiplikasi yang tinggi dan dapat menghasilkan tanaman yang bebas bakteri dan cendawan.
Kultur jaringan merupakan metode untuk mengisolasi bagian dari tanaman seperti sekelompok sel atau jaringan yang ditumbuhkan dengan kondisi aseptik, sehingga bagian dari tanaman tersebut dapat tumbuh menjadi tanaman yang lengkap. Teknik ini dilakukan dengan menggunakan salah satu bagian dari tanaman Mawar yang digunakan sebagai eksplan (jaringan, organ, embrio, sel tunggal, protoplas, dan sebagainya) dan ditanam pada media yang bernutrisi secara aseptis. Media tersebut mengandung berbagai konsentrasi hormon sebagai pendukung perumbuhan eksplan yang diinginkan. Yang menjadi dasar dari kultur jaringan adalah teori totipotensi.

Bunga-Bunga Langka di Indonesia

Indonesia diklaim sebagai negara dengan keanekaragaman jenis tumbuh-tumbuhan nomor 2 di dunia.Kita tentu bangga bahwa ternyata negara kita menyimpan kekayaan tanaman dan tumbuhan yang tak ternilai. Demikian juga dengan jenis-jenis bunga yang ada di Indonesia. Tentu banyak jenis bunga yang hanya tumbuh di Indonesia dan tidak  dijumpai di negara lain.
Namun dibalik semua itu rupanya kita menyimpan keprihatinan bahwa diantara keanekaragaman jenis tumbuhan terutama bunga-bungaan yang kita miliki tersebut, beberapa diantaranya sudah masuk dalam kriteria langka atau nyaris punah. Hal ini disebabkan karena adanya kasus pembalakan hutan secara serampangan, ilegal logging, jual beli tanaman langka, pembakaran hutan dan sebagainya yang bisa berakibat fatal yaitu kepunahan.
Berikut florabiz akan menampilkan nama beberapa/sebagian dari bunga yang langka di Indonesia :
Bunga Cendana

Bunga cendana

Cendana, atau cendana wangi, merupakan pohon penghasil kayu cendana dan minyak cendana. Kayunya digunakan sebagai rempah-rempah, bahan dupa,aromaterapi, campuran parfum, serta sangkur keris (warangka). Kayu yang baik bisa menyimpan aromanya selama berabad-abad. Konon di Sri Lanka kayu ini digunakan untuk membalsam jenazah putri-putri raja sejak abad ke-9. DiIndonesia, kayu ini banyak ditemukan di Nusa Tenggara Timur, khususnya di Pulau Timor, meskipun sekarang ditemukan pula di Pulau Jawa dan pulau-pulau Nusa Tenggara lainnya.
Cendana adalah tumbuhan parasit pada awal kehidupannya. Kecambahnya memerlukan pohon inang untuk mendukung pertumbuhannya, karena perakarannya sendiri tidak sanggup mendukung kehidupannya. Karena prasyarat inilah cendana sukar dikembangbiakkan atau dibudidayakan.
Kayu cendana wangi (Santalum album) kini sangat langka dan harganya sangat mahal. Kayu yang berasal dari daerah Mysoram di India selatan biasanya dianggap yang paling bagus kualitasnya. Di Indonesia, kayu cendana dari Timor juga sangat dihargai. Sebagai gantinya sejumlah pakar aromaterapi dan parfum menggunakan kayu cendana jenggi (Santalum spicatum). Kedua jenis kayu ini berbeda konsentrasi bahan kimia yang dikandungnya, dan oleh karena itu kadar harumnya pun berbeda.
Bunga Bangkai
Rafflesia arnoldii

Rafflesia arnoldii
Bunga bangkai dengan nama latin Rafflesia arnoldii ini ditemukan oleh rombongan Sir Stamfort (gubernur East Indi Company di Sumatera dan Jawa) dan Dr. Joseph Arnord, seorang naturalis yang mengadakan ekspedisi di Bengkulu pada tanggal 20 Mei 1818. Kedua nama tersebut diabadikan menjadi nama latin bungan ini oleh Robert Brown. Rafflesia arnoldii ini disebut juga sebagai bunga padma raksasa dan puspa langka.
Padma raksasa (Rafflesia arnoldii) merupakan tumbuhan parasit obligat yang terkenal karena memiliki bunga berukuran sangat besar, bahkan merupakan bunga terbesar di dunia. Ia tumbuh di jaringan tumbuhan merambat (lianaTetrastigma dan tidak memiliki daun sehingga tidak mampu berfotosintesis. Tumbuhan ini endemik di Pulau Sumatera, terutama bagian selatan (BengkuluJambi, dan Sumatera Selatan). Taman Nasional Kerinci Seblat merupakan daerah konservasi utama spesies ini. Jenis ini, bersama-sama dengan anggota genus Rafflesia yang lainnya, terancam statusnya akibat penggundulan hutan yang dahsyat. Di Pulau Jawa tumbuh hanya satu jenis patma parasit,Rafflesia patma.
Amorphophallus titanum

Amorphophallus titanum
Selain Rafflesia arnoldii ada juga bunga bangkai yang lain yang tak kalah “cantik” dan besar. Yaitu bunga bangkai  Amorphophallus titanum. Tanaman ini hanya ada di hutan hujan Sumatera, meskipun sekarang telah ditransplantasikan, dipanen, dan tumbuh di seluruh dunia.
Tumbuhan ini memiliki dua fase dalam kehidupannya yang muncul secara bergantian, fase vegetatif dan fase generatif. Pada fase vegetatif muncul daun dan batang semunya. Tingginya dapat mencapai 6m. Setelah beberapa waktu (tahun), organ vegetatif ini layu dan umbinya dorman. Apabila cadangan makanan di umbi mencukupi dan lingkungan mendukung, bunga majemuknya akan muncul. Apabila cadangan makanan kurang tumbuh kembali daunnya.
Bunganya sangat besar dan tinggi, berbentuk seperti lingga (sebenarnya adalah tongkol atau spadix) yang dikelilingi oleh seludang bunga yang juga berukuran besar. Bunganya berumah satu dan protogini: bunga betina reseptif terlebih dahulu, lalu diikuti masaknya bunga jantan, sebagai mekanisme untuk mencegah penyerbukan sendiri.
Bunga Aggrek Langka
Ada banyak spesies anggrek di Indonesia yang sudah tergolong langka diantaranya :
Paphiopedilum glaucophyllum

Paphiopedilum glaucophyllum
Bunga anggrek langka ini hanya dijumpai di daerah sekitar gunung semeru di daerah Jawa Timur.
Anggrek ini disebut juga dengan anggrek kasut berbulu. Bentuknya seperti kantung di bagian bawahnya dengan warna kelopak bunga sedikit merah muda.
Coelogyne pandurata

Anggrek Coelogyne pandurata
Bunga anggrek langka ini disebut juga dengan bunga anggrek hitam. Penyebaran bunga anggrek langka yang dilindungi ini di sekitar Kalimantan Timur. Bunga anggrek hitam ini ternyata sudah terkenal sampai ke manca negara dengan sebutan black orchid.
Disebut dengan bunga Anggrek hitam karena memiliki lidah di dalam mahkota bunga yang berwarna hitam. Lidah atau labellum  inilah yang menjadi ciri khas anggrek hitam.
Anggrek Pensil (Vanda Hookeriana)

Anggrek pensil
Angger pensil (Vanda hookeriana) asal Sumatra adalah jenis anggrek yang langka. Anggrek yang banyak diminati para pencinta bunga itu hidup menumpang pada bunga bakung (Crinum asiaticum). Langkanya anggrek ini, dikarenakan habitat anggrek yang ada di Cagar Alam Dusun Besar (CADB), Bengkulu sudah rusak oleh tangan manusia. Kerusakan tersebut juga menyebabkan bunga bakung mati.
Untuk mencegah kepunahan anggrek pensil, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu telah mencoba mengembangbiakkan anggrek ini. Uji coba pengembangbiakan anggrek langka itu di Danau Dendam Tak Sudah (DDTS), Bengkulu. Pada Februari 2005 ditanam sebanyak 20 batang, dan April 2006 sebanyak 7 batang. Ternyata anggrek tersebut dapat tumbuh subur di DDTS.

Bunga Edelweis Anaphalis Javanica

Bunga edelweiss
Edelweis Anaphalis Javanica adalah tumbuhan gunung yang terkenal, tumbuhan ini dapat mencapai ketinggian 8 m dan memiliki batang sebesar kaki manusia, tetapi tumbuhan yang cantik ini sekarang sangat langka.
Jika tumbuhan ini cabang-cabangnya dibiarkan tumbuh cukup kokoh, edelweis dapat menjadi tempat bersarang bagi burung tiung batu licik Myophonus glaucinus.
Bagian-bagian edelweis sering dipetik dan dibawa turun dari gunung untuk alasan-alasan estetis dan spiritual, atau sekedar kenang-kenangan oleh para pendaki. Pada bulan Februari hingga Oktober 1988, terdapat 636 batang yang tercatat telah diambil dari Gunung Gede-Pangrango. Dalam batas tertentu dan sepanjang hanya potongan-potongan kecil yang dipetik, tekanan ini dapat dihadapi.
Sumber : berbagai sumber

Bunga Keris Langka dari Papua

Bunga Keris Papua merupakan salah satu bunga langka yang banyak dicari orang. Informasi yang ada mengatakan bunga ini bisa menyembuhkan penyakit HIV-Aids.
Benar tidaknya informasi ini, belum bisa dipastikan. Karena masih harus ada penelitian khusus untuk dapat membuktikannya. (z3tank.wordpress.com)
Bunga keladi khas Papua, yang daunnya menyerupai keris, setiap hari antara pukul 19.30 WIT hingga pukul 23.00 WIT mengeluarkan suara dan tetesan air bening.
Bunga keris Papua yang belakangan semakin diminati banyak warga Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua selain dijadikan koleksi bunga juga diperjual belikan oleh warga masyarakat asli Papua.
Kegiatan penjualan bunga Keris Papua dapat dijumpai pada beberapa lokasi di Biak, seperti kawasan Hadi supermarket, di pinggiran jalan menuju pelabuhan, serta sejumlah tempat strategis lainnya.
“Bunga Keris khas Papua tumbuhnya tak sembarangan tempat, hanya tumbuh di hutan tertentu di Papua. Untuk mendapatkan bunga inipun sangat sulit,” (kapanlagi.com).
Dari cerita orang, katanya bunga yang belakangan sedang diburu orang itu memiliki khasiat tersendiri, ia bisa menyembuhkan berbagai macam jenis penyakit, termasuk penyakit HIV/AIDS. Hanya saja, benar tidaknya dugaan itu hingga kini masih belum dipastikan. Sebab memang mesti ada penelitian khusus untuk membuktikannya. (wikimu.com)
Sumber : www.resep.web.id

Manfaat MAWAR Sebanding Dengan Kecantikannya

Siapapun tidak ada yang tidak mengenal bunga yang elok  ini. Meskipun berduri tetapi bunga yang dijuluki Sang ‘Ratu Bunga’ dan bunga lambang cinta ini sangat cantik dan harum. Tidak salah lagi kalau dari berbagai kalangan menyukainya. Rumpun mawar menjadi pilihan favorit untuk menghiasi taman-taman di hampir seluruh penjuru dunia.
Tidak hanya indah dan cantik yang membuat bunga mawar diminati. Ternyata kelopak mawar dapat dimakan selagi segar. Di Thailand, mudah kita temukan di kedai-kedai yang menjual makanan dari beraneka rupa bunga, terutama bunga mawar.
Di Turki, pangkal bunga mawar digunakan sebagai bahan selai, jeli dan permen gelatin yang dikenal dengan nama “sukacita Turkish”.
Campuran daun dan pangkal bunga mawar bisa digunakan sebagai bahan cuka. Karena sangat kaya dengan vitamin C, mawar baik dijadikan minuman teh, yang cukup ampuh untuk mengatasi flu dan demam. Minum teh dari bunga mawar secara rutin akan membantu mencegah flu.
Sayangnya, jika bunga mawar sudah mengering, kandungan vitamin C nya bisa berkurang hingga 45-90 persen. Saat ini bunga mawar sudah diproses dan diolah  menjadi pil atau tablet dan kandungan vitamin C nya masih potensial untuk mengatasi flu.
Teh dari bunga mawar dapat mengatasi sakit kepala, pusing, kram perut karena menstruasi dan luka di mulut.
Air mawar telah dikenal sebagai penyegar dalam merawat kecantikan kulit wajah. Minyak atsirinya digunakan juga sebagai bahan pengharum atau parfum dan antidepresan. Air mawar bisa difungsikan sebagai pencahar yang tidak terlalu keras dan bersifat antiseptik.

COLEUS Bunga Cantik Penyemarak Taman

Nama coleus sepertinya asing di telinga kita. Di Indonesia masyarakat lebih mengenalnya dengan sebutan jawer kotok, miana, iler atau kentangan. Daya tarik utama tanaman genus Coleus ini terletak pada kecantikan daun-daunnya. Bentuk dan warna daun sangat beragam. Mulai dari gerigi kecil sampai besar atau yang keriting. Warnanya mulai dari kuning cerah sampai merah tua, hingga kombinasi beberapa warna yang menarik.
Diantara spesies Coleus yaitu ada sekita 150 spesies, yang paling terkenal adalah Coleus blumei. Ada juga yang menyebutnya Coleus atropurpureus. Spesies ini ada kalanya juga disebut painted nettle atau flame nettle, karena bentuk dan ukuran daunnya mirip tanaman liar yang dapat menyebabkan gatal-gatal.
Kini, Coleus sudah menyebar di seluruh dunia, dengan aneka ragam bentuk dan warna daun yang makin menarik. Dengan kemajuan teknologi, kini sudah banyak jenis yang dikawin silangkan dan diperoleh varietas-varietas baru dengan gradasi warna yang lebih beragam. Daunnya pun tidak kasar dan menyebabkan gatal, tetapi lebih halus permukaannya.
Coleus dapat ditanam sebagai tanaman hias dalam pot, baik secara tunggal atau berkelompok. Jika ditanam secara tunggal, tiap jenis tanaman dalam satu pot akan menampilkan keindahannya yang khas. Beberapa jenis coleus yang ditanam dalam satu pot besar juga dapat menjadi kombinasi yang sangat indah. Pot-pot itu dapat diletakkan atau ditata di beranda, teras, atau balkon yang cukup dengan cahaya matahari.
Coleus yang ditanam dalam pot atau polibag juga sering digunakan dalam dekorasi ruangan. Selain itu, tanaman yang berdaun indah ini juga pas jika ditanam di atas tanah sebagai penyemarak taman. Ia bisa ditempatkan secara berkelompok sebagai horder plant, atau kombinasi dengan tanaman lain. Daunnya yang berwarna-warni tampak kontras diantara tanaman yang menghijau, sehingga memberikan sentuhan lain dalam sebuah taman.

Merawat ANGGREK Yang Baru Dibeli

Foto:Bening/PadangKini.com
Anggrek memiliki daya pikat tersendiri karena kemolekannya. Siapapun pasti menyukai kecantikan dan keindahan bunga anggrek. Tak salah jika anggrek dijuluki sebagai puspa pesona. Namun problem akan muncul ketika tanaman yang cantik ini segan memperlihatkan pesona bunganya. Jika ini terjadi pasti kita akan merasa kesal bukan?
Penyebab bunga gagal tumbuh yang sering dialami adalah karena kesalahan lingkungan. Anggrek asal dataran tinggi di tempatkan di area panas atau di tempatkan di dataran rendah dengan suhu yang relatif tinggi.
Umumnya,  di kebun produsen bunga ini mendapatkan perlakuan yang khusus, misalnya pemupukan dengan drip irrigation atau dengan sistem talang. Tujuannya agar bunganya besar. Namun sayang ketika di rawat di rumah bunganya mengecil bahkan sulit dan tidak mengeluarkan bunga. Apalagi jika bibitnya dari anggrek impor yang kebanyakan telah diprogram dalam green house. Mau tak mau penghobi anggrek harus  berani mengambil resiko. Selain itu seharusnya pembeli lebih pandai memilih.
Berikut kiat atau tips memelihara anggrek yang baru dibeli :
  1. Sebaiknya dibiarkan dahulu dan baru dipupuk setelah dua minggu. Pupuk awal diberikan pagi hari cukup dengan NPK berimbang dengan dosis normal.
  2. Penyiraman hanya dilakukan pada pagi hari. Hindari pemupukan sore atau malam karena kelebihan air menyebabkan daun loyo dan berguguran dan tangkai bunga bisa menguning serentak.
  3. Anggrek yang sedang berbunga tangkainya menghadap sinar matahari.
  4. Atur dan tempatkan di bawah naungan atau diletakkan di bawah paranet, sehingga intensitas cahaya hanya 60-70% saja.
  5. Bisa juga dengan membuat green house mini dengan ukuran 3 x3 x 3,5 m3. Dan sebaiknya lantai diberi pasir agar kelembaban terjaga.

TANAMAN HIAS Dieffenbachia

Dieffenbachia yang tumbuh dengan baik dapat mencapai ketinggian hingga 5 kaki. Tanaman ini tidak tahan dengan suhu udara yan berfluktuasi. Ukurannya yang cukup besar dengan dekorasi daunnya yang indah membuat tanaman ini menjadi favorit. Tanaman yang berukuran besar, biasa digunakan sebagai specimen. Dalam melakukan pemangkasan atau pun perbanyakan dengan tanaman ini harus dilakukan dengan hati-hati, karena tanaman ini membahayakan tenggorokan dan mulut, sehingga setelah memotong tanaman ini harus segera mencuci tangan.
Tipe:
  • Dieffenbachia oerstedii, daun hijau dengan tulang daun bagian tengah warna putih.
  • D. picta/maculata, daun oval warna daun hijau dengan bintik-bintik warna putih gading.varietas yang ada diantaranya Exotica,CamillaMarianne dan Rudolph Roehls (hampir seluruh daun berwarna kuning gading).
  • D. amoena = Sri rejeki, batang bisa mencapai ketinggian 5 kaki dengan panjang daun mencapai 1,5 kaki. Daun berwarna hijau dengan garis-garis putih.
  • D. bansei, warna daun hijau dan kuning.
  • D. bowmannii, mempunyai daun yang besar (lebih dari 2 kaki)

Percantik Rumah dengan Sayur Organik

Sayuran organik (corbis.com)
VIVAnews – Menanam sayuran organik di rumah merupakan satu pilihan cerdas. Keluarga sehat bisa mengonsumsi makanan organik setiap hari. Rumah pun hijau dan cantik.
Menanam sayuran organik cukup mudah dilakukan sendiri di rumah. Perawatannya tak jauh berbeda dengan tanaman hias atau bunga. Cukup rawat dengan pupuk alami seperti kompos. Hindari pupuk kimia atau pestisida.
Tak perlu pula pekarangan atau kebun luas untuk menanamnya. Sayuran organik bisa tumbuh di dalam pot. Dengan pilihan pot yang menarik dan unik, Anda bisa menempatkannya di sudut-sudut ruang sebagai hiasan.
Sayuran organik memang banyak dilirik seiring meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat. Tapi banyak dari mereka kemudian mengurungkan niat mengonsumsi makanan organik lantaran harganya mahal. Harga sayur organik bisa 75 persen lebih mahal dibanding sayur biasa.
Untuk bisa menikmati sayuran organik setiap hari, buatlah siklus tanam yang efektif. Dengan demikian, ketika ada satu sayuran yang selesai dipanen, masih ada sayuran di pot lain yang siap dipanen. Beberapa sayuran organik yang bisa coba Anda tanam antara lain sawi, kangkung, cabe, wortel, dan pandan.
• VIVAnews

Tanaman Hias Indoor sebagai penyerap zat berbahaya dalam rumah

Kehadiran tanaman hias indoor dalam ruangan rumah dapat meningkatkan nilai tambah ruangan tersebut. Juga memberikan nilai positip terhadap ruangan itu. Diantara batu dan kayu-kayu pengisi ruangan rumah, penempatan tanaman hias indoor, akan menambah keindahan dan mempermanis ruangan. Sentuhan hijau dari tanaman yang ditempatkan disudut-sudut ruangan, membuat suasana rumah menjadi asri dan segar.

Selain memberikan kesan asri, penempatan tanaman hias indoor dalam ruangan dapat difungsikan sebagai pembatas ruangan, pengarah jalan atau sebagai penutup pemandangan yang kurang baik. Banyak kurang disadari atau dimengerti oleh banyak orang, manfaat yang sangat positip dangan penempatan tanaman hias indoor dalam rumah. Selain hijau daun dapat membuat ruangan menjadi lebih segar, menambah keindahan dan enak dipandang mata. Beberapa jenis tanaman hias indoor dapat menyerap zat berbahaya (polutan) dalam ruangan. Sehingga dapat mengurangi tingkat polusi dalam rumah.

Tidak disadari, rumah yang kita tempati sehari-hari, sebenarnya terjadi polusi udara dalam ruangan. Zat polutan sebagai penyebabnya antara lain asap rokok, debu dari binatang peliharaan, bakteri, gas formaldehida yang dihasilkan oleh karpet dan papan bangunan, serta gas dari kompor. Asap rokok yang utama akan meningkatkan kandungan karbondioksida. Juga menghasilkan gas lain seperti formaldehida, hidrogen sianida dan gas lain yang dapat menyebabkan kanker.

Dengan adanya zat polutan dalam rumah, maka setiap hari akan terhirup dan masuk tubuh kita bersamaan kita bernafas. Dengan kadar yang rendah, tidak menampakkan gejala pada tubuh kita. Namun jika setiap hari zat polutan yang kita hirup bertambah terus, sehingga kadar dalam tubuh juga meningkat, maka akan menimbulkan efek yang kurang sehat. Gejala yang timbul bermacam-macam, tergantung kandungan zat polutan dalam ruangan. Gejala awal yang sering terjadi adalah sakit kepala, besin-bersin, iritasi pada mata, hidung dan tenggorokan. Dan pada kadar yang sangat tinggi dapat menyebabkan kematian.

Untuk menekan zat polutan berbahaya dalam ruangan rumah, diperlukan perencanaan yang matang saat pembuatan rumah. Desain ventilasi rumah harus baik, penempatan pintu, cendela dan lubang ventilasi lainnya harus tepat, sehingga sirkulasi udara dalam rumah berjalan baik. Disamping juga penempatan tanaman hias indoor dalam ruangan akan membantu mengurangi zat polutan yang ada. Beberapa jenis tanaman hias indoor dapat difungsikan sebagai penyerap udara kotor dalam ruangan antara lain : Sansiviera, Spatiphylum, Dieffenbachia, Kodaka, Lili Paris, Philodendron, palem kipas. Tanaman hias indoor tersebut dapat ditempatkan pada ruangan-ruangan yang potensi menghasilkan zat polutan seperti, ruang tamu atau ruang keluarga bila penghuninya merokok, dapur dan ruang makan yang banyak terkena asap dan gas dari kompor.

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penempatan tanaman hias indoor dalam rumah dapat mengurangi resiko gangguan udara koror minimal 20% dari seluruh gangguan kesehatan. Tanaman hias indoor tesebut dapat menyerap zat polutan dalam udara, sehingga udara dalam rumah lebih bersih untuk pernafasan.

Bagaimanakah rumah anda…!! Sudahkah ditempatkan tanaman dalam ruangan..? Tidak ada kata terlambat. Mari kita mulai sekarang untuk hidup lebih sehat. Terutama untuk anak-nak kita, sebagai aset masa depan.

sumber