Kebutuhan cahaya matahari dan temperatur untuk pertumbuhan dan pembungaan tanaman anggrek

Tanaman membutuhkan cahaya matahari, termasuk tanaman anggrek. Cahaya matahari sangat terkait dengan temperatur. Cahaya matahari penuh, temperatur cenderung lebih panas. Cahaya matahari dan temperatur mempengaruhi dua proses kehidupan tanaman.

1. Proses Asimilasi :

Proses asimilasi atau juga disebut fotosintesis adalah proses pengolahan bahan dari luar tanaman seperti air, CO2, nutrisi, yang akan digunakan untuk kebutuhan hidup, memperbaiki kerusakan sel, dan sebagai sumber energi serta untuk membentuk cadangan makanan bagi tanaman.

2. Proses Disimilasi :

Proses membongkar dan menguraikan zat-zat cadangan makanan yang akan dijadikan energi panas atau energi lainnya. Proses disimilasi akan terjadi lebih giat apabila temperatur lingkungannya panas (udara panas).

Pada siang hari apabila mendung maka proses asimilasi akan berkurang. Dan bila temperatur tinggi, maka tanaman akan kehilangan cadangan makanan, karena proses disimilasi juga tinggi. Sebaliknya bila cahaya cerah dan temperatur agak rendah, maka tanaman akan terjadi pertumbuhan.

Kebutuhan cahaya matahari dan temperatur berbeda untuk setiap jenis tanaman anggrek. Ada jenis anggrek yang tidak tahan terhadap cahaya matahari langsung, misalnya Cattleya, Dendrobium atau Phalaenopsis. Namun bila cahaya matahari kurang, daun tanaman menjadi berwarna hijau tua. Pertumbuhan tanaman kurang baik. Dan bunga tidak mau keluar, juga rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Bila cahaya matahari berlebih, tanaman menjadi kekuning-kuningan, dan kadang-kadang sampai terbakar. Terjadi pembongkaran cadangan makanan yang berlebih, pertumbuhan terhambat, dan bila berlanjut tanaman akan mati.

Kebutuhan cahaya matahari (%) dan temperatur (OC) untuk beberapa jenis tanaman anggrek :

Jenis Anggrek

% cahaya matahari

Temperatur (OC)

Malam

Siang

Cattleya

50 ~ 60

13 ~ 16

19 ~ 24

Dendrobium

50 ~ 60

15 ~ 16

25 ~ 27

Oncidium

60

15 ~ 18

27

Paphiopedilum(daun hijau)

10 ~ 15

13

21 ~ 25

Paphiopedilum(daun lurik)

20 ~ 30

15 ~ 19

27

Phalaenopsis

15 ~ 30

19

27

Vanda (pensil)

100

21

28

Vanda (sabuk)

30 ~ 50

21

28

Tom Gunadi, 1979

Yang perlu diperhatikan yaitu, sifat dan kebutuhan tiap jenis anggrek terhadap cahaya matahari. Pengaturan cahaya matahari yang sesuai dengan kebutuhannya akan membuat kehidupannya lebih baik, tumbuhan subur, warna daun hijau sehat, berbunga pada waktunya. Dan juga tidak mudah terserang hama dan penyakit.

Untuk mengatur kebutuhan cahanya matahari bisa digunakan naungan dari paranet. Saat ini sudah banyak dijual dipasaran paranet dengan ketebalan sesuai dengan persen kebutuhannya. Untuk para hobiis yang hanya mempunyai bebarapa pot saja bisa ditempatkan dibawah naungan pohon atau di teras rumah. Yang penting penempatanya disesuaikan dengan kebutuhannya.

Bagaimanakah dengan anggrek Anda..? sudahkah tumbuh normal..? berbunga tepat waktu dan sehat..? Kalau jawabannya ada sebagian yang belum, bahkan semuanya belum, coba cek kembali kebutuhan dasar diatas.

sumber

Overwatering, bagaimana cara meminimalkan, dan menghindarinya

Sudah dijelaskan pada posting sebelumnya, bahwaoverwatering atau akibat kebanyakan air pada tanaman anggrek sangat merugikan. Tidak hanya secara finansial, tapi juga waktu. Yang jelas dengan kejadian overwatering yang tidak terkontrol akan meyebabkan tanaman terganggu pertumbuhannya dan pembungaannya. Akibat dari overwatering pada tanaman anggrek seperti busuknya akar dan suburnya pertumbuhan jamur dan bakteri. Hal inilah yang harus cepat diantisipasi oleh hobiis anggrek bila tanamannya dipelihara pada kebun terbuka.

Saat ini diseluruh wilayah Indonesia, kondisi musim yang tidak menentu, curah hujan yang tinggi, pekebun anggrek harus mempunyai perhatian lebih. Kenaikan kelembaban yang cukup tinggi harus diwaspadai. Ancaman overwatering untuk kebun terbuka harus cepat dicarikan solusi mengatasinya.

Beberapa hal yang dapat meminimalkan kejadian overwatering :

1. Pemilihan jenis pot harus tepat, pakai pot yang berlubang banyak, sehingga guyuran hujan yang diterima akan bisa kangsung tuntas terbuang dari pot. Bila pakai pot plastik, tambahkan lubang disamping dan lubang dibawah dapat diperbesar. Yang penting media tidak keluar.

2. Pakai media tanam yang tidak banyak mengikat air atau mempunyai drainase dan aerasi udara yang bagus, sehingga guyuran hujan yang terus menerus tidak tersimpan dalam pot. Hindari pemakaian media sphagnum moss atau sabut kelapa, dimana keduanya mempunyai daya ikat air yang tinggi. Media yang bisa digunakan adalah arang kayu atau pakis.

3. Draenase dan aliran udara dalam kebun harus baik. Bila terjadi hujan, airnya bisa langsung terbuang tuntas. Tidak ada genangan-genanga air dikebun. Bisa ditambahkan kipas bila aliran udara kurang baik. Hal ini akan membantu penguapan sisa-sisa air hujan.

4. Untuk mengantisipasi pertumbuhan jamur maupun bakteri, spray secara rutin, seminggu sekali, dengan fungisida dan bakterisida. Dosis sesuai aturan pembuatnya.

5. Untuk menghindari kejadian overwatering, pemeliharaan dalam green house plastik sangat disarankan. Semuanya dapat dikontrol, termasuk kebutuhan air. Disamping juga kualitas bunga yang dihasilkan akan lebih baik dari kebun terbuka.

Sebenarnya hanya satu masalah air, namun dapat meluas dan menimbulkan masalah lainnya, termasuk penyakit dan kematian. Kecepatan dan ketepatan mengatasi hal ini sangat dibutuhkan. Agar terhindar dari kerugian yang lebih besar. Kelima hal diatas mudah-mudahan dapat menjadi dasar pemikiran bagi para hobiis yang mempunyai masalah dengan overwatering. Akan lebih baik mengantisipasi lebih awal dari pada sudah terlanjur terjadi kerusakan yang lebih parah. Salam anggrek selalu…. dan selalu waspada, musim hujan ini tidak menentu kejadiannya dengan curah yang sangat tinggi.

sumber

Mengenal Grammatophyllum scriptum atau Anggrek macan

Memang macam-macam orang memberikan sebutan pada tanaman yang pertama ditemukannya. Tidak terkecuali anggrek Grammatophyllum scriptum, banyak orang menyebutnya sebagai anggrek macan. Entah kenapa demikian. Apa karena corak warnanya yang loreng coklat dan ada yang totol coklat. Atau ketahanan dan kekuatan hidupnya yang seperti macan. Lepas dari itu, keindahan anggrek ini bila berbunga, wow….indah sekali…Tangkai bunga panjang dengan kuntum bunga yang banyak, membuat semakin takjub yang melihatnya.

Anggrek ini termasuk berumbi semu pendek, umbinya tidak tertutup oleh upih daun. Dan beberapa helai daun tumbuh dipuncak umbisemu. Perawakan (habitus) tanaman dari tipe ini mirip cymbidium. Anggrek macan ini paling baik ditanam dalam krat dan digantung. Juga dapat ditempelkan pada dahan pohon dengan sinar matahari langsung. Karena karangan bunga anggrek macan menggelantung kebawah. Jenis media tanam yang bisa digunakan untuk menanam anggrek ini pakis atau arang kayu. Anggrek macan kurang suka diganggu terlalu banyak dengan pengepotan ulang.

Grammatophillum scriptum atau yang disebut anggrek macan di Indonesia mempunyai daerah penyebaran di Papua, Makasar dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Bunga-bunga anggrek ini tidak terlalu besar. Ukuran sepalnya dengan panjang hanya 3 cm. Berwarna kehijauan pucat. Hampir seluruh permukaan sepal dan petalnya tertutup warna coklat. Pada varietas tigrinum, sepal dan petalnya mempunyai gambaran bercak-bercak besar dan rapat serta tidak teratur berwarna coklat.

3 Gangguan Pada Tanaman Hias

Yang pertama gangguan fisiologis atau kesalahan dalam perawatan telah diulas. Hama sebagai penyebab gangguan tanaman. Gangguan sekecil apapun pada tanaman hias tidak boleh diremehkan. Karena tanaman hias yang dijual atau dipamerkan adalah keindahannya. Dengan sedikit gangguan oleh hama, keindahannyapun akan berubah, tentunya harga akan jatuh. Untuk itu perlunya pengawasan dan pengamatan yang teliti agar cepat bila ada gangguan hama dapat segera diselesaikan.

Di Indonesia yang tropis ini, hama tanaman tumbuh dengan subur. Termasuk pada tanaman hias, hama susah dihindari. Khusus hama pada anggrek telah diulas didepan. Yang terpenting adalah, bagaimana sedini mungkin mengetahui gejala serangan. Sehingga dapat dengan cepat dikendalikan. Serangan hama sangat merugikan. Banyak dana akan terkuras untuk mengendalikannya. Namun belum tentu hasil maksimal. Apalagi pada tanaman hias, butuh waktu untuk memulihkannya bila sudah rusak.

Pengenalan gejala serangan hama tidaklah mudah, butuh pengalaman dan ketelitian.

Serangan Hama Tanaman hias

1. Pada daun terdapat garis-garis putih.

Diagnosis Penyebab : Ulat penggerek daun yang membuat terowongan dan memakan daging daun Cara mengatasi : Jika sedikit pangkas daun yang terserang dan bakar atau ditanam. Jika sudah banyak semprot insektisida sevidol 4/4 G dengan dosis yang dianjurkan.

2. Pada pucuk tanaman atau bawah daun terdapat kutu berwarna putih.

Diagnosis Penyebab : Serangan kutu putih, kutu putih permukaanya mempunyai lapisan lilin dan tepung berwarna putih. Serangan yang parah dapat menyebabkan kematian tanaman. Cara mengatasi : Bila masih sedikit dapat disikat dengan sikat gigi bekas. Dan bila serangan parah, semprot insektisida sevin 85 C sesuai dosis yang dianjurkan.

3. Tanaman layu karena batang dan daun lemah. Pada daun terlihat bekas bintik-bintik.

Diognosis penyebab : Serangan kutu hijau atau apids, kadang juga berwarna kuning kecoklatan. Kutu ini menghisap cairan batang dan daun tanaman. Cara mengatasi : Penyemprotan dengan insektisida yang mengandung malathion pada seluruh bagian tanaman

4. Permukaan daun berwarna coklat kemerahan.

Diagnosis penyebab : Serangan laba-laba kecil atau tungau disebut juga mite yang menghisap daun dan biasanya membuat sarang dibawah daun berupa anyaman berwarna putih. Serangan parah dimusim kemarau. Cara mengatasi : Pangkas daun tanaman yang terserang, bila sudah menyebar semprot dengan akarisida sesuai anjuran

5. Pada bunga terdapat bintik-bintik hitam, jika parah bunganya bisa rusak.

Diagnosis penyebab : Terserang thrip, yang menghisap cairan bunga dan meninggalkan bekas bintik hitam. Cara mengatasi : Semprot dengan insektisida yang mengandung diazinon 60 EC

6. Daun layu dan pada tulang daun bagian bawah menempel hama seperti sisik yang berwarna coklat kekuningan.

Diagnosis penyebab : Terserang kutu perisai yang menghisap cairan daun. Banyak terjadi serangan pada musim kemarau. Cara mengatasi : Bila masih sedikit sikat dengan sikat gigi bekas. Jika serangan sudah menyebar semprot dengan insektisida yang mengandung malathion. Memberikan efek yang baik bila sebelum disemprot daun dilap dengan kain basah, karena hama ini dilapisi oleh lilin.

Hama memang selalu membuat repot para hobiis. Yang akan menurunkan kualitas tanaman hias. Penanganan yang baik selama pemeliharaan akan dapat menyelamatkan dari hama tersebut. Setidaknya dapat mengurangi serangan. Pencegahan adalah syarat mutlak. Budidaya yang benar, pemupukan yang terprogram, penyemprotan insektisida yang rutin, penyiraman dan perawatan lainnya dengan tepat, akan menciptakan tanaman yang sehat. Sehingga akan dijauhi oleh hama tanaman.

sumber

PENYAKIT PADA TANAMAN HIAS DAN CARA PENANGANANNYA

Disamping serangan hama, gangguan fisiologis, masih ada satu lagi gangguan lebih serius dan biasanya kalau terlambat akan menyebabkan kerugian yang besar. Penyakit, tidak hanya pada manusia atau binatang, tanaman hiaspun juga dapat terserang penyakit. Pada tanaman hias ada 3 penyebab serangan penyakit, yaitu jamur, bakteri dan virus. Tiga sumber penyakit ini akan menyerang tanaman hias, bila tanaman tersebut dalam kondisi tidak sesuai dengan habitat aslinya. Misalnya kelembaban yang berlebihan, sirkulasi udara yang tidak baik, tanaman kekurangan nutrisi.

Pengendalian penyakit pada tanaman hias lebih susah dari pada pengendalian serangan hama. Pencegahan sangat dianjurkan. Pengaturan drainase yang baik, sirkulasi udara berjalan baik, penyiraman cukup atau tidak berlebih. Sehingga akan terbentuk lingkungan yang sesuai. Pada umumnya penyakit tanaman hias muncul dari faktor kelembaban yang berlebih. Musim hujan, yang menyebabkan kelembaban tinggi akan banyak kasus penyakit bermunculan, bila dibandingkan pada musim kemarau.

Faktor utama menjaga serangan penyakit adalah bagaimana dapat mengendalikan kelembaban lingkungan. Melakukan penyemprotan dengan fungisida secara rutin saat musim hujan. Menjaga kebersihan didalam kebun maupun disekitarnya, hindarkan terjadinya genangan-genangan air setelah hujan.

Serangan Penyakit Tanaman Hias :

1. Tepi daun menguning dan pada permukaannya terdapat bercak coklat kehitaman.

Diagnosis Penyebab : Tanaman hias terserang penyakit antraknosa atau bercak daun yang disebabkan oleh jamur.

Cara Mengatasi : Daun yang terserang segara dipotong dan dibuang. Untuk mengurangi kelembaban lakukan pemangkasan daun-daun tua. Jika serangan sudah sangat hebat, lakukan penyemprotan dengan fungisida (Dithane atau antracol).

2. Daun yang tua rontok dengan bercak hitam, lalu menjalar ke pucuk tanaman.

Diagnosis Penyebab : Tanaman hias terserang black spot atau busuk hitam, yang disebabkan oleh jamur, karena kelembaban yang tinggi.

Cara mengatasi : Perbaiki sirkulasi udara sehingga dapat menurunkan kelembaban, buang bagian tanaman yang terserang penyakit. Bila serangan sudah sangat hebatdapat disemprot dengan fungisida (dithane, benlate, atau vondozeb)

3. Pangkal batang membusuk, pertamanya adalah akar-akarnya mebusuk. Tanaman layu seperti kurang air, daun menguning dan keriput.

Diagnosis Penyebab : Tanaman hias terserang penyakit layu Fusarium, yang disebabkan oleh jamur Fusarium sp.

Cara mengatasi : Serangan penyakit ini terjadi biasanya pada rimpang akar yang terluka, sehingga setelah melakukan perbanyakan tanaman bagian yang terluka langsung diolesi dengan fungisida berbahan aktif benomyl. Atau juga dapat dilakukan penyemprotan dengan fungisida (benlate).

4. Daun melunak, basah dan berubah warna menjadi lebih gelap serta mengeluarkan bau yang tidak sedap.

Diagnosis Penyebab : Tanaman hias terserang benyakit busuk basah (soft rot), penyakit ini sering pada musim hujan, dan disebabkan oleh bakteri Erwinia sp.

Cara mengatasi : Pengendalian kelembaban dan drainase yangat diperlukan. Musnahkan tanaman yang sudah terserang parah. Dapat dilakukan penyemprotan dengan cuprocide atau agrimycin. Juga dapat disuntik pada batangnya dengan streptomycin atau tetracycline jika yang terserang secara individu.

5. Daun bercak-bercak hijau muda tidak merata diseluruh permukaan daun, sehingga tampak belang-belang dan daun melengkung. Pertumbuhan tanaman dan bunga tidak sempurna.

Diagnosis Penyebab : Tanaman hias terkena penyakit yang disebabkan oleh virus mosaik. Penyakit ini menular melalui peralatan atau tangan yang terkontaminasi, virus ini juga dapat dibawa oleh serangga.

Cara mengatasi : Belum ada obat yang dapat mengendalikan penyakit ini. Yang bisa dilakukan adalah memisahkan tanaman yang terserang dengan yang sehat. Kemudian membakarnya, sehingga tidak menular ketanaman lain.

Pengawasan dan perawatan yang teratur belum menjamin sepenuhnya terbebas dari serangan penyakit. Bila tanaman hias Anda memperlihatkan gejala-gejala serangan penyakit, harus cepat diisolasi tersendiri. Potong bagian yang terserang penyakit dan musnahkan. Sterilisasi peralatan yang digunakan sehingga tidak mengkawatirkan bila digunakan pada tanaman yang sehat. Bila diindikasi kena serangan jamur atau bakteri, cepat lakukan penyemprotan dengan fungisida atau bakterida. Dan bila penyakitnya adalah karena virus, cepat musnahkan dengan dibakar. Semoga bermanfaat……….

http://wawaorchid.wordpress.com

Nepenthes, tanaman hias unik pemangsa serangga

Siapa yang tidak kenal nepenthes.., yang merupakan tanaman sangat unik. Diujung-ujung daunnya terdapat kantong yang bentuknya unik. Menyerupai perut tokoh wayang Semar. Karena itu, nepenthes dikalangan penggemar tanaman hias lebih akrap disebut kantong semar. Banyak orang salah kira. Kantong pada nepenthes ini bukanlah bunga, melainkan bagian daun di ujung yang membentuk kantong. Yang berfungsi untuk menangkap makanan.

Asal nepenthes banyak terdapat dihutan-hutan Indonesia, malaysia dan Brunei. Yang merukapakan negara pusat penyebaran nepenthes terbesar didunia. Diantaranya terdapat jenis : nepenthes diata, nepenthes bicalcarata, nepenthes aristolochiodes, nepenthes reinwardtiana dan masih banyak lagi.

Indonesia sebagai negara yang kaya akan jenis nepenthes. Penyebarannya ada yang hidup pada daerah dataran tinggi dan ada yang di daerah dataran rendah. Keberadaan daerah inilah yang banyak menyebabkan kegagalan yang dialami para pemelihara nepenthes. Nepenthes dari dataran tinggi tidak akan bisa tumbuh pada daerah dataran rendah demikian sebaliknya.

Sekarang ini sudah ditemukan kantong semar atau nepenthes ini yang bisa tumbuh baik pada dataran tinggi maupun rendah. Seperti nepenthes veitchii, nepenthes tobaica, nepenthes stenophylla, nepenthes gracilis, nepenthes mirabilis.

Perawatan Nepenthes

Penanaman nepenthes yang cocok adalah dengan media yang porous dan lembab. Artinya air tidak sampai menggenang, selalu basah tidak becek. Hal ini disesuaikan dengan daerah asal, dimana nepenthes dihutan tumbuh pada tanah humus dari hancuran daun-daun tanaman. Jenis media tanaman yang bisa dipakai adalah campuran tanah dengan cacahan pakis dengan perbandingan 1 : 1. Atau bisa juga dengan campuran sekam bakar dan cacahan pakis dengan perbandingan 1 : 1.

Nepenthes tidak membutuhkan pemupukan. Pemberian pupuk justru akan menyebabkan nepenthes mati, yang diawali dari terbakarnya daun. Dan perlu diketahui bahwa nepenthes tidak mencari makanan melalui akar. Akar hanya sebagai penyangga batang. Nepenthes makan melalui daun yaitu dari daun yang berkantong tersebut. Unik…bukan…!!!

Pemangsa Serangga

Nepenthes tidak seperti tanaman lainnya, yang mengambil makanan dan mengolahnya dari hara secara langsung. Baik yang tersedia dialam maupun dari pemupukan. Namun nepenthes mengambil makanan dengan mengolahnya terlebih dahulu dari serangga yang ditangkapnya. Prosesnya, nepenthes sengaja mengundang serangga dengan mengeluarkan aroma dari kelenjar dikantongnya. Orama ini yang akan mengundang semut, nyamuk, kumbang, lalat, kecoak, tawon, dan serangga kecil lainnya untuk datang. Setelah menempel dibibir kantong, serangga tersebut akan tergelincir dan terjebak didalamnya. Kemudian kantong akan mengeluarkan cairan asam untuk melumatkan serangga menjadi protein. Dengan bantuan enzim proteolase protein tersebut diuraikan menjadi nitrogen, fosfor, kalium dan garam-garam mineral. Dan zat inilah yang diserap dan diolah menjadi makanan di daun.

Nepenthes disamping digunakan sebagai tanaman hias yang unik, sebagai pemakan serangga bisa juga dimanfaatkan untuk memberantas serangga. Dengan dibudidayakan dan ditanam disekitar rumah nepenthes sebagai obat anti serangga alam yang tidak membahayakan. Dan akan pengurangi polusi pestisida obat serangga. Mau mencoba…..????

http://wawaorchid.wordpress.com

Cara menanam Kaktus

Langkah pertama untuk menanam kaktus adalah membeli bibit kaktus yang sehat. Kaktus yang sehat adalah yang duri-durinya sempurna (tidak ada yang patah), batangnya tidak memar, dan arah tumbuhnya tegak lurus (tidak miring-miring dan seimbang). Anda bisa membeli kaktus di toko-toko tanaman hias atau nurseri-nurseri terdekat. Belilah bibit yang berusia minimal 3 bulan.

Setelah Anda mendapatkan calon kaktus terbaik, tanamlah ia dalam media tanah sekam atau tanah berpasir. Jika Anda membeli jenis kaktus berbatang tinggi seperti Cerevius, maka ukuran pot tempat menanamnya sebaiknya setinggi ½ tanaman Anda. Jika Anda membeli kaktus berbatang bulat seperti Echinocactus atau kaktus berbatang tipis seperti Opuntia, maka usahakan agar pot tempat menanamnya berdiameter 5-10 cm lebih besar dari ukuran kaktus Anda.

Sebelum menanam, pastikan bahwa baik pot mau pun tanah yang Anda sediakan berada dalam keadaan kering. Kemudian, semprotkan pot dengan disinfektan untuk mengusir biang penyakit yang mungkin timbul. Lakukan penanaman dengan cara biasa, pastikan tanahnya mampat dan akar sudah benar-benar terbenam dengan baik.

INGAT: tunggu satu minggu sebelum melakukan penyiraman pertama. Hal tersebut dilakukan karena umumnya jenis-jenis kaktus memiliki masa dormansi di mana ia tidak membutuhkan air. Pemberian air segera setelah penanaman hanya akan meyebabkan pembusukan akar kaktus. Selain itu, lakukanlah penggantian pot atau tanah secara berkala setiap 1 tahun sekali.

Umumnya, terdapat dua tipe tanaman kaktus yaitu kaktus yang menyukai matahari atau sebaliknya, kaktus yang menyukai tempat gelap. Jangan lupa tanyakan termasuk tipe yang mana kaktus Anda saat membeli di nurseri tanaman hias. Kedua tipe tersebut tidak butuh suhu yang aneh-aneh kok. Iklim negara kita ini cocok bagi pertumbuhan kaktus. Anda cukup mengingat hal ini: Saat kemarau tidak apa dibiarkan lama-lama di luar rumah, saat sering hujan pindahkan agar tidak kehujanan. Kasus kematian kaktus yang sering terjadi disebabkan karena pembusukan oleh guyuran hujan.

Pokoknya, temperatur yang terlalu tinggi atau rendah dapat menyebabkan kaktus berdormansi. Jika sedang berdormansi, ia akan berhenti tumbuh untuk sementara waktu. Anda tentu tidak ingin kaktus Anda kerdil, bukan? Maka cermat-cermatlah mengamati musim ketika menumbuhkan kaktus di rumah.

Pada minggu-minggu pertama setelah penanaman, jangan langsung menjemur kaktus di bawah matahari. Setelah ditanam, letakkan di bawah tempat yang teduh, atau tertutup bayangan. Baru kemudian, secara berkala Anda pindahkan ke tempat yang lebih terang. Jika saat baru ditanam langsung Anda jemur, maka kaktus Anda bisa hangus. Jika Anda menanam bibit kaktus di dalam rumah, maka pastikan sirkulasi udara dalam rumah selalu baik untuk mendukung pertumbuhan kaktus. Tidak sulit bukan menanam kaktus ?

Tanaman Anti Nyamuk

Jika dilihat dari bentuk fisiknya, tanaman rosemary ini kurang menarik jika dijadikan tanaman hias. Tapi jika melihat fungsinya jangan heran jika banyak orang yang mencari tanaman ini. Sebagai tanaman batang keras, bentuk tanaman rosemary tidak berbeda dengan tanaman lain sejenisnya.

Kelebihannya hanya terletak pada baunya yang sangat menyengat. Warna daunnya hijau tua dan bentuk daunnya meruncing.
Tapi baunya yang menyengat inilah yang dicari-cari orang, karena baunya yang tercium saat tanaman ini tertiup angin justru dapat mengusir nyamuk, kelebihan tanaman yang diakui cukup ampuh menjauhkan nyamuk ini yang membuat banyak diburu orang-orang.
Meskipun tanaman lavender dan zodiac juga mampu digunakan untuk mengusir nyamuk. Tapi tanaman rosemary tetap yang paling banyak dicari orang.

Hal ini disebabkan karena selain perawatannya yang sangat mudah, tanaman rosemary ini sangat kuat dan tahan terhadap serangan hama. Berbeda dengan lavender dan zodiac.

Anggerek Bulan

Phalaenopsis amabilisAnggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis) adalah salah satu bunga nasional Indonesia. Pertama kali ditemukan oleh seorang ahli botani Belanda, Dr. C.L. Blume. Memiliki beragam warna bunga antara lain merah, putih, ungu, kuning, bunga bisa bertahan sampai beberapa bulan. Bahkan batang bunga yang sudah rontok bunganya, dapat tumbuh cabang bunga baru.
Tanaman anggrek ini tersebar luas mulai dari Malaysia, Indonesia, Filipina, Papua, hingga ke Australia. Cara hidupnya secara epifit dengan menempel pada batang atau cabang pohon di hutan-hutan dan tumbuh subur hingga 600 meter di atas permukaan laut.

Anggrek bulan termasuk dalam tanaman anggrek monopodial yang menyukai sedikit cahaya matahari sebagai penunjang hidupnya. Daunnya berwarna hijau dengan bentuk memanjang. Akar-akarnya berwarna putih dan berbentuk bulat memanjang serta terasa berdaging. Bunganya memiliki sedikit keharuman dan waktu mekar yang lama serta dapat tumbuh hingga diameter 10 cm lebih.

Anggerek BulanAnggerek Bulan

PENYEBAB TANAMAN ENGGAN BERBUNGA

Ada beberapa penyebab tanaman bunga enggan berbunga. Jika hal itu terjadi pada tanaman kesayangan Anda, coba trik berikut. Kesal rasanya jika tanaman bunga kesayangan tak kunjung berbunga lagi. Padahal rasanya, ia baik-baik saja saat membeli. Mereka yang tidak sabar mungkin bisa segera mencabutnya dan mengganti dengan tanaman baru.
Jika hal ini terjadi pada tanaman bunga Anda, jangan buru-buru mencabut, apalagi membuangnya. Perhatikan dulu keadaan tanaman dan lingkungan sekelilingnya. Mungkin kebutuhan tanaman ini untuk berbunga tidak terpenuhi, sehingga ia enggan berbunga. Ada beberapa hal yang mungkin menjadi penyebab.
1. Perhatikan penempatan tanaman. Apakah ia mendapat cukup sinar matahari, atau tidak. Banyak tanaman yang pertumbuhannya menjadi lambat dan tidak mau berbunga, karena kekurangan sinar matahari. Jika memang demikian, artinya Anda perlu memindahkan tanaman ini. Atau rajin-rajinlah memindahkannya ke area kaya sinar matahari, terutama di pagi hari.
2. Daun yang terlalu rimbun. Beberapa jenis tanaman, tidak mau berbunga jika daunnya terlalu rimbun. Oleh karena itu, lakukan pemangkasan secara teratur, terutama setelah masa berbunga.
3. Terlalu banyak terkena sinar matahari. Coba lihat keadaan daunnya. Jika banyak yang berwarna kekuningan dan kering, artinya tanaman terlalu banyak diterpa sinar matahari. Hal ini juga bisa menyebabkan tanaman tidak subur dan tidak bisa berbunga. Sebaiknya hindarkan tanaman dari sinar matahari siang yang terik. Kecuali jika tanaman tersebut memang tahan terhadap panas matahari.
4. Media tanam keras dan kurang unsur hara. Jika ini masalahnya, Anda perlu menggemburkan kembali media tanam. Jika perlu ganti media tanam dengan yang baru. Jika perlu tambahkan pupuk sebagai nutrisi tambahan. Tanah yang subur sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman.
Penulis: Anissa
http://properti.kompas.com/read/xml/2009/04/10/17015170/jika.tanaman.enggan.berbunga