TAWARAN KEMITRAAN PERCETAKAN

Peluang Usaha

 
Kamis, 22 Desember 2011 | 12:12  oleh Hafid Fuad, Dea Chadiza Syafina
TAWARAN KEMITRAAN PERCETAKAN
Mencetak laba dari bisnis percetakan murah
 

Jika Anda berniat memulai usaha percetakan, tawaran kerja sama UD Grafika Cemerlang mungkin bisa menjadi pertimbangan. Mengusung nama BrosurMurah.com, UD Grafika Cemerlang didirikan oleh Dave Nanang Handoyo pada 2001 di Surabaya.
Nanang melayani cetak, baik di media kertas, plastik, ataupun produk suvenir. Berbagai jenis produk seperti paperbag, kalender, agenda, katalog, booklet, company profile, dan produk lain bisa dikerjakan BrosurMurah.
Dengan kualitas cetak nomor satu, Nanang mengatakan, target pasar utamanya adalah kelas menengah atas. Itu juga sebabnya, saat ini Nanang banyak memakai pola pemasaran dan pemesanan melalui internet untuk menggarap pasar yang lebih besar.
Walau menyasar kalangan menengah atas, produk cetak buatan Nanang cukup terjangkau. Harga mulai dari Rp 8.800 untuk satu kotak kartu nama hingga Rp 25.000 untuk satu kalender duduk. “Paling laris brosur berwarna seharga Rp 99 per lembar,” ujar pria 33 tahun ini.

Rp 50 juta per bulan
Saat ini, Nanang sudah mempunyai empat gerai BrosurMurah. Masing-masing gerai tersebut mampu meraup omzet antara Rp 30 juta sampai Rp 50 juta per bulan. Omzet itu didapatkan dari pelanggan sebanyak 200 hingga 300 klien per bulan.
Melihat perkembangan itu, Nanang optimistis, bisnis cetaknya masih akan bagus. Apalagi dia memakai konsep cetak satu atap sehingga lebih efisien. Itulah sebabnya, mulai tahun ini dia menawarkan waralaba usahanya kepada masyarakat. “Sudah ada satu yang bergabung, tahun depan ada 3 mitra lagi,” katanya.
Jika Anda berminat, Nanang menawarkan pilihan investasi mulai Rp 25 juta, Rp 50 juta, dan Rp 95 juta minus sewa tempat usaha. Nilai investasi yang berbeda bergantung fasilitas yang didapatkan. Untuk investasi senilai Rp 25 juta yang didapat adalah perlengkapan promosi, seperti spanduk, brosur 5.000 lembar, dengan kerja sama tiga tahun.
Untuk investasi Rp 50 juta akan mendapatkan dua set komputer grafis, printer, software asli, meja gambar, dan berbagai sarana promosi. Adapun paket Rp 95 juta akan mendapatkan tiga set komputer grafis, printer, dan berbagai sarana pendukung juga sarana promosi. Nanang juga akan melatih membuat grafis para tenaga kerja untuk mitra tersebut.
Dari setiap mitra, Nanang menargetkan omzet sebesar Rp 30 juta per bulan. Jika target tercapai, mitra akan balik modal dalam kurun enam hingga delapan bulan.
Selain membayar investasi awal yang di dalamnya sudah termasuk franchise fee, mitra juga harus membayar management fee sebesar 5% dari omzet per bulan. Nantinya mitra akan menangani pemesanan dan desain, sedangkan produksi akan dikerjakan pusat. “Kami akan langsung menangani bidang produksinya,” ujar Nanang.
Salah satu mitra BrosurMurah adalah Winarto Setyadharma di Mulyosari, Surabaya. Dia mengaku menjadi mitra sejak enam bulan lalu. “Menjelang pergantian tahun permintaan meningkat,” katanya.
Pelanggan Winarto mulai dari perusahaan, sekolah maupun individu. Dari pesanan yang datang, sebanyak 75% order pembuatan brosur, baru disusul cetak banner, kartu nama, dan spanduk. Dari usaha ini, Winarto meraih omzet Rp 20 juta per bulan.

Grafika Cemerlang
Jl. Wonorejo Permai Timur IV-16 Surabaya
Jawa Timur
Telp: 0318782448

TAWARAN KEMITRAAN KULINER: ES KRIM

Peluang Usaha

Selasa, 29 November 2011 | 13:24  oleh Fahriyadi
TAWARAN KEMITRAAN KULINER: ES KRIM
Segarnya bisnis es krim tanpa pengawet

Pamor es krim memang tak pernah pudar. Maklum, hampir semua kalangan suka mengudap es krim, baik anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.

Pasar es krim yang terus membesar, memikat CV Media Wirausaha Indonesia (MWI) terjun pada bisnis ini. Dua tahun terakhir, perusahaan yang bermarkas di Bekasi, Jawa Barat itu meluncurkan Carvellos Ice Cream.

Carvellos Ice Cream adalah gerai yang menjajakan berbagai produk es krim dengan harga terjangkau. Sejak enam bulan lalu, MWI menawarkan kemitraan gerai ini.

Menurut Ariyanto, Direktur Operasional CV Media Wirausaha Indonesia, es krim punya daya tarik tersendiri. “Es krim bisa diolah dari beragam bahan, seperti cokelat, susu, stroberi, vanilla, dan setiap waktu mengalami pengembangan rasa dan menu,” ujarnya.

Sejak berdiri, Carvellos pun terus mempertahankan komitmennya, yakni menyajikan es krim berkualitas tanpa bahan pengawet dengan harga terjangkau. “Bahan baku kami sesuai dengan standar BPOM dan bersertifikat halal,” tandas Ariyanto.

Meski baru setengah tahun menawarkan kemitraan, Carvellos sudah menjaring 30 mitra yang tersebar di Jabodetabek, Karawang, Purwakarta, Bangka Belitung hingga Palangkaraya. Mitra itu terjaring lewat penawaran empat paket, yaitu paket agen Rp 3,5 juta, paket konter Rp 7 juta, paket subdepo Rp 10 juta, dan paket depo Rp 20 juta.

Paket Resto

Untuk mendongkrak brand Carvellos, bulan lalu, MWI menambah paket kemitraan berupa resto atau kafe mini. Dengan paket ini, MWI membidik konsumen Carvellos Ice Cream di mal atau pusat belanja. “Kami optimistis bisa mendapat banyak konsumen di mal,” ujar Ariyanto.

Untuk paket resto ini, mitra harus menyiapkan biaya investasi sebesar Rp 50 juta. Mitra pun akan memperoleh semua perlengkapan berjualan, mulai dari mesin es krim hingga bahan baku awal.

Mereka menawarkan puluhan menu es krim, dengan banderol harga mulai Rp 3.000 untuk es krim cone, hingga Rp 8.000 untuk rujak es krim. Selain itu, Carvellos Ice Cream juga menawarkan menu es krim goreng, yaitu roti isi es krim, seharga Rp 5.000.

Hitungan Ariyanto, mitra usaha bisa memperoleh omzet Rp 30 juta per bulan. “Dengan perolehan omzet ini, mitra bisa balik modal dalam waktu antara enam bulan hingga satu tahun,” jelasnya.

Selain itu, dengan menambah paket baru ini, Ariyanto ingin menawarkan Carvellos Ice Cream dengan sistem waralaba. “Kini, kami terus mengembangkan jaringan di beberapa kota,” ujarnya.

Menurut Khoerussalim Ikhsan, pengamat Waralaba, pangsa pasar es krim masih cukup bagus ke depan. Pasalnya, es krim mampu mengikat kuat konsumen anak-anak hingga remaja dan dapat pula menjaring konsumen dewasa dan orang tua. “Es krim bisa dibilang makanan semua umur,” ujarnya.

Khoerussalim juga menilai, paket resto Carvellos Ice Cream ini masih wajar dan relevan. Namun, ia tetap menekankan, adanya komitmen untuk terus berinovasi dan konsisten menggarap segmen pasarnya, yakni kelas menengah ke bawah. “Saya khawatir, jika mereka menjajal segmen pasar yang lebih tinggi akan gagal bersaing dengan produk es krim yang sudah ternama,” tegasnya.

Carvellos Ice Cream
Jl. Caman Utara 2 No. 4A
Jaka Sampurna, Bekasi
Telp. (021) 97095999
HP. 082111278999

Sumber:
http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/peluangusaha/83904/Segarnya-bisnis-es-krim-tanpa-pengawet-

TAWARAN KEMITRAAN KULINER: MARTABAK

Peluang Usaha

 
Rabu, 16 November 2011 | 13:21  oleh Fitri Nur Arifenie
TAWARAN KEMITRAAN KULINER: MARTABAK
Banyak penggemar, bisnis martabak mini masih legit

Sebagian besar masyarakat pasti pernah menyantap martabak. Kudapan yang sering dijual pada malam hingga sore hari bisa menemani waktu senggang Anda sembari menonton televisi atau bercengkerama bersama keluarga.

Bahkan, martabak tetap bertahan di tengah derasnya serbuan berbagai macam camilan. Penggemarnya tak pernah bosan. Karena itu, martabak sering menjadi pilihan buah tangan ketika hendak berkunjung ke teman atau kerabat.

Tak heran, meski sudah berjejal, penjual martabak baru terus bermunculan. Mulai dari yang membuka gerai dengan merek sendiri, hingga pemain baru yang membuka gerai kemitraan atau waralaba merek tertentu.

Salah satu pengusaha martabak yang menawarkan kemitraan gerainya adalah Buyung Harianto. Pria asal Bandung ini telah menggeluti usaha martabak sejak 1967.

Namun, Buyung baru mulai menawarkan paket kemitraan Kue Bandung Mr. Buyung sejak Oktober 2011. Sampai saat ini, ia baru membuka dua gerai Kue Bandung Mr. Buyung milik sendiri.

Kue bandung ini memiliki tekstur yang sangat lembut. Harianto pun menyediakan bermacam rasa dengan konsep create your own cake. “Jadi, konsumen bisa memilih beragam toping kue bandungnya sendiri,” ujarnya.

Buyung menawarkan paket kemitraan Kue Bandung Mr. Buyung ini senilai Rp 60 juta. Investasi itu sudah termasuk dengan franchise fee sebesar Rp 20 juta untuk lima tahun dan peralatan.

Dalam paket ini, Buyung akan menyediakan pelbagai peralatan seperti booth counter full stainless, kompor stainless, meja potong kayu jati, empat seragam dan topi, serta semua peralatan penunjang operasional. Ia juga menyiapkan bahan baku untuk operasional dua hari.

Bagi calon investor yang berminat, selain menyiapkan dana, mereka juga harus memiliki ruang usaha dengan luas minimal 2,5×2,5 m2. Lokasi usaha sebaiknya berada di dekat keramaian.

Selama masa kemitraan, Buyung akan menarik royalti fee sebesar 4% dari omzet. Namun, pembayaran royalti fee baru dimulai pada bulan kedua.

Selain itu, mitra juga harus membeli bahan baku dari pusat supaya standar kualitas produk terjamin. Sebulan, belanja bahan baku mitra berkisar antara Rp 7,5 juta hingga Rp 15 juta.

Mengikuti tren yang berkembang saat ini, Buyung membuat martabaknya berukuran mini. Kue Bandung Mr. Buyung ini memiliki diameter sebesar 11 cm. Meski mini, soal rasa, Buyung menjamin mampu membuat pelanggannya ketagihan dan datang kembali.

Apalagi, harga jual martabak ini sangat terjangkau oleh dompet siapa pun. Buyung membanderol Rp 3.000 per buah.

Sedangkan, toping martabak masing-masing akan dijual sebesar Rp 1.000 hingga Rp 6.000 per jenis. “Misalnya orang membeli dengan toping cokelat dan keju. Kue Martabaknya Rp 3.000, sedangkan tiap toping dihargai Rp 1.000 jadi total Rp 5.000,” kata Buyung. Untuk memanjakan konsumen, Kue Bandung Mr. Buyung menyediakan 50 toping dengan 50 variasi rasa.

Bila lokasi gerai cukup strategis, Buyung memperkirakan mitra bisa membawa pulang omzet dari Rp 15 juta hingga Rp 30 juta setiap bulan. Ia pun menghitung, balik modal bisa dicapai dalam waktu kurang dari setahun.

Menurut Amir Karamoy, Ketua Dewan Pengarah Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia, prospek bisnis martabak memang cukup mengkilap. Amir bilang, bisnis makanan masih akan menguntungkan kapan pun.

Meski begitu, investor tetap harus berhati-hati. “Investor harus mengetahui informasi lengkap tentang waralaba itu dan kinerja keuangannya,” ujar Amir.

Kue Bandung Mr. Buyung
Jl. Burangrang No. 42
info@mrbuyung.com
Telp. (022) 70796999
HP. 08170296999

Sumber:
http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/peluangusaha/82848/Banyak-penggemar-bisnis-martabak-mini-masih-legit-

Merancang Kemitraan dalam Bisnis

Views :257 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 25 Oktober 2011 10:08
business_partner1011Merancang kemitraan mungkin terdengar sangat sederhana jika Anda menemukan seseorang yang juga tertarik dalam membangun bisnis. Namun, sebenarnya terdapat hal-hal yang rumit dalam membnuat sebuah kemitraan. Walau terdapat beberapa pemilik usaha kecil dan menengah yang memilih kepemilikan tunggal sebagai struktur bisnis mereka, kemitraan barangkali akan lebih bermanfaat jikamampu membawa lebih banyak modal, pengetahuan, dan kontak bisnis untuk kemitraan.

Berikut beberapa cara mengatur kemitraan agar manfaatnya semakin besar bagi perkembangan bisnis Anda:

Pastikan memiliki tujuan yang sama
Kemitraan tidak akan berhasil jika Anda tidak memiliki kepentingan dan tujuan bersama. Cara untuk menerapkan strategi yang akan diambil sangat bergantung pada keputusan yang dibuat oleh Anda dan pasangan Anda. Dengan memiliki tujuan yang sama, akan sangat ideal untuk menetapkan strategi bisnis bersama.

Menetapkan peran bisnisSetiap mitra dalam kemitraan memiliki kemampuan dan kontribusi bagi keberhasilan bisnis. Hal ini penting untuk membangun peran bisnis dalam rangka untuk memaksimalkan kekuatan masing-masing pasangan. Mengetahui tugas-tugas yang ada dan dibagi berdasarkan pada kekuatan individu dan keterampilan masing-masing. Apabila kemitraan berdasarkan modal atau uang, pastikan untuk mengatur pembagian kerja dan skema pembagian pendapatan.

Memahami dasar umumJika Anda mengkhawatirkan tentang apa yang akan terjadi jika Anda memutuskan untuk mengakhiri kemitraan di masa depan, tanggung jawab dan penghargaan dari kemitraan adalah sama dibagi dalam kebanyakan kasus sesuai dengan jumlah mitra yang terlibat.

Membuka saluran komunikasiMeskipun Anda memiliki peran yang berbeda dalam bisnis, pastikan bahwa Anda memiliki saluran komunikasi terbuka. Sebagai mitra, Anda harus tetap berhubungan dengan sesama pengusaha untuk memastikan bahwa semuanya bekerja dengan cara yang telah disetujui. Telaah rencana bisnis dan terbukalah untuk saran yang masuk.

Buatlah perjanjian kemitraan Buartlah perjanjian kemitraan dalam rangka untuk menentukan tanggung jawab dan pembagian pendapatan. Aturan 50/50 mungkin berlaku, tetapi masih terbaik untuk memiliki perjanjian kemitraan tertulis yang akan mendokumentasikan tanggung jawab dan kesepakatan yang telah ditetapkan.

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/12231-merancang-kemitraan-dalam-bisnis.html

TAWARAN KEMITRAAN JASA KECANTIKAN

Senin, 17 Oktober 2011 | 13:25  oleh Fitri Nur Arifenie, Fahriyadi, Dea Chadiza Syafina
TAWARAN KEMITRAAN JASA KECANTIKAN
Laba klinik kecantikan kian cantik

Menjadi cantik merupakan impian hampir seluruh wanita. Banyak cara dilakukan oleh kaum hawa untuk mewujudkan mimpinya. Mulai dari mengonsumsi obat, berpantang makanan tertentu, dan pergi ke klinik kecantikan. Cara terakhir ini, sepertinya menjadi pilihan banyak wanita.

Tak heran jika klinik kecantikan berkembang menjadi bisnis yang potensial. Tengok saja beberapa pewaralaba klinik kecantikan yang menjalani bisnis ini. Dalam setahun terakhir, bisnis mereka berkembang, baik dari sisi pendapatan maupun penambahan jumlah mitra dan gerai.

Esri Medical Aesthetic, Martha Tilaar Salon & Day Spa, dan Pure Beauty Care adalah beberapa waralaba yang klinik kecantikan dan perawatan tubuh yang mengecap pertumbuhan. Meski, pemain baru bermunculan, mereka tetap yakin, prospek bisnis ini masih cerah.

• Esri Medical Aesthetic

Berbeda dengan waralaba salon kecantikan pada umumnya, Esri Medical Aesthetic mengedepankan konsep klinik kecantikan dari sisi medis. Klinik ini didukung oleh dokter bersertifikat dari Persatuan Dokter Estetik Indonesia (PERDESTI).

Susana Seriani, pemilik Esri Medical Aesthetic mengatakan, kini pihaknya telah memiliki empat mitra, yang tersebar di Ciledug, Ciputat, Makassar dan Surabaya, dan dua calon mitra baru. Padahal saat KONTAN mengulas waralaba ini akhir Maret 2010, Esri belum memiliki mitra.

Hanya saja, paket investasi Esri juga mengalami kenaikan. Jika pada awalnya, Esri menawarkan paket kerja sama senilai Rp 125 juta, kini meningkat menjadi Rp 135 juta. “Kenaikan Rp 10 juta ini karena ada pengembangan sistem komputerisasi pengelolaan klinik secara online. Jadi, mitra bisa terhubung dengan pusat,” tandasnya.

Dari nilai investasi tersebut, mitra memperoleh seluruh peralatan lengkap untuk memulai usaha, seperti electromedic equipment dan electroesthetica equipment, termasuk produk perawatan kulit senilai Rp 35 juta.

Susana bilang, dalam sehari klinik ini bisa menjaring 10-15 pasien. Dengan biaya perawatan berkisar Rp 50.000-Rp 300.000 dan harga obat dari Rp 50.000 hingga Rp 75.000. Ia pun mengklaim, mitra bisa meraup omzet hingga Rp 20 juta per bulan. Dari omzet itu, mitra bisa mengantongi keuntungan hingga 50%, sehingga perhitungan masa balik modal akan tercapai dalam waktu 1-1,5 tahun.

Dengan kesuksesannya menjaring empat mitra dan dua calon mitra itu, Susana optimistis bisa memenuhi target tahun depan, yakni menambah enam hingga sepuluh mitra.

• Martha Tilaar Salon & Day Spa

Selain membuka salon dan klinik kecantikan sendiri, Martha Tilaar Salon & Day Spa menawarkan program waralaba dan kemitraan spa. Ketika KONTAN mengulas waralaba Martha Tilaar Salon & Spa pada September 2008, jumlah waralabanya mencapai 33 gerai. Kemudian pada Oktober 2010, jumlah waralabanya bertambah menjadi 42 gerai. Kini, Martha Tilaar Salon & Day Spa sudah memiliki 46 cabang, baik di dalam maupun luar negeri, seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Ukrania dan Jepang.

Direktur PT Cantika Puspa Pesona Wulan Tilaar Widarto optimistis bisnis kecantikan akan makin tumbuh. Maklum, tingginya tingkat kesibukan dan stres, serta gaya hidup perkotaan membuat bisnis salon dan spa terus berkembang pesat. Apalagi, penggemar layanan salon dan spa tak terbatas pada perempuan, melainkan juga para lelaki.

Di Indonesia, Martha Tilaar Salon & Day Spa memiliki cabang di beberapa kota seperti Batam, Jakarta, Lampung, Palangkaraya, Pontianak, Balikpapan, Samarinda, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Selain itu masih ada beberapa di wilayah Sulawesi dan Sumatera. Di Sumatra, Martha Tilaar membukagerai di Aceh dan Riau. Sedangkan di Sulawesi, Martha Tilaar baru membuka satu gerai di Makassar. “Mungkin kami akan membuka beberapa spa di Indonesia Timur,” kata Wulan.

Ia melihat adanya peluang dan potensi untuk bisnis salon kecantikan tumbuh di sana. Sebab, gaya hidup masyarakat di Indonesia Timur sudah mulai berkembang.

Membuka spa yang sudah ternama seperti Martha Tilaar Salon & Spa memang terbilang mahal. Bila berminat, terwaralaba harus menyiapkan modal awal Rp 1,5 miliar. Franchise fee sebesar Rp 275 juta untuk lima tahun. Nilai biaya waralaba ini belum berubah sejak tahun 2008.

Demikian pula dengan biaya royalti. Besar royalti yang harus dibayar terwaralaba masih sama, yakni sekitar 5% dari total omzet. Untuk membuka usaha spa ini, terwaralaba perlu menyediakan lahan dengan luas minimal 250 meter persegi.

• Pure Beauty Care

Klinik Pure Beauty Care kini memiliki tiga mitra yang tersebar di Medan, Serpong dan Jambi. Klinik yang khusus bergerak di bidang perawatan kulit muka dan tubuh ini berdiri pada 2008 lalu. Sampai saat ini, mereka belum mengubah nilai paket investasi yang ditawarkan untuk investor Pure Beauty Care.

Untuk menjadi terwaralaba, Pure Beauty Care mengenakan biaya waralaba sebesar Rp 120 juta untuk masa kontrak empat tahun. Mereka menawarkan keringanan pembayaran, dengan membayar setengah dulu saat penandatanganan nota kesepahaman, sambil menunggu renovasi tempat. Begitu renovasi tempat selesai, terwaralaba harus segera melunasi biaya franchise.

Setelah itu, nantinya terwaralaba juga harus membayar royalty fee sebesar 5% dari omzet per bulan. Asyiknya, terwaralaba baru membayar royalty fee setelah mereka balik modal. “Kami perkirakan masa balik modal itu setelah satu tahun usaha berjalan,” kata Irene Yasmintiah, Pengelola PT Pure Beauty Care Indonesia..

Dengan mengusung produk perawatan kulit, Pure Beauty Care yang memakai bahan baku alami dari ekstrak buah-buahan, klinik kecantikan Pure Beauty Care menawarkan perawatan yang sehat. Produk perawatan kulit Pure Beauty Care langsung didatangkan dari Belanda. “Semua bahan perawatan dan peralatan kita impor,” jelas Irene.

Perusahaan ini membidik peluang pasar pada segmen kelas menengah. Irene mengatakan, alasan pemilihan kelas menengah itu karena klinik perawatan kulit yang menyasar kelas atas sudah penuh dengan beberapa brand sudah cukup kuat, seperti Natasha dan Erha. “Pasar masih tetap terbuka luas,” kata Irene.

Klinik Pure Beauty Care ini menawarkan produk untuk mengatasi masalah jerawat, flek, keriput, pemeliharaan kulit, alergi kulit, dan kekeringan kulit. Bahkan tidak hanya itu, Irene bilang, klinik ini juga menawarkan perawatan bagi konsumen yang mengalami permasalahan seputar bentuk tubuh.

Untuk menjadi mitra, hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan bisnis ini adalah kompetensi dalam bidang kecantikan. Sang franchisee harus memiliki kecintaan dan ketekunan di bidang ini. “Bisnis kecantikan berbeda dengan bisnis makanan, butuh kesabaran,” ujar Irene.

Sampai saat ini, mereka sudah memiliki tiga mitra baru. Maklum, sebagai pendatang baru, Pure Beauty Care lebih memfokuskan diri untuk membangun brand image dengan konsep yang Pure Beauty Care.

Dengan brand image yang kuat, Irene yakin bisa mendorong calon pasien untuk berani mencoba menggunakan produk dari Pure Beauty Care. “Maklum, menggunakan produk kecantikan itu tidak seperti mencoba makanan atau baju,” kata Irene

Sumber:
http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/peluangusaha/80182/Laba-klinik-kecantikan-kian-cantik-

TAWARAN KEMITRAAN KULINER KENTANG GORENG

Rabu, 12 Oktober 2011 | 15:32  oleh Fahriyadi, Dea Chadiza Syafina
TAWARAN KEMITRAAN KULINER KENTANG GORENG
Kresss… renyah laba dari kentang goreng

Selama ini, banyak pelaku usaha kuliner hanya mengemas kentang goreng sebagai menu pelengkap usaha burger, ayam goreng atau pizza. Padahal, dengan sedikit racikan bumbu dan penambahan berbagai variasi rasa, camilan renyah ini bisa menjadi usaha yang potensial.

Potensi inilah yang digali oleh Pioni Adya Group (PAG) dengan mendirikan Pota Potatoes, gerai penjualan kentang goreng pada 2009. Tak butuh waktu lama, setahun kemudian, perusahaan asal Bandung ini menawarkan paket kemitraan.

Muhammad Dana Prihadi, pemilik PAG, mengatakan bahwa nilai ekonomis kentang goreng cukup tinggi, karena camilan ini bukan sejenis makanan musiman. Selain itu, kentang goreng sudah akrab di lidah banyak orang Indonesia.

Ia pun menawarkan tiga paket investasi untuk mitra yang ingin menjual Pota Potatoes. Ketiga paket itu terdiri dari, paket lengkap dengan investasi senilai Rp 30 juta dan dua paket booth senilai Rp 7 juta dan Rp 5 juta.

Perbedaan kedua paket booth ini terletak pada jangka waktu kerja sama antara mitra dengan PAG. Untuk paket senilai Rp 5 juta, kerja sama berlangsung tiga tahun. Untuk paket senilai Rp 7 juta, PAG menawarkan masa kerja sama selama lima tahun.

Selain itu, mitra yang mengambil paket Rp 5 juta hanya mendapatkan kompor gas. Adapun mitra dengan paket Rp 7 juta bisa memilih perlengkapan, seperti kompor gas, deep fryer atau mesin penggoreng untuk memasak.

Sudah ada 89 gerai

Sementara itu, mitra yang membeli paket lengkap akan memperoleh semua peralatan dan perlengkapan. “Mitra hanya perlu mempersiapkan tempat usaha, karena semuanya telah disediakan oleh pusat,” ujar Dana.

Paket lengkap ini memiliki rentang waktu kerja sama selama lima tahun. Mitra pun wajib membayar royalti fee 2,5% dari perolehan omzet.

Dana memang sengaja mengemas paket lengkap ini berbeda dengan lainnya. Pasalnya, untuk paket lengkap ini, ia membidik calon mitra yang ingin membuka gerainya di mal atau pusat perbelanjaan. “Kami juga berencana untuk mengubah lisensi paket lengkap ini dari kemitraan menjadi waralaba,” tutur pria 27 tahun ini.

Kini, setelah hampir setahun menjual kemitraan, gerai Pota Potatoes telah berdiri di 89 lokasi. “Mitra kami sudah tersebar mulai Medan hingga Jayapura. Inilah yang menandakan bahwa kentang adalah makanan yang universal,” kata Dana.

Dari total gerai itu, PAG hanya memiliki tujuh gerai. Sisanya, merupakan gerai milik mitra. Meski begitu, dari 82 gerai mitra itu, baru empat mitra yang mengambil paket lengkap.

Pota Potatoes menyajikan empat menu kentang, yakni Pota Stick, Pota Cassa, Pota Mayors, dan Pota Lintang dengan 12 varian rasa. Dengan harga berkisar Rp 10.000 hingga Rp 13.500 per bungkus, Dana berharap mitra mampu menjual minimal 35 bungkus kentang goreng per hari.

Ia pun menghitung, jika mitra bisa merengkuh omzet Rp Rp 450.000 per hari, modal pun akan kembali antara 8-14 bulan. Hingga akhir tahun 2012, Dana memasang target pembukaan 222 gerai.

Salah satu mitra Pota Potatoes di Manado, Soraya Wulansari mengaku Pota Potatoes mendapat respons cukup baik dari masyarakat. Gerainya yang berada di salah satu pusat belanja di Manado mampu menjual rata-rata 50 bungkus kentang per hari.

Ia pun bisa meraup omzet hingga Rp15 juta per bulan. Alhasil, Soraya pun hanya butuh waktu enam bulan untuk mengumpulkan modalnya lagi. “Target kami memang sebelum satu tahun harus balik modal, dan kami bersyukur itu bisa mewujudkan itu,” ujar Soraya sumringah.

Pioni Adya Group
Jl. Sariwangi No. 81 C
Parangpong
Bandung
Telp. (022) 61009621

Sumber:
http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/peluangusaha/79791/Kresss…-renyah-laba-dari-kentang-goreng-