TAWARAN KEMITRAAN KULINER: ES KRIM

Peluang Usaha

Selasa, 29 November 2011 | 13:24  oleh Fahriyadi
TAWARAN KEMITRAAN KULINER: ES KRIM
Segarnya bisnis es krim tanpa pengawet

Pamor es krim memang tak pernah pudar. Maklum, hampir semua kalangan suka mengudap es krim, baik anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.

Pasar es krim yang terus membesar, memikat CV Media Wirausaha Indonesia (MWI) terjun pada bisnis ini. Dua tahun terakhir, perusahaan yang bermarkas di Bekasi, Jawa Barat itu meluncurkan Carvellos Ice Cream.

Carvellos Ice Cream adalah gerai yang menjajakan berbagai produk es krim dengan harga terjangkau. Sejak enam bulan lalu, MWI menawarkan kemitraan gerai ini.

Menurut Ariyanto, Direktur Operasional CV Media Wirausaha Indonesia, es krim punya daya tarik tersendiri. “Es krim bisa diolah dari beragam bahan, seperti cokelat, susu, stroberi, vanilla, dan setiap waktu mengalami pengembangan rasa dan menu,” ujarnya.

Sejak berdiri, Carvellos pun terus mempertahankan komitmennya, yakni menyajikan es krim berkualitas tanpa bahan pengawet dengan harga terjangkau. “Bahan baku kami sesuai dengan standar BPOM dan bersertifikat halal,” tandas Ariyanto.

Meski baru setengah tahun menawarkan kemitraan, Carvellos sudah menjaring 30 mitra yang tersebar di Jabodetabek, Karawang, Purwakarta, Bangka Belitung hingga Palangkaraya. Mitra itu terjaring lewat penawaran empat paket, yaitu paket agen Rp 3,5 juta, paket konter Rp 7 juta, paket subdepo Rp 10 juta, dan paket depo Rp 20 juta.

Paket Resto

Untuk mendongkrak brand Carvellos, bulan lalu, MWI menambah paket kemitraan berupa resto atau kafe mini. Dengan paket ini, MWI membidik konsumen Carvellos Ice Cream di mal atau pusat belanja. “Kami optimistis bisa mendapat banyak konsumen di mal,” ujar Ariyanto.

Untuk paket resto ini, mitra harus menyiapkan biaya investasi sebesar Rp 50 juta. Mitra pun akan memperoleh semua perlengkapan berjualan, mulai dari mesin es krim hingga bahan baku awal.

Mereka menawarkan puluhan menu es krim, dengan banderol harga mulai Rp 3.000 untuk es krim cone, hingga Rp 8.000 untuk rujak es krim. Selain itu, Carvellos Ice Cream juga menawarkan menu es krim goreng, yaitu roti isi es krim, seharga Rp 5.000.

Hitungan Ariyanto, mitra usaha bisa memperoleh omzet Rp 30 juta per bulan. “Dengan perolehan omzet ini, mitra bisa balik modal dalam waktu antara enam bulan hingga satu tahun,” jelasnya.

Selain itu, dengan menambah paket baru ini, Ariyanto ingin menawarkan Carvellos Ice Cream dengan sistem waralaba. “Kini, kami terus mengembangkan jaringan di beberapa kota,” ujarnya.

Menurut Khoerussalim Ikhsan, pengamat Waralaba, pangsa pasar es krim masih cukup bagus ke depan. Pasalnya, es krim mampu mengikat kuat konsumen anak-anak hingga remaja dan dapat pula menjaring konsumen dewasa dan orang tua. “Es krim bisa dibilang makanan semua umur,” ujarnya.

Khoerussalim juga menilai, paket resto Carvellos Ice Cream ini masih wajar dan relevan. Namun, ia tetap menekankan, adanya komitmen untuk terus berinovasi dan konsisten menggarap segmen pasarnya, yakni kelas menengah ke bawah. “Saya khawatir, jika mereka menjajal segmen pasar yang lebih tinggi akan gagal bersaing dengan produk es krim yang sudah ternama,” tegasnya.

Carvellos Ice Cream
Jl. Caman Utara 2 No. 4A
Jaka Sampurna, Bekasi
Telp. (021) 97095999
HP. 082111278999

Sumber:
http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/peluangusaha/83904/Segarnya-bisnis-es-krim-tanpa-pengawet-

Es Krim dari Tempe, Segar dan Bergizi

Views :203 Times PDF Cetak E-mail
Sabtu, 12 November 2011 12:55
Tempe merupakan makanan yang kaya akan serat pangan, kalsium, vitamin B dan zat besi. Bahkan berbagai macam kandungan dalam tempe mempunyai nilai obat, seperti antibiotika, untuk menyembuhkan infeksi dan antioksidan pencegah penyakit degeneratif. Namun, bagaimana jika tempe diolah menjadi es krim?
tempePeneliti Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Serpong, Agustine Susilowati, telah melakukan sebuah inovasi dengan membuat es krim yang berbahan dasar tempe. Es krim yang dinamakan Fit- es Healthy Ice Cream itu, menginovasikan es krim sebagai produk pangan fungsional.
“Produk pangan fungsional artinya dilihat dari sudut pandang makanan yang baik tidak hanya dari kandungan gizinya saja, tapi juga harus ada bioaktif yang menunjang pencegahan penyakit. Sedangkan tempe sangat kaya akan zat bioaktif, maka jika kita komposisikan sebagai es krim cukup bermanfaat bagi yang mengkonsumsinya,” jelas Agustine dalam acara LIPI Expo 2011 di Hotel Bidakara, Pancoran Jakarta Selatan, beberapa hari lalu.
Agustine mengatakan, pemilihan tempe untuk dijadikan es krim karena tempe merupakan sumber protein dan nabati terbaik yang dihasilkan melalui proses fermentasi kacang-kacangan (kedelai) dan merupakan makanan yang potensial.
“Tempe merupakan makanan tradisional yang telah menjadi bagian keseharian kita, mudah diperoleh, familiar dan cukup murah. Lalu masa simpannya pendek (2-3 hari), dengan menggunakannya untuk produk pangan maka akan memperluas jangkauan pemasaran dan menaikkan nilai ekonomiknya,” jelas Agustine.
Agustine menambahkan bahwa kelebihan tempe juga mampu memberikan kemudahan daya cerna kepada yang mengkonsumsi. Lalu juga mempunyai sifat anti oksidan (isoflavon) dan bersifat hipokolesterolemik atau menurunkan lipid darah.
“Zat anti bakterinya juga dapat memperkecil ruang infeksi, juga mengandung vitamin B 12, B2, dan B3, serta 8 macam asam amino esensial, lemak tidak jenuh dan serat makanan yang tinggi, juga anti kanker,” tambah Agustine.
Sedangkan alasan kenapa memilih media es krim, bukan coklat atau permen, Agustine mengatakan es krim merupakan suatu produk makanan yang disukai oleh semua orang dalam seluruh tingkatan usia. Kelezatannya menjadikan makanan tersebut tidak saja berefek pada kesehatan namun juga pada efek psikologis.
“Salah satu makanan beku yang disebut es krim dapat dipergunakan sebagai makanan pencuci mulut, biasanya terbuat dengan bahan baku utama susu yang dicampur dengan lemak (nabati atau hewani), bahan pemantap/penstabil gula atau pemanis lainnya”.
“Pada umumnya protein nabati dinilai memiliki rasa dan warna, sedangkan beberapa kelebihan lain dibandingkan dengan protein hewani adalah dari sisi harga yang lebih murah dan dari kesehatan resiko terhadap penyakit degenaratif lebih rendah, karena mengandung lebih banyak asam lemak tidak jenuh,” jelas Agustine. (*/TribunNews)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/produk/inovatif/12707-es-krim-dari-tempe-segar-dan-bergizi.html