10 Hal Mengapa Bisnis Kecil Rentan Akan Kegagalan

Views :393 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 06 Desember 2011 13:33
Mistakes-Starters-in-BusinessApa yang menyebabkan bisnis kecil mengalami kegagalan? Pertanyaan yang sulit untuk dijawab. Sebagai manager konsultan bisnis di Business Education Services & Training Unit, Lagos Chamber of Commerce & Industry, Akin Aluko, sering berjumpa dengan pelaku bisnis kecil secara formal dan informal, seperti yang dikutip dari laman Business Day.
Menurut Aluko, sebagian besar dari mereka mengambil langkah yang keliru ketika menemui sejumlah masalah dalam perjalanan bisnisnya. Dan hanya sebagian kecil kasus di mana pemilik bisnis mengetahui kesalahannya dan berusaha untuk memperbaikinya.
Aluko menjabarkan 10 hal mengapa banyak bisnis kecil yang mengalami kegagalan ketika merintis bisnis serta tak mampu bertahan ketika bisnis telah berjalan.
Kompetisi ketat
Baik itu barang atau jasa, sangatlah penting untuk menjual produk dengan harga yang akan memberi keuntungan bagi bisnis. Sebagai bisnis kecil atau bisnis rintisan, bersaing dengan produk yang telah lama menguasai pasar bisa menggiring mereka pada sebuah masalah serius. Ini artinya, pelaku bisnis harus benar-benar berupaya keras dalam bidang uji kelayakan produk sehingga bisa lolos dari persaingan yang ketat tersebut.
Entrepreneur yang keras kepala
Beberapa entrepreneur bisa menjadi keras kepala atau mungkin terlalu penakut untuk mengambil sejumlah risiko dengan serius. Hal itu dikarenakan oleh sifat entrepreneur itu sendiri yang entah memang perfeksionis atau serakah atau merasa diri yang paling benar atau paranoid atau mudah terbawa emosi atau malah selalu merasa dirinya tak aman. Jadi, ketika telah diberi tahu di mana letak kesalahan yang kerap ia buat dan sepertinya dia mengerti dengan baik hal itu namun tetap saja pada kenyataannya si entrepreneur melakukan kesalahan yang sama berulang kali.
Pertumbuhan di luar kendali
Ini merupakan faktor kegagalan yang paling menyedihkan. Kegagalan karena pertumbuhan di luar kendali bisa saja menimpa bisnis yang dinilai telah sukses namun dikelola namun hancur karena ekspansi yang berlebihan. Antara lain karena memilih pasar yang tak memberi profit, menjalani strategi besar yang berakibat pada kehancuran bisnis atau mengajukan kredit dengan jumlah tinggi demi pencapaian pertumbuhan dalam level tertentu. Dalam kasus ini, pepatah yang mengatakan “small is beautiful” tepat adanya.
Pembukuan yang lemah
Pelaku bisnis takkan bisa menjadi pebisnis yang terkendali bila ia tak mengetahui apa yang terjadi pada sistem keuangan bisnisnya. Hanya karena banyak yang membeli produknya, pelaku bisnis merasa telah meraih untung besar. Dengan angka yang semakin bertambah dalam pembukuan, sudah selayaknya pelaku bisnis mengerti arus keuangan bisnisnya. Bila belum memiliki budget untuk pekerjakan orang mengerjakan sistem pembukuan bisnis, si pelaku bisnis itu sendirilah yang harus mengerjakannya.
Tak mempunyai dana cadangan
Finansial bisnis kecil sewaktu-waktu dapat berubah menjadi suatu hal yang menakutkan. Misalnya karena berkurangnya konsumen potensial, munculnya pemain atau produk baru dan juga permasalahan hukum. Yang paling buruk adalah ketika terjadi resesi. Dengan sejumlah permasalahan itu, pantasnyalah bila kondisi keuangan bisnis kecil bisa berubah menjadi hal yang mampu membuat pelaku bisnis stres. Tapi hal itu takkan terjadi bila pelaku bisnis telah memiliki dana cadangan atau mungkin pinjaman dari lembaga keuangan yang bisa dipakai untuk menyelamatkan bisnis dari jurang kebangkrutan. Pelajaran yang bisa dipetik adalah belajar menyisihkan dana untuk hari-hari sulit yang bisa secara mendadak tiba.
Operasional yang terkesan biasa
Tak ada pelaku bisnis yang akan mendeskripsikan bisnisnya sebagai suatu hal yang biasa-biasa saja. Meski demikian, di tengah teknologi canggih dan modern, banyak entrepreneur yang mengelola bisnisnya dengan cara yang biasa-biasa saja.
Ketidakefisiensian operasional
Pelaku bisnis harus pandai melakoni bisnis dengan modal yang ada serta mengelolanya sedemikian rupa hingga menghasilkan income dan laba. Biaya-biaya besar seperti sewa gedung, gaji karyawan dan bahan baku bukanlah sebuah keuntungan dalam bisnis. Kini, bisnis yang ramping dalam anggaran yang memiliki kesempatan lebih unggul.
Disfungsional manajemen
Manajemen yang disfungsional seperti kurang fokus, lemah dalam visi, planning, standar dan hal lainnya merupakan manajemen yang harus dihindari dalam setiap kelangsungan bisnis karena bisa mengakibatkan musibah.
Perencanaan bisnis yang lemah
Salah satu faktor kelemahan bisnis keluarga yang tak bisa meneruskan bisnis kepada generasi selanjutnya adalah banyak yang bekerja seakan mereka akan hidup selamanya atau mereka merasa telah memiliki segalanya. Sangat penting untuk memikirkan generasi penerus yang mampu menggantikan posisi pemiliki bisnis.
Penurunan pasar
Para pelaku bisnis yang usahanya berhubungan erat dengan perubahan teknologi, permintaan konsumen serta persaingan dengan perusahaan besar, diminta untuk senantiasa waspada dan pandai menyiasati hal-hal tersebut karena bisa menyebabkan terjadinya penurunan dalam pasar yang sedang mereka bidik. (*/ely)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis/13285-10-hal-mengapa-bisnis-kecil-rentan-akan-kegagalan.html

Langkah-langkah Lepas dari Belenggu Utang

Views :473 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 22 November 2011 10:45
debtMengelola keuangan memang tak mudah, apalagi keuangan dalam dunia bisnis. Terkadang, pengeluaran bisa jauh lebih besar daripada pemasukan. Karena itu, tak jarang pula ditemui banyaknya entrepreneur yang terlilit utang demi menghidupi bisnisnya.
Jika hal itu menimpa Anda, tak perlu khawatir. Pecahkan masalah dengan kepala dingin dan ikuti beberapa langkah keluar dari belenggu utang berikut.
Langkah pertama: rinci
Duduk dan rinci berapa besar utang Anda dan kepada siapa saja Anda berutang. Ketika melakukan langkah pertama ini, jujurlah atau Anda hanya akan membuat masalah bertambah besar di kemudian hari.
Jika pembayaran kredit lebih dari 20 persen dari pendapatan bersih bulanan, Anda masuk dalam zona bahaya dan harus mengambil langkah untuk segera melunasinya.
Langkah kedua: budget
Ketika telah merinci dan mengetahui secara pasti berapa jumlah utang yang Anda miliki, langkah selanjutnya adalah membuat budget serta jadwal untuk melunasi utang tersebut. Realistislah dalam membuat anggaran pembayaran utang itu, sesuaikan dengan pendapatan serta biaya lain yang juga harus Anda penuhi.
Langkah ketiga: disiplin
Tahan keinginan Anda untuk berbelanja. Jangan membeli produk apapun dahulu sebelum utang Anda terlunasi.
Langkah keempat: kebutuhan sehari-hari
Ambil dana dengan jumlah secukupnya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dari tabungan. Untuk memastikan tak tergiur menambah pengeluaran, titipkan buku tabungan, kartu kredit, ATM serta aset keuangan lainnya kepada orang yang sangat Anda percaya.
Langkah kelima: urus tagihan
Bayarlah sejumlah tagihan dengan tunai untuk mengurangi beban utang Anda. Pembayaran secara tunai juga menguntungkan Anda dibanding dengan menggunakan kartu kredit karena takkan terimbas bunga.
Langkah keenam: ganti supplier fasilitas umum
Anda bisa menghemat pengeluaran dengan mengganti supplier fasilitas umum, seperti listrik, gas, air, telepon dan sebagainya. Pilihlah dengan bijak dan carilah yang benar-benar bisa menghemat pengeluaran Anda.
Langkah ketujuh: konsultasi
Bila utang sudah sangat menumpuk dan Anda tak memiliki cara lain untuk melunasinya, carilah bantuan kepada ahli finansial. Konsultasikan masalah keuangan Anda dan belajarlah dari pengalaman agar hal serupa tak terjadi lagi di kemudian hari. (*/dari berbagai sumber)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis/12950-langkah-langkah-lepas-dari-belenggu-utang.html

Empat Kesalahan Umum Finansial Startup

Views :1663 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 02 November 2011 15:18
money-mistakeSetiap bulan bisa saja bermunculan startup baru di dunia entrepreneurship. Formula, business plan, target, produk dan lain sebagainya bisa saja berbeda tapi ada satu hal persamaan secara mendasar yakni para startup ini membutuhkan manajemen keuangan yang tepat agar bisa survive.
Steve Strauss, penulis Get Your Business Funded: Creative Methods for Getting the Money You Need, memaparkan empat kesalahan finansial yang biasanya terjadi pada startup seperti dikutip dari laman Entrepreneur.com berikut ini.
Meremehkan biaya memulai usaha
Menurut Strauss kesalahan yang paling sering dibuat pelaku bisnis saat merintis usahanya adalah meremehkan jumlah modal yang mereka butuhkan. Biaya usaha, repaying untuk investor dan gaji untuk para pendiri adalah area estimasi yang cenderung mengalami kesalahan. Biasanya mereka terlalu meremehkan area-area tersebut sehingga mematok ongkos yang relatif rendah. Bila dalam kenyataannya ternyata pengeluaran tersebut lebih besar maka banyak yang akan mengeluh bahwa budget mereka telah mengalami kenaikan. Dan mereka tak siap menghadapinya.
Gagal dalam menetapkan biaya pemasaran
Media sosial, marketing melalui surat elektronik dan serangkaian kegiatan publisitas berbiaya rendah dianggap cocok untuk memperkenalkan bisnis Anda. Tapi ketika para pemilik usaha berpikir mereka bisa melangkah dengan biaya kecil untuk promosi, mereka biasanya mengalami masalah. Strauss berkata, “Satu-satunya cara untuk maju serta memperkenalkan bisnia Anda kepada masyarakat adalah dengan marketing dan iklan atau Anda tidak akan memiliki customer sama sekali”.
Beberapa orang berasumsi bahwa budget untuk marketing adalah 5 persen dari pendapatan tahunan tapi menurut Strauss setiap bisnis dapat menyesuaikan budget marketing-nya sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Misalnya saja, bisnis skala regional tidak bisa langsung dipatok sama dengan bisnis berskala nasional ataupun internasional. Masing-masing memiliki area marketing yang berbeda.
Tidak membuat anggaran untuk pajak
Pengetahuan mengenai pajak usaha sangat penting, bagi startup sekalipun. Bila pengetahuan mengenai pajak usaha ini minim, pelaku bisnis bisa meminta bantuan konsultan yang kompeten di bidangnya. Banyak pebisnis yang terperosok ketika berhubungan dengan pajak usaha ini. Banyak pebisnis startup yang tak membuat anggaran pengeluaran untuk pajak, itu adalah kesalahan besar.
Melakukan pengeluaran besar-besaran
Ketika memeroleh kredit usaha atau memiliki modal usaha yang cukup besar, godaan untuk memiliki kantor yang luas atau mempunyai banyak karyawan akan muncul dengan sendirinya. Menurut Strauss hal itu harus dihindari. Pembatasan dalam pengeluaran di saat merintis usaha sangat dianjurkan. Inventaris yang tak dibutuhkan seperti membeli furnitur baru misalnya, tidak perlu dilakukan di kala sedang merintis usaha.
“Bila ada anggaran, lebih baik dialokasikan untuk investasi jangka lama yang lebih menjanjikan bagi pertumbuhan bisnis Anda. Atau bila Anda tak ingin berinvestasi, anggaran itu bisa disimpan sebagai cadangan modal bila suatu saat diperlukan,” saran Strauss. (*/ely)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis/12471-empat-kesalahan-umum-finansial-startup.html

Trik Menaklukkan Kekacauan dalam Berbisnis

Views :1845 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 25 Oktober 2011 14:35
Setiap pendiri usaha rintisan membicarakan tentang kekacauan dalam bisnis mereka, yang biasanya mereka anggap dipicu oleh meledaknya pertumbuhan yang dibutuhkan untuk mencetak aliran kas yang positif. Mereka membayangkan sebuah lingkungan yang stabil setelah satu titik dan mengharapkan pemasukan yang signifikan untuk hidup dengan nyaman dan bahagia sembari mempertahankan basis pelanggan yang setia namun statis.

bisnis_meshSayangnya, persepsi keliru ini sering menyebabkan layunya bisnis yang sedang bersemi. Atau setidaknya berujung dengan berakhirnya masa jabatan  seseorang sebagai seorang CEO.

Entrepreneur dalam perjalanan bisnisnya tidak bisa menghindari terjadinya kekacauan. Mereka hanya bisa berkawan atau menjauhinya dengan risiko akan mengalami kejatuhan dalam perjalanan bisnisnya. Hidup dengan kekacauan atau temukan cara untuk menaklukkan kekacauan itu!

Sebagian pemilik usaha kecil berharap untuk mengurangi tekanan dengan menjaga bisnis mereka tetap stabil (baca : statis) dan yakin bahwa mereka bisa mengandalkan para pemberi rekomendasi dan mengulang kesuksesan bisnis secara terus-menerus. Bahkan dengan cara itu, ada berbagai alasan utama mengapa tidak berinovasi bisa bermakna kematian bisnis kita:

  • Para pesaing menyerbu masuk dan mengambil alih. Selalu ada orang di sekitar Anda yang memiliki dana lebih banyak yang dapat menemukan sinergi antara posisi Anda dan mereka. Setelah mereka mengetahui Anda memiliki daya tarik yang kredibel, mereka bisa merebut posisi Anda dengan biaya yang lebih rendah (berarti harga yang lebih rendah pula) daripada dana yang Anda harus belanjakan untuk membangunnya. Jangan mengandalkan orang lain untuk satu ini.
  • Para pegawai berhenti berinovasi. Para karyawan adalah manusia dan lingkungan yang sudah sedemikian familiar dan statis lebih nyaman daripada lingkungan yang dinamis dan selalu menghadirkan banyak hal baru. Inovasi membutuhkan usaha keras dan panjang untuk menjelajahi hal-hal yang belum pernah kita eksplorasi, yang pada gilirannya akan memicu kekacauan.
  • Produk Anda menjadi usang dengan cepat. Perubahan ialah satu-satunya hal yang tetap bertahan dalam sebuah bisnis yang sukses. Teknologi terus berkembang dengan kecepatan tinggi sehingga Anda akan selalu tertinggal di belakangnya, menaikkan biaya dan Anda pun seketika menjadi tidak kompetitif lagi.
  • Pendapatan Anda menurun. Dengan produktivitas karyawan yang menurun dan teknologi yang ketinggalan jaman, biaya akan mebubung tinggi dan pendapatan menurun. Bahkan entrepreneur hebat terpukau pada seberapa cepat hal ini menimbulkan situasi yang tidak bisa diduga.
Solusi nyata untuk semua ini ialah dengan menaklukkan kekacauan. Dan pada saat yang sama kita terus menerus menjangkau ke pasar yang ada dan memperbaiki bisnis dalam aspek teknologi.
Dalam menaklukkan kekacauan, dibutuhkan dua strategi kunci:
  1. Strategi pola pikir. Pola pikir Anda ialah modal dasar emosi, yang didukung  oleh optimisme disiplin dan kemandirian entrepreneurial. Semua ini memberikan Anda kapasitas utnuk menumbuhkembangkan bisnis tanpa terlalu tersedot olehnya. Anda harus menemukan cara untuk menyegarkan kembali hal-hal ini secara teratur dan menemukan keseimbangan antara imbalan versus rasa sakit untuk menjaga keberlangsungan perusahaan Anda.
  2. Strategi sistem. Strategi ini meliputi proses dan alat yang Anda implementasikan untuk menumbuhkan bisnis dan membuatnya berjalan lancar dan profitable. Strategi kuncinya ialah sentralisasi, otomatisasi dan tindak lanjut. Sekali lagi, keseimbangan ialah kuncinya, disertai dengan pengukuran sepanjang pelaksanaan agar tetap berada di jalur yang seharusnya.

Bahkan setelah Anda menjinakkan kekacauan, Anda menghadapi tantangan terus menerus untuk menghindari kemunduran. Begitu sistem telah diterapkan, Anda harus memberikan waktu yang telah Anda hemat sebelumnya. Pastikan ambisi Anda sendiri tidak akan menimbulkan kekacauan lagi. Dan jangan terjerumus kembali pada keyakinan bahwa bisnis Anda akan gagal tanpa Anda. Sedikit bersantai, lepaskan dan nikmati kebebasan yang sudah Anda rengkuh susah payah. (*/Akhlis)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis/12243-takut-kekacauan-jangan-berbisnis.html

Pentingnya Proyeksi Keuangan dalam Bisnis

Views :390 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 11 Oktober 2011 13:54
keuangan1011Sebagian besar entrepreneur cenderung untuk menghindari area bisnis ini dan sebagai akibatnya mereka sangat terkejut oleh biaya yang harus dibayar pada kenyataannya. Belum lagi harus menghadapi ekspektasi investor. Mereka nampaknya berpikir bahwa proyeksi keuangan dibuat hanya untuk para investor dan tidak memiliki manfaat. Sesungguhnya, memiliki bisnis tanpa adanya proyeksi keuangan sama dengan mengendarai mobil tanpa mengetahui tujuan. Dengan begitu, akan lebih sukar bagi Anda untuk meraih tujuan.

Apakah itu  model keuangan bisnis?
Dalam banyak kasus, model keuangan bisnis dituangkan dalam bentuk lembaran Microsoft Excel yang diisi dengan proyeksi pengeluaran dan pemasukan untuk bisnis rintisan Anda, dimulai dari sekarang hingga 5 tahun mendatang.  Untuk nilai yang lebih banyak, sejumlah variabel bisa ditambahkan, seperti tingkat pertumbuhan volume produk dan jumlah penjual untuk analisis keadaan tak terduga.

Mengapa?
Bagi Anda yang ingin membuat keputusan dan menjalankan bisnis dengan baik, menuangkan semua angka dan kalkulasi dalam benak kita sangat diperlukan dengan menggunakan proyeksi biaya dan pemasukan yang masuk akal (asumsi-asumsi ini disebut sebagai model bisnis Anda). Berikutnya model bisnis seperti ini akan dibutuhkan investor potensial untuk mengesahkan seberapa besar uang yang dibutuhkan untuk memulai dan seberapa banyak pemasukan yang ditargetkan dari investasi yang diberikan.

Kapan?
Model keuangan harus sudah berjalan bahkan sebelum Anda menggabungkan bisnis dan membangun produk purwarupa (prototype). Jika Anda tidak bisa menentukan tujuan itu, maka setidaknya jangan dekati investor potensial hingga model Anda berjalan. Investor kurang mentolerir usaha rintisan yang tidak memiliki rencana keuangan sama sekali.

Bagaimana?
Mulailah dengan model bisnis “sampel” yang tersedia dalam bentuk generik atau terkustomisasi untuk industri yang spesifik, dari banyak sumber di dunia maya. Jika Anda merasa belum mampu belajarlah dari seseorang yang lebih berkompeten untuk mengolah angka pengeluaran dan pemasukan bisnis menjadi formula proyeksi, ringkasan arus kas dan laporan laba rugi. Akan lebih baik jika Anda lakukan sendiri, atau setidaknya terlibat langsung di dalam pembuatan model bisnis tersebut.

Bisnis model ini kemudian bisa digunakan untuk berbagai tujuan seperti perkiraan laba dan risiko, proyeksi nilai-nilai asumsi yang dibuat berdasarkan kondisi pasar sekarang, penghitungan margin yang dibutuhkan untuk menghindari persyaratan investasi modal yang ketat, merencanakan alokasi modal dan mengukur kinerja keuangan.

Menciptakan proyeksi keuangan memungkinkan kita untuk meninjau kelebihan dan kelemahan dalam model bisnis yang Anda ajukan, dan memungkinkan Anda untuk memperbaiki bagian-bagian krusial yang bisa berperan positif bagi kemajuan bisnis di masa mendatang.

Sementara orang memulai bisnis untuk berbagai alasan, menghasilkan laba biasanya juga penting. Bahkan sebuah organisasi nirlaba pun tidak ingin kehilangan uang begitu saja. Anda tidak akan tahu bahwa jika Anda memenuhi ekspektasi ini hingga Anda membangun model keuangan dengan proyeksi keuangan yang masuk akal. (*/Akhlis)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis/11868-tanpa-proyeksi-finansial-bisnis-akan-mati.html

Pentingnya Sistem Pembukuan yang Terkomputerisasi

Views :2251 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 22 Juni 2011 14:18
Mendirikan sebuah usaha tanpa dukungan sistem pembukuan yang rapi dan terstruktur bagaikan prajurit maju perang tanpa membawa senjata. Itu berarti sia-sia. Meski entrepreneur memiliki teknik berbisnis andal namun tak punya cukup wawasan akan pembukuan, sukses pun dengan sendirinya akan menjauh.
computerized_accountingSecara harfiah, pembukuan diartikan sebagai pencatatan transaksi keuangan oleh perorangan atau organisasi yang meliputi penjualan, pembelian, pendapatan dan pengeluaran. Proses pencatatan transaksi ini sangat penting bagi keberhasilan sebuah usaha. Pencatatan transaksi keuangan itu merupakan sebuah “senjata” bagi entrepreneur dalam mengambil keputusan ekonomis seperti pengembangan pasar, penetapan harga, pembayaran gaji pegawai dan lain sebagainya.
Sayangnya, tak banyak pengusaha yang menguasai sistem pembukuan ini. Kebanyakan diantara mereka mengandalkan pembukuan sederhana yang hanya mencatat pemasukan dan pengeluaran saja. Bahkan banyak pula wirausaha, terutama yang bergerak di bidang usaha dalam skala mikro, yang sama sekali tak memiliki catatan pembukuan usahanya.
Hal itu tentunya memberi kerugian tersendiri. Mereka tak mengetahui secara tepat omzet serta laba yang diperoleh dan berapa besar biaya produksi atau investasi peralatan dan sewa tempat yang telah dikeluarkan. Tanpa sistem pembukuan yang benar, kemungkinan tercampurnya dana usaha dan pribadi sangat besar. Ini bisa membawa pada kerugian atau bahkan kebangkrutan.
Nah, di zaman modern seperti sekarang ini dimana penggunaan teknologi mempunyai peran penting dalam kehidupan manusia, sistem pembukuan manual tak cukup untuk mengantarkan sebuah usaha pada keberhasilan. Kesalahan penghitungan akan kerap terjadi sehingga pembukuan menjadi tak akurat dan akibatnya kontrol serta analisa usaha tak dapat dilakukan. Karena itulah, entrepreneur saat ini disarankan untuk mempunyai sistem pembukuan yang terkomputerisasi.
Pembukuan terkomputerisasi memberi manfaat bagi entrepreneur untuk mengadakan penghitungan, pengawasan serta penyusunan laporan keuangan usaha yang terpada sehingga usaha itu pun berjalan dengan lancar. Selain menghasilkan data yang akurat, pembukuan yang terkomputerisasi juga memperkokoh image usaha dan membantu pencairan kredit yang diajukan ke bank atau lembaga keuangan lain.
Bagi yang ingin mengubah sistem pembukuan dari manual ke komputerisasi, perhatikan beberapa faktor yang dibutuhkan :
1. Software dan Hardware
Perangkat keras (hardware) meliputi PC atau laptop dan server (untuk usaha yang sudah berkembang pesat dan memiliki cabang di beberapa kota). Sedangkan perangkat lunak (software) meliputi software pembukuan atau program komputer yang dipakai untuk merekam serta memproses laporan keuangan seperti payroll, utang dan neraca dengan lebih cepat.
2. SDM
Peran SDM di sini adalah bertanggung jawab menyusun dan mengerjakan sistem pembukuan dengan media komputer. Dibutuhkan SDM yang terlatih dan mampu mengoperasikan sejumlah program dalam komputer yang berkaitan dengan pembukuan.
3. Data
Meski telah mengandalkan keakuratan yang ditawarkan software khusus pembukuan namun data yang akurat tetap dibutuhkan dalam penyusunan pembukuan terkomputerisasi. Karena itu, ada baiknya meneliti kembali data yang akan di-input sebab program dalam software takkan bisa menganalisa serta mengontrol data untuk mengetahui data tersebut benar atau belum secara otomatis.
4. Rekanan
Bila ingin efisien, pilihlah rekanan untuk mengerjakan sistem pembukuan terkomputerisasi seperti mempekerjakan programmer lepas atau membeli sistem yang dikembangkan vendor seperti software house misalnya. Perlu diingat bahwa masing-masing rekanan mempunyai keunggulan serta kelemahannya sendiri. (*/dari berbagai sumber)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis/9218-pentingnya-sistem-pembukuan-terkomputerisasi-bagi-sebuah-usaha.html

10 Kiat Bertahan di Masa Resesi

Views :1979 Times PDF Cetak E-mail
Kamis, 19 Mei 2011 14:20
resesi_90Hampir setiap usaha bisa dipastikan pernah mengecap dampak kurang mengenakkan dari resesi ekonomi. Tidak ada yang bisa menghindar. Penyebab utamanya bisa ditemukan di mana saja dan memiliki efek berantai yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

Beberapa pemilik bisnis kecil menengah yakin bahwa mereka telah mengalami yang terburuk namun mereka merasa berhasil melewatinya hanya dengan melakukan upaya sekadarnya. Akan tetapi, tidak demikian adanya. Tantangan dengan tingkat kesulitan lebih tinggi masih akan ada di masa datang.

Taklukkan kelesuan Selama masa lesu, mudah bagi orang untuk bersikap panik. Kepanikan yang terdorong oleh ketakutan dan tidak berdasarkan pada kenyataan (tetapi lebih pada emosi belaka) memiliki kekuatan yang dahsyat yang bisa digunakan untuk mengubah arah jalannya bisnis secara keseluruhan. Namun pantaskah Anda menyerah pada kepanikan dan mengangkat tangan dan menghancurkan diri sendiri dengan lebih cepat?

Ada hal lain yang bisa Anda lakukan selain berkubang dalam kepanikan. Kita menghadapi perubahan dan perubahan ialah sebuah peluang untuk meraih kemajuan. Kini Anda bisa memilih untuk memanfaatkan perubahan tersebut atau hanya akan membiarkan diri Anda terhambat olehnya.

Memilih dengan bijak dan nikmati hasilnya esok hari. Ini bukan cuma bagaimana menyesuaikan harga, Anda juga harus menyebarluaskan perbedaan, memberitahukan orang mengapa mereka harus membeli di tempat Anda, memberikan nilai tambah, bukannya diskon, dan menyaksikan bisnis Anda semakin berkembang di tengah pasar yang tidak bergairah.

Jadilah pemimpin, maka orang lain akan mengikuti Anda dengan sendirinya. Sebagai pemilik usaha kecil, Anda bisa mengajukan cara mengatasi resesi yang mencekam ini. Mulailah dengan karyawan Anda, kemudian para vendor, dan dukunglah konsumen serta daerah pemasaran Anda. Sebarkan berita baik dan setiap orang akan berlomba mengikuti Anda.

Di bawah ini ialah 10 kiat yang bisa dicoba untuk membantu Anda terus bertahan dan sukses dalam perekonomian yang tidak bisa ditebak:

1. Evaluasi dan hilangkan utang berlebihan

Jika pemasukan Anda telah menurun, Anda mungkin tidak bisa lagi membiayai layanan yang sebelumnya menjadi langganan Anda. Jangan menunda penyelesaian utang apapun yang bisa dilunasi dengan segera.

2. Kencangkan ‘ikat pinggang’

Bila Anda belum siap untuk berhemat secara besar-besaran, kurangi biaya sampingan dan pengeluaran utama Anda. Anda masih dapat mengeluarkan jumlah yang sama asalkan mampu untuk meningkatkan produktivitas dengan lebih baik lagi.

3. Catat keuangan dan mulai dari sekarang

Instal sebuah sistem indikator penting untuk mencatat kegiatan bisnis dan memiliki laporan keuangan yang dikeluarkan dalam periode bulanan, mingguan bahkan harian. Lacaklah profitabilitas per pekerjaan, per minggu, per klien, per produk. Gunakan indikator-indikator tersebut untuk fokus kepada produk-produk atau layanan yang paling menguntungkan. Singkirkan hal-hal yang paling kecil mendatangkan keuntungan.

4. Kurangi inventarisasi dan biaya tambahan dengan cara apapun

Carilah barang-barang yang nilainya relatif lebih stabil. Di sinilah uang Anda tersimpan, yaitu dalam bahan-bahan bangunan, perabot, tenaga kerja, dan sebagainya. Semuanya bisa diubah menjadi uang tunai  jika diperlukan dan setelah piutang diterima. Ini bisa berakibat pada kekurangan dana dalam bentuk tunai.

5. Latihlah staf Anda

Jika setiap pekerjaan atau tugas dipelajari oleh setidaknya satu orang selain staf yang bertanggung jawab, saat orang yang bertanggung jawab tersebut berhalangan dengan alasan apapun, staf lainnya yang telah dilatih tersebut bisa menggantikannya sehingga pekerjaan tidak terhambat. Dan produktivitas tetap bisa terpelihara meskipun  terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Proses produksi yang lebih mulus, produktivitas yang lebih tinggi dan pelanggan yang lebih puas menjadi serangkaian tolak ukur dalam mencapai kemajuan.

6. Evaluasi kembali pemasaran dan kurangi  pengeluaran di media tradisional

Gunakan Internet dan fokuslah pada klien yang telah ada terlebih dulu. Pemasaran via Internet akan bisa menghemat anggaran banyak usaha kecil. Pertimbangkanlah teori ‘ekor panjang’, yang ditemukan oleh Chris Anderson. Dengan kata lain, ada sebagian orang yang bekerja via Internet dengan membuat hits dengan profitabilitas dari produk ceruk pasar, layanan dan hiburan.

7. Hindari penjualan dan potongan harga yang tidak menguntungkan

Jangan berikan produk Anda secara cuma-cuma tanpa memberikan keuntungan apapun. Alih-alih memberikan secara gratis, Anda bisa mencoba untuk bersaing dalam aspek layanan, kualitas dan keunikan. Ciptakan sebuah ceruk pasar dan miliki sebanyak mungkin keuntungan kompetitif. Jika Anda memiliki usaha kecil, pastikan Anda bisa melakukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan dengan baik oleh usaha-usaha yang lebih besar, terutama berkenaan dengan layanan. Itulah celah yang harus dimanfaatkan oleh bisnis kecil dan menengah.

8. Perluas secara geografis jika mungkin

Pemasaran via Internet bisa membawa usaha Anda menuju pasar global tanpa takut terkendala batas-batas geografis. Terutama jika Anda bisa menciptakan suatu jenis keahlian atau barang/ jasa yang khas dalam sebuah ceruk pasar. Temukan apa yang menurut Anda unik dan lakukanlah semaksimal dan sebaik mungkin.

9. Atur seefisien mungkin

Ini berarti Anda harus mencatat dan menganalisis indikator-indikator penting, laporan keuangan dan tingkat produktivitas secara berkala. Lakukan dan capai target-target kecil dahulu dan usahakan menjadi lebih profitable. Kemudian Anda bisa berkembang dengan perlahan tetapi pasti.

10. Fokus terhadap kualitas

Dalam jangka panjang, tidak ada yang bisa mengalahkan sebuah usaha yang mampu mempertahankan kualitas produk atau jasanya dengan baik. Inilah prinsip yang tidak seharusnya Anda gadaikan dalam keadaan apapun, termasuk kondisi perekonomian yang sedang mengalami kelesuan. (*/Akhlis)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis/8333-10-kiat-bertahan-di-masa-resesi.html