JENIS-JENIS TANAMAN ANGGREK BERDASARKAN HABITAT DAN TEMPAT HIDUPNYA


Angrek adalah bunga yang diminati banyak orang.  Banyak orang orang yang ingin memelihara tanaman Bungan ini, karena keindahan bunganya. Tanaman ini banyak macam dan jenisnya, dan tempat atau media tanamnya juga berbeda-beda. Berikut adalah beberapa  jenis tanaman angrek berdasarkan habitat dna temap hidupnya
Dari tempat tumbuh dan habitatnya tanaman anggrek dapat dibedakan menjadi lima pengelompokan jenis, yaitu:
1) Anggrek epifit (ephytis) adalah jenis anggrek yang menumpang pada batang/pohon lain tetapi tidak merusak/merugikan tanaman yang ditumpangi (tanaman inang). Alat yang dipakai untuk menempel adalah akarnya, sedangkan akar yang fungsinya untuk mencari makanan adalah akar udara. Anggrek epifit membutuhkan naungan dari cahaya matahari. Di habitas aslinya, anggrek ini kerap menempel dipohon-pohon besar dan rindang. Contoh anggrek epifit antara lain: Dendrobium, Cattleya, Ondocidium, dan Phalaenopsis.
2) Anggrek semi epifit adalah jenis anggrek yang juga menempel pada pohon/tanaman lain yang tidak merusak yang ditumpangi. Pada anggrek semi epifit, selain untuk menempel pada media, akar lekatnya juga berfungsi seperti akar udara yaitu untuk mencari makanan untuk berkembang. Contoh anggrek semi epifit antara lain :Epidendrum, Leila, dan Brassavola.
3) Anggrek tanah (anggrek terrestris) adalah jenis anggrek yang hidup di atas permukaan tanah. Anggrek jenis ini membutuhkan cahaya matahari penuh atau cahaya matahari langsung. Contoh anggrek teresterial antara lain Vanda, Renanthera, Arachnis, dan Aranthera.
4) Anggrek saprofit, adalah anggrek yang tumbuh pada media yang mengandung humus atau daun-daun kering. Anggrek saprofit dalam pertumbuhannya membutuhkan sedikit cahaya matahari. Contoh jenis ini antara lain: Goodyera sp.
5) Anggrek litofit adalah jenis anggrek yang tumbuh pada batu-batuan. Anggrek jenis ini biasanya tumbuh dibawah sengatan cahaya matahari penuh. Contoh jenis ini antara lain: Dendrobium dan Phalaenopsis.
Demikian adalah jenis –jenis angrek. Semoga bermanfaat

Makan-Makan di Kota Balikpapan

Quote:
Jangan bingung apabila suatu ketika Anda, karena keperluan pekerjaan, bepergian ke Kota Balikpapan,Kalimantan Timur. Sepintas yang terbersit pasti, Kota Minyak & tidak ada yang asik2 untuk dicicip-cicip. Pendapat itu salah besar. Sebab,sepulang dari kota ini, bisa dipastikan kadar kolesterol Anda bisa melonjak-lonjak melompat gara-gara makanan.

Apa sih yang bisa dicicip di sana?

Quote:
1. Rumah Makan Kepiting

Quote:
Coba ya, Anda menuju Jalan Marsma Iswahyudi,terletak di jalan utama dari Bandara Sepinggan menuju downtown Balikpapan di situ antara lain ada Rumah Makan Kepiting Dandito dan Kepiting Kenari. Semuanya mengunggulkan menu kepiting dan udang dengan bumbu racikan khas masing-masing. Rumah Makan Dandito misalnya, selain menyediakan saus tiram dan lada hitam untuk mengadon kepitingnya, juga mengunggulkan saus spesial Dandito yang rasanya sangat lezat. Bila Anda menyukai saus tiram tapi bosan dengan rasa dominan tiram yang kadang bikin eneg, maka saus Dandito ini memberikan alternatif pilihan.
Spoiler for spoiler
Quote:
Sementara bila Anda menjajal menu kepiting di Rumah Makan Kepiting Kenari, Anda akan dihadapkan pada pilihan saus asam manis dan lada hitam. Untuk Anda yang menyukai rasa manis, menu kepiting asam manis akan menjadi pilihan tepat. Kepiting berukuran besar yang memang menjadi andalan rumah makan itu, dibelah menjadi beberapa bagian dan dimasak dalam genangan kuah asam manis yang kental. Menyantapnya dengan mencocolkan potongan kepiting pada sambal yang juga rasanya manis tetapi menggigit lidah karena pedas cabai merahnya yang berpadu dengan cuka yang kuat. Bila semula Anda merasa saus asam manis ini kemanisan, Anda akan susah berhenti menyantap kepiting dalam menu itu, akibat sensasi sambalnya.

Bagaimana dengan menu kepiting lada hitamnya? Di Rumah Makan Dandito, saus lada hitam ini disajikan kental dengan rasa dominan manis gurih dengan tingkat kepedasan lada hitam yang pas, yang menggenangi setiap potongan kepiting. Menyantap kepitingnya, Anda tak akan berhenti menyendok saus lada hitamnya yang kental, dan membubuhkannya pada daging kepiting. Apalagi bila Anda memesan kepiting betina, telur kepiting yang gurih padat berwarna oranye, bercampur dengan saus kental lada hitam itu, pasti membuat Anda lupa kandungan kolesterol kepiting yang tinggi!

Spoiler for spoiler
Quote:
Tetapi, menurut pemilik Rumah Makan Dandito, Rudi Setiawan, kadar kolesterol akan berkurang apabila seusai menyantap kepiting, kita minum air kelapa muda yang berfungsi sebagai penetralisir.

Bagaimana dengan menu yang sama di Rumah Makan Kepiting Kenari? Menu kepiting lada hitam di rumah makan itu sangat berasa pedas lada hitam. Potongan kepiting pun, setiap cangkangnya dipenuhi bintik-bintik lada hitam yang ditumbuk kasar. Dengan kuah minimalis yang encer, menu kepiting lada hitam itu hanya diolah dengan irisan bawang Bombay. Sensasi rasa pedas lada, bikin Anda, sekali lagi, susah berhenti mencari daging kepiting di sela cangkang kerasnya.

Spoiler for spoiler
Quote:
Kenikmatan menyantap kepiting itu, berefek sama ketika Anda memesan udang galah dalam racikan bumbu yang sama. Di kedua rumah makan tersebut, udangnya juga sulit diacuhkan. Semuanya diracik dengan bumbu yang tepat oleh koki yang cerdas memuaskan konsumennya.
Spoiler for spoiler
Quote:
2. Mantau

Quote:
Makanan khas lainnya di kota itu adalah mantau. Mantau ini adalah bakpao padat. Anda pasti pernah menjumpai mantau kemasan di toko swalayan, di bagian frozen food. Di Kota Balikpapan, mantau ini menjadi menu utama yang disantap dengan aneka menu masakan ala Tionghoa. Bisa disantap dengan daging sapi atau ayam bumbu kungpao, atau bumbu merica. Pilihan mantau yang akan dinikmati pun, ada dua. Bisa yang kukus atau yang goreng. Satu mantau berukuran diameter 10 cm, dihargai Rp 2.500 untuk penyajian kukus yang berwarna putih dan Rp 3.000 untuk penyajian goreng
Spoiler for spoiler
Quote:
Pastikan Anda memesan mantau goreng yang kualitasnya bagus. Kualitas bagus ini adalah, tekstur tepung terigu yang mengalami peragian, sangat padat. Jangan takut dengan minyak yang dipakai untuk menggoreng. Karena, kendati digenangkan dalam minyak, mantau goreng ini tidak berminyak. Tampilannya berwarna cokelat sawo matang, dengan permukaan kering mengkilat. Mantau yang bagus tadi, karena saking padatnya adonan, tidak memberi kesempatan minyak goreng untuk menelusup dan mengenangi mantau sehingga membuatnya basah berminyak. Penjual mantau kesohor di Kota Balikpapan, bisa ditemui di Restoran Suky di ruko baru Balikpapan dan Depot Simpang 4 Jalan Pandansari. Mantau-mantau itu bahkan disantap dengan daging menjangan yang dibumbu kungpao dan ditaburi kacang mede, dikenal dengan sebutan masak mede. Sepertinya, penjual tidak mengetahui bahwa berdasarkan lampiran PP No.7/1999 tanggal 27 Januari 1999, hewan menjangan termasuk fauna yang dilindungi.
Quote:
3. Amplang Kuku Macan

Quote:
Sedangkan penganan kering yang bisa dijadikan oleh-oleh, di seantero Kota Balikpapan banyak yang menjual amplang kuku macan. Amplang ini adalah camilan yang terbuat dari ikan, bentuknya seperti kerupuk ikan ala Palembang dengan rasa yang nyaris sama, gurih berasa ikan. Dibentuk seperti kecil-kecil gemuk seperti kuku macan, kerupuk ikan ini disebut amplang kuku macan. Menjumpai amplang ini, bisa di setiap toko kue. Beberapa mengemasnya dengan bertuliskan, “oleh-oleh khas Balikpapan “.
Spoiler for spoiler

Quote:
4. Bonting

Quote:
Selain itu daging kepiting disini juga bisa dijadikan abon. Namanya “BONTING”,Bonting merupakan merek dan singkatan dari makanan itu sendiri yaitu abon kepiting.Untuk rasa lumayan, yang pasti unik, tidak seperti abon-abon yang pernah anda coba. Abon ini diproduksi mulai tahun 2006 ketika diadakan festival makanan khas daerah di Kalimantan. Dan saat itu abon kepiting ini berhasil meraih juara 1 untuk kategori makanan kering.
Spoiler for spoiler
Quote:
5. Warung Makassar RingRoad

Quote:
Anda penggemar kuliner masakan Makassar..Hmm tidak usah jauh-jauh kesana karena di Balikpapan terdapat RM Makassar yang bertempat di Jln.MT Haryono 1 RingRoad Balikpapan. RM ini menyediakan beberapa menu masakan ala Makassar yang terdiri dari coto makassar,konro bakar,sop konro,es pisang ijo, es pallu butung,dll. Rumah Makan ini reccomended untuk anda datangi klo anda bermain ke Balikpapan.
Spoiler for spoiler
   
Quote:
6. Mie Hijau Sepinggan

Quote:
Di Balikpapan, ada sebuah warung yang menawarkan pengalaman unik dalam menikmati mie yaitu Mie Hijau Sepinggan. Rumah makan ini terletak di tepi jalan yg menghubungkan Bandara Sepinggan dan pusat kota Balikpapan, tepatnya di daerah Sepinggan. Ga susah kok carinya, asal jangan ngebut-ngebut saat melintasi jalanan yg mulus dan sepi ini.Uniknya semua mie dibuat hijau dari sayuran sawi dan langsung diolah di tempat sehingga tetap segar. Ada 2 pilihan utama yaitu taburan ayam yang lezat dan taburan kepiting yang unik, khas Balikpapan. Karena tanpa memakai tambahan MSG, tanpa pengenyal, tanpa pengawet, mie nya terasa sangat segar, tidak eneg.
Spoiler for spoiler
Quote:
7. Kupang Lontong

Quote:
Kupang lontong adalah nama makanan khas daerah Jawa Timur. Makanan ini terkenal khususnya di daerah Surabaya dan Sidoarjo. Bahan utama yang digunakan adalah “Kupang” yaitu hewan laut semacam kerang, bentuknya kecil.

Untuk anda yang ingin menikmati makanan ini,anda dapat berkunjung ke salah satu tempat jajanan malam di kota Balikpapan yang bernama warung makan “Hiruk Pikuk”. Berlokasi di jalan Jend.A.Yani atau yang lebih dikenal dengan Gunung Sari Ilir tepatnya dekat bengkel Wijaya Motor. Disini anda dapat menikmati keunikan rasa dari Kupang Lontong yang berbeda dari kuliner-kuliner yang lain. Apalagi jika di tambahkan sedikit sambal dan kecap manis,mmmm semakin menggugah selera makan anda. Seporsi Kupang Lontong dengan es teh dihargai Rp 12.000

Selain menu Kupang Lontong, anda juga dapat memilih menu lainnya yang tak kalah enak,seperti Rawon Sedep Merem,Nasi kaskus,Bubur kacang iJo, sekoteng 270 volt dan masih banyak lagi. Silahkan mampir ke warung Hiruk Pikuk,yang buka dari petang hingga malam. Selamat mencoba 

Spoiler for spoiler
Quote:
8. Bakso Simpang SMAN 1

Quote:
Semangkok mie bakso yang gurih, renyah dengan rasa dagingnya yang segar ditambah sedikit kecap, saus, sambel, jeruk nipis serta paduan bumbu-bumbunya yang bercampur dalam kuah membuat rasanya begitu khas melekat dilidah, membuat orang yang menyantapnya merasa ingin dan ingin menambah lagi.

Ruang yang cukup luas dan akses langsung mengarah ke jalan besar Gn Pasir membuat suasana ruangan terasa sejuk sekalipun panas terik mentari pada siang hari. Terletak di Jl.Kapten Piere Tendean rt.29 no.5 Gn Pasir (samping SMPN 12), bakso Simpang SMAN 1 telah lama menjadi salah satu primadona penggemar kuliner bakso kota minyak. Selain itu, tenan bakso juga buka cabang di Gn Malang (50m samping kanan Hotel Marbo), serta di Balikpapan Plaza.

Selain makanan khas bakso, anda dapat memesan aneka minuman seperti es jeruk, es teh, aneka cemilan seperti krupuk bawang, kacang goreng serta “sate telur puyuh”. Dengan harga Rp11.000/mangkok ditemani es jeruk seharga 4ribuan, anda telah dapat menikmati semangkuk bakso yang menggoyang lidah.

Spoiler for spoiler
Quote:
9. Lontong Balap Balikpapan

Quote:
Diantara begitu banyak restoran besar dan bergengsi, Balikpapan masih menyajikan pilihan menu kaki lima bagi para pecinta kuliner. Warung “Lontong Balap Surabaya”, tulisan itu yang tertulis di gerobak warna birunya.

Warung yang satu ini selalu diserbu pembeli yang rela duduk di emperan untuk menikmati rasa khasnya, ada beberapa pelanggan bermobil yang memesan dan memakannya di dalam mobil karena emperan telah penuh dengan pembeli

Lontong Balap Gn. Malang, jangan sepelekan dulu warung kecil ini, jika sepintas kita melewatinya di daerah Gn. Malang, sepintas anda mungkin akan mengira kalau warung lontong balap ini identik dengan kotor, murahan, dll.

Tapi lain cerita jika anda menyempatkan diri untuk mampir dan mencicipinya, warung yang satu ini jauh dari anggapan anda sebelumnya, semua piring-piring dicuci dengan bersih dengan air cucian yang selalu diganti dengan yang baru, dan yang paling penting adalah rasa sambal petisnya yang khas, jadi jangan lewatkan kuliner yang satu ini, “Selamat Mencicipi”.

Spoiler for spoiler
Quote:
10. Bingka Kentang Stal Kuda

Quote:
Pelopor bingka kentang di Balikpapan adalah Bingka Kentang Stal Kuda, di Jln. Jend. Sudirman Stalkuda. Di etalasenya, berderet bingka berwarna kecoklatan berbentuk mahkota bunga dan bingka kecil beragam rasa; keju, pandan, atau pisang. Pilih sesuai selera dan nikmati manisnya Anda. Harganya pun terjangkau, berkisar Rp 2.000.
Spoiler for spoiler
Quote:
11. Restoran Tip Top

Quote:
Ingin menikmati hari anda dengan pemandangan pantai sekaligus memuaskan lidah? Anda bisa datang ke Restoran Tip Top di Pantai Monpera. Retoran ini khusus menyajikan masakan seafood. Urusan harga, sepadan dengan rasanya. Silakan saja datang ke kawasan Pantai Monpera di Jalan Jendral Sudirman.
Spoiler for spoiler
Quote:
12. Cafe Jimbaran Pantai kemala

Quote:
Lokasinya tepat di bibir pantai Kemala dan langsung menghadap teluk Balikpapan. Seperti yang tertera pada sign shop-nya, fresh sea food market, de Jimbaran mengusung seafood sebagai primadona. Salah satu yang paling digemari adalah menu ikan bakar dan kepiting.

Menu lainnya juga tak kalah menarik. Di sini Anda dapat mencoba masakan Kairo, Indonesia, sampai western food. Harganya relatif murah dan bervariasi. Anda pun dapat sekaligus bersantai sampai sesekali mencoba serunya naik banana boat.

De Jimbaran Balikpapan berlokasi di Kemala Beach, Jalan Jenderal Sudirman, persis di dekat lapangan merdeka dan pantai Melawai.

Spoiler for spoiler
Quote:
13. Warung Persiba

Quote:
Bagi yang ingin menikmati kuliner dengan harga terjangkau, anda bisa mengunjungi warung yang terletak persis di samping stadion Persiba Balikpapan. Harga mulai dari Rp 10.000 – 12.000, dengan menu antara lain soto, gado gado siram, bakso, es degan dll.
Spoiler for spoiler
Quote:
14. Rumah Makan Kairo

Quote:
Suka masakan timur tengah? Jika ya, RM Kairo wajib anda jajal. Dari namanya saja sudah jelas bahwa tempat ini menghidangkan berbagai masakan timur tengah, khususnya dari tanah Mesir. Sebut saja nasi kebuli, gulai dan sate kembing, roti maryam, dsb. Menu-menu ini telah disesuaikan dengan lidah orang Indonesia. Dijamin bikin lidah bergoyang!

RM Kairo membuka gerainya di salah satu komplek ruko sentra Eropa, letaknya tepat bersebelahan dengan depot seafood Layun. Datang ke sini harus berbekal uang puluhan ribu, karena menu-menunya yang nyaris semuanya merupakan olahan daging.

Spoiler for spoiler
Quote:
15. Coto Makasar Haji Kasim

Quote:
Berlokasi di sekitar pasar blauran klandasan, warung makan coto makassar H. Kasim layak untuk dicoba. Buka mulai pk 05.00 – 21.00 Wita. Harganya pun cukup terjangkau bagi semua kalangan. 1 porsi coto makassar + es the dibanderol dengan harga Rp16.000,-.jadi tunggu apalagi.Selamat menikmati 
Spoiler for spoiler
Quote:
16. Rumah Makan Torani

Quote:
Penggemar kuliner seafood yang sedang berkunjung ke Balikpapan dapat mencicipi menu di RM Torani yang berlokasi di Stall Kuda, tepatnya di samping Rumah Tahanan Balikpapan . Rumah makan ini dirintis sejak tahun 2006. Kini, pelanggan RM Torani tidak hanya dari warga Balikpapan , namun juga telah menjadi rumah makan favorit para pengunjung dan turis.

Yang paling digemari di Torani rupanya tidak hanya kepiting. Bandeng Bakar Tandu, meski nampak sederhana, telah menyita banyak selera pengunjung. Bandeng ini dihidangkan dengan sup, lalapan, dan sambal yang bikin ketagihan. Bandengnya sendiri tidak ‘dikuasai’ bumbu yang terlalu banyak, sehingga rasa asli bandeng yang lezat masih mendominasi.

Menu lain yang juga menjadi andalan ialah cumi goreng tepung, pepes kepiting, cah kangkung, aneka seafood, dll. Harga menu makanannya mulai dari belasan hingga puluhan ribu rupiah. Untuk kalangan seafood di Balikpapan, RM Torani tergolong restoran seafood yang murah meriah dan lezat.

Selain itu, RM Torani juga menyediakan fasilitas “Steamboat” yaitu adalah sebuah penyajian menu seperti masakan-masakan Jepang. Telah disediakan Perapian dan Tempat panggang serta Bowl (mangkuk masak) untuk jenis Sup Sayuran. Kita tinggal memilih isinya apa saja yang kita inginkan. Untuk dagingnya seperti kakap, kerapu, trakulu, udang, cumi, kepiting, kerang, daging sapi, ayam, serta bakso. Aneka dim-sum, aneka sayuran fresh, bakso, sosis, filamin stik, cikua disajikan secara prasmanan. Masak ala steamboat anda bisa meracik makanan sesuai dengan selera. Anda tinggal memilih sesuai selera. Bumbu steamboat sudah tersedia baik untuk panggang atau masak dengan kuah enak.

Spoiler for spoiler
 

Budidaya Tanaman Pepaya

Tanaman pepaya (Carica papaya L.) merupakan tanaman buah-buahan yang diduga berasal dari daerah antara Meksiko bagian selatan dan Nikaragua. Budidaya pertama ditemukan di daerah Amerika kemudian menyebar ke daerah-daerah tropis dan subtropis (Muljana, 1982).
Tanaman pepaya (Carica papaya L.) merupakan tanaman buah yang populer dan digemari oleh hampir seluruh penduduk bumi ini. Daging buahnya lunak dengan warna merah atau kuning. Rasanya manis dan menyegarkan karena mengandung banyak air. Nilai gizi buah ini cukup tinggi karena mengandung banyak provitamin A dan vitamin C, juga mineral kalsium. Selain itu, dengan mengkonsumsi buah pepaya akan memudahkan buang air besar (Kalie, 1983).
Buah pepaya dapat dikonsumsi secara langsung sebagai buah segar, ataupun diolah terlebih dahulu menjadi makanan dan minuman seperti manisan kering, manisan basah, pasta pepaya, saus, juice dan juga ceriping pepaya. Selain buahnya, bagian lain dari tanaman pepaya juga dapat dimanfaatkan, misalnya daun mudanya bisa untuk sayur, daun tua atau kuning dan batang yang sudah roboh dapat dijadikan sebagai makanan ternak. Karena tanaman pepaya mempunyai kegunaan yang sangat beragam maka, para petani di Indonesia khususnya petani di Boyolali senang bertanam pepaya. Selain untuk kebutuhan sendiri, hasil dari bertanam pepaya dapat dijual sebagai penambah penghasilan, bahkan sebagian besar petani Boyolali hasil dari bertanam pepaya merupakan sumber penghasilan utama. Untuk petani Boyolali, bertanam pepaya merupakan hal yang wajib dan harus dilakukan. Oleh karena itu, tak heran bila sebagian besar wilayah Boyolali banyak ditanami pepaya, sehingga menjadi sentra budidaya tanaman pepaya.
Tanah dan Iklim
· Tanah
Tanaman pepaya menghendaki tanah yang berdrainase baik dan kaya akan humus. Namun demikian, tanaman ini dapat tumbuh baik di tanah berpasir asalkan mendapatkan pupuk dan air yang cukup. Tanah yang cocok untuk bertanam pepaya adalah tanah yang subur, gembur, cukup lembab dan kaya bahan organik.
Akar pepaya peka terhadap genangan air. Tanaman pepaya akan mati karena membusuk apabila tergenang air selama 2-3 hari secara terus menerus. Sebaliknya, tanaman perlu mendapatkan pengairan khusus pada tanah yang kelihatan kering. Pada tanah yang terlalu kering dan tidak subur pepaya akan tumbuh kurang baik, bunga dan buah sedikit dan banyak yang rontok. Tanaman pepaya tumbuh optimal pada tanah dengan kisaran pH 6,5-7.
· Iklim
Pepaya termasuk tanaman tropis. Untuk dapat tumbuh dengan baik memerlukan sinar matahari, suhu dan kelembaban yang cukup. Suhu yang ideal untuk bertanam pepaya adalah 22-26 oC. Perkecambahan biji akan berlangsung cepat pada suhu siang 35 oC dan suhu malam 26 oC. Intensitas penyinaran dan suhu udara yang cukup dapat menyebabkan buah pepaya berwarna kuning cerah dan rasanya manis dibanding dengan buah yang dihasilkan pada musim penghujan, yang kurang penyinaran dan suhu terlalu rendah. Pada musim kemarau yang panjang tanaman akan banyak menghasilkan bunga jantan dan bunga yang tidak subur dan mudah gugur. Disamping itu, penyerbukan bunga banyak yang gagal.
Curah hujan yang baik untuk tanaman pepaya adalah 1500-2000 mm per tahun. Tanaman pepaya dapat tumbuh sampai ketinggian 100 m dpl.
Pembibitan dan Penanaman
· Pembibitan
Bibit pepaya yang akan ditanam hendaknya berasal dari varietas unggul. Di Indonesia dijumpai banyak varietas yang dapat dibudidayakan dengan hasil yang memuaskan. Beberapa varietas asli yang direkomendasikan antara lain: Semangka, Jingga, Dampit, Cibinong dan varietas Thailand mulai tahun 1974 sampai sekarang.
Berdasarkan jenis kelamin, tanaman pepaya mempunyai tiga bentuk yaitu: pohon sempurna (hermaprodit), pohon betina dan pohon jantan. Pohon jantaan mudah dikenal karena memiliki malai bunga bercabang banyak, menggantung dan bung-bunga yang lebat.
Pohon betina memiliki malai bunga bertangkai pendek dengan 3-5 bunga yang seluruhnya bunga betina. Pohon betina mempunyai bunga agak besar dengan bakal buah berbentuk bulat dengan 5 putik di ujungnya. Tanpa adanya pohon jantan atau pohon sempurna, pohon betina tidak dapat menghasilkan buah.
Pohon sempurna (hermaprodit) mempunyai bunga bertangkai pendek, umunya mempunyai beberapa bunga sempurna dan 1-5 bunga jantan. Bunga sempurna disebut juga bunga berjenis kelamin dua yaitu bunga yang memiliki putik dengan bakal buah dab benang sari atau tepung sari.
Tanaman pepaya umumnya diperbanyak dengan biji karena cara ini mudah dilakukan dan bibit dapat dihasilkan dalam jumlah banyak. Benih yang akan disemai hendaknya dipilih dari buah yang yang penampilan serta kualitasnya bagus.
Buah pepaya yang akan diambil bijinya, dipotong pangkal atas dan ujungnya masing-masing 1/3 bagian, kemudian bagian tengahnya yang diambil bijinya untuk disemai. Hal ini diharapkan biji-biji tersebut dapat menghasilkan tanaman yang buahnya sempurna. Biji yang telah dipilih dikeringanginkan (tanpa sinar matahari) sampai kering. Benih yang akan ditanam dapat langsung disemai, tetapi juga bisa disimpan terlebih dahulu dalam botol yang dicampur dengan abu dapur.
Benih pepaya ditanam terlebih dahulu di persemaian atau dapat pula langsung ditanam di lapangan. Persemaian dapat dilakukan pada kentong-kantong plastik, sehingga pencabutan bibit tidak menghambat pertumbuhan. Biji pepaya hendaknya disemai selama 2 bulan. Media yang digunakan adalah campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Dalam tiap kantong plastik ditanam 4-5 biji. Apabila tanaman sudah berketinggian 15-22 cm, tanaman sudah dapat dipindahkan ke lahan/ lapangan dengan terlebih dahulu membuang kantong plastiknya.
· Penanaman
Tanaman pepaya mempunyai sistem perakaran yang tidak terlalu dalam, sehingga dalam mempersiapkan penanaman harus dibuat lubang tanam terlebih dahulu dengan ukuran (50x50x50) cm dengan jarak tanam 3 m x 3,5 m. Setiap lubang ditanami 2-3 bibit pepaya, kemudian setelah berumur 3-4 bulan setelah tanam dilakukan penjarangan (meninggalkan 1 tanaman setiap lubang tanam). Tanaman yang ditinggalkan adalah tanaman yang berbunga sempurna. Sebelum bibit ditanam dilakukan pemupukan dengan pupuk buatan, yaitu Urea 50 g, SP 36 50 g dan KCl 50 g serta pupuk kandang 1-2 kaleng minyak tanah (1/2 keranjang petani).
Pemeliharaan
· Penyiangan
Penyiangan dilakukan untuk menghilangkan rumput yang tumbuh di sekitar pohon pepaya. Saat penyiangan jangan sampai merusak tanaman pepaya.
· Pembumbunan
Pembumbunan dilakukan untuk mengurangi tanah di sekitar tanaman pepaya yang longsor dan erosi. Caranya dengan menaikkan tanah menggunakan cangkul ke sekitar tanaman pepaya.
· Pengairan
Tanaman pepaya sangat peka terhadap genangan air. Tanaman yang banyak tergenang, buahnya akan rontok dan sebaliknya pertumbuhan dan perkembangan buah akan terhambat apabial kekurangan air. Pada musim penghujan, apabila curah hujan terlalu banyak, pembuangan air perlu dilakukan agar tidak terjadi genangan air di sekitar tanaman.Dan apabila kurang air saat kemarau, juga harus dilakukan penyiraman.

· Pemupukan

Jenis pupuk

Pupuk kandang, Tsp/Sp 36, Kcl
· Pengendalian Hama dan Penyakit
Hama yang sering ada pada tanaman pepaya adalah Tungau (Tetranycus spp) dan Kutu Pseudaulacaspis Pentagona. Tungau menyerang daun saat musim kemarau dapat diatasi dengan cara tradisional dengan menaburkan tepung belerang pada pagi hari sehabis ada embun. Penaburan dilakukan dibawah daun dan dengan cara modern yaitu dengan insektisida demicron, lindane, orthane atau filidol yang dapat dibeli di toko-toko pertanian. Sedangkan KutuPseudaulacaspis Pentagona menyerang batang pepaya. Pemberantasan sama dengan pemberantasan pada Tungau.
Penyakit yang sering merugikan tanaman pepaya adalah penyakit yang disebabkan adalah jamur, virus mosaik, roboh semai, busuk buah, leher akar, pangkal batang dan nematoda. Penyaklit mati bujang diisebabkan oleh jamurPhytphthora parasitica, P. Palmivora dan Pythium aphanidermatum. Menyerang buah dan batang pepaya. Cara pencegahan: perawatan kebun yang baik, menjaga kebersihan, dan drainase sedangkan penyakit busuk akar disebabkan oleh jamur Meloidogyne incognita. Apabila lahan telah ditanami pepaya, disarankan agar tidak menanam pepaya kembali, untuk mencegah timbulnya serangan nematoda. Tanaman yang terinfeksi oleh nematoda menyebabkan daun menguning, layu dan mati.
Panen
Tanaman pepaya yang dipelihara dengan baik akan mulai menghasilkan pada umur satu tahun. Pepaya dapat dipetik setelah pepaya tidak bergetah lagi atau getahnya telah mulai jernih, pada ujung buah nampak garis-garis menguning, biasanya setelah buah berumur 5,5-6 minggu. Buah pepaya tidak boleh dicuci setelah dipetik, karena dapat menyebabkan tumbuhnya cendawan.
Sumber:
Kalie, Moehd. Baga. 1983. Bertanam Pepaya. Penebar Swadaya. Jakarta.
Muljana, Wahyu. 1982. Bercocok Tanam Pepaya. Aneka Ilmu. Semarang.
Petani Boyolai ( Bp. Pandiman Sastro Suwiryo selaku pembuat bibit pepaya)

Budidaya Tanaman Kakao

 Budidaya KakaoTanaman Kakao merupakan tanaman perkebunaan berprospek menjanjikan. Tetapi jika faktor tanah yang semakin keras dan miskin unsur hara terutama unsur hara mikro dan hormon alami, faktor iklim dan cuaca, faktor hama dan penyakit tanaman, serta faktor pemeliharaan lainnya tidak diperhatikan maka tingkat produksi dan kualitas akan rendah. 
 Sebagai tananam yang dalam budidayanya memerlukan naungan, maka walaupun telah diperoleh lahan yang sesuai, sebelum penanaman kakao tetap diperlukan persiapan naungan. Tanpa persiapan naungan yang baik,pengembangan tanaman kakao akan sulit diharapkan keberhasilannya. Oleh karena itu persiapan lahan dan naungan, serta penggunaan tanaman yang bernilai ekonomis sebagai penaung merupakan hal penting yang perlu diperhatikan dalam budidaya kakao.
Syarat tumbuh
Sejumlah faktor iklim dan tanah menjadi kendala bagi pertumbuhan. Lingkungan alami tanaman kakao adalah hutan tropis. Dengan demikian curah hujan, suhu udara dan sinar matahari menjadi bagian dari faktor iklim yang menentukan. Demikian juga dengan faktor fisik dan kimia tanah yang erat kaitannya dengan daya tembus (penetrasi) dan kemampuan akar menyerap hara. Ditinjau dari wilayah penanamannya kakao ditanam pada daerah-daerah yang berada pada 10o LU sampai dengan 10o LS. Walaupun demikian penyebaran pertanaman kakao secara umum berada diantara 7oLU sampai 18oLS. Hal ini erat kaitannya dengan distribusi curah hujan dan jumlah penyinaran matahari sepanjang tahun. Kakao juga masih toleran pada daerah 20o LU sampai 20o LS.Dengan demikian Indonesia yang berada pada 5o LU sampai dengan 10o LS masih sesuai untuk pertanaman kakao. Ketinggian tempat Ketinggian tempat di Indonesia yang ideal untuk penanaman kakao adalah tidak lebih tinggi dari 800 m dari permukaan laut.
Curah Hujan Curah hujan yang berhubungan dengan pertanaman dan produksi kakao ialah distribusinya sepanjang tahun. Hal tersebut berkaitan dengan masa pembentukan tunas muda dan produksi. Areal penanaman kakao yang ideal adalah daerah-daerah dengan curah hujan 1.100-3.000 mm per tahun. Curah hujan yang melebihi 4.500 mm per tahun tampakya berkaitan erat dengan serangan penyakit busuk buah (blask pods). Daerah yang curah hujannya lebih rendah dari 1.200 mm per tahun masih dapat ditanami kakao, tetapi dibutuhkan air irigasi. Hal ini disebabkan air yang hilang karena transpirasi akan lebih besar dari pada air yang diterima tanaman dari curah hujan, sehingga tanaman harus dipasok dengan air irigasi. Di tinjau dari tipe iklimnya, kakao sangat ideal ditanam pada daerah-daerah yang tipenya iklim Am (menurut Koppen) atau B (menurut Scmidt dan Fergusson). Di daerah-daerah yang tipe iklimnya C menurut (Scmidt dan Fergusson) kurang baik untuk penanaman kakao karena bulan keringnya yang panjang. Dengan membandingkan curah hujan diatas dengan curah hujan
tipe Asia, Ekuator dan Jawa maka secara umum areal penanaman kakao di Indonesia masih potensial untuk dikembangkan. Adanya pola penyebab curah hujan yang tetap akan mengakibatkan pola panen yang tetap pula. Temperatur Pengaruh temperatur terhadap kakao erat kaitannya dengan ketersedian air, sinar matahari dan kelembaban. Faktor-faktor tersebut dapat dikelola melalui pemangkasan, penataan tanaman pelindung dan irigasi. Temperatur sangat berpengaruh terhadap pembentukan flush, pembungaan, serta kerusakan daun. Menurut hasil penelitian, temperatur ideal bagi tanaman kakao adalah 300C – 320C (maksimum) dan 180C-210C (minimum). Kakao juga dapat tumbuh dengan baik pada temperatur minimum 15o C
perbulan. Temperatur ideal lainnya dengan distribusi tahunan 16,60C masih baik untuk pertumbuhan kakao asalkan tidak didapati musim hujan yang panjang. Berdasarkan keadaan iklim di Indonesia temperatur 250-260 C merupakan temperatur rata-rata tahunan tanpa faktor terbatas. Karena itu daerah-daerah tersebut sangat cocok jika ditanami kakao. Temperatur yang lebih rendah 100 C dari yang dituntut tanaman kakao akan mengakibatkan gugur daun dan mengeringnya bunga, sehingga laju pertumbuhannya berkurang. Temperatur yang tinggi akan memacu pembungaan, tetapi kemudian akan gugur. Pembungaan akan lebih baik jika berlangsung pada temperatur 230 C. Demikian juga tempertur 26oC pada malam hari masih lebih baik pengaruhnya terhadap pembungaan dari pada temperatur 23o-300 C. Temperatur tinggi selama kurun waktu yang panjang berpengaruh terhadap bobot biji. Tempertur yang relatif rendah akan menyebabkan biji kakao banyak mengandung asam lemak tidak jenuh dibandingkan dengan suhu tinggi. Pada areal tanaman yang belum menghasilkan kerusakan tanaman sebagi akibat dari temperatur tinggi selama kurun waktu yang panjang ditandai dengan matinya pucuk. Daun kakao masih toleran sampai suhu 50o C untuk jangka waktu yang pendek. Temperaturvyang tinggi tersebut menyebabkan gejala necrossis pada daun. Sinar Matahari Lingkungan hidup alami tanaman kakao ialah hutan hujan tropis yang didalam pertumbuhanya membutuhkan naungan untuk mengurangi pencahayaan penuh.
Cahaya matahari yang terlalu banyak menyoroti tanaman kakao akan mengakibatkan lilit batang kecil, daun sempit, dan batang relatif pendek. Pemanfaatan cahaya matahari semaksimal mungkin dimaksudkan untuk mendapatkan intersepsi cahaya dan pencapain indeks luas daun optimum. Kakao tergolong tanaman C3 yang mampu berfotosintesis pada suhu daun rendah. Fotosintesis maksimum diperoleh pada saat penerimaan cahaya pada tajuk sebesar 20 persen dari pencahayaan penuh. Kejenuhan cahaya didalam fotosintesis setiap daun yang telah membuka sempurna berada pada kisaran 3-30 persen cahaya matahari atau pada 15 persen cahaya matahari penuh. Hal ini berkaitan pula dengan pembukaan stomata yang lebih besar bila cahaya matahari yang diterima lebih banyak.
Air dan hara
Air dan hara merupakan faktor penentu bila mana kakao akan ditanam dengan sistem tanpa tanaman pelindung sehingga terus menerus mendapat sinar atahari secara penuh. 
Naungan
Pembibitan kakao membutuhkan naungan, karena benih kakao akan lebih lambat pertumbuhannya pada pencahayaan sinar matahari penuh. Penanaman kakao tanpa pelindung saat ini giat diteliti dan diamati karena berhubungan dengan biaya penanaman maupun pemeliharaan. Penanaman dilakukan dipagi
hari pada musim hujan tenyata lebih baik hasilnya kalau sore/malam harinya hujan turun dibandingkan dengan jika hujan yang turun 2 hari kemudian. Dengan demikian, air dan hara memang merupak faktor penentu bila mana cahaya matahari dimanfaatkan semaksimal mungkin bagi pertanaman kakao.
Tanah
Kakao dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah, asalkan persyaratan kimia dan fisik yang berperan dalam pertumbuhan dan produksi tanaman kakao terpenuhi.
Kemasaman tanah, kadar zat organik, unsur hara, kapasitas adsorbsi, dan kejenuhan basa merupakan sifat kimia yang perlu diperhatikan, sementara faktor fisiknya adalah kedalaman efektif, tinggi permukan air tanah, drainse, struktur dan konsesntensi tanah. Selain itu kemiringan lahan juga merupakan sifat fisik yang mempengaruhi pertumbuhan dan produksi kakao.
Sifat kimia
Tanaman kakao dapat tumbuh dengan baik pada tanah yang memiliki masaman pH 6-7.5 tidak lebih tinggi dari 8, serta tidak lebih rendah dari 8.
Bahan organik tanah
Kadar zat organik yang tinggi akan meningkatkan laju pertumbuhan pada masa sebelum panen. Untuk itu zat organik pada lapisan tanah setebal 0-15 cm sebaiknya lebih dari 3 persen. Kadar tersebut setara dengan 1.75 persen unsur karbon yang dapat menyediakan hara dan air serta struktur tanah yang gembur.
Untuk meningkatkan kadar zat organik dapat dipergunakan serasah sisa pemangkasan maupun pembenaman kulit buah kakao. 900 kg kulit buah kakao memberikan hara 28 gram urea, 9 kg P, 56.6 kg Mo dan 8 Kg kiserit. Sebaiknya tanah-tanah yang hendak ditanam kakao paling tidak juga mengandung kalsium lebih besar dari 8 me per 100 gram contoh tanah da kalsium lebih besar dari 0.24 me per 100 gram pada kedalaman 0-15 cm
Pedoman Budidaya
Pembersihan areal dilaksanakan mulai dari tahap survai/pengukuran sampai tahap pengendalian ilalang. Pelaksanaan survai/ pengukuran biasanya berlangsung selama satu bulan. Pada tahap ini, pelaksanaan pekerjaan meliputi pemetaan topografi, penyebaran jenis tanah, serta penetapan batas areal yang akan ditanami. Hasi survai akan sangat penting artinya untuk tahapan pekerjaan
lain , bahkan dalam hal penanaman dan pemeliharaan kakao.
Tahap selanjutnya dari pembersihan areal adalah tebas/babat. Pelaksanaan pekerjaan pada tahap ini adalah dengan membersihkan semak belukar dan kayu-kayu kecil sedapat mungkin ditebas rata dengan permukaan tanah, lama pekerjaan ini adalah 2-3 bulan baru kemudian dilanjutkan dengan tahap tebang 
Tahap berikut ini dilaksanakan selama 3-4 bulan, dan merupakan tahap yang paling lama dari semua tahap pembersihan areal. Bila semua
pohon telah tumbang tumbangan itu biarkan selama 1- 1,5 bulan agar daun kayu
mengering. Areal yang telah bebas dari semak belukar, kayu-kayu kecil, dan ohon besar, apalagi bila baru dibakar, biasanya cepat sekali menumbuhkan ilalang. Seperti diketahui, ilalang merupakan gulma utama dari areal pertanian. Karena itu, pengendaliannya harus dilaksanakan sesegera mungkin, sehingga sedapat mungkin areal telah bebas dari ilalang saat penanaman pohon pelindung. Pengendalian ilalang dapat dilakukan secara manual, kimiawi, maupun mekanis dengan mempertimbanhkan luas areal, ketersedian tenaga kerja, waktu, cuaca, penyaluran bahan dan biaya. Tahap pengendalian ilalang ini dapat dilasanakan selama 2-3 bulan.

Budidaya Tanaman kelapa Sawit

Secara alami kelapa sawit hanya dapat tumbuh di daerah tropis. Tanaman ini dapat juga tumbuh di tempat berawa (swamps), di sepanjang bantaran sungai dan di tempat basah.
IKLIM.
  • Secara alami kelapa sawit hanya dapat tumbuh di daerah tropis. Tanaman ini dapat tumbuh ditempat berawa (swamps) di sepanjang bantaran sungai dan di tempat yang basah
  • Didalam hutan hujan tropis, tanaman ini tidak dapat tumbuh karena terlalu lembab dan tidak mendapat sinar matahari karena ternaungi kanopi tumbuhan yang lebih tinggi.
  • Sinar matahari harus langsung mengenai daun kelapa sawit. Lama penyinaran matahari rata-rata 5-7 jam perhari.
  • Angin tidak mempengaruhi pertumbuhan karena bentuk daun yang sedemikian rupa sehingga tidak mudah dirusak angin.
  • Benih kelapa sawit mengalami dormansi (keadaan sementara tanaman) yang cukup panjang.
  • Diperlukan aerasi yang baik dan temperatur yang tinggi untuk memutuskan masa dormansi agar bibit dapat berkecambah.
  • Pada proses perkecambahan diperlukan kelembaban 60-80% dengan temperatur 35ºC.
  • Curah hujan tahunan antara 1.500-4.000 mm, optimal 2.000-3.000 mm/tahun.B.
MEDIA TANAM
 
 Tanah yang baik untuk budidaya kelapa sawit harus mengandung banyak lempung, beraerasi baik dan subur. Tanah harus berdrainase baik, permukaan air tanah cukup dalam, solum cukup dalam, tidak berbatu. Tanah Latosol, Ultisol dan Aluvial yang meliputi tanah gambut, dataran pantai dan muara sungai dapat dijadikan perkebunan kelapa sawit. Tanah memiliki derajat keasaman (pH) antara 4-6. Ketinggian tempat yang ideal bagi pertumbuhan tanaman kelapa sawit antara 1-400 m dpl. Topografi datar dan berombak sampai bergelombang.7. Kelerengan ideal berkisar antara 0 sampai 25%.
PELAKSANAAN KERJA
Pembersihan, pembarisan dan penanaman rumput kacang-kacangan, yang berfungsi sebagai pembunuh rumput tinggi. Tempat atau tanah hendaklah disempurnakan sebelum menanam bibit pokok kelapa sawit.
Pembersihan ladang dilakukan serentak dengan masa benih yang sudah disemai dalam polibet (kantong plastik). Jika mempunyai semaian sendiri, masa penyediaan ladang hendaklah disesuaikan dengan masa mengeluarkan anak benih yang telah cukup matang untuk ditanam diladang. Perancangan jadual kerja adalah penting untuk keberhasilan penanaman di ladang

Pembarisan: Barisan tanaman dibuat mengikut arah Utara-Selatan supaya mendapat cahaya matahari yang maksimal.

Kekacang penutup bumi: Menanam rumput kacang-kacangan penutup tanah dilakukan setelah pembarisan selesai dilaksanakan. (Kawasan gambut tidak perlu tanam kacang-kancangan ).

Penutup tanah atau rumput kacang-kacangan:

Memperbaiki status zat pemakanan dalam tanah, khususnya Nitrogen, Memelihara kelembapan tanah, Tiga jenis kacang-kacangan penutup bumi yang biasa ditanam adalah: Centrosema pubescens, Pueraria phaseoloides, Calopogonium mucunoides / caeruleum, Benih kacang-kacangan bisa diperoleh di toko-toko pertanian

Bibit kacang-kacangan tersebut ditabur didalam jalur yang sebaris diantara 2 barisan pokok kelapa sawit. Jarak diantara jalur-jalur adalah 2 meter.

Contoh kadar campuran biji benih kacang-kacangan adalah seperti berikut:-

Kacang-kacangan Kg/ha

Centrocema pubescens 4.0

Pueraria phaseoloides 1.1

Calopogonium caeruleum 0.6

Baja campuran N:P:K:Mg (15:15:6:4)

digunakan sebagai baja asas dengan kadar 56 kg/hektar.

Tabur baja debu Fosfat (seperti CIRP) pada kadar 560 kg sehektar mengikut jadual berikut:

Umur Kekacang
Kadar Baja Debu Fosfat (kg/ha)
Semasa menanam (sepanjang jalur-jalur)
112
2 bulan
112
6 bulan
112
8 bulan
112
12 bulan
112
Benih sawit yang telah berumur 12-15 bulan semaian adalah sesuai untuk ditanam. Cara penanamannya seperti berikut:-
Lubang Tanaman disediakan 2-3 minggu sebelum menanam. Ukuran lubang mesti dilebihkan dari ukuran polibeg supaya penanaman mudah dijalankan.
Taburkan 150g – 200g Fosfat didalam lubang.
Buangkan polibeg sebelum benih ditanam. Masukkan benih kedalam lubang yang telah disediakan. Anak benih hendaklah dalam keadaan tegak selepas ditanam.
Mampatkan tanah disekeliling polibeg dengan tidak merusakan akarnya.
Masa menanam hendaklah pada musim hujan dan hindari cara menanam pada musim kemarau.
Lazimnya, jarak tanaman yang dipilih adalah 9 meter tiga segi yang memberi 136 pohon pada 1 hektar. Kepadatan pohon sehektar dengan jarak tanaman yang berbeda adalah seperti table:
Jarak
Jumlah Pokok
Meter (Kaki)
Hektar (Ekar)
8.5 (28)
160 (65)
8.7 (29)
148 (60)
9.0 (30)
136 (55)
Sulam pohon-pohon yang mati apabila menjalani pemeriksaan sekurang-kurangnya 6 bulan selepas menanam.
TANAMAN SELINGAN
Kacang tanah, jagung dan lain-lain tanaman kontan atau sayur-sayuran boleh ditanam sebagai selingan dalam masa tiga tahun pertama selepas pohon sawit ditanam.
Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan tanaman selingan ialah:
Tanaman itu memberi keuntungan dalam masa tiga tahun. Tanaman itu tidak mengganggu kesuburan pohon kelapa sawit dari segi zat-zat pemakanan, air dan cahaya matahari. Ada pasaran atau mudah memasarkan hasil tanaman selingan itu.

Budidaya Tanaman Padi

Tahukah anda dengan tanaman padi. Tanaman padi menghasilkan beras, beras identik dengan makanan pokok keseharian masyarakat. Banyak masyarakat indonesia membudidayakan tanaman padidengan berbagai tahap dan cara, dengan hasil panen yang melimpah juga.
Anda ingin budidaya tanaman padi, pelajari dan mulailah dari sekarang. Banyak tahap-tahap yang perlu ada pelajari tentang budidaya tananam padi. Blogiztic.net sudah merangkum dari informasi berbagai sumber tentang masalah cara budidaya tanaman padi yang benar berikut. 
Pengolahan tanah
– Penebasan rumput-rumput/belukar. Penebasan dilakukan dengan menggunakan parang. Rumput atau belukar yang sudah ditebas dikumpulkan di suatu tempat kemudian dibakar.
– Pengolahan tanah.
– Pelumpuran dan perataan tanah.
Keterangan: Pengolahan tanah dilakukan dua tahap. Setelah pengolahan tahap pertama, tanah digenangi, agar zat beracun terpisah dari tanah. Tinggi air genangan berkisar antara 5-10 cm. Untuk mengatur tinggi air genangan dapat dilakukan dengan memperbesar atau memperkecil bukaan pintu saluran air. Pengolahan tanah tahap kedua dilakukan dua minggu setelah pengolahan pertama.
Pencarian mutu benih yang akan dipakai:
– Siapkan kain ukuran 20 cm x 30 cm.
– Siapkan benih sebanyak 100 butir kemudian direndam dalam air selama ± 2 jam.
– Benih yang sudah direndam diletakkan di atas, kain yang sudah dibasahi (lembab). Tunggu 3-5 hari, kemudian hitung benih yang berkecambah. Kalau benih yang berkecambah lebih dari 90 butir, berarti benih tersebut bermutu tinggi.
Persemaian
Persemaian dapat dibuat dengan dua cara yaitu persemaian basah dan kering.
a. Persemaian basah
– Benih direndam selama 12-24 jam, kemudian di-angkat dan dibiarkan berkecambah selama 1-2 hari.
– Persemaian dibuat pada lahan yang berair (macak-macak) dan tidak terluapi air pada saat pasang.
– Luas lahan persemaian 300-500 m2 untuk setiap hektar pertanaman.
– Tanah untuk persemaian diolah dua kali (sempurna), bersih dari rumput, belukar, sisasisa tanaman, kayu, batu, atau lainnya.
– Kemudian tanah diratakan dan diberi pupuk.
– Takaran pupuk untuk setiap meter persegi persemaian: 10 gram urea + 10 gram TSP (atau) 14 gram SP 36) + 10 gram KCl.
b.Persemaian kering
Persemaian kering pada dasarnya sama dengan persemaian basah.
– tempat persemaian dibuat di guludan.
– Benih langsung disemai tanpa direndam. Setelah disemai ditaburi dengan tanah halus abu sekam.
– Untuk mencegah serangan hama orong-orong, benih dicampur dengan insektisida seperti furadan 3G sebanyak 1 gram untuk setiap 1 m2 persemaian.
– Untuk mencegah penyakit blas benih dicampur dengan fungisida seperti Benlate T 20 WP (Benomil) sebanyak 1 gram untuk setiap kilogram benih. Budi Days Padi di Lahan Pasang Surut
Penanaman
Untuk keberhasilan usahatani padi di lahan pasang surut berikut ini dianjurkan varietas-varietas yan ditanam menurut berbagai tipe lahan dan musim. Di lahan pasang surut yang bertipe luapan A dan B, padi sawah dapat diusahakan dua kali setahun.
Waktu tanam yang dilakukan:
– Musim tanam pertama, penanaman dilakukan pertengahan Oktober sampai awal November.
– Musim tanam kedua, penanaman dilakukan pertengahan Maret sampai awal April.
Penyiangan
Penyiangan dilakukan dua kali yaitu:
– Penyiangan pertama umur 3 minggu setelah
tanam
– Penyiangan kedua umur 6 minggu setelah tanam
Penyiangan dapat dilakukan dengan beberapa cara
yaitu:
– Dicabut dengan tangan, kemudian dipendan
dalam tanah.
– Menggunakan alat siang (gasrok).
– Menggunakan herbisida antara lain DMA-6, Gramoxone, dengan takaran 3–4 liter per hektar dengan volume semprot 400-500 liter per hektar. Apabila ada tanaman yang mati, diadakan penyulaman (umur 1-2 minggu) dengan menggunakan bibit yang masih tersedia dan menyapih tanaman yang sudah tumbuh.
Pemupukan tanaman
Takaran pupuk untuk setiap lokasi berbeda, tergantung pada tipologi lahannya.
Cara pemberian pupuk
– Disebar rata di permukaan lahan.
– Keadaan air sawah pada saat memupuk harus macak-macak.
– Pengapuran penting artinya untuk menurunkan kemasaman tanah, terutama pada lahan sulfat masam.
– Takaran kapur: 1 ton per hektar.
– Waktu pengapuran: 2 minggu sebelum tanam.
– Keadaan air tanah pada saat pengapuran harus macak-macak.
Perlindungan Tanaman
Hama yang banyak menyerang pertanaman padi di lahan pasang surut adalah: tikus, Orong-orong, Kepinding tanah (lembing batu), walang sangit, wereng coklat. Sedangkah penyakit utama di lahan pasang surut adalah bias.
Pengendalian hama tikus dapat dilakukan dengan:
– Memelihara kebersihan lingkungan
– Penanaman serempak (satu hamparan sekunder).
– Pemasangan umpan beracun, dengan racun klerat RMB sebanyak 2 kg per hektar, dan diletakkan di beberapa tempat.
– Melaksanakan gropyokan atau pengemposan menggunakan belerang.
Panen tanaman padi
Panen dilakukan pada saat tanaman padi menunjukkan tanda-tanda sebagai berikut:
– Sebagian besar gabah (90%) sudah berwarna kuning.
– Bila digigit gabah patah.
Panen dapat dilakukan dengan menggunakan alat sebagai berikut:
– Sabit bergerigi
– Reaper
– Stripper. kehilangan hasil pada saat panen dapat dihindari dengan usaha-usaha sebagai berikut:
– Panen tepat waktu.
– Setelah disabit langsung dirontok (paling lambat 1 hari).
– Saat merontok menggunakan alas (tikar atau terpal).

Budidaya Tanaman Jahe

 Jahe (Zingiber officinale) berasal dari Asia Pasifik, merupakan tanaman rumpun berbatang semu yang dimanfaatkan sebagai bahan bumbu masak, minuman, dan obat-obatan tradisional. Tanaman jahe termasuk dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae) dan sefamili dengan tanaman kunyit, kencur, temu lawak, dan lengkuas. Tanaman Jahe merupakan salah satu tanaman rempah-rempah yang diperdagangkan di dunia dan mempunyai prospek pemasaran yang cukup baik untuk dikembangkan. Saat ini jahe telah menjadi salah satu komoditas ekspor dengan harga dan permintaan yang cukup tinggi. Jahe diekspor dalam bentuk jahe segar, jahe kering, jahe segar olahan dam minyak atsiri. Negara-negara tujuan ekspor jahe adalah Amerikan Serikat, Belanda, Uni Emirat Arab, Pakistan, Jepang, dan Hongkong.

A. Jenis-jenis Tanaman Jahe
Berdasarkan ukuran, bentuk dan warna rimpangnya, jahe terbagi menjadi 3 varietas, yaitu:
Jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum); rimpangnya berwarna merah dan lebih kecil dari pada jahe putih kecil, dengan diameter 42 s/d 43 mm, tinggi 52 s/d 104 mm, dan panjang 123 s/d 126 mm. Sama seperti jahe kecil, jahe merah selalu dipanen setelah tua, dan juga memiliki kandungan minyak atsiri 2,58 s/d 3,9%, sehingga cocok untuk ramuan obat-obatan.
Jahe putih/kuning besar (Zingiber officinale var. officinarum) atau disebut juga jahe gajah atau jahe badak; rimpangnya lebih besar dan gemuk dengan diameter 48 s/d 85 mm, tinggi 62 s/d 113 mm, dan panjang 158 s/d 327 mm. Ruas rimpangnya lebih menggembung dari kedua varietas lainnya. Jenis jahe ini biasa dikonsumsi baik saat berumur muda maupun berumur tua, baik sebagai jahe segar maupun jahe olahan. Minyak astiri di dalam rimpang 0,82 – 2,8%.
Jahe putih/kuning kecil (Zingiber officinale var. amarum) atau disebut juga jahe sunti atau jahe emprit; ruasnya kecil, diameter 32,7 s/d 40 mm, tinggi 63,8 s/d 111 mm, panjang 61 s/d 317 mm, agak rata sampai agak sedikit menggembung. Jahe ini selalu dipanen setelah berumur tua. Kandungan minyak atsirinya lebih besar dari pada jahe gajah (1,50 s/d 3,5 %), sehingga rasanya lebih pedas, disamping seratnya tinggi. Jahe ini cocok untuk ramuan obat-obatan, atau untuk diekstrak oleoresin dan minyak atsirinya.
B. Syarat Tumbuh Tanaman Jahe
B.1. Iklim
Tanaman jahe membutuhkan curah hujan relatif tinggi, yaitu antara 2.500-4.000 mm/tahun.
Pada umur 2,5 sampai 7 bulan atau lebih tanaman jahe memerlukan sinar matahari. Dengan kata lain penanaman jahe dilakukan di tempat yang terbuka sehingga mendapat sinar matahari sepanjang hari dengan intensitas cahaya matahari 70 – 100% atau agak ternaungi sampai terbuka.
Suhu udara optimum untuk budidaya tanaman jahe antara 20-35 oC. 
B.2. Ketinggian Tempat
Jahe tumbuh baik di daerah tropis dan subtropis dengan ketinggian 0-2.000 m dpl.
Di Indonesia pada umumnya ditanam pada ketinggian 200 – 900 m dpl.
B.3. Media Tanam
Tanaman jahe paling cocok ditanam pada tanah yang subur, gembur dan banyak mengandung humus.
Tekstur tanah yang baik adalah lempung berpasir, liat berpasir dan tanah laterik.
Pada lahan dengan kemiringan > 3% dianjurkan untuk dilakukan pembuatan teras, teras bangku sangat dianjurkan bila kemiringan lereng cukup curam. Hal ini untuk menghindari terjadinya pencucian lahan yang mengakibatkan tanah menjadi tidak subur, dan benih jahe hanyut terbawa arus.
Tanaman jahe dapat tumbuh pada keasaman tanah (pH) sekitar 4,3-7,4. Tetapi keasaman tanah (pH) optimum untuk jahe gajah adalah 6,8-7,0.
C. Budidaya Tanaman Jahe
C.1. Pembibitan
C.1.1. Persyaratan Bibit Jahe
Bibit berkualitas adalah bibit yang memenuhi syarat mutu genetik, mutu fisiologik (persentase tumbuh yang tinggi), dan mutu fisik. Yang dimaksud dengan mutu fisik adalah bibit yang bebas hama dan penyakit. Oleh karena itu kriteria yang harus dipenuhi antara lain:
Bahan bibit diambil langsung dari kebun (bukan dari pasar).
Dipilih bahan bibit dari tanaman yang sudah tua (berumur 9-10 bulan).
Dipilih pula dari tanaman yang sehat dan kulit rimpang tidak terluka atau lecet.
C.1.2. Teknik Penyemaian Bibit Jahe
Untuk pertumbuhan tanaman yang serentak atau seragam, bibit jangan langsung ditanam sebaiknya terlebih dahulu dikecambahkan. Penyemaian bibit dapat dilakukan dengan bedengan atau dengan.
a) Penyemaian pada peti kayu
Rimpang jahe yang baru dipanen dijemur sementara (tidak sampai kering), kemudian disimpan sekitar 1-1,5 bulan. Patahkan rimpang tersebut dengan tangan dimana setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas dan dijemur ulang 1/2-1 hari. Selanjutnya potongan bakal bibit tersebut dikemas ke dalam karung beranyaman jarang, lalu dicelupkan dalam larutan fungisida dan zat pengatur tumbuh sekitar 1 menit kemudian keringkan. Setelah itu dimasukkan kedalam peti kayu. Lakukan cara penyemaian dengan peti kayu sebagai berikut: pada bagian dasar peti kayu diletakkan bakal bibit selapis, kemudian di atasnya diberi abu gosok atau sekam padi, demikian seterusnya sehingga yang paling atas adalah abu gosok atau sekam padi tersebut. Setelah 2-4 minggu lagi, bibit jahe tersebut sudah disemai.
b. Penyemaian pada bedengan
Buat rumah penyemaian sederhana ukuran 10 x 8 m untuk menanam bibit 1 ton (kebutuhan jahe gajah seluas 1 ha). Di dalam rumah penyemaian tersebut dibuat bedengan dari tumpukan jerami setebal 10 cm. Rimpang bakal bibit disusun pada bedengan jerami lalu ditutup jerami, dan di atasnya diberi rimpang lalu diberi jerami pula, demikian seterusnya, sehingga didapatkan 4 susunan lapis rimpang dengan bagian atas berupa jerami. Perawatan bibit pada bedengan dapat dilakukan dengan penyiraman setiap hari dan sesekali disemprot dengan fungisida. Setelah 2 minggu, biasanya rimpang sudah bertunas. Bila bibit bertunas dipilih agar tidak terbawa bibit berkualitas rendah.
Bibit hasil seleksi itu dipatah-patahkan dengan tangan dan setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas dan beratnya 40-60 gram.
C.1.3. Penyiapan Bibit Jahe
Sebelum ditanam, bibit harus dibebaskan dari ancaman penyakit dengan cara bibit tersebut dimasukkan ke dalam karung dan dicelupkan ke dalam larutan fungisida sekitar 8 jam. Kemudian bibit dijemur 2-4 jam, barulah ditanam.
D. Pengolahan Tanah
D.1. Pembukaan Lahan
Tanah diolah sedemikian rupa agar gembur dan dibersihkan dari gulma. Pengolahan tanah dilakukan dengan cara menggarpu dan mencangkul tanah sedalam 30 cm, dibersihkan dari ranting-ranting dan sisa-sisa tanaman yang sukar lapuk. Untuk tanah dengan lapisan olah tipis, pengolahan tanahnya harus hati-hati disesuaikan dengan lapisan tanah tersebut dan jangan dicangkul atau digarpu terlalu dalam sehingga tercampur antara lapisan olah dengan lapisan tanah bawah, hal ini dapat mengakibatkan tanaman kurang subur tumbuhnya. Setelah itu tanah dibiarkan 2-4 minggu agar gas-gas beracun menguap serta bibit penyakit dan hama akan mati terkena sinar matahari. Apabila pada pengolahan tanah pertama dirasakan belum juga gembur, maka dapat dilakukan pengolahan tanah yang kedua sekitar 2-3 minggu sebelum tanam dan sekaligus diberikan pupuk kandang dengan dosis 1.500-2.500 kg.
D.2. Pembentukan Bedengan
Pada daerah-daerah yang kondisi air tanahnya jelek dan sekaligus untuk encegah terjadinya genangan air, sebaiknya tanah diolah menjadi bedengan-bedengan dengan ukuran tinggi 20-30 cm, lebar 80-100 cm, sedangkan panjangnya disesuaikan dengan kondisi lahan.
D.3. Pengapuran
Pada tanah dengan pH rendah, sebagian besar unsur-unsur hara didalamnya, Terutama fosfor (p) dan calcium (Ca) dalam keadaan tidak tersedia atau sulit diserap. Kondisi tanah yang masam ini dapat menjadi media perkembangan beberapa cendawan penyebab penyakit fusarium sp dan pythium sp. Pengapuran juga berfungsi menambah unsur kalium yang sangat diperlukan tanaman untuk mengeraskan bagian tanaman yang berkayu, merangsang pembentukan bulu-bulu akar, mempertebal dinding sel buah dan merangsang pembentukan biji. Tanah yang memiliki derajat keasaman < 4 (paling asam) dibutuhkan dolomit minimal sebanyak 10 ton/ha. Sedangkan tanah yang memiliki derajat keasaman 5 (asam) dibutuhkan dolomit 5.5 ton/ha; serta yang memiliki derajat keasaman 6 (agak asam) dibutuhkan dolomit 0.8 ton/ha.
E. Penanaman Jahe
Pada bedengan dibuat lubang-lubang kecil atau alur sedalam 5 – 7 cm. Bibit jahe ditanam pada lubang-lubang tersebut dengan tunas menghadap ke atas, jangan terbalik, karena dapat menghambat pertumbuhan. Jarak tanam yang digunakan untuk penanaman jahe putih besar yang dipanen tua adalah 80 cm x 40 cm atau 60 cm x 40 cm, jahe putih kecil dan jahe merah 60 cm x 40 cm. Penanaman jahe sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan.
F. Pemeliharaan Tanaman
F.1. Penyiangan gulma
Penyiangan pertama dilakukan ketika tanaman jahe berumur 2-4 minggu kemudian dilanjutkan 3-6 minggu sekali. Tergantung pada kondisi tanaman pengganggu yang tumbuh. Namun setelah jahe berumur 6-7 bulan, sebaiknya tidak perlu dilakukan penyiangan lagi, sebab pada umur tersebut rimpangnya mulai besar.
F.2. Penyulaman
Menyulam tanaman yang tidak tumbuh dilakukan pada umur 1 – 1,5 bulan setelah tanam dengan memakai benih cadangan yang sudah diseleksi dan disemaikan.
F.3. Pembumbunan
Tanaman jahe memerlukan tanah yang peredaran udara dan air dapat berjalan dengan baik, maka tanah harus digemburkan. Disamping itu tujuan pembubunan untuk menimbun rimpang jahe yang kadang-kadang muncul ke atas permukaan tanah. Apabila tanaman jahe masih muda, cukup tanah dicangkul tipis di sekeliling rumpun dengan jarak kurang lebih 30 cm. Pada bulan berikutnya dapat diperdalam dan diperlebar setiap kali pembubunan akan berbentuk gubidan dan sekaligus terbentuk sistem pengairan yang berfungsi untuk menyalurkan kelebihan air. Pertama kali dilakukan pembumbunan pada waktu tanaman jahe berbentuk rumpun yang terdiri atas 3-4 batang semu, umumnya pembubunan dilakukan 2-3 kali selama umur tanaman jahe. Namun tergantung kepada kondisi tanah dan banyaknya hujan.
F.4. Pengendalian organisme pengganggu tanaman 
Pengendalian hama penyakit dilakukan sesuai dengan keperluan. Penyakit utama pada jahe adalah busuk rimpang yang disebabkan oleh serangan bakteri layu (Ralstonia solanacearum). Sampai saat ini belum ada metode pengendalian yang memadai, kecuali dengan menerapkan tindakan-tindakan untuk mencegah masuknya benih penyakit, seperti penggunaan lahan sehat, penggunaan benih sehat, perlakuan benih sehat (antibiotik), menghindari perlukaan (penggunaan abu sekam), pergiliran tanaman, pembersihan sisa tanaman dan gulma, pembuatan saluran irigasi supaya tidak ada air menggenang dan aliran air tidak melalui petak sehat (sanitasi), inspeksi kebun secara rutin.
Tanaman yang terserang layu bakteri segera dicabut dan dibakar untuk menghindari meluasnya serangan OPT. Hama yang cukup signifikan adalah lalat rimpang Mimergralla coeruleifrons (Diptera, Micropezidae) dan Eumerus figurans (Diptera, Syrpidae), kutu perisai (Aspidiella hartii) yang menyerang rimpang mulai dari pertanaman dan menyebabkan penampilan rimpang kurang baik serta bercak daun yang disebabkanoleh cendawan (Phyllosticta sp.). Serangan penyakit ini apabila terjadi pada tanaman muda (sebelum 6 bulan) akan menyebabkan penurunan produksi yang cukup signifikan. Tindakan mencegah perluasan penyakit ini dengan menyemprotkan fungisida segera setelah terlihat ada serangan (diulang setiap minggu sekali), sanitasi tanaman sakit, inspeksi secara rutin.
F.5. Pemupukan
Selain pupuk dasar (pada awal penanaman), tanaman jahe perlu diberi pupuk susulan kedua (pada saat tanaman berumur 2-4 bulan). Pupuk dasar yang digunakan adalah pupuk organik 15-20 ton/ha. Pemupukan tahap kedua digunakan pupuk kandang dan pupuk buatan (urea 20 gram/pohon; TSP 10 gram/pohon; dan ZK 10 gram/pohon), serta K2O (112 kg/ha) pada tanaman yang berumur 4 bulan. Pemupukan juga dilakukan dengan pupuk nitrogen (60 kg/ha), P2O5 (50 kg/ha), dan K2O (75 kg/ha). Pupuk P diberikan pada awal tanam, pupuk N dan K diberikan pada awal tanam (1/3 dosis) dan sisanya (2/3 dosis) diberikan pada saat tanaman berumur 2 bulan dan 4 bulan. Pupuk diberikan dengan ditebarkan secara merata di sekitar tanaman atau dalam bentuk alur dan ditanam di sela-sela tanaman.
G. Panen
Pemanenan dilakukan tergantung dari penggunaan jahe itu sendiri. Bila kebutuhan untuk bumbu penyedap masakan, maka tanaman jahe sudah bisa ditanam pada umur kurang lebih 4 bulan dengan cara mematahkan sebagian rimpang dan sisanya dibiarkan sampai tua. Apabila jahe untuk dipasarkan maka jahe dipanen setelah cukup tua. Umur tanaman jahe yang sudah bisa dipanen antara 10-12 bulan, dengan ciri-ciri warna daun berubah dari hijau menjadi kuning dan batang semua mengering. Misal tanaman jahe gajah akan mengering pada umur 8 bulan dan akan berlangsung selama 15 hari atau lebih.
Pemanenan jahe dilakukan dengan cara tanah dibongkar dengan hati-hati menggunakan alat garpu atau cangkul, diusahakan jangan sampai rimpang jahe terluka. Selanjutnya tanah dan kotoran lainnya yang menempel pada rimpang dibersihkan dan bila perlu dicuci. Sesudah itu jahe dijemur di atas papan atau daun pisang kira-kira selama 1 minggu. Tempat penyimpanan harus terbuka, tidak lembab dan penumpukannya jangan terlalu tinggi melainkan agak disebar.
Waktu panen sebaiknya dilakukan sebelum musim hujan. Pemanenan pada musim hujan menyebabkan rusaknya rimpang dan menurunkan kualitas rimpang sehubungan dengan rendahnya bahan aktif karena lebih banyak kadar airnya.
Dengan menggunakan varietas unggul jahe putih besar (Cimanggu-1) dihasilkan rata-rata 27 ton rimpang segar per ha, calon varietas unggul jahe putih kecil (JPK 3; JPK 6) dengan cara budidaya yang direkomendasikan, dihasilkan rata-rata 16 ton/ha rimpang segar dengan kadar minyak atsiri 1,7 – 3,8%, kadar oleoresin 2,39 – 8,87%. Sedangkan jahe merah 22 ton/ha dengan kadar minyak atsiri 3,2 – 3,6%, kadar oleoresin 5,86 – 6,36%.
H. Pascapanen
H.1. Penyortiran Basah dan Pencucian
Sortasi pada bahan segar dilakukan untuk memisahkan rimpang dari kotoran berupa tanah, sisa tanaman, dan gulma. Setelah selesai, timbang jumlah bahan hasil penyortiran dan tempatkan dalam wadah plastik untuk pencucian. Pencucian dilakukan dengan air bersih, jika perlu disemprot dengan air bertekanan tinggi. Amati air bilasannya dan jika masih terlihat kotor lakukan pembilasan sekali atau dua kali lagi. Hindari pencucian yang terlalu lama agar kualitas dan senyawa aktif yang terkandung didalam tidak larut dalam air. Pemakaian air sungai harus dihindari karena dikhawatirkan telah tercemar kotoran dan banyak mengandung bakteri/penyakit. Setelah pencucian selesai, tiriskan dalam tray/wadah yang belubang-lubang agar sisa air cucian yang tertinggal dapat dipisahkan, setelah itu tempatkan dalam wadah plastik/ember.
H.2. Perajangan
Jika perlu proses perajangan, lakukan dengan pisau stainless steel dan alasi bahan yang akan dirajang dengan talenan. Perajangan rimpang dilakukan melintang dengan ketebalan kira-kira 5 mm – 7 mm. Setelah perajangan, timbang hasilnya dan taruh dalam wadah plastik/ember. Perajangan dapat dilakukan secara manual atau dengan mesin pemotong.
H.3. Pengeringan
Pengeringan dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan sinar matahari atau alat pemanas/oven. pengeringan rimpang dilakukan selama 3 – 5 hari, atau setelah kadar airnya dibawah 8%. pengeringan dengan sinar matahari dilakukan diatas tikar atau rangka pengering, pastikan rimpang tidak saling menumpuk. Selama pengeringan harus dibolak-balik kira-kira setiap 4 jam sekali agar pengeringan merata. Lindungi rimpang tersebut dari air, udara yang lembab dan dari bahan-bahan disekitarnya yang bisa mengkontaminasi. Pengeringan di dalam oven dilakukan pada suhu 50oC – 60oC. Rimpang yang akan dikeringkan ditaruh di atas tray oven dan pastikan bahwa rimpang tidak saling menumpuk. Setelah pengeringan, timbang jumlah rimpang yang dihasilkan.
H.4. Penyortiran Kering
Selanjutnya lakukan sortasi kering pada bahan yang telah dikeringkan dengan cara memisahkan bahan-bahan dari benda-benda asing seperti kerikil, tanah atau kotoran-kotoran lain. Timbang jumlah rimpang hasil penyortiran ini (untuk menghitung rendemennya).
H.5. Pengemasan
Setelah bersih, rimpang yang kering dikumpulkan dalam wadah kantong plastik atau karung yang bersih dan kedap udara (belum pernah dipakai sebelumnya). Berikan label yang jelas pada wadah tersebut, yang menjelaskan nama bahan, bagian dari tanaman bahan itu, nomor/kode produksi, nama/alamat penghasil, berat bersih dan metode penyimpanannya.
H.6. Penyimpanan
Kondisi gudang harus dijaga agar tidak lembab dan suhu tidak melebihi 30oC dan gudang harus memiliki ventilasi baik dan lancar, tidak bocor, terhindar dari kontaminasi bahan lain yang menurunkan kualitas bahan yang bersangkutan, memiliki penerangan yang cukup (hindari dari sinar matahari langsung), serta bersih dan terbebas dari hama gudang.

Budidaya Tanaman Jagung

Tanaman jagung merupakan bahan baku industri pakan dan pangan serta sebagai makanan pokok di beberapa daerah di Indonesia. Dalam bentuk biji utuh, jagung dapat diolah misalnya menjadi tepung jagung, beras jagung, dan makanan ringan (pop corn dan jagung marning). Jagung dapat pula diproses menjadi minyak goreng, margarin, dan formula makanan. Pati jagung dapat digunakan sebagai bahan baku industri farmasi dan makanan seperti es krim, kue, dan minuman.

Karena cukup beragamnya kegunaan dan hasil olahan produksi tanaman jagung tersebut diatas, dan termasuk sebagai komoditi tanaman pangan yang penting, maka perlu ditingkatkan produksinya secara kuantitas, kualitas dan ramah lingkungan /berkelanjutan.
SYARAT PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG
Curah hujan ideal sekitar 85-200 mm/bulan dan harus merata. Pada fase pembungaan dan pengisian biji perlu mendapatkan cukup air. Sebaiknya ditanam awal musim hujan atau menjelang musim kemarau. Membutuhkan sinar matahari, tanaman yang ternaungi, pertumbuhannya akan terhambat dan memberikan hasil biji yang tidak optimal.
Suhu optimum antara 230 C – 300 C. Jagung tidak memerlukan persyaratan tanah khusus, namun tanah yang gembur, subur dan kaya humus akan berproduksi optimal. pH tanah antara 5,6-7,5. Aerasi dan ketersediaan air baik, kemiringan tanah kurang dari 8 %. Daerah dengan tingkat kemiringan lebih dari 8 %, sebaiknya dilakukan pembentukan teras dahulu. Ketinggian antara 1000-1800 m dpl dengan ketinggian optimum antara 50-600 m dpl.
PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA TANAMAN JAGUNG
A. Syarat Benih Jagung
Benih sebaiknya bermutu tinggi baik genetik, fisik dan fisiologi (benih hibryda). Daya tumbuh benih lebih dari 90%. Kebutuhan benih + 20-30 kg/ha. Sebelum benih ditanam, sebaiknya direndam dalam POC NASA (dosis 2-4 cc/lt air semalam).
B. Pengolahan Tanah
Lahan dibersihkan dari sisa tanaman sebelumnya, sisa tanaman yang cukup banyak dibakar, abunya dikembalikan ke dalam tanah, kemudian dicangkul dan diolah dengan bajak. Tanah yang akan ditanami dicangkul sedalam 15-20 cm, kemudian diratakan. Setiap 3 m dibuat saluran drainase sepanjang barisan tanaman. Lebar saluran 25-30 cm, kedalaman 20 cm.
Saluran ini dibuat terutama pada tanah yang drainasenya jelek. Di daerah dengan pH kurang dari 5, tanah dikapur (dosis 300 kg/ha) dengan cara menyebar kapur merata/pada barisan tanaman, + 1 bulan sebelum tanam. Sebelum tanam sebaiknya lahan disebari GLIO yang sudah dicampur dengan pupuk kandang matang untuk mencegah penyakit layu pada tanaman jagung.
C. Pemupukan
Takaran per hektar pupuk kandang 2 ton, urea 300 kg, SP36 150 kg, KCl 75 kg. Pupuk urea diberikan 2 kali, masing-masing 1/2 bagian pada saat tanaman berumur 18 hari dan 35 hari. Sedangkan pupuk kandang, SP36 dan KCl diberikan seluruhnya pada saat tanam.
D. Penanaman Jagung
Waktu tanam · Sebaiknya musim penghujan.
1. Penentuan Pola Tanaman Jagung
Beberapa pola tanam yang biasa diterapkan :
– Tumpang sari ( intercropping ),melakukan penanaman lebih dari 1 tanaman (umur sama atau berbeda). Contoh: tumpang sari sama umur seperti jagung dan kedelai; tumpang sari beda umur seperti jagung, ketela pohon, padi gogo.
– Tumpang gilir ( Multiple Cropping ),dilakukan secara beruntun sepanjang tahun dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain untuk mendapat keuntungan maksimum. Contoh: jagung muda, padi gogo, kedelai, kacang tanah, dll.
– Tanaman Bersisipan ( Relay Cropping ),pola tanam dengan menyisipkan satu atau beberapa jenis tanaman selain tanaman pokok (dalam waktu tanam yang bersamaan atau waktu yang berbeda). Contoh: jagung disisipkan kacang tanah, waktu jagung menjelang panen disisipkan kacang panjang.
– Tanaman Campuran ( Mixed Cropping ), penanaman terdiri beberapa tanaman dan tumbuh tanpa diatur jarak tanam maupun larikannya, semua tercampur jadi satu. Lahan efisien, tetapi riskan terhadap ancaman hama dan penyakit. Contoh: tanaman campuran seperti jagung, kedelai, ubi kayu.
2. Lubang Tanam dan Cara Tanam Tanaman Jagung
Lubang tanam ditugal, kedalaman 3-5 cm, dan tiap lubang hanya diisi 1 butir benih. Jarak tanam jagung disesuaikan dengan umur panennya, semakin panjang umurnya jarak tanam semakin lebar. Jagung berumur panen lebih 100 hari sejak penanaman, jarak tanamnya 40×100 cm (2 tanaman /lubang). Jagung berumur panen 80-100 hari, jarak tanamnya 25×75 cm (1 tanaman/lubang).
– Penjarangan dan Penyulaman
Tanaman yang tumbuhnya paling tidak baik, dipotong dengan pisau atau gunting tajam tepat di atas permukaan tanah. Pencabutan tanaman secara langsung tidak boleh dilakukan, karena akan melukai akar tanaman lain yang akan dibiarkan tumbuh. Penyulaman bertujuan untuk mengganti benih yang tidak tumbuh/mati, dilakukan 7-10 hari sesudah tanam (hst). Jumlah dan jenis benih serta perlakuan dalam penyulaman sama dengan sewaktu penanaman.
– Penyiangan
Penyiangan dilakukan 2 minggu sekali. Penyiangan pada tanaman jagung yang masih muda dapat dengan tangan atau cangkul kecil, garpu dll. Penyiangan jangan sampai mengganggu perakaran tanaman yang pada umur tersebut masih belum cukup kuat mencengkeram tanah maka dilakukan setelah tanaman berumur 15 hari.
– Pembumbunan
Pembumbunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan untuk memperkokoh posisi batang agar tanaman tidak mudah rebah dan menutup akar yang bermunculan di atas permukaan tanah karena adanya aerasi. Dilakukan saat tanaman berumur 6 minggu, bersamaan dengan waktu pemupukan. Tanah di sebelah kanan dan kiri barisan tanaman diuruk dengan cangkul, kemudian ditimbun di barisan tanaman. Dengan cara ini akan terbentuk guludan yang memanjang.
– Pengairan dan Penyiraman
Setelah benih ditanam, dilakukan penyiraman secukupnya, kecuali bila tanah telah lembab, tujuannya menjaga agar tanaman tidak layu. Namun menjelang tanaman berbunga, air yang diperlukan lebih besar sehingga perlu dialirkan air pada parit-parit di antara bumbunan tanaman jagung.
E. Hama dan Penyakit Tanaman Jagung
1. Hama
a. Lalat bibit (Atherigona exigua Stein)
Gejala: daun berubah warna menjadi kekuningan, bagian yang terserang mengalami pembusukan, akhirnya tanaman menjadi layu, pertumbuhan tanaman menjadi kerdil atau mati. Penyebab: lalat bibit dengan ciri-ciri warna lalat abu-abu, warna punggung kuning kehijauan bergaris, warna perut coklat kekuningan, warna telur putih mutiara, dan panjang lalat 3-3,5 mm. Pengendalian: (1) penanaman serentak dan penerapan pergiliran tanaman. (2) tanaman yang terserang segera dicabut dan dimusnahkan. (3) Sanitasi kebun. (4) semprot dengan PESTONA
b. Ulat Pemotong
Gejala: tanaman terpotong beberapa cm diatas permukaan tanah, ditandai dengan bekas gigitan pada batangnya, akibatnya tanaman yang masih muda roboh. Penyebab: beberapa jenis ulat pemotong: Agrotis ipsilon; Spodoptera litura, penggerek batang jagung (Ostrinia furnacalis), dan penggerek buah jagung (Helicoverpa armigera). Pengendalian: (1) Tanam serentak atau pergiliran tanaman; (2) cari dan bunuh ulat-ulat tersebut (biasanya terdapat di dalam tanah); (3) Semprot PESTONA, VITURA atau VIREXI.
2. Penyakit
a. Penyakit bulai (Downy mildew)
Penyebab: cendawan Peronosclerospora maydis dan P. javanica serta P. philippinensis, merajalela pada suhu udara 270 C ke atas serta keadaan udara lembab. Gejala: (1) umur 2-3 minggu daun runcing, kecil, kaku, pertumbuhan batang terhambat, warna menguning, sisi bawah daun terdapat lapisan spora cendawan warna putih; (2) umur 3-5 minggu mengalami gangguan pertumbuhan, daun berubah warna dari bagian pangkal daun, tongkol berubah bentuk dan isi; (3) pada tanaman dewasa, terdapat garis-garis kecoklatan pada daun tua. Pengendalian: (1) penanaman menjelang atau awal musim penghujan; (2) pola tanam dan pola pergiliran tanaman, penanaman varietas tahan; (3) cabut tanaman terserang dan musnahkan; (4) Preventif diawal tanam dengan GLIO
b. Penyakit bercak daun (Leaf bligh)
Penyebab: cendawan Helminthosporium turcicum. Gejala: pada daun tampak bercak memanjang dan teratur berwarna kuning dan dikelilingi warna coklat, bercak berkembang dan meluas dari ujung daun hingga ke pangkal daun, semula bercak tampak basah, kemudian berubah warna menjadi coklat kekuning-kuningan, kemudian berubah menjadi coklat tua. Akhirnya seluruh permukaan daun berwarna coklat. Pengendalian: (1) pergiliran tanaman. (2) mengatur kondisi lahan tidak lembab; (3) Prenventif diawal dengan GLIO
c. Penyakit karat (Rust)
Penyebab: cendawan Puccinia sorghi Schw dan P.polypora Underw. Gejala: pada tanaman dewasa, daun tua terdapat titik-titik noda berwarna merah kecoklatan seperti karat serta terdapat serbuk berwarna kuning kecoklatan, serbuk cendawan ini berkembang dan memanjang. Pengendalian: (1) mengatur kelembaban; (2) menanam varietas tahan terhadap penyakit; (3) sanitasi kebun; (4) semprot dengan GLIO.
d. Penyakit gosong bengkak (Corn smut/boil smut)
Penyebab: cendawan Ustilago maydis (DC) Cda, Ustilago zeae (Schw) Ung, Uredo zeae Schw, Uredo maydis DC. Gejala: masuknya cendawan ini ke dalam biji pada tongkol sehingga terjadi pembengkakan dan mengeluarkan kelenjar (gall), pembengkakan ini menyebabkan pembungkus rusak dan spora tersebar. Pengendalian: (1) mengatur kelembaban; (2) memotong bagian tanaman dan dibakar; (3) benih yang akan ditanam dicampur GLIO dan POC NASA .
e. Penyakit busuk tongkol dan busuk biji
Penyebab: cendawan Fusarium atau Gibberella antara lain Gibberella zeae (Schw), Gibberella fujikuroi (Schw), Gibberella moniliforme. Gejala: dapat diketahui setelah membuka pembungkus tongkol, biji-biji jagung berwarna merah jambu atau merah kecoklatan kemudian berubah menjadi warna coklat sawo matang. Pengendalian: (1) menanam jagung varietas tahan, pergiliran tanam, mengatur jarak tanam, perlakuan benih; (2) GLIO di awal tanam.
Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.
F. Panen dan Pasca Panen Jagung
1. Ciri dan Umur Panen
Umur panen + 86-96 hari setelah tanam. Jagung untuk sayur (jagung muda, baby corn) dipanen sebelum bijinya terisi penuh (diameter tongkol 1-2 cm), jagung rebus/bakar, dipanen ketika matang susu dan jagung untuk beras jagung, pakan ternak, benih, tepung dll dipanen jika sudah matang fisiologis.
2. Cara Panen
Putar tongkol berikut kelobotnya/patahkan tangkai buah jagung.
3. Pengupasan
Dikupas saat masih menempel pada batang atau setelah pemetikan selesai, agar kadar air dalam tongkol dapat diturunkan sehingga cendawan tidak tumbuh.
4. Pengeringan
Pengeringan jagung dengan sinar matahari (+7-8 hari) hingga kadar air + 9% -11 % atau dengan mesin pengering.
5. Pemipilan
Setelah kering dipipil dengan tangan atau alat pemipil jagung.
6. Penyortiran dan Penggolongan
Biji-biji jagung dipisahkan dari kotoran atau apa saja yang tidak dikehendaki (sisa-sisa tongkol, biji kecil, biji pecah, biji hampa, dll). Penyortiran untuk menghindari serangan jamur, hama selama dalam penyimpanan dan menaikkan kualitas panenan.

Contoh Artikel Tentang Pertanian

Bidang pertanian merupakan peluang usaha yang dapat dikembangkan di Indonesia, mengingat sumber daya alam negeri ini yang berlimpah. Contoh artikel tentang pertanian dapat dijadikan penambah wawasan anda dalam mengembangkan bisnis di dunia pertanian. Banyak sekali prospek bisnis yang dapat digeluti pada bidang yang potensial ini.

Teknis Budidaya Strawberry
Tanaman stroberry mulai berbunga pada umur 2 bulan tetapi pembuahan pertama sebaiknya dipangkas karena belum bisa berproduksi optimal. Setelah strawberry berumur 4 bulan mulai diarahkan untuk lebih produktif berbunga dan berbuah. Panen dilakukan dengan dipetik atau digunting bagian tangkai buah beserta kelopaknya, dan dilakukan secara periodik dua kali seminggu.

Analisis Biaya Budidaya Pertanian Anggur
Anggur dimanfaatkan sebagai buah segar maupun untuk diolah sebagai jadi produk lain seperti minuman fermentasi hasil perasan anggur yang mengandung alkohol biasa disebut Wine, dikeringkan menjadi kismis dan untuk keperluan industri selai dan jeli. Di Indonesia sentra anggur terdapat di Jawa Timur, Bali dan Kupang.

Prospek Bisnis Budidaya Tomat
Budidaya tomat dapat dilakukan di dataran rendah ataupun di dataran tinggi. Tanah yang cocok adalah tanah gembur, porus dan subur, tanah liat yang sedikit mengandung pasir. Bila tanah memiliki pH rendah berikanlah kapur dolomite 150 kg/1000 m2 dan disebar serta diaduk rata pada umur 2-3 minggu sebelum tanam.

Tips Budidaya Jamur Merang Media Kardus
Media tanam berupa merang ternyata dapat digantikan dengan media yang mudah kita dapatkan dan berharga murah yaitu kardus. Kelebihan yang anda dapatkan dengan media kardus ini adalah pengolahannya singkat, tidak perlu dikomposkan seperti jamur dengan media jerami, produksi rata-rata bisa mencapai 6-7 kg, jamur yang dihasilkan lebih kenyal, aroma jamur lebih wangi dan warna jamur lebih putih.

Jenis Penyakit Tanaman Semangka
Layu Fusarium, penyebabnya adalah lingkungan yang terlalu lembab. Gejala yang terjadi adalah timbul kebusukan pada tanaman yang tadinya lebat dan subur. Pengendalian dengan pergiliran masa tanam dan menjaga kondisi lingkungan, menanam pada areal baru yang belum ditanami, pemberian Natural GLIO sebelum atau pada saat tanam.

Pengendalian Hama Tanaman Jeruk
Kutu loncat, bagian diserang : tangkai, kuncup daun, tunas, daun muda. Gejala: tunas keriting, tanaman mati. Pengendalian: menggunakan PESTONA atau Natural BVR. Penyemprotan dilakukan menjelang dan saat bertunas, buang bagian yang terserang.

Burung Merpati Sebagai Lambang Kesetiaan

Burung merpati yang sering disebut juga burung dara pada dasarnya merupakan dua jenis burung yang berbeda tetapi keduanya masuk dalam famili Columbidae dari ordo Columbiformes yang mencakup lebih dari 300 spesies burung pengicau. Untuk burung merpati mempunyai kecendrungan ukuran yang lebih besar dan sedangkan burung dara mempunyai kecendrungan ukuran yang lebih kecil.
Karena mudah menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan memiliki sense of location dalam waktu yang lama serta dalam jarak yang jauh, maka burung merpati sering menjadi hewan peliharaan.

Kembali ke pembahasan untuk kali ini saya akan membahas tentang burung merpati sebagai lambang kesetiaan. Jika kita ingin mengibaratkan tentang kesetiaan cinta terhadap pasangan kita, kerapkali kita melambangkan burung merpati. Seekor merpati jantan tidak akan berganti pasangan dengan merpati betina selain pasangannya. Jika musim kawin tiba, burung merpati jantan ini akan selalu mengikuti kemanapun merpati betina pasangannya pergi. Setelah betina bertelur, merpati jantan akan dengan setia bergantian selama 19 hari masa eram. Juga setelah telur menetas, merpati jantan serta betina akan memberikan makanan melalui mulutnya kepada anak-anak mereka.