TNI AL MENGAMANKAN KOMPLOTAN PENGEMBOM IKAN


Anggota TNI AL mengamankan 8 nelayan asal Pemangkat, Kalimantan Barat di Perairan Pulau Mentebung, Kecamatan Tambelan, Bintan, Minggu (22/5) sekitar pukul 07.30 WIB. Mereka ditangkap dan ditahan lantaran menangkap ikan dengan bahan peledak.

Kegiatan ini merugikan nelayan setempat karena dilakukan berulang kali. Selain mengamankan 8 orang yang terdiri dari seorang nakhoda dan tujuh awak buah kapal (ABK), TNI AL juga mengamankan barang bukti berupa 6 bahan bom siap ledak, 2 karung pupuk, TNT, 1 sampan, kompresor, selang, kacamata selam, daker serta ikan galak 200 kilogram.

Danposal Tambelan, Letnan Dua (Letda) Kasno Setiawan melalui telepon kepada wartawan Tanjungpinang Pos, Minggu siang kemarin menyebutkan, pihaknya mendengar laporan banyaknya nelayan asal Kalimantan Barat masuk ke Perairan Tambelan dan melakukan pengeboman di sana.

Perwira yang baru lima bulan bertugas di Perairan Tambelan itu, mendapatkan pengaduan Sabtu malam. Informasinya ada kapal menangkap ikan dengan bahan peledak. ‘’Dapat info dari nelayan Tambelan,’’ kata Letda Kasno Setiawan.

Malam itu TNI AL mempersiapkan kapal patroli untuk bergerak ke lokasi. Setelah melalui proses pengintaian, akhirnya diketahui kapal nelayan asal Pemangkat itu terlihat di Perairan Pulau Penyamuk Tambelan.

Kapal patroli langsung melakukan penyergapan dan mendapati kapal sasaran melakukan aktivitas di luar wilayah mereka. “Kita sergap paginya. Mulanya kita memberikan peringatan dengan mengeluarkan tembakan ke atas, kita meminta mereka ke depan palka, lantas kita mendekat untuk mengamankan 8 orang ABK di atas kapal itu,’’ kata Letda Kasno Setiawan.

Letda Kasno Setiawan mengatakan, nelayan dan barang buktinya diamankan di pos TNI AL di Tambelan. ‘’Penangkapan ini sudah kita laporkan ke Tarempa dan Tanjungpinang, untuk selanjutnya kita menunggu apakah akan ditangani Lanal Tarempa atau ke Tanjungpinang,’’ jelasnya.

S Wan Topan, tokoh pemuda Tambelan kepada wartawan Tanjungpinang Pos mengatakan, kapal-kapal asal Pemangkat Kalimantan Barat sudah sangat meresahkan nelayan di Tambelan. Sebab, nelayan-nelayan dari luar itu selalu memasuki Perairan Tambelan dengan bahan peledak dan memusnahkan kantong-kantong pendapatan nelayan yang ada di Tambelan.

Masyarakat menghargai apa yang dilakukan oleh Posal Tambelan karena berhasil menjalankan tugas dengan baik dan mampu meringankan persoalan masyarakat.

‘’Saya mengharapkan segenap aparatur terkait ikut membantu membasmi tindak pidana pengeboman yang selalu merugikan nelayan di Tambelan. Semoga para pengebom mendapatkan ganjarannya seberat-beratnya dan terbongkar siapa aktor intelektual di belakang semua ini,’’ harapannya.(noc)

Sumber Berita: Tanjung Pinang Pos

Sumber Gambar : Google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *