Koordinasi Pra Kajian Pemetaan SDM Iptek Industri Teknologi Tinggi Yang Strategis
Pada Jumat, 1 April 2011 lalu, bertempat di Ruang Rapat Lantai 7 gedung II BPPT, telah dilaksanakan rapat koordinasi penyusunan rencana tindak dan penyusunan kuisioner yang diselenggarakan oleh Bidang Industri, Keasdepan Sumber Daya Manusia (SDM) Iptek, Deputi Sumber Daya Iptek bekerjasama dengan Pusat Penelitian Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Pappiptek – LIPI).
Rapat koordinasi ini merupakan bagian dari Kajian Pemetaan SDM Iptek Industri Teknologi Tinggi yang strategis dan akan dilakukan di enam Provinsi, yaitu: Sumatera Selatan, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sulawes Selatan.
Pada pembukaan acara, Asisten Deputi Sumber Daya Manusia ilmu Pengetahuan dan teknologi (Asdep SDM Iptek), Andika Fajar, mengatakan bahwa kajian ini merupakan kegiatan Tupoksi Keasdepan SDM Iptek untuk membuat suatu rekomendasi kebijakan dalam usaha memberdayakan SDM Iptek industri, khususnya yang ada di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tergolong teknologi tinggi yang strategis.
“Kegiatan ini tidak berdiri sendiri, karena laporannya nanti bersamaan dengan bidang lainnya selain Industri di Keasdepan SDM Iptek, yaitu Perguruan Tinggi dan Litbang dan masyarakat” jelasnya.
Ditambahkannya, bahwa tujuan dari adanya kajian ini adalah melakukan identifikasi kondisi dan potensi tingkat kemampuan SDM Iptek di sektor publik, Industri dan masyarakat. Sehingga nantinya akan dihasilkan statistik demografi SDM Iptek yang dapat digunakan untuk menentukan kebijakan lebih lanjut.
Kepala Bidang Industri Keasdepan SDM Iptek, Syarif Hidayat menjelaskan, bahwa kajian yang nantinya akan dilakukan ini melibatkan beberapa BUMN eks BUMN-Industri Strategis dan beberapa BUMN lainnya yang tergolong teknologi tinggi yang strategis, berjumlah kurang lebih 30 perusahaan sebagai sampelnya.
Kajian ini akan dilakukan pada April hingga Oktober 2011, dimana sebelumnya terlebih dahulu akan diselenggarakan Seminar Nasional dengan pembicara dari unsur pengambil kebijakan, praktisi, dan pakar Industri Strategis yang kompeten dibidangnya.
“Kita ingin membandingkan hasil survei yang dilakukan dengan kesimpulan dari Seminar Nasional tersebut, sehingga dalam penulisan laporan akhirnya nanti dapat memuat rekomendasi kebijakan yang benar-benar kuat”, ujarnya.
Dalam kesempatan lainnya, Trina Fizzanty dari Pappiptek – LIPI menjelaskan, beberapa hal mengenai metode dalam melakukan survei. Hal ini berdasarkan pengalaman Pappiptek dalam melakukan survei pada beberapa saat yang lalu. Ia mengatakan bahwa dalam melaksanakan survei, ada beberapa trik yang harus diketahui.
“Pada intinya privacy dari perusahaan itu tidak boleh diketahui khalayak umum, makanya perlu dilakukan indept interview (wawancara mendalam) untuk mengorek keterangan yang diperlukan”, urainya.
Ditambahkan Trina, bahwa keterangan dari nara sumber BUMN Industri Strategis itu yang berupa transkrip interview dikirim kembali kepada BUMN yang disurvei untuk meminta persetujuan untuk dapat dimuat dalam laporan survei.
“ Dengan demikian, tidak ada komplain dari BUMN tersebut kepada tim peneliti, sehingga kedepannya akan lebih mudah untuk berhubungan kembali dengan mereka yang ada di Industri tersebut”, pungkasnya. (ad-3/dep-2/humasristek)
» Kontak : Trina Fizzanty
Sumber: Pusat Penelitian Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi –
http://www.lipi.go.id