KERANG KIPAS-KIPAS
3.1 Kerang Kipas-kipas (Amusium pleuronectes)
Kerang kipas-kipas atau nama latinnya Amusium pleuronectes memiliki bentuk cangkang yang seperti kipas. Klasifikasi Kerang Kipas-Kipas Menurut Linneus (1758) adalah sebagai berikut:
Kingdom : Animalia
Filum : Mollusca
Kelas : Bivalvia
Order : Pterioidea
Famili : Pectinidae
Sub Famili : Pectininae
Genus : Amusium
Spesies : Amusium pleuronectes
Kerang kipas-kipas memiliki merupakan anggota dari famili Pectinidae. Sebagian besar Petcinidae hidup di perairan laut. Famili ini merupakan hermafrodit. Terdapat lebih dari 30 marga dan sekitar 350 spesies dalam Keluarga Pectinidae.
Karakteristik dan bentuk morfologi kerang kipas- kipas dapat dilihat pada gambar satu berikut ini.
Morfologi dan Anatomi Kerang Kipas-kipas (Amusium pleuronectes)
Kerang kipas-kipas memiliki tempurung kulit yang tipis, umumnya memiliki panjang mencapai 8 cm, lateral dikompresi, bentuk tempurungnya hampir melingkar secara garis besar, kedua katupnya agak cembung, kanan (bawah) katup hanya sedikit lebih meningkat dan besar dibandingkan kiri (atas ) katup. Tubuhnya terdiri atas bagian anterior, posterior, dorsal, dan ventral. Tempurung kulit tersusun atas tiga lapisan yaitu peilostracum (luar), prismatic (tengah), dan nakse (dalam).
Tubuh Kerang Kipas-kipas mengandung zat kapur. Terdapat gigi atau tonjolan pada keping yang satu dan lekukan atau alur pada keping yang lain untuk mempererat sambungan kedua keping cangkang pada pelecypoda. Mantel pada pelecypoda menutup seluruh tubuh dan terletak di bawah cangkang. Pada tepi mantel terdapat tiga lipatan dalam, lipatan tengah, dan lipatan luar. Lapisan luar berfungsi sebagai penghasil cangkang. Puncak cangkang disebut umbo. Garis-garis disekitar umbo menunjukkan pertumbuhan cangkang.
Sistem reproduksi dari kerang kipas-kipas yaitu Diesious (unisex), terdiri dari dua gonad yang berbentuk banyak percabangan yang dilanjutkan pada sebuah ductus atau posusgenetalia. Kebanyakaan bivalve diocious, kedua gonad menyelubungi usus dan saling berdekatan sehingga keadaan pasangan sulit diketahui saluran gonad sederhana karena tidak ada kopulasi. (Wijarni 1990).
Kerang Kipas-kipas memiliki warna coklat kemerahan pada luar katup kiri, terdapat nuansa yang berbeda-beda sepanjang tanda pertumbuhan konsentris, dan memiliki garis radial yang lebih gelap dan titik-titik putih kecil di daerah umbo. Interior katup kiri keputihan, sering dengan rona merah muda pada marjin dan daerah pusat, dan bercak berwarna cokelat di bawah engsel (Poutiers JM 1998).
Distribusi Kerang Kipas-kipas (Amusium pleuronectes)
Habitat dari kerang kipas-kipas yaitu didaerah perairan laut dasar dengan kedalaman 10-80 m (Poutiers JM 1998) dan merupakan hasil tangkap sampingan dari para nelayan. Hidup didaerah beriklim tropis (Poutiers JM 1998). Adapun daerah penyebarannya menurut FAO yaitu Samudra Hindia bagian timur, didaerah pasifik (northwest), Pasifik Barat bagian tengah. Adapun wilayah penangkapannya menurut informasi yang kami dapatkan dari para nelayan di TPI blanakan yaitu Sumatera, bangka, dan Kalimantan.
Alat Tangkap
Menurut informasi yang kami peroleh dari para Nelayan di TPI Blanakan Subang, kerang kipas-kipas ditangkap dengan menggunakan alat tangkap cantrang dan jaring arad yang merupakan cantrang dengan ukuran yang kecil. Alat tangkap cantrang masuk dalam klasifikasi pukat kantong. Alat tangkap ini merupakan alat tangkap yang berbentuk seperti kantong yang dioperasikan dengan cara melingkari gerombolan ikan dan ditarik ke kapal menggunakan tenaga manusia (Subani dan Barus 1989). Hasil tangkapan dengan jaring Cantrang pada dasarnya yang tertangkap adalah jenis ikan dasar (demersal) dan udang seperti ikan petek, biji nangka, gulamah, kerapu, sebelah, pari, cucut, gurita, bloso dan macam-macam udang (Subani dan Barus 1989).
Menurut informasi yang kami peroleh dari para nelayan di sana, dibutuhkan waktu sekitar 10 hari untuk melaut dan biasanya jumlah nelayan yang beroperasi sebanyak 8-10 orang. Biaya untuk sekali melaut menghabiskan sekitar Rp 20.0000.000,- sampai Rp 25.000.000,-.
Nilai Ekonomis dan Ekologi Kerang Kipas-kipas (Amusium pleuronectes)
Kerang Kipas-kipas merupakan ikan yang dimanfaatkan manusia untuk konsumsi dan komoditas komersil. Di Pasaran, otot bersama gonad kipas-kipas memiliki nilai jual sekitar Rp 12.000,- per kilogram (wisowati 2008). Dalam ekologi kerang kipas ini sebagai pemakan plankton dengan cara menyaring plankton. Selain itu limbah dari kerang kipas-kipas ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan itik (www.anima.au).
Daftar Pustaka
Hoyle. 1885. www.sealifebase.org/summary/SpeciesSummary.php?id=57147
Subani, Waluyo. H.R. Barus. 1989. Alat Penangkapan Ikan Dan Udang Laut Di Indonesia. Jakarta : Balai Penelitian Perikanan Laut.
Widowati .2008. Analisa kualitatif reproduksi kerang kipas-kipas. www.ijms.undip.ac.id/…/263-analisa-kualitatif-reproduksi-kerang-kipas-kipas-amusium-sp-dari-weleri-kendal-jawa-tengah
Aldrich. 1982. http://www.newworldencyclopedia.org/entry
