RED CANARY

Burung Kenari ini pertama kali dikembangkan pada 1930-an oleh Dr Hans Duncker (Jerman) dengan menyilangkan siskin merah (jantan) dengan kenari kuning (betina). Beberapa orang mengatakan leluhur dari hewan peliharaan kenari kuning yang digunakan Hans adalah Roller Jerman, sementara yang lainnya menyakini sebagai kenari Border.
Red Factor Canary merupakan salah satu jenis burung kenari yang sangat populer. Burungnya sangat actif dan bergairah. Burung ini relatif mudah dipelihara namun perlu usaha yang lumayan keras untuk menernakkannya sehingga menghasilkan keturunan yang bagus.
Red Factor Canary termasuk “color canary” dan sebenarnya juga merupakan Color Bred Canary tetapi memiliki “red factor” sebagai bagian dari struktur genetiknya.

Taman Nasional Komodo


Datanglah ke Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur.
Kendurkan syaraf dan bebaskan pikiran Anda untuk berpetualang di tempat yang menakjubkan ini. Saat berada di Taman Nasional Komodo seakan saja Anda berada di planet lain, sebuah pengalaman sangat mengesankan dan tak terlupakan bila mengunjunginya. Ada keindahan menunggu Anda di sini, belum lagi kekayaan biota bawah airnya. Sementara di atasnya terpampang pulau-pulau indah berpasir putih hingga yang berpasir merah muda indahnya saat disapa matahari.
Taman ini mencakup 3 pulau utama yaitu Pulau Komodo, Rinca, dan Padar, banyak juga pulau-pulau kecil lainnya yang jika dijumlahkan memiliki luas tanah 603 km². Total luas Taman Nasional Komodo saat ini adalah 1.817 km². Diperluas hingga 25 km² (Pulau Banta) dan 479 km² perairan laut akan menghasilkan total luas hingga 2.321 km². Setidaknya 2500 ekor komodo hidup di wilayah ini. Komodo (Varanus komodoensis) adalah spesies langka yang hampir punah, hanya dapat Anda temukan di Taman Nasional Komodo. 
Karena keunikan dan kelangkaannya, Taman Nasional Komodo dinyatakan sebagai a World Heritage Site dan Man and Biosphere Reserve oleh UNESCO tahun 1986. Pertama kali ditemukan dunia ilmiah tahun 1911 oleh JKH Van Steyn. Sejak saat itu kemudian memperluas tujuan konservasinya juga untuk melindungi seluruh keanekaragaman hayati, baik laut dan darat. Komodo berukuran besar biasanya memiliki panjang 3 m dan berat 90 kg. Habitat komodo adalah alam terbuka dengan padang rumput savanna, hutan hujan, pantai berpasir putih, batu karang, dan pantai yang airnya jernih. Di kawasan ini, Anda juga dapat menemukan kuda, banteng liar, rusa, babi hutan jantan, ular, kera, dan berbagai jenis burung.

Taman Nasional Komodo memiliki biota bawah laut yang menakjubkan. Para penyelam mengatakan bahwa perairan Komodo adalah salah satu tempat menyelam terbaik di dunia. Memiliki pemandangan bawah laut yang memukau. Anda dapat menemukan 385 spesies karang yang indah, hutan mangrove, dan rumput laut sebagai rumah bagi ribuan spesies ikan, 70 jenis bunga karang, 10 jenis lumba-lumba, 6 macam paus, penyu hijau, dan berbagai jenis hiu dan ikan pari.

Komodo adalah makhluk besar mirip kadal raksasa dengan memiliki panjang 2-3 m dan berat mencapai 165 kg, atau 100 kg saat perut kosong. Meskipun penampilannya menyeramkan, komodo bukanlah hewan pemburu yang aktif, mereka merupakan predator yang sabar. Di alam liar, komodo biasanya memburu mangsa yang lemah atau sudah terluka. Mereka hanya butuh satu gigitan untuk melumpuhkan mangsanya. Setelah mengintai mangsanya, terkadang hingga berhari-hari, komodo akan memakan mangsanya yang tengah sekarat.
Meski besar ukurannya, bersisik, berkuku tajam, lidah menjulur bercabang dua, serta bentuknya yang purba tetapi Anda tidak perlu takut melihatnya seseram itu karena setiap pengunjung termasuk Anda yang ingin melihat hewan ini akan ditemani jagawana yang sekaligus sebagai pawang. Anda tinggal mematuhi saja semua petunjuk dan saran pemandu berpengalaman ini.

Banyak hal yang dapat Anda lihat dan lakukan di sini. Sebuah pengalaman menakjubkan bila Anda melihat komodo dari jarak dekat di habitat aslinya tentunya bersama pemandu. Di Pulau Rinca, Anda dapat melihat komodo berbaring di luar rumah penjaga taman nasional atau berbaring dekat rumah petugas. Sebelumnya, untuk bisa melihat komodo, Anda harus memberikan kambing sehingga menarik perhatian komodo, namun hal tersebut sudah dilarang saat ini.
Jika Anda tidak sempat melihat komodo, maka Pulau Rinca dan Komodo memiliki pemandangan yang indah dengan pantai berpasir putih, hutan mangrove, padang rumput savanna, dan pantai biru yang jernih.
Di sini juga Anda dapat melakukan kegitan lain seperti diving dan snorkeling. Anda juga dapat melaut dengan menggunakan kapal layar atau perahu nelayan. Beberapa tempat menyelam yang disarankan adalah Pantai Merah, Batu Bolong, dan Pulau Tatawa.
Di Pantai Merah Anda akan menikmati pantai indah yang berpasir merah muda. Saat ombak menyapu maka warna pasir berubah manjadi merah muda. Pantai yang seperti ini diperkirakan hanya ada 7 di dunia. Terumbu karang di bawah lautnya sangat menakjubkan karena dihuni beragam ikan hias yang berwarna warni seperti bat fish, butterfly fish, dan clown fish. Jumlahnya diperkirakan mencapai 1000 species ikan, 260 species terumbu karang, dan 70 species sponge. Bagaimana, tertarik?

Saat Anda berada di perahu jangan heran bila disambut oleh lumba-lumba, bahkan bila beruntung Anda dapat melihat penyu hijau ataupun paus berenang di perairan ini. Jika Anda ingin melihat ribuan kelelawar maka Anda dapat menginap di perahu motor di perairan Pulau Kalong dekat Pulau Rinca.

Hewan yang Hidup di Darat
Di Pulau ini hewan yang hidup di darat jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan hewan lautnya. Akan tetapi, meski di darat dihuni sedikit jenis hewan namun merupakan habitat untuk hewan unik komodo. Banyak juga terdapat hewan mamalia khas seperti, rusa, babi, beruk, dan musang. Beberapa hewan reptil dan burung memiliki kemiripan seperti yang terdapat di Australia. Termasuk scrubfowl berkaki jingga, lesser sulpher-crested cockatoo, dan nosy friarbird.
Hewan reptil selain komodo adalah 12 spesies ular yang hidup daratan pulau ini. Termasuk cobra (Naja naja sputatrix), Russel’s pit viper (Vipera russeli), dan ular pohon hijau yang berbisa (Trimeresurus albolabris). Kadal termasuk 9 spesies skink (Scinidae), tokek (Gekkonidae), kadal tak bertungkai (Dibamidae), dan biawak (Varanidae). Jenis katak seperti bullfrog Asia (Kaloula baleata), Oreophyne jeffersoniana, dan Oreophyne darewskyi. Mereka biasanya dapat ditemukan di dataran tinggi yang lembab.
Hewan mamalia meliputi rusa timor (Cervus timorensis), mangsa utama komodo, kuda (Equua sp.), kerbau (Bubalus bubalis), babi jantan hutan (Sus scrofa vittatus), beruk ekor panjang (Macaca fascicularis), musang palem (Paradoxurus hermaphrodites lehmanni), tikus yang hanya terdapat di Pulau Rinca (Rattus rintjanus), dan kelelawar buah. Anda juga dapat menemukan kambing, anjing, dan kucing.
Burung adalah salah satu spesies utama di sini. Ada scrubfowl berkaki jingga (Megapodius reinwardti), burung yang hidup di darat. Di kawasan padang rumput savanna terdapat 27 spesies yang dapat Anda amati. Geopelia striata dan Streptopelia chinensis adalah spesies yang paling banyak ditemui. Ada juga 28 spesies burung, Philemon buceroides, Ducula aenea, dan Zosterops chloris yang paling sering ditemui.

Lingkungan Fisik Laut
Wilayah laut membentuk 67% taman nasional. Perairan terbuka di taman nasional memiliki kedalaman 100 dan 200 m. Selat Rinca dan Flores serta Padar dan Rinca, relatif dangkal sedalam 30 sampai 70 m, dengan arus yang besar. Kombinasi dari arus yang deras, batu karang, dan pulau-pulau kecil membuat pulau-pulau di sekitar Pulau Komodo sulit dijangkau dan berbahaya. Pelabuhan dalam yang aman terdapat di teluk Loh Liang di pantai timur Pulau Komodo, pantai tenggara Padar, dan teluk Loh Kima dan Loh Dasami di Rinca.
Di bagian utara taman nasional, suhu airnya berkisar antara 25-29ºC. Di bagian tengah, suhu air berkisar antara 24 dan 28ºC. Suhu airnya lebih rendah di bagian selatan, berkisar antara 22-28ºC dengan tingkat keasinan sekitar 34 ppt dan airnya cukup jernih meskipun air yang dekat dengan pulau sedikit keruh.

Ekosistem Laut
Indonesia merupakan satu-satunya wilayah yang dilewati garis khatulistiwa di dunia dimana terdapat pertukaran flora dan fauna laut antara samudra pasifik dan Hindia. Koridor di Nusa Tenggara (dahulunya pulau Sunda Leusser) antara Sunda dan Sahul menunda perpindahan antara samudra Pasifik dan Hindia. 3 ekosistem utama di Taman Nasional Komodo adalah bentangan laut, batu karang, dan hutan hutan mangrove (bakau). Taman nansional ini adalah jalur perpindahan cetacean.

Tumbuhan Laut
Tiga flora utama di lautnya adalah alga, rumput laut, dan pohon bakau. Alga adalah tumbuhan primitif yang tidak memiliki akar, daun, dan batang. Susunan karang alga yang penting adalah alga merah coralline yang mengeluarkan kerangka batu gamping yang keras yang dapat mengerak dan melekatkan karang yang sudah mati. Lamun atau Seagrass adalah tumbuhan modern yang menghasilkan bunga, buah-buhan, dan biji-bijian untuk reproduksi. Seperti namanya, bentuk lamun seperti sehelai besar rumput yang tumbuh di bawah laut di pasir dekat tepi laut.
Thallasia sp. dan Zastera spp. adalah spesies yang paling banyak ditemui di taman nasional. Pohon bakau dapat hidup di tanah yang asin atau air dan dapat ditemukan di seluruh taman nasional. Didentifikasi setidaknya 19 spesies bakau asli dan beberapa spesies bakau yang lain yang berada di perbatasan taman nasional.

Hewan Laut
Taman Nasional Komodo termasuk dalam salah satu alam laut terkaya di dunia. Kehidupan laut di taman nasional ini tercatat sebanyak 259 jenis karang dan 1.000 jenis ikan seperti barakuda, marlin, ekor kuning, kakap merah, baronang. Di sini Anda dapat temukan foram, cnidarian, termasuk lebih dari 260 spesies susunan terumbu karang, bunga karang sekitar 70 spesies, ascidian, cacing laut, moluska, echinoderm, udang-udangan, cartilaginous, dan ikan bertulang lebih dari 1.000 spesies, reptil laut, dan mamalia laut seperti lumba-lumba, paus, dan dugong. Beberapa spesies penting yang bernilai komersil adalah timun laut (Holothuria), Napoleon wrasse (Cheilinus undulates), dan ikan-ikan yang berkelompk seperti sarden.

Akomodasi
Seperti di Loh Liang (Pulau Komodo) maka di Loh Buaya (Pulau Rinca) juga memiliki wisma sederhana dengan beberapa kamar. Hotel mewah dengan kapasitas terbatas sedang dibangun di Loh Liang. Kebanyakan wisatawan yang mengunjungi Pulau Rinca tidak menginap di sini, mereka datang dari Labuan Bajo dan menginap di hotel-hotel di Labuan. Wisatawan yang datang ke Pulau Komodo biasanya menginap di perahu motor sewaan. Hampir semua perahu motor memiliki kabin dan kamar tidur. Perahu motor besar biasanya memiliki tempat tidur yang nyaman.
Rumah penjaga taman nasional yang telah direnovasi menjadi akomodasi bergaya ekologi, dengan fasilitas modern seperti kamar mandi pribadi, persediaan listrik yang terbatas, makan. Hanya beberapa langkah ke pantai Loh Liang. Rumah penjaga menjadi akomodasi alternatif bagi wisatawan yang karena berbagai alasan tidak bisa tidur di perahu motor.
Resor Puri Komodo, Batu Gosok Terletak di ujung barat laut pulau Flores, tempat ini terkenal dengan nama Batu Gosok, sebuah semenanjung yang terpisah. Tanah seluas 250.000 km² adalah tempat menyenangkan untuk snorkeling, menyelam, dan para petualang alam. Teluk kecil yang menakjubkan ini memilki lebih dari 1.000 m pantai berpasir putih dan dermaga kayu mencuat 450 m ke dalam laut berwarna turquoise. Taman laut berwarna ungu, kuning, biru, dan fuchsia bersatu dengan warna cerah ikan yang berenang di antara karang-karang.
Pondok Ekologi Bajo berada di bawah organisasi non profit Iniradef. Lembaga ini mengembangkan sumber daya manusia setempat dan juga bangunan konservasi yang ramah lingkungan. Program ini disambut baik oleh masyarakat setempat. Di sini air panas menggunakan tenaga surya, terdapat sistem penyimpanan air, dan pengolahan limbah untuk perkebunan.
Akomodasi Perahu dari Labuan Bajo. Tempat tidur sederhana di dek kapal dengan kasur cukup untuk kelompok kecil sampai 4 orang, makanannya dimasak langsung di atas kapal, tersedia air mineral dalam botol, dan toilet sederhana. Di Labuan Bajo Anda dapat menginap dengan biaya sewa mulai dari Rp100.000,00/malam dan makan di restorannya mulai Rp20.000,00/orang.
Akomodasi Perahu berangkat dari Bima. Perahu yang lebih besar dengan kabin, fasilitas makan, dan peralatan keamanan, tersedia bagi wisatawan yang datang ke Komodo melalui Bima. Meskipun menghabiskan waktu lebih dari 7 jam di air, fasilitas yang nyaman di perahu lebih baik dibandingkan dengan perahu dari Labuan Bajo.

Kuliner
Di Loh Liang, manajemen Taman Nasional Komodo (PT Putri Naga Komodo) menyediakan restoran. Tidak ada restoran di Pulau Rinca. Hanya ada satu kios yang menjual minuman dan makanan ringan. Jika Anda menginap di wisma maka Anda akan mendapatkan makanan. Jika Anda menyewa perahu motor, harga sewa biasanya termasuk makan tetapi sebaiknya Anda mengkonfirmasi saat bernegosiasi harga sewa.

Berbelanja
Di awal kedatangan di Loh Buaya dan Loh Liang, terdapat toko-toko cendera mata yang menjual kaos dengan gambar komodo dan patung kayu komodo. Kaos- kaos yang dijual di sini memiliki kualitas yang bagus karenanya jangan sampai Anda tidak membelinya untuk oleh-oleh.

Berkeliling
Kaki Anda akan menjadi teman yang sangat diandalkan pulau ini. Untuk sebuah pengalaman yang tiada duanya ini maka lelahnya kaki Anda berjalan akan terbayarkan. Bila Anda ingin melihat hewan-hewan ini di habitat alami mereka, Anda harus berjalan ke bukit terdekat dengan jalur telah dirancang.
Di Pulau Komodo, Anda harus mendaki Gunung Ara setinggi 538 m di atas permukaan laut selama 3 atau 4 jam. Di Pulau Rinca, Anda harus melakukan trekking selama 1,5 jam. Jika anda beruntung, Anda dapat melihat komodo yang sedang menyerang mangsanya, berkelahi, atau sedang berjalan perlahan sepanjang jalan.
Jika melihat komodo adalah hal yang terlalu liar bagi Anda, maka mengapa tidak mengunjungi taman untuk melihat sekelompok rusa, banteng, atau kuda liar.
Bila Anda ingin menyewa kapal maka tersedia mulai dari Rp350.000,00/hari dan ini tergantung jarak.

Transportasi
Tersedia penerbangan setiap hari dan untuk tujuan Bali-Labuan Bajo atau Bandara Pulau Komodo-Bali yang masing-masing menghabiskan waktu 1,5 jam.
Setiap hari ada 2 sampai 3 penerbangan dari Bali ke Labuan Bajo dengan Transnusa, IAT (Indonesia Air Transport), dan Merpati. Selain itu, terdapat penerbangan dua kali seminggu dari Kupang. Perahu motor yang menghubungkan antarpulau dari Sape di Nusa Tenggara Barat juga tersedia setiap harinya bila cuaca memungkinkan, atau kapal PELNI dari Bali dan Lombok berhenti di sini setiap dua minggu.
Transportasi darat dari Timur yaitu di dataran utama Flores seperti, Ruteng, Bajawa, Ende, dan Maumere juga tersedia. Jika Anda tertarik untuk melakukan perjalanan jauh di Flores, Anda dapat mulai dari Maumere ke barat seperti, Moni, Kelimutu, Ende, Bena, Bajawa, Ruteng, dan terakhir Labuan Bajo (Pulau Komodo) atau dengan perjalanan pulang pergi.


Sumber:
www.floreskomodo.com 

Tips
* Jangan pergi sendirian. Lebih baik pergi bersama pemandu wisata atau petugas taman.
* Jangan mengganggu atau memberi makan komodo. Meskipun gerakannya lambat dan malas, hewan ini dapat tiba-tiba menjadi agresif dan bergerak dengan cepat.
* Ketika melakukan trekking, bawalah tongkat yang bercabang dua. Komodo biasanya takut jika digertak dengan tongkat.
* Pakailah sepatu. Pulau Komodo, Rinca, dan Pidar memiliki 12 jenis ular dan 3 diantaranya beracun, contohnya ular hijau yang hidup di pohon, kobra, dan russel’s viper yang hidup di lubang tanah padang rumput savanna.
* Wanita yang sedang menstruasi harus melapor pada pemandu atau petugas pulau agar lebih diperhatikan. Komodo memiliki indra penciuman yang tajam dan dapat menjadi agresif jika mencium bau darah.
* Bawalah obat nyamuk atau gunakan lotion anti nyamuk.
* Kebanyakan tempat di Pulau Komodo dan Rinca adalah padang rumput savanna yang mudah terbakar pada saat musim kemarau, jadi dilarang merokok dan menyalakan api.


Ada satu info lagi buat teman2…
Saat ini situs indonesia.travel sedang membuat kuis VisiT Indonesia dan hadiahnya PakeT Tour ke Pulau Komodo loh…

TIPS PERAWATAN DAN SETELAN HARIAN BURUNG CENDET

Perawatan harian untuk hewan peliharaan burung Cendet relatif sama dengan burung berkicau jenis lainnya, kunci keberhasilan perawatan harian yaitu rutin dan konsisten.
  • Jam 07.00 burung diangin-anginkan di teras. Jam 07.30 burung dimandikan (karamba mandi atau semprot, tergantung pada kebiasaan masing-masing burung).
  • Bersihkan kandang harian. Ganti atau tambahkan Voer dan Air Minum.
  • Berikan Jangkrik 4 ekor pada cepuk EF. Jangan pernah memberikan Jangkrik secara langsung pada burung.
  • Penjemuran dapat dilakukan selama 1-2 jam/hari mulai pukul 08.00-11.00. Selama penjemuran, sebaiknya burung tidak melihat burung sejenis.
  • Setelah dijemur, angin-anginkan kembali burung tersebut diteras selama 10 menit, lalu sangkar dikerodong.
  • Siang hari sampai sore (jam 10.00-15.00) burung dapat di Master dengan suara Master atau burung-burung Master.
  • Jam 15.30 burung diangin-anginkan kembali diteras, boleh dimandikan bila perlu.
  • Berikan Jangkrik 2 ekor pada cepuk EF.
  • Jam 18.00 burung kembali dikerodong dan di perdengarkan suara Master selama masa istirahat sampai pagi harinya.
PENTING
Kroto
· Kroto segar diberikan 1 sendok makan maksimal 2x seminggu.
· Pemberian Cacing diberikan 1 ekor 2x seminggu.
· Berikan Multivitamin yang dicampur pada air minum seminggu sekali saja.
PENANGANAN APABILA CENDET OVER BIRAHI
·  Pangkas porsi Jangkrik menjadi 2 pagi dan 2 sore.
·  Berikan Cacing 2 ekor 2x seminggu.
Jangkrik
·  Berikan Ulat Bambu 2 ekor 3x seminggu.
·  Frekuensi mandi dibuat lebih sering, misalnya pagi-siang dan sore.
·  Lamanya penjemuran dikurangi menjadi 30 menit/hari saja.
·  Mandi malam.
PENANGANAN APABILA CENDET KONDISINYA DROP
·  Tingkatkan porsi pemberian Jangkrik menjadi 5 pagi dan 5 sore.
·  Tingkatkan porsi pemberian Kroto menjadi setiap hari.
·  Berikan Kelabang 2 ekor seminggu sekali.
·  Mandi dibuat 2 hari sekali saja.
·  Burung segera diisolasi, jangan melihat dan mendengar burung Cendet lain dahulu.
·  Lamanya penjemuran ditambah menjadi 2-3 jam/hari.
PERAWATAN DAN STELAN BURUNG CENDET UNTUK LOMBA
Perawatan lomba untuk burung Cendet sebenarnya tidak jauh berbeda dengan perawatan hariannya. Tujuan perawatan pada tahap ini yaitu mempersiapkan burung Cendet agar mempunyai tingkat birahi yang diinginkan dan memiliki stamina yang stabil.
Kunci keberhasilan perawatan lomba untuk Burung Cendet yaitu mengenal baik karakter dasar masing-masing burung.
Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan Lomba untuk burung Cendet:
· H-3 sebelum lomba, Jangkrik bisa dinaikkan menjadi 5 ekor pagi dan 5 ekor sore.
· H-2 sebelum lomba, burung sebaiknya dijemur maksimal 30 menit saja.
· 1 Jam sebelum di gantang lomba, burung di mandikan dan berikan Jangkrik 3-5 ekor dan Ulat Hongkong 6-15 ekor.
· Apabila burung akan turun lomba kembali, berikan Jangkrik 2 ekor lagi.
PENTING
· Sebaiknya, mulai H-6 burung diisolasi. Jangan sampai melihat dan mendengar suara burung cendet lain.
·  Lakukan mandi malam (jam 19.00-20.00) pada H-1.
PERAWATAN DAN STELAN BURUNG CENDET PASCA LOMBA
Perawatan pasca lomba sebenarnya berfungsi memulihkan stamina dan mengembalikan kondisi fisik burung.
Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan Pasca Lomba untuk burung cendet:
·  Porsi EF dikembalikan ke Stelan Harian.
·  Berikan Multivitamin pada air minum pada H+1 setelah Lomba.
·  Sampai H+3 setelah Lomba, penjemuran maksimal 30 menit saja.
PERAWATAN DAN STELAN BURUNG CENDET MABUNG
Mabung (Moulting) atau rontok bulu merupakan siklus alamiah pada keluarga burung. Perawatan burung cendet pada masa mabung adalah menjadi hal yang sangat penting, karena apabila perawatan yang salah pada masa ini akan membuat burung Cendet menjadi rusak.
Pada masa mabung, metabolisme tubuh burung cendet meningkat hampir 40% dari kondisi normal. Oleh karena itu, burung Cendet butuh asupan nutrisi yang berkualitas baik dengan porsi lebih besar dari kondisi normal.
Hindari mempertemukan burung dengan burung sejenis, karena akan membuat proses mabung menjadi terganggu. Dampak dari ini adalah ketidak seimbangan hormon pada tubuh burung. Proses mabung juga berhubungan dengan hormon reproduksi.
Berikut ini Pola Perawatan Masa Mabung untuk burung cendet:
·  Tempatkan burung di tempat yang sepi, jauh dari lalu lintas manusia. Sebaiknya burung lebih banyak dalam kondisi dikerodong.
·   Mandi cukup 1x seminggu saja dan jemur maksimal 30 menit/hari.
· Pemberian porsi EF diberikan lebih banyak karena sangat diperlukan  untuk pembentukan sel-sel baru dan untuk pertumbuhan bulu baru. Misalnya: Stelan Jangkrik dibuat 6 ekor pagi dan 6 ekor sore, Kroto 1 sendok makan setiap pagi, Cacing 2 ekor 3x seminggu dan Ulat Hongkong 5 ekor setiap pagi.
·   Berikan Multivitamin yang berkualitas yang dicampur di air minum 2x seminggu.
·   Lakukan pemasteran. Masa mabung membuat burung lebih banyak pada kondisi diam dan mendengar. Inilah saat yang tepat untuk mengisi variasi suara sesuai dengan yang kita inginkan. Lakukan pemasteran dengan tepat, sesuaikan karakter dan tipe suara burung dengan suara burung master.
SUARA MASTER YANG BAIK UNTUK BURUNG CENDET ( PENTET)
Irama lagu yang dimiliki burung Cendet memegang peranan yang sangat penting di dalam penilaian lomba burung Cendet. Karena kembali kepada filosofi burung berkicau, daya tarik utama dari burung berkicau adalah kemampuan berkicaunya (irama lagu).
Memilih suara-suara master untuk burung Cendet janganlah terfokus hanya memilih suara-suara master yang kedengarannya unik dan bagus.
Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan;
·  Kesesuaian irama lagu dan frekuensi antara suara master dengan burung andalan kita. Ketidaksesuaian suara master dengan burung akan menyebabkan lagu yang fals dan tidak enak didengar.
· Mengikuti Trend Lagu yang ada. Misalnya tonjolan dan tembakan yang sedang digandrungi pada saat ini adalah tonjolan dengan speed rapat divariasikan dengan irama lagu yang ngeroll.
· Variasi irama lagu yang mewah. Yang dimaksud irama lagu yang mewah disini bukanlah suara tonjolan yang keras, tetapi kita harus bisa memilih suara-suara master yang memiliki variasi speed yang selaras dan irama lagu yang memiliki cengkok dan mengalun.
· Sangat banyak metode dan cara-cara yang dapat dilakukan di dalam proses pemasteran burung berkicau. Dan juga banyak sekali berkembang mitos-mitos yang keliru dalam prakteknya dilapangan.
      
· Salah satu mitos aneh yang berkembang, yaitu burung yang akan di master harus melihat burung masternya, agar burung yang di master dapat menirukan gaya bunyi dan cara membuka mulut burung master tersebut. Mitos lainnya yaitu proses pemasteran burung berkicau harus menunggu burung dalam keadaan ganti bulu atau mabung. 

· Sebenarnya; Pemasteran dapat kita lakukan tidak harus menunggu burung berkicau dalam keadaan mabung atau berganti bulu. Burung berkicau dalam keadaan normal, bahkan dalam keadaan top form pun juga dapat dilakukan pemasteran.

         
·  Ada Mitos yang mengatakan pemasteran burung harus menunggu masa burung mabung. Alasannya karena; Pada saat mabung, burung berkicau cenderung untuk banyak diam dan sangat jarang sekali berkicau. Burung yang banyak diam pada masa mabung tersebut, cenderung untuk lebih banyak menggunakan waktunya untuk menyimak dan mengolah suara-suara yang ada disekelilingnya. Apabila suara yang didengarnya sesuai dengan tipikal karakter suaranya, maka akan direkam dan ditirukan. 
    
·  Kunci keberhasilan dalam memaster burung Cendet adalah memaster burung dengan suara-suara master (burung master) yang cocok dan sesuai dengan karakter dasar lagu burung yang akan di master (burung maskot).
·         Satu lagi yang terpenting, jangan lupa untuk selalu memperdengarkan suara-suara master tersebut secara berkala (Feedback) kepada burung Cendet tersebut. Supaya irama lagu yang sudah ada tidak hilang dan menjadi rusak.