Biz.id, Domain Khusus UKM

Views :132 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 19 Oktober 2011 08:52
Organisasi yang mengelola nama domain Internet Indonesia, Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), akan meluncurkan domain bagi usaha kecil dan mikro, biz.id.

Selama ini banyak pengguna Internet di Indonesia yang tidak dapat menggunakan domain co.id karena belum memiliki legalitas sebagai perusahaan. “Mereka kemudian memilih menggunakan domain .com yang sangat mudah didaftarkan,” kata Ketua Umum PANDI Andi Budimansyah dalam keterangan resminya, Selasa 18 Oktober 2011.

Andi mengatakan PANDI menerima banyak masukan dari masyarakat yang menginginkan domain Indonesia dapat didaftarkan secara bebas. Sebenarnya, kata dia, sudah ada web.id yang pendaftarannya bebas. Hanya dibutuhkan identitas kartu tanda penduduk untuk proses pendaftaran.

Sedangkan domain co.id memang akan tetap dibatasi, hanya untuk yang memiliki legalitas sebagai perusahaan, seperti PT, CV, UD, dan sejenisnya. “Pembatasan ini diterapkan agar semua pengguna domain co.id benar-benar perusahaan yang terdaftar di Indonesia,” katanya.

Rencananya proses pendaftaran domain biz.id yang menyasar usaha kecil dan mikro ini juga akan sebebas web.id. Cukup dengan menyertakan KTP dan nomor pokok wajib pajak NPWP. “Ini sekaligus untuk mendukung agar lebih banyak lagi wajib pajak yang memiliki NPWP. Walaupun bukan perusahaan, setidaknya bayar pajak,” kata Andi.

Pendaftaran domain biz.id bisa dilakukan mulai awal tahun depan. Saat ini PANDI sedang migrasi ke sistem baru yang lebih handal. Dengan sistem baru ini, selain dukungan pada nama-nama domain baru, pendaftaran nama domain nantinya tidak lagi dilakukan di situs PANDI, tapi di situs-situs registrar. Sama seperti nama domain internasional.

Andi mengatakan PANDI akan berkonsentrasi sebagai operator pendaftaran yang bertindak di level kebijakan dan sistem. Adapun pendaftaran nama domain nantinya akan dilakukan di situs-situs registrar.

Sedangkan domain web.id dan my.id rencananya juga akan dapat didaftarkan secara global melalui situs-situs registrar dari luar negeri. “Dua domain itu saja. Yang lain masih tetap khusus untuk pengguna Indonesia,” kata Andi lagi.

Untuk perubahan sistem ini, PANDI harus menghentikan pendaftaran nama domain selama beberapa hari karena harus melakukani perpindahan database ke sistem baru.

Rencananya penghentian ini akan dilakukan pada pertengahan November 2011. “Waktu pastinya dan lama penghentiannya akan kami umumkan seminggu sebelum penghentian pendaftaran,” ungkap Andi.

Sebelumnya PANDI juga menyatakan akan meluncurkan domain my.id untuk kebutuhan pribadi. Penggunaan nama domain ini akan dibebaskan alias tidak dikenai biaya. Selain akan disediakan juga domain bagi korporasi yang akan menggunakan nama perusahaan mereka, yakni [nama domain].anything. Jadi misalnya nanti akan ada [nama domain].tempo.

Saat ini nama domain Indonesia, [nama domain].id, baru sekitar 58 ribu dari 250 ribu nama domain Internet yang terdaftar di Indonesia. Itu artinya hanya sekitar 23 persen yang menggunakan [nama domain].id di Indonesia.

Persentase penggunaan nama domain Indonesia tersebut terbilang kecil bila dibandingkan dengan penggunaan nama domain di Inggris dan Jepang. Saat ini terdapat 200 juta nama domain Internet yang terdaftar di seluruh dunia. (*/Tempointeraktif)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/berita/ragam-berita/4-financial/12070-bizid-domain-khusus-ukm.html

Sukses Anak Jalanan Pertama yang Menjadi Presiden Direktur

Judul : Sukses Anak Jalanan Pertama yang Menjadi Presiden Direktur
Pengarang : SISWADI dan ARI WULANDARI
Kategori : Motivasi
Halaman/Ukuran : 176 hlm, 14 x 21 cm
ISBN : 978-979-29-2471-8
Penerbit : Andi (2011)
Harga : Rp. 35.000,- (Belum diskon)


Berisi tentang kisah nyata perjalanan hidup seorang anak jalanan hingga akhirnya dia menjadi seorang presiden direktur pertama dari sebuah lembaga pendidikan bimbingan belajar yang menitikberatkan pada sisi sosial bagi kalangan menengah kebawah.

Pahit. Getir. Luka. Perih. Miris. Terhina. Teraniaya. Tanpa harapan.
Segala kata yang menyakitkan, mungkin tak cukup untuk melukiskan penderitaan saya. Jangankan sekolah, untuk makan dan bertahan hidup pun harus berjuang dalam keperihan. Sudah sering saya harus rela menerima caci maki yang luar biasa kasar. Tidak terhitung, perlakuan-perlakuan yang tidak manusiawi. Demi sesuap nasi, sering saya harus menerima pekerjaan yang kelewat berat untuk anak-anak. Masih banyak lagi hal suram buram yang saya alami sepanjang saya menggelandang di jalanan. Di jalanan yang berlaku bukanlah hukum masyarakat yang penuh aturan dan tatakrama, tetapi hukum rimba yang mengandalkan kekuatan fisik. Siapa yang kuat, dialah yang menang. Saat itu saya hanya berusaha untuk menjadi orang kuat versi saya demi mempertahankan hidup di jalanan. Pekat dan suramnya kehidupan, sering pula membuat saya ingin mengakhiri hidup dengan bunuh diri.

Seperti sebuah lentera yang saya tidak mengerti dari mana datangnya, adalah pemikiran sederhana dan lugu yang saya miliki. Saya tidak pernah berpikir banyak tentang halangan dan rintangan tersebut. Keinginan saya hanya satu, bisa makan demi mempertahankan kehidupan saya agar terus berjalan. Saya tidak mau mati konyol. Saya harus survive, saya harus kuat.

Kini, semua halangan, rintangan, penderitaan, kesakitan, kepedihan, luka, air mata, pengorbanan, semuanya telah berubah menjadi lautan hikmah. Dulu, dengan segala kepahitan yang saya alami sebagai anak jalanan, saya hanya merasakan betapa pedihnya hidup dalam kondisi yang memprihatinkan. Betapa tidak menyenangkannya menjadi anak jalanan. Salah satu kategori ‘orang-orang buangan’ yang tidak memiliki harapan dan masa depan.

Mudah-mudahan dengan membaca kisah hidup saya, semakin banyak orang yang mau mengubah hidupnya menuju kesuksesan dan kebahagiaan. Sesungguhnya, kesuksesan dan kebahagiaan tergantung pada diri kita masing-masing. Tidak tergantung pada orang lain. Apapun latar belakang kita, sukses adalah hak kita.

———————————————————————————————
“Spektakuler…! Dahsyat…! Mantab…! Luar Biasa…! Pertama di Indonesia: Presiden Direktur dari anak jalanan. Bukti dari kekuatan impian, doa, kerja keras, dan kerja cerdas ada di depan mata kita. Kalau Siswadi saja bisa, maka saya, anda, dan kita semua PASTI BISA!” —Ari Wibowo, Direktur Franchise LPBB Solusi

Taman Nasional Komodo


Datanglah ke Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur.
Kendurkan syaraf dan bebaskan pikiran Anda untuk berpetualang di tempat yang menakjubkan ini. Saat berada di Taman Nasional Komodo seakan saja Anda berada di planet lain, sebuah pengalaman sangat mengesankan dan tak terlupakan bila mengunjunginya. Ada keindahan menunggu Anda di sini, belum lagi kekayaan biota bawah airnya. Sementara di atasnya terpampang pulau-pulau indah berpasir putih hingga yang berpasir merah muda indahnya saat disapa matahari.
Taman ini mencakup 3 pulau utama yaitu Pulau Komodo, Rinca, dan Padar, banyak juga pulau-pulau kecil lainnya yang jika dijumlahkan memiliki luas tanah 603 km². Total luas Taman Nasional Komodo saat ini adalah 1.817 km². Diperluas hingga 25 km² (Pulau Banta) dan 479 km² perairan laut akan menghasilkan total luas hingga 2.321 km². Setidaknya 2500 ekor komodo hidup di wilayah ini. Komodo (Varanus komodoensis) adalah spesies langka yang hampir punah, hanya dapat Anda temukan di Taman Nasional Komodo. 
Karena keunikan dan kelangkaannya, Taman Nasional Komodo dinyatakan sebagai a World Heritage Site dan Man and Biosphere Reserve oleh UNESCO tahun 1986. Pertama kali ditemukan dunia ilmiah tahun 1911 oleh JKH Van Steyn. Sejak saat itu kemudian memperluas tujuan konservasinya juga untuk melindungi seluruh keanekaragaman hayati, baik laut dan darat. Komodo berukuran besar biasanya memiliki panjang 3 m dan berat 90 kg. Habitat komodo adalah alam terbuka dengan padang rumput savanna, hutan hujan, pantai berpasir putih, batu karang, dan pantai yang airnya jernih. Di kawasan ini, Anda juga dapat menemukan kuda, banteng liar, rusa, babi hutan jantan, ular, kera, dan berbagai jenis burung.

Taman Nasional Komodo memiliki biota bawah laut yang menakjubkan. Para penyelam mengatakan bahwa perairan Komodo adalah salah satu tempat menyelam terbaik di dunia. Memiliki pemandangan bawah laut yang memukau. Anda dapat menemukan 385 spesies karang yang indah, hutan mangrove, dan rumput laut sebagai rumah bagi ribuan spesies ikan, 70 jenis bunga karang, 10 jenis lumba-lumba, 6 macam paus, penyu hijau, dan berbagai jenis hiu dan ikan pari.

Komodo adalah makhluk besar mirip kadal raksasa dengan memiliki panjang 2-3 m dan berat mencapai 165 kg, atau 100 kg saat perut kosong. Meskipun penampilannya menyeramkan, komodo bukanlah hewan pemburu yang aktif, mereka merupakan predator yang sabar. Di alam liar, komodo biasanya memburu mangsa yang lemah atau sudah terluka. Mereka hanya butuh satu gigitan untuk melumpuhkan mangsanya. Setelah mengintai mangsanya, terkadang hingga berhari-hari, komodo akan memakan mangsanya yang tengah sekarat.
Meski besar ukurannya, bersisik, berkuku tajam, lidah menjulur bercabang dua, serta bentuknya yang purba tetapi Anda tidak perlu takut melihatnya seseram itu karena setiap pengunjung termasuk Anda yang ingin melihat hewan ini akan ditemani jagawana yang sekaligus sebagai pawang. Anda tinggal mematuhi saja semua petunjuk dan saran pemandu berpengalaman ini.

Banyak hal yang dapat Anda lihat dan lakukan di sini. Sebuah pengalaman menakjubkan bila Anda melihat komodo dari jarak dekat di habitat aslinya tentunya bersama pemandu. Di Pulau Rinca, Anda dapat melihat komodo berbaring di luar rumah penjaga taman nasional atau berbaring dekat rumah petugas. Sebelumnya, untuk bisa melihat komodo, Anda harus memberikan kambing sehingga menarik perhatian komodo, namun hal tersebut sudah dilarang saat ini.
Jika Anda tidak sempat melihat komodo, maka Pulau Rinca dan Komodo memiliki pemandangan yang indah dengan pantai berpasir putih, hutan mangrove, padang rumput savanna, dan pantai biru yang jernih.
Di sini juga Anda dapat melakukan kegitan lain seperti diving dan snorkeling. Anda juga dapat melaut dengan menggunakan kapal layar atau perahu nelayan. Beberapa tempat menyelam yang disarankan adalah Pantai Merah, Batu Bolong, dan Pulau Tatawa.
Di Pantai Merah Anda akan menikmati pantai indah yang berpasir merah muda. Saat ombak menyapu maka warna pasir berubah manjadi merah muda. Pantai yang seperti ini diperkirakan hanya ada 7 di dunia. Terumbu karang di bawah lautnya sangat menakjubkan karena dihuni beragam ikan hias yang berwarna warni seperti bat fish, butterfly fish, dan clown fish. Jumlahnya diperkirakan mencapai 1000 species ikan, 260 species terumbu karang, dan 70 species sponge. Bagaimana, tertarik?

Saat Anda berada di perahu jangan heran bila disambut oleh lumba-lumba, bahkan bila beruntung Anda dapat melihat penyu hijau ataupun paus berenang di perairan ini. Jika Anda ingin melihat ribuan kelelawar maka Anda dapat menginap di perahu motor di perairan Pulau Kalong dekat Pulau Rinca.

Hewan yang Hidup di Darat
Di Pulau ini hewan yang hidup di darat jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan hewan lautnya. Akan tetapi, meski di darat dihuni sedikit jenis hewan namun merupakan habitat untuk hewan unik komodo. Banyak juga terdapat hewan mamalia khas seperti, rusa, babi, beruk, dan musang. Beberapa hewan reptil dan burung memiliki kemiripan seperti yang terdapat di Australia. Termasuk scrubfowl berkaki jingga, lesser sulpher-crested cockatoo, dan nosy friarbird.
Hewan reptil selain komodo adalah 12 spesies ular yang hidup daratan pulau ini. Termasuk cobra (Naja naja sputatrix), Russel’s pit viper (Vipera russeli), dan ular pohon hijau yang berbisa (Trimeresurus albolabris). Kadal termasuk 9 spesies skink (Scinidae), tokek (Gekkonidae), kadal tak bertungkai (Dibamidae), dan biawak (Varanidae). Jenis katak seperti bullfrog Asia (Kaloula baleata), Oreophyne jeffersoniana, dan Oreophyne darewskyi. Mereka biasanya dapat ditemukan di dataran tinggi yang lembab.
Hewan mamalia meliputi rusa timor (Cervus timorensis), mangsa utama komodo, kuda (Equua sp.), kerbau (Bubalus bubalis), babi jantan hutan (Sus scrofa vittatus), beruk ekor panjang (Macaca fascicularis), musang palem (Paradoxurus hermaphrodites lehmanni), tikus yang hanya terdapat di Pulau Rinca (Rattus rintjanus), dan kelelawar buah. Anda juga dapat menemukan kambing, anjing, dan kucing.
Burung adalah salah satu spesies utama di sini. Ada scrubfowl berkaki jingga (Megapodius reinwardti), burung yang hidup di darat. Di kawasan padang rumput savanna terdapat 27 spesies yang dapat Anda amati. Geopelia striata dan Streptopelia chinensis adalah spesies yang paling banyak ditemui. Ada juga 28 spesies burung, Philemon buceroides, Ducula aenea, dan Zosterops chloris yang paling sering ditemui.

Lingkungan Fisik Laut
Wilayah laut membentuk 67% taman nasional. Perairan terbuka di taman nasional memiliki kedalaman 100 dan 200 m. Selat Rinca dan Flores serta Padar dan Rinca, relatif dangkal sedalam 30 sampai 70 m, dengan arus yang besar. Kombinasi dari arus yang deras, batu karang, dan pulau-pulau kecil membuat pulau-pulau di sekitar Pulau Komodo sulit dijangkau dan berbahaya. Pelabuhan dalam yang aman terdapat di teluk Loh Liang di pantai timur Pulau Komodo, pantai tenggara Padar, dan teluk Loh Kima dan Loh Dasami di Rinca.
Di bagian utara taman nasional, suhu airnya berkisar antara 25-29ºC. Di bagian tengah, suhu air berkisar antara 24 dan 28ºC. Suhu airnya lebih rendah di bagian selatan, berkisar antara 22-28ºC dengan tingkat keasinan sekitar 34 ppt dan airnya cukup jernih meskipun air yang dekat dengan pulau sedikit keruh.

Ekosistem Laut
Indonesia merupakan satu-satunya wilayah yang dilewati garis khatulistiwa di dunia dimana terdapat pertukaran flora dan fauna laut antara samudra pasifik dan Hindia. Koridor di Nusa Tenggara (dahulunya pulau Sunda Leusser) antara Sunda dan Sahul menunda perpindahan antara samudra Pasifik dan Hindia. 3 ekosistem utama di Taman Nasional Komodo adalah bentangan laut, batu karang, dan hutan hutan mangrove (bakau). Taman nansional ini adalah jalur perpindahan cetacean.

Tumbuhan Laut
Tiga flora utama di lautnya adalah alga, rumput laut, dan pohon bakau. Alga adalah tumbuhan primitif yang tidak memiliki akar, daun, dan batang. Susunan karang alga yang penting adalah alga merah coralline yang mengeluarkan kerangka batu gamping yang keras yang dapat mengerak dan melekatkan karang yang sudah mati. Lamun atau Seagrass adalah tumbuhan modern yang menghasilkan bunga, buah-buhan, dan biji-bijian untuk reproduksi. Seperti namanya, bentuk lamun seperti sehelai besar rumput yang tumbuh di bawah laut di pasir dekat tepi laut.
Thallasia sp. dan Zastera spp. adalah spesies yang paling banyak ditemui di taman nasional. Pohon bakau dapat hidup di tanah yang asin atau air dan dapat ditemukan di seluruh taman nasional. Didentifikasi setidaknya 19 spesies bakau asli dan beberapa spesies bakau yang lain yang berada di perbatasan taman nasional.

Hewan Laut
Taman Nasional Komodo termasuk dalam salah satu alam laut terkaya di dunia. Kehidupan laut di taman nasional ini tercatat sebanyak 259 jenis karang dan 1.000 jenis ikan seperti barakuda, marlin, ekor kuning, kakap merah, baronang. Di sini Anda dapat temukan foram, cnidarian, termasuk lebih dari 260 spesies susunan terumbu karang, bunga karang sekitar 70 spesies, ascidian, cacing laut, moluska, echinoderm, udang-udangan, cartilaginous, dan ikan bertulang lebih dari 1.000 spesies, reptil laut, dan mamalia laut seperti lumba-lumba, paus, dan dugong. Beberapa spesies penting yang bernilai komersil adalah timun laut (Holothuria), Napoleon wrasse (Cheilinus undulates), dan ikan-ikan yang berkelompk seperti sarden.

Akomodasi
Seperti di Loh Liang (Pulau Komodo) maka di Loh Buaya (Pulau Rinca) juga memiliki wisma sederhana dengan beberapa kamar. Hotel mewah dengan kapasitas terbatas sedang dibangun di Loh Liang. Kebanyakan wisatawan yang mengunjungi Pulau Rinca tidak menginap di sini, mereka datang dari Labuan Bajo dan menginap di hotel-hotel di Labuan. Wisatawan yang datang ke Pulau Komodo biasanya menginap di perahu motor sewaan. Hampir semua perahu motor memiliki kabin dan kamar tidur. Perahu motor besar biasanya memiliki tempat tidur yang nyaman.
Rumah penjaga taman nasional yang telah direnovasi menjadi akomodasi bergaya ekologi, dengan fasilitas modern seperti kamar mandi pribadi, persediaan listrik yang terbatas, makan. Hanya beberapa langkah ke pantai Loh Liang. Rumah penjaga menjadi akomodasi alternatif bagi wisatawan yang karena berbagai alasan tidak bisa tidur di perahu motor.
Resor Puri Komodo, Batu Gosok Terletak di ujung barat laut pulau Flores, tempat ini terkenal dengan nama Batu Gosok, sebuah semenanjung yang terpisah. Tanah seluas 250.000 km² adalah tempat menyenangkan untuk snorkeling, menyelam, dan para petualang alam. Teluk kecil yang menakjubkan ini memilki lebih dari 1.000 m pantai berpasir putih dan dermaga kayu mencuat 450 m ke dalam laut berwarna turquoise. Taman laut berwarna ungu, kuning, biru, dan fuchsia bersatu dengan warna cerah ikan yang berenang di antara karang-karang.
Pondok Ekologi Bajo berada di bawah organisasi non profit Iniradef. Lembaga ini mengembangkan sumber daya manusia setempat dan juga bangunan konservasi yang ramah lingkungan. Program ini disambut baik oleh masyarakat setempat. Di sini air panas menggunakan tenaga surya, terdapat sistem penyimpanan air, dan pengolahan limbah untuk perkebunan.
Akomodasi Perahu dari Labuan Bajo. Tempat tidur sederhana di dek kapal dengan kasur cukup untuk kelompok kecil sampai 4 orang, makanannya dimasak langsung di atas kapal, tersedia air mineral dalam botol, dan toilet sederhana. Di Labuan Bajo Anda dapat menginap dengan biaya sewa mulai dari Rp100.000,00/malam dan makan di restorannya mulai Rp20.000,00/orang.
Akomodasi Perahu berangkat dari Bima. Perahu yang lebih besar dengan kabin, fasilitas makan, dan peralatan keamanan, tersedia bagi wisatawan yang datang ke Komodo melalui Bima. Meskipun menghabiskan waktu lebih dari 7 jam di air, fasilitas yang nyaman di perahu lebih baik dibandingkan dengan perahu dari Labuan Bajo.

Kuliner
Di Loh Liang, manajemen Taman Nasional Komodo (PT Putri Naga Komodo) menyediakan restoran. Tidak ada restoran di Pulau Rinca. Hanya ada satu kios yang menjual minuman dan makanan ringan. Jika Anda menginap di wisma maka Anda akan mendapatkan makanan. Jika Anda menyewa perahu motor, harga sewa biasanya termasuk makan tetapi sebaiknya Anda mengkonfirmasi saat bernegosiasi harga sewa.

Berbelanja
Di awal kedatangan di Loh Buaya dan Loh Liang, terdapat toko-toko cendera mata yang menjual kaos dengan gambar komodo dan patung kayu komodo. Kaos- kaos yang dijual di sini memiliki kualitas yang bagus karenanya jangan sampai Anda tidak membelinya untuk oleh-oleh.

Berkeliling
Kaki Anda akan menjadi teman yang sangat diandalkan pulau ini. Untuk sebuah pengalaman yang tiada duanya ini maka lelahnya kaki Anda berjalan akan terbayarkan. Bila Anda ingin melihat hewan-hewan ini di habitat alami mereka, Anda harus berjalan ke bukit terdekat dengan jalur telah dirancang.
Di Pulau Komodo, Anda harus mendaki Gunung Ara setinggi 538 m di atas permukaan laut selama 3 atau 4 jam. Di Pulau Rinca, Anda harus melakukan trekking selama 1,5 jam. Jika anda beruntung, Anda dapat melihat komodo yang sedang menyerang mangsanya, berkelahi, atau sedang berjalan perlahan sepanjang jalan.
Jika melihat komodo adalah hal yang terlalu liar bagi Anda, maka mengapa tidak mengunjungi taman untuk melihat sekelompok rusa, banteng, atau kuda liar.
Bila Anda ingin menyewa kapal maka tersedia mulai dari Rp350.000,00/hari dan ini tergantung jarak.

Transportasi
Tersedia penerbangan setiap hari dan untuk tujuan Bali-Labuan Bajo atau Bandara Pulau Komodo-Bali yang masing-masing menghabiskan waktu 1,5 jam.
Setiap hari ada 2 sampai 3 penerbangan dari Bali ke Labuan Bajo dengan Transnusa, IAT (Indonesia Air Transport), dan Merpati. Selain itu, terdapat penerbangan dua kali seminggu dari Kupang. Perahu motor yang menghubungkan antarpulau dari Sape di Nusa Tenggara Barat juga tersedia setiap harinya bila cuaca memungkinkan, atau kapal PELNI dari Bali dan Lombok berhenti di sini setiap dua minggu.
Transportasi darat dari Timur yaitu di dataran utama Flores seperti, Ruteng, Bajawa, Ende, dan Maumere juga tersedia. Jika Anda tertarik untuk melakukan perjalanan jauh di Flores, Anda dapat mulai dari Maumere ke barat seperti, Moni, Kelimutu, Ende, Bena, Bajawa, Ruteng, dan terakhir Labuan Bajo (Pulau Komodo) atau dengan perjalanan pulang pergi.


Sumber:
www.floreskomodo.com 

Tips
* Jangan pergi sendirian. Lebih baik pergi bersama pemandu wisata atau petugas taman.
* Jangan mengganggu atau memberi makan komodo. Meskipun gerakannya lambat dan malas, hewan ini dapat tiba-tiba menjadi agresif dan bergerak dengan cepat.
* Ketika melakukan trekking, bawalah tongkat yang bercabang dua. Komodo biasanya takut jika digertak dengan tongkat.
* Pakailah sepatu. Pulau Komodo, Rinca, dan Pidar memiliki 12 jenis ular dan 3 diantaranya beracun, contohnya ular hijau yang hidup di pohon, kobra, dan russel’s viper yang hidup di lubang tanah padang rumput savanna.
* Wanita yang sedang menstruasi harus melapor pada pemandu atau petugas pulau agar lebih diperhatikan. Komodo memiliki indra penciuman yang tajam dan dapat menjadi agresif jika mencium bau darah.
* Bawalah obat nyamuk atau gunakan lotion anti nyamuk.
* Kebanyakan tempat di Pulau Komodo dan Rinca adalah padang rumput savanna yang mudah terbakar pada saat musim kemarau, jadi dilarang merokok dan menyalakan api.


Ada satu info lagi buat teman2…
Saat ini situs indonesia.travel sedang membuat kuis VisiT Indonesia dan hadiahnya PakeT Tour ke Pulau Komodo loh…

Say No to JOHANES INDRAJAYA – Planet Pet Shop

This news about lack of responsibility his name is JOHANES INDRAJAYA. Mark that name in your mind guys, he’s a dog killer. He doesn’t have a mind. He have an office Planet PetShop, at Gajah Mada Plaza Lt. 1. Jakarta pusat. Here’s his telp: 021-63852624 or his cellphone 0812-888-1200.

Okay, here’s the original news from newser.

KEMATIAN 3 St Bernard-ku oleh jasa delivery PLANET PETSHOP GM yg tdk btanggung jawab!
Dear rekan-rekan dog lovers.

Saya mem-post ini hanya untuk meminta pendapat rekan-rekan sekalian sekaligus menghimbau. Agar hal ini tidak terjadi ke siapapun, semoga ada yang dapat dipelajari dari kisah nyata saya ini yang terjadi pada tanggal 4 Februari 2011.

Kronologi kematian ini diawali ketika ke-4 ekor Anjing St Bernard milik saya, Christina (HP; 082-111-2222-01) yang sudah saya rawat sejak kecil, hendak saya percayakan ke rekan saya di Klaten Jogja untuk dipelihara – Pak Handaka (HP: 0878-3494-8558), dimana udara disana lebih sejuk ketimbang di Jakarta dengan hamparan rumput yang luas milik Pak Handaka yang juga memilik kolam besar di kebunnya sehingga mereka bisa lebih bahagia dan terpelihara dengan baik.

Foto dibawah adalah foto 4 anjing saint bernard-ku sebelum kejadian naas tersebut.

Karena saya sendiri tidak pernah melakukan pengiriman binatang ke luar kota, dan Pak Handaka sendiri tidak pernah mendatangkan binatang dari Jakarta ke Jogja, maka, Pak Handaka pun menelpon JOHANES INDRAJAYA – PLANET PETSHOP GAJAH MADA Plaza Lt.1 – Tel; 021-63852624, Hp: 0812-888-1200 untuk menanyakan perihal pet delivery.

Disini, JOHANES langsung mengatakan bahwa Pak Handaka bisa melakukan pengiriman melalui dia, dan dia meyakinkan Pak Handaka bahwa dia sudah biasa melakukan pengiriman hewan ke luar kota.

Disini akhirnya Pak Handaka setuju menggunakan jasa JOHANES INDRAJAYA – PLANET PETSHOP Gajah Mada Plaza Jakarta, dan melakukan pembayaran Rp 3 juta rupiah untuk pengiriman 5 ekor Anjing (4 ekornya itu Anjing saya, 1 lagi Anjing Saint Bernard milik orang lain)

————–

JOHANES di hari Kamis, 3 Februari 2011 (1 hari sebelum penjemputan Anjing saya), menelpon saya sekitar pukul 3 sore, pada saat saya bekerja di kantor dan menanyakan perihal berat Anjing St Bernard saya, dan saya dengan jelas mengatakan bahwa anjing saya beratnya 65 kilo ke atas. lalu di pembicaraan melalui telpon ini,

JOHANES sempat terdengar ragu dan mengatakan “wah muat nggak tuh ya di kandang ukuran P5?”, lalu saya jawab “Ukuran kandang P5 itu ukuran berapa kali berapa ya?, tapi JOHANES tidak menjawab karena dia tidak tau ukuran persisnya”.

Lalu saya tekankan di pembicaraan telpon “Ya berat Anjing saya satu ekornya itu antara 65kg- 75 kg-an pak, seukuran orang dewasa, bapak kan saya dengar dari Pak Handaka sudah biasa kirim binatang, jadi saya percayakan ke Bapak aja, yang pasti jangan kekecilan aja pak kandangnya. kasian.

JOHANES: “Besok rencananya Ibu Christin ada dirumah tidak ya? sekitar jam 12 – 1 siang gitu?, saya rencananya mau ambil jam segituan”

Saya: Wah pak, memangnya harus hari Jumat ya Pak?, ga bisa weekend saja gitu?, soalnya saya orang kantoran, tapi di di-rumah ada orang kok pak, namanya NOLDI, dia yang bantu saya merawat anjing-anjing saya, nanti biar bapak ketemu dengan dia saja ya (Perlu rekan-rekan ketahui, Noldi ini umurnya 19 tahun dan pendidikan terakhirnya hanya SMP). Tapi ya sudah deh pak gapapa, nanti yang ada saya nangis lagi pas anjingnya mau dibawa.. sedih pisahnya..

——————-
Hari H – 4 Februari 2011 – Jumat jam 12 siang, ke-4 ekor Anjing diangkut oleh JOHANES dari kediaman, sekitar jam 11 siang JOHANES menelpon ke HP saya, hanya saja sayangnya saya sedang melakukan presentasi meeting di kantor, sehingga saya tak bisa angkat. Sekitar jam 1 siang saya SMS JOHANES, dan JOHANES hanya reply “sudah saya bawa bu”

Siapa yang menyangka dan mengira Sabtu pagi hari jam 7, saya mendapatkan SMS dari Pak Handaka bahwa 3 dari 4 ekor yang dikirim oleh JOHANES telah mati. Saya menangis histeris sejadi-jadinya, apalagi setelah mendengar hasil visum dokter yang mengatakan penyebab kematian Dior, Alfan dan Dextra adalah karena kekurangan oksigen sehingga paru-paru mereka pecah, dengan kondisi darah keluar dari mata, hidung dan telinga.Tidak ada itikad baik dari JOHANES untuk bertanggung jawab sama sekali. Perlu rekan-rekan ketahui, harga pasaran Anjing Saint Bernard yang berusia produktif adalah minimal 20 juta hingga 35 juta per ekor.

JOHANES dengan tegas di SMS-SMSnya ketika saya mintai tanggung jawab “MAAF SAYA TIDAK SALAH, INI MURNI KECELAKAAN”, dia malah menyalahkan NOLDI yang notabene si penunggu rumah yang baru berusia 19 tahun dengan dalih “Seandainya pada saat itu Noldi bilang, Pak Kandangnya kekecilan, pasti saya tidak jadi angkut”, “Seandainya waktu itu Ibu Christin mau meluangkan waktu cuti dari kantor untuk melihat saya mengambil anjing ibu, pasti tidak begini kejadiannya”

Sebelum rekan-rekan berpihak di JOHANES, perlu rekan lihat ukuran kandang P5 yang dipakai untuk mengirim Anjing saya yang foto-nya diambil oleh Pak Handaka. Foto berikut adalah gambar kandang P5 yang dipakai oleh JOHANES untuk melakukan pengiriman (1 kandang diisi 2 ekor)

Kandang yang ukurannya saja sudah PAS-PASAN untuk 1 ekor anjing, tetap dipaksakan untuk dimasukkan 2 ekor anjing. Tidak ditemukan air minum sama sekali di kandang.

1 kandang dimasukkan 2 ekor Anjing (Dior dan Aisha jadi satu) dimana Aisha pada saat sampai di Jogja, hampir mati tapi akhirnya selamat.

1 kandang lagi diisi oleh Alfan dan Dextra, dimata keduanya mati karena pecahnya paru-paru akibat terus dipompa karena kepanasan dan kekurangan oksigen.

Pak Handaka sebagai penerima Anjing ini, sangat kaget begitu beliau datang menjemput di Jogja melihat anjing sudah saling tindih di dalam kandang ketika kandang tersebut tiba di Jogja pada pukul 6 pagi di Hari Sabtu, Anjing diberangkatkan di hari Jumat 4 Februari 2011, pukul 4 sore dari Jakarta.

Ketika Anjing dikeluarkan, kondisi Dior, Alfan, dan Dextra sudah tidak bernyawa, dengan darah keluar dari mata, hidung dan mulut, sementara Aisha dalam kondisi hidup tapi sekarat.

Pak Handaka sangat kaget ketika melihat ukuran kandang yang sangat tidak layak, dan lakban menempel di mana-mana menghalangi ventilasi udara.

Dokter hewan segera dipanggil untuk melakukan visum, dan Dokter tersebut segera membuat pernyataan bahwa ke 3 Anjing ini mati karena kekurangan oksigen sehingga paru-paru pecah yang disebabkan paru-paru dipaksa bekerja oleh mereka untuk mendapatkan oksigen.

Dapatkah Anda bayangkan bagaimana perasaan saya sebagai orang yang telah memelihara mereka sejak kecil untuk melihat foto ke 3 ekor Anjing ini dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Foto diambil untuk keperluan pelengkap bukti jika kasus ini sampai ke pengadilan, jika JOHANES INDRAJAYA penyedia jasa pengiriman dari PLANET PETSHOP GajahMada ini tetap ngotot tidak mau bertanggung jawab.

Foto berikut adalah kondisi ke 3 ekor anjing saint bernardku yang sudah tidak bernyawa

I was crying while I saw this :'(

Supaya tulisan ini adil, saya lampirkan juga pembelaan diri JOHANES pada saat bertatap muka dengan saya, Noldi pun juga ada. Tatap muka ini terwujud setelah saya mengirimkan somasi hukum kepada dia (bukti pembicaraan direkam)

JOHANES INDRAJAYA: Saat itu saya tanya Noldi, “Nol, menurut kamu cukup nggak 2 ekor anjing ini dimasukkan ke 1 kandang?” dan Noldi bilang CUKUP, ya karena saya menganggap suara Noldi ini adalah perwakilan dari Ibu Christin, maka Anjing saya bawa.

NOLDI:”Pak!, saya ini kan kerja sama Ibu Christin, dan saya hanya mendapatkan perintah untuk membantu serah terima Anjing ini ke Bapak, bukan posisi saya untuk menentukan apa yang benar menurut saya. Waktu itu saya bahkan sempat bertanya ke bapak, pak ini memangnya cukup?, lalu Bapak malah bilang “ya kamu kan tau yang mana anjing yang ukurannya besar dan yang kecil, kamu cukup-cukupkan saja, yang besar dan yang kecil dijadiin satu, dan yang ukurannya sedang dua-duanya dijadiin satu kandang lagi”

SAYA (Christina):Pak Johanes!, sama sekali bukan pada tempatnya bapak malah menyalahkan Noldi, Noldi itu mana paham soal apa yang pantas dan tidak pantas, bapak itu kan pihak profesional yang kami bayar jasanya disini, ini sama saja kasusnya seperti seorang Dokter yang menanyakan ke pasiennya “ibu, kalau saya kasih obat ini? sembuh tidak ya?”, sebagai penyedia jasa yang mengaku sudah mengirim ratusan ekor Anjing, masa bapak tidak tahu bahwa ras Saint Bernard ini rentan pada panas, ini malah 2 ekor anjing dimasukkan ke dalam 1 kandang ! (emosi saya meluap saat itu)

JOHANES INDRAJAYA: Ibu Christin, seandainya saya pernah kirim Anjing Saint Bernard pakai kandang P5 ini pernah mati sebelumnya, tidak mungkin saya kirim Anjing ibu pakai kandang ini.
SAYA:Nah sekarang Anjing ini mati, tanggung jawab Bapak dimana?

Demikian rekan-rekan saya sampaikan kronologis ini dengan se-netral-netralnya dan sebenar-benarnya, tanpa maksud menjatuhkan, karena saya disini tidak melakukan fitnah, tetapi hanya menceritakan kebenaran yang ada dengan bukti-bukti lengkap.

Perlu diketahui, JOHANES melakukan pengiriman melalui Ekspedisi HERONA dimana tertulis di kwitansi HERONA bahwa segala kerusakan barang ditanggung oleh pengirim, dan barang WAJIB diasuransikan. Besar biaya yang dibayar oleh JOHANES ke HERONA adalah Rp 1.125.000, bandingkan dengan harga pengiriman yang dibayarkan oleh Pak Handaka sebesar Rp 3.000.000, dan kerugian material minimum 60 juta yang saya derita, belum lagi immaterial.

Hingga detik ini JOHANES masih mengatakan tidak salah, dan hanya mau membayar Rp 3 juta sebagai ganti rugi pengiriman.

berita  lengkapnya dan updatennya disini…
Guys, don’t put your animal especially your dog at GAJAH MADA PLAZA PET SHOP! This kind of incident not the first time at Gajah Mada Plaza. GM always sell a dog that already deceased. Not a Profesional person…
Yuk dukung di…