Cara Menanam Kangkung Dalam Pot

Persiapan Bahan:
1.       Pot ukuran 35 harga @. Rp.2000.00
2.       Biji Kangkung secukupnya 1 Ons
3.       Tanah Humus secukupnya
4.       Kompos kotoran secukupnya
Cara menanam:
1.       Pot di isi tanah secukupnya.
2.       Tanam biji kangkung di pinggir pot 3 biji, sati pot 3 titik jadi 9 biji kangkung.
3.       Kemudian beri pupuk kompos atasnya secukupnya.
Perkembangan:
Setiap pagi siram pot dengan teratur selang 3 hari akan muncul tanaman kangkung setinggi 5 cm, seneng banget rasanya melihat tanaman tumbuh.
Pada suatu pagi saya kaget sekali karena kanggkung yang mulai hijau di beberapa pot hilang seperti patah lalu saya intip dipagi hari benar ternyata tanaman saya ada yang naksir yaitu burung-burung, waduh akhirnya caranya saya tutup ketika magrib baru kemudian di buka pagi hari.

Tetapi jangan khawatir sebab setelah tinggi ternyata burung tidak doyan lagi. O ya jangan lupa setelah tumbuh kasih pupuk urea sedikit aja seperempat sendok makan biar ga mati dan berguna untuk menghijaukan daun.

Daur ulang limbah minyak goreng menjadi bahan bakar Bio-diesel

1. Pendahuluan

Limbah minyak goreng nabati yang dibuang dari industri pengolahan makanan dan pedagang makanan serta rumah tangga di Jepang diperkirakan 400.000 ton per tahun. Limbah minyak goreng yang dikeluarkan dari industri pengolahan makanan dan pedagang makanan dikumpulkan oleh perusahaan pengumpul. Limbah yang terkumpul ini kemudian didaur ulang menjadi sabun, cat dan pakan hewan. Waktu itu limbah minyak goreng di rumah tangga dibuang sebagai sampah umum, akan tetapi akhir-akhir ini telah terdapat kesadaran masyarakat Jepang akan pentingnya perlindungan lingkungan hidup, makna daur ulang dan pemanfaatan kembali sumber bahan alam. Pada saat ini telah berkembang pergerakan masyarakat untuk mendaur ulang limbah minyak goreng yang berasal dari rumah tangga menjadi Bio-diesel Fuel (BDF) atau bahan bakar bio-diesel.

Sebagai salah satu usaha pencegahan pemanasan bumi, penggunaan bahan bakar berbasis biomass telah dicanangkan di beberapa tahun terakhir sebagai isu penting. Penyebaran teknologi penggunaan bahan bakar minyak nabati akan meningkat pada tahun-tahun belakangan ini dan telah menjadi kenyataan dan akhirnya banyak memverifikasi teknologi maju ini dan memperkenalkannya secara luas. Dan juga dikembangkan emisi zero pada limbah makanan, hal ini akan membantu penurunan emisi CO2 atau karbon dioksida dan penanggulangan pemanasan bumi. Sementara ini banyak rujukan tentang kajian biomass dan bahan bakar bio-ethanol, penelitian ilmiah sosial pada bahan bakar bio-diesel telah digalakan di Jepang. Disini dibahas daur ulang limbah minyak goreng dan penggunaan bahan bakar bio-diesel dalam bidang pertanian dalam arti luas.

2. Pengumpulan minyak goreng bekas dari industri makanan

Pembuangan limbah minyak goreng sebagian besar berasal dari minyak goreng nabati, total limbah tersebut di Jepang diperkirakan sebanyak 410.000 ton per tahun. Kurang lebih sebanyak 260.000 ton berasal dari para pengelola atau pedagang makanan seperti pabrik makanan, restoran dan pabrik tahu, sedangkan separuh lainnya 250.000 ton berasal dari limbah rumah tangga. Limbah minyak goreng berasal dari pedagang makanan dikumpulkan oleh pedagang pengumpul minyak goreng bekas. Sementara yang beasal dari rumah tangga dikumpulkan sebagian dengan alasan peningkatan kesadaran lingkungan hidup, akan tetapi kebanyakan dari limbah tersebut telah memadat dan dibuang dengan cara yang sama seperti sampah dapur lainnya.

Limbah minyak goreng sebanyak 260.000 ton yang dikumpulkan dari pedagang makanan di daur ulang untuk bahan dasar sabun, pupuk, pakan hewan dan cat. Pada tahun 2002 sebanyak 20.000 ton limbah minyak goreng digunakan untuk membuat bahan bakar bio-diesel dan boiler dan sebanyak 400.000 ton digunakan sebagai bahan baku untuk industri sabun, minyak dan cat, dan sekitar 200.000 ton untuk pakan hewan. Pada tahun yang sama sekitar 10.000 ton limbah minyak goreng dari rumah tangga didaur ulang untuk tujuan industri dan pembuatan bahan bakar.

Dari beberapa daerah telah terjadi peningkatan kesadaran bersama dalam pengumpulan dan pendaur-ulangan limbah minyak goreng ini sehingga pada tahun 2006 telah meningkat menjadi 20.000 – 30.000 ton. Maka dari itu kemungkinan limbah minyak goreng yang dapat dikumpulkan menjadi 100.000 ton per tahun. Minyak ini dapat didaur ulang dengan memisahkan minyak hewani dan bahan tambahan lainnya dengan cara memanaskannya di sebuah oven reaktor untuk mendehidrasinya dan menambahkan methanol (methyl alcohol), sebagai katalis. Lalu akan diperoleh methyl ester dan gliserin.

3. Kegiatan percontohan di Kyoto

Kota Tokyo tempat dimana dilahirkannya Kyoto Protocol pada tahun 1997, telah bekerja meminimalkan turunan sampah dan mendaur ulang limbah minyak goreng melalui kerjasama antara pemerintah setempat dengan masyarakatnya. Pada bulan November 1996 “Kyoto Minicipal Council for Promotion of Garbage Reduction” telah didirikan oleh penduduk, pedagang, dan pemerintah setempat. Dengan menggerakan penduduk yang berdedikasi di berbagai daerah, pemerintah setempat telah mengumpulkan 13.000 liter limbah ninyak goreng dari rumah tangga dalam waktu setahun dan juga setiap tahun telah membeli limbah minyak goreng yang berasal dari pabrik pengolah makanan, restoran dsb sekitar 1.400.000.000 liter dari pedagang pengumpul. Kemudian Kyoto setiap tahunnya memproduksi bahan bakar bio-diesel berasal dari 1,5 juta liter limbah minyak goreng yang dikerjakan di tempat produksi bio-diesel berlokasi di Fushimi-ku, Kyoto. Kyoto menggunakan bahan bakar bio-diesel (kemurnian 100%) sebagai bahan bakar untuk 220 truk sampah. Pada bulan April 2000, telah dimulai penggunaan bahan bakar campuran 20% bakar bio-diesel untuk bahan bakar sekitar 80 bus kota. Menurut Bidang Perencanaan Daur Ulang, Biro Lingkungan Hidup, Pemerintah Derah Kyoto, tidak ada prefektur lain yang menggunakan bahan bakar bio-diesel sebanyak 300 kendaraan, Kota Kyoto merupakan kota yang paling banyak menggunakan bahan bakar bio-diesel di Jepang.

4. Penggunaan bahan bakar bio-diesel di pertanian dan perikanan

Penggunaan bahan bakar bio-diesel untuk kapal penangkap ikan, traktor pertanian, belum dilaksanakan secara besar-besaran. Beberapa telah dilaksanakan, sebagai contoh penggunaan bahan bakar bio-diesel oleh kapal penangkap ikan lokal “Kakezu-Maru“, jaringan penangkap ikan yang dipunyai oleh Mr. Yosuke Matsuo, seorang anggota Koperasi Nelayan Kota Amino, Kyotango, Prefektur Kyoyo. Sejak Mei 2006, Mr. Matsuo telah mencoba menggunakan bahan bakar yang berasal dari limbah minyak goreng untuk kapalnya. Untuk wilayah ini kegiatan pengumpulan limbah minyak goreng telah dimulai. Dia penggerak kampanye lingkungan hidup di wilayahnya sebagai presiden “Council for Protection of Nakisuna ((Quartz sand) on the Kotohikihama Beach” di Amino-machi. Hal penting yang perlu dicatat bahwa bahan bakar bio-diesel merupakan bahan bakar ramah lingkungan yang dapat membantu penurunan emisi karbon dioksida dan sulfur oksida. Maka dari itu Mr. Matsuo telah memutuskan untuk menggunakan bahan bakar tersebut untuk menggerakan mesin kapalnya. Kakezu-Maru biasa menempuh jarak antara Pelabuhan Ikan Asamogawa ke penempatan jaring ikan yang berjarak sekitar 1,5 km dari garis pantai. Dia juga dapat menggunakan bahan bakar bio-diesel sama seperti menggunakan bahan bakar umum sebelumnya.

Penggunaan bahan bakar bio-diesel untuk traktor pertanian dapat dilihat pada projek “Nanohana Eco-life Network” di Shin Aashi dan Aito, Prefektur Shiga dan juga di Yokohama, Prefektur Aomori, Kanayama, Prefektur Yamagata dan Kita, Prefektur Akita. Di daerah tersebut bahan bakar Bio-diesel diproduksi menggunakan minyak bijian dan limbah minyak goreng.

5. Promosi bahan bakar bio-diesel

Sangat perlu pulikasi penggunaan bio-diesel kepada masyarakat sebagai bahan pendidikan tentang makanan, bidang pertanian, dan masalah lingkungan hidup yang akan berguna untuk keselamatan manusia dan kelestarian sumber alam di bumi. Pengembangan metoda daur ulang dan sistem sosial lingkungan hidup yang berkelanjutan akan menyumbangkan penurunan emisi karbon dioksida dan pencegahan pemanasan bumi. Yang diperlukan pertama kali adalah menarik perhatian pemerintah pusat dan daerah, sekolah dan persatuan orang tua murid, masyarakat pertanian dan perikanan, koperasi konsumen dan penduduk dalam membangun sistem sosial untuk penggunaan limbah minyak goreng.

Praktek yang menarik dalam rangka penggunaan limbah minyak goreng :
1) Kegiatan yang dilakukan oleh NPO, pengumpul limbah minyak goreng di Sumida-ku, Tokyo dengan cara membuat kupon yang dapat ditukar dengan tanaman untuk ditanam di hutan Prefektur Fukushima. Metode ini dapat dipraktekan untuk mengumpulkan limbah minyak goreng untuk dijadikan bahan bakar bio-diesel yang digunakan pada kegiatan pertanian dan perikanan.
2) “Kupon sayur-sayuran atau beras” dan “Kupon ikan” yang diberikan kepada mereka yang menyetorkan limbah minyak goreng, dengan kupon yang terkumpul dapat ditukarkan dengan sayur-sayuran, beras dan ikan dari koperasi pertanian dan perikanan setempat.

Penggunaan limbah minyak goreng dalam bidang pertanian dan perikanan menghadapi masalah tingginya biaya pengumpulan dan pemurnian. Sehingga perlu dukungan politik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah dan pejabat berwenang yang lain. Di Jepang tidak ada subsidi harga bahan bakar yang diberikan kepada petani dan nelayan. Kebijakan baru untuk memberikan subsidi pada bidang pertanian, kehutanan dan perikanan untuk biaya pengumpulan dan pemurnian limbah minyak diperlukan adanya peraturan pemerintah untuk penurunan emisi CO2 dan perlindungan lingkungan hidup secara global. Usaha bidang perikanan sangat membantu perokonomian regional sehingga pemerintah daerah sangat diharapkan membantu dan mendukung kegiatan-kegiatan pusat pemrosesan perikanan yang terdapat di wilayah prefekturnya

Multifungsi ‘Limbah’ Padi

Padi merupakan satu dari sekian banyak tanaman yang dibudidayakan. Dari sekian banyak tanaman budidaya, adil rasanya jika tanaman padi disebut tanaman budidaya yang paling penting terlebih untuk masyarakat yang memang menjadikan nasi sebagai makanan utamanya.
Setiap hasil produk tanaman selain diambil bahan utamanya pasti ada bahan sampingannya yang tersisa yaitu yang sering disebut limbah, begitu juga dengan tanaman padi. Semakin banyak masyarakat petani yang membudidayakan tanaman padi maka semakin banyak pula limbah yang dihasilkan.
Limbah sering diartikan sebagai bahan buangan/bahan sisa dari proses pengolahan hasil pertanian. Kata limbah sering berkonotasi negatif. Hal itu bisa menjadi benar apabila limbah tersebut dapat memberikan dampak buruk terutama bagi lingkungan. Sebaliknya menjadi salah apabila limbah tersebut bisa menjadi sumber penghasilan. Banyak sekali masyarakat yang memanfaatkan peluang ini yaitu memanfaatkan limbah menjadi sesuatu yang sangat bermanfaat bahkan menjadi lahan untuk mendapatkan uang.
Limbah padi merupakan salah satu contoh limbah yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat di Indonesia. Kita tahu bahwa hasil utama dari tanaman padi adalah beras. Selain itu adalah ‘limbah’. Akan tetapi semua ‘limbah’ padi bisa dimanfaatkan. Limbah padi yang dimaksud adalah sekam, dedak, bekatul, dan jerami. Dari proses penggilingan padi biasanya diperoleh sekam sekitar 20-30%, dedak antara 8- 12% dan beras giling antara 50-63,5% data bobot awal gabah.
Sekam
Sekam padi merupakan lapisan keras yang meliputi kariopsis yang terdiri dari dua belahan yang disebut lemma dan palea yang saling bertautan. Pada proses penggilingan beras sekam akan terpisah dari butir beras dan menjadi bahan sisa atau limbah penggilingan. Dari proses penggilingan padi biasanya diperoleh sekam sekitar 20-30% dari bobot gabah. Sekam dengan persentase yang tinggi tersebut dapat menimbulkan masalah bagi lingkungan jika tidak dimanfaatkan.
Komposisi kimia sekam padi menurut Suharno (1979) adalah kadar air  (9,02%), protein kasar (3,03%), lemak (1,18%), serat kasar (35,68%), abu (17,17%), karbohidrat dasar (33,71%). Sedangkan menurut DTC – IPB, komposisi kimia sekam terdiri dari karbon/zat arang (1,33%), hidrogen (1,54%), oksigen (33,64%), silika (16,98%).

Teknologi Pengolahan Dodol Jagung Manis

Pendahuluan
                Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu komoditas pangan yang sangat penting di Indonesia dan dapat digunakan sebagai bahan pangan, pakan maupun industri. Sebagi bahan pangan,  jagung mempunyai komposisi kimia yang tidak jauh berbeda dengan nilai gizi beras. Dalam usaha meningkatkan daya guna jagung , maka perlu dilakukan diversifikasi pengolahan peroduk pangan asal jagung. Produk pangan yang dimaksud merupakan bahan yang diolah setengah jadi maupun bahan yang dikonsumsi. Bahan olahan tersebut harus disukai oleh konsumen dan secara ekonomis pengolahan bahan tersebut mempunyai nilai efisiensi yang tinggi. Salah stu jenis produk olahan yang dapat dibuat adalah dodol jagung.
Dodol merupakan makanan tradisional yang cukup terkenal di beberapa daerah di Indonesia, dapat diolah dari tepung ketan, tepung biji-bijian, maupun buah-buahan yang dicampur dengan gula atau diberi tambahan bahan lain seperti tepung beras atau tepung ketan, tepung tapioca, tepung honkwe, bahan pewarna maupuun bahan lainnya. Cara pembuatan dodol sangat mudah, peralatan yang digunakan juga sederhana sehingga dapat diterapkan menjadi industry rumah tangga.
Prosedur
Bahan yang diperlukan :
Bubur jagung 3 kg, tepung ketan 1 kg, gula pasir 2 kg (50%), gula merah 0,5 kg (15%), margaein 140 gram (3 %), garam dapur dan vanili secukupnya, santan 2 liter dari 3 butir kelapa.
Peralatan yang diperlukan :
1.    Timbangan, digunakan untuk menimbang bahan baku da produk jadi
2.    Wajan + alat pengaduk dodol, untuk memasak dodol
3.    Baskom plastic, digunakan untuk wadah pencucian dan penampungan bubur jagung
4.    Alat peniris, digunakan untuk meniriskan jagung setelah dicuci
5.    Alat pemart, digunakan untuk memerut kelapa sebagai tambahan pembuatan dodol jagung dan memarut jagung
6.    Alat pemanas
7.    Pisau stainless steel untuk memotong dodol
Cara pembuatan :
1.         Jagung dikupas kulit luarnya lalu dicuci
2.         Jagung yang telah dicuci lalu diparut sehingga diperoleh bubur jagung yang halus
3.         Bubur buah jagung ditimbang sebanyak 3 kg
4.         Guila merah sebanyak 0,5 kg direbus dengan air kemudian disaring
5.         Bubur buah jagung dicampur dengan gula pasir, santan, gula merah cair dan mentega
6.         Masak dengan api sedang sambil diaduk hingga mengental
7.         Masukan tepung ketan yang telah dicairkan untuk menghindari proses penggumplan selama proses pemasakan
8.         Pemasakan dilanjutkan hingga dodol matang, cirri dodol sudah matang apabila adonan dodol sudah kalis dan tidak lengket
9.         Tuang kedalam Loyang yang telah diolesi minyak goring
10.     Setelah matang dipotong-potong dan dibungkus dengan plastic polypropylene 0,01 mm
11.     Diberi label dan siap untuk dipasarkan atau disimpan.
SNI
Syarat mutu dodol
Jenis Uji
Persyaratan Mutu
Keadaan
          Warna
          Bau
          Rasa
Normal, khas
Normal, khas
Normal, khas
Air(%)
Maks.20
Abu(%)
Maks.1,5
Jumlah gula dihitung sebagai sukrosa(%)
Min 35-45
Protein(Nx6,25)%
Lemak(%)
Min 7
Serat kasar(%)
Maks.2
BTM(pengawet)
Sesuai SNI 0222-1995
Cemaran Mikroba
      Kapang
      Khamir
      Salmonelia
      staphylococus
Maks.50 koloni/g
Maks.50 koloni/g
Negatif
0 koloni/g

Pembuatan Kompos dari sisa dapur

Enzim Dapur adalah larutan/ramuan kompleks yang dihasilkan oleh penguraian sisa segar dari dapur (sayur-sayuran dan buah-buahan), gula (gula perang, molasses dan air. Warnanya perang tua/gelap dan tapai yang sangat masam manis. Enzim Sampah Dapur juga adalah cecair pelbagai guna dan penggunaannya meliputi kegunaan di rumah, pertanian, penternakan haiwan dan sebagainya.
Dari hari pertama anda mula membuat Enzim Sampah Dapur, proses pemangkinnya akan mengeluarkan gas ozon (03), 03 boleh mengurangkan karbon dioksida (C02) di dalam Atmosfera dan logam beratyang memerangkapkan kepanasan di dalam awan. Bahang kepanasan boleh dikeluarkan daripada Bumi, mengurangkan kesan-kesan rumah hijau dan kepanasan sejagat.
Enzim menukarkan ammonia kepada nitrat (N03), iaitu sejenis hormon semulajadi dan bahan makanan untuk tumbuh-tumbuhan laut dan kehidupan laut.
Ketahuilah faedah-faedah muktahir bagi menyelamatkan Bumi ini adalah dengan menghasilkan enzim yang boleh dilakukan di dapur anda. Ganjarannya adalah kesejahteraan / kemakmuran Bumi.
• Menjimatkan wang ringgit
• Menukarkan sisa dapur kepada DIY pembersih rumah semulajadi
• Kegunaan yang pelbagai
• Pembersih rumah semulajadi, penapis udara, penyahbau busuk, racun serangga, ditergen, penjagaan badan, penjagaan kereta, baja organic dan sebagainya. Mengurangkan pencemaran.
• Gas Metan yang dikeluarkan daripada sampah dapur yang dibuang boleh memerangkap panas/haba 21 kali lebih banyak berbanding dengan C02, yang juga penyumbang kepada pemanasan sejagat.
• Menapis air bawah tanah.
• Enzim yang mengalir di bawah tanah dengan secara semulajadi menapis aliran air sungai dan laut.
• Anti bacteria dan virus
• Antiseptic (pembunuh bacteria dan virus) semulajadi untuk rumah anda.
• Mencegah paip kumbah daripada tersumbat dan limbah.
• Mengeluarkan sisa yang terkumpul di dalam paip basin basuh tangan, sinki dan mangkuk tandas.

FERMENTASI AMPAS TEBU UNTUK PAKAN TERNAK

DeskripsiAmpas tebu merupakan Iimbah pabrik gula yang banyak ditemukan di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sangat mengganggu apabila tidak dimanfaatkan. Saat ini belum banyak peternak menggunakan ampas tebu tersebut untuk bahan pakan ternak, hal ini mungkin karena ampas tebu mentiliki serat kasar dengan kandungan lignin sangat tinggi ( 19.7%) dengan kadar protein kasar rendah (28%). namun limbah ini sangat potensi scbagai bahan pakan ternak. Melalui fermentasi menggunakan probiotik, kualitas dan tingkat kecernaan ampas tebu akan diperbaiki sehingga dapat digunakan sebagai bahan pakan. Tahapan fermentasi ampas tebu sama dengan fermentasi jerami. namun perlu ditambahkan beberapa bahan unutuk melengkapi kebutuhan mineral yang diperlukan dalam bahan pakan tersebut.

Bahan
Ampas Tebu Pupuk Urea Pupuk TSP Pupuk ZA Probiotik

Alat
Pengaduk, Cangkul

Cara Pembuatan


Lathan dan dosis yang perlu dicampurkan untuk fermentasi ampas tebu antara lain :
Setiap 10 ton ampas tebu. Diperlukan 10 kg probiotik Starbio ,a 10 kg pupuk Urea, 2 kg pupuk TSP atau SP36, 2 kg pupuk ZA
Seperti halnya pada jerami padi. Urea diperlukan untuk meningkatkan katkan kadar  protein ampas tebu Starbio dengan kandungan mikrobanya diperlukan untuk mengurai lignin dan selulosa serat kasar schingga memiliki kecernaan yang memenuhi syarat untuk ternak. Pupuk TSP atau SP36 sebagai sumber phosphor.Pupuk ZA sebagai sumber Sulfur.
Nitrogen diperlukan untuk menstimulir mikroba pengurai pada starbio sehingga menjadi lebih aktif.



Sumber
Lembar Informasi Pertanian (Liptan), BPTP Yogyakarta,

ENTING-ENTING DARI AMPAS KELAPA

DeskripsiPenganan enting-enting yang terkenal berasal dari Salatiga, Jawa Tengah. Dibuat dari kacang, gula pasir kemudian dimemarkan sehingga dinamai enting-enting gepuk. Tapi enting-enting ada yang dibuat dari ampas kelapa. Tentu setelah diambil santannya, dicampur gula pasir, wijen, kacang dan jahe.

Bahan
Ampas kelapa Gula pasir wijen kacang tanah

Alat
Alat penyangrai penggorengan pisau

Cara Pembuatan


Ampas kelapa disangrai, layaknya membuat serundeng. 
Gula pasir, wijen dan kacang tanah yang telah dipotong kecil-kecil ini dimasak menjadi karamel. 
Setelah itu, ampas kelapa yang telah disangrai dimasukkan ke karamel, kemudian dicetak dan dibentuk gulungan kecil-kecil. Gurih manis rasanya. Tanpa bahan pengawet. Tanpa zat pewarna.


Sumber
http://www.suarapembaruan.com/News/2005/05/01/index.html

ENTING-ENTING AMPAS JAHE


DeskripsiPada pembuatan sirop dari jahe dihasilkan ampas perasan jahe. Dengan proses selanjutnya ampas ini dapat dimanfaatkan menjadi enting-enting.


Bahan
Ampas Jahe Gula merah Gula pasir



Alat
Alat penumbuk pengaduk pisau



Cara Pembuatan

1. Ampas jahe ditumbuk sampai halus.
2. Siapkan gula merah sebanyak 3/4 Kg dan gala pasir 1/4 Kg kemudian larutkan.
3. Setelah itu masukkan ampas jahe yang telah ditumbuk tadi.
4. Aduk- aduk hingga merata diatas api kecil pelan 30 menit.
5. Setelah itu diangin-anginkan di atas tampah lalu dipotong potong sesuai
dengan keinginan.


Sumber
ANEKA PENGOLAHAN PRODUK PERTANIAN, Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian DKI Jakarta, 1996 / 1997

DENDENG JANTUNG PISANG

DeskripsiJantung pisang sudah biasa digunakan sebagai sayur. Tidak semua jenis jantung pisang enak dimakan karena beberapa jenis pisang memiliki kandungan tannin yang tinggi. Tingginya kandungan tanin menyebabkan jantung pisang terasa sepat atau pahit. Di antara jantung pisang yang enak dimakan adalah jenis pisang klutuk, pisang kepok, pisang raja bulu, dan pisang raja siam. Yang paling enak adalah jantung pisang dari jenis pisang klutuk. Dalam pembuatan dendeng jantung pisang diperlukan pula bahan campuran untuk meningkatkan cita rasa dan nilai gizi dendeng. Campuran yang digunakan dapat berupa ikan atau daging.

Bahan
a. Jantung pisang siam atau pisang klutuk 85% b. Ikan mujair atau daging 15% Bumbu (% dari berat jantung pisang dan ikan mujair): a. gula merah 12% b. gula putih 12% c. bawang merah 9% d. bawang putih 3% e. asam jawa 0,5% f. ketumbar 3% g. lengkuas parut 4% (diambil airnya saja) h. garam dapur 3%

Alat
– Pisau – Panci – Lumpang – Alat penjemur

Cara Pembuatan


Sekitar 4 lembar kelopak terluar jantung pisang dibuang  lalu dicuci bersih.
– Jantung pisang yang sudah bersih diiris tipis-tipis searah seratnya.
– Rebus air sampai mendidih, kemudian rajangan jantung pisang dikukus selama 3/4 jam, lalu ditiriskan.
– Setelah itu, jantung pisang ditumbuk hingga halus.
– Ikan mujair disiangi dan diambil dagingnya, selanjutnya dihaluskan dan dicampur dengan jantung pisang.
– Bumbu-bumbu dihaluskan, lalu dimasukkan ke dalam adonan jantung pisang dan ikan mujair.
– Adonan dicetak di atas alas plastik membentuk lembaran dengan ketebalan 3mm – 5mm.
– Hasil cetakan dijemur hingga kering.



Sumber
Membuat Aneka Dendeng, Kanisius, 1997

DAUN PARE UNTUK OBAT CACING LAMBUNG PADA DOMBA

DeskripsiDomba sangat peka terhadap infeksi cacing lambung (Haemonchus contrortus). Bila sampai ada cacing lambung di perutnya sari makanan di dalam lambungnya bisa dirampok oleh cacing tersebut. Akibatnya hewan jadi kurus dan bila infeksinya berat dapat menimbulkan kematian. Untuk mengatasi masalah ini dapat dicoba daun pare. Cacing lambung H. cortortus banyak menginfeksi ternak domba dan angka infeksinya bisa mencapai 80 persen. Mengingat pada saat ini, cara pemeliharaannya yang masih tradisional dan keadaan iklim (tropis) di Indonesia, nampaknya infeksi parasit akan selalu terjadi sepanjang tahun. Untuk memberantas atau mengurangi infeksi endoparasit ini, diperlukan obat cacing (antelmintik). Banyak obat cacing yang beredar di pasaran, namun dapat mengakibatkan resistensi ternak terhadap obat tertentu. Oleh karena itu, sangat dianjurkan penggunaan obat-obatan tradisional untuk obat cacing. Daun pare mengandung terpen dan alkaloid. Senyawa tersebut berkhasiat antelmintik. Secara in vitro, kedua zat itu dapat mematikan cacing haemonchus contrortus dan menghambat perkembangan telur cacing dari domba.

Bahan
Daun Pare

Alat

Cara Pembuatan

Beri domba dengan daun pare yang masih segar


Sumber
Tabloid Sinar Tani, 21 april 2004