TANAMAN HIAS “Acalypha”

Akalipa adalah kelompok semak berkayu yang mempunyai pertumbuhan cepat. Tanaman ini tidak cocok diletakkan dalam ruangan. Tanaman ini butuh kelembaban tinggi. Kondisi udara yang kering akan menyebabkan daun gugur dan munculnya serangan tungau merah. Agar tanaman tetap dalam kondisi vigor perlu dilakukan pemangkasan secara teratur setiap tahun, pemangkasan dilakukan sampai ½ ukuran. Bunga yang mati dan bunga yang muncul pertama sebaiknya dibuang.
Tipe:
  • Acalypha hipsida = Chenille Plant = Red Hot Castail, belukar dengan tinggi 6 kaki, bunga biasanya berwarna merah, varietas Alba bunganya berwarna putih.
  • Acalypha wilkesianan = Copperleaf = Daun tembaga
  • Warna daun merah tembaga cerah, panjang daun lebih kurang 5 inci, berbentuk semak dengan tinggi 4 kaki. Varietas yang bagusGodsefiana (warna dasar hijau dengan pinggiran putih) Musaica (merah, kuning dan perak)
Tips:
  • Suhu hangat, 65-80 F
  • Cahaya penuh sebaiknya bukan matahari langsung
  • Pemberian air secara teratur agar media tetap lembab
  • Penggantian media 1 kali setahun
  • Perbanyakan dengan stek batang

TANAMAN HIAS Caladium (Keladi)

Daun keladi tipis seperti kertas, bentuk seperti mata panah, warna daun bermacam-macam. Tanaman ini termasuk jenis tanaman hias daun yang populer. Tanaman ini cocok untuk didalam maupun diluar ruangan.

Tipe:
  • C. bicolor = C. hortulanum terdiri dari Candidum warna daun putih dengan tulang daun hijau, Seagull warna daun hijau dengan tulang daun hijau tua, Pinkblush warna daun merah muda, hijau tua dan merah tua, John Peel warna daun dikelilingi warna oranye, merah dan hijau.
  • C. humboldtii , lebih mudah tumbuh, ukuran lebih kecil.
  • C. picturatum, daun panjang dan sempit berwarna hijau dengan tulang daun putih
Tips:
  • Suhu minimal 70 F
  • Lebih baik hindarkan dari cahaya matahari langsung
  • Pengairan: jaga kondisi tetap basah
  • Penggantian media : 1 tahun sekali
  • Perbanyakan dengan anakan

MENGENAL TANAMAN HIAS Bougenvilla (Bunga Kertas)

 

Tanaman ini susah ditanam di dalam ruangan, lebih efektif jika dijadikan tanaman luar. Untuk menghasilkan tanaman yang berbunga diperlukan kondisi yang kering, pangkas tanaman dan kurangi pemberian air. Bila tanaman banyak mendapatkan air maka pertumbuhan vegetatifnya akan dominan.
Tipe:
  • Bougenvilla glabra, jenis hibridanya sangat populer.
  • B. buttiana.
Tips:
  • Suhu hangat
  • Cahaya matahari langsung
  • Pengairan dilakukan sesuai dengan kebutuhan
  • Penggantian media : 1 tahun sekali
  • Perbanyakan : Stek batang

Budidaya Bunga Sedap Malam Roro Anteng

Bunga Sedap Malam (Polianthes tuberosa) lebih cocok dibudidayakan di tanah lempung(sawah) serta memiliki persediaan air irigasi. Tempat penanaman harus terbukadan tidak dinaungi oleh pepohonan.
Sedap malam merupakan tanaman introduksi dan telah ditanam sejak lama, sehinggadianggap sebagai varietas lokal. Kultivar lokal sedap malam berbunga semi gandaasal Pasuruan telah dilepas sebagai varietas unggul nasional dengan nama RoroAnteng oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Timur bekerjasama denganPemerintah Kabupaten Pasuruan. Sementara sedap malam berbunga ganda asalCianjur telah dilepas oleh Balai Penelitian Tanaman Hias bekerjasama denganPemerintah Kabupaten Cianjur sebagai varietas unggul nasional dengan nama DianArum.
Syarat tumbuh
Sedap malam berbunga tunggal dan semi ganda lebih cocok ditanam di dataranrendah dengan elevensi di bawah 50 m dpl. Sedap malam berbunga ganda cocokditanam di daerah dengan elevensi di atas 100 m sampai 600 m dpl. Bila sedapmalam berbunga tunggal dan semi ganda ditanam di dataran sedang, maka bungayang dihasilkan akan memiliki tangkai bunga yang agak panjang, tidak kokoh dankurang kekar serta malai bunga agak panjang dan bagian ujung malai terkulaidengan jumlah kuntum bunga lebih sedikit. Kualitasnya menjadi jelek dan tidaklayak untuk dijual. Benih
Benih atau bibit sedap malam berupa umbi yang diperoleh dari tanaman produksiyang telah berumur lebih dari 1,5 tahun. Ukuran (diameter) umbi ratarata 1 – 2cm dan telah dikeringkan selama lebih kurang 2 – 3 minggu di bawah terikmatahari. Sebaiknya umbi disimpan lebih dahulu antara 1 – 2 bulan sebelum tanamdengan tujuan agar setelah ditanam tunas akan lebih cepat keluar.
Pengolahan tanah
Tanah dibersihkan dari gilma dan dicangkul sampai halus. Kemudian dibuat bedengandengan lebar 100 cm, tinggi 30 cm dan panjang tergantung luas lahan. Setiapbedengan terdiri dari tiga baris tanaman.
Pupuk dan pemupukan :
Pupuk kandang dapat berupa kotoran ayam, kuda, domba atau kompos yang telahmatang (siap pakai). Dosis sebanyak 20 sampai 30 ton/ha atau 2 – 3 kg per m2.Pupuk kandang ditaburkan merata setelah bedengan dibuat dan ditutup dengantanah pada saat merapikan bedengan (1 minggu sebelum tanam). Pemberian pupukkandang berikutnya dilakukan dengan interval 5 – 6 bulan. Pupuk NPK diberikansebulan setelah tanam atau diperkirakan akar pada umbi telah tumbuh danberkembang dengan baik, sehingga pupuk yang diberikan dapat diserap langsungoleh tanaman. Dosis pupuk sebayak 200 kg/ha atau 200g/m2. Pemberian pupuk NPKberikutnya dilakukan dengan interval 3 bulan. Selain itu, pupuk daun dapat jugadisemprotkan sesuai dengan dosis anjuran dengan interval 2 minggu.
Penanaman
Jarak tanam yang digunakan adalah 30 cm antar barisan dan 25 cm dalam barisan.Sebelum penanaman terlebih dahulu dibuat lubang tanam dengan kedalaman sekitar5 cm, kemudian umbi sedap malam dimasukkan ke dalam lubang dan ditutup dengantanah.  
Hama dan Penyakit
Hama utama yang menyerang tanaman sedap malam adalah thrips (Thaeniothripsp.), kutu dompolan atau mealybugs (Dysmicoccus brevipes) dan kutu perisai(Coccus sp.). Ketiga hama tersebut akan muncul pada musim kemarau yang panjang.Thrips mulai menyerang sejak awal penanaman hingga sedap malam berbunga. Hamatersebut ditemukan pada celah-celah antar daun dan juga pada daun yang masihmenguncup. Awal serangan ditandai dengan adanya bekas gigitan pada permukaandaun dan akhirnya berubah menjadi kecoklatan bila serangan sudah lanjut.Sebagai tindakan awal pengendalian dapat digunakan kertas berperekat warnakuning. Untuk mengendalikan hama tersebut dapat digunakan insektisida berbahanaktif dimetoat atau diafentiuron sesuai dengan dosis anjuran.
Pemeliharaan 
Pemeliharaan berupa penyiangan dan pengairan dapat dilakukan satu bulan satukali. Sementara penyiraman dilakukan satu minggu satu kali. Pada musim kemarauyang panjang pengairan dilakukan dengan cara memenuhi saluran antar bedengandengan air sampai penuh dan dibiarkan satu malam. Tindakan tersebut sangatbermanfaat untuk mencegah serangan hama kutu dompolan agar tidak sampai kebagian umbi sedap malam.
Panen bunga
Umumnya tanaman sedap malam akan berbunga pada umur 4 – 5 bulan setelahtanam. Panen bunga sebagai bunga potong dilakukan saat satu atau dua kuntumbunga telah mekar. Pemanenan dilakukan dengan cara memotong tangkai bungadengan gunting atau menarik tangkai bunga hingga terlepas dari rumpun tanaman.Masa produktif tanaman sedap malam mencapai umur 2 tahun setelah tanam. Setiaprumpun tanaman dapat menghasilkan bunga 3 – 5 tangkai bunga potong.
Donald Sihombing dan Wahyu Handayati
Penulis dari BPTP Jawa Timur, BP2TP
Dimuat Dalam Tabloid Sinar Tani, 19 Nopember 2008

Jarak Pagar untuk Tanaman Hias

Tanaman jarakpagar (Jatropha curcas L) lebih menarik dan bernilai tinggi jika direkayasamenjadi tanaman hias. Harganya mencapai Rp. 100 ribu perpohon di Tingkat Petani.
Jarak pagar(Jatropha curcas L) adalah jenis  tanamanperdu yang dapat mencapai tinggi 10 meter, banyak cabang, tahan pangkas, denganbentuk batang maupun kanopi yang tidak menentu. Jika dilukai, setiap bagiantanaman mengeluarkan getah yang tempo dulu dimanfaatkan untuk mencuci. Getahini mengandung alkaloid disebut jatrophine yang dimanfaatkan sebagai obat luka,sakit kulit, dan rematik. 
Jarak pagardiperbanyak dengan stek maupun biji. Jika dari biji mulai berbuah pada umursatu tahun. Berbunga pada awal musim hujan, buah mulai masak sekitar tiga bulansetelah penyerbukan. Kedudukan tangkai buah pada ketiak daun sebanyak 2-10butir pertangkai/tandan (tros). Tiap butir buah terdiri dari 2-3 lokul yangmasing-masing berisi satu butir biji jarak, dengan berat rata-rata 0,5-0,7 gramper biji (50-70 gr/100 biji). Dalam kondisi lingkungan yang sesuai, jarak pagarmasih tetap produktif hingga berumur puluhan tahun. 
Secara umum diIndonesia jarak pagar belum dibudidayakan, kegunaannya masih terbatas sebagai pagar hidup, kecualidi Malang Jawa Timur telah direkayasa menjadi tanaman hias yang unik danmenarik. Harga pohon jarak pagar  yangsudah direkayasa menjadi tanaman hias berkisar Rp. 50.000 – Rp. 100.000,-perpohon di tingkat petani. Jarak pagar mudah distek dan mudah dipindahkandengan persen kematian yang sangat kecil. 
Jatropha curcasL. dari famili Euphorbiaceae, ternyata mudah disambung dengan spesies Jatrophayang lain. Batang jarak pagar umumnya bengkok-bengkok, berkayu tetapi lunak, kulitbatang berwarna spesifik mirip warna telur itik yang benjol-benjol, banyakcabang sehingga memungkinkan disambung dengan berbagai spesies Jatrophalainnya. 
Jarak pagarmudah direkayasa menjadi tanaman hias karena mudah ditanam, mudah dipindah, mampuberadaptasi di berbagai tempat yang berbeda, tahan pangkas dengan cepatregenerasi, dan mudah disambung. Untuk bahan tanaman hias dipilih yang telahberbatang besar berumur lebih dari 30 tahun, bentuknya unik dan secara alamiperformencnya memang sudah menarik. Karena itu Jatropha curcas atau jarak pagarberpeluang besar dapat menjadi tanaman hias terkenal yang unik dan banyakpeminatnya. 
B u di  H a r i y o n o   d a n  S o e n a r d i

Penulisdari Balittas Malang
Dimuatpada Tabloid Sinar Tani, 31 Agustus 2005


BUDIDAYA BUNGA DAHLIA

1. SEJARAH SINGKAT
Dahlia merupakan tanamanbunga hias berupa tumbuhan tahunan yang tegak. Tanaman ini berasal daripegunungan Meksiko. Dahlia termasuk tanaman hias yang terlambat dibudidayakan.Di Eropa budidaya dimulai tahun 1789, dari Royal Botanical Garden di Madrid,Spanyol dan menyebar ke seluruh Eropa Barat. Walaupun perkembangannya sangatlambat, pada tahun 1841 sudah terdapat 1.200 varietas. Dahlia didatangkan keJawa Barat dari negeri Belanda pada masa penjajahan di abad ke 19. Saat inidahlia menjadi komoditi bunga potong/bunga pot yang penting di berbagai belahandunia. Di luar negeri, bunga ini mempunyai prospektif sehingga dibentukkelompok pemerhati bunga dahlia seperti Dahlia Society of India, NationalDahlia Society of United kingdom dan American Dahlia Society.
2. JENIS TANAMAN
Klasifikasi botani tanamandahlia adalah sebagai berikut:
  • Divisi : Spermatophyta
  • Sub divisi : Angiospermae
  • Kelas : Dicotyledonae
  • Keluarga : Compositae
  • Genus : Dahlia
  • Spesies : Dahlia spp. L.
Tanaman Dahlia yangdibudidayakan terdiri atas Dahlia pohon yang tingginya bisa mencapai beberapameter dan berupa tanaman perdu (tanaman berkayu namun tetap rendah). Bungadahlia memiliki warna : putih, kuning, jingga, violet, merah, ungu ataucampurannya. Diameter bunga terkecil sekitar 5 cm sedangkan yang terbesarsekitar 30 cm. Spesies dahlia yang ada saat ini adalah D. pinnata, D.variabilis, D. coccinea, D. juarezii.
3. MANFAAT TANAMAN
Bunga dahlia kaktus yangberwarna putih selalu diperdagangkan karena merupakan jenis bunga yang banyakdipakai untuk merangkai bunga dukacita. Jenis Dahlia lain yang kaya warna(dahlia besar dan dahlia kecil) dijual di dalam polibag untuk digunakan sebagaitanaman di luar rumah. Dahlia adalah tanaman berubi. Ubi dahlia mengandunghampir 70 prosen pati dalam bentuk inulin. Inulin murni hasil ekstraksi dariubi dahlia dimanfaatkan di bidang kedokteran. Jika inulin difermentasi olehenzim tertentu atau oleh jamur tanah, inulin akan berubah menjadi fruktosa,suatu gula yang banyak digunakan dalam pengawetan makanan atau pembuatan sirup.Karena itu, pemanfaatan inulin dari dahlia melalui biokonversi menjadi gulafruktosa.
4. SENTRA PENANAMAN
Di Indonesia untuk tujuankomersil, dahlia dibudidayakan di dataran tinggi Lembang dan Cianjur (JawaBarat).
5. SYARAT PERTUMBUHAN
5.1. Iklim
Tanaman ini memerlukansinar matahari yang berlimpah tanpa naungan.
5.2. Media Tanam
1.    Tanamandapat tumbuh di setiap tanah lempung berpasir yang mengandung humus, memilikitata udara baik dan gembur.
2.    Keasamantanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman ini antara pH=6,0-8,0.
5.3. Ketinggian Tempat
Tanaman dapat tumbuh baikpada daratan tinggi dengan ketinggian optimum 700-1.000 m dpl.
6. PEDOMAN BUDIDAYA
6.1. Pembibitan
1.    TeknikPenyemaian Bibit
1.    Perbanyakangeneratif dengan benih : Dilakukan pada dahlia mini untukmendapatkan warna bunga yang baru dan lebih bervariasi. Benih berasal daritanaman dahlia yang sehat berumur 5 bulan. Benih langsung disemai di ataspersemaian yang telah disiapkan. Bedengan persemaian dibuat di atas tanahdengan lebar 1 m dan panjang tergantung besar lahan dengan arah Utara-Selatan.Bedengan dibuat dari campuran humus, pupuk kandang sapi dan tanah yang suburdengan perbandingan 1:1:1. Tinggi bedengan 5 cm. Bibit disebarkan merata diatas bedengan dan ditutup tipis-tipis dengan tanah. Pada musim kemarau bedenganditutup dengan daun pisang yang telah dicuci atau karung goni yang bersih agarkelembaban bedengan terjaga. Bedengan perlu diberi naungan bila persemaiandilakukan pada musim hujan. Naungan berupa plastik transparan setinggi 80 cm disisit timur dan 60 cm di sisi barat. Setelah benih berkecambah dan berdaun duahelai, penutup (daun pisang/karung goni) dibuka. Bibit dipelihara dipersemaiansampai berdaun sempurna 2 buah, pada stadia ini akar tanaman belum menyentuhdasar bedengan dan dipindahtanamkan ke polibag transparan 18×15 cm berisicampuran sekam dan pupuk kandang sapi (6:1). Setelah tanaman berdaun 6 helai,dilakukan pindahtanam kedua ke dalam polybag transparan 30×20 cm berisi mediayang sama. Di dalam polybag ini tanaman dipelihara sampai berbunga selama 1,5-2bulan dan siap untuk dijual.
2.    Perbanyakanvegetatif dengan stek : Dilakukan pada dahlia mini untukmendapatkan bunga dengan warna dan bentuk yang sama dan untuk dahlia besar yangtidak dapat berbiji. Bahan stek diambil dari tunas ketiak yang berukuran 7-10cm. Untuk menghindari penyakit, gunakan pisau stek/pisau tajam yang bersihuntuk memotong tunas. Pembibitan dilakukan di polybag transparan 30×20 cmberisi campuran sekam padi dan pupuk kandang (6:1) dan dipelihara sampai siapjual tanpa dipindahtanam selama 3 hari.
3.    Perbanyakanvegetatif dari ubi : Dilakukan pada dahlia kaktus dan semikaktus. Ubi diambil dari tanaman berumur 7 bulan. Untuk mendapatkan ubi, batangtanaman yang telah habis masa berbunga pertamanya dipotong sampai 10 cm daripermukaan tanah.Tanah digali dan ubi diangkat bersama dengan batang utamanya.
2.    PemeliharaanPenyemaian
1.    Tanamandi Persemaian : Selama persemaian tanaman disiram satu hari sekalidan tidak diberi pupuk karena makanan sudah cukup banyak didapatkan daribedengan. Penyiangan gulma harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidakmerusak bibit yang masih mudah rusak.
2.    Tanamandi dalam polibag : Tanaman disiram 1-2 hari sekali (pagi-sore) kecualijika hari hujan. Gulma jarang tumbuh, jika ada disiangi dengan cara dicabutatau diambil dengan cangkul kecil Untuk mencegah hama/penyakit, tanamandisemprot dengan pestisida antracol/Basudin 2 minggu sekali di saat pergantianmusim kemarau-hujan dan musim hujan. Pupuk daun Gandasil dan 1 gram NPKdiberikan 1 minggu sekali.
6.2. Pengolahan MediaTanam
1.    Penanamandi Polybag (dahlia mini dan dahlia besar)
1.    Mediatanam berupa sekam dan pupuk kandang (6:1) dicampur merata.
2.    Masukkanmedia ke dalam polybag 30 x 20 cm sampai mengisi 90 prosen volume.
3.    Buatlubang tanam ditengah media, tambahkan 1 gram pupuk NPK.
4.    Masukkanbibit dari polybag kecil dan padatkan media di sekitar batang. Siram sampailembab.
5.    Selanjutnyatanaman diberi pupuk NPK sebanyak 1 gram setiap dua minggu. Penyemprotan denganpestisida Antracol dan Basudin dilakukan jika terlihat gejala seranganpenyakit.
6.    Pemangkasandaun perlu dilakukan agar bunga yang dihasilkan berkualitas baik. penjaranganbunga bertujuan untuk mendapatkan bunga dengan ukuran maksimal. Kriteriapenjarangan bunga adalah:
1.    Di setiappucuk lateral hanya terdapat 6 kuntum bunga dihitung sampai buku ke tiga untuktanaman Dahlia mini.
2.    Di setiappucuk utama dan pucuk lateral hanya terdiri atas 3 kuntum bunga untuk tanamanDahlia yang besar.
2.    PembentukanBedengan : Bedengan dibuat dengan lebar 70 cm, tinggi 15 cm dan panjang sesuaidengan kondisi lahan dan jarak antar bedengan 55 cm. Setelah bedenganterbentuk, tanah diolah sedalam 45 cm beberapa kali dengan cangkul. Tambahkanpupuk kandang setebal 15 cm (10-15 ton/ha) dan campur dengan 45 cm tanahbedengan. Haluskan tanah bedengan sampai kedalaman 15 cm. Rapikan kembalibedengan.
6.3. Teknik Penanaman
1.    PembuatanLubang Tanam : Lubang tanam dibuat sedalam 20 x 20 x 20 cm pada jarak tanam65-75 cm.
2.    CaraPenanaman Ubi : Ubi diletakkan mendatar di dasar lubang dan tutup dengan tanahsetebal 5 cm. Dari tunas yang tumbuh hanya satu atau dua yang dibiarkan tetaptumbuh.
6.4. Pemeliharaan Tanaman
1.    Penjarangandan Penyulaman : Untuk mendapatkan pertumbuhan yang seragam dapat dilakukansampai tanaman berumur 3 minggu. Biasanya bibit tidak tumbuh sempurna jikapengairan terlambat dilakukan terutama jika udara panas. Penjarangan bungaperlu dilakukan terutama jika jumlah bunga dalam satu tangkai terlalu banyaksupaya diameter bunga mencapai maksimum. Pada dahlia kaktus (putih) hanya satubunga yang dibiarkan hidup pada satu tangkai, sedangkan pada dahlia semi kaktusdapat 5 – 6 bunga.
2.    Penyiangan: Dilakukan sesuai dengan pertumbuhan gulma dan pada saat pemupukan sertapembumbunan. Pencegahan tumbuhnya gulma dapat dilakukan dengan menghamparkanmulsa organik di antara tanaman. Ketika tanaman mencapai 1 m, tanaman dibumbundan disangga dengan 2 batang bambu agar tidak rebah.
3.    Pemupukan: ilakukan setiap 10 hari dengan urea, SP-36 dan KCl masing-masing 2 gram atauNPK sebanyak 5 gram. Pemberian pertama 10 hari setelah pindah tanam. Pupukdiberikan di dalam larikan sejauh 15 cm dari pangkal batang. Tutup pupuk dengantanah.
4.    Pengairandan penyiraman : Dilakukan sesuai pertumbuhan tanaman. Di awal pertumbuhannya,tanah di sekitar pangkal batang sampai titik terluar tajuk jangan sampaimengering. Pada saat itu, jika perlu tanaman disiram 2-3 kali sehari tergantungdari keadaan cuaca. Setelah itu penyiraman dapat dilakukan setiap 5 hari.Penyiraman juga perlu dilakukan setelah pemberian pupuk.
7. HAMA DAN PENYAKIT
7.1. Hama
1.    Ulattanah (Agrotis ypsilon Hufn.)
o   Gejala: ulat menyerang tanaman ubi danbatang. Ulat memotong titik tumbuh atau pangkal batang tanaman sehingga tangkaidaun atau batang rebah dan layu terutama di siang hari.
o   Pengendalian: dilakukan dengan membunuhulat bersamaan dengan pembubunan dan penyiangan gulma, pemberian furadan walautidak selalu efektif dan penyemprotan insektisida Indofuran 3G atau Hostathion.
7.2. Penyakit
1.    Embuntepung/Powdery mildew
o   Penyebab: jamur Oidium tingitaniumSphaetotheca mascularis atau Uncinula necator).
o   Gejala: bagian yang terserang, terutamadaun, tertutup lapisan putih tipis seperti tepung, daun akan mengering dangugur.
o   Pengendalian: fungisida Benlate atauRubigan 120 EC. Serangan terjadi pada masa perpindahan musim dari hujan kekemarau.
2.    Virus
o   Penyebab: jenis virus CMV, TSV, TSWV danDMV.
o   Gejala: pertumbuhan tanaman abnormalsehingga tanaman kerdil.
o   Pengendalian: mengendalikan perkembanganvektor serangga seperti aphid atau trips, merendam benih dalam air panas,menghancurkan tanaman terinfeksi dan menyemprotkan insektisida. Metode yanglebih baik untuk mengeliminasi virus adalah menggunakan bibit dari kulturjaringan dan mendeteksi keberadaan virus dengan test ELISA.
8. PANEN
Panen tanaman dahlia dapatberupa bunga dan ubi Ubi yang dijadikan bahan pemanis diambil dari dahliabesar, dahlia kaktus atau semi kaktus.
8.1. Ciri dan Umur Panen
1.    Bunga:tiga bulan setelah tanam, bunga pertama dapat dipetik 2 kali seminggu sampai 4bulan kemudian. Bunga yang siap dipetik telah mekar penuh dengan diameter 10cm.
2.    Ubi: ubidipanen pada waktu tanaman berumur 7 bulan setelah tanam.
8.2. Cara Panen
1.    Bunga:bunga dahlia kaktus (ungu muda) dipetik dengan cara memotong tangkai bungasepanjang 20 cm dari dasar bunga. Bunga dahlia semi kaktus dipanen dengan caramemotong tangkai bunga sepanjang 50 cm dari dasar bunga.
2.    Ubi:seluruh tanaman dibiarkan tumbuh beberapa hara supaya sisa-sisa makanan didalam batang utama dapat diserap oleh umbi. Batang dipotong sampai ketinggian10 cm dari pangkal batang, tanah di sekitar batang digali dan ubi diangkatbersama-sama dengan batangnya.
8.3. Prakiraan Produksi
1.    Bunga:untuk areal tanam 1 tumbak (14 m 2 ), dihasilkan bunga sebanyak 1500 kuntumsetiap minggu selama 4 bulan panen.
2.    Ubi:besar ubi dan produksi ubi per batang tergantung dari jenis dahlia. Dahliakaktus menghasilkan ubi yang besar dan dapat mencapai 2 kg/tanaman. Dalam 10tumbak (140 m 2 ) dihasilkan 400 kg ubi.
9. PASCAPANEN
1.    Bunga :Setiap 50 tangkai diikat dan dibungkus daun pisang, biasanya bunga langsungdijual ke pasar bunga (konsumen).
2.    Ubi :Untuk mendapatkan gula fruktosa dari ubi dahlia dilakukan perlakuan sebagaiberikut:
1.    Ubidicuci bersih, dikupas dan dipotong-potong setebal 1 cm.
2.    Potonganubi digodog dengan air selama 20 menit.
10. ANALISIS EKONOMIBUDIDAYA TANAMAN
10.1. Analisis UsahaBudidaya
Perkiraan analisisbudidaya dahlia didasarkan pada luas lahan 30 tumbak (420 m2) pada tahun 1999di Lembang, Jawa Barat.
1.    Biayaproduksi :
1.    Sewalahan 420 m2 untuk 1 musim tanam Rp. 100.000,-
2.    Bibit:2000 @ Rp. 1.000,- Rp. 2.000.000,-
3.    Pupuk
§  Pupukkandang Rp. 45.000,-
§  Pupukbuatan Rp. 525.000,-
4.    PestisidaRp. 750.000,-
5.    Alat(polibag, sekam dll) Rp. 2.750.000,-
6.    Tenagakerja Rp. 2.625.000,-
7.    Lain-lainRp. 500.000,-
o   Jumlah biaya produksi Rp. 9.295.000,-
2.    Pendapatan:25.000 kuntum x 16 minggu @ Rp.35,- Rp. 14.000.000,-
3.    KeuntunganRp. 4.705.000,-
4.    Parameterkelayakan usaha : 1. rasio output/input = 1,506
Harga dahlia mini di dalampolibag antara Rp. 600,- sampai Rp. 1.000,- dan dahlia besar di dalam polibagantara Rp.1.000,- sampai Rp.1.500,-. Tanaman dijual di kebun dan selalu habissebelum bunganya mekar. Dengan biaya produksi termasuk buruh sekitar Rp. 350,-sampai Rp. 400,- per polibag, penjualan dahlia sebagai tanaman pot atau tanamandi luar rumah akan menguntungkan.
10.2. Gambaran PeluangAgribisnis
Dahlia adalah tanaman hiasyang sangat digemari di manca negara tetapi di Indonesia belum terlalu populer.Berbagai festival Dahlia sering dilaksanakan di Inggris, Amerika atau India.Masa depan bunga ini di Indonesia akan lebih baik seiring dengan minatmasyarakat untuk menjadikan bunga sebagai salah satu kebutuhan. Sebenarnya,potensi dahlia yang sangat menjanjikan adalah tingginya kandungan inulin di dalamubi. Inulin ini dapat diubah menjadi gula fruktosa. Saat ini Indonesia masihmengimpor gula fruktosa. Agribisnis bunga dahlia dengan tujuan menjadikannyasebagai tanaman penghasil inulin atau gula akan menghadapi masa yang cerah.Harga inulin, harga sirup fruktosa Rp. 3.100,-/kg (1990).
11. STANDAR PRODUKSI
11.1. Ruang Lingkup
Standar produksi meliputi:klasifikasi dan standar mutu, cara pengambilan contoh dan pengemasan.
11.2. Deskripsi : …
11.3. Klasifikasi danStandar Mutu : Mutu dan pengepakan bunga untuk ekspor ke pasaran Internasionalsangat ditentukan oleh negara pengimpor.
11.4. Pengambilan Contoh
Dari satu partai atau lotbunga dahlia yang terdiri atas maksimum 1.000 kemasan, contoh diambil secaraacak sejumlah seperti tersebut dalam data di atas:
1.    Contohyang diambil semua, jumlah kemasan bunga dalam partai 1–5.
2.    Contohyang diambil sekurang-kurangnya 5, jumlah kemasan bunga dalam partai 6–100.
3.    Contohyang diambil sekurang-kurangnya 7, jumlah kemasan bunga dalam partai 101–300.
4.    Contohyang diambil sekurang-kurangnya 9, jumlah kemasan bunga dalam partai 301–500.
5.    Contohyang diambil sekurang-kurangnya 10, jumlah kemasan bunga dalam partai 501–1001.
Dari setiap kemasan contohyang dipilih secara acak diambil sekurang-kurangnya tiga tangkai bunga. Untukkemasan contoh dengan isi kurang dari tiga tangkai, diambil satu tangkai. Darisejumlah tangkai yang terkumpul kemudian diambil secara acak contoh yangberjumlah sekurang-kurang lima tangkai diuji. Petugas pengambil contoh harusmemenuhi syarat, yaitu orang yang telah dilatih terlebih dahulu dan diberiwewenang untuk melakukan hal tersebut.
11.5. Pengemasan
1.    Pangkaltangkai bunga dahlia potongan dimasukan ke dalam tube berisi cairanpengawet/dibungkus dengan kapas kemudian dimasukan ke dalam kantong plastikberisi cairan pengawet lalu dikemas dalam kotak karton/kemasan lain yangsesuai.
2.    Satuikatan terdiri dari 20 tangkai bunga dan dibungkus dengan pembungkus darikertas khusus Sleeves. Kuntum tidak tertutup seludang, pangkal bunga diberikapas basah.
3.    Pengepakandilakukan dalam kotak kardus dengan kapasitas 10 ikatan. Pada bagian luarkemasan diberi tulisan:
1.    Namabarang.
2.    Jenismutu.
3.    Nama ataukode produsen/eksportir.
4.    Jumlahisi.
5.    Negaratujuan.
4.    Pengangkutandilakukan dengan alat angkut bersuhu udara 7-8 derajat C dengan kelembabanudara 60-65 %.
12. DAFTAR PUSTAKA
1.    Bailey,L. H. 1937. The Standard Cyclopedia of Horticulture. Macmillan Company. NewYork.
2.    Fisher,A. A. Virus Infection in Dahlia-Part II. Indian Dahlia Annual 1998:57-60
3.    Lutony, T.L.1993. Tanaman Sumber Pemanis. Penebar Swadaya. Jakarta
4.    Molzer,V. 1986. Flore des Jardins. GRÜND. Paris
5.    Vinayananda,S. 1998. Flowerbad Dahlias. Indian Dahlia Annual 1998:22-24
Sumber : Sistim InformasiManajemen Pembangunan di Perdesaan, BAPPENAS

BUDIDAYA BUNGA MELATI

1.SEJARAH SINGKAT
Melatimerupakan tanaman bunga hias berupa perdu berbatang tegak yang hidup menahun.Di Italia melati casablanca (Jasmine officinalle), yang disebut SpansishJasmine ditanam tahun 1692 untuk di jadikan parfum. Tahun 1665 di Inggrisdibudidayakan melati putih (J. sambac) yang diperkenalkan oleh Duke Casimo de’Meici. Dalam tahun 1919 ditemukan melati J. parkeri di kawasan India BaratLaut, Kemudian dibudidayakan di Inggris pada tahun 1923. Di Indonesia namamelati dikenal oleh masyarakat di seluruh wilayah Nusantara. Nama-nama daerahuntuk melati adalah Menuh (Bali), Meulu cut atau Meulu Cina (Aceh), Menyuru(Banda), Melur (Gayo dan Batak Karo), Manduru (Menado), Mundu (Bima danSumbawa) dan Manyora (Timor), serta Malete (Madura).
2.JENIS TANAMAN
Diantara200 jenis melati yang telah diidentifikasi oleh para ahli botani baru sekitar 9jenis melati yang umum dibudidayakan dan terdapat 8 jenis melati yang potensialuntuk dijadikan tanaman hias. Sebagian besar jenis melati tumbuh liar dihutan-hutan karena belum terungkap potensi ekonomis dan sosialnya. Tanamanmelati termasuk suku melati-melatian atau famili Oleaceae. Kedudukan tanamanmelati dalam sistematika/taksonomi tumbuhan adalah sebagai berikut:

  • Kingdom : Plantae
  • Divisi : Spermatophyta
  • Subdivisi : Angiospermae
  • Kelas : Dicotyledonae
  • Ordo : Oleales
  • Famili : Oleaceae
  • Genus : Jasminum
  • Spesies : Jasminum sambac (L) W. Ait..

Jenis,Varietas dan Ciri-ciri penting (karakteristik) tanaman melati adalah sebagaiberikut:

  1. Jasmine sambac Air (melati putih, puspa bangsa)
  2. Jasmine multiflora Andr (melati hutan:melati gambir, poncosudo, Star Jasmine, J,. pubescens willd).
  3. Jasmine officinale (melati casablanca, Spanish Jasmine) sinonim dengan J. floribundum=Jasmine grandiflorum). perdu setinggi 1, 5 meter.
  4. Jasmine rex (melati Raja, King Jasmine).
  5. Jasmine parkeri Dunn (melati pot).
  6. Jasmine mensyi (Jasmine primulinum, melati pimrose).
  7. Jasmine revolutum Sims (melati Italia)
  8. Jasmine simplicifolium ( melati Australia, J. volibile, m. bintang)
  9. Melati hibrida. Bunga pink dan harum.

Adapunjenis dan varietes Melati yang ada di Pulau Jawa antara lain:

  1. Jasmine. Sambac (melati Putih), antara lain varietas: Maid of Orleans, Grand Duke of Tuscany, Menur dan Rose Pikeke
  2. Jasmine. multiflorum (Star Jasmine)
  3. Jasmine officinale (melati Gambir)

3.MANFAAT TANAMAN
Bungamelati bermanfaat sebagai bunga tabur, bahan industri minyak wangi, kosmetika,parfum, farmasi, penghias rangkaian bunga dan bahan campuran atau pengharumteh.
4.SENTRA PENANAMAN
DiIndonesia Pusat penyebaran tanaman melati terkonsentrasi di Jawa Tengah,terutama di Kabupaten Pemalang, Purbalingga dan Tegal.
5.SYARAT PERTUMBUHAN
5.1.Iklim

  1. Curah hujan 112–119 mm/bulan dengan 6–9 hari hujan/bulan, serta mempunyai iklim dengan 2–3 bulan kering dan 5–6 bulan basah.
  2. Suhu udara siang hari 28-36 derajat C dan suhu udara malam hari 24-30 derajat C,
  3. Kelembaban udara (RH) yang cocok untuk budidaya tanaman ini 50-80 %.
  4. Selain itu pengembangan budi daya melati paling cocok di daerah yang cukup mendapat sinar matahari.

5.2.Media Tanam

  1. Tanaman melati umumnya tumbuh subur pada jenis tanah Podsolik Merah Kuning (PMK), latosol dan andosol.
  2. Tanaman melati membutuhkan tanah yang bertekstur pasir sampai liat, aerasi dan drainase baik, subur, gembur, banyak mengandung bahan organik dan memiliki.
  3. Derajat keasaman tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman ini adalah pH=5–7.

5.3.Ketinggian Tempat
Tanamanmelati dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik di dataran rendah sampaidataran tinggi pada ketinggian 10-1.600 m dpl. Meskipun demikian, tiap jenismelati mempunyai daya adaptasi tersendiri terhadap lingkungan tumbuh. Melatiputih (J,sambac) ideal ditanam di dataran rendah hingga ketinggian 600 m dpl,sedangkan melati Star Jasmine (J.multiflorum) dapat beradaptasi dengan baikhingga ketinggian 1.600 m dpl. Di sentrum produksi melati, seperti di KabupatenTegal, Purbalingga dan Pemalang (Jawa Tengah), melati tumbuh dengan baik didataran rendah sampai dataran menengah (0-700 m dpl).
6.PEDOMAN BUDIDAYA
6.1.Pembibitan

  1. Teknik Penyemaian Benih : Tancapkan tiap stek pada medium semai 10–15 cm/sepertiga dari panjang stek. Tutup permukaan wadah persemaian dengan lembar plastik bening (transparan) agar udara tetap lembab.
  2. Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian
    1. Penyiapan tempat semai:
      • Siapkan tempat/wadah semai berupa pot berukuran besar/polybag, medium semai (campuran tanah, pasir steril/bersih).
      • Periksa dasar wadah semai dan berilah lubang kecil untuk pembuangan air yang berlebihan.
      • Isikan medium semai ke dalam wadah hingga cukup penuh/setebal 20–30 cm. Siram medium semai dengan air bersih hingga basah.
    2. Pemeliharaan bibit stek:
      • Lakukan penyiraman secara kontinu 1–2 kali sehari.
      • Usahakan bibit stek mendapat sinar matahari pagi.
      • Pindahkan tanaman bibit stek yang sudah berakar cukup kuat (umur 1–23 bulan) ke dalam polybag berisi medium tumbuh campuran tanah, pasir dan pupuk organik (1:1:1).
      • Pelihara bibit melati secara intensif (penyiraman, pemupukan dan penyemprotan pestisida dosis rendah) hingga bibit berumur 3 bulan.

6.2.Pengolahan Media Tanam

  1. Pembukaan Lahan
    1. Bersihkan lokasi untuk kebun melati dari rumput liar (gulma), pepohonan yang tidak berguna/batu-batuan agar mudah pengelolaan tanah.
    2. Olah tanah dengan cara di cangkul/dibajak sedalam 30-40 cm hingga gembur, kemudian biarkan kering angin selama 15 hari
  2. Pembentukan Bedengan : Membentuk bedengan selebar 100-120 cm, tinggi 30-40 cm, jarak antara bedeng 40–60 cm dan panjang disesuaikan dengan kondisi lahan.
  3. Pengapuran : Tanah yang pH-nya masam dapat diperbaiki melalui pengapuran, misalnya dengan kapur kalsit (CaCO3) dolomit {CaMg (CO3)2}, kapur bakar (Quick lime, CaO)/kapur hidrat (Slakked lime,{Ca(OH)2}. Fungsi/kegunaan pengapuran tanah masam adalah untuk menaikan pH tanah, serta untuk menambah unsur-unsur Ca dan Mg.
  4. Pemupukan : Tebarkan pupuk kandang di atas permukaan tanah, kemudian campurkan secara merata dengan lapisan tanah atas. Pupuk kandang dimasukkan pada tiap lubang tanam sebanyak 1-3 kg. Dosis pupuk kandang berkisar antara 10-30 ton/hektar. Lubang tanam dibuat ukuran 40 x 40 x 40 cm dengan jarak antar lubang 100-150 cm. Penyiapan lahan sebaiknya dilakukan pada musim kemarau/1-2 bulan sebelum musim hujan.

6.3.Teknik Penanaman

  1. Penentuan Pola Tanam : Sebulan sebelum tanam, bibit melati diadaptasikan dulu disekitar kebun. Lahan kebun yang siap ditanami diberi pupuk dasar terdiri atas 3 gram TSP ditambah 2 gram KCI per tanaman. Bila tiap hektar lahan terdapat sekitar 60.000 lubang tanam (jarak tanam 1,0 m x 1,5 m), kebutuhan pupuk dasar terdiri atas 180 kg TSP dan 120 kg KCI. Bersama pemberian pupuk dasar dapat ditambahkan “pembenah dan pemantap tanah “ misalnya Agrovit, stratos/asam humus Gro-Mate
  2. Pembuatan Lubang Tanam : Bibit melati dalam polybag disiram medium tumbuh dan akar-akarnya. Tiap lubang tanam ditanami satu bibit melati. Tanah dekat pangkal batang bibit melati dipadatkan pelan-pelan agar akar-akarnya kontak langsung dengan air tanah.
  3. Cara Penanaman : Jarak tanam dapat bervariasi, tergantung pada bentuk kultur budidaya, kesuburan tanah dan jenis melati yang ditanam, bentuk kultur perkebunan jarak tanam umumnya adalah 1 x 1,5 m, sedang variasi lainnya adalah 40 x 40 cm, 40 x 25 cm dan 100 x 40 cm.

6.4.Pemeliharaan Tanaman

  1. Penjarangan dan Penyulaman. : Cara penyulaman adalah dengan mengganti tanaman yang mati/tumbuhan abnormal dengan bibit yang baru. Teknik penyulaman prinsipnya sama dengan tata laksana penanaman, hanya saja dilakukan pada lokasi/blok/lubang tanam yang bibitnya perlu diganti. Periode penyulaman sebaiknya tidak lebih dari satu bulan setelah tanam. Penyulaman seawal mungkin bertujuan agar tidak menyulitkan pemeliharaan tanam berikutnya dan pertumbuhan tanam menjadi seragam. Waktu penyulaman sebaiknya dilakukan pada pagi/sore hari, saat sinar matahari tidak terlalu terik dan suhu udara tidak terlalu panas.
  2. Penyiangan : Pada umur satu bulan setelah tanam, kebun melati sering ditumbuhi rumput-rumput liar (gulma). Rumput liar ini menjadi pesaing tanaman melati dalam pemenuhan kebutuhan sinar matahari, air dan unsur hara.
  3. Pemupukan : Pemupukan tanaman melati dilakukan tiap tiga bulan sekali. Jenis dan dosis pupuk yang digunakan terdiri atas Urea 300-700 kg, STP 300-500 kg dan KCI 100-300 kg/ha/tahun. Pemberian pupuk dapat dilakukan dengan cara disebar merata dalam parit di antara barisan tanaman / sekeliling tajuk tanaman sedalam 10-15 cm, kemudian ditutup dengan tanah. Pemupukan dapat pula dengan cara memasukan pupuk ke dalam lubang tugal di sekeliling tajuk tanaman melati. Waktu pemupukan adalah sebelum melakukan pemangkasan, saat berbunga, sesuai panen bunga dan pada saat pertumbuhan kurang prima. Pemberian pupuk dapat meningkatkan produksi melati, terutama jenis pupuk yang kaya unsur fosfor (P), seperti Gandasil B (6-20-30)/Hyponex biru (10-40-15) dan waktu penyemprotan pupuk daun dilakukan pada pagi hari (Pukul 09.00) atau sore hari (pukul 15.30-16.30) atau ketika matahari tidak terik menyengat.
  4. Pengairan dan Penyiraman : Pada fase awal pertumbuhan, tanaman melati membutuhkan ketersediaan air yang memadai. Pengairan perlu secara kontinyu tiap hari sampai tanaman berumur kurang lebih 1 bulan. Pengairan dilakukan 1-2 kali sehari yakni pada pagi dan sore hari. Cara pengairan adalah dengan disiram iar bersih tiap tanam hingga tanah di sekitar perakaran cukup basah.
  5. Waktu Penyemprotan Pestisida : Zat perangsang/zat pengatur Tumbuh (ZPT) dapat digunakan untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi bunga, zat perangsang bunga yang berpengaruh baik terhadap pembungaan melati adalah Cycocel (Chloromiguat) dan Etherel. Tanaman melati yang di semprot dengan Cycocel berkonsentrasi 5.000 ppm memberikan hasil bunga yang paling tinggi, yakni 1,45 kg/ tanaman. Cara pemberiannya: zat perangsang bunga disemprotkan pada seluruh bagian tanaman, terutama bagian ujung dan tunas-tunas pembungaan. Konsentrasi yang dianjurkan 3.000 ppm–5.000 ppm untuk Cycocel atau 500-1.500 ppm bila digunakan Ethrel.
  6. Lain-lain : Tanaman melati umumnya tumbuh menjalar, kecuali pada beberapa jenis melati, seperti varietas Grand Duke of tuscany yang tipe pertumbuhannya tegak. Tinggi pemangkasan amat tergantung pada jenis melati, jenis melati putih (J.sambac) dapat di pangkas pada ketinggian 75 cm dari permukaan tanah, sedangkan jenis melati Spnish Jasmine (J. officinale var. grandiflorum) setinggi 90 cm dari permukaan tanah.

7.HAMA DAN PENYAKIT
Tanamanmelati tidak luput dari gangguan hama dan penyakit, prinsip pokok dan prioritasteknologi pengendalian hama/penyakit .

  1. Pengendalian hayati dilakukan secara maksimal dengan memanfaatkan musuh-musuh alami hama (parasitoid, perdator, patogen) dengan cara:
    • memasukan, memelihara, memperbanyak, melepaskan musuh alami
    • mengurangi penggunaan pestisida organik sintetik yang berspektrum lebar/menggunakan pestisida selektif.
  2. Ekosistem pertanian dikelola dengan cara:
    • penggunaan bibit sehat
    • sanitasi kebun
    • pemupukan berimbang
    • pergiliran tanaman yang baik
    • penggunaan tanaman perangkap,
  3. Pestisida digunakan secara selektif berdasarkan hasil pemantauan dan analisis ekosistem.

7.1.Hama

  1. Ulat palpita (Palpita unionalis Hubn) :
    • Hama ini termasuk ordo Lepidoptera dan famili Pyralidae, Stadium hama yang merusak tanaman melati adalah larva (ulat).
    • Pengendalian: dilakukan dengan cara memotong bagian tanaman yang terserang berat dan menyemprotkan insektisida yang mangkus dan sangkil, misalnya Decis 2,5 EC, Perfekthion 400 E/Curacron 500 EC .
  2. Penggerek bunga (Hendecasis duplifascials) :
    • Hama ini termasuk ordo Lepidoptera dan famili Pyralidae.
    • Gejala: menyerang tanaman melati dengan cara menggerek/melubangi bunga sehingga gagal mekar. Kuntum bunga yang terserang menjadi rusak dan kadang-kadang terjadi infeksi sekunder oleh cendawan hingga menyebabkan bunga busuk.
    • Pengendalian: disemprot dengan insektisida yang mangkus, misalnya Decis 2,5 EC, Cascade 50 EC/Lannate L .
  3. Thips (Thrips sp) :
    • Thrips termasuk ordo Thysanoptera dan famili Thripidae. Hama ini bersifat pemangsa segala jenis tanaman (polifag).
    • Gejala: menyerang dengan cara mengisap cairan permukaan daun, terutama daun-daun muda (pucuk).
    • Pengendalian: dilakukan dengan cara mengurangi ragam jenis tanaman inang di sekitar kebun melati dan menyemprotkan insektisida yang mangkus : Mesurol 50 WP, Pegasus 500 SC/Dicarzol 25 SP .
  4. Sisik peudococcus (Psuedococcus longispinus) :
    • Hama ini termasuk ordo Pseudococcidae dan famili Homoptera yang hidup secara berkelompok pada tangkai tunas dan permukaan daun bagian bawah hingga menyerupai sisik berwarna abu-abu atau kekuning-kuningan.
    • Gejala: menyerang tanaman dengan cara mengisap cairan sel tanaman dan mengeluarkan cairan madu.
    • Pengendalian: dilakukan dengan menyemprotkan insektisida yang mangkus, misalnya Bassa 500 EC/Nogos 50 EC.
  5. Ulat nausinoe (Nausinoe geometralis) :
    • Hama ini termasuk ordo Lepidoptera dan famili Pyralidae.
    • Ciri: ngengat berwarna coklat dengan panjang badan rata-rata 12 mm dan panjang rentang sayap kurang lebih 24 mm berwarna coklat dan berbintik-bintik transparan.
    • Gejala: menyerang daun tanaman melati identik (sama) dengan serangan ulat P. unionalis.
  6. Hama Lain. :
    • Hama lain yang sering ditemukan adalah kutu putih (Dialeurodes citri) dan kutu tempurung (scale insects). Bergerombol menempel pada cabang, ranting dan pucuk tanaman melati, menyerang dengan cara mengisap cairan sel, sehingga proses fotosintesis (metabolisme).
    • Pengendalian dilakukan dengan menyemprotkan insektisida yang mangkus, seperti Perfekthion 400 EC/Decis 2,5 EC.

7.2.Penyakit

  1. Hawar daun :
    • Penyebab: cendawan (jamur) Rhizcotonia solani Kuhn.
    • Gejala: menyerang daun yang letaknya dekat permukaan tanah.
  2. Hawar benang (Thread Blight) :
    • Penyebab: jamur Marasmiellus scandens (Mass).
    • Gejala: menyerang bagian cabang tanaman melati.
  3. Hawar bunga (Flower Blight) :
    • Penyebab: cendawan (jamur) Curvularia sp. Fusarium sp dan Phoma sp,.
    • Gejala: bunga busuk, berwarna coklat muda dan kadang-kadang bunga berguguran.
  4. Jamur upas :
    • Penyebab: jamur Capnodium salmonicolor. Penyakit ini menyerang batang dan cabang tanaman melati yang berkayu.
    • Gejala: terjadi pembusukan yang tertutup oleh lapisan jamur berwarna merah jambu pada bagian tanaman terinfeksi apnodium sp. dan Meliola jasmini Hansf. et Stev. Gejala serangan capnodium adalah permukaan atas daun tertutup oleh kapang jelaga berwarna hitam merata.
  5. Bercak daun :
    • Penyebab: jamur Pestaloita sp.
    • Gejala: bercak-bercak berwarna coklat sampai kehitam-hitaman pada daun.
  6. Karat daun (Rust) :
    • Penyebab: ganggang hijau parasit (Cephaleuros virescens Kunze).
    • Gejala: pada permukaan daun yang terserang tampak bercak-bercak kemerah-merahaan dan berbulu. Penyakit ini umumnya menyerang daun-daun yang tua.
  7. Antraknosa :
    • Penyebab: jamur Colletotrichum gloesporoides.
    • Gejala : terbentuk bintik-bintik kecil berwarna kehitam-hitaman. Bintik-bintik tersebut membesar dan memanjang berwarna merah jambu, terutama pada bagian daun. Serangan berat dapat menyebabkan mati ujung (die back).
  8. Penyakit lain :
    • Busuk bunga oleh bakteri Erwinia tumafucuens. Bintil akar oleh nematoda Meloidogyne incognito, penyebab abnormilitas perakaran tanaman. Virus kerdil penyebab terhambatnya pertumbuhan tanaman melati, belang-belang daun dan kadang-kadang seluruh ranting dan pucuk menjadi kaku.

8.PANEN
8.1.Ciri dan Umur Panen
Ciri-ciribunga melati yang sudah saatnya dipanen adalah ukuran kuntum bunga sudah besar(maksimal) dan masih kuncup / setengah mekar. Produksi bunga melati diIndoensia masih rendah yakni berkisar antara 20-25 kg/hektar/hari. Tanamanmelati mulai berbunga pada umur 7-12 bulan setelah tanam. Panen bunga melatidapat dilakukan sepanjang tahun secara berkali-kali sampai umur tanaman antara5-10 tahun. Setiap tahun berbunga tanaman melati umumnya berlangsung selama 12 minggu(3 bulan).
8.2.Cara Panen
Pemetikanbunga melati sebaiknya dilakukan pada pagi sore, yakni saat sinar mataharitidak terlalu terik/suhu udara tidak terlalu panas.
8.3.Periode Panen
Hasilpanen bunga melati terbanyak berkisar antara 1-2 minggu. Selanjutnya, produksibunga akan menurun dan 2 bulan kemudian meningkat lagi
8.4.Prakiraan Produksi
Produksibunga melati paling tinggi biasanya pada musim hujan, di Jawa Tengah, panenbunga melati pada musim kemarau menghasilkan 5–10 kg/hektar, sedangkan panenpada musim hujan mencapai 300-1.000kg/ha. Data produksi bunga melati diIndonesia berkisar 1,5–2 ton/ha/th pada musim hujan dan 0,7-1 ton/ha/th padamusim kemarau.
9.PASCAPANEN
9.1.Pengumpulan
Ditempat terbuka bunga melati akan cepat layu untuk mempertahankan/memperpanjangkesegaran bunga tersebut dihamparkan dalam tampah beralas lembar plastikkemudian disimpan di ruangan bersuhu udara dingin antara 0-5 derajat C.
9.2.Lain-lain
Salahsatu produk pengolahan pascapanen bunga melati adalah Jasmine Oil.

  1. Minyak melati istimewa, yakni minyak yang diekstraksi dari bunga melati dengan pelarut ether minyak bumi, sebagai bahan baku minyak wangi mutu tinggi.
  2. Minyak melati biasa, yakni minyak yang diekstraksi dari bunga melati dengan pelarut benzole, sebagai bahan baku minyak wangi mutu sedang.
  3. Minyak pomade istimewa, yakni minyak yang diperoleh dengan teknik enfleurage bunga melati, sebagai bahan baku minyak rambut.
  4. Minyak pomade biasa, yakni minyak yang diekstraksi dari bunga melati bekas enfleurage, sebagai pewangi teknis.

Teknikenfleurage disebut teknik olesan. Prinsip kerja ekstraksi bunga melati denganteknik olesan adalah sebagai berikut:

  1. Oleskan lemak muri pada permukaan kaca tipis.
  2. Letakan bunga melati yang masih segar (baru petik) diatas permukaan kaca .
  3. Simpan kaca tipis bersama bunga melati dalam rak-rak penyimpanan yang terbuat dari plastik, kayu/logam tahan karat.
  4. Biarkan bunga melati selama 3-4 hari sampai bunga tersebut layu.
  5. Bunga melati yang telah layu segera dibuang untuk diganti dengan bunga-bunga baru/masih segar.
  6. Lakukan cara tadi secara berulang-ulang selama 2-3 bulan hingga lemak dipenuhi minyak wangi bunga melati.

Teknikekstraksi minyak melati dapat dilakukan dengan teknik tabung hampa.

  1. Masukan bunga melati segar ke dalam tabung, kemudian alirkan bahan pelarut (alkohol, ether, chlorofrom, ecetone, lemak murni, ether minyak bumi) secara berkesinambungan.
  2. Salurkan cairan ekstrak yang mengandung bahan pelarut dan unsur-unsur bunga melati ke tabung hampa udara yang dipanaskan sekedarnya untuk menguapkan bahan pelarut. Uap pelarut diallirkan kembali ke kondensor agar menjadi cairan.
  3. Tambahkan ethanol ke dalam unsur bunga melati. Unsur bunga melati biasanya berupa lilin padat (concrete) yang masih mengandung zat pewarna, damar dan unsur lain yang tidak menguap.
  4. Campurkan minyak tadi dengan alkohol kemudian saring kembali untuk menghilangkan kandungan damar.
  5. Lakukan penyulingan absolut dengan menggunakan sthlene glycol penyinaran dengan sinar ultra violet untuk menghilangkan zat pewarna.

10.ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN
10.1.Analisis Usaha Budidaya
Perkiraananalisa budidaya tanaman melati seluas 0,5 ha yang dilakukan pada tahun 1999 didaerah Bogor.

  1. Biaya produksi
    1. Sewa lahan 0,5 ha Rp. 750.000,-
    2. Bibit Rp. 190.000,-
    3. Pupuk Rp. 325.000,-
    4. Pestisida Rp. 50. 000,-
    5. Tenaga kerja Rp. 6.425.000,-
    6. Alat (penyusunan alat-alat) Rp. 50.000,-
    • Jumlah biaya produksi Rp. 7.790.000,-
  1. Pendapatan 15.555 kg @ Rp. 850,- Rp.12.750.000,-
  2. Keuntungan bersih Rp. 4.960.000,-
  3. Parameter kelayakan usaha :
    1. O/I Ratio = 1,637
    2. ROI = 0,698
    3. BEP Rp. 1.696.352,84,-

10.2.Gambaran Peluang Agribisnis
Pengembanganusaha tani melati skala komersial mempunyai prospek cerah danpeluang pasarnyabagus. Tiap hari untuk keperluan tabur bunga dibutuhkan 600 kilogram bungamelati. Pasar potensial bunga melati adalah Jepang, Korea, Thailand, Taiwan danHongkong. Nilai ekonomi bunga melati semakin dibutuhkan dalam kehidupan maju(modern) untuk bahan baku industri minyak wangi, kosmetik, pewangi, penyedapthe, cat, tinta, pestisida, pewangi sabun dan industri tekstil. Meski peluangpasar bunga melati di dalam dan luar negeri cukup besar, produksi bunga melatiIndonesia baru mampu memenuhi sekitar 2% dari kebutuhan melati pasar dunia.Penomena ini menunjukan peluang yang perlu dimanfaatkan dengan baik diIndonesia karena potensi sumber daya lahan amat luas dan agroekologinya cocokuntuk tani melati. Hasil studi agribisnis melati yang dilakukan oleh pusatPenelitian dan Pengembangan Hortikultura di daerah setrum produksi Tegal (JawaTengah) menunjukan bahwa usaha tani melati menguntungkan dan layakdikembangkan.
11.STANDAR PRODUKSI
11.1.Ruang Lingkup
Standarmelati meliputi ruang lingkup, deskripsi, klasifikasi, syarat mutu, carapengambilan contoh, cara uji, syarat penandaan dan pengemasan.
11.2.Diskripsi …
11.3.Klasifikasi dan Standar Mutu
Mutudan pengepakan bunga untuk ekspor ke pasaran Internasional sangat ditentukanoleh negara pengimpor.
11.4.Pengambilan Contoh
Satupartai/lot bunga melati segar terdiri atas maksimum 1.000 kemasan. Contohdiambil secara acak dari jumlah kemasan.

  1. Jumlah kemasan dalam partai 1 – 5, contoh yang diambil semua.
  2. Jumlah kemasan dalam partai 6 – 100, contoh yang diambil sekurang-kurangnya 5.
  3. Jumlah kemasan dalam partai 101 – 300, contoh yang diambil sekurang-kurangnya 7.
  4. Jumlah kemasan dalam partai 301 – 500, contoh yang diambil sekurang-kurangnya 9.
  5. Jumlah kemasan dalam partai 501 – 1000, contoh yang diambil sekurang-kurangnya 10.

11.5.Pengemasan
Bungamelati segar dikemas dengan kotak karton yang baru dan kokoh, baik, bersih dankering serta berventilasi. Jumlah tangkai sebanyak 15-20 tangkai diikat dandibungkus. Kemudian dimasukkan ke dalam kemasan karton. Kemasan lain denganbobot dan jumlah tangkai tertentu dapat digunakan atasdasar kesepakatan antarapihak penjual dan pihak pembeli. Ujung tangkai bunga dimasukkan ke dalamkantong plastik berisi kapas basah mengandung bahan pengawet.
12.DAFTAR PUSTAKA

  1. Rukmana H. Rahmat (1997). Usaha Tani Melati, Yogyakarta, Kanisus

Sumber: Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan, BAPPENAS

Merah Hijau si Pucuk Merah

Dengan keunikan warna daunnya, tanaman pucuk merah semakin sering terlihat di sekitar kita. Anda mungkin melihatnya di pinggir jalan, di taman atau di pekarangan rumah. Tanaman ini memang terlihat unik karena daunnya memilki dua warna yaitu merah dan hijau. Tidak heran, jika perpaduan dua warna ini membuat tanaman ini semakin diminati.



Pucuk Merah

Tanaman yang dikenal dengan nama pucuk merah atau dalam bahasa latinnya bernama Syzigium oleinamerupakan tanaman yang berciri khas memiliki daun yang berwarna merah dan hijau. Daun tumbuh rapat antara satu daun dengan daun lainnya. Tekstur daun halus dengan panjang daun berkisar 5 cm dan permukaan daun yang mengkilap. Saat daun masih pucuk dan muda, daun akan berwarna merah.
Kemudian warna daun akan berubah menjadi hijau saat daun semakin tua. Inilah alasan tanaman ini dikenal dengan nama pucuk merah. Tanaman ini akan selalu menghasilkan dua warna karena daun muda yang berwarna merah akan bermunculan sehingga warna tanaman menjadi hijau merah.
Indonesia menjadi salah satu negara tempat ideal bagi si pucuk merah karena tanaman ini sangat cocok hidup di daerah tropis. Diameter tanaman dapat mencapai 30 cm dengan tinggi mencapai 7 meter. Usia tanaman dapat mencapai puluhan tahun. Besarnya tanaman dapat membuat rumah Anda terlihat sejuk. Kerimbunan dan keunikan warna daun tanaman Pucuk Merah menjadikannya dipilih sebagai penghias rumah dan taman.

Mencari Pucuk Merah

Untuk memperoleh tanaman pucuk merah, Anda dapat menemukannya pada penjual tanaman di pinggir jalan, terlebih saat ini tanaman dengan daun 2 warna ini sedang menjadi favorit. Harganya tidak terlalu mahal, berkisar Rp 20.000,- hingga Rp 50.000,- untuk tanaman dengan tinggi 20 cm – 50 cm. Sebagai media tanamnya, Anda dapat mengkombinasikan antara tanah merah dengan pupuk kandang dengan perbandingan yang sama.

Perawatan Pucuk Merah

Jika Anda menginginkan tanaman ini tumbuh maksimal, pucuk merah sebaiknya tidak ditanam di pot, mengingat tanaman ini dapat menjadi besar. Lakukan pemangkasan daun 1 bulan sekali agar bentuk tanaman tetap rapi. Pemotesan terhadap daun-daun yang sudah tua dapat dilakukan 2 minggu sekali. Tujuannya adalah agar muncul pucuk-pucuk daun baru yang berwarna merah sehingga tanaman terlihat seimbang antara warna merah dan hijau. Daun yang sudah tua dipotes mulai dari pangkal ruas yang menempel pada cabang pohon, agar daun baru dapat tumbuh dari pangkal tersebut.
Agar tetap terlihat rapi dan indah, sebaiknya dilakukan pemangkasan secara teratur. Anda juga dapat memangkas tanaman in menjadi bentuk-bentuk yang unik. Bentuk tajuk lingkaran atau dibentuk kerucut menyerupai pohon cemara sering ditemui dan dapat dicoba pada tanaman Anda.
Merawat pucuk merah juga mencakup melindunginya dari berbagai penyakit dan hama. Salah satu pengganggu tanaman ini adalah ulat coklat. Untuk membasminya, Anda dapat menggunakan suprasit. Jangan lupa untuk memberi pupuk tanaman agar tanaman dapat tumbuh sehat. Berikan pupuk N-P-K seimbang. Lakukan pemupukan setiap dua bulan. Jangan lupa lakukan penyiraman setiap hari.
Pucuk merah merupakan tanaman yang membutuhkan banyak sinar matahari. Agar dapat terus bertunas sehingga menghasilkan daun berwarna merah, tempatkan tanaman ini di lokasi yang banyak terkena sinar matahari. Kini, si pucuk merah siap menghiasi taman Anda dengan daun hijau merahnya.

MENANAM & MERAWAT EPHORBIA

Dua tahun yang lalu euphorbia pernah booming di negeri kita. Harga dipasaran termurah saja minimal Rp. 30 ribu/ pot. Seiring dengan semakin banyaknya penangkar, maka jatuh pula harganya. Namun jangan lantas ditinggalkan. Jika anda termasuk pecinta setia euphorbia, dengan sentuhan sedikit sudah akan merubah nuansa dan keindahan euphorbia kita.
Coba Anda ganti pot hitam yang menjadi media dengan pot yang lebih bagus. Bila kantong kita hanya pas-pasan dan eman-eman untuk membeli pot keramik, tidak ada salahnya bila tanaman berduri tersebut kita belikan dengan pot plastik yang berwarna. Misal kita ambil tanaman yang mempunyai tinggi sekitar 15 cm.Tentunya tanaman yang sudah siap berbunga. Lantas kita gunakan pot yang sewarna dengan warna bunganya. Pasti terlihat cantik dan anggun. Kita bisa tempatkan dimeja teras atau meja tamu. Pasti nuansa baru akan muncul, cantik, elegan, romantis dan eksklusif. 
 Tanaman Pembunuh
  Ada yang sering terlewatkan bila melihat keindahan tanaman gurun berduri ini. Sekarang coba kita amati pada tangkai bunganya. Kita raba persis pada tangkai dibawah bunganya. Maka akan terasa lengket seperti ada pulut (getah) yang menyelimuti tangkai bunga bak pulut yang ditempel pak tani pada orang-orangan perangkap kancil dongeng saat kita kecil dulu.  Tangkai bunga tersebut terlihat basah seakan mengeluarkan cairan madu dengan aroma yang khas. Warna cairan dan aroma tersebut ternyata mengundang serangga kecil mendekat dan menghisap madu dengan bayangan rasa manis. Nah… saat serangga tersebut hinggap atau merayap pada tangkai bunga, maka tamatlah riwayatnya. Karena dia akan terjebak lengket pada tangkai bunga dan tentu akan mati secara perlahan. Bangkai serangga yang menempel tersebut menjadi nutrisi dan sari makanan pada tanaman euphorbia selain makanan yang diambil dari akarnya. 
Bunga Keberuntungan
 Euphorbia memang sangat cantik dan eksotis. Bunganya muncul sangat semarak bila terkena sinar matahari penuh. Dengan bentuk bunga seperti angka delapan, maka tak heran banyak yang menganggap dengan menanam bunga berduri ini sebagai bunga yang dapat mendatangkan keberuntungan. Coba lihat lebih detil. Duri yang melindungi batangnya juga terlihat kokoh. Duri-duri ini juga dianggap sebagai penolak bala. Tentunya bagi yang mempercayainya. Sedang yang tidak percaya, anggaplah sebagai penghias rumah yang terlihat cantik menawan. 
Trik Menanam
 Tananam cantik ini mempunyai spesies lebih dari 2000. Sebagian memang berasal dari dataran Afrika dan Madagaskar. Daerah yang terkena sinar matahari penuh. Maka bunga ini mudah beradaptasi di Indonesia.
Kami berikan cara cepat menanam dan memperbanyak euphorbia. Walau banyak cara misalnya dengan cara tanam biji, sambung, stek maupun cara lain. Dibawah ini cara stek yang kami pilih. Selain praktis juga kita tahu secara persis warna bunga apa yang kita kehendaki.
  • Potong cabang yang sehat kira-kira setinggi 10 – 15 cm, Siapkan pot yang sepadan dengan bakal tanaman. Usahakan lobang pot dibawah lancar agar air tidak berlebihan yang dapat menakibatkan pembusaukan.
  • Siapkan media tanam berupa tanah, pasir dan sekam. Taburkan dan campur dengan butiran pupuk lambat secukupnya (jangan berlebihan).
  • Tanam batang euphorbia dengan posisi tegak. Siram sampai media terlihat padat.
  • Letakkan ditempat yang agak teduh namun masih ada sinar mataharinya sampai sekitar satu minggu.
  • Usahakan media tidak terlalu basah.
  • Setelah mulai tumbuh tunas daun pada pucuknya, pindahkan ditempat yang terkena matahari secara langsung.
Perawatan
Agar euphorbia tumbuh bagus, sehat dengan bunga yang semarak, tentu memerlukan perlakuan tersendiri. Walau pada dasarnya tanaman gurun ini cukup bandel dan mudah perawatannya.  Untuk tahap awal adalah tahap penyuburan. Tahap ini bisanya dilalui sekitar satu sampai dua bulan. Pada fase ini, adalah setelah tanaman melewati waktu dua bulan, tanaman akan mulai mengeluarkan beberapa cabang. Daun terlihat sangat subur, lebar dan rindang. tahap berikutnya adalah tahappenbungaan. Pada tahap tersebut, tanaman harus terkena matahari secara langsung dan penuh sepanjang hari. Siram setiap hari dengan cara menggunakan gembor. Usahakan air yang menyiram tidak terlalu deras dan keras yang menagakibtkan daun tertancap duri atau sobek. Setelah satu minggu akan muncul bunga-bunga kecil diantara sela-sela tajuknya. Bunga tersebut akan terlihat dewasa setelah satu bulan yang ditandai bunga serempak yang cerah dan indah menyesaki seluruh daun-daunnya. 
Untuk merawat agar euphorbia tetap berbunga lebat sepanjang masa, tentu anda juga harus merawatnya. Usahakan agar tanaman terkena sinar matahari secara langsung dan penuh, unsure hara tetap dalam jumlah yang memadai. Berikan pupuk majmuk dengan kadar NPK dimana N rendah dan PK lebih tinggi. Anda bisa menggunakan pupuk padat maupun cair yang saat ini tersedia hamper diseluruh penjual tanaman hias maupun toko-toko pertanian di daerah anda. Selamat mencoba.

TIP MENGATASI BUSUK AKAR DAN BONGGOL PADA ADENIUM

Hati-hati bagi pemilik adenium pada saat ini. Hujan yang terus menerus bisa merusak tanaman anda. Hujan memang berkah bagi umat manusia. Karena dengan hujan tanaman akan bersemai dan tanah menjadi subur. Namun juga harus waspada dan hati-hati bagi pemilik tanaman gurun, seperti adenium dan sejenisnya.adenium-busuk-akar.jpgCoba kita tengok dan amati adenium kita, bila daun banyak menguning, rontok dan batang terlihat layu, kemungkinan tanaman kita mengalami busuk akar hingga bonggol. Perlu diwaspadai, tanaman adenium memang rentan terhadap air. Saat ini hujun turun dengan curah yang sangat tinggi. Bila media tanam basah dan terlalu banyak menyimpan air yang berlebihan, kemungkinan tanaman kita akan menjadi busuk. Bila adenium anda mengalami hal tersebut, busuk akar sampai bonggol, jangan buru-buru dibuang. Masih ada jalan keluar. Bahkan bila anda merawatnya dengan benar dan jeli, kemungkinan adenium anda akan mempunyai bentuk yang artistik dan lebih indah. Dibawah ini adalh tip merawat adenium yang mengalami pembusukan akar hingga bonggol.
Langkah-langkah menangani adenium busuk akar dan bonggol
  • Cabut adenium dari potnya.
  • Bersihkan dari tanah/ media yang menempel pada akar/ bonggol dengan cara dicuci pada air yang mengalir.
  • Potong dengan pisau tajam/ cutter bonggol yang membusuk hingga hilang secara keseluruhan akar dan batang yang membusuk (bonggol busuk biasanya berair lebih banyak, warna kusam hingga hitam). Bila ada celup larutan fungisida.
  • Keringkan dengan cara digantung hingga terkena sinar matahari penuh 2 hingga 4 hari sampai bekas sayatan menjadi kering dan mengeras.
  • Raba bagian bekas sayatan/ potongan hingga terasa keras, kering dan tidak mengeluarkanair  lagi
  • Tanam kembali pada media kering sampai 2 hari ditempat teduh
  • Setelah 2-4 hari siram media tanam dengan air secukupnya (jangan berlebihan)
  • Tempatkan pada tempat yang terkena sinar matahari secara tak langsung (missal ; dibawah paranet, teras rumah.
Pasca Penanaman Kembali
Setelah tanaman ditanam kembali jangan bingung bila adenium akan rontok daunnya. Bahkan kadang hanpir seluruh daun akan menguning dan rontok. Kadang juga akan muncul bunga pada ujung batang. Hal itu biasa.Penyiraman hanya bersifat memancing metabolisme. Pada saat tersebut tanaman sedang pada masa penyesuaian dan pemulihan. Jadi jangan berlebihan air. Bila tunas-tunas baru telah muncul, berarti tanaman anda telah siap untuk ditempatkan kembali pada area yang bisa langsung terkena sinar matahari penuh. Semoga tip ini bermanfaat.