Oleh : ICHSAN KURNIAWAN
Kategori: Perkebunan
Kopi Temanggung
Luas (2007) : 918,19 hektar
Produksi (2007) : 504,44 ton
Jumlah Petani : 8.962 orang
Lahan Potensi : 11.000 Ha
Lokasi : Kledung, Bansari, Bulu, Tlogomulyo, Tembarak, Selopampang, Ngadirejo, Candiroto, Tretep dan Wonoboyo.
Luas (2007) : 9.316,19 hektar
Produksi (2007) : 5.237,19 ton
Jumlah Petani : 34.400 orang
Lokasi : di 20 kecamatan di kabupaten temanggung.
Jambune Wong Temanggung
Nama : Budi daya Jambu biji
Jumlah Produksi : 20.109 kw
Jumlah pohon : 66.312 pohon
Lokasi budidaya : Karakteristik lahan yang baik untuk Budidaya antara lain : Ketinggian ± 504 dpl, luas lahan sawah, 678 Ha, Pengairan sederhana PU 30 Ha, Pengairan sederhana Non PU 533 Ha, Sawah Tadah Hujan 115 Ha, Luas Lahan bukan sawah 6.206 Ha.
Lokasi : Kecamatan Bejen dan Candiroto
Peluang Investasi : Budidaya/pengolahan produksi Jambu biji.
Potensi Pendukung :
- Tenaga kerja tersedia dapat dilihat di Bejen Distribusi Penduduk 2,77 %
- Kepadatan Penduduk 289 orang/ km2
- Jumlah penduduk bermata pencaharian pertanian 9.166 orang
- Suhu udara sekitar 23 28˚ C
- Ketinggian antara 500-1500 dan 1500-3000 meter dpl,
- Ph tanah antara 4,5-8,2 terpenuhi
- Jika penanaman dari buah jambu biji umur 2-3 tahun baru mulai buah namun jika dengan cangkok/stek lebih cepat hanya memerlukan waktu sekitar 6 bulan sudah panen setiap 4 hari sekali dari 400 pohon per panen bisa mencapai 100 kg buah jambu.
- Akses jalan beraspal
- Penerangan PLN
Ide Bisnis | Budidaya Buah Naga Hitam
Maraknya permintaan buah naga sejak beberapa tahun belakangan ini, mendorong para pelaku agribisnis untuk membudidayakan tanaman buah yang berasal dari daerah Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan ini sebagai peluang usaha yang menjanjikan untung besar. Bahkan tidak hanya membudidayakan jenis buah naga daging putih, daging merah, serta buah naga kuning, yang sudah familiar di lingkungan masyarakat saja. Saat ini para petani buah naga di Indonesia khususnya di daerah Kediri, Jawa Timur, mencoba melakukan inovasi baru dengan mengenalkan buah naga daging hitam kepada masyarakat luas.
Varietas baru berdaging hitam ini dikembangkan Prof. Dr. H. KPH. A.P Kusumoningrat, Ph.D di lereng gunung Wilis Kediri, Jawa Timur, pada tahun 2003. Sebenarnya buah naga hitam merupakan pengembangan dari buah naga daging merah yang dibudidayakan dengan tambahan pupuk khusus yaitu pupuk natural hitam, yang terdiri dari campuran kotoran sapi, ampas jamu, cengkih sisa pabrik rokok (cengkok cengkih), serta abu sekam. Campuran pupuk khusus yang digunakan dalam proses budidaya tersebut mengakibatkan kandungan beta karotin pada buah naga meningkat, sehingga warna daging yang dihasilkan cenderung lebih gelap dan mendekati warna hitam.
Kandungan zat betakarotin 500 mg, antioksidan, dan vitamin E yang terdapat dalam buah naga hitam sangat baik bagi kesehatan. Kondisi ini membuat hasil budidaya tanaman sebangsa kaktus ini banyak diburu pasar, bahkan harganya bisa lebih mahal dibandingkan jenis buah naga lainnya, yaitu berkisar Rp 50.000,00/kg.
Tingginya permintaan pasar dan mudahnya pemeliharaan tanaman buah naga (dragon fruit), menjadikan tanaman tropis ini banyak dibudidayakan masyarakat di berbagai daerah. Mulai dari daerah dataran tinggi hingga di pesisir pantai, seperti di daerah Bogor, Sukabumi, Sumedang, Pati, Kendal, Sukoharjo, Kulonprogo, Sleman, Pasuruan, Jember, Kediri, Kepulauan Riau, Pekanbaru, Batam, Padang pariaman, serta beberapa daerah di Kalimantan dan Sulawesi Selatan.
Tips sukses pembibitan buah naga
Untuk mengembangkan tanaman buah naga sebaiknya dilakukan dengan cara stek, dan dianjurkan setelah usia tanaman tersebut berusia diatas tiga tahun. Sebelum melakukan stek, pilihlah cabang yang benar-benar bebas penyakit, agar peluang berkembangnya bibit (hasil penyetekan) lebih besar. Jika sudah menentukan cabang yang berkualitas, maka potong cabang sesuai ukuran yang diinginkan dengan menggunakan pisau. Misalnya saja potong cabang tersebut menjadi 30 cm, 40 cm, 50 cm, 60 cm, atau bisa juga sepanjang 1 meter. Usahakan bagian bawah (yang akan ditancapkan ke tanah) dipotong lancip, untuk memudahkan penanaman.
Setelah bibit siap ditanam, tugas selanjutnya yaitu menyiapkan media tanam yang terdiri dari campuran pupuk kandang, sabut kelapa, dan tanah dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Anda dapat membudidayakannya dalam polybag, dan setelah bibit ditanam Anda dapat menyiramnya dengan air secukupnya dan diletakan di bawah sinar matahari langsung. Proses penyiraman dapat dilakukan rutin dua minggu sekali, sehingga akar akan tumbuh dalam waktu tiga bulan. Dan bibit siap dibudidayakan.
Berdasarkan penelitian di bidang pertanian, tanaman buah naga bisa bertahan hingga ratusan tahun. Jadi dengan sekali tanam, Anda dapat menikmati keuntungan yang cukup besar dari buah naga dalam waktu yang cukup lama. Sangat menjanjikan bukan?
Semoga informasi potensi bisnis daerah yang mengangkat tentang budidaya buah naga hitam kian diminati, dapat memberikan manfaat bagi para pembaca. Dan memberikan inspirasi bagi masyarakat luas untuk memanfaatkan segala potensi alam sebagai peluang usaha. Karena kekayaan alam yang melimpah menjadi salah satu modal usaha yang dapat Anda manfaatkan. Selamat mencoba dan salam sukses.
Sumber : informasi-budidaya.blogspot.com/search/label
Ide Bisnis | Sukses Berbisnis Kayu Jati
Direktur Utama PT Jaty Arthamas Santi Mia Sipan mendapatkan penghargaan Ernst & Young untuk kategori Best Women Entrepreneur of the Year 2010. Santi pun membagi resep suksesnya dalam berwirausaha.
Santi mengemukakan bahwa untuk menjadi pengusaha, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengubah mindset. Mindset ini, menurutnya sangat penting untuk memupuk optimisme.
“Ada motivator bilang, sejahtera lebih penting dari kaya. Saya enggak pernah berpikir begitu, yang selalu ada dalam mindset saya adalah orang akan lebih elegan nangis di dalam Mercedes Benz dari pada di motor,” ujarnya baru-baru ini.
“Ingat, bekerja ikut orang hanya akan membuat kita sejahtera dan bukan kaya,” tegasnya.
Ia juga menceritakan, sebelumnya dia sempat menjadi sekretaris direktur utama di tiga perusahaan skala nasional. Tapi ia memilih hengkang dan memulai usaha sendiri, dengan mengikuti multi level marketing (MLM) yang bermodal hanya Rp275 ribu. “Siapa bilang MLM itu tidak memiliki prospek? MLM adalah sekolah candra di muka yang mendidik kita memiliki mental baja dan pantang menyerah,” lanjutnya lagi.
Langkah cerdas lainnya yang harus dilakukan dalam mencapai sukses adalah dengan mengikuti seminar-seminar hebat dan membaca buku. “Baca buku minimal dua bulan, its a must,” tambahnya.
Perempuan pemilik usaha kayu jati ini mengemukakan alasannya berbisnis jati, “Jati itu komoditas kayu yang paling mahal dan kualitasnya bagus, harganya itu bisa menjadi dua kali lipat dalam lima tahun. Dan sampai saat ini, Indonesia hanya mampu memasok sekitar 30 persen kebutuhan nasional, sisanya kita ganti dengan kayu kualitas lebih rendah seperti sengon,” jelasnya.
Wanita yang mengaku lebih sreg mempekerjakan pegawai perempuan di kantornya ini mempunyai banyak trik untuk menggaet investor agar mau bekerjasama dengan perusahaannya.
“Saya katakan dalam 7-8 tahun pohon jati sudah bisa ditebang dan mereka sudah bisa ambil untung sekira Rp400 juta. Tapi kalau mereka tidak sabar, kita tawarkan juga bisnis MLM lain, kayak bakso, kebab, dll. MLM makanan itu saya join dengan pihak lain, investor banyak yang tertarik karena dalam satu tahun sudah bisa untung,” ungkapnya.
Jaty Arthamas adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan bibit jati. Perusahaan ini memiliki lahan di kawasan Jonggol, Sukabumi dan Semarang. Perusahaan yang mulai dirintis sejak 1998 dan berkantor di Senayan ini memiliki pendapatan sekira Rp10 miliar tahun lalu.
Dalam kesempatan ini, ia juga sempat mengutarakan bahwa market share perusahaannya adalah 60 persen warga keturunan Tionghoa (Cina) dan selebihnya adalah asing dan perajin lokal.
Sumber ; okezone.com
Ide Bisnis | Peluang Usaha Budidaya Tanaman Karet
Peluang Usaha Budidaya Tanaman Karet . Pohon karet (Latin: Hevea Brnziliensis, red) merupakan tanaman yang berasal dari Brazil. Cikal bakal tanaman karet alam dunia ini, setelah mengalami percobaan berkali – kali oleh Henry Wickham, akhirnya berhasil dikembangkan di Asia Tenggara. Bahkan, dalam perkembangan selanjutnya, Asia Tenggara khususnya dan Asia pada umumnya menjadi sumber tanaman karet alam.
Tanaman karet yang mampu tumbuh hingga setinggi 25 m ini, memiliki batang yang mengandung getah yang dikenal dengan istilah lateks. Dan, lateks inilah yang merupakan bahan baku utama dan sangat penting bagi berbagai industri, termasuk industri otomotif dan dalam kemiliteran. Tak pelak, harga jualnya pun terbilang mahal yaitu (pada media 34 Februari 2011, red) Rp. 27.700,- / kg, untuk sadapan berumur sebulan.
Perlu diketahui bahwa umur sadapan sangat berpengaruh pada harga. Misalnya, harga per kilogram lateks untuk sadapan berumur seminggu yakni Rp16 ribu. Sementara lateks dengan umur sadapan sebulan, dihargai Rp27.700,-/kg. Hal itu terjadi, karena saat disadap, getah karet akan bercampur dengan air dan bahan – bahan lain. Lalu, seiring dengan berjalannya waktu terjadi penyusutan hingga akhirnya yang tertinggal hanya endapan getahnya. Karena tidak mau ‘merugi’, sebagian besar petani tanaman karet lebih suka menjual hasil sadapan mereka kala baru berumur (terkumpul) satu minggu.
Di luar itu,Dalam Peluang Usaha Budidaya Tanaman Karet mempunyai banyak keunggulan. Misalnya, pertama, untuk membudidayakannya biasanya dilakukan dengan cara stek di mana harga bibitnya Rp17.500,-/batang. Cara ini yang lebih sering digunakan, lantaran sudah setengah jadi. Sehingga, tinggal menunggu pertumbuhannya saja. Lain halnya dengan tanaman karet alam yang dibudidayakan dengan biji, yang berarti sangat lama untuk menunggunya tumbuh tinggi. Sementara kemungkinan gagalnya, cuma 5%. Dalam arti, bukan mati melainkan tidak tumbuh secara -mestinya atau terserang hama yang gampang dimusnahkan.
Kedua, lima tahun setelah ditanam, pohon – pohon karet tersebut siap sadap. Penyadapan biasanya dilakukan berselang – seling (satu hari sadap, satu hari tidak). Jadi, total hanya 15 hari dalam sebulan. “Jika baru pertama kali disadap, biasanya akan diperoleh sekitar 85 kg/minggu yang dikumpulkan dari 450 – 500 pohon, yang ditanam di atas lahan seluas 1 ha.
Di sisi lain menurut PT Perkebunan Nusantara, hasil sadapan per hari standarnya 20 kg/pohon. Sementara sadapan per hari perkebunan 13 kg/pohon, padahal baru sekali sadap. Jadi, dapat dibayangkan kalau pohon – pohon itu sudah berumur 10 tahun, setidaknya akan dihasilkan 1 ton/minggu. Sebab, semakin bertambah umurnya, semakin tinggi pohonnya, dan semakin besar batangnya, sehingga semakin banyak pula getah yang dihasilkan.
Peluang Usaha Budidaya Tanaman Karet – Ketiga, untuk menjual hasil sadapannya, para petani tanaman karet perlu repot. Karena, pembeli datang dengan sendirinya dan harganya jualnya tidak mungkin turun. Mengingat, selalu ada permintaan untuk lateks. Keempat, biaya produksinya tidak tinggi. Kelima, ketika sudah tidak layak sadap (biasanya saat itu pohon karet telah berumur 20-25 tahun, red.), dalam arti, jumlah getahnya semakin lama semakin sedikit atau pohonnya semakin lama semakin tinggi sehingga sulit dijangkau, maka setelah ditebang ia masih dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku kertas atau berfungsi laiknya kayu.
Namun, tidak berarti tanaman ini tidak memiliki kelemahan, sebab pertama, untuk membudidayakannya dibutuhkan lahan seluas minimal 1 ha. Kedua, lahan tersebut harus berada 400 m di atas permukaan laut dan dengan struktur tanah yang bergelombang. Lantaran, hal itu sangat berpengaruh terhadap banyak sedikitnya getah yang dihasilkan. “Lokasi terbaik untuk bertanam karet yaitu di Sumatera atau setidaknya Kalimantan. Sepengetahuan saya, tanaman karet juga ditanam di Sukabumi dan Serang tapi dalam kapasitas kecil, bukan perkebunan
Di luar itu, banyak sedikitnya getah karet yang dihasilkan dipengaruhi oleh beberapa hal. Pertama, cuaca. Saat musim penghujan hanya sedikit getah yang berhasil disadap, tapi sebaliknya dengan musim kemarau. Kedua, perawatan, terutama pemupukan jangan sampai terlambat.
Analisa Peluang Usaha Budidaya Tanaman Karet ( 1 ha dalam 5 tahun)
BIAYA PENANAMAN
1. Pembelian lahan seluas 1 ha di Kabupaten Rp17.500.000,-.
2. Penggalian lubang = Rp1.500,-/lubang.
Ukuran 5 x 3 = 600 batang.
Ukuran 7 x 3 = 476 batang.
Disiapkan pula bibit untuk sulaman sebanyak 5%. Jadi,jumlah bibit yang disiapkan total 500 batang.
3. Biaya penanaman = Rp200,-/batang.
4. Pembelian bibit =Rp7.500,-/batang.
Total biaya penanaman dalam 1 ha kebun karet = Rp25.000.000,¬
BIAYA PEMELIHARAAN
1. Pemupukan
Jadwal pemupukan Bulan Februari, Mei, dan November
Harga pupuk sekarang
Urea = Rp 85.000,-/50 kg
TSP = Rp125.000,-/50 kg
Phonskha = Rp135.000,-/50 kg
Rp345.000,¬
Biaya pemupukan dalam 1 tahun plus upah= Rp2.220.000,¬
2. Penyemperotan
Penyemperotan tergantung kondisi lahan
7It x Rp.60.000,- = Rp420.000,-x 3 kali dalam 1 tahun = Rp1.260.000,¬
Upah penyemperotan dalam 1 It = Rp30,000,-x 7 It = Rp210.000,-x 3
kali dalam 1 tahun = Rp630.000,¬
Total biaya pemeliharaan sampai dengan sadap= Rp17.430.000,¬
HASIL
• Sadap pertama (awal sadap)
1 ha dalam satu minggu = 80 kg
80 kg x Rp16.000,- = Rp1.280.000,¬
Rp 1.280.000,- x 4 = Rp5.120.000,-:2 = Rp2.560.000,-/bulan
• Kalau tanaman karet tersebut sudah berumur lebih dari 10 tahun
±1 tahun/bulan = 1.000 x Rp16.000,- Rp16.000.000,-/bulan dikurangi Upah karyawan = Rp 6.000.000,¬
Hasil bersih = Rp10.000.000,.
Sumber : informasi-budidaya.blogspot.com


