Bisnis rumahan es pisang coklat

Postingan kali ini saya akan memberikan referensi bisnis rumahan yaitu membuat es pisang coklat, info ini bisa di bagikan kepada ibu agan yang kebetulan menjadi ibu rumah tangga dan ingin mengisi waktu luangnya. Kalaupun tidak di bisniskan, bisa juga untuk cemilan agan ataupun adik agan. .

Selain harganya yang bisa terjangkau buah pisang juga memiliki banyak manfaat, diantaranya mudah di serap oleh tubuh, bermanfaat dalam penyembuhan anemia, dapat menurunkan tekanan darah, meningkatkan daya berpikir dan kaya serat sehingga baik untuk diet. Kandungan buah pisang sangat banyak, terdiri dari vitamin, mineral, karbohidrat, serat, lemak, protein dan lain-lainnya, sehingga jika agan mengkonsumsi buah pisang, minimal gizi agan sudah terpenuhi.

Berikut bahan-bahan serta cara pembuatan es pisang coklat.  


Bahan-bahan yang diperlukan :

  • Pisang Muli (Pisang yang mungil-mungil) 
  • Stik es krim
  • 2 buah coklat batangan ataupun yang serbuk 1/2 ons
  • 1 bungkus Coklat Tabur warna-warni
  • 3 Sendok Mentega
  • Minyak Kelapa secukupnya

Cara Pembuatan :

  1. Buka kulit pisang satu persatu lalu bersihkan sampai bersih, setelah itu tusuk pisang dengan stik eskrim. lalu simpan di freesher sampai keras. kira-kira selama 3 jam.
  2. Untuk membuat cream coklatnya, masaklah minyak kelapa di dalam panci secukupnya kira-kira 100ml, tunggu sampai minyak panas
  3. Maukkan coklat serbuk atau batangan tadi sampai meleleh
  4. Masukkan kembali 3 sendok mentega, aduk sampai rata. setelah itu angkat dan masukkan ke sebuah wadah
  5. Apabila pisangnya sudah keras tinggal masukkan kedalam cream coklat sampai merata, lalu angkat dan taburkan dengan coklat tabur. 
  6. Selesai deh pembuatan es pisang coklatnya.

Untuk dijadikan bisnis mohon maaf saya tidak bisa merincikan secara jelas. Silahkan agan hitung sendiri baik dari segi modal yang dibutuhkan? berapa harga yang harus dijual per buah? karena saya hanya mereferensikan saja 

Target pemasaran :

  • Ke tetangga sekitar rumah agan
  • Sistim titip ke warung-warung yang ada di sekitar rumah agan
  • Ke warung yang ada di Sekolah Dasar atau Koperasi Sekolah

Ya mungkin sekian dulu postingan kali ini semoga bermanfaat, Selamat Mencoba dan Salam Sukses Slalu  

Bisnis sedotan ,sedot-sedot ommm

Curah hujan yang cukup tinggi pada tahun ini membuat permintaan sedotan plastik di dalam negeri merosot. Omzet salah satu produsen sedotan di Tangerang anjlok hingga tiga kali lipat dibandingkan dengan saat cuaca sedang panas.
Musim hujan tidak hanya menimbulkan berbagai wabah penyakit. Tapi, masa itu juga mendatangkan musibah bagi para pelaku bisnis sedotan minuman di dalam negeri.
Simak saja pengakuan Husin Kurniawan, pemilik PD King Plastik di Tangerang, Banten. Dia bilang, akibat tingginya curah hujan, sedotan produksi pabriknya tidak terserap habis oleh pasar. “Kalau cuaca dingin seperti ini, konsumsi masyarakat terhadap minuman dingin jadi berkurang,” katanya.
Buntutnya, kata Husin, permintaan sedotan plastik ikut merosot. Dia mengatakan, saat ini cuma memproduksi sekitar 150 kilogram (kg) sedotan per hari.
Setiap satu kilogram (kg) sedotan berisi sekitar 3.000 buah sedotan. Harga satu kilogram sedotan Rp 12.500. Dus, saat ini dia mampu mengantongi omzet sekitar Rp 56 juta setiap bulan.
Hal berbeda terjadi jika cuaca sedang panas. Husin bisa memproduksi hingga 450 kg sedotan per hari. Di masa itu, omzetnya pun ikut naik hingga tiga kali lipat atau mencapai Rp 168 juta per bulan. “Bahkan kalau cuaca sedang panas, saya sampai tidak bisa memenuhi permintaan,” ujarnya.
Saat ini Husin mempunyai dua mesin pembuat sedotan. Dari dua mesin tersebut, dia baru menggunakan satu unit mesinnya untuk memproduksi sedotan. Kapasitas produksinya sebanyak 450 kilogram per hari.
Sementara itu, satu unit mesin lainnya tengah dipersiapkan untuk membuat sedotan jenis baru. “Saya mau buat sedotan yang ada motif garisnya, agar lebih menarik,” imbuh dia.
Husin berharap, nilai jual produknya bisa terangkat dengan membuat sedotan yang motifnya lebih menarik. “Selisih harga dengan sedotan model lama Rp 500 per kg,” ujarnya.
Menurut Husin, para pelaku usaha sedotan seperti dirinya tidak bisa mengatrol harga produk terlampau tinggi. Pasalnya, persaingan di bisnis sedotan sudah terbilang ketat.
Apalagi, jika usahanya harus bersaing dengan pabrik sedotan plastik berskala lebih besar. “Bisa dapat untung Rp 500 saja sudah bagus,” katanya. Kalau dijual lebih mahal, produknya akan kalah saing dengan pabrik besar yang sudah bisa memproduksi bahan baku sendiri dari daur ulang sampah plastik.
Padahal, hingga saat ini pabriknya masih mengandalkan pasokan bahan baku dari produsen lain. Untuk memproduksi sedotan, Husin membutuhkan sekitar 1 ton bijih plastik per hari. Adapun wilayah pemasaran produknya di sekitar Jabodetabek.
Jika bisnis sedotan Husin tengah terserang ‘demam’ akibat musim hujan, lain cerita dengan bisnis yang dilakoni Chandra, pemilik AJ Supplier. Penjualannya masih stabil karena produsen sedotan di Bandung, Jawa Barat, ini membidik pasar menengah ke atas.
Dalam sehari, Chandra bisa menghabiskan bahan baku bijih plastik hingga 10 ton untuk pembuatan sedotan. “Itu baru untuk pasar lokal, belum termasuk untuk membuat sedotan yang diekspor,” imbuhnya.
Sayang, Chandra enggan menjelaskan jumlah sedotan yang bisa dihasilkan dari bijih plastik sebanyak 10 ton itu. Yang jelas, sebagian besar produknya dipasarkan ke luar negeri. Komposisinya 80% ekspor dan 20% lokal.
Untuk pasar lokal, Chandra memproduksi sedotan untuk sejumlah restoran dan kafe. Antara lain, J.Co Donuts & Coffee, Starbucks, dan Solaria. (peluangusaha.kontan.co.id)

Sumber: http://trijayanews.com/

Bisnis es lapis unik dan menguntungkan

Zaman sekarang memang harus serba kreatif apalagi sekarang zamannya pasar bebas. dimana setiap negara bebas menjual barang dagangannya ke negri kita. Maka dari itu kita harus pandai-pandai bersaing, dengan cara membuat ide-ide baru yang bisa menarik para konsumen untuk melirik dagangan kita.

Kali ini saya akan mereferensikan bisnis rumahan tentang Cara Membuat Es Lapis Bentuk Unik. 

Semoga aja bisa bermanfaat bagi para ibu rumah tangga ataupun siapa saja yang memiliki waktu luang di rumah. sehingga bisa menambah penghasilan. Ya bisa juga buat nambah-nambah jajan anak syukur-syukur bisa menghasilkan pendapatan lebih dari referensi bisnis rumahan ini. Tak ada yang tak mungkin di dunia ini, meskipun hanya dikerjakan di rumah siapa tau bisa berpeluang besar.


Es lapis merupakan makanan pelengkap yang biasanya terbuat dari agar-agar, makanan ini sering di konsumsi oleh anak-anak, Namun dalam referensi kali ini pembuatan es lapis tidak akan menggunakan bahan baku agar-agar melainkan dengan Tepung HunKue. Karena dengan menggunakan tepung hunkue rasanya lebih enak di banding dengan menggunakan agar-agar biasa. Resep ini saya dapat dari ibu saya tercinta. dan masih belum banyak orang yang tau. Karena kebanyakan orang, membuat es lapis ini menggunakan bahan baku agar-agar.

Waktu ibu saya membuat es lapis, bentuk es lapis masih seperti biasa yaitu berbentuk persegi panjang. Namun kali ini saya memodifikasi dari segi bentuk sehingga bisa lebih enak dilihat dan juga enak di makan, hal ini diperlukan tidak lain untuk menarik perhatian konsumen, biasanya anak-anak suka dengan bentuk-bentuk yang unik. Untuk membentuk es lapis agar kelihatan unik, kita memerlukan alat cetakan kue saja biar mudah di dapat dan tentu harganya relatif murah.

Untuk bahan-bahan dan alat-alat yang di perlukan serta cara pembuatannya :

1. Bahan – Bahan yang di perlukan

  • 2 bungkus tepung hunkue (400 grm)
  • Gula Pasir (400 grm) atau sesuai kebutuhan.
  • Plastik Transparan
  • Wadah persegi panjang
  • Cetakan kue beraneka bentuk

2. Cara Pembuatan

  1. Masukkan 2 bungkus hunkue ke dalam panci
  2. Tambahkan air ukuran 4 gelas belimbing kurang lebih 850ml
  3. Masukkan Gula pasir 400 grm atau sesuai selera
  4. Panaskan di atas kompor lalu aduk-aduk terus sampai mendidih kira-kira 20 menit.
  5. Setelah mendidih angkat dan tuang kan di wadah persegi panjang sampai merata, jangan terlalu tebal dan jangan terlalu tipis lalu tunggu sampai dingin dan agak mengeras
  6. Sambil menunggu agar-agar dingin dan agak mengeras, Potong-potong plastik transparan, untuk panjang dan lebarnya di sesuaikan dengan bentuk cetakan kue agar bisa terbungkus.
  7. Setelah dingin lalu cetak dengan cetakan kue beraneka bentuk tadi,  Jangan khawatir hancur agar-agar nya karena dengan menggunakan hunkue agar-agar tidak mudah hancur.
  8. Bungkus agar-agar yang sudah di cetak dengan plastik transparan yang sudah di potong-potong.
  9. Masukkan ke dalam Freezer, tunggu sampai membeku, kurang lebih 3 jam.
  10. Selesai deh membuat Es Lapis Aneka Bentuknya,

Seperti biasa, untuk dijadikan bisnis mohon maaf saya tidak bisa merincikan secara jelas. Silahkan agan hitung sendiri baik dari segi modal yang dibutuhkan? berapa harga yang harus dijual per satu Es Lapis? Maklum kena sindrom MALES NGITUNG  Tapi sedikit info saja, waktu ibu saya dulu berjualan es lapis dengan resep di atas, Penjualannya lumayan, bisa kembali modal yaitu bahan-bahan dan juga lemari es beserta listriknya, Terus Alhamdulillah sudah bisa beli lagi Lemari Es yang lebih Gede. dan juga bisa nambah uang jajan saya waktu kecil.

Target pemasaran :

  • Ke tetangga sekitar rumah agan
  • Sistim titip ke warung-warung yang ada di sekitar rumah agan
  • Ke warung yang ada di Sekolah Dasar atau Koperasi Sekolah

Ya mungkin sekian dulu postingan kali ini semoga bermanfaat, Selamat Mencoba dan Salam Sukses Slalu  Untuk yang mau menambahkan untuk referensi kali ini silahkan untuk menulis komentar. 

Bisnis es tebu semanis tebu

Berkembangnya waralaba minuman sari tebu membuat usaha pembuatan mesin giling tebu semakin manis. Tiap bulan, produsen bisa mendapat pemesanan empat unit mesin. Selain ukuran besar, mereka juga membuat mesin kecil.
Bisnis pembuatan mesin giling tebu semakin manis seiring meningkatnya permintaan minuman sari tebu. Peningkatan permintaan dirasakan oleh pembuat mesin ini sejak tiga tahun lalu. Maklum, penggemar minuman tebu semakin banyak seiring munculnya waralaba minuman tebu.
Supin, pemilik bengkel las dan bubut Nova Indah di Kudus, mengatakan, dulu permintaan alat giling tebu hanya datang di bulan tertentu. “Sekarang permintaan bisa tiga sampai empat unit rutin tiap bulan,” katanya.
Pria berusia 50 tahun yang telah berkecimpung di bisnis las sejak tahun 2000 ini memproduksi dua jenis mesin penggilingan tebu. Jenis pertama berukuran 25 cm x 25 cm dengan penggerak diesel. Satu unit mesin jenis ini dijual dengan harga Rp 27,5 juta. Mesin ini memiliki berat hingga 10 ton dan kapasitas pengolahan 10 ton tebu per harinya.
Mesin jenis kedua, berukuran 15 cm x 15 cm tanpa mesin penggerak. Mesin ini hanya dilengkapi tiga rotor sehingga harganya lebih murah, yakni Rp 17 juta per unit. Supin mengaku, satu tahun belakangan ini, dia mengantongi omzet hingga Rp 110 juta per bulan hanya dari penjualan mesin giling tebu.
Selain dari pemilik usaha pengolahan tebu untuk minuman sari tebu di Jakarta dan Tangerang, Supin juga menerima pesanan dari pabrik pengolahan tebu menjadi gula di Jawa Tengah dan Jawa Timur. “Sebelumnya mesin itu hanya diimpor dari China dan India,” ujarnya.
Karena itu, Supin optimistis ke depan bisnis pembuatan mesin giling tebu akan semakin berkembang. Permintaan akan sari tebu yang semakin meningkat serta harga produk gula yang tinggi menjadi pendorongnya.
Kian banyaknya penggemar minuman sari tebu juga membuat senang Widin. Pemilik usaha Sari Tebu Segar Alami di Tangerang ini menggeluti bisnis ini sejak dua tahun lalu lantaran melihat minuman tebu bakal ngetren. “Saya menciptakan penggiling tiga rotor sehingga sekali proses langsung kering,” katanya. Kebanyakan mesin giling tebu memakai sistem 2 rotor.
Konsumen setia Widin adalah perseorangan yang ingin berjualan minuman sari tebu. Selain memproduksi tipe murah seharga Rp 8 juta, Widin juga memproduksi mesin tipe lain seharga Rp 12 juta.
Tipe pertama menggunakan penggerak listrik 550 watt. Walau asupan listrik lebih banyak, namun tebu ukuran 3-4 cm harus dibelah dua terlebih dahulu sebelum mulai di giling.
Sedangkan meskin tipe kedua menggunakan listrik 370 watt. Selain daya listrik lebih kecil, mesin ini mampu mengiling tebu bulat langsung tanpa dibelah. “Mesin lain mengharuskan tebu dipegang tangan dan digiling lagi. Hal itu kadang-kadang membuat konsumen jadi jijik. Mesin saya tidak,” Widin berpromosi.
Dari dua tipe mesin yang dia jual, Widin paling banyak menerima pesanan mesin seharga Rp 8 juta. “Pertama mereka beli yang murah, setelah itu kembali dan menukarkan dengan yang harga Rp 12 juta,” katanya. Selain hemat listrik, tipe kedua menggiling dalam sekali proses menghasilkan dua gelas.
Dari penjualan 2-3 unit mesin per bulan, ia mengantongi omzet hingga Rp 20 juta. Selain di Jabotabedek, Widin juga memasarkan produknya ke Bandung, Medan, dan Batam. (peluangusaha.kontan.co.id)

Sumber;  http://trijayanews.com/

Bisnis mug bunglon bikin kaya kalau laris lho

Bisnis gelas keramik atau mug yang bisa berganti warna, layaknya bunglon, cukup menjanjikan. Permintaannya terus berdatangan. Namun, bahan bakunya ternyata masih harus diimpor. Alhasil, harga gelas keramik bunglon ini tergolong tinggi.
Produk mug aneka tampilan dan warna sudah banyak beredar di pasaran. Sekarang, jenis cangkir keramik yang lagi tren adalah yang bisa berubah warna seperti bunglon jika terkena air panas.
Sujadi, pelaku usaha ini melalui bendera Multi Mas Multi Promo, mengatakan mug bunglon tersedia dari warna putih, kuning, hitam, dan merah. “Pelanggan dapat mencetak logo perusahaan, foto orang tercinta, hingga gambar favorit pada permukaanmug,” katanya.
Dia mengaku mampu menjual minimal 200 sampai 300 mug bunglon per bulan. Dengan harga jual sebesar Rp 45.000 per mug, potensi omzet yang diraupnya sekitar Rp 13,5 juta saban bulan. “Ini baru penjualan dari mug ganti warna saja,” imbuhnya.
Karena proses pencetakan dan bahan baku yang sulit, Sujadi menerapkan pemesanan minimal untuk mugbuatannya. Pemesanan mug standar minimal 360 buah, sedangkan mug bunglon dengan cetakan di permukaan minimal 2.000 unit. “Saya juga menjual mug satuan dengan harga yang sama,” kata dia.
Sujadi mengenakan biaya tambahan Rp 36.000 per mug untuk cetak gambar. Proses yang cukup rumit membuat ongkos cetak menjadi mahal. Ia mengklaim tidak semua bisa mengerjakan cetak gambar di permukaan mug. “Kami menggunakan mesin cetak pres dengan tekanan panas,” katanya. Untuk mencetak 2.000 mug butuh waktu sekitar 45 hari.
Saat ini ada tiga jenis pelanggan yang sering datang ke tempatnya, yaitu pelanggan korporasi, umum, dan individu. Tentu saja, pesanan terbesar diperoleh dari pelanggan korporasi. Namun, banyak juga pelanggan umum yang memesan mug sebagai suvenir ulang tahun atau perayaan hari raya. “Ada juga yang membeli buat hadiah bagi sang pacar,” imbuh Sujadi.
Meski permintaannya terus meningkat, sampai saat ini belum ada industri lokal yang mampu memproduksimug mentah atau polos. “Makanya harga jualnya mahal karena ada beban ongkos kirim dari China,” ucap Sujadi.
Saat ini, dia tengah mencari investor untuk diajak bekerja sama mendatangkan alat pembuatan gelas keramik ini. Menurutnya, jika industri lokal sudah bisa membuat bahan bakunya maka harga jualnya lebih murah. Sebab, untuk membuat satu mug hanya membutuhkan modal Rp 15.000-Rp 20.000.
Giovandi, penjual mug bunglon di situs komunitas Kaskus, mengatakan bahwa peminat mug jenis ini sangat tinggi. Ia mampu menjual lebih dari 100 mug sejak didatangkan dari China pada September lalu.
Harga yang ditawarkan Giovandi adalah Rp 80.000 per mug. Dengan begitu, potensi omzetnya mencapai sekitar Rp 8 juta. Dia menawarkan 10 motif mug bunglon, baik gambar maupun tulisan. (peluangusaha.kontan.co.id)

Sumber: http://trijayanews.com

Bisnis Rumahan Bumbu Masakan Siap Pakai

Bumbu masakan menjadi satu bukti baru bahwa segala sesuatu bisa jadi peluang usaha, jika kita jeli dalam melihat kebutuhan masyarakat sekitar. Banyak para ibu serta pelaku bisnis makanan yang selalu menggunakan bumbu masakan dalam setiap menu yang mereka sajikan. Namun tidak semua konsumen ternyata bisa membuat bumbu masakan untuk resep yang ingin mereka masak, selain itu banyak pula konsumen yang tidak memiliki banyak waktu untuk memasak dengan membuat bumbu secara manual menggunakan ulek maupun di blender.
Keadaaan ini ternyata dijadikan beberapa orang sebagai peluang usaha dengan prospek yang sangat besar. Saat ini membuka usaha bumbu masakan yang langsung bisa dipakai untuk memasak atau yang sering disebut dengan beumbu instan, memang berpeluang besar untuk meraup keuntungan. Banyaknya minat konsumen baik dari konsumen individu maupun konsumen industri yang menggunakan bumbu masakan instan menjadi keuntungan besar bagi usaha ini.

Konsumen

Penjual bumbu masakan instan banyak dicari para ibu rumah tangga, remaja putri, serta para pelaku usaha makanan yang membutuhkan bumbu instan untuk mempermudah proses produksi usahanya. Kemudahan yang diperoleh dengan adanya produk bumbu masakan instan ternyata disambut positif oleh para masyarakat, baik masyarakat kalangan menengah maupun masyarakat kalangan atas tertarik dengan penawaran bumbu masakan tersebut.

Info Produk

Produk bumbu masakan instan terbagi menjadi dua jenis yaitu jenis bumbu basah dan jenis bumbu kering. Jenis bumbu bahas biasanya tidak seawet bumbu jenis kering. Contoh bumbu basah antara lain bumbu opor, bumbu soto, bumbu rendang, lombok halus, dan bawang halus, yang sering digunakan para ibu rumah tangga maupun para pelaku usaha catering, rumah makan, dan restoran. Sedangkan bumbu kering biasanya lebih mengarah ke bumbu perasa atau penambah aroma, contohnya saja bumbu aroma barbeque, aroma daging ayam, aroma daging sapi, aroma jagung bakar, serta bumbu perasa lainnya yang lebih sering digunakan untuk memberi tambahan rasa dan aroma untuk makanan ringan atau camilan.
Untuk produk bumbu, dapat dikemas dengan kemasan yang beragam. Dari mulai kemasan plastik, hingga kemasan botol yang menarik para konsumen. Selain itu kemasan juga bisa disesuaikan, dengan memasarkan berbagai ukuran agar konsumen dapat menyesuaikan daya beli mereka sesuai dengan kebutuhan mereka.

Keuntungan usaha

Peluang pasar usaha bumbu masakan masih sangat luas, banyaknya pelaku usaha yang terjun pada bisnis makanan menjadi target pasar empuk bagi pelaku bisnis bumbu masakan. Karena semakin banyak pelaku bisnis makanan, maka semakin banyak pula permintaan bumbu masakan instan yang diminta pasar. Selain itu untuk memulai bisnis ini juga tidak diperlukan modal yang terlalu besar, namun mampu menghasilkan keuntungan hingga 50 % dari omset.

Kekurangan usaha

Setiap usaha memiliki resiko yang menjadi kekurangan dari usaha tersebut, salah satu kekurangan usaha ni yaitu harga bahan baku yang tidak stabil dan cenderung lebih sering harganya naik. Selain itu jika harganya naik, biasanya bahan baku tersebut susah untuk dicari jika ada pun kualitasnya tidak terlalu bagus. Di samping itu, terkadang produk bumbu yang dibuat kadaluarsa sebelum waktunya. Biasanya disebabkan proses produksi yang kurang steril, maupun bahan baku yang kurang bagus.

Pemasaran

Untuk pemasaran bumbu masakan bisa dilakukan dengan menitipkan di toko – toko yang ada di kota Anda, untuk menjangkau konsumen akhir yang biasanya dari konsumen rumahan. Sedangkan untuk menjangkau konsumen industri, dapat dicoba bekerjasama dengan beberapa pelaku usaha makanan seperti usaha restoran, katering, serta produsen camilan yang membutuhkan bumbu perasa untuk produknya.
Selain itu promosi juga bisa dilakukan dengan memasang iklan di media cetak, media elektronik, samapi media online untuk memperluas jangkauan pasar.

Kunci Sukses

Agar usaha Anda dapat berkembang, sebaiknya untuk produksi pilihlah bahan baku yang masih segar. Sehingga cita rasa bumbu yang dihasilkan sama dengan bumbu yang baru saja dihaluskan. Selain itu jaga proses produksi untuk selalu dalam keadaan higienis, sehingga keawetan bumbu bisa lebih lama. Untuk kemasan, pilihlah kemasan yang menarik namun juga sehat bagi para konsumen.

Analisa Usaha


Contoh usaha membuat bumbu nasi goreng :

Modal awal

uah                Rp 400.000,00
Baskom 2 b

Blender 1
buah @ 20.000,00     Rp  40.000,00

0.000,00
Stapler                      

Timbangan digital 1 buah      Rp 4

0Rp  30.000,00+


Total                         Rp 870.000,00

( Penyusutan alat selama pemakaian 1 tahun


 = 1/12 x Rp 870.000,00 = Rp 72.500,00
)






iaya Operasional

B


ahan baku bumbu nasi goreng untuk 900 kemasan :


BBawang merah dan putih 5 kg x 15.000,00  Rp   75.000,00

Ketumbar ½ kg x Rp 20.000,00             Rp   10.000,00

Cabe merah 5 kg x 20.000,00              Rp  100.000,00

Garam 1 kg x 8.000,00                    Rp    8.000,00
Merica halus ½ kg x 60.000,00            Rp   30.000,00


Tomat 3kg x @ 7.000,00                   Rp   21.000,00
Minyak goreng 10 kg x @ Rp 10.000,00    

Rp 100.000,00+


Total                                    Rp 344.000,00

Keperluan operasional

            Rp  50.000,00
Stiker / brand        

Plastik               
              Rp  50.000,00

       Rp 100.000,00
Listrik                    

Transportasi               
         Rp 100.000,00

            Rp  72.500,00+

Biaya penyusutan alat 
 


otal                              Rp 372.500,00

TTotal biaya operasional

0,00  =   Rp 716.500,00

Rp 344.000,00 + Rp 372.5
0


mset per bulan

O


0 bungkus / hari x Rp 1.800,00 x 30 hari = Rp 1.620.000,00

3


aba bersih

L


p 1.620.000,00 - Rp 716.500,00    =   Rp 903.500,00

R

Sumber analisa ekonomi : Tabloid Peluang Usaha Edisi 01 – VI – Oktober 2010 )

Peluang usaha bumbu masakan, dijadikan sebagai salah satu pilihan usaha modal kecil yang dapat Anda coba. Salam sukses.

Sumber gambar : http://i39.tinypic.com/2z5ji2g.jpg


Bisnis Sop Buah

Sop buah Pak Saryono tidak jauh beda dengan sop buah Bandung lainnya, yang membedakan hanya sirupnya saja. Beliau membuat sendiri sirup yang dipakai untuk berjualan sop buah, sehingga keaslian rasa manis dari gula tetap terjaga tanpa memakai pemanis buatan. Sedangkan buah yang menjadi bahan baku sop buahnya antara lain melon, apel, jeruk, anggur, mangga, pear, alpukat, semangka, stroberi, dan jambu biji. Untuk menambah kenikmatan rasa sop buah, ditambahkan pula susu kental manis putih.

Semangkok sop buah buatan Pak Saryono, dihargai Rp 5.000,00. Dalam sehari Pak Saryono bisa menjual sop buahnya hingga 50 mangkok, dengan omset rata – rata per hari antara Rp 150.000,00 sampai Rp 400.000,00.
Untuk membuat sop buah dengan rasa istimewa, berikut kami berikan resep sop buah yang digunakan Pak Saryono :

Bahan:


1/4 kg melon( potong dadu )


1/4 kg apel ( potong dadu )1/4 kg pear ( potong dadu )

1/4 kg semangka ( potong dadu )

an sendok )
1 buah mangga ( potong dadu )
1

1 buah alpukat ( kerok mengguna
k buah jambu biji ( potong dadu )
Buah stroberi potong jadi dua
Buah anggur


Buah jeruk ( dibelah per ruas )
es batu secukupnya


Bahan sirup:1 kg gula pasir


essen sirup vanila

2 liter air


Cara membuat:


1. Sirup:


Rebus gula, dan air sampai gula larut, dinginkan, saring,

Setelah dingin  kemudian masukkan essen sirup, sisihkan.

kan es batu diatas buah – buahan, beri 2 sendok siru

2. Siapkan mangkuk, isi dengan semua bahan sop buah,
ber
ip,

susu kental manis, siap dihidangkan.

dan

Pemasaran

Pemasaran usaha sop buah ini lebih mengandalkan promosi dari mulut ke mulut, para konsumen yang datang kebanyakan mengetahui warung Pak Saryono dari kerabat dan teman – temannya. Selain itu untuk menarik minat para konsumen, digunakan baner bertuliskan sop buah lengkap dengan gambar berbagai macam buah yang menarik para konsumen. Kualitas rasa sop buah Pak Saryono yang terjaga, membuat para pelanggan selalu ingin kembali lagi membeli sop buah buatannya.

Kelebihan Usaha

Usaha sop buah merupakan salah satu contoh usaha yang tidak memerlukan modal terlalu besar, selain itu usaha ini mudah untuk dijalankan. Karena proses pembuatan produknya tidak susah, hanya membutuhkan buah segar dan sirup yang berkualitas, Anda sudah dapat menjalankan usaha tersebut. Waktu operasional usaha ini juga tidak terlalu lama, karena biasanya usaha sop buah beroperasi dari mulai jam 10.00 sampai jam 17.00. Diluar jam tersebut dapat Anda gunakan untuk mencoba bisnis lain atau untuk istirahat.

Kekurangan Usaha

Untuk masalah kekurangan usaha, hampir sama dengan usaha minuman dingin lainnya. Masalah cuaca yang sering hujan menjadi resiko bagi pelaku usaha, sebab jika sering hujan di siang hari minat konsumen untuk menikmati sop buah juga menurun.

Kunci Sukses

Agar usaha sop buah Anda selalu diminati para konsumen, hal utama yang harus tetap dijaga adalah kualitas rasa sop buah. Untuk bahan baku sop buah, pilihlah buah – buahan yang masih segar. Selain itu untuk sirup, hindari pemakaian pemanis buatan. Karena akan menimbulkan image buruk dimata para konsumen.

Analisa EkonomiModal awal


Gerobak                                 Rp 2.700.000,00

Peralatan ( mangkok,sendok, pisau, dll) Rp   500.000,00

Perlengkapan lain                      

Meja dan kursi panjang dari kayu        Rp   350.000,00

Rp    50.000,00+


Total                                   Rp 3.600.000,00

Penyusutan alat setelah pemakaian 1 tahun

/ bulan

= 1 / 12 x Rp 3.600.000,00 = Rp 300.000,0
0

mset per bulan

O


mset per hari : 50 mangkok x Rp 5.000,00 = Rp  250.000,00


OOmset per bulan : Rp 250.000,00 x 30 hari = Rp 7.500.000,00


Biaya operasional per bulan


Sewa tempat                             Rp    150.000,00

Bahan baku   Rp 150.000/ hari x 30      Rp  4.500.000,00

Penyusutan alat                         Rp    300.000,00

Plastik                                 Rp    150.000,00

Rp    750.000,00+

Fee royalty 10 % x Rp 7.500.000,00  =  


otal                                   Rp 5.850.000,00


TLaba bersih per bulan


Rp 7.500.000,00 – Rp 5.850.000,00  =     Rp 1.650.000,00


BEP


( Modal awal : laba bersih )       =    < 5 bulan

Potensi bisnis sop buah dari Bandung dapat dijadikan sebagai salah satu pilihan bisnis minuman yang menguntungkan. Semoga dapat bermanfaat bagi Anda yang sedang mencaripeluang usaha. Salam Sukses.

Analisa Bisnis Kue Mantau Yang Lezat

Balikpapan? Sudah merasakan kelezatan Mantau? Jika belum, Anda sebagai penikmat kuliner local patut mencobanya. Roti Mantau memiliki rasa yang lezat. Teksturnya lembut terbuat dari tepung terigu berprotein tinggi ini sangat cocok untuk camilan dan oleh-oleh. Kue Mantau bisa di sajikan dengan aneka makanan lain. Seperti kare daging, saos pedas manis atau sapi lada hitam. Mantau juga cocok untuk perjamuan di acara resepsi atau hajatan.

Karena panganan ini khas daerah dan banyak yang suka, maka peluang untuk membisniskan kue ini juga cukup bagus.
Mari kita bahas cara bikin kue ini hingga bisa, kemudian kita coba hitung-hitungan dagangnya…..check this out!!!!
Cara Membuat MANTAU
Bahan :
  • Tepung terigu protein sedang 600 gr
  • Tepung tang mien 100 gr
  • Tepung maizena 40 gr
  • Gula pasir 150 gr
  • Baking powder 1 sendok the
  • Ragi instant 15 gr
  • Pengempuk roti (baker bonus) 4 gr
  • Air Es 200 ml
  • Santan kental 100 ml
  • Garam  sendok the
  • Cokelat pasta  sendok the
Cara Membuat :
  1. Campur terigu, tang mien, tepung maizena, gula pasir, baking powder, ragi instant dan pengempuk roti. Aduk rata.
  2. Tuang air es sedikit demi sedikit kedalam campuran terung sambil diuleni hingga rata.
  3. Tambahkan santan dan garam, uleni hingga kalis.
  4. Bagi adonan menjadi 2 bagian, tambahkan satu bagian adonan dengan coklat pasta dan sisanya biarkan tetap putih.
  5. Tipiskan adonan warna putih hingga setebal 0,5 cm dan adonan coklat setebal 0,3 cm.
  6. Letakkan adonan warna coklat diatas adonan warna putih. Gulung dan padatkan.
  7. Potong adonan seberat 50 gr atau sesuai selera, alas bagian bawahnya dengan plastic. Tutup adonan dengan plastic/lap basah, diamkan adonan hingga mengembang ± 30 menit.
  8. Panaskan panic pengukus, kukus adonan hingga mengembang ± 10 menit. Angkat.
  9. Sajikan untuk 40 buah.
Perhitungan Harga Jual (HPP):
Bahan :
Tepung Terigu 600 gr……………………………………Rp. 7.200,-
Tepung tang mien 100 gr……………………………..Rp. 1.950,-
Tepung maizena 40 gr ………………………………….Rp.    950,-
Gula pasir 150 gr …………………………………………Rp. 1.075,-
Baking powder  sendok the ………………………….Rp.  600,-
Ragi instant 15 gr …………………………………………Rp. 3.000,-
Pengempuk roti (baker bonus) 4 gr   …………….Rp.   600,-
Air es 200 ml ………………………………………………Rp.    200,-
Santan kental 100 ml ……………………………………Rp. 1.000,-
Garam  sendok the ……………………………………….Rp.    100,-
Coklat pasta  sendok the ………………………………Rp. 3.650,-
Biaya Non Bahan :
Biaya tenaga kerja ………………………………………….. Rp. 5.000,-
Perawatan alat ……………………………………………….. Rp. 2.000,-
Bahan bakar ……………………………………………………. Rp. 2.000,-
Kemasan …………………………………………………………. Rp. 4.000,-
Total Biaya Produksi …………………………….. Rp. 33.325,-
Hitungan diatas menghasilkan 40 buah Mantau, dengan total produksi sebesar Rp. 33.325,-
Jadi harga jual pokok (HPP) Mantau
adalah Rp. 33.325 : 40 buah = Rp. 833,- / Rp. 850,-
Perhitungan diatas bisa berubah sesuai dengan harga bahan baku terbaru.
Perhitungan harga diatas adalah harga jual pokok, Anda dapat menjual Mantau dengan keuntungan sesuai yang Anda inginkan.
TIPS :




  • Agar hasil Mantau lebih putih, tambahkan sedikit pemutih adonan.

  • Selain menggunakan tepung terigu, Anda dapat menggantinya dengan tepung hongkong yang hasilnya sudah cukup putih.

  • Bila ingin tahan lama, masukkan Mantau yang sudah dikukus dalam freezer yang sebelumnya sudah dibungkus dalam wadah kedap udara.


  • Sumber:
    http://kampungwirausaha.com/

    Nikmatnya kuliner solo pecel ndeso,tengkleng,serabi notosuman,sate kere

     BAGI penggemar kuliner, Solo adalah magnet. Kota ini, pelan tapi pasti, telah menjadi salah satu surga bagi para pemanja perut. Eloknya, kota ini mampu menjaga dan bahkan menambah daya tarik dengan memunculkan kembali kuliner khas; ate kere, nasi liwet, timlo, pecel ndeso, srabi, dan tentu saja yang tak bisa ditinggalkan adalah Hidangan Istimewa Kampung, yang biaa kita sebut HIK. Di solo, kuliner terakhir ini tampaknya telah menjadi ikon.
    Hebatnya lagi, meski tempat-tempat yang menyediakan kuliner khas Solo selalu bertambah, tetap saja ramai diserbu pengunjung. Para pengusaha kuniner pun tak selalu harus menyediakan tempat yang megah dan wah. Lihatlah, sebagian besar tempat kuliner justru berada di Kaki lima atau berupa kios Sederhana. Beberapa tempat makan khas Solo yang terkenal pun semakin menjadi sasaran wisatawan, lokal maupun asing. Sebut saja Nasi Liwet Wongso Lemu, Serabi Notosuman, Bestik Harjo, Timlo Solo atau Timlo Sastro, Bakso Kadipolo, Sate Tambak Segaran, Sate Kere Yu Rebi, dan Soto Gading, misalnya.
    Toh meski beberapa tempat kuliner ini sudah terkenal, tetapi bukan berarti tempat lain tak diperhitungkan. Tempat-tempat makanan khas Solo ini memang sudah puluhan tahun dikenal orang. Bahkan ada yang berjualan sampai beberapa generasi. Uniknya, meskipun makanan tersebut terkenal di Kota Solo, namun tidak berarti tempatnya mewah. Jangan heran kalau tempat-tempat makan tersebut adanya di pinggir jalan seperti umumnya pedagang kaki lima (PKL) atau berupa kios, seperti Bestik Harjo dan Nasi Liwet Wongso Lemu.
    Bestik Harjo, misalnya. Meski sudah hampir lima puluh tahun lebih ada di Kota Solo, namun tetap memilih tempat di pinggiran Jalan Radjiman. Tempatnya pun hanya tenda darurat berisi empat meja dan bangku panjang. Biasanya dibuka mulai pukul 18.00 hingga pukul 01.00 dini hari. Di tempat ini, kita bisa menikmati aneka bestik, mulai dari bestik lidah, hati, dan rempelo ayam, hingga daging sapi. Meski hanya berupa tenda darurat dan lokasinya di pinggir jalan, namun pelanggannya mulai pejalan kaki sampai naik mobil mewah. Sejumlah artis dan tokoh pun sering mampir di warung Bestik Harjo.
    Lain lagi dengan nasi liwet. Makanan ini dijajakan orang Solo mulai dari pagi hari hingga malam hari. Ada yang dijajakan dengan berkeliling menggunakan sepeda, ada yang dijual di tenda darurat di tepi jalan.Nasi liwet juga banyak dijumpai di daerah Nonongan dan Solo Baru. Seperti halnya nasi gudeg di Yogyakarta, nasi liwet juga menjadi makanan khas Solo.
    Nasi liwet adalah beras yang dimasak dengan santan dan kaldu ayam sehingga membuat nasi terasa gurih dan lezat. Nasi tersebut dicampur dengan sayuran jipang yang dimasak pedas, telur rebus, daging ayam yang disuwir, kumut (kuah santan yang dikentalkan). Sering juga ditambah dengan usus ayam, hati/ampela yang direbus. Penyajiannya pun tidak menggunakan piring, tetapi daun pisang yang dipincuk.
    Di Solo, tempat makanan nasi liwet yang terkenal adalah nasi liwet Wongso Lemu di daerah Keprabon, Jalan Teuku Umar. Tempat ini ramai dikunjungi, apalagi pada saat hari libur atau hari raya. Kelezatan makanan yang berbuah kesuksesan pada masing-masing penjual makanan tersebut menyebabkan nama makanan tersebut menjadi merek generik. Serabi Notosuman, misalnya.
    Walaupun tak punya hubungan langsung dengan keluarga pengusaha serabi Notosuman, namun banyak pedagang serabi sering menambahkan kata Notosuman di kios atau gerobak tempat berjualan serabi. Tetapi jangan salah, meskipun tidak sekhas serabi Notosuman yang manis dan gurih, namun serabi yang dijual di beberapa tempat di Kota Solo juga tak kalah enaknya.
    Demikian terkenalnya makanan serabi ini, sehingga tak heran kalau serabi yang awalnya hanya berstatus jajan pasar, kini sering dihidangkan di hotel atau restoran, dan acara-acara tertentu. Tentu saja dengan kemasan yang lebih menarik dan harganya lebih mahal. Biasanya serabi dijual mulai dari Rp 500 hingga Rp 1.000 per buah. Umumnya serabi yang dijual terbuat dari adonan tepung beras, santan, gula pasir, dan berbentuk bulat seperti apem dengan kerak di sekelilingnya ini digulung lalu dibungkus dengan daun pisang dan diberi tali.
    Mau makan tengkleng di Solo, datanglah ke Pasar Klewer. Di sana ada Ibu Ediyem yang berjualan di lapaknya yang sederhana di samping gapura Pasar Klewer.
    Biasanya pembeli duduk di atas bangku kayu berdesak-desakan lalu makan dengan lahap menikmati nasi tengkleng yang disajikan Ediyem. Karena rasanya yang khas, masakan tengklengnya Ibu Ediyem sering dipesan pejabat yang mengadakan acara kantor maupun keluarga. Tengkleng adalah masakan serupa gulai berisi tulang-belulang kambing dengan sedikit daging yang menempel. Sebagai lauk pelengkap, diberi sate daging, sate usus, sate jeroan, dan bagian organ kambing lainnya yang ikut digulai bersama tulang-tulang, seperti mata, pipi, kuping, dan kandungan (klepon).

    Pecel Ndeso dan Cabuk Rambak 
    Makanan khas Solo yang ini tampaknya harus disebut, yaitu cabuk rambak dan pecel ndeso. Inilah makanan khas Solo tempo dulu. Cabuk rambak ini menyimpan keunikan tersendiri. Puluhan tahun lalu, makanan ini lebih banyak dijajakan keliling, tapi sekarang banyak penjual cabuk rambak lebih suka mangkal. Salah satu yang terkenal adalah cabuk rambak Yu Temu di Jalan Menteri Supeno, sebelah utara kompleks Stadion Manahan.
    Menu ini terdiri dari irisan ketupat yang di atasnya disiram bumbu wijen. Sajian cabuk rambak dilengkapi dengan kerupuk karak. Kerupuk yang rasanya khas ini dibuat dari tumbukan nasi yang diberi bumbu khusus yang disebut bleng, diiris tipis-tipis lalu dijemur. Setelah irisan nasi tadi benar-benar kering lalu digoreng hingga berwarna kecoklatan.
    Rasa cabuk rambak Yu Temu khas karena pembuatan dan bumbunya. Untuk membuat bumbu, ia menggoreng sangrai potongan daging kelapa baru kemudian diparut. Begitu pula dengan wijen yang juga digoreng sangrai. Parutan kelapa dan wijen sangrai ini kemudian dicampur dengan beberapa macam bumbu dapur lalu ditumbuk atau digiling, sesuai tekstur yang diinginkan. Bila digiling, tekstur bumbu yang diperoleh lebih halus. Campuran parutan kelapa dan wijen sangrai menimbulkan rasa legit dan aroma harum.
    Untuk bumbu dapurnya, Yu Temu menggunakan bawang putih, garam, gula pasir, gula merah, cabai, dan kemiri goreng. Agar lebih segar, ia menambahkan daun purut ke dalam campuran bumbu. Resep ini ia peroleh turun-temurun dari nenek dan ibunya yang juga berjualan cabuk rambak.
    Satu porsi cabuk rambak yang disajikan dengan pincuk daun pisang dihargai Rp 2.000 dan enak dinikmati untuk sarapan. Lapak cabuk rambak Yu Temu yang juga menjual nasi liwet buka setiap hari mulai pukul 06.00-11.00. Hari libur besar pun ia tetap buka, termasuk saat Lebaran karena pada saat itulah pembeli sedang ramai-ramainya.
    Menu pasangan cabuk rambak ini adalah Pecel Ndeso, karena dua menu ini biasanya memang dijual dalam satu bakul. Manu ini berupa nasi beras merah, jenis beras yang kini makin langka. Sedangkan sayuran pecelnya berisikan sayuran tempo dulu, seperti jantung pisang, daun kenikir, lembayung atau daun kacang panjang, petai cina, kembang turi dan kacang panjang. Sambalnya ada dua pilihan, sambal kacang seperti pecel pada umumnya atau sambal wijen yang memiliki dua pilihan, wijen putih atau hitam. Dua menu ini biasanya menjadi obat kangen bagi orang solo yang merantau. Saat pulang, mereka akan kembali mencicipi cabuk rambak dan pecel ndeso ini.
    “Bagi saya, pecel ndeso dan cabuk rambak ini bukan lagi sekadar menu. Kedua makanan itu sesungguhnya adalah potret dari kota Solo tempo dulu,” kata seorang pelanggan

    Bisnis Rumah Pohon Bikin Buah Hati Senang

    Rumah pohon bisa menjadi sarana bermain anak yang unik dan penuh petualangan. Kendati harga yang ditawarkan terbilang mahal, peminatnya ternyata cukup tinggi. Rumah pohon atau dalam bahasa Inggrisnya disebut “tree house”. Sesuai namanya berbentuk rumah, atau lebih tepatnya rumah-rumahan sebagai tempat bermain yang didirikan di atas sebatang pohon. Ukurannya tidak terlalu besar, hanya memuat beberapa orang anak. Agar lebih menarik, akses keluar masuk biasanya dibuat melewati lubang terowongan sepanjang batang pohon penyangga dari dasar lantai rumahnya menuju ke atas. Biar lebih seru bisa ditambahkan tangga atau tali-tali gantung pada bagian luarnya.

    Dalam buku-buku dongeng atau cerita anak istilah rumah pohon amatlah populer. Namun di dunia nyata rumah pohon kini mulai familiar. Wahana ini biasa dijumpai di berbagai fasilitas bermain, seperti wisata outbound, taman, atau sekolah-sekolah play group ternama. Dalam perkembangannya peluang usaha produksi rumah pohon semakin meningkat seiring dengan banyaknya keluarga yang berinisiatif membuatkan rumah pohon untuk anak-anaknya.

    Memang, tidak hanya dapat menjadi tempat beraktifitas anak-anak, rumah pohon pun mampu merangsang fantasi mereka agar semakin berkembang.