Bisnis Unik Kripik Kulit Pisang

Mau buka usaha tapi modal pas-pasan bukan menjadi alasan yang cocok untuk mengurungkannya. Sebab masih banyak usaha yang bisa di kembangkan dengan modal kecil.
Salah satu usaha modal kecil yang bisa di coba adalah usaha bisnis keripik kulit pisang. What…?? Iya betul…bisnis keripik kulit pisang. jangan  meremehkan kulit pisang. Sebab kulit pisang bisa membuka peluang usaha yang sangat bagus.
Kulit pisang rasanya sangat nikmat dan gurih jika dijadikan keripik. Jika didaerah anda belum ada keripik kulit pisang, pasti banyak yang penasaran. Dan ini tentunya menjadi peluang usaha yang sangat baik. anda bisa mencoba usaha modal kecil yang satu ini.
Manfaat Kulit Pisang
Orang belum banyak yang tahu jika kulit pisang ternyata rasanya sangat lezat  jika bisa mengolahnya salah satunya dijadikan keripik. Dan dibalik itu, kulit pisang ternyata juga banyak mengandung vitamin C, A, mineral, serat-serat kandungan gizi lain yang banyak manfaatnya untuk tubuh.
Tentang Gizi, kulit pisang juga tak kalah lho dengan buahnya. Menurut penelitian tim kedokteran Taichung, Taiwan, Chung sang, kulit pisang ternyata dapat menjaga kulit mata dan dapat mengurangi deperesi. Kulit pisang juga mengandung Serat, vitamin, C, B, kalsium, protein, dan karbohidrat.
Dibawah  ini adalah cara mengolah kulit pisang :
1.   Agar higienis, cuci dulu kulit pisang hingga bersih.
2.   Buatlah larutan kapur dalam air dengan takaran setengah sendok teh dalam 1 liter air. Rendamlah kulit pisang kedalam larutan air kapur selama kurang lebih 20 menit.
3.   Buatlah larutan garam dalam air dengan takaran satu sendok teh. Rendam kulit pisang kedalam larutan garam selama kurang lebih 20 menit.
4.   Buatlah larutan gula dalam air dengan takaran tiga sendok teh. Rendam kulit pisang kedalam larutan gula selama kurang lebih 20 menit.
5.   Setelah selesai semua, jemurlah kulit pisang selama kurang lebih delapan atau sembilan jam.
6.   Setelah kulit pisang kering, gorenglah sampai berwarna kuning kecoklatan.
7.   Nah, kulit pisang sudah siap untuk dikemas dan di jual. Namun jangn lupa cicipi dulu rasanya, biar tahu kayak apa lezatnya kulit pisang.
Itulah cara membuat keripik kulit pisang. Anda bisa mengembangkan kreatifitas anda dalam usaha bisnis keripik kulit pisang. Misalnya dikemas secara bagus dengan merek khusus buatan anda dengan nama produknya. Di jual secara online dll. Masih banyak jalan untuk menapaki usaha dengan modal kecil. Selamat mencoba.

Sumber; http://peluangusaha-oke.com/category/usaha-rumahan/page/5/

Bisnis Telur Asin Bakar

YOGYAKARTA (Berita SuaraMedia) – Manusia memerlukan makan dan minum untuk bertahan hidup. Pada umumnya, menu makanan masyarakat Indonesia terdiri atas nasi sebagai makanan pokok, sayuran, lauk pauk, dan buah-buahan serta dilengkapi dengan minuman. Dalam hal tersebut, mereka tidak hanya mencari rasa, tetapi juga gizinya.

Salah satu pilihan bahan pangan adalah telur. Telur merupakan pilihan bahan pangan yang sarat gizi yang diperlukan untuk kehidupan yang sehat. Zat-zat gizi yang ada pada telur, sangat mudah dicerna dan dimanfaatkan oleh tubuh.

Hasil penelitian mendapatkan, sebutir telur mempunyai kegunaan protein 100% dibandingkan daging ayam (80%) dan susu (75%), di mana komposisi asam aminonya sangat lengkap dan berimbang.

Telur itik merupakan telur dengan kandungan gizi yang lebih tinggi dari yang lainnya. Salah satu olahan dari telur itik adalah telur asin. Kandungan kalsium telur asin meningkat 2,5 kali setelah pengasinan. Tingginya nilai gizi dan rasa yang khas menyebabkan telur asin banyak diminati masyarakat.

Hal itu menjadi peluang yang cukup besar bagi mahasiswa, khususnya di daerah Yogyakarta, kota pelajar. Kini, tingginya tingkat kebutuhan mahasiswa, persaingan hidup, menuntut mahasiswa untuk hidup lebih mandiri.

Didukung dengan sumber daya bahan utama, banyaknya permintaan konsumen serta dengan banyak mencari referensi/pustaka, memunculkan gagasan sekelompok mahasiswa jurusan pendidikan matematika FMIPA UNY yaitu Mulyadi, Kareka Ananda, Agus Suratna, Asri Kusumaning M dan Alianingsih untuk mencoba membuka peluang usaha dengan memproduksi telur asin bakar aneka dengan 4 macam aroma yaitu rasa bawang, cabe, jahe dan aroma sup.

Menurut Mulyadi, aroma yang bervariasi itu dapat mengatasi kejenuhan konsumen terhadap aroma telur asin biasa yang amis. Sedangkan dengan dibakar, maka telur asin akan lebih tahan lama. Telur asin merupakan salah satu bahan pangan olahan dari telur itik, yang diawetkan dengan cara pengasinan.

Pembuatan telur asin dengan cara merendam dalam larutan garam jenuh sangat mudah dan praktis. Sedangkan pembuatan telur asin dengan menggunakan adonan garam prosesnya lebih rumit, tetapi akan menghasilkan telur asin yang jauh lebih bagus mutunya, warna lebih menarik, dan cita rasa lebih enak.

“Proses pembuatan telur asin saat ini sudah mengalami banyak inovasi sehingga menghasilkan variasi-variasi baru telur asin. Telur asin bakar didapat dengan memanggang telur asin rebus dalam oven selama 2 jam,” katanya.

Ditambahkan oleh Kareka, telur asin beraroma diperoleh dengan menambahkan ekstrak aroma alami dalam rendamannya. Agar rasanya lebih nikmat dapat juga ditambahkan kapur atau asap cair dalam adonan garamnya. Dalam proses pembuatannya, garam berfungsi sebagai pencipta aroma asin dan sekaligus bahan pengawet karena dapat mengurangi kelarutan oksigen, menghambat kerja enzim proteolitik, dan menyerap air dari dalam telur.

Berkurangnya kadar air menyebabkan telur menjadi lebih awet. Garam akan masuk ke dalam telur dengan cara merembes ke pori-pori kulit, menuju ke bagian putih, dan akhirnya ke kuning telur. Garam mula-mula akan diubah menjadi ion natrium dan ion chlor. Ion chlor itulah yang sebenarnya berfungsi sebagai bahan pengawet, dengan menghambat pertumbuhan mikroba pada telur.

Sedangkan menurut Agus, makin lama dibungkus dengan adonan, makin banyak garam yang merembes masuk ke dalamnya, sehingga telur menjadi awet dan asin. Proses pembuatannya pertama kali diracik ekstrak bumbu beraneka rasa sesuai aroma yang dikehendaki yaitu rasa jahe, bawang, cabai dan aroma sup.

Cara membuat ekstrak jahe yaitu 20 gram jahe dikupas bersih dan dicampur 20 mililiter air, diblender sampai halus, lalu disaring hingga diperoleh larutan/ekstrak jahe. Membuat ekstrak bawang yaitu 20 gram bawang dikupas bersih, dicampur air 20 mililiter, diblender sampai halus, lalu disaring hingga diperoleh larutan/ekstrak bawang.

Sedangkan membuat ekstrak cabai yaitu 20 gram cabai dicuci bersih, dicampur 20 mililiter air, diblender sampai halus, lalu disaring, hingga diperoleh larutan/ekstrak cabai. Kemudian untuk ekstrak aroma sup yaitu 20 gram bawang merah dan 20 gram bawang putih dikupas, cuci bersih, ditumbuk dengan merica, ditambahkan sedikit air, lalu disaring.

Dikatakan oleh Humas FMIPA UNY Dedy Herdito MM, memilih telur asin berkualitas harus dengan kriteria tidak retak, besar, masih segar, warna cangkang hijau muda, sebaiknya berasal dari itik umbaran yang dipelihara di alam terbuka. Telur itik diamplas, agar pori-pori cangkang terbuka lalu diolesi dengan adonan garam yang terdiri atas campuran garam, batu bata halus, abu, sendawa, serta air secukupnya.

Adonan dibagi menjadi 4 macam dan dimasukkan di ember bertutup yang diberi ekstrak aroma. Telurnya direndam dalam tiap ember masing-masing. Diamkan selama 7-10 hari hingga rasa dan aroma meresap sempurna ke dalam telur itik tadi. Setelah 10 hari dibilas bersih dan ditata dalam dandang untuk direbus selama 6 jam di atas api sedang. Setelah didinginkan panggang dengan oven selama 2 jam dan telur asin beraroma siap dikonsumsi.

Diakuinya untuk membuat telur asin bakar berbagai macam aroma ini membutuhkan waktu kurang lebih 6 bulan. Dirinya pun mengaku, mendapatkan dana dari Dikti sebesar Rp2 juta untuk penggarapannya.

Lebih lanjut, Mulyadi mengatakan, telur asin beraroma ini dijualnya dengan harga Rp2.000. Dari hasil produksi, besar laba setiap penjualan di antaranya adalah untuk telur asin bakar biasa menghasilkan laba Rp64 setiap butirnya, sedangkan untuk telur asin bakar beraroma menghasilkan laba Rp269 setiap butirnya.

“Untuk yang paling diminati adalah telur asin rasa bawang karena aroma dan rasanya benar-benar terasa,” tambahnya.

Ada pula di Bandung, Heno Taryana adalah orang yang sangat beruntung. Niatnya untuk menekuni usaha hanya coba-coba, tapi pada akhirnya ia menuai sukses. Ia mampu menjadi pengusaha telur asin yang berhasil di Bandung, yang notabene bukan sentra produsen telur asin.

Bakat wirausaha yang diwarisi dari orang tuanya begitu kuat. Pekerjaannya sebagai staf produksi di pabrik tekstil di Bandung ditinggalkannya demi melanjutkan usaha telur asin yang dirintis orang tuanya. Tekadnya terutama ingin memajukan usaha keluarga, di samping ia merasa tidak cukup bila hanya mengandalkan ijazah SMA-nya saja untuk membangun masa depan keluarganya.

Tepatnya, pada tahun 1997 ia mulai menghidupkan kembali usaha telur asin milik orang tuanya. Usaha itu konon nyaris tidak beroperasi karena sulitnya mendapatkan pinjaman, juga sulitnya mendapat telur bebek dari peternak serta bahan dasar lainnya.

Heno memulai usahanya dengan modal pesangon dari perusahaan sebesar Rp 200.000. Awalnya, dengan kemampuan yang ada, Heno hanya sanggup memproduksi telur asin sebanyak 30 butir. Namun, berkat keuletan dan ketabahannya untuk mengembangkan usaha, akhirnya per hari Heno mampu memproduksi telur asin sebanyak 1.000 hingga 1.500 butir, tergantung ketersediaan telur bebek di pihak para peternak.

Dari lima bersaudara, hanya Heno yang meneruskan usaha keluarganya. Ini karena sejak kecil, dialah yang selalu mendampingi dan membantu kedua orang tuanya dalam proses pembuatan dan pemasaran telur asin ke berbagai pasar yang ada di Bandung. Heno kini memiliki seorang anak laki-laki, Muiz Ilma Tarmizi (4,5) dari hasil pernikahannya dengan Yanti Hanifah (25).

Saat dijumpai di kediamannya yang setengah bangunannya dijadikan tempat untuk memproduksi telur asin di Jalan Sekar Wangi RT 01/01 Kp Sekar Wangi Desa Sekarwangi, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Heno memaparkan awal upayanya merintis kembali usaha telur asin.

Upayanya merintis kembali usaha yang berlabel Telor Asin Lancar, yang telah ditinggalkan kedua orang tuanya itu, antara lain juga karena orang tuanya telah berusia lanjut. Produksi awalnya hanya 10 hingga 30 butir telur saja per hari. Ia menjualnya hanya kepada warung-warung terdekat di rumahnya. Kemudian, karena jumlah permintaan setiap harinya semakin besar, produksi terus ditingkatkan hingga akhirnya kini mencapai 1.000 hingga 1.500 butir per hari.

Telur asin yang diproduksinya kini untuk memenuhi permintaan dari pasar-pasar besar di Kota Bandung dan sekitarnya, seperti Pasar Dulatif, Andr, Ciroyom, serta beberapa pasar yang ada di kabupaten. Malahan, ada pula beberapa langganan yang memesan khusus untuk dibawa ke luar negeri seperti ke Australia. Mereka rutin membawa telur asin produksinya, sebab selain pulen karena berminyak di bagian kuningnya, juga tidak terlalu asin. Telur asin yang diproduksinya bisa bertahan hingga 15 hari. Hal ini karena cara pengelolaannya harus apik.

“Telur asin kami bisa bertahan lama hingga 15 hari, karena kami mencari kualitas telur bebek yang bagus dari para pengangon yang selalu mencari tempat di mana ada sawah yang sedang dipanen, di situlah bebek-bebek mereka disebar. Selain itu, kualitas garam dan abu juga harus baik, agar hasilnya menjadi telur asin yang super,” kata Heno.

Heno kini telah mampu mempekerjakan enam karyawan, yang berasal dari lingkungan keluarganya serta dua tenaga lepas yang diambil dari tetangga terdekatnya. Sedangkan label yang ditempelkan di telur asin produksinya, namanya pemberian dari almarhumah ibunya. Menurut Heno, ibunya memberikan label “Telor Asin Lancar” pada telurnya dengan harapan produksi telur asin anaknya bisa terus lancar hingga turun-temurun.

Heno menjelaskan keuntungan dari memproduksi telur asin tidak terlalu besar, karena dari telur bebek mentah yang dibelinya per butir seharga Rp 650 untuk ukuran kecil dan Rp 700 untuk ukuran besar per butirnya. Rata-rata per butirnya hanya mendapatkan keuntungan sekitar Rp 300, keuntungan tersebut belum dipotong biaya produksi dan gaji karyawan.

Heno mengakui, untuk ukuran telur asin berukuran besar per butirnya dijual ke pelanggan Rp 1.000, untuk ukuran kecil Rp 900. Saat ini usahanya sudah mulai keteteran untuk mendapatkan telur bebek mentah, abu dan garam, karena harganya kian hari kian melonjak. Selain itu, untuk mengukus telur asin yang sudah di-peuyeum (diperam) selama 9-12 hari dengan dibalut adonan abu mengandung garam, sudah tidak lagi menggunakan minyak tanah, tapi menggunakan kayu bakar. “Jika masih menggunakan minyak tanah, biaya operasional kami habis tersedot. Sedangkan harga telur asin di pasaran sulit dinaikkan karena persaingannya sangat ketat,” tutur dia.

Untuk membuat telur asin berkualitas super, diawali dengan melakukan ketrek atau memilih telur yang bagus. Untuk produksinya, dengan cara mendapatkan telur bebek, ia mengejar di mana terdapat pengangon bebek biasanya, mencari tempat-tempat di mana ada daearah yang sedang panen. Terkadang, untuk mendapatkan telor tersebut kami sudah mengontrak pengangon dengan membayar uang terlebih dahulu. Misanya untuk 1.000 telur kami membayar uang dimuka, sehari kemudian dan selanjutnya kami mengejar penganggon tersebut. Karena telur bebek hasil anggon lebih baik kualitasnya daripada telur bebek ternak.

Untuk membuat telur asin sebanyak 1.500 butir dibutuhkan bahan dasarnya 30 kg abu dari pembakaran kulit padi, serta 10 kg garam kasar. Abu dan garam ditambah air diaduk hingga menjadi seperti adonan tanah liat. Setelah itu satu per satu telur dibungkus adonan, kemudian disimpan atau diperam selama 9 hingga 12 hari. Satelah selesai di-peuyeum kemudian dicuci hingga bersih, dan direbus hingga empat jam. Proses pembuatan tersebut rata-rata sekitar 10 persen hasilnya tidak sempurna karena mengalami pecah dan retak-retak. Tapi, telur asin yang retak masih saja bisa dijual dengan harga yang mutah atau ditukar dengan telur bebek yang mentah atau barter dengan bahan dasar pembuatan telur asin seperti garam di pasar.

Dari hasil wirausaha yang digelutinya selama 10 tahun ini, selain telah mampu membeli tanah dan bangunan yang luasnya tujuh tumbak dan sekarang ini ditempati untuk rumah tinggal dan perusahannya. Selain itu, kini juga telah mampu membeli beberapa unit kendaran roda dua untuk membawa telur asin produksinya ke pasar. Dia juga telah memeliki sebanyak 170 ekor bebek yang pemeliharaannya dipercayakan kepada pengangon bebek. “Saya beli bebek agar sewaktu-waktu bila telor dari pengangon sulit didapat, masih ada cadangan telor dara bebek peliharaan saya,” cetus dia.

Kini yang dibutuhkan oleh Heno agar usahanya tetap berjalan adalah suntikan dana, baik dari pemerintah maupun dari perbankan. Sebab, jika tidak ada suntikan modal maka usahanya berjalan apa adanya. Modal yang dimiliknya terkadang tidak berputar karena mengendap di para pengangon. Jika bebek-bebeknya tidak bertelur akibat tidak ada sawah yang panen, uang tersebut mengendap di mereka.

Pernah, tiga tahun yang lalu ia mendapatkan suntikan dana Rp 2 juta dari salah satu perusahaan obat-obatan, namun semakin berkembangnya zaman, modal pun harus ditambah. Selain itu, ia juga pernah mendapatkan bantuan berbentuk peralatan dari Pemkab Bandung berupa teknologi tepat guna (TTG), tempat untuk pengasinan dari bahan dasar stainlessteel yang menampung 1.000 butir telur.

Namun hasilnya tidak bagus. Sebab, alat itu membuat telur-telur retak dan daya serap garamnya tidak maksimal. Karena, sistemnya telur direbus dengan air garam, sedangkan cara yang baik untuk membuat telur asin adalah dengan cara konvensional, bukan dengan cara modern. “Hingga kini alatnya tidak kami pakai dan masih tersimpan di gudang,” jelas Heno. Telur asin bakar dengan rasa. (fn/sm/sh/bm)

Sumber: http://www.suaramedia.com/ekonomi-bisnis/usaha-kecil-dan-menengah/26860-peluang-usaha-baru-nan-menggoda-bisnis-telur-asin-bakar.html

Bisnis Burger Jamur

KOMPAS.com – Syammafudzh Ghazali bersama rekan-rekannya sesama mahasiswa Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, memilih membuat burger jamur. Kenapa burger yang dipilih? Karena burger merupakan makanan bule yang kini merakyat di Indonesia. Hanya saja selama ini, burger identik dengan makanan bercampur daging. Padahal bisa saja burger diisi dengan bahan lainnya, seperti jamur.
“Kalau diliat dari segmentasi, ada 5 kategori yang menjadi sasaran produk ini,” ucap Syam, panggilannya di Yogyakarta.
Pertama menurutnya, kalangan vegetarian yang ingin menikmati burger. Kedua anak-anak yang biasanya suka burger, jamur rendah lemak tapi kaya protein. Selanjutnya orang gemuk, lalu wanita, dan ke 5 orang lanjut usia yang biasanya takut makan daging karena kolesterol.
Membuat ramuan patty dari jamur dengan rasa dan komposisi yang pas butuh percobaan sekitar 3 bulan. Selain itu, roti dan mayonaise yang dipilih pun mesti cocok. Rasa kenyal dari patty jamur berpadu dengan roti lembut, ditambah mayonaise membuat burger ini terasa lebih lezat. Kalau makan ukuran mini kurang kenyang,  Anda bisa memesan ukuran sedang atau jumbo. Selain burger, ada pula sandwich, hot sosis, dan masruum crispy.
Sejak membuka usaha ini bulan Maret 2010, Syam langsung menawarkan konsep business opportunityfranchise/BO (harga Rp 8 juta, gerobak kayu dan Rp 10 juta, gerobak berlapis stainless steel dan master franchise (harga Rp 50 juta). Selain model gerobak, untuk BO ada juga bentuk outlet seperti corner cafe. Bentuk outlet ini royalty fee sebesar Rp. 20 juta. Dengan konsep corner, masakan olahan jamur yang disediakan juga lebih banyak. “Sekitar 13-14 menu masakan yang merupakan pengembangan dari menu di gerobak,” kata Syam. (BO) untuk memperluas usahanya. Ia mempunyai dua tawaran, yaitu tipe
Syam antusias, bisnis ini prospeknya bagus. Sebab, baru beberapa hari buka saja sehari ia bisa menghabiskan minimal 100 pieces patty. Pasokan bahan baku tidak ada kendala, karena Syam mempunyai farm jamur sendiri.
Justru di produksi yang sering terkendala. Misalnya dari bagian produksi bikin 400 produk untuk stok selama 4 hari. Tapi ternyata dalam dua hari sudah habis, padahal mereka mahasiswa semua. “Atau kita bikin 200 patty butuh waktu dua malam tapi tiga hari sudah habis. Makannya cuma sebentar, padahal bikinnya susah,” kata Syam tertawa.
Hasilnya, meski bisnis baru berjalan beberapa bulan tapi Syam sudah berhasil mempunyai tiga outlet. Dua outlet di daerah selokan Mataram dan Condongcatur Yogyakarta berupa corner. Selain itu, Syam juga berhasil menggaet pembeli BO yang membuka gerai di Solo, Jawa Tengah. la membeli master franchise, sehingga bisa membuka lima gerobak di wilayah tersebut.

Sumber:http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/01/19/09435167/Renyahnya.Laba.Bisnis.Burger.Jamur

Bisnis sate buah coklat


Sebuah peluang usaha baru yang belum banyak dikenal orang hingga terbuka kesempatan luas untuk mengembangkan usaha/jaringan. Sate buah dengan pancuran coklat yang biasanya hanya ditemui di pesta-pesta golongan menengah keatas, kini kami coba kemas sebagai bentuk peluang usaha baru yang dengan pasar semua golongan

  • Coklat fountain adalah alat untuk menyajikan coklat agar terlihat menarik
  • Memiliki pemanas untuk menjaga agar coklat tetap cair dan memiliki corong yang terdiri dari 3 tahap kegunaanya untuk mengalirkan coklat agar terlihat seperti air mancur
  • Media yang dipakai biasa nya menggunakan buah-buahan seperti strawberry, melon, anggur, dan material lain juga bisa dipakai seperti donat, wafer, marshmalow dll.Semua itu tergantung kreasi kita.
  • Buah-buahan/material tersebut ditusuk sepeti sate kemudian dialiri coklat yang berada di Fontain
  • Harga jual yang terjangkau (per tusuk nya bervariasi antara Rp 2000-5000, tergantung wilayah pemasaran dan lokasi penjualan)
  • Dapat dijual di mall, pasar, sekolah, kantin, resto, lokasi umum dan untuk acara pesta ulang tahun,
  • pernikahan dll
  • Pasarnya yang tak terbatas dari yang muda sampai tua menyukainya

Untuk memulai bisnis Coklat-Q Fountain yang kita perlukan adalah:

  1. Mesin Coklat Fountain
  2. Kulkas untuk menyimpan buah
  3. Meja Kecil / meja counter
  4. Box/tempatbuah
  5. Pisau
  6. Tusuk sate
  7. Piring Kertas

Jadi apabila alat-alat tersebut sudah tersedia, kita cukup membeli Mesin coklat fountain.

SPESIFIKASI ALAT
  • KAPASITAS 2KG
  • TINGGI CORONG PANCURAN 32CM
  • TINGGI KESELURUHAN 54CM
  • LEBAR 22CM
  • PANCURAN 3 TAHAP
Bisnis ini cocok untuk:
  • Cocok bagi pemula yang ingin memulai bisnis
  • tanpa resiko besar
  • dapat ditangani sendiri
  • Cocok bagi yang sudah memiliki bisnis kantin, café atau restoran.
  • Cocok untuk mereka yang serius mengembangkan bisnis/jaringannya dengan membuka outlet2 di keramaian/lokasi umum lainnya.
  • untuk event-event tertentu seperti pesta ulang tahun, pernikahan dll


Pancuran Coklat (Chocolate Fountain)
Sate Buah
Metode




Dengan modal 1.500.000 anda mendapatkan 1 unit mesin coklat fountain sebagai modal awal bisnis sate buah coklat fountain ini (Blm termasuk ongkir). Selain itu akan mendapatkan panduan untuk memulai usahanya serta cara2 pengoperasian dan pengolahan via sms/email/online chat.Sebenarnya usaha coklat fountain ini sangat simple, hasilnya lumayan dan modal cepat kembali. Kami juga melayani pemesanan awal (sample) coklat blok. 

ANALISA USAHA
  • Pembelian Paket CF     Rp 1.500.000,-
  • Penjualan :
(Estimasi harga Rp 2.500/tusuk)
  • 60 tusuk/hari X 30 (1bulan) X Rp 2500,- = Rp 4.500.000,-
Biaya Operasional/Bulan:
  1. Coklat                      : Rp 500.000,-
  2. Buah + material lain : Rp 500.000,-
  3. Sewa tempat/bln      : Rp 250.000,-
  4. Listrik + transport    : Rp 250.000,-
  5. Gaji karyawan/bln    : Rp 500.000,-
       Total Biaya/bln         : Rp 2.000.000,-

Jadi Laba tiap bulan sekitar Rp 2.500.000,-
Modal : Rp 1.500.000 + Rp 2.000.000 = Rp 3.500.000,-
BEP :  3.500.000 / 2.500.000 = 1,4 bulan

Kurang dari 2 bulan modal akan kembali (tentunya ini diluar modal lain seperti meja/counter/etalase).
Banyaknya penjualan dipengaruhi oleh tempat pemasaran/penjualan, begitu juga dengan harga penjualannya.

Bagi peminat yang SERIUS silahkan hubungi :
  • email : lunamara06@yahoo.co.id
  • sms di 0821 3668 8075
Cara Pemesanan:
  1. Silahkan konfirmasi terlebih dahulu tentang ketersediaan barang dan ongkos pengiriman via email/sms (disarankan untuk sms agar segera ditindaklanjuti)
  2. Setelah barang tersedia, silahkan transfer sejumlah Rp 1.500.000,- + ongkos kirim sesuai yang disepakati ke rekening Bank Mandiri no rek : 137-0006888420 a.n SRI PUJIASTUTI
  3. Segera konfirmasi via sms tentang jumlah transfer dan alamat pengiriman agar barang segera dikirim.
SELAMAT MEMULAI BISNIS BARU ANDA…SEBELUM ANDA TERTINGGAL DARI YANG LAIN !!

Sumber: http://eazybisnis.blogspot.com


Bisnis Nugget Jamur beromset jutaan

Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) atau yang dulu lebih dikenal dengan Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA) Negeri Samarinda berhasil melakukan pemanfaatan limbah kayu yang ‘disulap’ menjadi jamur tiram putih, baik produksi hingga paska produksinya—sesuai tema Pertanian Ramah Lingkungan, membawa tim diskusi yang dipaparkan Feni Ria, Ilham Nugroho, dan Tino Margo (waktu itu masih duduk di tingkat/kelas II) tersebut berhasil meraih juara 2 nasional.(Saat media ini berkunjung ke SPP, pemapar sedang mengikuti Praktek Kerja Unit Usaha (PKU) di Jawa Tengah).

“Alhamdulillah, upaya kita memanfaatkan limbah kayu selama satu tahun belakangan ini menjadi jamur tiram yang produksinya masih langka di Samarinda, ternyata, malah berbuah prestasi,” ujar Kasi Kesiswaan SPP Negeri Samarinda Ir Sumarti yang didampingi kepala UPTD SPP Ir Sisworo MSi, Kasi Pengajaran Ir Supriyanto, dan guru pembimbing Sri Maulida SST. Lili, biasa Sri Maulida disapa menambahkan, selain memproduksi jamur tiram putih, mereka juga memproduksi bibit jamur tiram untuk memenuhi permintaan petani lokal Samarinda, yang saat ini baru ada 11 petani home industry. “Untuk jamur, sehari kita bisa memproduksi 1,5 hingga 2 Kg. Sedang bibitnya tergantung permintaan petani. Namun, setiap botol bibit bisa untuk 30 log. Jadi, petani tidak perlu lagi mendatangkan bibit dari luar Kaltim, dan menunggu proses pengiriman yang tidak sebentar,” tutur Lili lagi.
Selain budidaya jamur tiram putih, lanjutnya untuk pasca panennya biasanya diolah menjadi nugget jamur, ketucky jamur dan baso jamur.
Makanan hasil olahan jamur memang semakin beragam. Anda pasti sudah akrab dengan yang namanya sup jamur. Selain itu, kini juga banyak orang yang mengolah dan menjual jamur dalam bentuk keripik.
Jamur memang lebih sering dijual dalam bentuk olahan. Pasalnya, jamur segar tidak tahan lama. Nah, belakangan ini, ada varian baru makanan olahan jamur, yaitu nugget jamur. Bentuknya sangat mirip dengan nugget ayam. Bahkan, rasanya pun tidak jauh berbeda.
Sementara itu, salah satu pengusaha yang menekuni bisnis nugget jamur ini adalah Sariyah. Wanita yang akrab disapa Sari ini memasarkan nugget jamur dengan label Alfiah Mushroom.
Wanita asal Bogor, Jawa Barat, ini mengisahkan, ia tertarik membuat makanan olahan dari jamur lantaran tinggal di lingkungan pembudidaya jamur. Suatu ketika, sari mencoba untuk mengolah jamur menjadi nugget. Pilihannya jatuh kepada produk ini karena belum banyak orang yang memproduksi nugget jamur.
Untuk membuat nugget jamur ini, Sari memilih jamur tiram putih (Pleuratus florida) sebagai bahan baku. Ia memilih jamur jenis ini karena rasanya lezat dan mirip dengan rasa daging ayam. “Strukturnya juga mirip daging ayam, jadi kalau diolah menjadi nugget hasilnya bagus,” tutur Sari.
Sari memperoleh bahan baku dengan membeli jamur yang dibudidayakan di lingkungan tempat tinggalnya. Biasanya, ia membeli satu kilogram (kg) jamur putih seharga Rp 6.000 sampai Rp 8.000.
Saat ini, Sari baru sebatas memproduksi nugget untuk memenuhi pesanan. Itu pun hanya kalau pesanan yang masuk sudah cukup banyak. Dalam sebulan, Sari biasanya membutuhkan setidaknya 60 kg jamur tiram putih untuk membuat nugget. Dari situ, Sari bisa menghasilkan setidaknya 120 kg nugget jamur setiap bulan.
Saat ini, Sari masih lebih banyak melayani pembelian secara online lewat internet. Selain itu, ia juga sering mendapatkan pesanan dari beberapa koleganya. “Kami sudah pernah mengirim ke Jakarta, Surabaya dan beberapa daerah lainnya,” papar Sari.
Alfiah menjual nugget jamur produksinya dalam tiga kemasan. Kemasan 250 gram dilego seharga Rp 15.850. Sementara nugget jamur dalam kemasan 500 gram dijual Rp 30.000 dan Rp 59.500 untuk nugget jamur kemasan 1 kg. Menurut Ali Mansyur, salah seorang pegawai Alfiah Mushroom, pihaknya pernah menjual nugget jamur sebanyak dua kuintal dalam sebulan.
Menurut Sari, belakangan ini, produk nugget jamur ini semakin populer di pasar. Pasalnya, kini banyak orang mulai paham manfaat jamur bagi kesehatan. Banyak orang yakin jamur bisa mencegah penyakit jantung, stroke, darah tinggi, diabetes, tumor, dan dapat menyembuhkan jerawat.
Selain memproduksi nugget jamur, Sari juga memproduksi beberapa olahan jamur lain, seperti keripik dan kerupuk jamur tiram. Namun, menurutnya, prospek bisnis nugget jamur lebih bagus.
Pasalnya, penggunaan bahan baku lebih efisien kalau ia mengolah jamur menjadi nugget. Satu kilogram jamur bisa diolah jadi sekitar dua kilogram nugget. Sedang kalau membuat keripik jamur, satu kilogram jamur cuma bisa menghasilkan 0,5 kg keripik. “Jadi memang lebih menguntungkan menjual nugget jamur daripada keripik jamur,” papar ibu satu anak ini.
Selain itu, margin keuntungan nugget jamur juga cukup besar, yaitu mencapai sekitar 50%. Sari menuturkan, saat ini, dari hasil berjualan produk nugget jamur saja ia bisa mengantongi penghasilan bersih sekitar Rp 5 juta – Rp 7 juta per bulan. (fn/sd/knt)www.suaramedia.com.

http://www.kalbar.biz/~artikel/bisnis/coba-prospek-menggoda-bisnis-nugget-jamur

Sumber: 

Bisnis Inovatif Susu Jagung Banyak Penggemar

Tanaman jagung merupakan salah satu bahan makanan pokok yang memiliki kedudukan penting setelah beras bagi masyarakat Indonesia. Selain itu, jagung juga merupakan sumber bahan baku bagi sektor industri termasuk industri pangan. Salah satu jenis jagung yang banyak dimanfaatkan adalah jagung manis (Zea mays sacc). Tanaman jagung manis berumur pendek, mudah ditanam dan dipelihara, cepat panen, buahnya enak dimakan tetapi tidak tahan lama.

Kandungan gizi penting pada jagung adalah karbohidrat dan lemak. Karbohidrat jagung terdiri dari pati, gula, serat kasar dan pentosan. Pati jagung terdiri dari amilosa dan amilopektin, sedangkan gulanya berupa sukrosa.

Lemak jagung sebagian besar terdapat pada bagian lembaganya. Asam lemak penyusunnya terdiri dari asam lemak jenuh yang berupa palmitat dan stearat serta asam lemak tidak jenuh berupa oleat dan linoleat. Protein jagung mempunyai komposisi asam amino yang cukup baik, tetapi asam amino lisin dan triptofan terdapat dalam jumlah kecil. Jumlah kandungan protein dan lemak jagung ini bervariasi tergantung dari umur dan varietasnya. Kandungan lemak dan protein jagung muda lebih rendah dibandingkan dengan jagung tua.
Di negara-negara maju seperti Amerika dan Eropa, jagung manis telah diusahakan dalam berbagai bentuk olahan seperti dikalengkan, dibekukan, dikeringkan, atau dibuat krim. Selain itu juga sering dijumpai dalam bentuk tepung maizena dan minyak jagung. Bahkan di Thailand, salah satu usaha agar jagung manis mempunyai nilai tambah adalah diolah menjadi corn milk (susu jagung). Susu nabati seperti susu jagung, dibutuhkan terutama bagi seseorang yang alergi terhadap susu sapi. Sebagai minuman, susu jagung diharapkan dapat menyegarkan dan menyehatkan tubuh karena tidak mengandung kolesterol.
Susu jagung diperoleh dengan cara penggillingan biji jagung yang telah direbus dalam air. Hasil penggilingan kemudian disaring untuk memperoleh filtrat yang kemudian dipasteurisasi dan diberi flavor untuk meningkatkan rasanya. Kandungan ekstrak karbohidrat dalam susu jagung dipengaruhi oleh varietas jagung, jumlah air yang ditambahkan, jangka waktu dan kondisi penyimpanan, kehalusan gilingan, dan perlakuan panas. Selain jagung manis, bahan utama pembuatan susu jagung adalah gula pasir, CMC dan air.
Proses pembuatan susu jagung mengacu pada proses pembuatan susu kedelai dengan beberapa modifikasi. Langkah awal yang harus dilakukan adalah membersihkan dan mensortasi jagung. Jagung yang hasil sortasi lalu direbus selama beberapa menit, dilanjutkan dengan proses pemipilan biji. Jagung pipil kemudian diblender dengan penambahan gula dan air dengan rasio tertentu. Bubur jagung yang dihasilkan kemudian disaring menggunakan kain saring. Filtrat yang dihasilkan merupakan susu jagung mentah. Selanjutnya, susu dipanaskan pada suhu 70OC selama 20 menit, didinginkan dan disimpan dingin. Produk membutuhkan beberapa tahapan perlakuan lagi jika akan dikemas dalam cup, untuk menjamin keamanan produk selama distribusi dan penjualan produk.
Sementara itu, ada sekelompok Mahasiswa yang melakukan penelitian selama 6 bulan untuk menciptakan produk inovatif sekaligus berprospek cerah. Usaha enam bulan itu tidak sia-sia. Mereka bergelut mencari formula susu jagung yang tepat dan memperkenalkan serta memasarkannya sendiri di lingkungan kampus.
Dengan wajah berseri, lima anak muda itu naik panggung diiringi aplaus para hadirin. Malam itu, Selasa dua pekan lalu, mereka menerima penghargaan Young Entrepreneurs Award 2007 di Hotel Ritz Carlton, Jakarta. Hadiah itu adalah ganjaran bagi prestasi mereka meramu susu jagung yang kini mulai dikonsumsi sebagian masyarakat.
Sarinada-begitulah kelima mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) ini menamai kelompok mereka. Sebutan itu adalah singkatan dari nama mereka: Ahsan Sihotang, 19 tahun, Ari Try Purbanyanto (22), Nadiyah Khaeriyyah (19), Muhammad Akhlis Mustaghfiri (22), dan Linda Mikowati (20). Di kampus IPB, mereka menyisihkan 400-an kelompok yang berebut tiket ke final di hotel bintang lima.
Ahsan dan kawan-kawannya menyabet penghargaan kedua di bawah kelompok mahasiswa Universitas Negeri Jakarta yang memasarkan hiasan dari kerang.
Penghargaan yang diberikan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Departemen Pendidikan Nasional ini memang lebih menyoroti kreativitas mahasiswa dalam kewirausahaan. Maka hiasan kerang menyabet juara pertama.
Namun, temuan produk susu jagung adalah karya yang amat inovatif dan bisa menjadi alternatif di saat harga susu terus melonjak. Susu jagung bisa diproduksi dalam skala besar,” kata seorang juri. Ahsan yang memimpin proyek peracikan susu jagung mengatakan, ide awal muncul ketika ada tawaran dana dari Dirjen Dikti kepada mahasiswa yang mau melakukan penelitian sekaligus mengembangkan bisnis.
Ahsan tertarik. Akhir tahun lalu, ia membentuk kelompok yang terdiri dari rekan-rekannya di Jurusan Teknologi Industri Pertanian, yakni Diah dan Linda. Adapun Ari dan Ikhlas berasal Jurusan Teknologi Pangan di Fakultas Pertanian. Selama sepekan lima sekawan ini berunding. Mereka pun sepakat membuat susu jagung.
Ide ini dipinjam dari skripsi sekaligus hasil penelitian kakak kelas mereka, Berta Setya Rini, mahasiswi Jurusan Teknologi Industri Pertanian. Proposal pun dibuat. Sebulan berselang, yakni pada Januari 2007, mereka mendapat bantuan dari Dirjen Dikti sebesar Rp 4,5 juta. Ini modal awal penelitian untuk pembeli alat-alat dan bahan baku pembuat susu,” kata Ahsan.
Peralatan yang dibeli antara lain blender, kompor, panci, saringan, dan baskom. Bahan baku pembuat susu adalah jagung manis (zea mays sacc), gula pasir, dan air. Bulan pertama menjadi masa percobaan. Mereka berupaya mencari takaran yang tepat. Sebenarnya tidak sulit. Masalahnya adalah mencari formula yang tepat sehingga rasanya enak,” kata Nadiyah, mahasiswi semester IV.
Cara pembuatan susu jagung ternyata sederhana saja. Setelah direbus, jagung dilumatkan dalam blender. Hasil dari blender lantas diperas dan disaring menjadi susu jagung. Untuk pengental, Ahsan menambahkan CMC (Carboxymethylcellulose) bahan dasar pembuat agar-agar. Namanya juga susu jagung, tentu saja bau jagung tak bisa dihilangkan. Ini justru membantu orang yang tidak suka dengan bau amis susu,” kata Ahsan.
Ternyata penambahan CMC memunculkan masalah. Awalnya zat kimia ini bisa menyatu, tapi setelah disimpan beberapa jam ada cairan CMC yang mengendap. Selain itu, susu sempat terasa kasar dan seperti tersangkut di tenggorokan. Kedua masalah itu pun teratasi. CMC diganti dengan susu skim. Untuk menghaluskan cairan susu, jagung diblender lebih lama lagi. Formula yang tepat akhirnya ditemukan.
Merasa percaya diri dengan formula itu, kelompok Sarinada mulai melakukan uji pasar. Susu dibagikan secara gratis kepada mahasiswa, dosen, dan pejabat kampus. Mereka yang mencicipi diminta mengisi kertas saran. Berbagai masukan diterima, di antaranya ada yang menginginkan susu jagung tetap berwarna kuning seperti bahan bakunya. Ada yang meminta agar rasa jagung tak dihilangkan dan susu dikemas menggunakan gelas plastik seperti susu segar lainnya.
Setelah kemasan susu lebih baik dan menarik, mereka mencoba menjualnya ke kantin-kantin kampus dan menawarkan langsung ke mahasiswa. Ternyata banyak yang suka, mungkin karena harganya hanya Rp 1.500,” kata Ahsan. Susu yang diberi nama O-ThanX-mengutip potongan nama belakang Ahsan-itu kini beredar di semua kantin dan koperasi kampus IPB. Setiap ada kegiatan kampus, susu O-ThanX selalu hadir sebagai pelengkap hidangan.
Kelebihan susu jagung dibandingkan dengan susu sapi atau kedelai: bahan bakunya mudah didapat dari petani setempat dengan harga tidak terlalu tinggi. Jagung tidak mengandung lactate intolerance (yang membuat susu bau amis). Susu jagung mengandung serat lebih banyak, cocok buat mereka yang diet. Tapi susu ini hanya bertahan satu hari jika disimpan di luar. Daya tahannya bisa mencapai dua pekan jika disimpan dalam lemari pendingin.
Manajer Mutu Pengujian Laboratorium Teknologi Industri Pertanian IPB, Dwi Setyaningsih, mengatakan, susu jagung mengandung karbohidrat tinggi (lihat tabel kandungan) yang berguna memulihkan stamina. Serat jagungnya membantu melancarkan pencernaan. Dan kadar gula rendah membuat susu ini cocok untuk diet. Penderita diabetes bisa meminum susu ini,” kata Dwi yang mengawasi proyek lima mahasiswa tersebut.
Menurut Dwi, dalam 100 gram jagung terdapat 3 miligram kalsium dan 111 miligram fosfor. Artinya, jagung bermanfaat memperkuat kerangka tulang. Kandungan lemaknya jauh lebih rendah dari kacang kedelai. Tapi, Dwi mengingatkan, Susu untuk bayi dan balita sebaiknya mengandung protein lebih tinggi ketimbang jagung yang lebih banyak mengandung karbohidrat,” katanya. Alhasil, yang cocok untuk menenggak susu jagung adalah kaum dewasa dan remaja. (fn/id/tm) www.suaramedia.com

sumber: http://www.kalbar.biz

Sumber:

Bisnis es lapis unik dan menguntungkan

Zaman sekarang memang harus serba kreatif apalagi sekarang zamannya pasar bebas. dimana setiap negara bebas menjual barang dagangannya ke negri kita. Maka dari itu kita harus pandai-pandai bersaing, dengan cara membuat ide-ide baru yang bisa menarik para konsumen untuk melirik dagangan kita.

Kali ini saya akan mereferensikan bisnis rumahan tentang Cara Membuat Es Lapis Bentuk Unik. 

Semoga aja bisa bermanfaat bagi para ibu rumah tangga ataupun siapa saja yang memiliki waktu luang di rumah. sehingga bisa menambah penghasilan. Ya bisa juga buat nambah-nambah jajan anak syukur-syukur bisa menghasilkan pendapatan lebih dari referensi bisnis rumahan ini. Tak ada yang tak mungkin di dunia ini, meskipun hanya dikerjakan di rumah siapa tau bisa berpeluang besar.


Es lapis merupakan makanan pelengkap yang biasanya terbuat dari agar-agar, makanan ini sering di konsumsi oleh anak-anak, Namun dalam referensi kali ini pembuatan es lapis tidak akan menggunakan bahan baku agar-agar melainkan dengan Tepung HunKue. Karena dengan menggunakan tepung hunkue rasanya lebih enak di banding dengan menggunakan agar-agar biasa. Resep ini saya dapat dari ibu saya tercinta. dan masih belum banyak orang yang tau. Karena kebanyakan orang, membuat es lapis ini menggunakan bahan baku agar-agar.

Waktu ibu saya membuat es lapis, bentuk es lapis masih seperti biasa yaitu berbentuk persegi panjang. Namun kali ini saya memodifikasi dari segi bentuk sehingga bisa lebih enak dilihat dan juga enak di makan, hal ini diperlukan tidak lain untuk menarik perhatian konsumen, biasanya anak-anak suka dengan bentuk-bentuk yang unik. Untuk membentuk es lapis agar kelihatan unik, kita memerlukan alat cetakan kue saja biar mudah di dapat dan tentu harganya relatif murah.

Untuk bahan-bahan dan alat-alat yang di perlukan serta cara pembuatannya :

1. Bahan – Bahan yang di perlukan

  • 2 bungkus tepung hunkue (400 grm)
  • Gula Pasir (400 grm) atau sesuai kebutuhan.
  • Plastik Transparan
  • Wadah persegi panjang
  • Cetakan kue beraneka bentuk

2. Cara Pembuatan

  1. Masukkan 2 bungkus hunkue ke dalam panci
  2. Tambahkan air ukuran 4 gelas belimbing kurang lebih 850ml
  3. Masukkan Gula pasir 400 grm atau sesuai selera
  4. Panaskan di atas kompor lalu aduk-aduk terus sampai mendidih kira-kira 20 menit.
  5. Setelah mendidih angkat dan tuang kan di wadah persegi panjang sampai merata, jangan terlalu tebal dan jangan terlalu tipis lalu tunggu sampai dingin dan agak mengeras
  6. Sambil menunggu agar-agar dingin dan agak mengeras, Potong-potong plastik transparan, untuk panjang dan lebarnya di sesuaikan dengan bentuk cetakan kue agar bisa terbungkus.
  7. Setelah dingin lalu cetak dengan cetakan kue beraneka bentuk tadi,  Jangan khawatir hancur agar-agar nya karena dengan menggunakan hunkue agar-agar tidak mudah hancur.
  8. Bungkus agar-agar yang sudah di cetak dengan plastik transparan yang sudah di potong-potong.
  9. Masukkan ke dalam Freezer, tunggu sampai membeku, kurang lebih 3 jam.
  10. Selesai deh membuat Es Lapis Aneka Bentuknya,

Seperti biasa, untuk dijadikan bisnis mohon maaf saya tidak bisa merincikan secara jelas. Silahkan agan hitung sendiri baik dari segi modal yang dibutuhkan? berapa harga yang harus dijual per satu Es Lapis? Maklum kena sindrom MALES NGITUNG  Tapi sedikit info saja, waktu ibu saya dulu berjualan es lapis dengan resep di atas, Penjualannya lumayan, bisa kembali modal yaitu bahan-bahan dan juga lemari es beserta listriknya, Terus Alhamdulillah sudah bisa beli lagi Lemari Es yang lebih Gede. dan juga bisa nambah uang jajan saya waktu kecil.

Target pemasaran :

  • Ke tetangga sekitar rumah agan
  • Sistim titip ke warung-warung yang ada di sekitar rumah agan
  • Ke warung yang ada di Sekolah Dasar atau Koperasi Sekolah

Ya mungkin sekian dulu postingan kali ini semoga bermanfaat, Selamat Mencoba dan Salam Sukses Slalu  Untuk yang mau menambahkan untuk referensi kali ini silahkan untuk menulis komentar. 

Bisnis Rumahan Bumbu Masakan Siap Pakai

Bumbu masakan menjadi satu bukti baru bahwa segala sesuatu bisa jadi peluang usaha, jika kita jeli dalam melihat kebutuhan masyarakat sekitar. Banyak para ibu serta pelaku bisnis makanan yang selalu menggunakan bumbu masakan dalam setiap menu yang mereka sajikan. Namun tidak semua konsumen ternyata bisa membuat bumbu masakan untuk resep yang ingin mereka masak, selain itu banyak pula konsumen yang tidak memiliki banyak waktu untuk memasak dengan membuat bumbu secara manual menggunakan ulek maupun di blender.
Keadaaan ini ternyata dijadikan beberapa orang sebagai peluang usaha dengan prospek yang sangat besar. Saat ini membuka usaha bumbu masakan yang langsung bisa dipakai untuk memasak atau yang sering disebut dengan beumbu instan, memang berpeluang besar untuk meraup keuntungan. Banyaknya minat konsumen baik dari konsumen individu maupun konsumen industri yang menggunakan bumbu masakan instan menjadi keuntungan besar bagi usaha ini.

Konsumen

Penjual bumbu masakan instan banyak dicari para ibu rumah tangga, remaja putri, serta para pelaku usaha makanan yang membutuhkan bumbu instan untuk mempermudah proses produksi usahanya. Kemudahan yang diperoleh dengan adanya produk bumbu masakan instan ternyata disambut positif oleh para masyarakat, baik masyarakat kalangan menengah maupun masyarakat kalangan atas tertarik dengan penawaran bumbu masakan tersebut.

Info Produk

Produk bumbu masakan instan terbagi menjadi dua jenis yaitu jenis bumbu basah dan jenis bumbu kering. Jenis bumbu bahas biasanya tidak seawet bumbu jenis kering. Contoh bumbu basah antara lain bumbu opor, bumbu soto, bumbu rendang, lombok halus, dan bawang halus, yang sering digunakan para ibu rumah tangga maupun para pelaku usaha catering, rumah makan, dan restoran. Sedangkan bumbu kering biasanya lebih mengarah ke bumbu perasa atau penambah aroma, contohnya saja bumbu aroma barbeque, aroma daging ayam, aroma daging sapi, aroma jagung bakar, serta bumbu perasa lainnya yang lebih sering digunakan untuk memberi tambahan rasa dan aroma untuk makanan ringan atau camilan.
Untuk produk bumbu, dapat dikemas dengan kemasan yang beragam. Dari mulai kemasan plastik, hingga kemasan botol yang menarik para konsumen. Selain itu kemasan juga bisa disesuaikan, dengan memasarkan berbagai ukuran agar konsumen dapat menyesuaikan daya beli mereka sesuai dengan kebutuhan mereka.

Keuntungan usaha

Peluang pasar usaha bumbu masakan masih sangat luas, banyaknya pelaku usaha yang terjun pada bisnis makanan menjadi target pasar empuk bagi pelaku bisnis bumbu masakan. Karena semakin banyak pelaku bisnis makanan, maka semakin banyak pula permintaan bumbu masakan instan yang diminta pasar. Selain itu untuk memulai bisnis ini juga tidak diperlukan modal yang terlalu besar, namun mampu menghasilkan keuntungan hingga 50 % dari omset.

Kekurangan usaha

Setiap usaha memiliki resiko yang menjadi kekurangan dari usaha tersebut, salah satu kekurangan usaha ni yaitu harga bahan baku yang tidak stabil dan cenderung lebih sering harganya naik. Selain itu jika harganya naik, biasanya bahan baku tersebut susah untuk dicari jika ada pun kualitasnya tidak terlalu bagus. Di samping itu, terkadang produk bumbu yang dibuat kadaluarsa sebelum waktunya. Biasanya disebabkan proses produksi yang kurang steril, maupun bahan baku yang kurang bagus.

Pemasaran

Untuk pemasaran bumbu masakan bisa dilakukan dengan menitipkan di toko – toko yang ada di kota Anda, untuk menjangkau konsumen akhir yang biasanya dari konsumen rumahan. Sedangkan untuk menjangkau konsumen industri, dapat dicoba bekerjasama dengan beberapa pelaku usaha makanan seperti usaha restoran, katering, serta produsen camilan yang membutuhkan bumbu perasa untuk produknya.
Selain itu promosi juga bisa dilakukan dengan memasang iklan di media cetak, media elektronik, samapi media online untuk memperluas jangkauan pasar.

Kunci Sukses

Agar usaha Anda dapat berkembang, sebaiknya untuk produksi pilihlah bahan baku yang masih segar. Sehingga cita rasa bumbu yang dihasilkan sama dengan bumbu yang baru saja dihaluskan. Selain itu jaga proses produksi untuk selalu dalam keadaan higienis, sehingga keawetan bumbu bisa lebih lama. Untuk kemasan, pilihlah kemasan yang menarik namun juga sehat bagi para konsumen.

Analisa Usaha


Contoh usaha membuat bumbu nasi goreng :

Modal awal

uah                Rp 400.000,00
Baskom 2 b

Blender 1
buah @ 20.000,00     Rp  40.000,00

0.000,00
Stapler                      

Timbangan digital 1 buah      Rp 4

0Rp  30.000,00+


Total                         Rp 870.000,00

( Penyusutan alat selama pemakaian 1 tahun


 = 1/12 x Rp 870.000,00 = Rp 72.500,00
)






iaya Operasional

B


ahan baku bumbu nasi goreng untuk 900 kemasan :


BBawang merah dan putih 5 kg x 15.000,00  Rp   75.000,00

Ketumbar ½ kg x Rp 20.000,00             Rp   10.000,00

Cabe merah 5 kg x 20.000,00              Rp  100.000,00

Garam 1 kg x 8.000,00                    Rp    8.000,00
Merica halus ½ kg x 60.000,00            Rp   30.000,00


Tomat 3kg x @ 7.000,00                   Rp   21.000,00
Minyak goreng 10 kg x @ Rp 10.000,00    

Rp 100.000,00+


Total                                    Rp 344.000,00

Keperluan operasional

            Rp  50.000,00
Stiker / brand        

Plastik               
              Rp  50.000,00

       Rp 100.000,00
Listrik                    

Transportasi               
         Rp 100.000,00

            Rp  72.500,00+

Biaya penyusutan alat 
 


otal                              Rp 372.500,00

TTotal biaya operasional

0,00  =   Rp 716.500,00

Rp 344.000,00 + Rp 372.5
0


mset per bulan

O


0 bungkus / hari x Rp 1.800,00 x 30 hari = Rp 1.620.000,00

3


aba bersih

L


p 1.620.000,00 - Rp 716.500,00    =   Rp 903.500,00

R

Sumber analisa ekonomi : Tabloid Peluang Usaha Edisi 01 – VI – Oktober 2010 )

Peluang usaha bumbu masakan, dijadikan sebagai salah satu pilihan usaha modal kecil yang dapat Anda coba. Salam sukses.

Sumber gambar : http://i39.tinypic.com/2z5ji2g.jpg


Bisnis Sop Buah

Sop buah Pak Saryono tidak jauh beda dengan sop buah Bandung lainnya, yang membedakan hanya sirupnya saja. Beliau membuat sendiri sirup yang dipakai untuk berjualan sop buah, sehingga keaslian rasa manis dari gula tetap terjaga tanpa memakai pemanis buatan. Sedangkan buah yang menjadi bahan baku sop buahnya antara lain melon, apel, jeruk, anggur, mangga, pear, alpukat, semangka, stroberi, dan jambu biji. Untuk menambah kenikmatan rasa sop buah, ditambahkan pula susu kental manis putih.

Semangkok sop buah buatan Pak Saryono, dihargai Rp 5.000,00. Dalam sehari Pak Saryono bisa menjual sop buahnya hingga 50 mangkok, dengan omset rata – rata per hari antara Rp 150.000,00 sampai Rp 400.000,00.
Untuk membuat sop buah dengan rasa istimewa, berikut kami berikan resep sop buah yang digunakan Pak Saryono :

Bahan:


1/4 kg melon( potong dadu )


1/4 kg apel ( potong dadu )1/4 kg pear ( potong dadu )

1/4 kg semangka ( potong dadu )

an sendok )
1 buah mangga ( potong dadu )
1

1 buah alpukat ( kerok mengguna
k buah jambu biji ( potong dadu )
Buah stroberi potong jadi dua
Buah anggur


Buah jeruk ( dibelah per ruas )
es batu secukupnya


Bahan sirup:1 kg gula pasir


essen sirup vanila

2 liter air


Cara membuat:


1. Sirup:


Rebus gula, dan air sampai gula larut, dinginkan, saring,

Setelah dingin  kemudian masukkan essen sirup, sisihkan.

kan es batu diatas buah – buahan, beri 2 sendok siru

2. Siapkan mangkuk, isi dengan semua bahan sop buah,
ber
ip,

susu kental manis, siap dihidangkan.

dan

Pemasaran

Pemasaran usaha sop buah ini lebih mengandalkan promosi dari mulut ke mulut, para konsumen yang datang kebanyakan mengetahui warung Pak Saryono dari kerabat dan teman – temannya. Selain itu untuk menarik minat para konsumen, digunakan baner bertuliskan sop buah lengkap dengan gambar berbagai macam buah yang menarik para konsumen. Kualitas rasa sop buah Pak Saryono yang terjaga, membuat para pelanggan selalu ingin kembali lagi membeli sop buah buatannya.

Kelebihan Usaha

Usaha sop buah merupakan salah satu contoh usaha yang tidak memerlukan modal terlalu besar, selain itu usaha ini mudah untuk dijalankan. Karena proses pembuatan produknya tidak susah, hanya membutuhkan buah segar dan sirup yang berkualitas, Anda sudah dapat menjalankan usaha tersebut. Waktu operasional usaha ini juga tidak terlalu lama, karena biasanya usaha sop buah beroperasi dari mulai jam 10.00 sampai jam 17.00. Diluar jam tersebut dapat Anda gunakan untuk mencoba bisnis lain atau untuk istirahat.

Kekurangan Usaha

Untuk masalah kekurangan usaha, hampir sama dengan usaha minuman dingin lainnya. Masalah cuaca yang sering hujan menjadi resiko bagi pelaku usaha, sebab jika sering hujan di siang hari minat konsumen untuk menikmati sop buah juga menurun.

Kunci Sukses

Agar usaha sop buah Anda selalu diminati para konsumen, hal utama yang harus tetap dijaga adalah kualitas rasa sop buah. Untuk bahan baku sop buah, pilihlah buah – buahan yang masih segar. Selain itu untuk sirup, hindari pemakaian pemanis buatan. Karena akan menimbulkan image buruk dimata para konsumen.

Analisa EkonomiModal awal


Gerobak                                 Rp 2.700.000,00

Peralatan ( mangkok,sendok, pisau, dll) Rp   500.000,00

Perlengkapan lain                      

Meja dan kursi panjang dari kayu        Rp   350.000,00

Rp    50.000,00+


Total                                   Rp 3.600.000,00

Penyusutan alat setelah pemakaian 1 tahun

/ bulan

= 1 / 12 x Rp 3.600.000,00 = Rp 300.000,0
0

mset per bulan

O


mset per hari : 50 mangkok x Rp 5.000,00 = Rp  250.000,00


OOmset per bulan : Rp 250.000,00 x 30 hari = Rp 7.500.000,00


Biaya operasional per bulan


Sewa tempat                             Rp    150.000,00

Bahan baku   Rp 150.000/ hari x 30      Rp  4.500.000,00

Penyusutan alat                         Rp    300.000,00

Plastik                                 Rp    150.000,00

Rp    750.000,00+

Fee royalty 10 % x Rp 7.500.000,00  =  


otal                                   Rp 5.850.000,00


TLaba bersih per bulan


Rp 7.500.000,00 – Rp 5.850.000,00  =     Rp 1.650.000,00


BEP


( Modal awal : laba bersih )       =    < 5 bulan

Potensi bisnis sop buah dari Bandung dapat dijadikan sebagai salah satu pilihan bisnis minuman yang menguntungkan. Semoga dapat bermanfaat bagi Anda yang sedang mencaripeluang usaha. Salam Sukses.

Analisa Bisnis Kue Mantau Yang Lezat

Balikpapan? Sudah merasakan kelezatan Mantau? Jika belum, Anda sebagai penikmat kuliner local patut mencobanya. Roti Mantau memiliki rasa yang lezat. Teksturnya lembut terbuat dari tepung terigu berprotein tinggi ini sangat cocok untuk camilan dan oleh-oleh. Kue Mantau bisa di sajikan dengan aneka makanan lain. Seperti kare daging, saos pedas manis atau sapi lada hitam. Mantau juga cocok untuk perjamuan di acara resepsi atau hajatan.

Karena panganan ini khas daerah dan banyak yang suka, maka peluang untuk membisniskan kue ini juga cukup bagus.
Mari kita bahas cara bikin kue ini hingga bisa, kemudian kita coba hitung-hitungan dagangnya…..check this out!!!!
Cara Membuat MANTAU
Bahan :
  • Tepung terigu protein sedang 600 gr
  • Tepung tang mien 100 gr
  • Tepung maizena 40 gr
  • Gula pasir 150 gr
  • Baking powder 1 sendok the
  • Ragi instant 15 gr
  • Pengempuk roti (baker bonus) 4 gr
  • Air Es 200 ml
  • Santan kental 100 ml
  • Garam  sendok the
  • Cokelat pasta  sendok the
Cara Membuat :
  1. Campur terigu, tang mien, tepung maizena, gula pasir, baking powder, ragi instant dan pengempuk roti. Aduk rata.
  2. Tuang air es sedikit demi sedikit kedalam campuran terung sambil diuleni hingga rata.
  3. Tambahkan santan dan garam, uleni hingga kalis.
  4. Bagi adonan menjadi 2 bagian, tambahkan satu bagian adonan dengan coklat pasta dan sisanya biarkan tetap putih.
  5. Tipiskan adonan warna putih hingga setebal 0,5 cm dan adonan coklat setebal 0,3 cm.
  6. Letakkan adonan warna coklat diatas adonan warna putih. Gulung dan padatkan.
  7. Potong adonan seberat 50 gr atau sesuai selera, alas bagian bawahnya dengan plastic. Tutup adonan dengan plastic/lap basah, diamkan adonan hingga mengembang ± 30 menit.
  8. Panaskan panic pengukus, kukus adonan hingga mengembang ± 10 menit. Angkat.
  9. Sajikan untuk 40 buah.
Perhitungan Harga Jual (HPP):
Bahan :
Tepung Terigu 600 gr……………………………………Rp. 7.200,-
Tepung tang mien 100 gr……………………………..Rp. 1.950,-
Tepung maizena 40 gr ………………………………….Rp.    950,-
Gula pasir 150 gr …………………………………………Rp. 1.075,-
Baking powder  sendok the ………………………….Rp.  600,-
Ragi instant 15 gr …………………………………………Rp. 3.000,-
Pengempuk roti (baker bonus) 4 gr   …………….Rp.   600,-
Air es 200 ml ………………………………………………Rp.    200,-
Santan kental 100 ml ……………………………………Rp. 1.000,-
Garam  sendok the ……………………………………….Rp.    100,-
Coklat pasta  sendok the ………………………………Rp. 3.650,-
Biaya Non Bahan :
Biaya tenaga kerja ………………………………………….. Rp. 5.000,-
Perawatan alat ……………………………………………….. Rp. 2.000,-
Bahan bakar ……………………………………………………. Rp. 2.000,-
Kemasan …………………………………………………………. Rp. 4.000,-
Total Biaya Produksi …………………………….. Rp. 33.325,-
Hitungan diatas menghasilkan 40 buah Mantau, dengan total produksi sebesar Rp. 33.325,-
Jadi harga jual pokok (HPP) Mantau
adalah Rp. 33.325 : 40 buah = Rp. 833,- / Rp. 850,-
Perhitungan diatas bisa berubah sesuai dengan harga bahan baku terbaru.
Perhitungan harga diatas adalah harga jual pokok, Anda dapat menjual Mantau dengan keuntungan sesuai yang Anda inginkan.
TIPS :




  • Agar hasil Mantau lebih putih, tambahkan sedikit pemutih adonan.

  • Selain menggunakan tepung terigu, Anda dapat menggantinya dengan tepung hongkong yang hasilnya sudah cukup putih.

  • Bila ingin tahan lama, masukkan Mantau yang sudah dikukus dalam freezer yang sebelumnya sudah dibungkus dalam wadah kedap udara.


  • Sumber:
    http://kampungwirausaha.com/