Ciri Kelinci Fuzzy Lop

Kelinci Fuzzy Lop merupakan Hewan Peliharaan hasil dari pembiakan dari jenis kelinci Holland Lop. Perbedaan yang dimiliki kelinci Fuzzy Lop dengan jenis kelinci lain yaitu terletak pada bentuk badan, leher, telinga, dan rambut atau bulu. Leher pada kelinci Fuzzy Lop lebih pendek, dan memiliki bentuk telinga yang menjuntai ke bawah sebatas pipinya (lop).

Badannya lebih bulat dan kecil, berat idealnya berkisa 3,5 hingga 4 pon. Bentuk kepalanya bulat dengan muka berbentuk datar. Hidungnya cenderung tidak terlalu menonjol, bulunya pun berbeda dengan kebanyakan kelinci lain. Bulu Hewan Peliharaan kelinci jenis Fully Lop memang tidak terlalu lebar dan panjang, tidak seperti kelinci jenis Angora.

Bila diraba, bulu kelinci Fuzzy Lop tidak terlalu lembut dan halus. Ciri tersebutlah yang membuat orang menamainya Fuzzy. Fuzzy memiliki 19 variasi warna bulu dengan panjang masing-masing tidak lebih dari 1,5 hingga 2 inchi. Kelinci yang memiliki bulu tidak terlalu lebat dan halus, mempunyai sepasang telinga menjuntai, itulah Ciri Kelinci Fuzzy Lop.

Data Biologis Kelinci

Dari catatan sejarah, Hewan Peliharaan kelinci pertama kali dibawa ke tanah Jawa oleh orang-orang dari Belanda pada tahun 1835. Waktu itu, kelinci sudah jadi ternak hias. Di Indonesia, peternakan kelinci dibagi dua yaitu peternakan daging dan hias. Berikut Info Data Biologis Kelinci dan semoga info ini bermanfaat;
1.Masa hidup: 5 – 10 tahun
2.Masa produksi: 1 – 3 tahun
3.Masa bunting : 28-35 hari (rata-rata 29 – 31 hari)
4.Masa penyapihan : 6-8 minggu
5.Umur dewasa: 4-10 bulan
6.Umur dikawinkan: 6-12 bulan
7.Masa perkawinan setelah beranak (calving interval): 1 minggu setelah Anak disapih.[rujukan?]
8.Siklus kelamin : Poliestrus dalam setahun bisa 5 kali bunting
9.Siklus berahi: Sekitar 2 minggu
10.Periode estrus : 11 – 15 hari
11.Ovulasi: Terjadi pada hari kawin (9 – 13 jam kemudian)
12.Fertilitas: 1 – 2 jam sesudah kawin
13.Jumlah kelahiran: 4- 10 ekor (rata-rata 6 – 8)
14.Volume darah: 40 ml/kg berat badan
15.Bobot dewasa: Sangat bervariasi, tergantung pada ras, jenis kelamin, dan faktor pemeliharaan.

Kelinci di Indonesia, khususnya pulau Jawa, banyak diternakkan secara komersial oleh para peternak kelinci di Lembang, dimana kelinci hias menjadi primadona para peternak. Sisa Hewan Peliharaan kelinci yang tidak termasuk kategori hias, akan mereka jual sebagai kelinci pedaging, dimana Lembang juga merupakan konsumen daging kelinci yang cukup besar dengan mengedepankan sate kelinci sebagai komoditas utama.

Budidaya Kelinci

Kelinci merupakan salah satu jenis Hewan Peliharaan yang banyak ditemui saat ini. Bentuknya yang lucu dan menggemaskan memang menarik minat banyak orang, termasuk anak – anak.

Sebagian orang memelihara kelinci untuk dibudidayakan, kelinci merupakan hewan ternak yang mudah dipelihara dan dirawat. Serta harga yang murah pun menjadi faktor utama. Kelinci mampu berkembang pesat, karena itulah kelinci memiliki ras khas menjadi salah satu hewan yang produksinya besar.

Dilihat dari nilai ekonominya, beternak kelinci sangatlah menguntungkan dan berisiko kecil. Dengan kata lain, budidaya kelinci merupakan salah satu pilihan para peternak binatang saat ini. 

Budidaya Kelinci biasanya dilakukan dengan beberapa tujuan, beberapa diantaranya adalah sebagai kelinci hias dan kelinci pedaging. Kelinci Hias biasanya dipelihara dan dikawinkan dengan beberapa jenis keturunan kelinci agar didapatkan keturunan yang bagus. Kelinci pedaging biasanya berjenis kelinci yang memiliki tubuh besar daripada kelinci hiasa.

Reproduksi Kelinci

Reproduksi Kelinci dilakukan sangat cepat, tapi Hewan Peliharaan kelinci mempunyai masa kawin yang lama. Yaitu sekitar sembilan bulan, mulai dari Februari samapi Oktober. Selama masa itu kelinci dapat berulang kali bereproduksi, induk kelinci mempunyai kemampuan melahirkan selama lima kali selama masa kawin tersebut.

Selama 30 hari, induk kelinci menjalani masa kehamilannya. Rata-rata sekitar 4-12 anak kelinci yang dilahirkan untuk setiao satu kali masa kehamilan. Sedangkan anak-anak kelinci sudah berhenti menyusui saat umur mereka mencapai 4 – 5 minggu.

Diperkirakan untuk sati kali masa kawin, terdapat 800 anak kelinci yang dilahirkan. Pembuahan pada induk betina kelinci berlangsung 10 jam setelah terjadi perkawinan. Puting susu induk betina tersebut akan mulai tampak, semakin jelas jika anak-anak kelinci mulai menyusui padanya.

Setelah perkawinan, induk akan membuat sarang untuk persembunyian selama masa hamil dan melahirkan anak-anaknya.

Sekilas Tentang Anatomi Kelinci

Kelinci termasuk binatang menyusui (mamalia), yang juga termasuk binatang malam (nocturnal). Hewan Peliharaan ini juga biasa hidup berkoloni dan dapat dikenali dengan mudah, diantaranya karena kelinci mempunyai sepasang telinga dengan panjang hampir lebih dari 10 cm.

Kelinci mempunyai dua pasang kaki berukuran besar, dengan sepasang telapak kaki depan dilengkapi oleh cakar dan lima jari-jari. Sedangkan sepasang kaki belakang hanya mempunyai empat jari-jari.

Hewan Peliharaan ini mempunyai bentuk tubuh membulat seperti telur. bulunya panjang dan lembut, biasanya berwarna cokelat, abu-abu, atau abu-abu gelap untuk jenis kelinci hias. Kelinci juga mempunyai dua set gigi susu, yang membedakannya dengan Hewan Peliharaan pengerat seperti marmut.

Dengan bentuk dan ukuran telinga yang panjang, memungkinkan kelinci untuk mengenali predator dengan cepat. Secara umum kelinci mempunyai kemampuan reproduksi yang tinggi. Itulah sebabnya populasinya dijadikan perumpamaan untuk kepadatan penduduk.