4 Kiat Agar Usaha Berumur Panjang

Views :1324 Times PDF Cetak E-mail
Sabtu, 29 Oktober 2011 07:08
memproduksi_bantal

Sebuah perusahaan bisa bertahan selama beberapa dekade atau bahkan abad jika dikelola dengan baik. Kelanggengan ini menurut Arie de Geus, sebagaimana dikatakan oleh Ekuslie Goestiandi, dalam bukunya The Living Company mengungkapkan hasil penelitiannya terhadap sejumlah bisnis yang berumur hingga beberapa puluh tahun bahkan ada yang sudah ratusan tahun! Beberapa di antaranya yang sering kita dengar yang sudah mencapai usia lebih dari 200 tahun ialah Shell, DuPont, Kodak, Daimaru, Sumitomo. Sebuah perusahaan dari Swedia bernama The Stora bahkan sudah merayakan ultahnya ke 700 tahun.

Menurut Geus, bisa disimpulkan bahwa ada 4 kiat yang bisa kita terapkan dalam usaha kita jika kita ingin bisnis kita selanggeng semua perusahaan di atas.

Kiat 1: Perusahaan harus peka terhadap lingkungan
Perusahaan yang mampu bergerak tepat waktu untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan kondisi yang terbaru. Perubahan tersebut bisa beragam wujud, mulai dari peperangan fisik, krisis ekonomi, gejolak politik hingga peralihan teknologi.

Kiat 2: Perusahaan memiliki identitas yang kuat dan kohesif
Sekali pun perusahaan beroperasi di wilayah, bahkan negara yang berbeda-beda, mereka tetap beroperasi di atas landasan nilai dan budaya yang sama serta semangat kebersamaan yang kuat.

Kiat 3: Perusahaan memiliki sikap toleran alias terbuka kepada eksperimentasi dan diversitas
Dengan memiliki karakteristik ini, perusahaan akan lebih dapat menangkap hal-hal dan peluang baru yang akan mendatangkan manfaat bagi perusahaan. Tentunya ini dilakukan dalam koridor berupa landasan nilai yang sama dan semangat kebersamaan yang kokoh.

Kiat 4: Perusahaan bersikap konservatif dalam hal keuanganPerusahaan yang langgeng harus bisa bersikap cermat dan hemat dalam membelanjakan uang dan menyadari pentingnya memiliki uang kontan di tangan. Dengan memiliki uang kontan di tangan, perusahaan lebih memiliki fleksibilitas dan kebebasan  dalam menentukan langkah bisnisnya, yang bisa jadi tidak dimiliki oleh perusahaan lain.

Yang menarik dalam studi Geus ini adalah tidak terlalu berpengaruhnya faktor tinggi rendahnya profit dan ROI (return of investment) terhadap kelanggengan usaha.(*Akhlis)

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/component/content/article/37-advise/12338-4-kiat-agar-usaha-berumur-panjang.html

Bagaimana Menulis Executive Summary?

Views :580 Times PDF Cetak E-mail
Jumat, 28 Oktober 2011 16:06
business-meetingEntrepreneur dan investor adalah dua pihak yang saling membutuhkan. Saat seorang entrepreneur ingin menjual idenya kepada investor potensial, tidak hanya dibutuhkan penjelasan secara lisan yang panjang lebar tetapi juga sebuah paparan tertulis yang sistematis, sering disebut sebagai “executive summary”. Bila Anda masih belum memahami kegunaan dan bagaimana menyusun sebuah executive summary yang baik dan menarik, Anda tiba di laman yang tepat karena apa yang Anda baca berikut akan menjawab keingintahuan Anda.

Pertama-tama, mengapa kita harus menyusun sebuah executive summary? Secara singkat, bisa dikatakan executive summary adalah senjata seorang entrepreneur selain sebuah business plan dan proposal investasi. Executive summary ini biasanya mencakup detil utama laporan Anda. Namun jangan sampai detil tersebut membosankan pembacanya. Triknya adalah Anda harus sedapat mungkin menjelaskan apa yang Anda sedang kerjakan dalam perusahaan Anda secara garis besar dan sebisa mungkin menarik perhatian mereka. Jangan suguhkan analisis rumit, grafik yang terlalu kompleks, angka-angka yang membutuhkan pemahaman intensif dan paparan yang terlalu bertele-tele. Executive summary juga bisa digunakan untuk menentukan aspek-aspek mana yang menjadi keunggulan perusahaan Anda dan aspek mana yang membutuhkan penjelasan.

Proses ‘menyuling’ inti dari bisnis Anda menjadi beberapa halaman executive summary akan membuat banyak entrepreneur harus berpikir keras. Anda sebagai entrepreneur harus bisa memilah mana yang penting dan bisa dicantumkan dan mana yang harus dibuang karena kurang perlu. Menyusun sebuah executive summary memungkinkan Anda mengembangkan visi yang lebih baik mengenai bagaimana perusahaan Anda seharusnya melangkah dan bagaimana Anda menjadi lebih baik dalam menyampaikan kisah Anda.

Mengapa Anda butuh executive summary?Investor, pemberi pinjaman, eksekutif, manajer, dan CEO adalah sekelompok orang dengan berbagai kesibukan. Ini berarti executive summary ialah jalan pintas agar rencana bisnis Anda bisa tersampaikan kepada mereka dengan praktis dan cepat.

Alasan utama untuk menyertakan executive summary ialah bahwa dalam banyak kasus, itulah satu-satunya  hal yang akan dibaca oleh orang yang dituju. Ditemui dalam banyak kasus, investor membaca executive summary untuk menentukan apakah mereka akan membaca business plan atau tidak. Jarang ditemui seorang investor atau pemberi pinjaman yang bersedia membaca keseluruhan business plan Anda, setidaknya dalam tahapan awal analisis dan pertimbangan untuk pendanaan sehingga  executive summary menjadi kunci penting.

Sebelum menyusun executive summary, satu hal yang perlu diingat ialah tujuan menyusun executive summary bukan untuk membuat seorang investor memberikan Anda cek berisi uang. Akan tetapi ada tujuan yang lebih utama lagi, yaitu membuat calon investor itu membaca business plan Anda hingga tuntas dan menjadwalkan sebuah pertemuan atau rapat dengan Anda.

Langkah-langkah membuat executive summary bisa diringkas menjadi berikut ini sebagaimana dirangkum dari inc.com (28/10).

Langkah 1: Susun pembuka yang menarikBagian pertama sebaiknya menjadi bagian yang paling merangsang keingintahuan untuk membuka lembaran berikutnya.  Bagian terpenting ini berwujud sebuah paragraf pertama dalam executive summary yang dengan jelas dan ringkas menjelaskan apa yang dikerjakan oleh perusahaan Anda. Sebagian besar business plan diawali dengan kisah yang mencoba untuk menciptakan kegembiraan, dan hal ini tidak selalu berhasil.

Itulah mengapa paragraf pertama harus mampu menarik pembacanya untuk membaca hingga tuntas. Mungkin Anda memiliki sebuah momen yang menarik yang bisa dimasukkan di dalamnya, jangan ragu untuk mencantumkan itu. Atau jika belum terlalu menarik, cobalah menemukan masalah yang bisa ditemukan di pasar atau lingkungan sekitar yang belum begitu maksimal terlayani. Pastikan Anda selalu menggunakan bahasa yang ringkas dan padat.

Langkah 2: Sebutkan kelebihan/ kekuatan utamaTidak ada format baku pasti mengenai sebuah executive summary yang baik. Namun secara umum kita bisa pastikan bahwa menyebutkan kelebihan utama perusahaan Anda akan menarik orang yang membaca dan membuat pembaca lebih yakin. Sajikan dengan sederhana dalam poin-poin yang singkat tetapi mengena.

Langkah 3: Hubungan dengan pembacaPenting sekali untuk mengetahui siapa yang akan mebaca exectuive summary yang akan disusun. Bagi pembaca yang berbeda, perlu diberikan penyesuaian yang unik pula agar pesan yang disampaikan bisa dipahami dengan baik. Buatlah kisah yang Anda angkat sedemikian rupa agar membuat pembaca terlibat dengan usaha Anda dan hasil yang ingin Anda capai kelak. Jika Anda memiliki sebuah tim manajemen yang solid, Anda bisa menceritakan itu.

Tanyakan pada diri sendiri apa yang unik dalam perusahaan Anda dan apa yang menyenangkan tentang perusahaan itu. Setelah Anda menjelaskan apa yang dikerjakan dalam perusahaan Anda, tiba saatnya untuk memaparkan alasan mengapa Anda yakin bahwa Anda unik dan memenuhi syarat untuk berhasil.

Langkah 4: Ceritakan kemitraan unikSalah satu hal yang bisa Anda paparkan secara ringkas dalam executive summary ialah bagaimana Anda bisa membangun hubungan atau kemitraan yang unik dengan pihak-pihak yang ada di sekitar Anda.

Langkah 5: Cantumkan daya tarik dan pelanggan AndaTanyakan pada diri Anda, daya tarik apa yang Anda ketahui bisa membuat orang untuk membeli produk atau jasa dari perusahaan Anda.

Langkah 6: Tambahkan paten atau teknologi

Bila perusahaan Anda memiliki inovasi-inovasi yang sudah berhasil diterapkan di pasar dan memecahkan problem yang dihadapi konsumen, jangan ragu untuk mencantumkan dan menggarisbawahinya dalam executive summary.

Langkah 7: Jelaskan rencana pemasaran yang unik

Tergantung pada siapa pembaca Anda, Anda bisa mencoba untuk menerapkan pendekatan yang lebih tegas terhadap penyusunan executive summary. Setelah paragraf pertama, sebaiknya Anda merangkum setiap bagian dalam executive summary dengan urutan yang sama yang ditampilkan dalam business plan yang lengkap.

Apa yang harus dicantumkan di dalam struktur executive summary? Berikan:

  • Rangkuman deskripsi perusahaan
  • Permasalahan
  • Solusi Anda
  • Mengapa dibuat sekarang
Terutama sekali Anda perlu memperhatikan pertanyaan yang ke 4, karena ini membuat executive summary Anda lebih kontekstual dalam aspek waktu. Hal yang harus dihindari ialah membuat pembaca kurang mengerti bahwa ada aspek urgensi waktu di dalamnya. Buat mereka merasa akan menyesali keputusan untuk melewatkan kesempatan mendanai perusahaan Anda.

Langkah 8: Tambahkan laporan keuanganSetelah mendeskripsikan semua unsur di atas, executive summary juga sebaiknya mencantumkan ringkasan singkat tentang kondisi keuangannya. Untuk itu, diperlukan pencantuman valuasi kesepakatan yang ada, sehingga pembaca mengetahui secara langsung apa saja risikonya dan keuntungan apa yang bisa diperolehnya.

Langkah 9: Pilihlah ragam bahasa yang sesuaiTidak ada istilah “one size fits all” dalam pembuatan executive summary yang ideal. Artinya, Anda harus membuat executive summary dengan ragam bahasa dan penyampaian yang berbeda untuk orang dengan karakteristik yang berbeda pula. Itulah mengapa penting sekali mengetahui siapa dan bagaimana orang yang akan membaca executive summary Anda. Misalnya, jika Anda menulis executive summary untuk seorang investor dengan latar belakang teknik kimia, teknik penyampaian, pemilihan terminologi, dan ragam bahasanya juga harus dibedakan dari mereka yang jebolan akuntansi atau perbankan. Singkatnya, gunakan bahasa yang bisa dipahami dengan baik oleh pembaca.

Itulah mengapa saat Anda ingin menyuguhkan executive summary ke orang yang berbeda, Anda juga harus melakukan penyesuaian ragam bahasa. Triknya Anda bisa menyusun executive summary dalam beberapa versi untuk kelompok pembaca tertentu. Pertimbangkan untuk tetap terlihat profesional, hangat dan bebas dari kesalahan yang memalukan. Perhatikan juga penggunaan kata ganti orang, lebih baik pilih kata ganti seperti “kami” daripada “perusahaan”. Mengapa? Karena ini akan mengeratkan dan mendekatkan hubungan bisnis Anda dengan pembaca.

Tunjukkan kepercayaan diri dalam setiap kata yang Anda pilih. Jika penulis tidak dengan jelas menjelaskan keyakinannya mengenai bisnisnya sendiri, tidak ada alasan kuat bagi orang lain untuk memahaminya pula.

Langkah 10: Pastikan panjangnya pasPanjang executive summary memang subjektif, tergantung banyak faktor seperti panjang business plan atau proposal investasi yang dikirimkan. Namun intinya setiap executive summary haruslah unik, berbeda dari yang lain. Meski begitu, normalnya sebuah executive summary panjangnya antara 1 halaman hingga 4 halaman saja. Jika mungkin lebih dari itu, Anda bisa menyiasati dengan mengecilkan ukuran font , melebarkan margin halaman, mengecilkan ukuran gambar atau tabel, atau mengubah jenis huruf dan spasi.

Langkah 11: Uji executive summary AndaSetelah selesai, jangan gembira dulu. Anda disarankan untuk memberikan executive summary itu kepada anak usia sekolah dasar. Apa tujuannya? Dengan menyuruh seorang anak membaca executive summary Anda, akan diketahui dengan lebih pasti apakah exectuive summary Anda sudah mampu menyampaikan pesan Anda atau belum. Setelah membaca tanyalah anak itu mengenai apa yang perusahaan Anda lakukan. Jika ia bisa menjawab dengan baik, artinya executive summary Anda pun berpeluang lebih mudah dimengerti oleh orang dewasa yang memiliki pemikiran, wawasan lebih luas dan kematangan kognitif lebih tinggi. (*/Akhlis)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/component/content/article/162-investasi/12334-bagaimana-menulis-executive-summary.html

6 Cara Memotivasi Diri Sendiri

Views :2680 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 26 Oktober 2011 08:28
never_gu1011Apakah Anda merasa kesulitan untuk mencapai tujuan hidup Anda, bahkan saat Anda tahu tujuan itu sangat berharga? Mungkin  Anda sudah mencoba mendorong diri sendiri untuk maju dengan segala daya upaya, tetapi belum tercapai pula.

Alih-alih menggunakan kekuatan keinginan, Anda butuh motivasi dari diri sendiri. Dengan begitu, Anda tidak akan kehabisan energi dan Anda mungkin akan merasa menikmati kehidupan dengan lebih baik lagi.

Berikut adalah cara yang bisa Anda lakukan untuk memotivasi diri sendiri:

Sisihkan waktu untuk hal yang Anda sukai

Jika Anda bisa memilih hal-hal yang Anda akan lakukan, entah itu pekerjaan yang akan Anda lakukan atau jurusan yang akan Anda ambil di perguruan tinggi, pilihlah sesuatu yang akan Anda sukai dan nikmati. Dengan memilih pekerjaan yang memberi gaji lebih tinggi atau sebuah jurusan yang terdengar lebih bergengsi tidak akan membuat Anda termotivasi.

Bahkan saat Anda mengerjakan pekerjaan yang Anda benci, mungkin Anda masih bisa mengendalikan pekerjaan tersebut. Bisakah Anda meminta untuk dilibatkan dalam proyek baru yang lebih menarik? Bisakah Anda bekerja sukarela untuk membantu manajer Anda dengan sebuah proyek?

Berbangga dengan pekerjaan yang dijalani

Sebagian kegiatan mungkin terlihat sia-sia. Mungkin Anda hanya satu bagian kecil dalam pekerjaan yang besar dan sulit bagi orang untuk mengetahui apakah hasil kerja kita signifikan atau tidak. Namun kenyataannya hal itu membuat perbedaan, perusahaan Anda mungkin tidak akan merekrut Anda dahulu jika keberadaan Anda tidka diperlukan.

Lebih mudah untuk memotivasi diri sendiri saat kita bangga dengan apa yang kita kerjakan dan Anda melakukannya dengan kemampuan terbaik Anda. Apakah Anda membersihkan rumah atau berhadapan dengan pelanggan, Anda bisa secara sadar memutuskan untuk melakukan yang terbaik.

Pikirkan hasilnya

Dalam dunia yang ideal, setiap pekerjaan adalah imbalan itu sendiri. Tentu saja, hal itu tidak selalu terjadi. Anda mungkin memiliki banyak sekali pekerjaan di daftar Anda yang kurang menarik atau mengasyikkan tetapi Anda menginginkan untuk tetap melakukannya karena pekerjaan-pekerjaan itulah yang akan membawa Anda lebih dekat dengan tujuan Anda.

Mencoba berfokus pada hasilnya akan membuat kita lebih bersemangat. Misalnya saat Anda kesulitan mengerjakan skripsi, Anda bisa membayangkan kebahagiaan yang terbersit di wajah orang tua saat kita bisa lulus dan Mandiri setelahnya. Atau bayangkan uang yang Anda sudah tabung selama sekian lama bekerja bisa Anda gunakan untuk membeli sesuatu yang diidam-idamkan, seperti rumah, kendaraan atau tidak hanya berbentuk benda tetapi bisa berupa kepuasan abstrak seperti bertamasya, melancong ke tempat baru bersama keluarga dan orang yang dicintai.

Berhati-hati dengan penggunaan imbalan Anda

Sebagian orang memotivasi diri dengan imbalan: “Setelah aku menyelesaikan laporan  ini, aku akan menghadiahi diri dengan sebatang coklat”. Hal ini bisa membantu jika Anda harus mendorong diri untuk menyelesaikan tugas tetapi jika Anda melakukannya terlalu sering, Anda akan bergantung pada imbalan daripada motivasi alami Anda.

Berpikirlah tentang imbalan yang ada dalam pekerjaan itu sendiri: “Setelah aku menyelesaikan laporan ini, aku merasa lebih lega” atau “Menyesaikan laporan ini akan membahagiakan orang yang membacanya.” Daripada memandang pekerjaan sebagai kumpulan beban di agenda harian kita, mengapa tidak memikirkan tentang dampak nyatanya pada Anda dan orang lain?

Pelajari sesuatu yang baru

Kita semua adalah pelajar alami. Itulah bagaimana manusia bertahan hidup. “Belajar” tidak hanya bagi anak kecil dan siswa di sekolah. Belajar adalah sesuatu yang kita selalu lakukan sepanjang hayat. Jika Anda pernah berjuang untuk merancang sebuah software baru dan menemui momen inspiratif, Anda akan tahu betapa mengasyikkannya bisa terus belajar sesuatu yang baru.

Jika ada area spesifik dalam kehidupan yang membuat kita kurang termotivasi, itu lebih karena kita tidak percaya diri dalam melakukannya. Mungkin Anda membenci memasak, menulis, berolahraga atau pekerjaan lain karena Anda tahu Anda berjuang keras melakukannya dengan baik.Bersabarlah dalam belajar dan itu bisa membuat mtovasi lebih tinggi.

Tetap termotivasi saat bekerja

Anda mungkin termotivasi memulai pekerjaan baru tetapi jika perhatian Anda buyar setelah 5 menit, Anda akan berjuang untuk menjaga keberadaan motivasi itu. Setiap waktu Anda beralih ke hal lain (seperti Facebook atau ponsel Anda), Anda sedang mengganggu konsentrasi diri sendiri.

Tetap fokus pada satu hal di satu waktu bahkan jika itu berarti Anda harus memutuskan koneksi Internet dan memblokir situs yang mengganggu konsentrasi. Jika Anda terus menunda untuk memulai, itu akan memberi kesan bahwa pekerjaan itu akan menghantui Anda selamanya. (*/Akhlis)

Sumber:
 http://ciputraentrepreneurship.com/component/content/article/37-advise/12259-6-cara-memotivasi-diri-sendiri.html

Blog, Investasi Berharga Usaha Rintisan

Views :161 Times PDF Cetak E-mail
Kamis, 20 Oktober 2011 12:02
man_with_laptopDengan kira-kira 150.000 situs baru dan 7 juta laman baru yang ditambahkan ke Internet setiap harinya, tantangan terbesar untuk setiap entrepreneur ialah ditemukan, dan mendapatkan kredibilitas untuk usaha rintisannya. Kita bisa simpulkan dari pengalaman bahwa publikasi di blog secara teratur untuk menunjukkan penawaran Anda, bahkan sebelum Anda memilikinya, ialah salah satu pendekatan yang paling hemat biaya dalam hal waktu dan uang.

Dengan banyaknya blog sekarang ini, tantangannya ialah bagaimana agar Anda ditemukan dan mendapatkan kredibilitas melalui blog Anda.

Kendala terbesar ialah pendiri usaha rintisan sudah terlalu banyak menghabiskan tenaga untuk membuat produk, strategi pemetaan, menjaring investor, dan sebagainya. Maka dari itu, perlu diperhatikan bagaimana menyisihkan waktu dan menulis konten yang berkualitas di blog tersebut. Namun berikut adalah sejumlah alasan utama mengapa Anda harus memprioritaskan membuat blog untuk usaha rintisan:

  1. Anda bisa memvalidasi kebutuhan dan solusi Anda sebelum membelanjakan uang. Terlalu banyak entrepreneur menghabiskan dana besar untuk pengembangan padahal solusi yang ditemukan tidak terlalu memuaskan. Masukan dan umpan balik yang didapat dari blog akan memberitahukan pada Anda apakah setiap orang sepakat dengan penilaian Anda dan apakah Anda memiliki basis pelanggan yang menanti dengan setia.
  2. Temukan mitra potensial. Sebagian besar orang yang Anda inginkan sebagai mitra kini membaca berbagai blog untuk menemukan ide yang relevan dan mitra yang cocok. Karena itulah, memiliki blog adalah sebuah cara yang efektif untuk menemukan orang-orang yang berpikiran sama dan memulai dialog yang lebih hangat. Dari sudut pandang jejaring, ini lebih efisien daripada menghadiri seminar dan acara-acara industri lainnya.
  3. Menarik pekerja yang cerdas. Pekerja potensial yang cerdas juga membaca blog-blog agar tetap mengikuti perkembangan dalam industri mereka dan menemukan pimpinan baru yang lebih baik. Semakin banyak pegawai bekerja untuk orang yang mereka hormati daripada perusahaan. Ambillah insiatif untuk membuat diri Anda dikenal di luar sana. Tentunya, pada akhirnya Anda menghendaki pegawai yang bisa menulis blog untuk Anda dan perusahaan Anda pula.
  4. Bangunlah basis pelanggan sejak dini. Tidak pernah terlambat untuk memulai sebuah doalog dengan pelanggan sepanjang Anda tidak menyesatkan mereka mengenai posisi Anda. Bangunlah merek Anda dan jaring pembeli. Terdapat peluang untuk melakukan konsultasi dengan pelanggan yang tertarik untuk memberikan pemasukan yang dibutuhkan sementara produk masih dalam tahap pengembangan.
  1. Bangun kredibilitas dengan investor. Sebuah blog ialah kendaraan yang efektif untuk menemui para investor sebelum Anda siap untuk mengajukan pendanaan pada mereka. Anda juga akan mempelajari tentang para pesaing yang merasa minder membaca blog Anda. Begitu Anda mendapatkan perhatian nyata sebagai seorang pakar atau ahli dalam bidang Anda, para investor akan memprioritaskan Anda dalam daftar pendanaan mereka.
  2. Asah terus ketrampilan komunikasi Anda. Menulis sebuah blog adalah sebuah upaya komunikasi yang kontinu dan itulah tugas utama Anda sebagai pendiri usaha. Cobalah untuk menulis pemikiran Anda dalam paparan singkat yang bisa dimengerti orang lain dengan cepat. Bahkan jika Anda menyewa jasa penulis, proses penyampaian ide ini akan mengasah ketrampilan komunikasi Anda.
  3. Peringkat Google Anda akan naik drastis. Saat Google dan mesin pencari lainnya membutuhkan 2-3 minggu untuk memasukkan blog Anda dalam daftar hasil pencarian  mereka, situs blog baru dan entri blog baru selalu diindeks setiap harinya. Dari komentar, Anda akan mengakumulasi tautan eksternal ke dan dari situs Anda dan mendapatkan peringkat tambahan dari Google.
Karena sebuah usaha baru belum dikenal orang, maka Anda-lah mereknya berdasarkan budaya media sosial masa kini. Orang berpikir usaha Anda nyata jika mereka melihat orang yang nyata dan mereka akan memberikan kredibilitas pada usaha baru Anda berdasarkan pada prestasi Anda dan kualitas informasi yang Anda berikan di blog.
Jika usaha baru Anda belum memiliki blog, saatnya Anda mempertimbangkan untuk menulis blog di salah satu platform blogging besar seperti WordPress.com, Blogger.com, Tumblr.com, dan sebagainya. Blog gratis ini lalu bisa dihubungkan langsung dengan sebuah domain untuk memperkokoh dampak SEO (Search Engine Optimization) secara keseluruhan. Secara keuangan, biaya untuk hosting juga terpangkas. (*/Akhlis)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/component/content/article/37-advise/12116-blog-investasi-berharga-usaha-rintisan.html