Rembang-Ribuan ekor itik piaraan mati mendadak, menyebabkan pemilik mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. Kasus tersebut telah dilaporkan pada pihak berwenang, dan kini dalam penyelidikan.
Mitro warga RT 4-RW 3 Kelurahan Sidowayah Kecamatan Rembang tak menyangka akan bernasib apes hari ini. Ribuan ekor itik yang sekian lama dipiara mati mendadak sekira pukul 6 pagi.
Disebutkan, Ia memberi pakan itik piaraannya kemarin sore sekira pukul 4. Seperti biasa, bahan pakan yang diberikan berupa campuran bekatul dan ikan rucah. Tetapi pagi tadi ketika hendak memungut telur dari kandang, dikejutkan ribuan ekor itiknya telah mati. Kemudian Ia melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pertanian dan Kehutanan serta Polsek Rembang.
Petugas Bidang Peternakan Dinas pertanian dan kehutanan beserta aparat kepolisian yang datang hampir bersamaan setengah jam usai menerima laporan segera melakukan penyelidikan. Petugas segera menyemprot kandang dengan disinfektan dan membedah bangkai itik guna mencari tahu penyebab kematiannya. Sedangkan aparat kepolisian memeriksa sisa pakan dan melakukan olah TKP.
Menurut Kabid Peternakan Derevnety, dari hasil pemeriksaan bangkai itik dipastikan penyebab kematiannya bukan karena virus flu burung. Diduga disebabkan dari bahan campuran pakan, karena ribuan itik mati dalam waktu bersamaan. Pihaknya akan mengirim sample bangkai dan pakan ke laboratorium milik Dinas Peternakan Provinsi Jawa Tengah di Semarang. Hasilnya paling cepat baru diketahui 3 hari lagi.
Dari hasil pendataan terakhir tingkat kematian dari 2.500 ekor itik piaraan Mitro, mencapai 90%. Pemilik mengaku mengalami kerugian sekira 80 juta rupiah.