Petani Garam manfaatkan lahan mangkrak

Kaliori-Hingga bulan kelima ini kondisi beberapa lahan tambak diwilayah Rembang masih dibiarkan mangkrak. Masih adanya pengaruh musim pancaroba membuat petani tambak belum berani mengolah lahan tambaknya.


Beberapa lahan tambak diwilayah Rembang seperti di desa Tambakagung, Mojowarno, Tasikharjo, Dresi kulon, Purworejo, Banyudono, Bogoharjo, dan Purworejo di kecamatan Kaliori dan dikecamatan Lasem mengalami hal serupa. Dampaknya juga berpengaruh pada harga garam dipasaran. Harga garam saat ini melambung cukup tinggi, ditingkat petani mencapai 1.200 san rupiah per kilonya.


Salah satu Petani garam asal desa Purworejo kecamatan kaliori Lastari mengatakan, menurut perhitungannya masa membuat garam mestinya bulan kelima sudah bisa dimulai, namun karena bulan kelima masih turun hujan dipastikan akan mundur.

Namun mangkraknya lahan tambak selama kurang lebih 3 bulan oleh sebagian petani dimanfaatkan untuk ditanami udang windu, vaname sejenis udang putih, dan bandeng.


Menurut Lastari, jika peluang ini berhasil hasilnya cukup lumayan, untuk udang vaname harga ditingkat petani per kilonya bisa mencapai 30. ribu rupiah, dan udang windu per kilo 100 ribu rupiah. Keuntungan ini cukup lumayan untuk menutup kebutuhan hidup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *