Petani dianjurkan mengubah pola tanam Lahan pengairan tehnis

Sale-Untuk mengurangi dampak penyakit pada tanaman padi, yang semula ditanami ditanami padi dianjurkan ditanami sela tanaman poloowijo seperti jagung. Perubahan pola tanam ini di maksudkan untuk membunuh siklus hama penyakit pada tanaman padi agar tidak bisa berkembang lagi.


Kordinator PPL Kecamatan Sale Kustowo menjelaskan, lahan pengairan tehnis dikecamatan Sale tercatat seluas 591 hektar. Lahan ini apabila ditanami padi secara terus menerus akan berdampak pada penurunan hasil panen dan timbulnya berbagai hama panyakit. Selain itu adanya pola menanam satu jenis dalam kurun waktu lebih dari 5 tahun berturut –turut akan menurunkan kualitas tanah.


Kondisi tersebut akan menjadikan tanah pertanian mengalami perubahan tekstur dan struktur tanah akibat tidak adanya perubahan jenis tanaman. Untuk itu petani tetap dianjurkan mengubah pola tanam sejenis dengan tanaman sela .


Kustowo menambahkan sudah ada 4 kelompok tani yang merubah lahan pengairan tehnis dari padi ke komoditas jagung yakni kelompok tani Agung jaya seluas 26 hektar, Harapan Raya desa Mrayun seluas 40 hektar, Tani usaha desa Joho seluas 19 hektar dan kelompok tani Asri desa Jinanten seluas 6 hektar.


Salah satu kelompok tani yang telah berhasil mengembangkan tanaman jagung di lahan pengairan tehnis adalah kelompok tani Harapan Raya desa Mrayun. Pada tahun lalu mampu meraup hasil panen jagung 12 ton perhektarnya, bila di bandingkan dengan hasil padi hanya menghasilkan sebanyak 4 ton perhektarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *