Pancur-Melihat warga di desa Banyuurip kecamatan pancur yang sebagian besar beternak kambing, mendorong salah satu penyuluh pertanian lapangan setempat bernama Rubiyono menfasilitasi kemitraan dengan Balai pengkajian tehnologi pertanian propinsi jawa tengah dengan Gabungan kelompok Tani (Gapoktan) Margo tuhu desa setempat untuk meningkatkan kwalitas kambing.
Hasilnya Baru-baru ini Gapoktan Margo tuhu mendapatkan bantuan 4 ekor kambing jantan peranakan Etawa (PE), untuk diekola sebagai pemecak (pejantan). Menurut Rubiyono Bantuan 4 ekor kambing etawa ini diharapkan dapat memperbaiki keturunan kambing di desa Banyu urip .
Rubiyono menambahkan keuntungan memelihara kambing peranakan etawa salah satunya kambing lebih besar , nilai jual tinggi 3 sampai 4 juta per ekor untuk betina dan jantan bisa mencapai 25 juta rupiah.
Bersamaam bantuan kambing, karena kondisi geografis desa banyuuruip sangat cocok tumbuh dan berkembangnya pohon Rambutan, Gapoktan Margo tuhu juga menerima bantuan rambutan jenis AC Rabiah ( Rafia) dari Balai penelitian dan pengembangan (Balitbang) Departemen Pertanian kerjasama Keluarga Besar Rembang (KBR) . Bantuan sebanyak 3000 batang rambutan okulasi (tempelan) dalam waktu 4 sampai 5 tahun bisa berbuah.
Sedangkan Keunggulan jenis Rambutan Rabiah adalah lebih manis, Renyah, bisa mengelupas dan nilai jual tiga kali lipat dari rambutan biasa.
Balitbang Departemen Pertanian dalam pesannya mengharapkan kedepan desa banyu urip bisa menjadi sentra AC Rabiah, tidak hanya berhenti pada budidaya saja, tetapi bisa menjadi sentra pembibitan AC Okulasi jenis Rabiah karena sangat cocok dikembangan .