PEMKOT BATAM TARGETKAN SWASEMBADA LELE

Pemerintah Kota Batam, Provinsi Riau Kepulauan menargetkan dapat swasembada lele, sebagai hasil dari program budi daya lele di kota industri itu.

“Targetnya, Batam bisa swasembada, kapan bisa swasembada, masih dikaji,” kata Wali Kota Batam Ahmad Dahlan usai peresmian proyek fisik APBD 2010 di Batam, Minggu.

Ia mengatakan saat ini program budi daya lele menghasilkan sekitar dua ton per hari.

Sedangkan kebutuhan lele untuk konsumsi seluruh warga Batam mencapai delapan hingga 10 ton per hari.

Untuk mencapai target, Pemkot Batam terus mengintensifkan upaya budi daya dengan pengembangan budi daya dengan menambah jumlah kelompok tani berikut kolam lele.

“Jumlah kelompok tani ditambah hingga produksinya bisa swasembada,” katanya.

Saat ini terdapat 69 kelompok tani dengan 138 kolam.

Selain menambah kelompok tani, Pemkot Batam juga akan menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mendukung budi daya ikan lele.

“Direncanakan pada 30 Mei 2011, Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad akan hadir di Batam untuk kepentingan itu,” katanya.

Menurut Wali Kota, budi daya lele amat berpotensi untuk dikembangkan di Batam, meski ada beberapa kendala dihadapi, di antaranya persoalan pakan dan bibit.

Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Kehutanan Kota Batam Suhartini mengatakan, budi daya lele yang dilakukan 69 kelompok tani di Batam relatif sukses, meski lebih dari 1.000 ekor bibit lele mati.

Ia mengatakan, kematian bibit lele disebabkan terlalu lama berada di gudang Bandara Hang Nadim.

“Bibit didatangkan dari Cirebon, Jawa Barat karena petani terlalu lama mengambilnya, maka banyak yang mati,” kata Suhartini.

Sebagian bibit mati di dalam perjalanan dan sebagian lain tidak berkembang saat berada di kolam.

Sumber : Antara News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *