Rembang-Menjelang masuk perubahan cuaca yang diwarnai ombak besar dan tiupan angin kencang dari arah barat atau sering dinamakan musim baratan, mendatangkan berkah tersendiri bagi nelayan tradisional di Rembang. Perairan laut setempat penuh ikan teri yang berharga jual tinggi di pasaran.
Seperti yang terlihat di salah satu perusahaan pengolahan hasil perikanan di UD Mahera Desa Magersari Kecamatan Rembang. Setiap hari di tempat usaha milik Mustari itu terlihat belasan pekerja sibuk mengolah ikan teri yang disetor dari berbagai daerah.
Mustari menyebutkan, saat panen teri dia tidak menampik jenis teri apapun yang ditawarkan baik oleh nelayan tradisional atau pengepul. Untuk teri putih kualitas super yang sering dinamakan teri nasi selalu dibeli, tetapi dia membatasi untuk teri biasa minimal panjang 4 centimeter.
Mustari juga membedakan harga beli ikan teri, dari nelayan tradisional dipatok Rp 19 ribu per kilogram, karena masih harus melakukan sortir dan harus membayar tenaga yang dilibatkan. Sedangkan dari pengepul dihargai Rp 23 ribu, dipastikan tidak perlu memilah karena sudah memenuhi kriteria yang dia tentukan.
Ditambahkan, ikan teri yang dibeli setelah dibersihkan kemudian dijemur hingga benar-benar kering, sedkitnya membutuhkan waktu 5 jari, kemudian dipacking dalam ukuran sama 1 kilogram. Harga jual teri nasi kualitas super A1 dibanderol Rp 105 ribu, sedangkan A2 Rp 90 ribu, dikirim ke Gresik Jawa Timur, sepekan sekali dikirim sebanyak 1 kwintal untuk tiap jenis.