Geluti Batik Berdayakan Ratusan Kaum Wanita

Lasem-Bukan lantaran diskriminatif dengan lawan jenis, jika Katrin salah satu pengusaha batik lasem memilih memberdayakan wanita sebagai tenaga kerjanya. Dia ingin memberi peluang kepada sesama kaumnya itu menemukan jalan mencari nafkah, sekaligus berupaya melestarikan tenaga pembatik wanita.


Seperti Lasem tempo dulu dari satu kampung ke lain kampung biasa terlihat para wanita membatik di halaman belakang rumah. Selain digunakan sendiri, hasil usaha rumahan kala itu juga diperdagangkan ke luar daerah. Sehingga batik lasem telah lama dikenal di penjuru nusantara.


Atas pertimbangan tersebut maka Katrin pengusaha batik asal Desa Babagan Kecamatan Lasem melibatkan kaum hawa dalam usaha yang digelutinya sejak tahun 1976. Katrin ingin kaum wanita di desanya dan sekitarnya memiliki life skill untuk mencari nafkah, sekaligus melestarikan batik dan melakukan regenerasi pembatik secara alami.


Wanita tangguh yang kenyang pengalaman di dunia batik lasem itu hanya memproduksi motif rekaan sendiri termasuk membuat desain baju batik untuk pria dan wanita yang dipajang di show room miliknya. Salah master piece karya ciptanya yang diburu banyak pembeli baik lokal atau luar daerah bahkan antar pulau, yaitu sekar jagat laseman. Biasa dipasarkan dengan harga antara 400 ribu hingga juttan rupiah, selain dijumpai di show room miliknya, juga bisa didapat saat dia mengikuti ajang pameran dan promosi.


Sampai sekarang di kediamannya, ada sejumlah 120 tenaga kerja wanita. Dimana sekitar 10% diantaranya justru katagori lansia, berumur hampir 80 tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *