Kaliori-Adanya cuaca ekstrim saat ini, berdampak mempengaruhi penghasilan masyarakat di kecamatan Kaliori. Pasalnya petani garam di wilayah kecamatan Kaliori, sebagian besar masih terkendala untuk mengolah lahan tambaknya, karena masih menunggu musim pancaroba berakhir. Hal itu disampaikan camat Kaliori-Kartono dalam dinamika pembangunan dan pemerintahan, di KPN Kaliori, baru-baru ini.
Dikatakan Camat Kaliori, Untuk menyiasati memperoleh tambahan penghasilan, sebagian petani memanfaatkan tambaknya ditanami benih udang maupun bandeng. Namun hasilnya belum bisa masikmal karena terkendala kadar air yang tidak stabil
Sedangkan keluhan yang sama disampaikan petani yang mempunyai lahan pertanian tanaman padi. Sejauh ini kondisi yang dilaporkan Karena tidak bisa tumbuh normal. Disamping itu tanaman padi juga terserang berbagai hama penyakit seperti hama wereng, tikus, sundep dan hama lainnya, akibatnya hasil panen menjadi berkurang.
Kartono menjelaskan sebagai langkah antisipasi, pihak kecamatan bekerjasama dengan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) kecamatan Kaliori telah mengupayakan dalam setiap pertemuan dengan kelompok tani, memberikan penyuluhan agar petani dalam mengolah lahannya selalu berkonsultasi dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
Sementara berdasarkan data yang ada di BPP kecamatan Kaliori dari luas wilayah kecamatan Kaliori 6.150 hektar, sebanyak 771 hektarnya digunakan untuk tambak. Sedangkan 3.698 hektar untuk lahan pertanian. Dari luas itu sebanyak 83 hektar mengalami puso, 72 hektar terserang wereng dalam kategori berat, 114 hektar dalam kategori sedang, 241 hektar cukup ringan dan terancam hama wereng seluas 330 hektar.