Rembang-Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Provinsi Jawa Tengah tercatat 19% dari jumlah penduduk Jawa Tengah atau sekitar enam juta jiwa lebih. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Adhi Karsidi saat membuka Pelatihan Kewirausahaan Bagi Keluarga Rawan Sosial Ekonomi (KRSE) dan Bagi Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE) di Aula Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Rembang hari kamis.
Adhi mengatakan dengan adanya pelatihan ini diharapkan jumlah PMKS di Jateng akan turun sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jateng menjadi 5%.
Guna menindaklanjuti pelatihan ini pada tahun 2012 mendatang pihaknya akan memberikan dana stimulan untuk usaha peserta pelatihan, sedangkan untuk peserta pelatihan tahun ini baru bisa diberikan peralatan saja.
Sementara itu Wakil Bupati Rembang H. Abdul Hafidz mengatakan Kabupaten Rembang sebagai salah satu dari 50 Kabupaten di Indonesia yang menjadi sasaran lokasi prioritas percepatan penanganan masalah kesejahteraan sosial, sebagaimana tertuang dalam keputusan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 06.B/HUK/2010.
Permasalahan Sosial dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dari 22 kategori PMKS yang relatif menonjol yaitu kemiskinan, pengangguran, keterlantaran dan tuna sosial. Oleh karena itu berbagai kebijakan, program dan kegiatan bagi upaya pencegahan dan penanganan PMKS telah dilakukan baik melalui APBN, APBD Provinsi Jawa Tengah serta melalui APBD Kabupaten Rembang.
Wabup menyambut baik pelatihan kewirausahaan yang diadakan oleh Dinas Sosial, diharapkan pelatihan ini selain menyelesaikan masalah kesejahteraan sosial juga mampu mencetak wirausahawan-wirausahawan baru. Dikatakannya, Suatu daerah dikatakan maju jika memiliki 2% wirausahawan dari jumlah penduduk, sedangkan di Rembang baru memiliki 7000 wirausahawan dari 600 ribu lebih jumlah penduduknya.
Wabup juga meminta agar pelatihan menggunakan bahasa yang sederhana karena mayoritas peserta merupakan warga desa. Pelatihan kewirausahaan ini diikuti oleh 180 peserta terdiri dari 100 orang KRSE dan 80 orang WRSE dibagi dalam dua tahap masing masing tahap diikuti 90 peserta.