Kategori: TIPS DAN TRIK BUDIDAYA IKAN
BUDIDAYA LELE DENGAN KOLAM TERPAL
Sebenarnya berternak Lele itu sangat mudah, selain itu berternak lele bisa dijadikan peluang bisnis. Cara mudah untuk melakukan budi daya lele adalah dengan kolam terpal. Kolam terpal dipilih sebagai alternatif untuk peluang bisnis pembesaran lele karena memberikan banyak keuntungan. Usaha ini membutuhkan biaya yang relatif murah dan dinilai lebih praktis, dapat dibuat sendiri karena tidak serumit kolam permanen yang terbuat dari beton. Keuntungan lainnya dari kolam terpal ini yaitu kolam mudah dibongkar pasang, sehingga bisa dipindah tempat jika kondisi cuaca sedang tidak bersahabat. Selain itu kondisi air kolam juga lebih terkontrol kebersihannya.
· Agar posisi plastik tidak berubah-ubah, jepit terpal menggunakan bilah bambu di bagian atas dinding kerangka. Setelah selesai, isi bak dengan air sebanyak dua per tiga dari total tinggi bak, lalu diamkan selama sehari. Jika terjadi kebocoran yang tidak terlalu besar, penanggulangannya dapat dilakukan dengan menambal terpal menggunakan lem plastik. Namun, jika tidak terjadi kebocoran, kolam terpal bisa digunakan.
BUDIDAYA KEPITING SOKA
Proses penurunan bibit kepiting soka sangat sederhana meliputi 3 tahapan utama sebagai berikut :
1. Proses Pemilihan BibitKepiting yang baik untuk menjadi bakal bibit kepiting soka adalah kepiting yang memiliki berat kisaran 0,1 s.d 0,5 Ons dan dalam istilah para pembudidaya kepiting soka lazim disebut dengan kepiting “banci” dimana awal diturunkan sebagai bibit kepiting ini berjenis kelamin laki dan setelah siap dipanen berubah menjadi berjenis kelamin perempuan. Pilihlah kepiting bibit yang masih segar dan tidak lembek agar dapat bertahan sampai proses “Molting” nantinya yang biasanya berkisar antara hari ke-10 s.d hari ke-15 sejak pertama penurunan bibit dalam satu periode.
2. Proses Cutting/Pengguntingan Kaki Kepiting
Bakal kepiting bibit yang telah memenuhi kriteria proses nomor 1 diatas selanjutnya dilakukan proses “cutting” atau biasa disebut dengan proses pengguntingan kaki serta capit kepiting. proses ini adalah proses yang paling menentukan tingkat persentase keberhasilan proses panen kepiting soka nantinya dikarenakan apabila salah dan tidak berhati-hati saat menggunting kaki serta capit kepiting bibit maka akan menimbulkan dampak perdarahan pada kepiting yang sangat berpengaruh terhadap kematian bibit sebelum sampai ketahap “molting” atau pelunakan cangkang kepiting soka. bagian capit dan kaki kepiting yang digunting adalah 2 (dua) capit utama kemudian seluruh kaki kecil bagian kiri dan kanan serta 1 (satu) kaki pendayung bagian belakang sebelah kiri atau kanan sehingga yang tersisa hanya 1 (satu) kaki pendayung bagian kanan/kiri yang masih melekat dibadan kepiting bibit.Disarankan bagi yang baru memulai usaha ini untuk lebih dahulu memperdalam pengetahuan dasar teknik “cutting” ini kepada pembudidaya yang telah berpengalaman atau berhasil dalam proses budidaya kepiting soka ini.
3. Proses Penempatan Kepiting Bibit dalam Rakit/Karamba
Proses terakhir adalah penempatan kepiting bibit yang telah melalui proses “cutting” tadi kedalam rakit atau karamba yang telah tersedia. Proses ini adalah proses yang sangat mudah dan sederhana dengan ketentuan 1 (satu) bibit kepitng diletakkan kedalam setiap 1(satu) kotak di dalam rakit dengan posisi normal. Sangat dianjurkan tidak tergesa-gesa dan melempar kepiting bibit kedalam kotak agar tidak menambah kondisi “stress” kepiting bibit pasca proses “cutting” namun meletakkannya dengan perlahan-lahan.
Dari berat 100 Kg kepiting bibit yang berhasil diturunkan hidup sebanyak 1001 ekor kepiting bibit yang mengisi sekitar 13 karamba dengan lama waktu pengerjaan sekitar kurang lebih 3 jam dibantu oleh 3 orang karyawan dari tambak sebelah.
sumber : kepitingsokamandiri.blogspot.com



