Kerapu Macan


Kerapu Macan

Kerapu macan termasuk kelompok ikan kerapu yang berharga tinggi. Jenis kerapu ini merupakan ikan asli Indonesia yang hidup tersebar di berbagai perairan berkarang di Nusantara. Selain di Indonesia, daerah penyebaran kerapu macan meliputi perairan di wilayah Indo-Pasifik.

A. Sistematika
Famili: Serranidae
Spesies : Epinephelus fuscoguttatus
Nama dagang brown marble grouper, flowery cod, blotchy rock cod, carpet cod, aka madaharata, lo fu pan
Nama lokal : garopa

B. Ciri-crii dan Aspek Biologi

1. Ciri fisik
Bentuk ujung sirip ekor, sirip dada, dan sirip dubur ikan berupa busur. Kepala dan badannya berwarna abu-abu pucat kehijauan atau kecokelatan. Badan dipenuhi
dengan bintik-bintik gelap berwarna jingga kemerahan atau coklat gelap. Bintik-bintik di
bagian tengah lebih gelap dibanding yang di pinggir. Ukuran bintik semakin mengecil ke
arah mulut. Adapun punggung dan pangkal sirip punggung ikan terdapat bercak besar kehitaman.

2. Pertumbuhan

Di alam, ikan kerapu macan dapat mencapai panjang total 95 cm dan bobotnya 11 kg.

C. Pemilihan lokasi budidaya

ikan ini dapat hidup dan tumbuh pada air berkadar garam 22 – 32 ppt. Oleh karena itu, lokasi budi daya dipilih sesuai dengan kriteria tersebut. Lokasi budi daya juga harus terlindung dari gelombang besar air laut dan angin kencang. Selain itu, perubahan salinitas yang besar dan aliran air kotor di lokasi budi daya harus dihindari.

D. Wadah Budi Daya
Pembesaran ikan kerapu macan dapat dilakukan di karamba jaring apung, seperti halnya jenis ikan kerapu lainnya. Ukuran rakit dan karamba yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan target produksi dan ukuran ikan yang akan dibudidayakan. Adapun kerangka rakit yang digunakan sebaiknya berukuran 5 m x 5 M dengan ukuran jaring 2 m X 2 M.

E. Pengelolaan Budi Daya

1. Penyediaan benih

Benih yang berasal dari hatchery harus diseleksi sebelum ditebar untuk budi daya pembesaran. Benih yang tidak normal (deformity) relatif lebih lemah dan mudah terserang penyakit. Selain itu, ikan cenderung menunjukan pertumbuhan yang lambat.

2. Penebaran benih
Benih ikan dengan bobot 5—10 g ditebar sebanyak 75— 100 ekor/m3 untuk ukuran 10 – 50 g benih bisa ditebar sebanyak 40-50 ekor/m3.

Pemberian pakan
Pakan yang diberikan bisa berupa ikan rucah ataupun pelet. Jika ingin melakukan budi daya ikan kerapu dengan pakan pelet, sangat penting untuk membiasakan benih dengan pelet selama masa pendederan. Untuk memperbaiki imunitas dan mengurangi stres ikan, disarankan untuk menambahkan vitamin C ke dalam pelet.

Kerapu macan termasuk jenis ikan predator. Oleh karena itu, pembudidayaan ikan ini memerlukan pakan berupa ikan rucah segar atau pelet berkadar protein tinggi. Pakan yang dimakan ikan kerapu akan tercerna 95% setelah 36 jam dalam lambung sehingga peniberian pakan dilakukan selang satu hari. Pada keadaan stres, ikan ini akan memuntahkan pakan yang dimakannya.

F. Pengendalian Hama dan penyakit
Kerapu macan yang dibudidayakan di KJA kerap kali cacat pada tutup insang, mulut, dan tengkuk belum diketahui jelas penyebabnya. Adapun ciri-ciri umum adanya serangan penyakit adalah ikan kehilangan nafsu makan.

Pengamatan kondisi pakan sangat penting untuk mendeteksi adanya penyakit pada ikan.

Saat kondisi kesehatan Ikan kerapu berubah menjadi buruk biasanya sering berenang di permukaan air karena gelembung renang membengkak. Apabila terdapat ikan semacam ini, pengamatan untuk mengetahui penyebabnya harus segera dilakukan.

pada tingkat benih sering terserang VNN. Gejalanya adalah perubahan warna menjadi lebih gelap, berenang lambat, dan berputar. serangan VNN berpengaruh besar terhadap laju pertumbuhan benih. Untukmenghindari serangan penyakit ini, telur yang digunakan harus bebas VNN.

parasit cacing kulit dengan mudah menginfeksi pada kerapu yang dibudidayakan. Untuk menekan pengaruh parasit pada ikan, sebaiknya melakukan perendaman ikan dalam air tawar (5 menit) dan mengganti jaring setiap 2-4 minggu. Sementara itu, parasit, seperti cacing insang dapat dibersihkan dengan perendaman ikan dalam air bersalinitas tinggi (6o ppt selama 15 menit).

G. Panen
Kerapu macan dapat dipanen setelah berukuran 5oo-600 g/ ekor. Umumnya ukuran tersebut diperoleh setelah pemeliharaan 6— 8 bulan. Sistem pemanenan dapat dilakukan secara total atau selektif tergantung, kebutuhan. Adapun cara panennya sama seperti panen
ikan di KJA. M

sumber : Penebar Swadaya, 2008

TEKNIK PRODUKSI MASSAL CACING TUBIFEX

TEKNIK PRODUKSI MASSAL CACING TUBIFEX
                Cacing Tubifex sp dikenal dengan nama cacingsutera maupun cacing rambut merupakan pakan alami yang belum tergantikankeberadaannya. Sejauh ini usaha budidaya cacing-cacing sutera belum banyakdilakukan dan hanya mengandalkan pasokan dari alam.
                Istilahproduksi  massal cacing   tubifex adalah upaya menumbuhkan danmengembangbiakan cacing ini di dalam tempat (media) pemeliharaan yangterkontrol, berupa kubangan tanah berlumpur dan tergenang air.
TAHAPAN KEGIATAN PRODUKSI CACINGTUBIFEX SP:
1.       SIAPKAN LAHAN : Lahan yang digunakanberupa saluran drainase permanen yan berukuran panjang 10 m, lebar 20 cm, dantinggi (kedalaman ) 15 cm.
2.       PEMBUATAN MEDIA KULTUR : Bahan yangdigunakan sebagai media kultur terdiri dari lumpur, pupuk kandang, dedak halus,tepung ikan serta pakan buatan. Bahan yang telah disiapkan dicampur rata danditaruh secara merata pada tempat kultur yang sebelumnya telah dibuatkan sekatyang terbuat dari papan sebagai penahan lumpur.
3.       MASUKKAN AIR SECARA PERLAHAN pada mediakultur dengan mengalir. Media dibiarkan sampai 4 atau 5  hari untuk menghilangkan gas yang dihasilkanoleh pupuk kandang.
4.       PENEBARAN BIBIT.Bibit tubifex sebanyak 200 gr dimasukkan kedalam ember atau baskom kemudian disiram air agar gumpalan buyar. Cacing tubifex  yang sudah  terurai ini kemudian ditebar ke seluruhpermukaan di media budidaya secara merata. Seterusnya atur aliran air yangmasuk ke dalam media terus dikontrol jangan sampai tempat budidaya kering ataukelebihan air.
5.       PASANG PAPAN PENUTUP di atas mediakultur untuk menghindari cahaya matahari langsung.
6.       PEMELIHARAAN . Masa pemeliharaan cacingtubifex sekitar 3-4 minggu. Bila kondisi lingkungan cocok dan jumlah pakannyacukup, bibit cacing itu akan berkembang pesat dan dapat dipanen setiap 5 harisekali.
7.       PANEN. Panen dilakukan dengan caracacing tubifex diambil dengan tanganbeserta lumpurnya. Kemudian ditaruh dalam seser larva yang halus dan dicuci diair mengalir. Dan lebih baiknya dicuci di atas media budidaya agar lumpurnyabias dimanfaatkan lagi. Cacing tubifex yang sudah dicuci tapi belum begitubersih ditaruh di talang atau pada kotak steroform dan diisi air setinggi 2-3mm di atas gumpalan cacing dan lumpur, dan di atasnya ditaruh kain strimin.Tutup talang atau steroform selama 2-3 jam, maka cacing akan terpisah darilumpur dan kotoran lainnya. Selanjutnya cacing yang sudah bersih disimpan padasteroform ayang dialiri air secara terus menerus.
SUMBER : TABLOID AKUAMINA EDISI 4 TAHUN I,22 DESEMBER 2010-4 JANUARI 2011.