Kategori: Tanaman Sayuran
Mengenal Tanaman Kangkung
- Tanaman ini merambatdilumpur
- Tumbuh ditempat-tempatyang basah
- Daunnya berwarna hijau
- Bijinya berwarna hitam
- Air, 91.2 g, Energi,28 kcal, Energi, 117 kj, Protein, 1.9 g, Total lemak, 0.4 g, Karbohidrat, 5.63g, Serat, 2 g.
- Mineral : Kalsium, Ca,72 mg, Besi, Fe, 0.9 mg, Magnesium, Mg, 18 mg, Phospor, P, 28 mg, Potassium, K,228 mg, Sodium, Na, 23 mg, Seng, Zn, 0.24 mg, Tembaga, Cu, 0.156 mg, Mangan,Mn, 0.416 mg, Selenium, Se, 0.9 mcg.
- Vitamin : Vitamin C,asam ascorbic, 41 mg, Niacin, 0.5 mg, Asam Pantothenic, 0.049 mg, VitaminB-6, 0.138 mg, Folate, 13.3 mcg, Vitamin B-12, 0 mcg, Vitamin A, IU, 7400 IU,Vitamin A, RE, 740 mcg_RE, Vitamin E, 0.85 mg_ATE
- Lemak : Asam lemakjenuh, saturated, 0.052 g . Asam lemak tak jenuh, monounsaturated, 0.03 g .Asam lemak tak jenuh, polyunsaturated, 0.193 g. Kolesterol
Budidaya Kangkung Darat
- Penyulaman. Penyulamandilakukan jika ada tanaman kangkung yang terkena serangan penyakit denganmengganti bibit yang umurnya sama. Penyulaman dilakukan satu minggu setelahtanam.
- Penyiangan. Penyiangandilakukan 2 minggu sekali atau disesuaikan dengan adanya gulma.
- PemupukanTambahan. Pupuk susulan yaitu 100-250 kg/ha urea dan 10-20 ton/ha selama 2 minggu pertama, dengan cara dicampur dengan air kemudian disiram padapangkal tanaman dengan emrat. Jika pemupukan dengan cara ditebar, jangan sampaibutir pupuk mengenai daun karena dapat menyebabkan daun layu. Agar pertumbuhansubur, sebaiknya seminggu setelah atau sesudah panen, tanaman dipupuk ureakembali.
- Penyiraman. Tanaman kangkungdarat diperlukan penyiraman yang teratur yaitu dua kali sehari pada pagi dansore hari, terutama pada musim kemarau.
- Pengendalian HPT.
- Penyakit jamur yanglazim menyerang tanaman kangkung adalah karat putih (Albugo Ipomoea panduratae)yang peka terhadap Dithane M-45 atau Benlate.
- Hama ulat putihditanggulangi dengan pemberian 2 cc/l air Baysudin.
- Ulat daunditanggulangi dengan pemberian 2 cc/l air Insektisida Diazinon 60 EC.
- Serangga pemakan daundikendalikan dengan penyemprotan senyawa organofosfat jauh sebelum pemanenan
- Ketika penyemprotanpestisida sebaiknya lahan dikeringkan selama 4-5 hari, kemudian diari kembali.
Teknik Budidaya Tanaman Lobak
|
![]() |
SELADA (Lactuca sativa L.)
Budidaya Pare
|
Uraian
|
Buah Pare
|
Daun Pare
|
|
Air
Kalori
Protein
Lemak
Karbohidrat
Kalsium
Zat Besi
Fosfor
Vitamin A
Vitamin B
Vitamin C
Folasin
|
91,2 gram
29 gram
1,1 gram
1,1 gram
0,5 gram
45 mg
1,4 mg
64 mg
18 SI
0,08 mg
52 mg
–
|
80 gram
44 gram
5,6 gram
0,4 gram
12 gram
264 mg
5 gram
666 mg
5,1 mg
0,05 mg
170 mg
88 mg
|
Waktu ideal dilakukannya pembungkusan adalah pada waktu tanaman telah menghasilkan buah pare dengan
Pupuk susulan kedua diberikan 2 minggu setelah pemupukan susulan pertama dilakukan. Banyaknya pupuk yang diberikan 0,5 dari dosis yang diberikan pada pemupukan susulan Pertama. Dapat juga diberikan tambahan pupuk seperti NPK. NPK diberikan 2 minggu setelah pemupukan susulan pertama dilakukan dan dilanjutkan dengan interval dua minggu sampai tanaman pare berumur empat bulan. Dosis NPK yang diberikan sebanyak 5 gram pertanaman.
Pembuatan Turus dan Para-para
Turus dibuat untuk memanjat batang utama pare, sedangkan para-para digunakan untuk menjalarnya tunas-tunas dari batang utama yang nantinya akan menghasilkan buah pare. Tinggi turus dan para-para berkisar 1,5 sampai 2 meter. Hal ini dengan mempertimbangkan agar mudah dalam pemeliharaan tanaman terutama pada waktu panen dan mudah dalam melakukan penyiangan dan pembumbunan serta mudah dalam mengontrol tanaman dari gangguan hama dan penyakit tanaman.
Pengendalian Hama dan Penyakit Pare
Pemberantasan hama ini dapat dilakukan secara mekanis yaitu telur-telur yang baru menetas diambil bersama-sama dengan daun yang menempel. Pengambilan telur – telur ini jangan sampai terlambat sebab kalau terlambat ulat menjadi besar dan bersembunyi didalam tanah. Pemberantasan hama ini dapat juga dilakukan secara biologis yaitu dengan menyemprotkan Bacillus thungiriensis atau Borelinevirus litura. Secara kimia disemprot dengan pestisida azodrin 2 cc/ liter.
Daun pare yang terserang hanya tersisa tulang daun. Daun menjadi kering dan kecoklat-coklatan, akhirnya produksi buah menjadi turun. Hama ini berbentuk lembing bulat, warnanya merah dengan bercak hitam sebanyak 12 – 26 buah. Beberapa cara pengendaliannya adalah :
Apabila pare yang dipetik digunakan untuk benih maka pilih pare yang besar, sehat dan matang sempurna.
Demikian informasi mengenai budidaya pare yang dapat saya sampaikan kali ini, semoga bermanfaat
Budidaya Kacang Panjang (Versi 3)
1.1. Sejarah
Masyarakat dunia menyebutkan dengan nama Yardlong Beans/Cow Peas. Plasma nutfahtanaman kacang panjang berasal dari India dan Cina. Adapun yang menduga berasaldari kawasan benua Afrika. Plasma nutfah kacang uci (Vigna umbellata)diketemukan tumbuh liar di daerah Himalaya India, sedangkan plasma nutfahkacang tunggak ( Vigna unguiculata) merupakan asli dari Afrika. Oleh karenaitu, tanaman kacang panjang tipe merambat berasal dari daerah tropis danAfrika, terutama Abbisinia dan Ethiopia. Perkembangan paling pesat di negaraberiklim panas tropis seperti Indonesia.
1.2. Sentra Penanaman
Sentra penanaman kacang panjang didominasi oleh Pulau Jawa terutama Jawa Barat,Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, DI Aceh, Sumatra Utara, Lampung danBengkulu.
1.3. Jenis Tanaman
Klasifikasi botani tanaman kacang panjang adalah sebagai berikut:
a) Divisi : Spermathophyta
b) Sub Divisi : Angiospermae
c) Class : Dycotyledoneae
d) Ordo : Leguminales
e) Famili : Papiolinaceae
f) Genus : Vigna
g) Spesies : Vigna spp.
Tanaman ini membentuk bintil akar yang memfiksasi nitrogen, sehingga pemupukanN untuk tanaman ini dapat dikurangi.
Spesies kacang panjang yang umum dibudidayakan antara lain:
Kacang panjang tipe merambat (V. sinensis var. sesquipedalis) yang kita kenalsebagai kacang panjang biasa. Varietas yang ditanam adalah varietas unggul KP1dan KP2, varitas lokal Purwokerto, no 1494 Cikole, Subang, Super Subang , Usushijau Subang dll.
Kacang panjang tipe tegak yaitu kacang tunggak/tolo/dadap/sapu (V. unguiculataL.), dan kacang uci/ondel (V. umbellata ). Varitas unggul adalah KT1, KT2, KT3.
Kacang panjang hibrida (V. sinensis ssp. Hybridus) seperti kacang bushitao.Varitas yang dirilis adalah No. 10/a, 12/a, 13/a, 14/a, 17/a, 18/a dan EG BS/2.
1.4. Manfaat Tanaman
Buah yang berbentuk polong adalah sumber protein, energi dan mineral yangberguna untuk memenuhi gizi.
II. SYARAT PERTUMBUHAN
2.1. Iklim
a) Suhu idealnya antara 20-30 derajat C.
b) Tempat terbuka (mendapat sinar matahari penuh).
c) Iklimnya kering, curah hujan antara 600-1.500 mm/tahun.
2.2. Media Tanam
a) Hampir semua jenis tanah cocok untuk budidaya kacang panjang, tetapi yangpaling baik adalah tanah Latosol/lempung berpasir, subur, gembur, banyakmengandung bahan organik dan drainasenya baik.
b) Tanah kemasaman (pH) sekitar 5,5-6,5. Bila pH terlalu basa (diatas pH 6,5)menyebabkan pecahnya nodula-nodula akar.
2.3. Ketinggian Tempat
Tanaman ini tumbuh dan berproduksi dengan baik di dataran rendah dan datarantinggi ± 1500 m dpl, tetapi yang paling baik di dataran rendah. Penanaman didataran tinggi, umur panen relatif lama dari waktu tanam, tingkat produksimaupun produktivitasnya lebih rendah bila dibanding dengan dataran rendah.Ketinggian optimum adalah kurang dari 800 m dpl.
III. PEDOMAN TEKNIK BUDIDAYA
3.1. Pembibitan
3.1.1. Persyaratan Bibit
Bibit kacang panjang yang baik dan bermutu adalah sebagai berikut: Penampilanbernas/kusam, daya kecambah tinggi di atas 85%, tidak rusak/cacat, tidakmengandung wabah hama dan penyakit. Keperluan benih untuk 1 hektar antara 15-20kg.
3.1.2. Penyiapan Bibit
Benih tidak usah disemaikan secara khusus, tetapi benih langsung tanam padalubang tanam yang sudah disiapkan.
3.2. Pengolahan Media Tanam
3.2.1. Pembentukan Bedengan
Lahan dibersihkan dari rumput-rumput liar, dicangkul/dibajak sedalam 30 cmhingga tanah menjadi gembur. Buat parit keliling, biarkan tanah dikeringkanselama 15-30 hari. Setelah 30 hari buatlah bedengan dengan ukuran lebar 60-80cm, jarak antara bedengan 30 cm, tinggi 30 cm, panjang tergantung lahan. Untuksistem guludan lebar dasar 30-40 cm dan lebar atas 30-50 cm, tinggi 30 cm danjarak antara guludan 30-40 cm.
3.2.2. Pengapuran
Pengapuran dilakukan jika pH tanah lebih rendah dari 5,5 dengan dosis tergantungkemasaman tanah. Berikan kapur pertanian dalam bentuk kalsit, dolomit, atauzeagro sebanyak 1-2 ton/ha tergantung dari pH awal dan jumlah Alumunium. Kapurdicampur secara merata dengan tanah pada kedalaman 30 cm.
3.2.3. Pemupukan
Pada saat pembentukan bedengan atau guludan tambahkan 10-20 ton/ha pupukkandang/pupuk organik Super TW Plus, dengan dosis 4-5 ton/ha dicampur meratadengan tanah sambil dibalikkan
3.3. Teknik Penanaman
3.3.1. Penentuan Pola Tanam
Jarak lubang tanam untuk tipe merambat adalah 20 x 50 cm, 40 x 60 cm, 30 x 40cm. Dan jarak tanam tipe tegak adalah 20 x 40 cm dan 30 x 60 cm. Waktu tanamyang baik adalah awal musim kemarau/awal musim penghujan, tetapi dapat sajasepanjang musim asal air tanahnya memadai.
3.3.2. Cara Penanaman
Benih dimasukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 2 biji, tutup dengan tanahtipis/dengan abu dapur.
3.4. Pemeliharaan Tanaman
3.4.1. Penyulaman
Benih kacang panjang akan tumbuh 3-5 hari kemudian. Benih yang tidak tumbuhsegera disulam.
3.4.2. Penyiangan
Penyiangan dilakukan pada waktu tanaman berumur 2-3 minggu setelah tanam,tergantung pertumbuhan rumput di kebun. Penyiangan dengan cara mencabut rumputliar/membersihkan dengan alat kored.
3.4.3. Pemangkasan/Perempalan
Kacang panjang yang terlalu rimbun perlu diadakan pemangkasan daun maupun ujungbatang. Tanaman yang terlalu rimbun dapat menghambat pertumbuhan bunga.
3.4.4. Pemupukan
Pupuk Dasar
Kacang panjang tipe merambat: Urea 150 kg + TSP 100 kg + 100 kg/ha.
Kacang panjang tipe tegak: Urea 22,5 kg + TSP 45 kg + KCl 45 kg/ha.
Kacang hibrida: 85 kg Urea + 310-420 kg TSP + 210 kg KCl/ha.
Pupuk diberikan di dalam lubang pupuk yang terletak di kiri-kanan lubang tanam.Jumlah pupuk yang diberikan untuk satu tanaman tergantung dari jarak tanam.
Pupuk Susulan
Pupuk susulan tanaman kacang panjang tipe merambat, diberikan 4 minggu setelahtanam, pupuk berupa urea 150 kg/ha. Sedangkan pupuk susulan untuk kacangpanjang tipe tegak diberikan 4 minggu setelah tanam, pupuk berupa urea 85kg/ha.
3.4.5. Pengairan
Pada fase awal pertumbuhan benih hingga tanaman muda, penyiraman dilakukanrutin tiap hari. Pengairan berikutnya tergantung musim.
3.5. Hama dan Penyakit
3.5.1. Hama
Lalat kacang (Ophiomya phaseoli Tryon)
Gejala: terdapat bintik-bintik putih sekitar tulang daun, pertumbuhan tanamanyang terserang terhambat dan daun berwarna kekuningan, pangkal batang terjadiperakaran sekunder dan membengkak. Pengendalian: dengan cara pergiliran tanamanyang bukan dari famili kacang-kacangan dan penyemprotan dengan insektisidaOrthene 75 SP 1 cc/liter.
Kutu daun (Aphis cracivora Koch)
Gejala: pertumbuhan terlambat karena hama mengisap cairan sel tanaman danpenurunan hasil panen. Kutu bergerombol di pucuk tanaman dan berperan sebagaivektor virus. Pengendalian: dengan rotasi tanaman dengan tanaman bukan familikacang-kacangan dan penyemprotan insektisida Furadan 3G dan Carbofuran 80kg/ha.
Ulat grayak (Spodoptera litura F.)
Gejala: daun berlubang dengan ukuran tidak pasti, serangan berat di musimkemarau, juga menyerang polong. Pengendalian: dengan peraikan kultur teknis,rotasi tanaman, penanaman serempak, perangkap hama kimiawi dan insektisidaSuoracide 0,1-0,2%.
Penggerek biji (Callosobruchus maculatus L)
Gejala: biji dirusak berlubang-lubang, hancur sampai 90%. Pengendalian: denganmembersihkan dan memusnahkan sisa-sisa tanaman tempat persembunyian hama. Benihkacang panjang diberi perlakuan minyak jagung 10 cc/kg biji.
Ulat bunga ( Maruca testualis)
Gejala: larva menyerang bunga yang sedang membuka, kemudian memakan polong.Pengendalian: dengan rotasi tanaman dan menjaga kebersihan kebun dari sisa-sisatanaman. Disemprot dengan insektisida yang efektif seperti Sevin padakosentrasi 0,1%-0,2%.
3.5.2. Penyakit
Antraknose
Penyebab: jamur Colletotricum lindemuthianum. Gejala: serangan dapat diamatipada bibit yang baru berkecamabah, semacam kanker berwarna coklat pada bagianbatang dan keping biji. Pengendalian: dengan rotasi tanaman, perlakuan benihsebelum ditanam dengan fungisida Dithane M-45 dan Cupravit OB 21 0,1-0,2% danmembuang rumput-rumput dari sekitar tanaman.
Penyakit mozaik
Penyebab: virus Cowpea Aphid Borne Virus/CAMV. Gejala: pada daun-daun mudaterdapat gambaran mosaik yang warnanya tidak beraturan. Penyakit ditularkanoleh vektor kutu daun. Pengendalian: dengan menggunakan benih yang sehat danbebas virus, disemprot dengan insektisida yang efektif untuk kutu daun dantanaman yang terserang dicabut dan dibakar.
Penyakit sapu
Penyebab: virus Cowpea Witches-broom Virus/Cowpea Stunt Virus. Gejala:pertumbuhan tanaman terhambat, ruas-ruas (buku-buku) batang sangat pendek,tunas ketiak memendek dan membentuk “sapu”. Penyakit ditularkan kutudaun. Pengendalian: sama dengan pengendalian penyakit mosaik.
Layu bakteri
Penyebab: bakteri Pseudomonas solanacearum E.F. Smith. Gejala: tanaman mendadaklayu dan serangan berat menyeabkan tanaman mati. Pengendalian: dengan rotasitanaman, perbaikan drainase dan mencabut tanaman yang mati.
3.6. Panen
3.6.1. Ciri dan Umur Panen
Panen kacang panjang dibedakan dua macam, yaitu panen polong muda dan polongtua atau biji-bijinya.
Panen polong muda
Dilakukan pada jenis kacang panjang lanjaran (tipe merambat) dan kacang busitao(tipe tegak). Ciri-ciri polong yang siap dipanen adalah ukuran polong telahmaksimal, mudah dipatahkan dan biji-bijinya di dalam polong tidak menonjolWaktu panen yang paling baik pada pagi/sore hari. Umur tanaman siap panen 3,5-4bulan
Panen polong tua
Dilakukan pada jenis kacang panjang tipe tegak seperti kacang tunggak dankacang uci dan busitao. Ciri-ciri kacang tunggak yang siap panen adalahpolong-polongnya telah cukup tua, biji-biji menonjol dan kulit luar berwarnahijau kekuningan. Umur panen 3-3,5 bulan dan waktu panen pada pagi/sore hari.
3.6.2 Cara Panen
Cara panen pada tanaman kacang panjang tipe merambat dengan memotong tangkaibuah dengan pisau tajam. Sedangkan untuk kacang pancang tipe tegak dengan caramencabut/memotong pangkal batang tanaman setinggi 10-15 cm dari permukaantanah.
3.6.3. Perkiraan Produksi
Produksi polong muda per satuan luas dapat mencapai minimal 2,0 ton/ha,tergantung varietasnya. Pada varietas KP-I dapat mencapai 6,2 ton/ha dan KP-2sebesar 2,1 ton/ha. Dan produksi kacang panjang tipe tegak berkisar antara2,0-5,0 ton biji kering.
3.7. Pascapanen
3.7.1. Pengumpulan
Selepas panen, polong kacang panjang dikumpulkan di tempat penampungan, laludicuci dan ditiriskan. Untuk polong tua setelah dikumpulkan, lalu polongdikeringkan dengan cara dijemur sampai kadar air 12-14%.
3.7.2. Penyortiran
Memisahkan polong muda yang baik dengan yang rusak. Untuk sasaran pasar ekspor,kriteria mutu polong muda yaitu ukuran polong minimal 20 cm, tingkat ketuaanpolong tergolong muda, penampakan biji tidak menonjol dan warna hijau dansegar. Sedangkan untuk polong tua yang sudah kering dipisahkan dari kulitpolong, dan biji dikeringkan sampai 12%-14% kadar airnya.
3.7.3. Penyimpanan
Untuk mempertahankan kesegaran polong, penyimpanan sementara sebelum dipasarkansebaiknya di tempat teduh. Penggunaan remukan es/lemari pendingin, sedangkanpolong tua disimpan di dalam kaleng dan diletakkan di tempat yang kering dansirkulasi udara baik.
3.7.4. Pengemasan dan Pengangkutan
Polong kacang panjang diikat dengan bobot maksimal 1 kg. Ikatan dikemas dalamkarung goni yang berventilasi/dikemas dalam kantong plastik polytelyne. Alatangkut yang digunakan dapat dengan cara dipikul, menggunakan jasakendaraan/alat transportasi lainnya. Untuk polong tua dikemas dalam kaleng yangditutup rapat. Sebelum dimasukkan ke dalam wadah sebaiknya dicampur dulu denganminyak jagung supaya terhindar dari hama penggerek biji.
Penanganan dalam pengemasan kacang panjang dalam bentuk polong tua adalahsebagai berikut:
a) Campurkan biji kacang dengan minyak jagung (10 cc/kg biji).
b) Biji kacang ditempatkan dalam wadah bersih dan ditutup rapat.
c) Biji kacang disimpan di ruangan yang kering dan bersih.
IV. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN
4.1. Analisis Usaha Budidaya
Biaya produksi 1 ha kacang panjang adalah Rp. 5.336.500. Dengan hasil panen8.000 kg dan harga jual Rp. 1.000, maka keuntungan dari satu musim tanam adalahRp. 2.663.500. Berikut ini dicantumkan perkiraan analisis budidaya kacangpanjang tipe menjalar seluas 1 ha selama 1 musim tanam (4 bulan) di daerahBandung, Jawa Barat tahun 1999.
Biaya produksi
Sewa lahan 1 hektar (4 bulan)
Benih: 10 kg
Pupuk
– Pupuk kandang: 10 ton @ Rp. 150.000,-
– Urea: 300 kg @ Rp. 1.100,-
– SP-36: 100 kg @ Rp. 1.900,-
– KCl: 100 kg @ Rp. 1.650,-
Pestisida
Penanaman dan pemeliharaan
– Pemupukan dan penanaman: 5 HKP + 10 HKW
– Turus: 10.000 batang @ Rp. 50
– Pemnyiangan, turus dan semprot 5 HKP+35 HKW
Panen dan pasca panen 5 HKP + 25 HKW
Biaya tidak terduga
Jumlah biaya produksi
Pendapatan : 6.000 kg @ Rp. 2.000,-
Keuntungan
4.2. Gambran Peluang Agribisnis
Kacang panjang di Indonesia merupakan mata dagangan sehari-hari. Pendayagunaankacang panjang sangat beragam, yakni dihidangkan untuk berbagai masakan mulaidari bentuk mentah sampai masak. Prospek ekonomi dan sosial kacang panjang sangatcerah, sehingga budidaya kacang panjang cukup menjanjikan.
Dalam tahun-tahun terakhir banyak permintaan baik dalam maupun luar negeri,dimana permintaan tersebut belum terpenuhi. Kacang panjang juga dipromosikansebagai sumber protein dan mineral. Dengan demikian sayuran ini menarikperhatian konsumen yang mengerti arti nilai gizi dan kualitas makanan.
V. STANDAR PRODUKSI
5.1. Ruang Lingkup
Standar ini meliputi syarat mutu, cara pengujian mutu, cara pengambilan contohdan cara pengemasan kacang panjang.
5.2. Diskripsi
5.3. Klasifikasi dan Standar Mutu
5.4. Pengambilan Contoh
Contoh diambil secara acak dari sejumlah kemasan, setiap kemasan diambilsebanyak 3 kg dari bagian atas, tengah dan bawah. Contoh tersebut diacakbertingkat sampai diperoleh contoh paling sedikit 3 kg untuk di analisis.Jumlah Kemasan yang diambil dalam pengambilan contoh dalam lot adalah:
a) Jumlah kemasan 1 sampai 100, contoh yang diambil=5.
b) Jumlah kemasan 101 sampai 300, contoh yang diambil=7.
c) Jumlah kemasan 301 sampai 500, contoh yang diambil=9.
d) Jumlah kemasan 501 sampai 1000, contoh yang diambil=10.
e) Jumlah kemasan lebih dari 1000, contoh yang diambil=minimum 15.
5.5. Pengemasan
Polong kacang panjang diikat dengan bobot maksimal 1 kg. Ikatan dikemas dalamkarung goni yang berventilasi/dikemas dalam kantong plastik polytelyne. Untukpolong tua dikemas dalam kaleng yang ditutup rapat. Sebelum dimasukkan ke dalamwadah sebaiknya dicampur dulu dengan minyak jagung supaya terhindar dari hamapenggerek biji.
Pemberian merek dibagian luar keranjang dengan memberi label dengan tulisansebagai berikut:
a) Nama barang.
b) Jenis mutu.
c) Nama/Kode perusahaan/eksportir.
d) Produksi Indonesia.
e) Negara/tempat tujuan.
VI. REFERENSI
6.1. Daftar Pustaka
a) Rahmat Rukmana, Ir. 1995. Bertanam Kacang Panjang. Penerbit Kanisius.Yogyakarta.
b) Trubus No. 183. 1995.
BERCOCOKTANAM TOMAT
“Tomat” lebih memuaskan hasilnya apabila ditanam di daerah yang kering dan sejuk pegunungan.
PERSEMAIAN BIBIT “TOMAT”.
Apabila akan menanam biji-biji “tomat”, diperiksa dulu barangkali ada kotoran-kotoran atau biji-biji yang keriput. Biji-biji “tomat” dijemur di sinar matahari sebentar di atas secarik kertas.
Sementara menjemur, disiapkan persemaiannya, berupa tanah bersih yang sudah diayak dan dicampur dengan pasir bersih pula (separuh separuh) dalam peti bekas atau kotak. Biji-biji “tomat” yang sudah kering, kemudian disebar rata, dan ditutup dengan tanah yang dilewatkan melalui ayakan pula di atasnya. Tidak perlu tebal-tebal asal tertutup saja. Setelah itu, jangan lupa menekan seluruh permukaan tanah dengan botol bir sup
aya biji-biji“tomat” tadi benar-benar menempel pada gumpalan tanah dan bukannya melayang di sela-selanya. Tapi botol itu jangan digelindingkan seperti sepur tumbuk. Tekanlah biasa saja, supaya tidak ada biji-biji yang menempel pada botol dan ikut menggelinding ke tetangganya.
Supaya dapat menyiram persemaian ini dengan aman, sebaiknya menggunakan penyemprot obat nyamuk saja, yang sudah diisi dengan air bersih jadi tidak mengaduk-aduk tanah. Dan untuk melindungi biji-biji “tomat” terhadap serangan semut, tutuplah seluruhnya dengan kertas koran, sampai saat mereka berkecambah, namun jangan smpai terlambat membuka tutupnya, supaya tidak sampai kena cendawan. Apabila kecambah-kecambah itu sudah berdaun, pilihlah yang bagus-bagus saja untuk dipindah ke dalam pot-pot kecil (satu pot satu tanaman) yang kemudian diletakkan di tempat yang teduh, supaya dapat menghela napas sebentar, setelah kaget direnggut dari tempatnya semula tadi. Baru keesokan harinya, pot-pot itu diletakkan di luar di atas bedengan-bedengan yang tinggi, untuk menikmati sinar matahari pagi. Namun semuanya harus dilindungi juga dengan atap rumbia, supaya tidak terlalu kepanasan, dan supaya tanah dalam pot itu sendiri tidak kering. Benamkanlah pot-pot it
u dalam tanah bedengan sampai sedalam lehernya. Kemudian disiram tiap pagi.
PEMINDAHAN TANAMAN KE TEMPAT PENANAMAN.
Setelah tiga minggu berada dalam pot-pot yang ditanam tadi, pilihlah sekali lagi individu-individu yang bagus-bagus saja, kemudian dipindah ke tempat penanaman yang tetap, yaitu bedengan-bedengan yang sudah digemburkan tanahnya sedalam 60 cm dan dipupuk dengan pupuk kandang kering yang sudah dingin sebanyak 1/4 blek minyak tanah per M2.
Jangan menggunakan pupuk kandang basah, karena dapat menularkan penyakit-penyakit (cendawan).
Jarak tanamnya harus 50 X 60 – 75 cm. Namun apabila halamannya terbatas boleh juga menanam jarak antara batang“tomat” yang satu dengan yanglain tetap harus 50 cm.
Untuk menjaga supaya waktu dipindahkan tidak rusak, ketok-ketoklah pot itu dulu sambil memutar-mutar, sehingga gumpalan tanah yang meliputi akar-akar terlepas dari dinding pot. Kemudian sambil menahan tanah di sekitar batang “tomat” dengan tangan sendiri (jangan menyentuh barang itu). Jungkir balik-kanlah pot itu dan ketroklah pantatnya dengan tangan kanan. Hal ini supaya mudah untuk mengeluarkan tanaman berikut gumpalan tanah yang meliputi akar-akarnya tadi.
PEMELIHARAAN TANAMAN “TOMAT”.
Supaya mendapat hasil yang memuaskan, tanaman “tomat” tumbuhnya harus teratur. Tanaman “tomat” harus dirambatkan ke tambang kambing yang panjang dikaitkan kepada para-para setinggi paling sedikit 1 1/2 M. Ujung tambang yang berada di bawah diikatkan pada sebatang kayu pendek yang ditancapkan dalam tanah, di dekat batang “tomat
“.
Batang yang dirambatkan ke atas ini harus bebas dari cabang-cabang, begitu ada cabang terbentuk, harus segera dipotong, kecuali cabang yang paling atas. Cabang-cabang bawah yang dipotong ini akan mencoba menumbuhkan cabang-cabang baru lagi nantinya, di ketiak-ketiak daun. Namun semuanya harus dipotong lagi, kelak…. dengan hanya meninggalkan sisa sepanjang beberapa cm saja, yang masih mengandung satu helai daun.
Setelah batang itu sendiri setinggi 1 – 1 1/4 meter, potonglah pucuknya, yaitu diatas dompolan bunga yang ke lima atau ke enam (dihitung dari bawah). Pertumbuhannya lantas diteruskan oleh cabang yang paling atas tadi. Dengan begitu kita hanya akan mendapat lima sampai enam dompolan buah saja per batang, namun buah-buahnya akan tumbuh leluasa besarnya. Untuk mendapat jumlah“tomat” yang banyak, perbanyak saja jumlah batang-batang yang ditanam. Hal ini supaya ruangan di sekitar batang itu akan bebas leluasa menerima sinar matahari dan hawa segar secukupnya, sedang buah-buah “tomat” tidak akan ada yang kotor kena tanah.
Tugas berikutnya adalah memotongi semua pencoleng kuncup yang timbul di ketiak-ketiak daun. Begitu pada kuncup yang mau tumbuh, ambil saja dengan ibu jari dan jari telunjuk. Dengan demikian dapat diharapkan bahwa semua sari-sari makanan dan hasil asimilasi daun “tomat” akan digunakan juga dengan cukup, untuk membesarkan buah-buahnya.
Namun apabila sudah tumbuh sebesar kelereng, buah-buah inipun harus ditertibkan. Dalam satu kelompok dompolan hanya boleh ada paling banyak lima buah saja. Apabila dibiarkan lebih dari itu, tumbuhnya akan berdesak-desakan, sehingga nanti buahnya tidak sama rata besarnya. Lebih baik, dipilih saja, yang bagus-bagus dibiarkan, dan yang kerdil jelek dipetik secepatnya.
Pada saat menunggu buah “tomat” masak, “tomat-tomat” tadi tidak boleh kena hujan….. Lindungilah “toma
t” anda dengan atap rumbia yang diletakkan miring di atas para-para tempat mengikatkan tambang rambatan tadi. Air hujan yang menempel pada buah-buah “tomat” , apabila tidak segera dibersihkan….. dapat mengakibatkan buah “tomat”tersebut tidak dapat licin halus. Atap pelindung harus diambil kembali dan disimpan baik-baik. Apabila cuaca sudah bagus lagi, untuk dipergunakan menutup lagi apabila matahari panas terik udaranya, setelah pukul 10.00 pagi.
Untuk memperoleh bibit sendiri yang bagus nantinya, tandailah pohon-pohon yang paling bagus menghasilkan buah, besar-besar rata-rata, manis-manis. Buah-buah yang bagus-bagus tadi disisihkan dan jangan dimakan, tapi diambil biji-bijinya, yang setelah dikeringkan disimpan dalam botol-botol bersih yang tertutup rapi. Tiap kali menanam (dan panen), sebaiknya meneliti….. Batang-batang “tomat” yang mana yang paling bagus untuk diambil bibitnya. Dengan demikian anda menyeleksi sendiri sehingga apabila akan menanam lagi sudah memiliki bibit unggul sendiri.
Apabila buah-buah sudah besar, maka daun-daun paling ujung pada tiap-tiap cabang yang dibiarkan pendek tempo hari, harus dipotong juga, bersama-sama dengan semua kuncup yang muncul pada pangkal tangkai dapat didorong lebih cepat lagi masaknya, sehingga cepat pula berubah warna dari hijau ke jingga.
Disamping hal-hal tadi, jangan lupa pula menggemburkan tanah dan menyiangi rumput-rumputan yang tumbuh. “Tomat-tomat” peka sekali terhadap gangguan rumput. Apabila tanah bersih, gembur dan subur, maka dalam waktu tiga bulan saja, sudah dapat memungut hasil yang besar-besar memuaskan.
WAKTU MEMANEN BUAH “TOMAT”.
Apabila memetik buah, jangan menunggu sampai berwarna merah
betul-betul, sebab buah yang dipetik sesudah merah semuanya akan meledak kalau disimpan lebih lanjut. Sebaliknya kalau memetik sudah berwarna kuning jingga sebagian saja kalau disimpan akan masak sendiri, walaupun di luar batang. Namun jangan sampai memetik buah “tomat” yang masih hijau, karena tidak mungkin bisa masak, tapi malah akan busuk.
Apabila anda memetik buah “tomat”tepat pada waktunya, dan tidak terburu-buru atau terlalu lama menunggu sampai merah rata, maka tanaman itu lantas dapat berbuah lagi yang masih terbelakang tumbuhnya. Lumayan untuk menambah produksi……
Selamat mencoba bercocok tanam“tomat”……
Semoga anda sukses…….
CARA BUDIDAYA TERONG
Terung (Solanum melongena) merupakan tanaman setahun berjenis perdu yang dapat tumbuh hingga mencapai tinggi 60-90 cm. Daun tanaman ini lebar dan berbentuk telinga. Bunganya berwarna ungu dan merupakan bunga yang sempurna, biasanya terpisah dan terbentuk dalam tandan bunga.
Buah terung sudah sangat dikenal masyarakat dan banyak digunakan sebagai lalap (sayuran segar) atau disayur. Hal ini disebabkan oleh rasa buah terung yang enak dan banyak mengandung vitamin.
Terung sangat mudah dibiakkan karena ia dapat hidup di daerah dataran rendah hingga dataran tinggi sekitar 1.200 m dpl. Namun demikian, tanah itu harus memiliki cukup banyak kandungan bahan organik dan berdrainase baik. Selain itu, pH tanah harus berkisar antara 5-6 agar pertumbuhannya optimal.
BENIH DAN PERSEMAIAN Benih terung sebaiknya disemaikan dulu sebelum ditanam pada lahan yang tetap. Pembuatan bedengan dan cara penyemaian terung tidaklah berbeda seperti perlakuan pada tomat. Hanya saja kebutuhan benih terung berbeda dengan benih tomat. Untuk lahan seluas 1 ha, diperlukan 500 g benih terung dengan daya kecambah 75070. Bibit terung berada di persemaian hingga berumur kurang lebih 1,5 bulan atau kira-kira telah berdaun empat helai. Setelah itu bibit terung sudah siap untuk dipindahkan di lahan penanaman.
Setelah tanam, penyiraman dilakukan kembali setiap 3 hari sekali hingga saat berbunga. Ketika masa berbunga, penyiraman dilakukan 2 hari sekali. Namun, apabila penanaman dilakukan pada daerah kering, maka penyiraman dapat dilakukan lebih sering agar tanaman tidak layu kekeringan. Pemupukan pada terung dilakukan tiga kali, yaitu sebagai pupuk dasar, susulan I, dan susulan II. Pupuk dasar diberikan saat tanah mulai diolah, pupuk susulan I diberikan 7 -14 hari sesudah tanam, dan pupuk susulan II diberikan saat tanaman mulai berbunga. Dosis pemupukan bervariasi untuk setiap jenis terung dan jenis tanahnya, lihat pada Tabel berikut.
Macam-Macam Jamur dan Manfaatnya
- Jamur Tiram
- Jamur Kuping
- Jamur Shitake
- Jamur Maitake
- Jamur Merang
- Jamur Champignon/Jamur Kancing








