TEKNIS BUDIDAYA KANGKUNG

I. PENDAHULUAN.
Kangkung tergolongsayur yang sangat populer, karena banyak peminatnya. Kangkung disebut jugaSwamp cabbage, Water convovulus, Water spinach. Berasal dari India yangkemudian menyebar ke Malaysia, Burma, Indonesia, China Selatan Australia danbagian negara Afrika. Sentra Penanaman Kangkung banyak ditanam di Pulau Jawakhususnya di Jawa Barat, juga di Irian Jaya, Aceh Besar dsb.Tanaman kangkungdarat banyak ditanam penduduk untuk konsumsi keluarga maupun untuk dijual kepasar.
II. SYARAT PERTUMBUHAN
2.1. Iklim
Tanaman ini dapattumbuh dengan baik sepanjang tahun. Kangkung darat dapat tumbuh pada daerahyang beriklim panas dan beriklim dingin Jumlah curah hujan yang baik untukpertumbuhan tanaman ini berkisar antara 500-5000 mm/tahun. Pada musim hujantanaman kangkung pertumbuhannya sangat cepat dan subur, asalkan disekelilingnya tidak tumbuh rumput liar. Dengan demikian, kangkung pada umumnyakuat menghadapi rumput liar, sehingga kangkung dapat tumbuh di padang rumput,kebun/ladang yang agak rimbun.
Tanaman kangkungmembutuhkan lahan yang terbuka atau mendapat sinar matahari yang cukup. Ditempat yang terlindung (ternaungi) tanaman kangkung akan tumbuh memanjang(tinggi) tetapi kurus-kurus. Kangkung sangat kuat menghadapi panas terik dankemarau yang panjang. Apabila ditanam di tempat yang agak terlindung, makakualitas daun bagus dan lemas sehingga disukai konsumen. Suhu udara dipengaruhioleh ketinggian tempat, setiap naik 100 m tinggi tempat, maka temperatur udaraturun 1 derajat C. Apabila kangkung ditanam di tempat yang terlalu panas, makabatang dan daunnya menjadi agak keras, sehingga tidak disukai konsumen.
2.2. Media Tanam
Kangkung daratmenghendaki tanah yang subur, gembur banyak mengandung bahan organik dan tidakdipengaruhi keasaman tanah. Tanaman kangkung darat tidak menghendaki tanah yangtergenang, karena akar akan mudah membusuk. Sedangkan kangkung air membutuhkantanah yang selalu tergenang air. Tanaman kangkung membutuhkan tanah datar bagipertumbuhannya, sebab tanah yang memiliki kelerengan tinggi tidak dapatmempertahankan kandungan air secara baik.
2.3.Ketinggian Tempat
Kangkung dapat tumbuhdan berproduksi dengan baik di dataran rendah sampai dataran tinggi(pegunungan) ± 2000 meter dpl. Baik kangkung darat maupun kangkung air, keduavarietas tersebut dapat tumbuh di mana saja, baik di dataran rendah maupun didataran tinggi. Hasilnya akan tetap sama asal jangan dicampur aduk.
III. PEDOMAN TEKNISBUDIDAYA
3.1. Pembibitan
3.1.1. PersyaratanBibit Kangkung Darat
Dalam pemilihan bibitharus disesuaikan dengan lahan (air atau darat). Karena kalau kangkung daratditanam di lahan untuk kangkung air produksinya kurang baik, warna daunmenguning, bentuk kecil dan cepat membusuk. Bibit kangkung sebaiknya berasaldari kangkung muda, berukuran 20 -30 cm. Pemilihan bibit harus memperhatikanhal-hal seperti berikut, batang besar, tua, daun besar dan bagus. Penanamannyadengan cara stek batang, kemudian ditancapkan di tanah. Sedangkan biji untukbibit harus diambil dari tanaman tua dan dipilih yang kering serta berkualitasbaik.
3.1.2. Penyiapan Benih
Benih kangkung yangakan ditanam adalah stek muda, berukuran 20-30 cm, dengan jarak tanam 1,5 x 15cm.
Untuk benih dari bijikangkung diambil dari tanaman yang tua.
Benih yang diperlukanuntuk seluas 10 m2 atau 2 bedengan ± 300 gram, jika tiap lubang diisi 2-3 butirbiji.
3.1.3. TeknikPenyemaian Benih
Biji dengan ukurandiameter 3 mm, disebar dalam baris-baris berjarak 15 cm dengan jarak kira-kira5 cm antara masing-masing biji. Kultivar yang berbiji dapat tahan tanah lembabdan tumbuh baik dalam musim hujan.
3.1.4. PemeliharaanPembenihan/Penyemaian
Agar diperoleh hasilpanen yang baik, dalam pemeliharaan pembenihan kangkung diperlukan penyiramanteratur dan kerap pada cuaca kering.
3.2. Pengolahan MediaTanam
3.2.1. Persiapan
Kangkung airmembutuhkan tempat-tempat yang ada genangan air. Bertanam kangkung memerlukantanah yang diberi pupuk kompos, kemudian dibuatkan petak-petak/bedengan sepertitanaman sayuran lain. Tentang panjang bedengan, tergantung kondisi lahan.Kemudian siapkan tugal dan tancapkan di atas bedengan dengan jarak 20 x 20 cm.
3.2.2. Pembukaan Lahan
Tiga minggu sebelummelakukan penanaman kangkung, sebaiknya tanah diolah terlebih dahulu. Kemudiantanah dicampur dengan pupuk kompos atau pupuk kandang sebanyak 10 ton perhektar, diberi air dengan ketinggian 5 cm, dibiarkan tergenang air dan diberiurea 1 kuintal per hektar 3.2.3. Pembentukan Bedengan Pembentukan bedenganuntuk tanaman kangkung dapat dilakukan dengan ukuran lebar 0,8-1,2 m, panjang3-5 m, dalam ± 15-20 cm dan jarak antar bedeng 50 cm dengan membuat selokan.Ukuran tersebut dapat disesuaikan, tergantung keadaan lahan yang tersedia.Bedengan dibuat untuk kelancaran pemasukan dan pembuangan air yang berlebihserta untuk memudahkan pemeliharaan dan kegiatan lain. Ada pula yang membuatbedengan dengan ukuran panjang kali lebar: 2×1 m dengan kedalaman drainase30×30 cm.
3.2.4. Pemupukan
Pemupukan bagi tanamankangkung terdiri dari pupuk dasar yaitu pupuk kandang, yang diberikan seminggusebelum tanam (setelah selesai pembuatan bedengan). Selain itu juga diberikanpupuk urea, seminggu setelah tanam, kemudian 2 minggu setelah tanam. Pemberianpupuk urea dicampur dengan air kemudian disiram pada pangkal tanaman denganember penyiram. Pada waktu melakukan pemupukan, lahan dikeringkan terlebihdahulu selama 4 sampai 5 hari. Kemudian diairi kembali. Pupuk yang diperlukanadalah sebagai berikut: 10-20 ton/ha rabuk organik dan 100-250 kg/ha urea,diberikan selama 2 minggu pertama, dengan cara disiramkan.
3.2.5. Lain-lain
Agar tanaman kangkungdapat berproduksi secara memuaskan, perlu dilakukan pergiliran tanaman dengantanaman kacang tanah, kacang hijau, kacang buncis, kecipir atau ketimun.
3.3. Teknik Penanaman
3.3.1. Penentuan PolaTanam
Penentuan pola tanamdapat disesuaikan dengan luas lahan yang akan ditanami. Apabila bedengan dibuatdengan ukuran 2×1 m, maka bila jarak tanamnya ditentukan 20×20 cm, maka dalamsatu bedengan terdapat sebanyak 50 lubang atau 50 rumpun kangkung.
3.3.2. PembuatanLubang Tanam
Pembuatan lubang tanamdapat dilakukan dengan cara ditugal, yang berjarak 20×20 cm, sedalam ± 5 cm.Setiap bedengan dapat ditentukan jumlah lubangnya (tergantung ukuran bedengan).
3.3.3. Cara Penanaman
Penanaman kangkungdarat dilakukan pada sore hari yaitu jam 16.00 sampai 18.00. Hal ini bertujuanagar benih setelah ditanam tidak langsung mendapat udara kering sehingga benihcepat berkecambah.
3.4. PemeliharaanTanaman
3.4.1. Penjarangan danPenyulaman
Bila tanaman kangkungterlalu lebat/sangat berdesakan dalam satu rumpun maka diperlukan penjarangan.Apabila tanaman banyak yang mati, maka segera dilakukan penyulaman (digantidengan bibit yang baru yang telah disiapkan).
3.4.2. Penyiangan
Penyiangan dilakukanbila terdapat rumput liar (tanaman pengganggu). Penyiangan dilakukan setiap 2minggu.
3.4.3. Pembubunan
Pembumbunan dilakukanuntuk mendekatkan unsur hara bagi tanaman kangkung sehingga dapat mempermudahakar tanaman untuk mentransfernya. Pembumbunan dilakukan pada saat tanamanberumur 2 minggu.
3.4.4. Perempalan
Bagi tanaman kangkungsebagai penghasil daun dan batang, perempalan tidak dibutuhkan, sebabperempalan adalah penyortiran dan pengambilan tunas-tunas muda yang tidakberguna, yang akan menghambat pertumbuhan tanaman.
3.4.5. Pemupukan
Pemupukan dilakukandengan menggunakan pupuk urea. Pupuk urea diberikan hanya sekali dengan caradilarutkan dalam air lalu disiram pada tanaman kangkung. Perlu diperhatikanagar pada waktu menebar pupuk jangan sampai ada butir pupuk yang tersangkutatau menempel pada daun, sebab akan menyebabkan daun menjadi layu. Gunakan sapulidi setiap selesai menabur pupuk.
3.4.6. Pengairan danPenyiraman
Selama tidak adahujan, perlu dilakukan penyiraman. Penyiraman gunanya untuk mencegah tanamankangkung terhadap kekeringan. Penyiraman dilakukan dua kali sehari yaitu pagi(jam 07.00) dan sore (jam 17.00). Penyiraman dilakukan dengan gembor penyiram.Tanaman kangkung membutuhkan banyak air dalam pertumbuhannya.
3.4.7. WaktuPenyemprotan Pestisida
Tanaman kangkung daratyang terkena ulat berwarna putih yang berada pada helai daun sebelah bawahsehingga menyebabkan warna daun menjadi kuning. Untuk penanggulangannyadisemprotkan Baysudin dengan dosis 2 cc per liter air, yang disemprotkan sorehari. Untuk memberantas ulat daun yang sering menyerang tanaman kangkung,digunakan Insektisida Diazinon 60 EC, dengan dosis sebesar 2 cc per liter airdan disemprotkan pada tanaman. Serangga pemakan daun dikendalikan denganpenyemprotan strategis senyawa organofosfat jauh sebelum pemanenan.
3.4.8. PemeliharaanLain
Agar pertumbuhansubur, sebaiknya seminggu setelah atau sebelum panen, tanaman dipupuk ureakembali.
3.5. Panen
3.5.1. Ciri dan Umur
Panen Panen pertamasudah bisa dilakukan pada hari ke 12. Saat ini kangkung sudah tumbuh denganpanjang batang kira-kira 20-25 cm. Ada pula yang mulai memangkas sesudahberumur 1,5 bulan dari saat penanaman.
3.5.2. Cara Panen
Cara pemanenankangkung air hampir sama dengan kangkung darat. Cara memanen, pangkas batangnyadengan menyisakan sekitar 2-5 cm di atas permukaan tanah atau meninggalkan 2-3buku tua. Panen dilakukan pada sore hari. Panenan dilakukan dengan caramemotong kangkung yang siap panen dengan ciri batang besar dan berdaun lebar.Dengan menggunakan alat pemotong. Pemungutan hasil kangkung darat dapat puladilakukan dengan cara mencabutnya sampai akar, kemudian dicuci dalam air. Panenkangkung darat dilakukan pada umur 27 hari. Selama panen, lahan penanaman harustetap basah tapi tidak berair (lembab).
3.5.3. Periode Panen
Panen dilakukan 2-3minggu sekali. Setiap kali habis panen, biasanya akan terbentuk cabang-cabangbaru. Setelah 5 kali panen atau 10-11 kali panen maka produksi kangkung akan menurunbaik secara kuantitatif maupun kualitatif. Jika sudah terlihat berbunga,sisakan ± 2 m2 untuk dikembangkan terus menjadi biji yang kira-kira memakanwaktu 40 hari sampai dapat dikeringkan. 3.6.4. Prakiraan Produksi Pertanamankangkung secara komersial menghasilkan sekitar 15 ton/ha sepanjang beberapapanenan berturut-turut atau sekitar 160 kg/tahun/10 m2.
3.6. Pascapanen
3.6.1. Pengumpulan
Kangkung yang barudipanen dikumpulkan dan kemudian disatukan sebanyak 15-20 batang kangkung dalamsatu ikatan.
3.6.2 Penyimpanan
Dalam penyimpanan(sebelum dipasarkan), agar tidak cepat layu, kangkung yang telah diikatcelupkan dalam air tawar bersih dan tiriskan dengan menggunakan anjang-anjang.
Sumber : http://mukegile08.wordpress.com/2011/06/13/1560/

Mengenal Tanaman Kangkung

Diskripsi :Kangkung merupakan salah satu sayuran yang memiliki banyak manfaat. Selainsebagai sayur kangkung bisa dijadikan sebagai obat herbal. Kangkung ada yangtumbuh didarat dan ada juga yang tumbuh diair. Kangkung terkenal sebagaipenyebab kantuk. Tahukah ada apa itu kangkung? Tentunya tahu karena kangkungsudah sangat populer disekitar kita.Kangkung ini biasanya tumbuh 1000 m diataspermukaan laut.

Ciri-ciri tanamankangkung adalah sbb :
  • Tanaman ini merambatdilumpur
  • Tumbuh ditempat-tempatyang basah
  • Daunnya berwarna hijau
  • Bijinya berwarna hitam

Zat yang terkandungdalam kangkung adalah sbb :
  • Air, 91.2 g, Energi,28 kcal, Energi, 117 kj, Protein, 1.9 g, Total lemak, 0.4 g, Karbohidrat, 5.63g, Serat, 2 g.
  • Mineral : Kalsium, Ca,72 mg, Besi, Fe, 0.9 mg, Magnesium, Mg, 18 mg, Phospor, P, 28 mg, Potassium, K,228 mg, Sodium, Na, 23 mg, Seng, Zn, 0.24 mg, Tembaga, Cu, 0.156 mg, Mangan,Mn, 0.416 mg, Selenium, Se, 0.9 mcg.
  • Vitamin : Vitamin C,asam ascorbic, 41 mg,  Niacin, 0.5 mg, Asam Pantothenic, 0.049 mg, VitaminB-6, 0.138 mg, Folate, 13.3 mcg, Vitamin B-12, 0 mcg, Vitamin A, IU, 7400 IU,Vitamin A, RE, 740 mcg_RE, Vitamin E, 0.85 mg_ATE
  • Lemak : Asam lemakjenuh, saturated, 0.052 g . Asam lemak tak jenuh, monounsaturated, 0.03 g .Asam lemak tak jenuh, polyunsaturated, 0.193 g. Kolesterol


Berikut adalah beberapa khasiat tanaman kangkung :
Mengurangi haid :Bahan: 1/2kg daun kangkung segar. Pemakaian: Daun kangkung dicuci, tumbukhalus. Lalu, tuangkan air 1/2 gelas, berikutnya saring dan tuangkan 1 sendokmakan madu. Minum 1 kali sehari sekaligus.
Mimisan : Bahan:Seikat daun kangkung segar. Pemakaian: Daun kangkung dicuci, tumbuk halus.Tambahkan sedikit gula, seduh dengan segelas air panas. Setelah dingin, saring,minum 2 kali sehari.
Sakit kepala :Bahan: Seikat daun kangkung segar. Pemakaian : Daun segar direbus dengan 2gelas air hingga 1 gelas. Minum air hasil rebusan.
Ambeien : Bahan:Segenggam akar kangkung. Pemakaian: Akar kangkung dicuci, rebus dengan 3 gelasair hingga tersisa setengahnya. Setelah dingin, minum 2 x 1/2 gelas.
Insomnia : Bahan:Daun kangkung. Pemakaian: Sering-sering makan tumis kangkung tanpa batang.
Sakit gigi :Bahan: Segenggam akar kangkung, 1/2 sendok teh cuka. Pemakaian: Rebus akarkangkung dengan 1 gelas air. Gunakan air rebusannya sekaligus 1 kali sehari
Melancarkan air seni :Bahan: Segenggam akar kangkung. Pemakaian: Akar kangkung direbus dengan 2 gelasair hingga tersisa 1 gelas. Minum air rebusannya sekaligus 1 kali sehari.
Ketombe : Bahan:Seikat daun kangkung. Pemakaian: Rendam daun kangkung semalaman hingga airnyaberwarna kebiruan. Lalu, keramas dengan air rendaman. Lakukan setiap hari.
Sembelit, mual bagiibu hamil : Bahan: Seikat daun kangkung. Pemakaian: Makan tumisan sayurkangkung.
Gusi bengkak :Bahan: 200 gr akar kangkung. Pemakaian: Akar kangkung dicuci bersih, laludirebus dengan 200 cc air dan 200 cc cuka. Setelah hangat, air rebusandigunakan untuk kumur-kumur. Lakukan berulang-ulang.
Kapalan : Bahan:Getah kangkung. Pemakaian: Bagian yang menebal diolesi getah kangkung. Lakukansetiap hari.
Digigit : Bahan :Daun kangkung. Pemakaian: Daun kangkung dicuci bersih, tambahkan garamsecukupnya. Giling sampai halus, bubuhkan di tempat yang sakit, lalu dibalut.

Dikutip dari berbagaisumber

Budidaya Kangkung Darat

1. Pembibitan
Bibit tanaman kangkungdarat (Ipomoea reptana) berasal dari kangkung muda dengan karakteristik batangbesar, daun besar dan bagus ditanam dengan cara stek batang. Bibit harussesuai dengan lahan (air atau darat), kangkung darat tidak cocok ditanam diair.

2. Persiapan Lahan
Dua minggu sebelum penanaman,tanah diolah dan dicampur pupuk kandang atau pupuk kompos 10 ton/ha dan diberiurea 1 kuintal/ha. Dibuat bedengan dengan lebar 0,8-1,2 m, panjang 3-5 m, dalam15-20 cm dan jarak antar bedeng 50 cm (ukuran tergantung keadaan lahan yangtersedia)

3.  Transplanting
Untuk penanamantanaman kangkung darat dari benih, benih disebar dalam baris-baris berjarak15×5 cm. Jarak lubang tanam 20×20 cm, sedalam 5 cm. Untuk kangkung daratsebaiknya bibit ditanam pada sore hari.

4.  Pemeliharaan
  • Penyulaman. Penyulamandilakukan jika ada tanaman kangkung yang terkena serangan penyakit denganmengganti bibit yang umurnya sama. Penyulaman dilakukan satu minggu setelahtanam.
  • Penyiangan. Penyiangandilakukan 2 minggu sekali atau disesuaikan dengan adanya gulma.
  • PemupukanTambahan. Pupuk susulan yaitu 100-250 kg/ha urea dan 10-20 ton/ha selama 2 minggu pertama, dengan cara dicampur dengan air kemudian disiram padapangkal tanaman dengan emrat. Jika pemupukan dengan cara ditebar, jangan sampaibutir pupuk mengenai daun karena dapat menyebabkan daun layu. Agar pertumbuhansubur, sebaiknya seminggu setelah atau sesudah panen, tanaman dipupuk ureakembali.
  • Penyiraman. Tanaman kangkungdarat diperlukan penyiraman yang teratur yaitu dua kali sehari pada pagi dansore hari, terutama pada musim kemarau.
  • Pengendalian HPT.

  1. Penyakit jamur yanglazim menyerang tanaman kangkung adalah karat putih (Albugo Ipomoea panduratae)yang peka terhadap Dithane M-45 atau Benlate.
  2. Hama ulat putihditanggulangi dengan pemberian 2 cc/l air Baysudin.
  3. Ulat daunditanggulangi dengan pemberian 2 cc/l air Insektisida Diazinon 60 EC.
  4. Serangga pemakan daundikendalikan dengan penyemprotan senyawa organofosfat jauh sebelum pemanenan
  5. Ketika penyemprotanpestisida sebaiknya lahan dikeringkan selama 4-5 hari, kemudian diari kembali.


5.  Panen DanPasca panen
Panen. Panendilakukan sore hari, dengan ciri batang besar dan berdaun lebar. Panen pertamadapat dilakukan pada hari ke-12 dengan panjang batang kira-kira 20-25 cm atauketika berumur 27 hari. Cara memanen menggunakan alat pemotong, pangkasbatangnya dengan menyisakan sekitar 2-5 cm di atas permukaan tanah ataumeninggalkan 2-3 buku tua. Dapat pula dilakukan dengan cara mencabutnya sampaiakar. Selama panen, lahan harus tetap lembab. Panen dilakukan 2-3 minggusekali, setelah 5-11 kali panen produksi panen akan menurun baik secarakuantitatif maupun kualitatif. Secara komersial pertanaman kangkungmenghasilkan sekitar 15 ton/ha sepanjang beberapa panenan berturut-turut atausekitar 160 kg/tahun/10 m2.

Pasca Panen. Tanamankangkung hasil panen dikumpulkan sebanyak 15-20 batang dalam 1 ikatan. Dalampenyimpanan (sebelum dipasarkan), agar tidak cepat layu, kangkung yang telahdiikat dicelupkan dalam air tawar bersih dan tiriskan dengan menggunakananjang-anjang.

Teknik Budidaya Tanaman Lobak

  1. Pengolahan lahan.
    Lakukan pengolahan lahan dengan cara dicangkul atau ditraktor, seperti yang biasa dilakukan, hingga lahan siap tanam, dengan jarak tanam 10 cm x 20 cm. Dibuat alur dengan jarak 30 cm
  2. Pencegahan penyakit dan penanaman.
    Biji langsung ditanam tanpa disemai terlebih dahulu. Untuk meningkatkan kesehatan tanaman, pertumbuhan akar, dan untuk meningkatkan ketersediaan hara, aktifkan (1–2) bungkus inokulan ABG-BIO dalam (20–25) kg pupuk kandang + 2 kg dedak. Kemudian siram dengan air hingga lembab, simpan dalam bentuk gundukan dan tutup dengan karung bekas, biarkan selama (2–3) hari, lalu berikan bersamaan dengan pupuk dasar secara merata. Inokulan ABG-BIO dapat juga diaplikasikan dalam bentuk larutan, yaitu larutkan (1–2) bungkus ABG-BIO + 2,5 kg dedak + 5 kg ABG–Bios + 5 tutup ABG-D, dalam 100 liter air, aduk merata, dan setelah (2–4) jam, siramkan pada lahan, (1–3) hari sebelum penanaman. Biji ditanam pada lubang tanam sebanyak (2-3) biji/lubang tanam. Ditutup dengan tanah tipis-tipis, biji akan tumbuh 4 hari kemudian.
  3. Pemupukan.
    1. Pupuk dasar. Pupuk yang digunakan, untuk lahan seluas 1 ha, adalah campuran (2–5) ton pupuk kandang + (100-150) kg ABG-Bios + (20–25) kg campuran pupuk kandang, dedak dan ABG-BIO yang telah diaktifkan (seperti tersebut di atas) + 100 kg Urea + 25 kg SP-36 + 25 kg KCl. Pupuk diberikan dalam lubang tugal sekitar 5 cm dari tanaman pada (3–7) hari setelah tanam, diaduk secara merata, dan disebar merata pada bedengan/alur tanam.
    2. Pupuk susulan. Sebagai pupuk susulan gunakan campuran 100 kg Urea + 50 kg SP-36 + 100 kg KCl + (100–150) kg ABG-Bios, atau sekitar 6 gram/tanaman, diberikan pada (25-30) HST. Pupuk ditempatkan di sekeliling tanaman, dan selanjutnya dilakukan pembumbunan, sehingga membentuk guludan, yang berasal dari tanah di sepanjang barisan yang ditinggikan. Pemupukan dilakukan setelah penyiangan gulma.
    3. Pupuk ABG. Pemberian pupuk ABG-D, dengan konsentrasi (2-3) cc/liter, dilakukan pada 10 HST, 20 HST, dengan cara disemprotkan pada tanaman secara merata. Sedangkan ABG-B, dengan konsentrasi (2-3) cc/liter, diberikan pada 30 HST dan 40 HST. Untuk mencegah penyakit pada tanaman lobak, dilakukan pemberian ABG-BIO setiap 2 minggu. Caranya: Larutkan (1–2) bungkus ABG-BIO + 1 kg dedak + 2 kg ABG-Bios + (5–10) tutup ABG-B, dalam (50-100) liter air, aduk secara merata, dan biarkan selama (2-4) jam. Kemudian siramkan sebanyak (25–50) cc/tanaman pada perakaran tanaman.
  4. Pemeliharaan.
    Pemeliharaan meliputi penyiangan dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT).
    • Penyiangan (weeding) dilakukan (2–3) kali, dengan menyingkirkan gulma di sekitar daerah perakaran.
    • Pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) dapat dilakukan dengan menggunakan pestisida, sesuai dengan yang dianjurkan untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit.
  5. Panen.
    • Umur panen pada tanaman lobak adalah 60 HST.
    • Pemungutan buah jangan sampai terlambat, karena umbi akan menjadi kaku.

SELADA (Lactuca sativa L.)

Pendahuluan
Selada (Lactuca sativaL.) pada dasarnya termasuk ke dalam famili Compositae. Selada merupakantanaman semusim. Selada mempunyai ciri diantaranya bentuk bunganya mengumpuldalam tandan membentuk sebuah rangkaian. Selada biasanya disajikan sebagaisayuran penyegar. Adapun kandungan vitamin yang terdapat di dalam daun seladadiantaranya: vitamin A, Vitamin B, dan vitamin C yang sangat berguna untukkesehatan tubuh.
Jenis Selada
Tanaman Selada (Lactucasativa L.) yang terkenal terdiri dari tiga jenis, yaitu selada mentega,selada tutup, dan selada potong. Selada mentega atau selada telur (kropsla)berkrop bulat, tetapi keropos (lepas). Selada jenis ini rasanya lunak dan enak,oleh karena itu selada jenis ini paling digemari. Keunggulan selada jenismentega dibandingkan dengan jenis selada lainnya ialah selada ini tidak mudahrusak sehingga dapat dikirim ke tempat yang jauh. Sementara selada tutup(rangu) kropnya bulat, agak padat dan rasanya renyah. Sedangkan selada potong (cut-lettuce)kropnya lonjong atau bulat panjang, rasanya enak tetapi agak liat.
Selain jenis di atas,adapula tanaman yang menyerupai selada baik syarat tumbuh maupun car tnam. Akantetapi, rsnya agak pahit. Jenis selada yang dimaksud adalah Andewi (Cichoriumendevia L.). Daun andewi ada yang berbentuk keriting dan ad pula yang halusdan lebar, namun andwi yang lebih terkenal adalah andewi yang berdaun keriting.Jenis selada lainnya adlah selada air (Nasturtium officinale R.Br.), tetapiselada air ini termasuk ke dalam famili Cruciferae (Bressicaceae). Tumbuhnyamenjalar seperti tanaman kangkung dan bisa di tanam di rawa-rawa.
Teknik Menanam Selada
Tanaman selada dapattumbuh dengan baik, baik di dataran tinggi (pegunungan) maupun di dataranrendah. Adapun daerah yang merupakan sentra penghasil selada adalah Cipanas,Pangalengan, dan Lembang. Didaerah pegunungan, daunnya dapat membentuk kropyang besar. Sebaliknya di dataran rendah, tanaman ini hanya membentuk krop yangkecil tetapi cepat berbunga. Adapun persyaratan penting agar tanaman seladadapat tumbuh dengan baik ialah tanah harus mengandung pasir atau lumpur(subur), suhu udara 15 – 20o C, dan derajat keasaman tanah (pH) 5 – 6,5.
Waktu penanaman seladahyang paling baik adalah pada akhir musim hujan (Maret/April). Akan tetapiselada dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan cukup diberi air.
Sementarapada andewi tidak baik ditanam pada musim hujan karena tidak than terhadp hujan.
1.   Cara Tanam
Selada dikembangbiakan dengan bijinya. Dalam 1 ha lahan diperlukan600 – 800 biji selada. Menurut teori, satu ha diperlukan 300 g biji dengan dayakecambah 75%. Secara fisik biji-biji selada berukuran kecil, lonjong, pipih(gepeng), dan berbulu tajam.
Tanah yang akan dipakai untuk menanam selada, terlebih dahuluharus dicangkul sedalam 20 – 30 cm kemudian diberi pupuk kandang sebanyak 10ton per ha. Selain itu, lahan dibuat bedengan dengan lebar 1 meter danmemanjang dari arah timur ke barat. Setelah bedengan terbentuk, lalu buatalur-alur menggunakan garu. Arah pembuiatan alur lurus ke arah timur denganjarak antar alur 25 cm. Pembuatan alur tersebut tidak terlalu dalam karenaakar-akar selada mengumpul di lapisan tahan atas.
Biji-biji selada dapat ditanam langsung di kebun tanpa disemaikanterlebih dahulu. Apabila biji disemai, dijaga kelembaban tempat persemaiannyasehingga selada tumbuh cepat dan baik. Setelah berumur sebulan (kira-kiraberdaun 4 helai), bibit dapat dipindahkan ke kebun dengan jarak tanam 20 cm x25 cm atau 25 cm x 25 cm.
Biji selada yang ditanam langsung, ditaburkan merata sepanjangalur kemudian ditutup tanah tipis-tipis. Biji selada akan tumbuh 5 harikemudian. Setelah berumur kira-kira 1 bulan (kira-kira berdaun 3 – 5 helai),tanaman mulai diperjarang. Penjarangan dilakukan terhadap bibit kerdil hinggajarak antar tanam menjadi 20 – 25 cm.
Setelah berumur 2 minggu dari tanam, tanaman diberi pupuk ureasebanyak 100 kg tiap ha atau 1 g tiap tanam. Pupuk diletakan diantara barisantanaman.
Pemeliharaan Tanaman
Tanaman selada sering menghadapi ancaman serangan penyakit.Penyakit yang penting ialah penyakit busuk akar yang disebabkan oleh cendawan Rhizoctoniasolani Khun. Penyakit ini sering menyerang tanaman muda (waktu dipersemaian). Akan tetapi, penyakit ini dapat diatasi dengan semprotan larutanBenlate 0,2 – 0,5% pada tanahnya.
Selain penyakit, ada juga hama yang mengancam pertumbuhan tanaman.Hama yang perlu diberantas ialah kutu-kutu daun (Mysuspersicae Sulzer).Hama tersebut merupakan serangga vektor penyakit virus yang menimbulkankerugian dan kegagalan seluruh tanaman. Kutu-kutu daun ini dapat diberantasdengan semprotan Kalthane 0,2%.
Pemanenan
Tanaman selada dapat dipungut hasilnya setelah berumur 2 – 2,5bulan dari waktu tanam. Memungut hasilnya dengan cara mencabut tanaman besertaakarnya atau memotong bagian batang antara daun terbawah dengan bagian yang diatas tanah. Tanaman yang terawat dengan baik dan tidak terserang penyakit dapatmencapai hasil
15 ton krop tiap ha. Pemasaran produksi salada, seperti seladatelor dan selada potong setelah mencapai luar negeri walaupun masih terbatas.
Aplikasi MiG-6PLUS
Fase pengolahan lahan
Semprotkan larutan MiG-6PLUS (1 liter : max 200 literair) pada lahan yang telah di olah secara merata. Diamkan selama tiga hari,setelah itu bibit atau benih siap di taburkan. Pada fase ini dibutuhkan 2 literMiG-6PLUS/Ha. Pemberian pupuk hayati pada tanaman sayuran berumur pendek(sekitar 30 hari) seperti selada, petsai, kangkung, bayam, sawi dll, cukup padapra tanam saja.
Manfaat Selada
Jenisselada air dapat dimanfaatkan sebagai pakan tambahan peternakan ayam. Selainitu, daun selada dapat digunakan untuk lalab, gado-gado, dan salad. Akantetapi, selada tidak baik bagi penderita sakit perut. Berbeda dengan sayuranlainnya, salada tidak pernah dimasak karena

Budidaya Pare

Pare seing juga disebut dengan paria di beberapa daerah di Indonesia.Dalam artikel ini akan saya coba berikan bagaimana tehnis budidaya pare lengkap dengan analisa keuntugan bertanam pare tersebut.
Diatas adalah gambar buah pare
Dari segi pemasaran sayuran tanaman pare masih mempunyai peluang pasar yang cukup besar. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa pedagang di salah satu pasar di Jakarta Timur, untuk satu pasar saja dalam satu hari memerlukan kurang lebih 5 ton/hari. Belum lagi usahatani ini dapat menghasilkan uang dengan interval waktu mingguan (panen 1 minggu sekali). Hal ini yang mendorong usahatani pare masih mempunyai peluang bisnis untuk dikembangkan lebih lanjut.
Tanaman pare (paria) adalah tanaman herba berumur satu tahun atau lebih yang tumbuh menjalar dan merambat. Tanaman yang merupakan sayuran buah ini mempunyai daun yang berbentuk menjari dengan bunga yang berwarna kuning. Permukaan buahnya berbintil-bintil dan rasa buahnya pahit. Tanaman pare ini sangat mudah dibudidayakan dan tumbuhnya tidak tergantung pada musim.
Sebelum kita membahas cara menanam pare berikut ini adalah menfaat dari tanaman pare yang memiliki rasa buah pahit ini yang menimbulkan beberapa manfaat yang terdapat dalam buah pare ini. Manfaat buah pare bagi kesehatan manusia adalah :
a. Dapat merangsang nafsu makan
b. Dapat menyembuhkan penyakit kuning
c. Memperlancar pencernaan
d. dan sebagai obat malaria
Selain buah pare, ternyata daun pare juga mempunyai manfaat yang tidak kalah dengan buahnya. Manfaat tersebut antara lain:
a. Dapat menyembuhkan mencret pada bayi
b. Membersihkan darah bagi wanita yang baru melahirkan
c. Dapat menurunkan panas
d. Dapat mengeluarkan cacing kremi
e. Dapat menyembuhkan batuk
Dari hasil analisa beberapa ahli didapat bahwa pare memiliki kandungan gizi gizi tiap 100 gram daun dan buah pare seperti tersaji dalam tabel berikut ini :
Uraian
Buah Pare
Daun Pare 
Air
Kalori
Protein
Lemak
Karbohidrat
Kalsium
Zat Besi
 Fosfor
Vitamin A
Vitamin B
Vitamin C
Folasin
91,2 gram
29 gram
1,1 gram
1,1 gram
0,5 gram
45 mg
1,4 mg
64 mg
18 SI
0,08 mg
52 mg
 – 
80 gram
44 gram 
5,6 gram
0,4 gram
12 gram
264 mg
5 gram
666 mg
5,1 mg
0,05 mg
170 mg
88 mg
Jenis-jenis Tanaman  Pare
Beberapa jenis pare yang ada dan sering dibudidayakan antara lain :
Pare Gajih
Pare ini paling banyak dibudidayakan dan paling disukai. Pare ini biasa disebut pare putih atau pare mentega. Bentuk buahnya panjang dengan ukuran 30 – 50 cm diameter 3 – 7 cm, berat rata-rata antara 200-500 gram/ buah. Pare ini berasal dari India, Africa.
Pare Hijau
Pare hijau berbentuk lonjong, kecil dan berwarna hijau dengan bintil-bintil agak halus. Pare ini banyak sekali macamnya, diantaranya pare ayam, pare kodok, pare alas atau pare ginggae. Dari berbagai jenis tersebut paling banyak ditanam adalah pare ayam. Buah pare ayam mempunyai panjang 15 – 20 cm. Sedangkan pare ginggae buahnya kecil hanya sekitar 5 cm. Rasanya pahit dan daging buahnya tipis. Pare hijau ini mudah sekali pemeliharaannya, tanpa lanjaran atau para-para tanaman pare hijau ini dapat tumbuh dengan baik.
Pare Import
Jenis pare ini berasal dari Taiwan. Benih Pare ini merupakan hybrida yang final stock sehingga jika ditanam tidak dapat menghasilkan bibit baru. Jika dipaksakan juga akan menghasilkan produksi yang jelek dan menyimpang dari asalnya. Di Indonesia terdapat tiga varietas yang telah beredar yaitu Known-you green, Known-you no. 2, dan Moonshine. Perbedaan ketiga jenis pare import ini adalah mengenai permukaan kulit,
kecepatan tumbuh, kekuatan penampilan, bentuk buah, ukuran buah.
Berikut adalah contoh pare import : Green, Known-You, No. 2, Moon Shine
Setelah membahas menfaat dan jenis tanaman pare maka sekarang kita akan membahas bagaimana cara budidaya tanaman pare tersebut :
Syarat Tumbuh Pare

– Pare mempunyai daya adaptasi tumbuh yang cukup tinggi
– Dapat menyesuaikan diri terhadap iklim yang berlainan baik suhu dan curah hujan yang tinggi
– Dapat hijau sepanjang tahun dan tidak tergantung musim
– Membutuhkan drainase tanah yang cukup baik
– Memerlukan tanah yang gembur dan banyak mengandung bahan organik Memerlukan PH antara 5 – 6
– Ketinggian antara 1 meter hingga 1500 meter dpl.

Pengolahan Tanah
– Tanah yang akan ditanami pare diolah terlebih dahulu dengan membersihkan dari tanaman lain seperti rumput dan mencangkul tanah agar gembur, minimal 10 hari sebelum tanaman pare ditanam.
– Buat guludan dengan ukuran lebar 150 cm sampai dengan 250 cm, sedangkan panjangnya dapat mencapai 10 meter atau disesuaikan dengan kondisi lahan yang ada.
– Antara guludan satu dengan guludan yang lainnya dibuat parit dengan lebar 75 cm dan kedalaman 30 cm.
– Arah pembuatan guludan sebaiknya membujur dari utara ke selatan dengan maksud agar tanaman mendapat sinar matahari langsung dan penuh untuk proses fotosintesa.
– Buat lubang tanam dengan panjang 25 cm, lebar 25 cm dan dalam 25 cm (25x25x25) atau bisa juga dengan ukuran 50 x 50 x 50.
– Jarak antar lubang tanam 75 cm x 75 cm atau 100 cm x 100 cm.
Persipan dan Pemilihan Benih / bibit pare

Ada dua jenis benih yang dapat dipakai untuk penanaman pare. Jenis pertama adalah benih/ biji yang langsung ditanam dilapang dan yang kedua adalah benih yang telah melalui proses persemaian. Pemakaian kedua jenis ini tergantung pada musim dimana penanaman akan dilakukan. Kalau penanaman dilakukan pada musim penghujan lebih baik penanaman dilakukan dengan menggunakan benih/ biji langsung, karena daya tumbuh benih dilapang pada kondisi tersebut dapat baik. Sedangkan apabila penanaman dilakukan pada musim kemarau sebaiknya penanaman dilakukan dengan menggunakan benih yang telah disemai terlebih dahulu, karena akan terjamin daya tumbuh benih yang akan ditanam dilapang.
Benih sebaiknya ditanam berasal dari tanaman yang sehat, kuat dan mempunyai tingkat produktifitas yang tinggi. Untuk itu disarankan memakai benih yang telah berlabel yang telah direkomendasikan oleh Balai Pengendalian Mutu dan Sertifikasi Benih. Jumlah kebutuhan benih dilapang sebaiknya ditambah 10% dari kebutuhan normal.
Misalnya kebutuhan benih untuk 1 Ha dengan jarak tanam 1 x 1 meter lebar guludan 150 cm, panjang guludan 10 meter, maka kebutuhan benih yang direkomendasikan sebanyak 9735 biji. Jadi jumlah benih yang harus disediakan sebanyak 9735 + (10% x 9735) = 10.708 biji atau 2,141 Kg.
Penanaman Pare
Penanaman dapat dilakukan melalui dua cara. Cara pertama benih/ biji langsung ditanam dan cara kedua benih disemaikan terlebih dahulu ditempat terpisah sampai benih tersebut tumbuh beberapa helai daun, baru di pindah dilapang.
a. Cara langsung
Setelah lubang tanam dibuat dengan ukuran 25 x 25 x 25 cm dan telah diberikan pupuk kandang yang telah matang, masukkan benih/ biji pare kedalam lubang tanam tadi sedalam kurang lebih 3-4 cm, lalu tutup kembali dengan tanah.
Pada waktu bersamaan dimasukkannya benih/ biji pare kedalam tanah, masukan pula furadan kira-kira sejumput (temukan antara ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah) untuk mengambil furadan tersebut.
Pemberian furadan tersebut dimaksudkan untuk melindungi benih/ biji dari serangan nematoda dan cacing tanah serta hewan lainnya.
Penanaman telah disesuaikan dengan jarak tanam yang telah dibuat tadi pada saat pengolahan tanah yaitu 75 cm x 75 cm atau 1 m x 1 m dalam guludan.
Untuk menjamin benih/ biji tumbuh dengan baik, lakukan penyiraman disekitar tanaman. Penyiraman selanjutnya sangat tergantung pada kondisi cuaca. Apabila banyak terjadi curah hujan maka tanaman sebaiknya tidak perlu disiram. Apabila dalam keadaan kurang hujan atau bahkan sama sekali kering, tanaman harus disiram dua kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari.
b. Cara Tidak Langsung
Cara penanaman tidak langsung ini, benih/ biji disemai terlebih dahulu. Ada 2 cara persemaian, yaitu memakai kotak persemaian dan menggunakan tanah persemaian terpisah.
Persemaian dikotak
– Buat kotak persemaian yang terbuat dari papan dengan ukuran panjang 5 meter, lebar 2 meter dan tinggi 15 cm.
– Masukkan tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1. Aduk hingga rata.
– Tanam benih/ biji pare dengan ukuran 2 x 2 cm.
– Sebelum ditanam biji direndam dengan menggunakan atonik 2 cc/ liter selama 10-15 menit.
– Angkat benih pare yang telah tumbuh kira-kira yang telah berumur kurang lebih 10 hari kedalam polybag kecil atau wadah yang terbuat dari daun pisang.
– Setelah berumur 15 – 20 hari atau bibit pare mempunyai 3 helai daun baru pindahkan atau bibit siap untuk ditanam dilapang.
Persemaian di Lapang
– Buatkan bedengan dengan ukuran 1,5 meter x 4 meter dan cangkul tanah bedengan tersebut sedalam 30 cm.
– Campurkan tanah yang ada dalam bedengan tersebut dengan 40-50 Kg pupuk kandang dan ditambah 0,5 Kg Tsp lalu aduk hingga rata.
– Buat naungan dari rumbia dengan tinggi tiang 1 meter disebelah timur dan 0,75 m disebelah barat.
– Tanam biji pare seperti yang dilakukan pada persemaian dikotak kayu.
– Selanjutnya perlakukan sama seperti apa yang dilakukan pada persemaian dikotak kayu.
Pemeliharaan Tanaman Pare
Pemeliharaan tanaman dilakukan untuk mendapatkan hasil yang optimal. Pemeliharaan tanaman pare dilapang meliputi penyiangan, penyulaman, pembumbunan, pemangkasan, pembungkusan, pembebanan, pembuatan turus dan para-para.
Penyiangan
Penyiangan dilakukan untuk membersihkan semua jenis tanaman yang tumbuh selain tanaman pare. Tanaman jenis lain dapat berupa rumput-rumputan, gulma, dan tanaman lainnya. Pembersihan ini dilakukan disekitar batang/ akar tanaman atau diantara parit-parit yang ada dengan menggunakan tangan (dicabut), kored atau cangkul.
Penyiangan tanaman dilakukan untuk mengurangi atau menghindari persaingan antara tanaman pare yang ditanam dengan jenis tanaman lain yang mungkin tumbuh disekitar tanaman pare dalam penyerapan unsur-unsur hara, air dan matahari. Disamping itu penyiangan dilakukan untuk menghindari kemungkinan tumbuhnya hama dan penyakit yang mungkin timbul dari tanaman yang tumbuh selain tanaman pare.
Pembumbunan
Pembumbunan dilakukan untuk menaikkan tanah yang ada disekitar tanaman pare agar akar tanaman dapat tertutup. Pembumbunan dilakukan setelah penyiangan dilakukan dengan maksud untuk memperbaiki aerasi tanah sekitar akar yang menjadi padat akibat
siraman air hujan atau air siraman tanaman.
Penyulaman
Oleh karena pada waktu penanaman ada benih yang tidak tumbuh yang diakibatkan oleh beberapa faktor seperti kualitas benih, daya tumbuh benih, kondisi tanah, atau serangan hama, maka tanaman yang tidak tumbuh tersebut perlu diganti dengan tanaman lain yang sehat dan kuat (disulam). Penyulaman dilakukan sebaiknya pada waktu bibit tanaman berumur 7 – 10 hari setelah tanam.
Pemangkasan
Pemangkasan tanaman pare dilakukan untuk mengontrol pertumbuhan batang utama. Tinggi ideal batang utama tanaman pare adalah 2 – 3 meter. Jika panjangnya melebih dari itu, tanaman tidak produktif lagi oleh karena itu tanaman perlu dipangkas. Tunas yang akan tumbuh dari hasil pemangkasan tersebut dialihkan kesamping melalui para-para. Sebagai awal perambatan tunas yang tumbuh tersebut dapat digunakan tali.
Pembungkusan
Untuk menghasilkan buah pare yang mulus dan permukaan kulit tidak bolong, maka sebaiknya dilakukan pencegahan melalui pembungkusan buah pare. Tindakan pembungkusan buah pare ini dimaksudkan adalah untuk mencegah serangan lalat buah yang menyerang buah pare pada waktu usia muda. Bahan pembungkus dapat digunakan kertas atau daun pisang yang telah kering (klaras).

Waktu ideal dilakukannya pembungkusan adalah pada waktu tanaman telah menghasilkan buah pare dengan

ukuran batang korek api, atau kurang lebih berumur kira-kira 1,5 bulan.
Pemupukan Tanaman Pare
Salah satu bagian dari pemeliharaan tanaman pare adalah pemupukan. Pemupukan dilakukan untuk mendapatkan tanaman sehat, kuat dan dapat berproduksi sesuai dengan potensi yang ada dalam tanaman tersebut. Pemupukan dasar dilakukan pada 1 – 2 minggu sebelum tanaman pare ditanam, atau dilakukan pada saat pengolahan tanah atau pada waktu pembuatan lubang tanam. Beberapa petani sayuran di Jakarta
Timur, pemberian pupuk dasar dilakukan dengan cara membenamkan sebanyak 2 – 3 kg pupuk kandang yang sudah matang kedalam lubang tanam dan biasanya ditambah 15 – 20 gram pupuk NPK perlubang tanam.
Pemupukan susulan pertama dilakukan setelah tanaman telah berumur 3 minggu. Dosis pemupukan diberikan sangat tergantung pada jenis tanah dan iklim setempat dimana tanaman pare ditanam. Untuk jenis tanah yang berpasir kombinasi pupuk urea, TSP, dan KCI yang diberikan sebaiknya dengan perbandingan 1 : 2 : 2, sedangkan untuk jenis tanah liat sebaiknya diberikan pupuk dengan kombinasi urea, TSP, dan KCl
sebanyak 1 : 2 : 1. Pengalaman dari petani Bambu Apus, Jakarta Timur kombinasi urea, TSP dan KCl diberikan sebanyak 2 : 2 : 8. Setiap tanaman diberikan sebanyak 10 – 15 gram/pertanaman. Jadi apabila diberikan 10 gram pertanaman maka banyaknya urea, TSP dan KCl yang diberikan pada perbandingan 1 : 2 : 2 adalah urea sebanyak 20 Gram, TSP 40 dan KCl 40 gram. Demikian halnya dengan kombinasi 1: 2 : 1, Urea diberikan 2,5 gram, TSP 5 gram dan KCl 2,5 gram.

Pupuk susulan kedua diberikan 2 minggu setelah pemupukan susulan pertama dilakukan. Banyaknya pupuk yang diberikan 0,5 dari dosis yang diberikan pada pemupukan susulan Pertama. Dapat juga diberikan tambahan pupuk seperti NPK. NPK diberikan 2 minggu setelah pemupukan susulan pertama dilakukan dan dilanjutkan dengan interval dua minggu sampai tanaman pare berumur empat bulan. Dosis NPK yang diberikan sebanyak 5 gram pertanaman.

Penempatan pupuk yang diberikan kepada tanaman pare adalah ber-jarak antara 10 – 15 cm dari akar dan kedalaman 3-5 cm.

Pembuatan Turus dan Para-para

Tanaman pare merupakan tanaman yang merambat dan menjalar, oleh karena itu diperlukan suatu tempat dimana nantinya buah pare tersebut dapat bergantung dengan baik, sehingga pertumbuhan buah pare dapat maksimal.

Turus dibuat untuk memanjat batang utama pare, sedangkan para-para digunakan untuk menjalarnya tunas-tunas dari batang utama yang nantinya akan menghasilkan buah pare. Tinggi turus dan para-para berkisar 1,5 sampai 2 meter. Hal ini dengan mempertimbangkan agar mudah dalam pemeliharaan tanaman terutama pada waktu panen dan mudah dalam melakukan penyiangan dan pembumbunan serta mudah dalam mengontrol tanaman dari gangguan hama dan penyakit tanaman. 

Berbagai macam cara dan bentuk pembuatan turus dan para-para. Bahan yang dipakai sebaiknya bambu dengan ukuran sedang. Sebagai penghubung antara tanaman satu dengan yang lainnya diberikan tali.

Pengendalian Hama dan Penyakit Pare

Salah satu syarat agar tanaman pare dapat tumbuh dan berkembang sehingga menghasilkan buah adalah tanaman pare harus sehat. Agar sehat tanaman harus terbebas dari gangguan hama dan penyakit tanaman. Yang dimakasud dengan hama adalah semua jenis hewan yang dapat mengganggu tanaman sehingga merugikan bagi tanaman tersebut. Sedangkan penyakit tanaman adalah semua jenis gangguan pada tanaman yang disebabkan oleh jamur, bakteri, virus dan kekurangan unsur hara dalam tanaman.
Pengendalian hama dan penyakit tanaman harus didasarkan pada prinsip ambang ekonomi, artinya pengendalian hama dan penyakit baru dapat dilakukan secara intensif apabila dari segi ekonomi serangan hama dan penyakit mengakibatkan kerugian yang cukup besar. Disamping itu dalam mengendalian hama dan penyakit prioritas pengendalian dengan cara memperbaiki kondisi lingkungan setempat, sedangkan aplikasi
pestisida dilakukan pada urutan terakhir.
Hama utama yang menyerang tanaman pare antara lain:
Ulat Grayak
Ulat ini menyerang pada malam hari, sedangkan pada siang hari ulat ini bersembunyi didalam tanah. Daun pare merupakan bagian tanaman yang diserang. Dalam kondisi serangan berat semua daun pare habis dimakannya, karena sifat hama ini adalah hampir semua jenis daun tanaman diserangnya.

Pemberantasan hama ini dapat dilakukan secara mekanis yaitu telur-telur yang baru menetas diambil bersama-sama dengan daun yang menempel. Pengambilan telur – telur ini jangan sampai terlambat sebab kalau terlambat ulat menjadi besar dan bersembunyi didalam tanah. Pemberantasan hama ini dapat juga dilakukan secara biologis yaitu dengan menyemprotkan Bacillus thungiriensis atau Borelinevirus litura. Secara kimia disemprot dengan pestisida azodrin 2 cc/ liter. 

Lembing (Epilachma sparsa)
Daun pare yang terserang hanya tersisa tulang daun. Daun menjadi kering dan kecoklat-coklatan, akhirnya produksi buah menjadi turun. Hama ini berbentuk lembing bulat, warnanya merah dengan bercak hitam sebanyak 12 – 26 buah. Beberapa cara pengendaliannya adalah :
a. telur, larva dan lembing dapat ditangkap dengan tangan lalu dimatikan
b. diberantas dengan musuh alaminya, yaitu jenis tabuhan yang menjadi parasit telur,
larva dan pupa.
c. Dilakukan rotasi tanaman
d. Disemprot dengan insektisida seperti carbaryl, carbophenation, dll.
Kumbang Aulacophora silimis
Gejala serangan yaitu tanaman menjadi layu karena jaringan akarnya dimakan larva dan daunnya dimakan kumbang. Pengendalian dilakukan dengan menyemprotkan insektisida Curacon 500 EC. Pengendalian mekanis dapat dilakukan dengan gropyokan.
Kepik Leptoglossus australis
Gejala serangan kualitas buah menurun, bekas serangan hama sering ditumbuhi cendawan Nematospora, akhirnya buah menjadi busuk. Pengendaliannya dengan menyemprotkan racun kontak seperti azodrin dengan dosis 2 cc/liter. Penyemprotan dilakukan setelah ada gejala serangan kepik ini.
Lalat Buah (Dacus cucurbitae Cog)
Gejala serangan adalah daging buah tidak dapat dimakan karena busuk dan berair dengan ratusan belatung. Tampak luar daging buah sehat tapi setelah di buka terlihat daging buah penuh dengan belatung. Pengendalian lalat buah ini adalah :
a. dengan membungkus tanaman pare pada waktu buah berukuran batang korek api dengan menggunakan kertas atau daun pisang yang telah kering (klaras).
b. dengan menggunakan insect trap yang ditaruh disekitar tanaman pare, sehingga lalat buah yang ada disekitar dapat ditangkap dan mati dalam tangkapan tersebut. 
c. dengan mengadakan penyiangan dan pembubunan serta memelihara kebersihan sekitar tanaman dari gulma dan sisa tanaman yang membusuk, sebab kondisi seperti itu sesuai dengan tumbuh dan berkembang-nya lalat buah.
Siput ( Pamarion pupillaris Humb)
Gejala serangan yaitu tanaman terutama dipersemaian terkoyak, lalu mati. Pengendaliannya adalah siput ditangkap lalu dicacah dagingnya untuk makanan ayam. Dapat pula diberantas dengan racun kontak yang dicampur dengan dedak. Racun kontak tersebut adalah Mesurol dengan bahan kimia methiocarb dengan dosis 2 gram/1 liter air.
Penyakit yang sering menyerang tanaman pare antara lain :
Penyakit Embun Tepung
Gejala awal ditandai dengan adanya tepung putih pada daun terbawah. Daun yang terserang menjadi kuning, coklat dan akhirnya mengering. Batang pun diserang tepung ini. Batang seperti dilapisi tepung. Tanaman akan lemah dan mati atau buahnya tidak normal. Penyebab gejala ini adalah cendawan Oidium sp.
Pengendalian penyakit ini dilakukan dengan beberapa cara antara lain:
a. Mengurangi kelembaban disekitar tanaman dengan cara pengaturan jarak tanam
dan drainase yang baik
b. Membuang bagian tanaman yang terserang
c. Menanam varietas yang resisten
d. Disemprot dengan fungisida sulfur dosis 2 g/liter sebagai penyembuhan dan pencegahan
Penyakit Antraktosa
Gejala penyakit ini daun bernoda hitam. Pada serangan berat batang dan buah juga terserang. Serangan lebih berat terjadi pada musim hujan. Gejala penyakit ini disebabkan oleh cendawan collectrichum sp. Pengendaliannya adalah dengan memusnahkan tanaman yang terserang, pergiliran tanaman, dan penyemprotan dengan fungisida Benlate dengan dosis 2 gram/ liter.
Penyakit Layu
Gejala layu tampak pada ujung daun, kemudian seluruh daun akan mengkerut lalu mengering. Tanaman akan mati sejak beberapa saat terinfeksi. Menyerang tanaman bibit yang baru kecambah, tanaman muda dan tanaman yang telah dewasa. Penyebab penyakit ini disebabkan oleh Fusarium sp.
Pengendalian dilakukan dengan memusnahkan tanaman yang terserang, menyiram larutan fungisida Benlate 2 gram/ liter ke tanah bekas tanaman yang terkena penyakit dan menggunakan benih yang tahan terhadap serangan patogen.
Penyakit Virus
Gejala serangan jelas pada daun-daun muda. Serangan virus ini menyerang pada saat tumbuh (bibit, tanaman muda atau tanaman yang telah menghasilkan buah). Penyebab gejala tersebut adalah Cucumber mosaic virus (CMV).
Pengendaliannya dilakukan dengan cara memusnahkan tanaman yang terserang, memberantas vektor virus (serangga), menyeleksi bibit yang akan di pindah ke lapang dan pemupukan yang seimbang.
Panen
Pemetikan buah pare sangat tergantung pada pemanfaatan buah pare tersebut. Apabila pare yang akan dipanen digunakan untuk konsumsi maka sebaiknya pilih pare yang bintil-bintil dan keriputnya masih agak rapat dengan galur-galur yang belum melebar. Panjangnya antara 25-30 cm dan diameternya 3-5 cm.

Apabila pare yang dipetik digunakan untuk benih maka pilih pare yang besar, sehat dan matang sempurna.

Tanaman pare yang telah berumur 1,5 bulan biasanya telah berbunga dan diharapkan 1 bulan kemudian buah pertama dapat dipetik. Untuk panen kedua, ketiga dan seterusnya dengan interval 6 – 7 hari. Kalau keadaan tanaman subur maka tanaman pare dapat di panen selama 4 bulan.
Cara pemanenan harus diperhatikan dengan baik karena hal ini menentukan kualitas tanaman pare yang akan dipasarkan. Pemetikan sebaiknya dilakukan dengan menggunakan alat potong yang tajam. Hindari dengan cara menarik atau memilin tangkai pare, karena dapat menyebabkan memar pada tangkai yang pada akhirnya akan menarik cendawan atau penyakit lain kedalam bagian tangkai yang memar tadi. Hasil pemetikan ditaruh keranjang atau tempat yang bersih dan disusun dengan berselang-seling dan sejajar.
Pasca Panen
Setelah dipetik sebaiknya pare sudah mulai ditaruh pada suatu wadah. Untuk keperluan pasar tradisional sebaiknya digunakan karung-karung yang bersih. Pare disusun berdiri dalam karung, hal ini menghindari pare tertimbun dengan beban berat diatasnya. Pada waktu mengangkat atau menaruh jangan sampai dilempar untuk menghindari memar pada tanaman pare.
Untuk memenuhi konsumsi pasar supermarket sebaiknya dikemas dengan menggunakan plastik tipis dan tembus pandang. Sebelum dikemas dengan plastik sebaiknya pare dibersihkan dari kotoran yang menempel pada pare, sehingga diharapkan penampilannya baik bersih dan rapi.
Analisa Ekonomi
1. Biaya Tetap
– Sewa tanah                                                 : 3.000 m 2                Rp.     25.000,-
– Biaya Pembuatan Para-para (dapat 3 kali)
– Bambu                                                       : 500 bt @ Rp. 750,- Rp.    375.000,-
– Bambu untuk Para                                      : 2.250 bt @ 400,-    Rp.    900.000,-
– Tali                                                             : 10 Kg @ 2.500      Rp.      25.000,-
Jumlah                                                                                           Rp. 1.300.000
Biaya pembuatan para-para                          :   1.300.000,- : 5  =  Rp.     260.000,
Total biaya tetap                                          : 25.000 + 260.000 = Rp.     285.000,
2. Biaya Variabel
– Benih 1.500 butir @.Rp. 25                                                        Rp.    37.500
– Pengolahan Tanah                                                                       Rp.  200.000
– Pupuk Kandang                                                                          Rp.    75.000
– Pupuk Urea                                                                                Rp.    24.000
– TSP                                                                                           Rp.      6.000
– KCI                                                                                           Rp.      6.000
– Pestisida :
– Sevin Rp. 10.000
– Basudin Rp. 15.000
Jumlah                                                                                          Rp. 373.500
3. Biaya Total Rp. 285.000 + Rp. 373.500 Rp. 658.500,-
4. Tingkat produktifitas paria di Jakarta Timur 7 kw/ha atau sama dengan 0,7 / m2.
5. Luas pengusahaan 3.000 m2
6. Harga rata-rata pare 500 per Kg
7. Pendapatan = 0,7 x 3000 x 500,- = Rp. 1.050.000,-
8. Keuntungan bersih 1.050.000 – 658.500 = Rp. 391.300

Demikian informasi mengenai budidaya pare yang dapat saya sampaikan kali ini, semoga bermanfaat

Budidaya Kacang Panjang (Versi 3)

I. UMUM

1.1. Sejarah

Masyarakat dunia menyebutkan dengan nama Yardlong Beans/Cow Peas. Plasma nutfahtanaman kacang panjang berasal dari India dan Cina. Adapun yang menduga berasaldari kawasan benua Afrika. Plasma nutfah kacang uci (Vigna umbellata)diketemukan tumbuh liar di daerah Himalaya India, sedangkan plasma nutfahkacang tunggak ( Vigna unguiculata) merupakan asli dari Afrika. Oleh karenaitu, tanaman kacang panjang tipe merambat berasal dari daerah tropis danAfrika, terutama Abbisinia dan Ethiopia. Perkembangan paling pesat di negaraberiklim panas tropis seperti Indonesia.

1.2. Sentra Penanaman
Sentra penanaman kacang panjang didominasi oleh Pulau Jawa terutama Jawa Barat,Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, DI Aceh, Sumatra Utara, Lampung danBengkulu.

1.3. Jenis Tanaman

Klasifikasi botani tanaman kacang panjang adalah sebagai berikut:
a) Divisi : Spermathophyta
b) Sub Divisi : Angiospermae
c) Class : Dycotyledoneae
d) Ordo : Leguminales
e) Famili : Papiolinaceae
f) Genus : Vigna
g) Spesies : Vigna spp.

Tanaman ini membentuk bintil akar yang memfiksasi nitrogen, sehingga pemupukanN untuk tanaman ini dapat dikurangi.

Spesies kacang panjang yang umum dibudidayakan antara lain:

Kacang panjang tipe merambat (V. sinensis var. sesquipedalis) yang kita kenalsebagai kacang panjang biasa. Varietas yang ditanam adalah varietas unggul KP1dan KP2, varitas lokal Purwokerto, no 1494 Cikole, Subang, Super Subang , Usushijau Subang dll.
Kacang panjang tipe tegak yaitu kacang tunggak/tolo/dadap/sapu (V. unguiculataL.), dan kacang uci/ondel (V. umbellata ). Varitas unggul adalah KT1, KT2, KT3.
Kacang panjang hibrida (V. sinensis ssp. Hybridus) seperti kacang bushitao.Varitas yang dirilis adalah No. 10/a, 12/a, 13/a, 14/a, 17/a, 18/a dan EG BS/2.

1.4. Manfaat Tanaman
Buah yang berbentuk polong adalah sumber protein, energi dan mineral yangberguna untuk memenuhi gizi.

II. SYARAT PERTUMBUHAN

2.1. Iklim

a) Suhu idealnya antara 20-30 derajat C.
b) Tempat terbuka (mendapat sinar matahari penuh).
c) Iklimnya kering, curah hujan antara 600-1.500 mm/tahun.

2.2. Media Tanam

a) Hampir semua jenis tanah cocok untuk budidaya kacang panjang, tetapi yangpaling baik adalah tanah Latosol/lempung berpasir, subur, gembur, banyakmengandung bahan organik dan drainasenya baik.
b) Tanah kemasaman (pH) sekitar 5,5-6,5. Bila pH terlalu basa (diatas pH 6,5)menyebabkan pecahnya nodula-nodula akar.

2.3. Ketinggian Tempat

Tanaman ini tumbuh dan berproduksi dengan baik di dataran rendah dan datarantinggi ± 1500 m dpl, tetapi yang paling baik di dataran rendah. Penanaman didataran tinggi, umur panen relatif lama dari waktu tanam, tingkat produksimaupun produktivitasnya lebih rendah bila dibanding dengan dataran rendah.Ketinggian optimum adalah kurang dari 800 m dpl.

III. PEDOMAN TEKNIK BUDIDAYA

3.1. Pembibitan

3.1.1. Persyaratan Bibit
Bibit kacang panjang yang baik dan bermutu adalah sebagai berikut: Penampilanbernas/kusam, daya kecambah tinggi di atas 85%, tidak rusak/cacat, tidakmengandung wabah hama dan penyakit. Keperluan benih untuk 1 hektar antara 15-20kg.

3.1.2. Penyiapan Bibit
Benih tidak usah disemaikan secara khusus, tetapi benih langsung tanam padalubang tanam yang sudah disiapkan.

3.2. Pengolahan Media Tanam

3.2.1. Pembentukan Bedengan

Lahan dibersihkan dari rumput-rumput liar, dicangkul/dibajak sedalam 30 cmhingga tanah menjadi gembur. Buat parit keliling, biarkan tanah dikeringkanselama 15-30 hari. Setelah 30 hari buatlah bedengan dengan ukuran lebar 60-80cm, jarak antara bedengan 30 cm, tinggi 30 cm, panjang tergantung lahan. Untuksistem guludan lebar dasar 30-40 cm dan lebar atas 30-50 cm, tinggi 30 cm danjarak antara guludan 30-40 cm.

3.2.2. Pengapuran

Pengapuran dilakukan jika pH tanah lebih rendah dari 5,5 dengan dosis tergantungkemasaman tanah. Berikan kapur pertanian dalam bentuk kalsit, dolomit, atauzeagro sebanyak 1-2 ton/ha tergantung dari pH awal dan jumlah Alumunium. Kapurdicampur secara merata dengan tanah pada kedalaman 30 cm.

3.2.3. Pemupukan
Pada saat pembentukan bedengan atau guludan tambahkan 10-20 ton/ha pupukkandang/pupuk organik Super TW Plus, dengan dosis 4-5 ton/ha dicampur meratadengan tanah sambil dibalikkan

3.3. Teknik Penanaman

3.3.1. Penentuan Pola Tanam
Jarak lubang tanam untuk tipe merambat adalah 20 x 50 cm, 40 x 60 cm, 30 x 40cm. Dan jarak tanam tipe tegak adalah 20 x 40 cm dan 30 x 60 cm. Waktu tanamyang baik adalah awal musim kemarau/awal musim penghujan, tetapi dapat sajasepanjang musim asal air tanahnya memadai.

3.3.2. Cara Penanaman
Benih dimasukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 2 biji, tutup dengan tanahtipis/dengan abu dapur.

3.4. Pemeliharaan Tanaman

3.4.1. Penyulaman
Benih kacang panjang akan tumbuh 3-5 hari kemudian. Benih yang tidak tumbuhsegera disulam.

3.4.2. Penyiangan
Penyiangan dilakukan pada waktu tanaman berumur 2-3 minggu setelah tanam,tergantung pertumbuhan rumput di kebun. Penyiangan dengan cara mencabut rumputliar/membersihkan dengan alat kored.

3.4.3. Pemangkasan/Perempalan
Kacang panjang yang terlalu rimbun perlu diadakan pemangkasan daun maupun ujungbatang. Tanaman yang terlalu rimbun dapat menghambat pertumbuhan bunga.

3.4.4. Pemupukan

Pupuk Dasar
Kacang panjang tipe merambat: Urea 150 kg + TSP 100 kg + 100 kg/ha.
Kacang panjang tipe tegak: Urea 22,5 kg + TSP 45 kg + KCl 45 kg/ha.
Kacang hibrida: 85 kg Urea + 310-420 kg TSP + 210 kg KCl/ha.

Pupuk diberikan di dalam lubang pupuk yang terletak di kiri-kanan lubang tanam.Jumlah pupuk yang diberikan untuk satu tanaman tergantung dari jarak tanam.
Pupuk Susulan
Pupuk susulan tanaman kacang panjang tipe merambat, diberikan 4 minggu setelahtanam, pupuk berupa urea 150 kg/ha. Sedangkan pupuk susulan untuk kacangpanjang tipe tegak diberikan 4 minggu setelah tanam, pupuk berupa urea 85kg/ha.

3.4.5. Pengairan
Pada fase awal pertumbuhan benih hingga tanaman muda, penyiraman dilakukanrutin tiap hari. Pengairan berikutnya tergantung musim.

3.5. Hama dan Penyakit

3.5.1. Hama

Lalat kacang (Ophiomya phaseoli Tryon)
Gejala: terdapat bintik-bintik putih sekitar tulang daun, pertumbuhan tanamanyang terserang terhambat dan daun berwarna kekuningan, pangkal batang terjadiperakaran sekunder dan membengkak. Pengendalian: dengan cara pergiliran tanamanyang bukan dari famili kacang-kacangan dan penyemprotan dengan insektisidaOrthene 75 SP 1 cc/liter.
Kutu daun (Aphis cracivora Koch)
Gejala: pertumbuhan terlambat karena hama mengisap cairan sel tanaman danpenurunan hasil panen. Kutu bergerombol di pucuk tanaman dan berperan sebagaivektor virus. Pengendalian: dengan rotasi tanaman dengan tanaman bukan familikacang-kacangan dan penyemprotan insektisida Furadan 3G dan Carbofuran 80kg/ha.
Ulat grayak (Spodoptera litura F.)
Gejala: daun berlubang dengan ukuran tidak pasti, serangan berat di musimkemarau, juga menyerang polong. Pengendalian: dengan peraikan kultur teknis,rotasi tanaman, penanaman serempak, perangkap hama kimiawi dan insektisidaSuoracide 0,1-0,2%.
Penggerek biji (Callosobruchus maculatus L)
Gejala: biji dirusak berlubang-lubang, hancur sampai 90%. Pengendalian: denganmembersihkan dan memusnahkan sisa-sisa tanaman tempat persembunyian hama. Benihkacang panjang diberi perlakuan minyak jagung 10 cc/kg biji.
Ulat bunga ( Maruca testualis)
Gejala: larva menyerang bunga yang sedang membuka, kemudian memakan polong.Pengendalian: dengan rotasi tanaman dan menjaga kebersihan kebun dari sisa-sisatanaman. Disemprot dengan insektisida yang efektif seperti Sevin padakosentrasi 0,1%-0,2%.

3.5.2. Penyakit

Antraknose
Penyebab: jamur Colletotricum lindemuthianum. Gejala: serangan dapat diamatipada bibit yang baru berkecamabah, semacam kanker berwarna coklat pada bagianbatang dan keping biji. Pengendalian: dengan rotasi tanaman, perlakuan benihsebelum ditanam dengan fungisida Dithane M-45 dan Cupravit OB 21 0,1-0,2% danmembuang rumput-rumput dari sekitar tanaman.
Penyakit mozaik
Penyebab: virus Cowpea Aphid Borne Virus/CAMV. Gejala: pada daun-daun mudaterdapat gambaran mosaik yang warnanya tidak beraturan. Penyakit ditularkanoleh vektor kutu daun. Pengendalian: dengan menggunakan benih yang sehat danbebas virus, disemprot dengan insektisida yang efektif untuk kutu daun dantanaman yang terserang dicabut dan dibakar.
Penyakit sapu
Penyebab: virus Cowpea Witches-broom Virus/Cowpea Stunt Virus. Gejala:pertumbuhan tanaman terhambat, ruas-ruas (buku-buku) batang sangat pendek,tunas ketiak memendek dan membentuk “sapu”. Penyakit ditularkan kutudaun. Pengendalian: sama dengan pengendalian penyakit mosaik.
Layu bakteri
Penyebab: bakteri Pseudomonas solanacearum E.F. Smith. Gejala: tanaman mendadaklayu dan serangan berat menyeabkan tanaman mati. Pengendalian: dengan rotasitanaman, perbaikan drainase dan mencabut tanaman yang mati.

3.6. Panen

3.6.1. Ciri dan Umur Panen

Panen kacang panjang dibedakan dua macam, yaitu panen polong muda dan polongtua atau biji-bijinya.

Panen polong muda
Dilakukan pada jenis kacang panjang lanjaran (tipe merambat) dan kacang busitao(tipe tegak). Ciri-ciri polong yang siap dipanen adalah ukuran polong telahmaksimal, mudah dipatahkan dan biji-bijinya di dalam polong tidak menonjolWaktu panen yang paling baik pada pagi/sore hari. Umur tanaman siap panen 3,5-4bulan
Panen polong tua
Dilakukan pada jenis kacang panjang tipe tegak seperti kacang tunggak dankacang uci dan busitao. Ciri-ciri kacang tunggak yang siap panen adalahpolong-polongnya telah cukup tua, biji-biji menonjol dan kulit luar berwarnahijau kekuningan. Umur panen 3-3,5 bulan dan waktu panen pada pagi/sore hari.

3.6.2 Cara Panen

Cara panen pada tanaman kacang panjang tipe merambat dengan memotong tangkaibuah dengan pisau tajam. Sedangkan untuk kacang pancang tipe tegak dengan caramencabut/memotong pangkal batang tanaman setinggi 10-15 cm dari permukaantanah.

3.6.3. Perkiraan Produksi
Produksi polong muda per satuan luas dapat mencapai minimal 2,0 ton/ha,tergantung varietasnya. Pada varietas KP-I dapat mencapai 6,2 ton/ha dan KP-2sebesar 2,1 ton/ha. Dan produksi kacang panjang tipe tegak berkisar antara2,0-5,0 ton biji kering.

3.7. Pascapanen

3.7.1. Pengumpulan
Selepas panen, polong kacang panjang dikumpulkan di tempat penampungan, laludicuci dan ditiriskan. Untuk polong tua setelah dikumpulkan, lalu polongdikeringkan dengan cara dijemur sampai kadar air 12-14%.

3.7.2. Penyortiran

Memisahkan polong muda yang baik dengan yang rusak. Untuk sasaran pasar ekspor,kriteria mutu polong muda yaitu ukuran polong minimal 20 cm, tingkat ketuaanpolong tergolong muda, penampakan biji tidak menonjol dan warna hijau dansegar. Sedangkan untuk polong tua yang sudah kering dipisahkan dari kulitpolong, dan biji dikeringkan sampai 12%-14% kadar airnya.

3.7.3. Penyimpanan
Untuk mempertahankan kesegaran polong, penyimpanan sementara sebelum dipasarkansebaiknya di tempat teduh. Penggunaan remukan es/lemari pendingin, sedangkanpolong tua disimpan di dalam kaleng dan diletakkan di tempat yang kering dansirkulasi udara baik.

3.7.4. Pengemasan dan Pengangkutan

Polong kacang panjang diikat dengan bobot maksimal 1 kg. Ikatan dikemas dalamkarung goni yang berventilasi/dikemas dalam kantong plastik polytelyne. Alatangkut yang digunakan dapat dengan cara dipikul, menggunakan jasakendaraan/alat transportasi lainnya. Untuk polong tua dikemas dalam kaleng yangditutup rapat. Sebelum dimasukkan ke dalam wadah sebaiknya dicampur dulu denganminyak jagung supaya terhindar dari hama penggerek biji.

Penanganan dalam pengemasan kacang panjang dalam bentuk polong tua adalahsebagai berikut:
a) Campurkan biji kacang dengan minyak jagung (10 cc/kg biji).
b) Biji kacang ditempatkan dalam wadah bersih dan ditutup rapat.
c) Biji kacang disimpan di ruangan yang kering dan bersih.

IV. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN

4.1. Analisis Usaha Budidaya

Biaya produksi 1 ha kacang panjang adalah Rp. 5.336.500. Dengan hasil panen8.000 kg dan harga jual Rp. 1.000, maka keuntungan dari satu musim tanam adalahRp. 2.663.500. Berikut ini dicantumkan perkiraan analisis budidaya kacangpanjang tipe menjalar seluas 1 ha selama 1 musim tanam (4 bulan) di daerahBandung, Jawa Barat tahun 1999.

Biaya produksi
Sewa lahan 1 hektar (4 bulan)
Benih: 10 kg
Pupuk
– Pupuk kandang: 10 ton @ Rp. 150.000,-
– Urea: 300 kg @ Rp. 1.100,-
– SP-36: 100 kg @ Rp. 1.900,-
– KCl: 100 kg @ Rp. 1.650,-
Pestisida
Penanaman dan pemeliharaan
– Pemupukan dan penanaman: 5 HKP + 10 HKW
– Turus: 10.000 batang @ Rp. 50
– Pemnyiangan, turus dan semprot 5 HKP+35 HKW
Panen dan pasca panen 5 HKP + 25 HKW
Biaya tidak terduga
Jumlah biaya produksi
Pendapatan : 6.000 kg @ Rp. 2.000,-
Keuntungan

4.2. Gambran Peluang Agribisnis

Kacang panjang di Indonesia merupakan mata dagangan sehari-hari. Pendayagunaankacang panjang sangat beragam, yakni dihidangkan untuk berbagai masakan mulaidari bentuk mentah sampai masak. Prospek ekonomi dan sosial kacang panjang sangatcerah, sehingga budidaya kacang panjang cukup menjanjikan.

Dalam tahun-tahun terakhir banyak permintaan baik dalam maupun luar negeri,dimana permintaan tersebut belum terpenuhi. Kacang panjang juga dipromosikansebagai sumber protein dan mineral. Dengan demikian sayuran ini menarikperhatian konsumen yang mengerti arti nilai gizi dan kualitas makanan.

V. STANDAR PRODUKSI

5.1. Ruang Lingkup
Standar ini meliputi syarat mutu, cara pengujian mutu, cara pengambilan contohdan cara pengemasan kacang panjang.

5.2. Diskripsi
5.3. Klasifikasi dan Standar Mutu
5.4. Pengambilan Contoh

Contoh diambil secara acak dari sejumlah kemasan, setiap kemasan diambilsebanyak 3 kg dari bagian atas, tengah dan bawah. Contoh tersebut diacakbertingkat sampai diperoleh contoh paling sedikit 3 kg untuk di analisis.Jumlah Kemasan yang diambil dalam pengambilan contoh dalam lot adalah:
a) Jumlah kemasan 1 sampai 100, contoh yang diambil=5.
b) Jumlah kemasan 101 sampai 300, contoh yang diambil=7.
c) Jumlah kemasan 301 sampai 500, contoh yang diambil=9.
d) Jumlah kemasan 501 sampai 1000, contoh yang diambil=10.
e) Jumlah kemasan lebih dari 1000, contoh yang diambil=minimum 15.

5.5. Pengemasan

Polong kacang panjang diikat dengan bobot maksimal 1 kg. Ikatan dikemas dalamkarung goni yang berventilasi/dikemas dalam kantong plastik polytelyne. Untukpolong tua dikemas dalam kaleng yang ditutup rapat. Sebelum dimasukkan ke dalamwadah sebaiknya dicampur dulu dengan minyak jagung supaya terhindar dari hamapenggerek biji.

Pemberian merek dibagian luar keranjang dengan memberi label dengan tulisansebagai berikut:
a) Nama barang.
b) Jenis mutu.
c) Nama/Kode perusahaan/eksportir.
d) Produksi Indonesia.
e) Negara/tempat tujuan.

VI. REFERENSI

6.1. Daftar Pustaka

a) Rahmat Rukmana, Ir. 1995. Bertanam Kacang Panjang. Penerbit Kanisius.Yogyakarta.
b) Trubus No. 183. 1995.

BERCOCOKTANAM TOMAT

“Tanaman “tomat” tidak tahan hujan dan sinar matahari terik suhu panas. Jadi sediakanlah atap rumbia secukupnya sebagai atap payung sebelum hujan dan panas.”

“Tomat” lebih memuaskan hasilnya apabila ditanam di daerah yang kering dan sejuk pegunungan.

PERSEMAIAN BIBIT “TOMAT”.

Apabila akan menanam biji-biji “tomat”, diperiksa dulu barangkali ada kotoran-kotoran atau biji-biji yang keriput. Biji-biji “tomat” dijemur di sinar matahari sebentar di atas secarik kertas.

Sementara menjemur, disiapkan persemaiannya, berupa tanah bersih yang sudah diayak dan dicampur dengan pasir bersih pula (separuh separuh) dalam peti bekas atau kotak. Biji-biji “tomat” yang sudah kering, kemudian disebar rata, dan ditutup dengan tanah yang dilewatkan melalui ayakan pula di atasnya. Tidak perlu tebal-tebal asal tertutup saja. Setelah itu, jangan lupa menekan seluruh permukaan tanah dengan botol bir supaya biji-biji“tomat” tadi benar-benar menempel pada gumpalan tanah dan bukannya melayang di sela-selanya. Tapi botol itu jangan digelindingkan seperti sepur tumbuk. Tekanlah biasa saja, supaya tidak ada biji-biji yang menempel pada botol dan ikut menggelinding ke tetangganya.

Supaya dapat menyiram persemaian ini dengan aman, sebaiknya menggunakan penyemprot obat nyamuk saja, yang sudah diisi dengan air bersih jadi tidak mengaduk-aduk tanah. Dan untuk melindungi biji-biji “tomat” terhadap serangan semut, tutuplah seluruhnya dengan kertas koran, sampai saat mereka berkecambah, namun jangan smpai terlambat membuka tutupnya, supaya tidak sampai kena cendawan. Apabila kecambah-kecambah itu sudah berdaun, pilihlah yang bagus-bagus saja untuk dipindah ke dalam pot-pot kecil (satu pot satu tanaman) yang kemudian diletakkan di tempat yang teduh, supaya dapat menghela napas sebentar, setelah kaget direnggut dari tempatnya semula tadi. Baru keesokan harinya, pot-pot itu diletakkan di luar di atas bedengan-bedengan yang tinggi, untuk menikmati sinar matahari pagi. Namun semuanya harus dilindungi juga dengan atap rumbia, supaya tidak terlalu kepanasan, dan supaya tanah dalam pot itu sendiri tidak kering. Benamkanlah pot-pot itu dalam tanah bedengan sampai sedalam lehernya. Kemudian disiram tiap pagi.

PEMINDAHAN TANAMAN KE TEMPAT PENANAMAN.

Setelah tiga minggu berada dalam pot-pot yang ditanam tadi, pilihlah sekali lagi individu-individu yang bagus-bagus saja, kemudian dipindah ke tempat penanaman yang tetap, yaitu bedengan-bedengan yang sudah digemburkan tanahnya sedalam 60 cm dan dipupuk dengan pupuk kandang kering yang sudah dingin sebanyak 1/4 blek minyak tanah per M2.

Jangan menggunakan pupuk kandang basah, karena dapat menularkan penyakit-penyakit (cendawan).

Jarak tanamnya harus 50 X 60 – 75 cm. Namun apabila halamannya terbatas boleh juga menanam jarak antara batang“tomat” yang satu dengan yanglain tetap harus 50 cm.

Untuk menjaga supaya waktu dipindahkan tidak rusak, ketok-ketoklah pot itu dulu sambil memutar-mutar, sehingga gumpalan tanah yang meliputi akar-akar terlepas dari dinding pot. Kemudian sambil menahan tanah di sekitar batang “tomat” dengan tangan sendiri (jangan menyentuh barang itu). Jungkir balik-kanlah pot itu dan ketroklah pantatnya dengan tangan kanan. Hal ini supaya mudah untuk mengeluarkan tanaman berikut gumpalan tanah yang meliputi akar-akarnya tadi.

PEMELIHARAAN TANAMAN “TOMAT”.

Supaya mendapat hasil yang memuaskan, tanaman “tomat” tumbuhnya harus teratur. Tanaman “tomat” harus dirambatkan ke tambang kambing yang panjang dikaitkan kepada para-para setinggi paling sedikit 1 1/2 M. Ujung tambang yang berada di bawah diikatkan pada sebatang kayu pendek yang ditancapkan dalam tanah, di dekat batang “tomat.

Batang yang dirambatkan ke atas ini harus bebas dari cabang-cabang, begitu ada cabang terbentuk, harus segera dipotong, kecuali cabang yang paling atas. Cabang-cabang bawah yang dipotong ini akan mencoba menumbuhkan cabang-cabang baru lagi nantinya, di ketiak-ketiak daun. Namun semuanya harus dipotong lagi, kelak…. dengan hanya meninggalkan sisa sepanjang beberapa cm saja, yang masih mengandung satu helai daun.

Setelah batang itu sendiri setinggi 1 – 1 1/4 meter, potonglah pucuknya, yaitu diatas dompolan bunga yang ke lima atau ke enam (dihitung dari bawah). Pertumbuhannya lantas diteruskan oleh cabang yang paling atas tadi. Dengan begitu kita hanya akan mendapat lima sampai enam dompolan buah saja per batang, namun buah-buahnya akan tumbuh leluasa besarnya. Untuk mendapat jumlah“tomat” yang banyak, perbanyak saja jumlah batang-batang yang ditanam. Hal ini supaya ruangan di sekitar batang itu akan bebas leluasa menerima sinar matahari dan hawa segar secukupnya, sedang buah-buah “tomat” tidak akan ada yang kotor kena tanah.

Tugas berikutnya adalah memotongi semua pencoleng kuncup yang timbul di ketiak-ketiak daun. Begitu pada kuncup yang mau tumbuh, ambil saja dengan ibu jari dan jari telunjuk. Dengan demikian dapat diharapkan bahwa semua sari-sari makanan dan hasil asimilasi daun “tomat” akan digunakan juga dengan cukup, untuk membesarkan buah-buahnya.

Namun apabila sudah tumbuh sebesar kelereng, buah-buah inipun harus ditertibkan. Dalam satu kelompok dompolan hanya boleh ada paling banyak lima buah saja. Apabila dibiarkan lebih dari itu, tumbuhnya akan berdesak-desakan, sehingga nanti buahnya tidak sama rata besarnya. Lebih baik, dipilih saja, yang bagus-bagus dibiarkan, dan yang kerdil jelek dipetik secepatnya.

Pada saat menunggu buah “tomat” masak, “tomat-tomat” tadi tidak boleh kena hujan….. Lindungilah “tomat” anda dengan atap rumbia yang diletakkan miring di atas para-para tempat mengikatkan tambang rambatan tadi. Air hujan yang menempel pada buah-buah “tomat” , apabila tidak segera dibersihkan….. dapat mengakibatkan buah “tomat”tersebut tidak dapat licin halus. Atap pelindung harus diambil kembali dan disimpan baik-baik. Apabila cuaca sudah bagus lagi, untuk dipergunakan menutup lagi apabila matahari panas terik udaranya, setelah pukul 10.00 pagi.

Untuk memperoleh bibit sendiri yang bagus nantinya, tandailah pohon-pohon yang paling bagus menghasilkan buah, besar-besar rata-rata, manis-manis. Buah-buah yang bagus-bagus tadi disisihkan dan jangan dimakan, tapi diambil biji-bijinya, yang setelah dikeringkan disimpan dalam botol-botol bersih yang tertutup rapi. Tiap kali menanam (dan panen), sebaiknya meneliti….. Batang-batang “tomat” yang mana yang paling bagus untuk diambil bibitnya. Dengan demikian anda menyeleksi sendiri sehingga apabila akan menanam lagi sudah memiliki bibit unggul sendiri.

Apabila buah-buah sudah besar, maka daun-daun paling ujung pada tiap-tiap cabang yang dibiarkan pendek tempo hari, harus dipotong juga, bersama-sama dengan semua kuncup yang muncul pada pangkal tangkai dapat didorong lebih cepat lagi masaknya, sehingga cepat pula berubah warna dari hijau ke jingga.

Disamping hal-hal tadi, jangan lupa pula menggemburkan tanah dan menyiangi rumput-rumputan yang tumbuh. “Tomat-tomat” peka sekali terhadap gangguan rumput. Apabila tanah bersih, gembur dan subur, maka dalam waktu tiga bulan saja, sudah dapat memungut hasil yang besar-besar memuaskan.

WAKTU MEMANEN BUAH “TOMAT”.

Apabila memetik buah, jangan menunggu sampai berwarna merah betul-betul, sebab buah yang dipetik sesudah merah semuanya akan meledak kalau disimpan lebih lanjut. Sebaliknya kalau memetik sudah berwarna kuning jingga sebagian saja kalau disimpan akan masak sendiri, walaupun di luar batang. Namun jangan sampai memetik buah “tomat” yang masih hijau, karena tidak mungkin bisa masak, tapi malah akan busuk.

Apabila anda memetik buah “tomat”tepat pada waktunya, dan tidak terburu-buru atau terlalu lama menunggu sampai merah rata, maka tanaman itu lantas dapat berbuah lagi yang masih terbelakang tumbuhnya. Lumayan untuk menambah produksi……

Selamat mencoba bercocok tanam“tomat”……

Semoga anda sukses…….

CARA BUDIDAYA TERONG

Deskripsi 
Terung (Solanum melongena) merupakan tanaman setahun berjenis perdu yang dapat tumbuh hingga mencapai tinggi 60-90 cm. Daun tanaman ini lebar dan berbentuk telinga. Bunganya berwarna ungu dan merupakan bunga yang sempurna, biasanya terpisah dan terbentuk dalam tandan bunga.
Manfaat
Buah terung sudah sangat dikenal masyarakat dan banyak digunakan sebagai lalap (sayuran segar) atau disayur. Hal ini disebabkan oleh rasa buah terung yang enak dan banyak mengandung vitamin.
Syarat Tumbuh
Terung sangat mudah dibiakkan karena ia dapat hidup di daerah dataran rendah hingga dataran tinggi sekitar 1.200 m dpl. Namun demikian, tanah itu harus memiliki cukup banyak kandungan bahan organik dan berdrainase baik. Selain itu, pH tanah harus berkisar antara 5-6 agar pertumbuhannya optimal.
Pedoman Budidaya
BENIH DAN PERSEMAIAN Benih terung sebaiknya disemaikan dulu sebelum ditanam pada lahan yang tetap. Pembuatan bedengan dan cara penyemaian terung tidaklah berbeda seperti perlakuan pada tomat. Hanya saja kebutuhan benih terung berbeda dengan benih tomat. Untuk lahan seluas 1 ha, diperlukan 500 g benih terung dengan daya kecambah 75070. Bibit terung berada di persemaian hingga berumur kurang lebih 1,5 bulan atau kira-kira telah berdaun empat helai. Setelah itu bibit terung sudah siap untuk dipindahkan di lahan penanaman.
PENANAMAN Lahan penanaman disiapkan dan diolah terlebih dahulu, kemudian di bentuk bedengan. Bedengan dibuat selebar antara 1,2 – 1,4 cm dan panjang sesuai lahan. Kemudian bedengan dibuatkan lubang tanam masing-masing berjarak sekitar 60 cm. Jarak antarbarisan lubang tanam 70-80 cm. Setiap bedengan memuat dua barisan tanaman. Di antara bedengan, haruslah dibuat parit yang berfungsi sebagai jalan dan pembuangan air saat musim hujan. Hal ini penting dilakukan karena terung tidak tahan genangan air. Selanjutnya setiap lubang tanam diberi pupuk kandang atau kompos sebanyak 0,5-1 kg agar tanah cukup mengandung bahan organik. Setelah lahan disiapkan, sebaiknya bibit yang telah siap tanam dimasukkan secara tegak lurus ke dalam lubang tanam. Kemudian di sekitar lubang tanam disirami air agar tanah cukup lembap, tetapi tidak sampai tergenang.
Pemeliharaan
Setelah tanam, penyiraman dilakukan kembali setiap 3 hari sekali hingga saat berbunga. Ketika masa berbunga, penyiraman dilakukan 2 hari sekali. Namun, apabila penanaman dilakukan pada daerah kering, maka penyiraman dapat dilakukan lebih sering agar tanaman tidak layu kekeringan. Pemupukan pada terung dilakukan tiga kali, yaitu sebagai pupuk dasar, susulan I, dan susulan II. Pupuk dasar diberikan saat tanah mulai diolah, pupuk susulan I diberikan 7 -14 hari sesudah tanam, dan pupuk susulan II diberikan saat tanaman mulai berbunga. Dosis pemupukan bervariasi untuk setiap jenis terung dan jenis tanahnya, lihat pada Tabel berikut.
WAKTU DAN DOSIS PEMUPUKAN TERUNG No Jenis pupuk Total Pupuk Dasar Pupuk susulan I II 1. Pupuk kandang 15 ton 15 ton 2. Urea 300 kg 100 kg 100 kg 100 kg 3. TSP 200 kg 200 kg 4. KCI 200 kg 200 kg Sumber : Rush Hukum, kk.,1990. Pemeliharaan selanjutnya seperti penyiangan dan pendangiran dilakukan bersamaan dengan pemberian pupuk susulan. Namun, bila dirasa perlu, penyiangan dan pendangiran dapat dilakukan lebih sering. Tanaman terung memerlukan penyangga agar cabang lateralnya tidak raboh terkena angin atau hujan. Ajir dapat dibuat dari bambu atau kawat setinggi 60-90 cm.
Hama dan Penyakit
HAMA APHIS (KUTU DAUN) Serangan hama ini ditandai dengan mengerutnya daun karena mengering. Daunnya berwarna kuning. Pemberantasannya umumnya dilakukan dengan Basudin 40 WP dan Bayrusi125 EC. Tungau (Tetranychus) Serangan hama ini ditandai dengan pertumbuhan tanaman terung menjadi abnormal. Daun pucuk atau tunas yang terserang berubah menjadi keriput dan berwarna kuning. Hama ini menyerang daun dan cabang muda dengan cara mengisap cairan dalam jaringan tanaman. Pengendalian serangan dilakukan dengan menggunakan larutan Kalthene 0,2 %, Dimetoate (Rogor, Roxixon) 0,1 % atau larutan Sumithion 1:1.000 (18 cc dalam 15 liter air).
PENYAKIT KARAT DAUN Serangan penyakit ini ditandai dengan adanya bercak-bercak kuning (blight) dan kanker pada daun maupun -tanaman. Penyebabnya adalah Phomopsis vexans (Sacc & Syd) Harter atau Diaphote vexans Gratz. Penyakit ini sulit diberantas. Untuk itu, sebaiknya pada awal penanaman digunakan Dithane M-45 berkonsentrasi 0,2-0,3 %.
BUSUK AKAR Serangan penyakit ini ditandai dengan warna daun menjadi lebih hijau, lalu menjadi kuning, dan akhirnya mati. Penyebabnya adalah cendawan Yerticilium alboatrum yang menyerang akar dan pembuluh pada jaringan tanaman. Pencegahan serangan selanjutnya dengan menggunakan Dithane M-45 (0,2-0,3 %). Sebenarnya penyakit ini dapat dikendalikan dengan perlakuan tanah, antara lain fumigasi, drainase yang baik, dan rotasi tanaman.
Panen dan Pasca Panen
Umur terung yang dapat dipanen tergantung dari varietas yang ditanam. Namun, secara umum terung dapat dipanen sekitar 4 bulan atau 90 hari sejak semai. Selanjutnya selang seminggu sekali, buah terung dapat dipanen 6-7 kali. Dalam pemanenan, diperhitungkan pula lama pengangkutan sampai ke tangan konsumen. Sebaiknya terung yang dipetik adalah buah muda yang bijinya belum keras dan daging buahnya belum liat. Apabila pengangkutan memerlukan waktu lama, maka sebaiknya terung dipetik sebelum masak, tapi sudah tampak bernas (berisi). Waktu panen sebaiknya dilakukan saat pagi hari atau sore hari. Hindari waktu panen saat terik matahari karena dapat mengganggu tanaman dan membuat kulit terung menjadi keriput (kering) sehingga menurunkan kualitas.

Macam-Macam Jamur dan Manfaatnya

Jamur merupakan salah satu tumbuhan tingkat rendah yang tidak berklorofil, namun memiliki potensi bisnis cukup besar. Tumbuhan ini umumnya bersifat sebagai saprofit atau parasit untuk memenuhi kebutuhan pangannya. Sebagai saprofit, jamur hidup pada sisa makhluk hidup yang telah mati, seperti di tumpukan sampah organik, tumbuhan, atau kotoran hewan. Sedangkan sebagai parasit, jamur hidup menempel pada organisme lain dan biasanya merugikan media yang ditempelinya.
Pada dasarnya jamur bisa tumbuh di berbagai tempat, namun sebagian besar jamur akan tumbuh subur bila berada di daerah yang lembab dan bersuhu dingin. Reproduksi jamur dilakukan dengan dua cara, yaitu secara vegetatif dan generatif. Perkembangbiakan vegetatif biasanya dilakukan dengan membentuk spora, membelah diri, serta pembentukan kuncup. Sementara perkembangbiakan generatif dilakukan melalui pembentukan spora askus, konjugasi, dan menggunakan hifa yang akan menghasilkan zigospora.
Selain memiliki berbagai macam cara untuk berkembangbiak, jamur juga terdiri dari aneka macam jenis baik yang bermanfaat maupun yang berbahaya/beracun. Saat ini sebagian besar jamur yang dibudidayakan masyarakat adalah jamur yang bermanfaat, khususnya jamur konsumsi yang bisa dimakan atau dimanfaatkan sebagai obat. Untuk mengetahui macam-macam jamur konsumsi dan manfaatnya, berikut kami informasikan jenis jamur berdasarkan habitat hidupnya.
1. Golongan Jamur Kayu
  • Jamur Tiram
Jamur tiram (Pleurotus sp) atau yang lebih dikenal dengan sebutan oyster mushroom memiliki bentuk tubuh yang menyerupai cangkang kerang atau tiram dengan bagian tepi yang bergelombang. Jenis jamur ini cukup mudah untuk dibudidayakan, sehingga banyak digemari para konsumen maupun pelaku usaha.
Manfaat : Jamur tiram merupakan jamur konsumsi yang paling sering dimanfaatkan menjadi aneka makanan olahan jamur. Biasanya jamur tiram diolah menjadi sate jamur, keripik jamur tiram, gule jamur, jamur crispy, dll.
  • Jamur Kuping
Jamur kuping (Auricularia sp) merupakan jenis jamur yang memiliki kandungan protein mineral, dan vitamin yang cukup tinggi serta bebas kolesterol. Jamur jenis ini bisa dibudidayakan di daerah beriklim dingin sampai panas, dengan suhu rata-rata 20-30ºC dan kelembapan 80-90%. Selain dijual dalam keadaan segar, jamur kuping kering juga laku dipasaran dengan harga yang cukup mahal.
Manfaat : Jamur kuping sering dimanfaatkan sebagai bahan campuran ketika memasak soup jamur, sayur kimlo, keripik jamur, nasi goreng jamur, tauco jamur, sukiyaki, dan bakmi jamur dengan cita rasa yang sangat lezat. Selain itu jamur kuping hitam juga dimanfaatkan sebagai obat sakit jantung, pembuluh darah dengan endapan (aterosklerqsis), penurun kolesterol dan trigliserid, antiplatelet dan antipengentalan darah, serta sebagai antipendarahan.
  • Jamur Shitake
Jamur shitake (Lentinus sp) sering disebut juga dengan nama hioko atau Chinese black mushroom. Jamur jenis ini bisa tumbuh di gelondongan kayu atau dibudidayakan dengan media berupa serbuk gergaji kayu.
Manfaat : Jamur shitake dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan pangan untuk sayur lalapan atau dimasak menjadi aneka makanan olahan jamur. Selain itu jamur shitake juga dimanfaatkan sebagai obat, karena mengandung lentinen yang berfungsi sebagai anti-kanker.
  • Jamur Lingzhijamur lingzhi
Jamur lingzhi (Ganoderma sp) merupakan salah satu jenis jamur yang dikenal masyarakat sebagai jamur obat. Bahkan saat ini jamur yang memiliki bentuk seperti kipas ini disebut sebagai raja obat dari jamur, karena khasiatnya dipercaya bisa menyembuhkan berbagai macam jenis penyakit.
Manfaat : Jamur lingzhi merupakan bahan obat yang sering digunakan sebagai campuran minuman atau dibuat dalam bentuk kapsul. Kandungan senyawa yang terdapat dalam jamur lingzhi berkhasiat meningkatkan kesehatan dan kebugaran konsumennya, serta bisa juga sebagai pencegah kanker dan mencuci bahan-bahan beracun yang ada di dalam tubuh.
  • Jamur Maitake
Jamur Maitake (Grifola sp) memiliki sebutan khusus yaitu “Hens of the wood” atau ayam betina dari kayu. Sebutan ini diberikan karena bentuk jamur maitake sangat mirip dengan jengger ayam. Seperti halnya pada jamur lingzhi, jamur maitake juga dikenal masyarakat sebagai bahan obat.
Manfaat : Kandungan senyawa pada jamur maitake dipercaya memiliki kemampuan sebagai anti-kanker dan anti-HIV. Biasanya pemanfaatan jamur maitake bisa berupa ekstrak maupun dalam bentuk serbuk.
2. Golongan Jamur Kompos
  • Jamur Merang
Jamur merang (Volvariella sp) merupakan jamur kompos yang banyak digemari masyarakat. Biasanya jamur ini tumbuh ditumpukan jerami yang membusuk pada saat musim panen padi berlangsung. Untuk membudidayakannya bisa menggunakan jerami atau merang, limbah kapas, limbah kertas, ampas sagu, atau serbuk gergaji kayu.
Manfaat : Jamur merang dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan pangan yang diolah menjadi aneka macam masakan jamur. Seperti diolah menjadi soup jamur, tumis jamur, sate jamur, dll.
  • Jamur Champignon/Jamur Kancing
Jamur champignon (Agaricus sp) biasa disebut juga jamur kancing. Bentuk jamur ini sekilas sangat mirip dengan jamur merang, yang membedakannya hanya pada batang jamur kancing terdapat bentuk yang menyerupai cincin, serta memiliki warna putih bersih.
Manfaat : Rasanya yang nikmat membuat jamur champignon digemari para konsumen sebagai salah satu bahan makanan yang sehat dan kaya manfaat. Biasanya jamur kancing ini digunakan sebagai bahan campuran dalam sebuah masakan.
Nah, setelah mengetahui macam-macam jamur dan manfaatnya. Kini saatnya Anda menentukan jenis jamur apa yang ingin Anda budidayakan sebagai peluang usaha. Semoga informasi ini bermanfaat, selamat berkarya dan salam sukses.