Syarat Tumbuh Tanaman Mawar

Di Indonesia berkembang aneka jenis mawar hibrida yang berasal dari holand (Belanda). Mawar yang banyak adalah tipe Hybrid Tea dan Medium,memiliki variasi warna bunga cukup banyak, mulai putih sampai merah padam dan tingkat roduktivitas tinggi: 120-280 kuntum bunga/m /tahun.

Varietas-varietas mawar hibrida (Hybrid Tea) yang telah ditanam di Indonesia antara lain : Coctail, Diplomat, Idole, Jacaranda, Laminuette, Osiana, Pareo, Samorai, Sonate de Meilland, Sonia, Sweet Sonia, Tineke, Vivaldi, White Success dan Yonina. Sedangkan mawar tipe Medium antara lain adalah Golden Times, Jaguar, Sissel, Laser, dan Kiss. Kelebihan varietas mawar hibrida adalah tahan lama dan warna-warninya menarik. Mawar tipe Hybrid Tea bertangkai bunga 80-120 cm, tipe Medium 40-60 cm.

Sedangkan beberapa varietas mawar introduksi yang dianjurkan untuk dibudidayakan didataran rendah antara lain: Cemelot, Frad Winds, Mr. Lincoln, dan Golden Lustee sebagai mawar bunga potong. Sedangkan varietas Folk Song, Khatherina Zeimet, Woborn Abbey dan Cimacan Salem untuk tanaman taman.

Dalam sistematika tumbuhan (taksonomi), mawar diklasifasikan sebagai berikut:
Kingdom       : Plantae
Divisi           : Spermatophyta
Sub-Divisi    : Angiospermae
Kelas           : Dicotyledonae
Ordo           : Rosanales
Famili         : Rosaceae
Genus         : Rosa
Species       : Rosa damascena Mill., R. multiflora Thunb., R. hybrida Hort., dan lain-lain.
Seperti budidaya tanaman pada umumnya, dalam membudidayakan Mawar ini ada beberapa persyaratan yang  harus dipenuhi agar tanaman Mawar dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal.  Beberapa syarat tumbuh pada budidaya Mawar adalah

A.  Iklim
Iklim itu sendiri terdiri dari beberapa faktor, yaitu :
  • Angin, dalam budidaya Mawar, angin tidak mempengaruhi dalam pertumbuhan bunga mawar.
  • Curah hujan,  bagi pertumbuhan bunga mawar yang baik kisaran curah  hujan adalah 1500-3000 mm/tahun. Sedangkan penyinaran matahari yang  diperlukan  oleh tanaman Mawar antara 5-6 jam per hari. Di daerah cukup sinar matahari, mawar akan rajin dan lebih cepat berbunga serta berbatang kokoh. Sinar matahari pagi lebih baik dari pada sinar matahari sore, yang dapat menyebabkan tanaman kering.
  • Tanaman mawar mempunyai daya adaptasi sangat luas terhadap lingkungan tumbuh, dapat ditanam di daerah beriklim dingin/sub-tropis maupun di daerah panas/tropis. Suhu udara sejuk 18-26 derajat C dan kelembaban 70-80 %.


B.  Media Tanam
Media tanam yang diperlukan  dalam  budidaya Mawar adalah sebagai berikut :
  • Penanaman dilakukan secara langsung pada tanah secara permanen di kebun atau di dalam pot. Tanaman mawar cocok pada tanah liat berpasir (kandungan liat 20-30 %), subur, gembur, banyak bahan organik, aerasi dan drainase baik.
  • Pada tanah latosol, andosol yang memiliki sifat fisik dan kesuburan tanah yang cukup baik.
  • Derajat keasaman tanah yang ideal adalah PH=5,5-7,0. Pada tanah asam (pH 5,0) perlu pengapuran kapur Dolomit, Calcit atupun Zeagro dosis 4-5 ton/hektar. Pemberian kapur bertujuan untuk menaikan pH tanah, menambah unsur-unsur Ca dan Mg, memperbaiki kehidupan mikroorganisme, memperbaiki bintil-bintil akar, mengurangi keracunan Fe, Mn, dan Al, serta menambah ketersediaan unsur- unsur P dan Mo. Tanah berpori-pori sangat dibutuhkan oleh akar mawar.


C.  Ketinggian Tempat
  • Mawar tumbuh baik pada:
  • Ketinggian 560-800 m dpl, suhu udara minimum 16-18 derajat C dan maksimum 28–30 derajat C.
  • Ketinggian 1100 m dpl, suhu udara minimum 14-16 derajat C, maksimum 24–27 derajat C.
  • Ketinggian 1400 m dpl, suhu udara minimum 13,7-15,6 derajat C dan maksimum 19,5-22,6 derajat C.

Di daerah tropis seperti Indonesia, tanaman mawar dapat tumbuh dan produktif berbunga di dataran rendah sampai tinggi (pegunungan) rata-rata 1500 m dpl. Sehingga tanaman  Mawar cocok dijadikan sebagai tanaman  agrobisnis andalan.

Tips & Perawatan Anthurium Spesial

Cara Tangani Daun Bermasalah

Daun jadi elemen penting dalam anthurium. Uuntuk itulah keberadaan bagian ini tak pernah luput dari perawatan dan perhatian khusus. Segala cara dilakukan demi menjaga kesehatan dan kelangsungan hidupnya.
fokus4.jpg
Beberapa bulan yang lalu, Rudi membeli jenmanii cobra remaja dengan harga Rp 3 juta. Sebagai penghobi pemula, Rudi mengaku masih bingung apa yang harus dilakukan dan apa yang tak harus ia lakukan. Dalam hal itu, metode perawatan yang diketahuinya sangat minim. Baginya, mungkin penyiraman dan pemupukan sudah cukup memanjakan anthuriumnya.
Namun beberapa minggu berselang, bukan keindahan yang ia dapatkan, justru kesuraman daun mulai terlihat. Daun yang semula hijau, lambat laun kian menguning dan keriting. Melihat kejadian itu, Rudi pun panik. Seakan tak tahu apa yang ia lakukan, intensitas penyiraman dan pemupukan pun malah ditambah, demi memenuhi kebutuhan nutrisi tanamannya itu.
Sialnya, bukan kesembuhan dan kesegaran yang ia dapat, beberapa bulan berselang, daun anthuriumnya mulai berubah kuning solid dan akhirnya berguguran. Rasa kecewa jelas terpancar di wajahnya. Pasalnya, bukan harga yang ia sesalkan, harapan agar tanamanya tumbuh besar dan sempurna tak bisa diraih. Jangankan tumbuh bagus, mencapai daun tujuh pun tanamannya tak mampu bertahan.
Masalah yang dihadapi Rudi itu mungkin pernah juga Anda alami. Terutama bagi Anda yang baru beberapa bulan menggandrungi si raja daun asal Brasil ini. Kurangnya pengetahuan tentang pola perawatan hingga intensitas penyiraman dan pemupukan, membuat harapan yang besar pada anthurium jadi sesuatu yang mengecewakan. Bahkan mahalnya harga, tak jarang membuat seseorang jadi paranoid terhadap perawatan.
Beberapa orang menaruh tanaman mahalnya ini dalam ruangan khusus untuk mengkarantina dan menjauhkan kontak dengan orang lain atau tanaman jenis lainnya, agar tanaman tak rusak.
Namun sayangnya, tindakan yang dilakukan secara berlebih tanpa ada ilmu yang mendasarinya ini sangat tidak disarankan. Sebab, menurut Heru Trisaksono dari Ijo Royo Nursery Surabaya, laiknya tanaman yang lain, kehidupan anthurium tak bisa lepas dari faktor lingkungan dan sirkulasi angin yang baik.
Faktor lingkungan biasanya berpengaruh pada suhu, temperatur, dan kelembaban lingkungan hingga sistem pencahayaan. Sedangkan sistem sirkulasi udara, termasuk arah angin masuk dan keluar serta besaran kecepatan angin yang disarankan. Sistem pencahayaan yang baik adalah sekitar 60%, dengan kelembaban cenderung tinggi dan temperatur antara 200 sampai 270 C. Untuk itulah jika ingin mengkarantina anthurium, sebaiknya perhatikan beberapa persyaratan tersebut jika Anda tak ingin kecewa di kemudian hari.
Selain paranoid yang membuat anthurium dikarantina, perawatan over ternyata juga tidak baik buat anthurium. Niat hati mungkin ingin memanjakan anthurium, namun siapa sangka tindakan ini malah jadi boomerang yang dapat menyerang tanaman sewaktu-waktu.
Umumnya, tanda-tanda yang sering muncul pada daun yang diakibatkan karena perawatan over adalah daun berubah jadi warna kuning. Selanjutnya, daun yang menguning itu lambat laun berubah jadi kering dan berwarna kecoklatan. Jika sudah terjadi tahap itu, maka dalam hitungan beberapa hari, daun pun akan berlubang dan rusak.
“Tidak ada yang bisa dilakukan untuk menangani daun yang sudah menguning, selain menunggu datangnya daun baru dan menghindari kejadian ini terulang pada daun yang lain,” kata Heru.
bersih.jpg
“Untuk itulah, sebelum menentukan anthurium sebagai tanaman yang akan dipelihara, alangkah baiknya jika Anda mencari sedikit informasi mengenai perawatannya. Sebab, secara umum merawat anthurium itu gampang-gampang susah. Jika sudah tahu caranya, merawat anthurium sangat menyenangkan. Dan sebaliknya, tanpa mengetahui proses perawatan, kegiatan pemeliharaan sering berujung frustasi,” lanjutnya.
Intensitas Panas dan Pupuk
Kuning pada daun anthurium tak selalu bagus. Jika jenis variegata semakin kuning malah semakin mahal, tapi kalau warna kuning akibat sakit pada anthurium dapat menurunkan gengsi dan harga jual. Terlalu sering menatap sinar matahari dan terlalu banyak pupuk diduga jadi salah satu penyebab daun berubah kuning. “Seperti halnya makan, segala yang berlebih itu kurang baik,” tandas Heru.
Itu berbeda dengan jenis variegata, kuning yang muncul karena sakit tampak berbeda. Jika pada jenis variegata daun yang berwarna kuning masih tampak segar, warna kuning pada daun sakit akan terlihat lebih suram. Selain itu, pada permukaan tak jarang daun sakit yang berwarna kuning akan terasa sangat kasar, karena adanya beberapa bagian yang rusak.
Pemupukan pada dasarnya tak perlu dilakukan seriap hari. Cukup 1-2 kali dalam seminggu. Proses pemupukan biasanya dilakukan dengan komposisi 10 CC pupuk dicampur dengan 8 liter air dan dilakukan apling tidak sekali dalam 4 hari.
Harap diperhatikan, proses ini sebaiknya dilakukan dengan tepat dan berlebih. Sebab, jika tanpa aturan tanaman akan cepat berubah kuning. Selain itu, penggunaan pupuk slow release sebaiknya diberikan selama sekali dalam 6 bulan saja.
usap.jpg
Selain pemupukan, sinar matahari dan suhu yang terlalu tinggi akan mengubah daun jadi kuning. Seperti halnya kulit yang terbakar, sinar matahari juga dapat merusak fragmentasi dan pigmentasi kesehatan daun anthurium. Waktu yang tepat untuk menjemur tanaman adalah sekitar pukul 08.00 sampai 10.00, dimana matahari belum terik. Jika hal tersebut tidak dilakukan, maka tanaman akan cepat rusak.
Namun selain beberapa faktor tersebut, warna kuning pada anthurium juga sering terjadi karena faktor usia. Umumnya, anthurium yang sudah keluar tongkol secara otomatis diimbangi dnegan berubahnya warna kuning pada daun

Seni Tempel Batang Bonsai

sambungan baru membentuk kontur lebih baik
Perbaiki Batang, Cabang Hingga Akar

Soelistio Sidhi berulangkali mengernyitkan dahi saat menggarap bonsai beringin miliknya. Sebab bentuk batang masih belum bisa sesuai dengan keinginan yaitu besar dan berkarakter. Setelah menimbang beberapa saat akhirnya pebonsai asal Sidoarjo ini mendapatkan ide untuk melakukan tempel batang untuk mendapatkan batang yang lebih berkarakter.
Keluhan tentang kondisi batang yang kurang berkarakter sering menjadi dilema bagi pebonsai. Sebab secara visual sudah terlihat janggal bila melihat bonsai namun batang yang dimiliki kurang kekar. Sebab bagaimana pun bonsai selalu mencerminkan pohon tua kokoh dan mampu membuat teduh siapapun menikmatinya.
Teknik tempel ini memang bisa menjadi satu alternatif pengembangan karya seni bonsai untuk memberikan sentuhan baru saat mendapatkan bakalan yang kurang sempurna. Atau bisa juga untuk mengembalikan struktur tanaman yang rusak atau mati. Jadi sebagai satu karya seni teknik ini tidak haram dilakukan dan berlaku untuk gaya apapun.
Sebenarnya teknik tempel sendiri sudah banyak diaplikasikan dalam dunia bonsai, bagian yang paling populer adalah pembentukan cabang baru dengan teknik tersebut. Disitu pebonsai bisa menentukan atau menciptakan batang baru di bagian tanaman yang diinginkan. Ini merupakan salah satu alternatif untuk menciptaka hasil yang maksimal.
Dalam pengembangannya teknik tempel ini juga bisa di jadikan satu cara untuk memperbesar atau mempergemuk salah satu bagian tanaman terutama untuk batang dan cabang. Disitu ukuran batang maupun cabang yang ingin diperbesar kita tempel dengan batang baru yang mengikuti alur batang lama.
Cara ini dinilai paling evektif karena tidak menghilangkan bakalan namun memberikan ornamen baru untuk gerak dasar yang lebih baik. Karena untuk menunggu tumbuh secara alami jelas tidak mungkin sebab waktunya bisa bertahun-tahun.
Posisi dan Sudut PandangMenentukan Hasil Jadi
Soelistio mengakui dari koleksinya banyak yang dikerjakan dengan tempel batang. Alasannya dengan tempel batang maka kreasi bonsai akan jauh lebih menarik. Karena aliran yang dianutnya universal. “Saya tidak fanatik dengan satu jenis tanaman dan satu aliran saja sebab seni punya penilaian yang universal,” imbuhnya menegaskan.
Memang dalam bonsai kreasi menentukan gaya tetap dari bakalan, nah dalam perjalanannya yang tentunya butuh waktu bertahun-tahun kadang dan cukup sering pebonsai menilai ada kekurangan dari karya yang dibuatnya. Bila dirasa terlalu besar akan lebih mudah yaitu dengan menguranginya namun bila kurang besar lain masalahnya. Karena sebagai mahluk hidup tentu perlu proses pertumbuhan untuk memperbesar.
“Memang dituntut kesabaran tapi bila bisa di lakukan dengan cepat dan bagus kenapa tidak,” tandas Soelistio. Pria murah senyum ini lantas menunjukkan beberapa koleksinya yang dilakukan tempel batang. Contohya pada jenis cemara udang, saat mendapatkan bakalan Soelistio mengaku masih kurang sreg pada bagian batang yang dinilai kurang bagus yang dinamainya seram.
Dari situ akhirnya dicarikan batang dengan jenis yang sama dan di tempatkan berdempetan pada bagian yang diinginkan. Memang prosesnya tidak semudah yang dibayangkan sebab saat penempelan batang besar dan baru harus berdempetan. Caranya beragam ada yang mengikat dengan tali/kawat atau ditekan pada penahan yang di paku langsung ke batang.
Tujuannya sama yaitu untuk menyatukan kambium agar bisa bergabung yang nantinya akan menjadi bagian dari batang besar. Batang sambungan ini diproyeksikan Soelistio untuk mengisi bagian yang kosong, sehingga tinggal menunggu sampai ukuran tepat sebelum digarap. Menunggu besarnya sambungan ini yang membutuhkan waktu cukup lama setidaknya 1 tahun.
Selain batang utama, teknik tempel juga bisa digunakan pada percabangan. “Dimanapun bisa dilakukan sebab teknik ini bisa mengisi bagian manapun,” imbuhnya. Disitu prosesnya memang cukup rumit karena bagian ini berada di atas sementara media tanam jauh dibawah. Jadi tempelan yang diinginkan harus panjang untuk bisa menjangkau media tanam.
Baik Untuk Akar
Selain memperkuat batang teknik ini juga bisa di lakukan untuk memberikan kekuatan baru diakar. Caranya hampir sama yaitu dengan menempelkan batang baru di batang lama. Hanya saja media tanam tidak satu pot dengan bonsainya. Lalu bagiamana batang baru ini bsia tumbuh?, “Buatkan lokasi media tanam baru,” terang Soelistio.
Disitu proses penyambungan batang bertujuan untuk menciptakan akar baru. Tujuannya jelas untuk memperkuat tampilan akar sehingga lebih kokoh. Bedanya dengan tempel batang untuk akar media tanam dipisah terutama pada batang besar.
Pola media tanam terpisah sengaja dilakukan pria yang menggarap bisnis advertaising ini. Sebab bila dimasukkan satu maka karakter tempelan tidak akan menonjol. Sehingga dipilih untuk mengeluarkan sambungan dan memberikan nutrisi ditempat lain.
Bila dilihat memang sedikit aneh dimana ada akar yang menjuntai keluar dari pot. “Bila ukuran sudah matang akar yang keluar kita potong dan dimasukkan ke media utama,” imbuhnya. Namun jangan dikira proses ini bisa cepat dilakukan sebab untuk mendapatkan hasil yang sesuai tetap butuh waktu yang tidak sebentar.
Munculkan Kontur Baru
Selain memperbesar batang proses penempelan ini juga akan memperbaiki kontur tanaman untuk menimbulkan kesan tua. Kesan ini akan muncul bila bakalan yang diambil mempunyai bentuk bulat dan halus. Penempalan batang selain mengisi bagian yang diinginkan juga membentuk motif bergelombang.
Kontur ini yang juga membuat batang yang ditempel akan lebih berkesan tua sebab terlihat seperti urat yang menonjol. “Banyak hal positif yang bisa diambil dari teknik ini,” ujar Soelistio. Apalagi caranya tidak terlalu sulit asalkan sudah mepunyai stok tempelan yang beragam. Karena setiap pohon punya kecocokan yang berbeda.
Tidak Semua Jenis Bisa
Meski menjadi satu teknik yang sangat membantu namun tidak semua jenis tanaman bisa dilakukan teknik tempel salah satunya untuk jenis santigi. “Santigi hampir dipastikan tidak bisa dilakukan penempelan,” imbuh Soelistio. Jadi bakalan yang kita dapat tidak bisa diperbesar kecuali menunggu secara alami dan sudah dipastikan waktunya akan jauh lebih lama.
Dari alasan ini yang membuatnya akhirnya mengkoleksi beragam jenis tanaman bonsai. Sebab setiap jenis akan memunculkan karakter yang berbeda. Memang diakui bahwa ada beberapa jenis bonsai yang mempunyak karakter lebih mudah untuk di lakukan kreasi. Contohnya untuk keluarga ficus, seperti beringin, hokian tea dan iprih sementara untuk jenis cemara ada cemara udang dan cemara angin. Untuk jenis ini hampir semuanya bisa dilakukan sambung batang.

MERAWAT ANGGREK SECARA MASSAL

Awali dengan Mengontrol Lingkungan
Tahukah Anda, kalau Indonesia merupakan salah satu negara dengan spesies anggrek bervarian? Ya, kurang lebih 5000 spesies jumlahnya. Namun banyaknya spesies anggrek di Tanah Air, tak diimbangi dengan pembudidayaann maksimal, sehingga pasokan anggrek dalam negeri minim. Itu terlihat dari sedikitnya orang yang bisa all out di dunia anggrek.
“Kebanyakan orang menyukai anggrek hanya pada saat berbunga. Setelah tanaman tak lagi mengeluarkan bunga, mereka memilih untuk tidak merawat,” kata Pembudidaya Anggek di Malang Jawa Timur (Jatim), Kabul.

Pantas, sedikit dijumpai pembudidaya anggrek di Indonesia. Rupanya, kini masyarakat hanya sebatas penikmat anggrek, bukan pecinta. Tak heran, jika spesies anggrek di Indonesia tak mengalami perkembangan.
Melihat jumlah spesies anggrek di Indonesia merupakan yang terbanyak kedua setelah Vietnam. Itu sudah seharusnya bisa jadi produsen anggrek dunia. Alasan klise tentang perawatan anggrek yang rumit, seakan jadi teka-teki misterius untuk dipecahkan, sehingga peluang untuk dijadikan prospek usaha pun sangat minim.
Namun hal itu dibantah oleh Kabul. Merawat anggrek tak seperti merawat bayi. Bahkan – kata Kabul – anggrek bisa jadi peluang bisnis yang menjanjikan. Mengingat, anggrek merupakan jenis tanaman yang berbunganya tak mengenal musim. Banyak orang yang menjulukinya sebagai bunga sepanjang masa. Memang benar adanya, karena kebutuhan pasokan bunga dunia juga melibatkan jenis anggrek. Terlebih, anggrek potong yang dimanfaatkan sebagai bunga rangkai.
“Malah saat ini, parcel tak lagi menggunakan makanan atau barang. Bunga pun bisa jadi alternatif. Pesona anggrek juga jadi salah satu pilihannya,” imbuh Kabul.
Melihat itu, apakah antara kebutuhan dan produksi anggrek di Tanah Air bisa berjalan seimbang? Bukan tak mungkin, Indonesia bisa jadi negara pemasok anggrek dunia. Tertarik untuk mengembangkan potensi alam satu ini? Berikut kisi-kisi yang bisa dijadikan landasan sebelum menerjuni dunia anggrek.

Ketahui Karakter

Ini merupakan hal mutlak untuk dilakukan sebelum menekuni budidaya anggrek. Caranya, dengan memperbanyak referensi tanaman setiap jenisnya. Mengingat, masing-masing jenis anggrek memiliki karakter berbeda. Itu bisa dilihat dari faktor lingkungan hidup ataupun keadaan fisiologis tanamannya.
Setiap jenis anggrek memiliki kelebihan dan kekurangan. Terlebih, jika harus pindah lingkungan hidup. Otomatis, tanaman akan berusaha untuk melakukan adaptasi dengan lingkungan baru. Sebab, anggrek habitat aslinya terdapat di hutan tropic. Jadi, sebenarnya bukan hal sulit dalam hal perawatan. Bahkan perlakuan yang terlalu berlebihan, membuat tanaman tak tumbuh dengan optimal.
Kontrol Lingkungan Tumbuh
Jika berbicara tentang budidaya, tentu akan berkaitan dengan jumlah massal. Tentu berbeda dengan cara merawat anggrek dalam jumlah sedikit. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat merawat anggrek dalam jumlah massal. Misalnya, kontrol lingkungan yang diterapkan untuk tanaman, yaitu kelembaban, pencahayaan, dan intensitas angin.
Untuk kelembaban, masih kata Kabul, usahakan agar tanaman tetap dalam kelembaban yang terjaga. Maksudnya, kelembaban efektif bagi anggrek adalah tak terlalu basah ataupun kering. Kelembaban ini bisa dilihat dari media tanam, dimana jika media dalam keadaan terlalu basah akan berdampak pada kebusukan akar.

Demikian halnya jika media terlalu kering, membuat tanaman dehidrasi (kekurangan mineral). Bisa dengan penyiraman yang dilakukan satu kali dalam dua hari ataupun spray untuk setiap hari. Teknik ini bisa dilakukan saat musim kemarau.

Dengan membasahi bagian shading net saat musim kemarau, dijadikan alternatif agar tanaman tetap ada dalam keadaan segar dan teduh. Sedangkan untuk musim hujan, sebaiknya intensitas penyiraman sedikit dikurangi. Itu dilakukan untuk menghindari tingkat kelembaban berlebih.
Selesai itu, teknik pencahayaan untuk anggrek pun perlu diperhatikan. Penggunaan shading net dan plastik ultraviolet (UV) bisa jadi alternatif untuk mengontrol kapasitas sinar matahari yang masuk. Usahakan untuk memberi jarak shading net dengan tanaman – antara 1-2 meter dari bagian atas tanaman. Itu untuk menghindari sengatan matahari yang masuk dan berkaitan dengan pertumbuhan anggrek secara keseluruhan.
Sama halnya dengan pengaturan intensitas angin. Boleh percaya atau tidak, pada dasarnya pertumbuhan anggrek tergantung pada kapasitas angin yang masuk dan menerpa tanaman, dimana angin yang terlalu kencang merupakan salah satu penyebab anggrek tak kunjung mengeluarkan bunga. Idealnya, intensitas angin yang masuk tidak terlalu kencang. Namun bukan juga berarti tanaman tak boleh terkena angin sama sekali.

“Sebaiknya angin yang masuk landai atau sepoi. Maka, penggunaan shading net di bagian tepi berfungsi sebagai penyaring jumlah angin yang masuk,” ujar Kabul.
Teknik Penempatan

Meski terdengar sepele, penempatan untuk tumbuhnya anggrek juga memberi pengaruh yang signifikan bagi perrtumbuhan anggrek. Terlebih, untuk penempatan anggrek dalam jumlah besar, tentu akan memakan banyak tempat. Ada beberapa alternatif dalam hal penempatan tanaman dan tak boleh dilakukan secara sembarang.

Pertama, dengan meletakkan anggrek di bawah (lantai/tanah). Bagi sebagian orang (khususnya yang mengerti kriteria hidup anggrek), cara pertama ini terbilang kontroversi. Alasannya, tingkat kelembabannya sangat tinggi dan akan mengganggu pertumbuhan anggrek. Mengingat, kebanyakan penempatan anggrek ada dalam keadaan digantung atau jauh dari tanah. Namun alasan ini bisa diminimalisir dengan tetap menempatkan tanaman di bawah yang sudah dilapisi plastic, sehingga kelembaban tetap terjaga.

Kedua, dengan membuat rak-rak yang bisa dibuat dengan model barisan rata atau bentuk piramida. Penting diperhatikan jika menggunakan rak model piramida, yaitu membentuknya dengan pola zig-zag, dimana antara rak sisi kanan dan kiri tak sejajar. Itu dilakukan agar sinar yang masuk bisa merata. Sedangkan untuk penempatan jenis anggrek, juga perlu diperhitungkan. Untuk anggrek jenis dendrobium, letakkan pada rak posisi paling atas. Rak tengah untuk jenis phalaenopsis dan vanda letakkan paling bawah. 
Melihat Perputaran Produksinya
Tak bisa dipungkiri kalau sebenarnya komoditas produksi bunga Tanah Air berlimpah ruah. Berdiri di hamparan tanah yang subur, jadi bukti Ibu Pertiwi ini memiliki keragaman hayati. Anggrek jadi contoh kecil dari berjuta-juta kekayaan floranya. Beribu-ribu spesies anggrek yang ada di Indonesia sudah lebih dari cukup untuk dijadikan modal negeri ini sebagai produsen anggrek dunia.
Dari data on-line Dirjen Hortikultura Indonesia tahun 2006-2007, permintaan bunga hias di pasar dunia cenderung meningkat setiap tahun. Meski saat ini negara produsen sekaligus pengekspor bunga hias masih didominasi oleh Belanda yang terkenal dengan bunga tulipnya, pengembangan agribisnis tanaman bunga hias sudah tersebar ke berbagai negara di belahan dunia, seperti Thailand, Singapura, India, dan Indonesia.
Seperti halnya negara-negara produsen bunga lainnya, Indonesia juga berpeluang besar dalam mengembangkan agribisnis sub sektor tanaman hias, baik untuk memenuhi permintaan dalam maupun luar negeri. Itu ditunjang dengan adanya kenyataan bahwa penggunaan bunga potong untuk berbagai keperluan dalam negeri masih mendominasi.

Bahkan di masa mendatang, diramalkan pertumbuhan tingkat permintaan bunga potong di Indonesia bakal meningkat 10% setiap tahun.

Daya serap dan permintaan bunga potong paling potensial adalah masyarakat di kota-kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Malang, Denpasar, dan dan Medan. Namun disayangkan, tingginya permintaan bunga tak dibarengi dengan jumlah penangkar anggrek saat ini. Jika diprosentase, Indonesia hanya memiliki sekitar 30% penangkar dari jumlah total spesies anggrek yang tersedia.
Memang ironis, jika Indonesia harus jadi produsen anggrek dunia untuk saat ini. Keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk bersama mewujudkan cita-cita inilah yang jadi kendala dan dilema tersendiri. Namun tahukah Anda, kalau anggrek bisa jadi aset budidaya yang mendatangkan potensi? Percaya atau tidak, di balik keelokan bunga yang bisa dijumpai sepanjang musim ini, anggrek menyimpan peluang usaha menjanjikan. Ingin tahu perhitungan dengan menjadikan anggrek sebagai lahan bisnis dan sekaligus melestarikan spesiesnya?
Pra Produksi
Sebelum melangkah lebih jauh untuk menjadikan anggrek sebagai peluang usaha, hal yang berkaitan dengan kualitas produk sebaiknya perlu diperhatikan. Untuk membuat tampilan anggrek tampil prima dalam skala massal saat dijual sudah kita bahas di Tabloid Gallery edisi sebelumnya (edisi 18, red).

Intinya agar nilai jualnya tinggi, kualitas barang pun perlu diperhitungkan, baik itu dengan tujuan dijual dalam fase bibit ataupun tanaman sudah berbunga,” kata Penangkar dan Pebisnis Anggrek di Malang Jawa Timur (Jatim), Kabul.

Di dalam pengembangan komoditi tanaman anggrek, terdapat kendala-kendala yang menghambat keberhasilan secara umum, yaitu:
1. Untuk mendapatkan produk yang berkualitas harus terpenuhi teknologinya, yaitu mulai dari teknik budidaya, seperti penggunaan benih yang sehat, penanaman, pemeliharaan, penanganan OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) sampai pasca panen.
2. Keterbatasan informasi pasar dan belum adanya kepastian harga (harga selalu berfluktuasi) terkadang menghambat perkembangan produksi dan luas areal.
3. Kurangnya modal yang tersedia serta perlu adanya pembinaan untuk lebih meningkatkan produksi sesuai dengan standar kualitas yang diinginkan pasar.
Dimana untuk perawatan dan budidaya anggrek juga telah dibahas di Tabloid Gallery edisi 18 lalu. Sehubungan dengan hal tersebut, untuk menjamin suplai komoditi tanaman anggrek, maka perlu dikembangkan sistem budidaya yang sehat sesuai agro ekosistem, seperti menanam dan merawat anggrek sebagai keperluan komersial, maka perlu mempertimbangkan segmentasi pasarnya.
Misalnya, untuk tujuan dalam skala kecil, menengah atau besar. Selain persiapan infra-struktur yang lengkap, seperti bibit, lahan bangunan, serta sarana dan prasarana penunjang lainnya – diperlukan juga orientasi yang jelas pada jenis produk yang akan diproduksi. Beberapa produk yang dihasilkan dari budidaya anggrek skala komersial antara lain bibit, anggrek dalam pot, dan anggrek untuk keperluan bunga potong.
“Untuk kebutuhan komersial alangkah baiknya dipilih jenis anggrek yang laku dan memiliki nilai tinggi di pasaran, seperti dendrobium, cattleya atau phalaenopsis,” ujar Kabul. [santi]
Analisis Budidaya Anggrek Massal
Setelah kita memahami karakter setiap anggrek yang hendak kita budidaya, barulah mulai memikirkan langkah perhitungan-perhitungan. Berikut perkiraan analisis budidaya bunga anggrek ala Kabul dari Malang (disini, kita menggunakan jenis dendrobium), yaitu:
Pengeluaran Panen Pertama
1. Sewa Lahan (luas 1,25 m x 12 m)/tahun Rp 2.000.000
2. Biaya Produksi
a. Bibit
 Bibit 8 botol @ x Rp 40.000 Rp 320.000
 Akar Pakis 5 ikat (42 lempeng/ikat) Rp 75.000
b. Perlengkapan
 Arang 80 kg @ Rp 1.250 Rp 100.000
 Pot ukuran 15 cm 400 bh x @ Rp 750 Rp 4.500.000
 Gandasil 2 pack @ x Rp 7.500 Rp 15.000
 Kerangka 1 unit bambu Rp 150.000
c. Pupuk
 Furadan Rp 20.000
 Azodrin 1 botol Rp 12.500
 Pupuk Urea 5 kg x @ Rp 2.000 Rp 10.000
 NPK 2,5 Kg x @ Rp 2.000 Rp 5.000 (+)
Total Biaya Produksi Rp 7.207.500
Pendapatan Panen Pertama
Untuk satu pohon atau pot bisa menghasilkan bunga sebanyak 2-3 tangkai bunga, dimana anggrek dalam pot mulai berbunga pada umur 3-5 bulan dan jadi bunga potong pada umur 6-7 bulan dengan masa panen optimal 4 kali setiap tahunnya. Pada panen ke 2-4 di atas umur 8 bulan, dalam satu tangkai bunga terdapat 10-15 kuntum bunga. Harga 1 kuntum bunga mencapai Rp 750 sampai Rp 1000.
 3 tangkai x 10 kuntum x 400 pot x Rp 750 Rp 9.000.000
Keuntungan Panen Pertama
Total Pendapatan Rp 9.000.000
Total Biaya Produksi Rp 7.207.500 (-)
Total Keuntungan Rp 1.792.500
Nah, perhitungan tersebut berlaku apabila menjualnya dalam bentuk kuntum bunganya saja. Itu berbeda jika alternatif penjualannya juga dilakukan ketika tanaman masih berada pada fase bibit. Terlebih, jika tampilan anggrek dijual dalam kondisi lengkap dengan batang dan pot bunganya. Tentu itu akan berdampak pada keuntungan yang berlipat. Hal ini dikarenakan harga satu pohon anggrek (dewasa berbunga) mulai dari Rp 50 ribu. Alternatif yang menguntungkan, bukan?

sumber : majalah tanaman hias di tahun 2008


Budidaya Rosela

Salah satu tanaman yang saat ini digemari masyarakat adalah bunga rosela, hal ini dikarenakan bunga rosela memiliki khasiat medis. Selain itu cara budidaya rosela yang relatif mudah dan banyak cara untuk mengolah tanaman ini menjadi hidangan atau minuman yang sehat dan menyegarkan seperti membuat teh rosela.

Dalam budidaya rosela media tanam yang perlu disiapkan adalah lahan terbuka serta polybag. Polybag berguna sebagai media tanam persiapan benih bunga rosela sebelum dipindahkan ke lahan yang terbuka. Sedangkan lahan itu sendiri berguna untuk media tanam akhir sampai bunga tersebut siap dipanen.
Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam budidaya rosela adalah mempersiapkan lahan penanaman bunga rosela. Kemudian pembenihan bunga rosela, ada dua cara untuk pembenihan tanaman ini yaitu dengan stek atau dengan menggunakan bijinya. Jika menggunakan bijinya, biji tersebut harus direndam terlebuh dahulu sebelum akhirnya ditanam. Selanjutnya yang perlu dilakukan adalah proses penanaman. Penanaman dilakukan di lahan terbuka terlebih dahulu, setelah sekitar satu minggu kemudian dipindahkan ke polybag. Selanjutnya sekitar dua minggu, bunga rosela dapat dipindahkan di lahan terbuka yang sudah dipersiapkan dengan jarak tanam tertentu. Dan langkah yang terakhir adalah perawatan bunga rosela.
Seperti halnya budidaya rosela, perawatan rosela tidak terlalu sulit hanya perlu ketekunan, Perawatan rosela yang perlu dilakukan adalah penyiraman serta pemberian pupuk yang cukup, yang perlu diingat penyiraman bunga rosela jangan sampai mengenang sebab tanaman ini bisa busuk. Namun memang dalam perawatan rosela ada kendala-kendala yang timbul, yaitu adanya hama dan tumbuhan ilalang yang mengganggu proses pertumbuhan bunga rosela. Hama yang biasa menyerang adalah belalang, kutu putih, ulat, nematode. Hama ini sering menyerang bagian akar dan batang. Hama-hama tersebut harus segera diatasi sebab bisa mengurangi kualitas bunga rosela itu sendiri.
Salah satu cara mengolah bunga rosela ini yang saat ini banyak digemari adalah dengan membuat teh rosela, sebab membuat teh rosela sangat praktis tidak terlalu membutuhkan banyak bahan dan tenaga. Dalam membuat teh rosela hanya perlu segelas air panas, gula dan tentunya bunga rosela yang sudah kering, tak lebih dari sepuluh menit teh rosela pun siap dinikmati
Sumber : tamanan.org

Puring (Codiaeum Variegatum) Sang Pusaka Tropis

Puring bernama ilmiah Codiaeum variegatum. Variegatum yang berarti aneka ragam disematkan oleh ahli taksonomi untuk memberi ciri khas pada daun. Daun puring mempunyai bentuk dan warna yang bervariasi. Bentuk daunnya antara lain pita, oblong, bulat telur, bercangap. Sedangkan warna daunnya antara lain kuning, hijau, merah bata, merah gelap, coklat. Pada satu daun bisa terdiri dari aneka corak dan warna.
Puring dapat ditanam oleh hobiis mulai dari daerah subtropis hingga tropis. keberadaan tanaman ini di Indonesia sudah lama diketahui oleh masyarakat umum sejak zaman dulu. Codiaeum variegatum pada zaman dulu digunakan oleh masyarakat sebagai bahan pelengkap sesaji. Pada upacara suci agama sering dijumpai bagian tanaman ini di dalam sesajian. Bagian tanaman yang sering digunakan yaitu daun. Upacara sesaji tersebut masih berlanjut hingga sekarang.
Pada upacara pernikahan adat jawa, tangkai dan daun puring melengkapi dekorasi pintu gerbang pernikahan. Berbaur bersama dengan tanaman lain seperti suji, pandan wangi, daun wungu, janur kuning, hanjuang, kelapa gading dan tandan buah pisang.Tanaman berkerabat dekat dengan euphorbia ini hampir selalu dijumpai oleh kita di makam-makam. Terkadang orang menyebut tanaman ini sebagai tanaman kuburan.
Masyarakat Indonesia sering menyebut puring sebagai asli tanaman Indonesia. Hal ini tidak salah, karena masyarakat Indonesia begitu lekat dan akrab dengan Codiaeum variegatum. Hampir seluruh tradisi dan budaya Indonesia dilengkapi oleh tanaman ini. Tanaman yang masih satu famili dengan euphorbia ini dapat dikatakan sebagai warisan leluhur tanaman Indonesia.
Nuansa mistis dapat dirasakan oleh kita pada tanaman Indonesia ini. Air tujuh kembang setaman dilengkapi oleh setangkai ranting dan daun puring. Ranting dan daunnya yang dipegang oleh dukun dicelupkan ke dalam air tujuh kembang. Kemudian dukun tersebut mengibaskan daun dan ranting pada orang yang sedang ruwatan. Konon hal itu dilakukan oleh dukun untuk membuang aura yang buruk atau sial. Pada ritual jamasan benda-benda pusaka dijumpai pula bagian tanaman ini.
Karena begitu beraneka ragam manfaat puring sebagai bagian dari identitas masyarakat Indonesia, tidak berlebihan kalau tanaman warisan leluhur ini sebagai sang pusaka tropis.
Sumber : tanaman.org

Tanaman Buah Sekaligus Tanaman Hias

Tanaman hias banyak kita jumpai di halaman-halaman rumah. Tanaman hias ini terdiri dari berbagai jenis bunga dan tanaman unik lainnya. Tanaman hias banyak digunakan untuk mempercantik halaman. Halaman akan tampak sangat cantik ketika tanaman hias seperti mawar, melati, anggrek dan tanaman bunga lainnya sedang berbunga. Apalagi apabila berbunganya bersama-sama, halaman akan terlihat berwarna warni.
Tanaman buah sekarang ini juga ada yang digunakan sebagai tanaman hias. Tanaman buah sekaligus tanaman hias ini lebih multi fungsi. Selain buahnya dapat diambil pohonnya juga dapat dinikmati. Contoh dari tanaman buah sekaligus tanaman obat ini adalah tanaman tomat, anggur, dan buah naga. Tanaman tomat memiliki daun yang cantik dan ukurannya tidak terlalu besar. Sedangkan tanaman anggur merupakan tanaman merambat yang dapat kita bentuk dengan memberinya rambatan. Tanaman buah naga sendiri memiliki bentuk yang sangat unik hampir seperti kaktus karena tidak memiliki daun.
Tanaman buah sekaligus tanaman hias ini mulai banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Karena memang lebih bagus apabila tanaman ini sedang berbuah. Buahnya juga dapat menambah keberagaman warna di halaman. Buah dapat digunakan sebagai hiasan halaman sebelum diambil. Apabila pemilik menginginkannya, ia dapat memetiknya sendiri. Hal ini akan sangat mengasyikkan apalagi kalau dilakukan bersama keluarga.
Selain tanaman buah yang digunakan sebagai tanaman hias, banyak juga yang menggunakan tanaman obat sebagai tanaman hias. Tanaman obat ini dipilih yang pohonnya tidak terlalu besar dan kelihatan cantik. Contoh tanaman obat yang digunakan sebagai tanaman hias adalah tanaman makutadewa dan tanaman jahe. Tanaman makutadewa tidak terlalu mesar dan makutadewa sendiri berrwarna merah cerah sehingga dapat dijadikan tanaman hias. Sedangkan tanaman jahe memiliki daun seperti rumput namun akan terlihat cantik kalau daunnya telah banyak.
Tanaman hias tidak hanya terdiri dari tanaman yang memiliki bunga yang indah saja. Tanaman buah dan tanaman obat pun dapat digunakan untuk mempercantik taman dan halaman. Keberaganam tanaman yang terdapat di taman atau halaman juga akan menambah keindahan.
Sumber : tanaman.org

TIPS dalam Pengelolaan Caladium

Pewarnaan Daun
  • Jika ditanam di tempat gelap, warna hijau akan lebih mendominasi
  • Jika ditanam pada media dengan keasaman tinggi, warna gelap akan lebih mendominasi.
  • Beberapa jenis akan berubah warna saat tanaman semakin dewasa, biasanya dimulai dari dominasi warna hijau, lalu berubah sesuai jenisnya.

Ukuran umbi vs besar daun
Yang menentukan ukuran daun adalah ukuran mata, bukan ukuran umbi. Namun begitu, umbi yang semakin besar akan lebih berpotensi memiliki ukuran mata yang besar daripada umbi yang kecil. Untuk memperoleh ukuran daun yang kecil dari suatu umbi yang besar yang memiliki mata yang besar pula adalah dengan proses de-eyeing, proses ini bertujuan menghilangkan mata yang besar/dominan sehingga mata-mata samping yang ukurannya kecil akan tumbuh.
Caladium sebagai bunga potong
Daun caladium bagus juga untuk bunga potong segar (atau lebih tepatnya daun potong?). Potong daun pada batangnya dekat dengan tanah, lalu segera rendam batangnya dalam air. Daun tersebut akan layu dalam 24 jam pertama, tapi akan segar kembali setelah masa itu terlewati. Dia dapat tahan selama 2 sampai 3 minggu menghiasi ruangan dengan cantiknya.
Awas gatal!
Gatal-gatal yang teramat sangat (Jawa: pating clekit ) dapat kita derita saat kita mengolah Caladium terutama saat mencacah umbi. Saat tangan dibasuh, rasa gatalnya malah makin terasa. Kristal asam oksalat yang terdapat dalam getah Caladium adalah biang keladi-nya. Jadi gunakanlah sarung tangan dari plastik, karet atau dari lateks (handskun) saat berkutat dengan umbi Caladium, jika tidak siap-siap saja dengan rasa gatal yang bakal terasa kemudian.
Sungkup untuk menjamin kelembaban tinggi
Ide untuk membuat sungkup dari plastik berasal dari Thailand . Dengan cara ini dijamin kelembaban bisa sangat tinggi yaitu 100%. Dengan penyungkupan ini diperoleh pertumbuhan yang cepat dan warna-warna daun bisa keluar. Cara menyungkup sangat mudah, cukup siapkan tempat untuk menampung air di bagian bawah (bisa dari plastik mulsa), dan siapkan tutup dari plastik transparan. Jangan gunakan plastik gelap untuk sungkup karena akan menghalangi cahaya masuk sehingga batang Caladium akan terlalu memanjang. Besar sungkup tergantung selera, bisa kecil, bisa 1x1m, bisa 1x2m. Tingginya disesuaikan dengan kebutuhan. Jangan takut Caladium kekurangan oksigen, karena kebutuhannya sedikit, tidak seperti kebanyakan tanaman lain. Sungkup tersebut cukup kita buka sesekali agar terjadi pertukaran udara.
Sumber : keladi.net

Cara Pemeliharaan Caladium

Suhu tropis dengan kelembaban yang tinggi sangat disukai tanaman ini karena memang asalnya dari daerah tropis. Tanaman ini sangat mudah tumbuh dan daya bertahan hidupnya tinggi dengan berbagai keadaan di sekitarnya. Dia akan dorman saat kekurangan air dan akan tumbuh kembali saat ada air. Akan dorman pula saat suhu dingin dan akan tumbuh kembalil saat hangat. Asalkan tanah tetap lembab (tapi tidak menggenang) dan suhu hangat, maka Caladium tidak akan masuk fase dorman.
Lingkungan tanam
Media tanam
Caladium sebenarnya dapat tumbuh di mana saja. Untuk mendapat hasil maksimal, usahakan agar media porous, cukup menahan air, drainase baik, dan pH antara 5.5 sampai 6.5 atau sedikit asam. Karena kebutuhan keasaman inilah media dengan campuran bahan organik sangat baik. Tapi campuran bahan organik jangan terlalu banyak, karena pH di bawah 5 akan membuat pertumbuhan terganggu dengan ciri warna daun lebih gelap dari normal. Dolomit dapat digunakan untuk mengatur pH 5.5 sampai 6.5. Dolomit ini akan menyediakan kalsium, magnesium dan belerang yang menciptakan keasaman yang sesuai sehingga penyerapan nutrisi sempurna dan mengurangi masalah keracunan besi pada pH rendah.
Campuran media yang digunakan oleh berbagai nursery sangatlah beragam. Namun kuncinya tetap sama yaitu pH, aerasi, kelembaban media dan drainase. Sedikit asam dapat diperoleh bahan organik seperti sekam ataupun daun daunan kering, aerasi dapat diperoleh dengan menggunakan media yang porous, kelembaban diperoleh dengan media yang menahan air seperti cocopeat atau dapat pula dengan sering-sering menyiram, sedangkan drainase yang baik diperoleh dengan penggunaan wadah yang baik..
Pengairan
Sedemikian rupa media harus selalu lembab, jangan sampai media mengering karena tanaman dapat berhenti tumbuh, bahkan bisa dorman. Saat tanaman dorman, maka kita harus menunggu lama agar dia kembali tumbuh. Keadaan dorman karena kekurangan air ini biasa terjadi di alam bebas, karena adanya musim hujan ataupun musim kering. Jadi, ketika tanaman caladium kita dorman, saatnya untuk menggali umbi-nya untuk kita kembangkan dengan cara kita masing-masing. Cara-cara-nya dapat dilihat di bagian Cara tanam umbi.
Namun jangan sampai media becek, karena akan membuat umbi jadi busuk.
Sinar matahari
Kebanyakan Caladium tidak menyukai sinar matahari langsung. Masing-masing jenis punya ketahanan sendiri-sendiri terhadap sinar matahari. Ada jenis yang warnanya lebih keluar saat terkena sinar matahari langsung, namun ada pula jenis yang daunnya akan terbakar. Beberapa jenis tidak akan berwarna bagus kecuali memperoleh cahaya 2500 sampai 5000 fc. Kekurangan cahaya matahari (kurang dari 2500 fc) akan mengakibatkan batang yang memanjang sehingga estetika-nya kurang. Namun ada jenis-jenis yang memerlukan cahaya kurang dari 2500 fc untuk pewarnaan optimal misalnya: warna putih: Candidum, White Christmas, June Bride, dan White Wing; warna Pink: Kathleen, Fannie Munson, dan Lord Derby; warna merah: Frieda Hemple, Postman Joyner, Poecile Anglais, dan Dr. T.L. Meade.
Beberapa jenis yang tahan terhadap cahaya lebih (5000-10000 fc) antara lain: warna putih: Candidum Junior dan Seagull; warna pink: Carolyn Whorton, Rosebud, Mrs. W. B. Haldeman, Pink Gem, dan Lance Whorton; warna merah: Fire Chief dan Red Frill.
Jadi, bijaklah dalam menempatkan Caladium menurut jenisnya masing-masing. Secara awam, caladiuim cocok ditanam dalam pot di teras rumah atau ditanam di bawah pohon yang sedikit menaungi.
Suhu
Suhu yang disukai adalah suhu tropis 21-32 C. Jika suhu berada di bawah 18 C maka Caladium akan masuk ke fase dorman. Keadaan dingin inilah yang sering terjadi di Amerika sana yang merupakan daerah subtropis sampai daerah 4 musim. Di sana, Caladium dikembangkan di negara bagian Florida, terutama di sekitar Lake Placid karena tempat itulah yang paling hangat di sana selain daerah gurun. Berbagai cara dilakukan untuk mengatasi masalah hawa dingin tersebut. Salah satunya untuk mengatasi kerusakan umbi karena terserang hawa dingin di bawah 10 C. Namun hal ini tidak relevan untuk kita bahas, karena kita berada di daerah tropis yang suhunya tidak akan sampai sedingin itu (kecuali di pegunungan). Jadi, Caladium yang kita tanam tidak akan dorman seperti di daerah 4 musim sana , asalkan cukup air.
Ingat, jangan pernah menaruh umbi di dalam lemari es karena akan rusak terkena suhu dingin.
Suhu yang terlalu panas (>32C) akan menyebabkan pertumbuhan terganggu meski tidak menyebabkan tanaman menjadi dorman.
Kelembaban
Kelembaban yang tinggi sangat disukai oleh Caladium. Dengan kelembaban tinggi, pertumbuhannya akan optimal, warna daunnya-pun lebih keluar. Bahkan di Thailand, berbagai nursery mengembangkan cara-cara untuk menaikkan kelembaban sampai dengan 100%, hasilnya-pun sangat menakjubkan jika dibanding cara biasa.
Nutrisi
Gunakan saja kompos atau pupuk kandang, karena sebenarnya dia tidak butuh nutrisi terlalu banyak. Di daerah yang gersang-pun (tapi lembab) dia dapat tumbuh dengan bagus. Suhu yang lebih hangat dan media berpasir akan membutuhkan pupuk yang lebih banyak. Jika ingin menggunakan pupuk kimia, gunakan saja 6-6-6 atau 8-8-8 sesuai petunjuk pupuk tersebut. Sebaiknya dilakukan jeda 6 minggu antar pemupukan. Terlalu banyak dapat mengakibatkan tanaman memproduksi terlalu banyak klorofil sehingga mengganggu pewarnaan daun. Jika lebih banyak lagi pupuk maka akan membunuh tanaman ini.
Jangan beri pupuk pada umbi yang baru ditanam karena pelepasan garam-garaman dari pupuk tersebut akan mengakibatkan kerusakan oleh garam tersebut.
Cara perkembangbiakan
Caladium mempunyai 2 cara perkembangbiakan yaitu generatif dan vegetatif. Secara generatif, Caladium akan menghasilkan biji dari bunga-nya. Bunga caladium mempunyai bentuk dan sifat seperti golongan Araceae lainnya. Jadi jika kita sudah ahli menyilang-nyilangkan Aglaonema, tentu menyilangkan Caladium tidak menjadi masalah lagi.
Cara yang lebih mudah adalah dengan umbinya. Berbagai teknik digunakan untuk memproses umbi untuk menjadi tanaman baru dapat dilihat di tulisan berikut.
Cara memanen Umbi
Paksa Caladium utuk menjadi dorman, yaitu dengan cara menghentikan pengairan sehinigga tanaman kekeringan. Setelah tanaman layu, gali umbi yang berada dalam tanah. Sebaiknya sebelum daun kering kita gali, karena kita akan kesulitan menemukan umbi tersebut jika tidak ada penanda di atas permukaan tanah. Hal ini tentu tidak berlaku untuk caladium dalam pot, karena dengan mudah kita bisa menemukan umbinya.
Setelah umbi didapatkan, cuci bersih, aplikasikan fungisida, lalu biarkan mengering. Pada saat ini luka pada saat pemanenan akan sembuh dengan sendirinya
Cara menyimpan umbi
Umbi dapat kita simpan sampai satu tahun tanpa mengurangi kesuburannya, jika disimpan dengan cara yang tepat. Cara yang salah akan membunuh umbi tersebut, bisa karena busuk atau karena frostbite (paparan udara dingin). Umbi yang kita simpan dapat memunculkan tunas baru yang memanjang keluar dari umbi. Namun tak usah khawatir, karena tunas ini tak akan tumbuh menjadi daun sebelum umbi tersebut kita tanam.
Jangan biarkan umbi berada di tempat tertutup. Tempatkan di udara terbuka, jangan disimpan di kantong plastik. Umbi Caladium menghasilkan uap air, sehingga akan mengakibatkan busuk jika tidak terpapar ke udara bebas. Angin-anginkan umbi dalam temperatur ruangan 21 C untuk penyimpanan lama, namun suhu 18 – 32 C sudah mencukupi jika penyimpanan cuma beberapa bulan. Cek umbi secara berkala untuk mengetahui gejala pembusukan. Umbi yang membusuk harus segera dibuang agar tidak menjalar ke umbi-umbi lain.
Jika kita membeli umbi Caladium, setelah sampai rumah, langsung bongkar saja kemasannya agar tidak busuk. Terlalu lama ekspedisi paket umbi untuk sampai, dapat membuat umbi-umbi kita busuk.
Penyakit
Musuh utama dalam penyimpanan umbi adalah jamur. Treatmen fungisida pada umbi yang kita simpan merupakan suatu keharusan.
Yang paling sering ditemui untuk tanaman caladium adalah larva kumbang (Jawa: urèt ) yang memakan umbi saat tanaman sedang tumbuh. Ciri-cirinya adalah daun baru yang tumbuh lebih kecil dari daun yang tumbuh sebelumnya. Namun akibat hewan ini tidak akan parah. Karena perputaran tanaman ini sangat cepat, lebih baik melakukan pengobatan daripada melakukan pencegahan. Pencegahan malah akan memboroskan tenaga dan uang kita. Cukup lakukan inspeksi untuk tanaman sakit, baru lakukan penanganan secara individual.
Sumber : keladi.net