PEMULUNG RENTA

Renta…
Papa…
Nestapa…

Itulah gambaran dua orang pemulung botol dan gelas plastik bekas minuman ini. Mereka terlihat sibuk menata hasil pungutannya di emperan sebuah toko. Mereka menata rapi hasil perolehannya itu sesuai dengan merek minumannya. Di antara keriput wajahnya tergurat secercah keceriaan pengobat derita. Beberapa lembar uang ribuan rupiah akan segera menjadi milik mereka setelah pengepul barang rongsokan mendatangi mereka. Hari itu mereka tak perlu was-was. Kekhawatiran tidak makan tidak akan terjadi. Sungguh perjuangan hebat yang seharusnya sudah tidak perlu mereka lakukan lagi di sisa-sisa usia senjanya.

Sementara orang-orang di sekitarnya dengan congkaknya membuang barang yang dianggap tak berharga itu dengan seenaknya. Orang-orang berada dan terhormat itu hanya acuh-tak acuh saja terhadap dua orang nenek pemulung itu, lalu meninggalkan mereka dengan derungan mobil berharga ratusan juta rupiah. Sungguh merupakan pemandangan yang sangat kotras. Jurang pemisah antara yang kaya dengan yang miskin terlihat jelas menganga. Lalu dimana letak keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia? Ternyata jawabannya hanya terdapat pada sila kelima Pancasila.

LAYANG-LAYANG PERAHU LAYAR

Musim kemarau identik dengan musim layang-layang. Kegemaran main layang-layang memang biasanya dilakukan masyarakat Indonesia pada musim kemarau karena saat itu sudah minim hujan dan angin timur memungkinkan untuk menaikkan layang-layang.

Awalnya layang-layang hanya berbentuk segi empat mirip belah ketupat. Masyarakat Jawa menyebut layang-layang dengan nama layangan. Mereka mengenal beberapa jenis layangan. Ada layangan aduan, layangan kepetan, layangan buntutan, layangan godhong yang terbuat dari daun, dan layangan sowangan yang merupakan layang-layang ukuran besar dan menimbulkan bunyi berdenging. Namun kini layang-layang semakin berkembang bentuk, ukuran, dan permainannya. Ada layang-layang berbentuk burung, ikan, pesawat, perahu, dan berbagai bentuk lainnya. Cara menerbangkannya pun bisa hanya perorangan dan bisa juga beramai-ramai dengan lebih dari seorang pemain. Bermain layang-layang pun kini tidak sekedar kegemaran, tetapi sudah memiliki organisasi dan dilombakan.

Layang-layang perahu layar yang tertera pada gambar di atas diterbangkan oleh pedagang layang-layang di pantai Tanjung Benoa, Bali. Calon pembeli dapat memilih berbagai pilihan warna dan boleh mencoba menerbangkannya sebelum memutuskan membelinya. Harganya bervariasi, tergantung ukuran, bahan, dan tingkat kerumitan layang-layang itu. Kisarannya dari lima ribu Rupiah sampai puluhan ribu.

PRODUK KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA SASTRA JEPANG UB

Inilah produk-produk kelompok kewirausahaan mahasiswa Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB) Malang angkatan 2008. Produk-produk yang murni dikerjakan dengan tangan (hand made) ini meliputi: gantungan kunci, bros, jepit rambut, sarung atau pelindung flashdisk, sarung atau pelindung modem, kalung, pigura, karet rambut, boneka, gantungan handphone, boneka asesoris pensil, bando, dan lain-lain. Semuanya bernuansa Jepang dengan harga yang relatif terjangkau. Harga dipatok mulai dari Rp 2.000,- sampai yang tertinggi Rp 25.000,- Perbedaan harga itu dipengaruhi oleh keadaan bahan, tingkat kerumitan, dan ukurang barang yang dihasilkan.

Kegiatan yang dilakukan di sela-sela sibuknya waktu perkuliahan ini, bermula dari proposal kewirausahaan yang diajukan oleh kelompok mahasiswa yang beranggotakan lima orang. Pengajuan proposal pertama gagal di tingkat fakultas. Kelompok mahasiswa tersebut tidak patah semangat. Tahun berikutnya mengajukan lagi. Kali ini mereka gagal di tingkat universitas. Baru kemudian di tahun ke tiga mereka lolos dan disetujui hingga memperoleh dana dari Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti). Dana yang disetujui sebesar Rp 5.200.000,- dari Rp 6.200.000,- yang diusulkan dalam proposal mereka. Dari dana yang diperoleh itu, kemudian mereka belanja bahan baku untuk memulai produksi. Hasil produksinya dipasarkan langsung dan dititipkan di toko-toko atau koperasi sekolah yang ada pelajaran Bahasa Jepangnya.

Di samping itu mereka juga aktif melakukan atau mengikuti pameran, baik yang diadakan di kampus maupun di luar kampus. Mereka aktif juga berpameran di sebuah mal di Kota Malang, di sekolah-sekolah, dan beberapa acara yang lain. Mereka juga melayani pesanan untuk sovenir pengantin, dan bentuk-bentuk pesanan lainnya, baik untuk wilayah Malang maupun luar wilayah Malang. Mereka siap mengirim sesuai permintaan. Hanya karena produk ini dikerjakan dengan tangan, bukan mesin, maka pemesan diharapkan bisa menetapkan waktu jauh-jauh hari sebelum produk-produk tersebut dimanfaatkan pada saat yang ditetapkan. Untuk pemesanan dapat berhubungan melalui nomor handphone: 08159355511atau 081334410772. Bisa juga melalui facebook: Kafepang Sadjep. Jika Anda berminat, berarti Anda telah berpartisipasi untuk menumbuhkan kreatifitas mereka, di samping juga membantu mereka untuk memperoleh income yang tentunya dapat meringankan biaya kuliah mereka.

CARA MEMBUAT ANGGUR METE

Deskripsi

Buah mete adalah buah semu rasanya asam agak manis, berair dan aroma buahnya mirip stroberi. Buah mete kurang disukai karena biasanya rasanya agak sepat dan biasanya dari jambu mete ini hanya bijinya (buah sejati) yang digunakan. Salah satu cara untuk olahan buah mete ini adalah Anggur mete.
Bahan
Ammonium fosfat; Asam sitrat; Larutan metabisulfit; Vitamin B Sari tauge Larutan garam; Putih telur; Ragi (kamir Sacharomyces cereviceae); Gula pasir dll,
Alat
Alat pemusing/blender; Kain blacu/flanel; Tong kayu/ wadah tahan karat
Cara Pembuatan
Dipilih buah mete yang telah matang optimal dan kondisinya baik, dan segar;
Buah mete dicuci dengan air hangat atau larutan metabisulfit (untuk mengurangi kotoran dan mengurangi pencemaran jasad renik);
Buah mete direbus dalam larutan garam dapur lalu dicuci dengan air hangat (untuk menghilangkan sisa garam);
Buah mete dilumatkan dengan pemusing/blender sampai menjadi bubur lalu diperas dan sari buah yang keluar ditampung dalam wadah anti karat;
Sari buah dipasteurisasi dengan cara dipanaskan pada suhu 60° – 70° C (pasteurisasi ini bertujuan untuk membunuh jasad renik);
Keasaman sari buah dibuat pada pH 4. Untuk itu, ke dalam sari buah ditambahkan ammonium fosfat, vitamin B, dan asam sitrat.
Sari buah difermentasi dengan menambahkam khamir S. cereviceae, gula dan sari touge.
Hasil fermentasi berupa anggur setengah jadi. Anggur ini kemudian disaring dengan saringan halus atau flannel bersih beberapa kali sampai didapatkan anggur yang jernih. Endapan hasil penyaringan dibuang;
Pemanenan anggur dilakukan setelah 8 – 9 bulan dalam tong kayu atau wadah tahan karat;
Setelah pemanenan, dilakukan penjernihan kembali dengan menambahkan putih telur sebanyak 1,2 ml per liter anggur. Endapan anggur dapat digumpalkan dengan pemanasan pada suhu 70° C;
Anggur didinginkan dengan cepat, agar aromanya tajam. Selanjutnya anggur disaring kembali dan dimasukkan dalam botol yang telah direbus (supaya hygiene).

CARA PEMBUATAN TEPUNG TAPIOKA

1. PENDAHULUAN
Serealia dan umbi-umbian banyak tumbuh di Indonesia. Produksi serealia
terutama beras sebagai bahan pangan pokok dan umbi-umbian cukup tinggi.
Begitu pula dengan bertambahnya penduduk, kebutuhan akan serealia dan
umbi-umbian sebagai sumber energi pun terus meningkat. Tanaman dengan
kadar karbohidrat tinggi seperti halnya serealia dan umbi-umbian pada
umumnya tahan terhadap suhu tinggi. Serealia dan umbi-umbian sering
dihidangkan dalam bentuk segar, rebusan atau kukusan, hal ini tergantung dari
selera.
Usaha penganekaragaman pangan sangat penting artinya sebagai usaha untuk
mengatasi masalah ketergantungan pada satu bahan pangan pokok saja.
Misalnya dengan mengolah serealia dan umbi-umbian menjadi berbagai bentuk
awetan yang mempunyai rasa khas dan tahan lama disimpan. Bentuk olahan
tersebut berupa tepung, gaplek, tapai, keripik dan lainya. Hal ini sesuai dengan
program pemerintah khususnya dalam mengatasi masalah kebutuhan bahan
pangan, terutama non-beras.
Ubi kayu atau singkong merupakan salah satu bahan makanan sumber
karbohidrat (sumber energi).
Tabel 1. Komposisi Ubi Kayu (per 100 gram bahan)
KOMPONEN KADAR
Kalori 146,00 kal
Air 62,50 gram
Phosphor 40,00 mg
Karbohidrat 34,00 gram
Kalsium 33,00 mg
Vitamin C 30,00 mg
Protein 1,20 gram
Besi 0,70 mg
Lemak 0,30 gram
Vitamin B1 0,06 mg
Berat dapat dimakan 75,00
Ubi kayu dalam keadaan segar tidak tahan lama. Untuk pemasaran yang
memerlukan waktu lama, ubi kayu harus diolah dulu menjadi bentuk lain yang
lebih awet, seperti gaplek, tapioka (tepung singkong), tapai, peuyeum, keripik
singkong dan lain-lain.
TTG PENGOLAHAN PANGAN
Tepung tapioka yang dibuat dari ubi kayu mempunyai banyak kegunaan, antara
lain sebagai bahan pembantu dalam berbagai industri. Dibandingkan dengan
tepung jagung, kentang, dan gandum atau terigu, komposisi zat gizi tepung
tapioka cukup baik sehingga mengurangi kerusakan tenun, juga digunakan
sebagai bahan bantu pewarna putih.
Tapioka yang diolah menjadi sirup glukosa dan destrin sangat diperlukan oleh
berbagai industri, antara lain industri kembang gula, penggalengan buahbuahan,
pengolahan es krim, minuman dan industri peragian. Tapioka juga
banyak digunakan sebagai bahan pengental, bahan pengisi dan bahan
pengikat dalam industri makanan, seperti dalam pembuatan puding, sop,
makanan bayi, es krim, pengolahan sosis daging, industri farmasi, dan lain-lain.
Ampas tapioka banyak dipakai sebagai campuran makanan ternak.
Pada umumnya masyarakat kita mengenal dua jenis tapioka, yaitu tapioka
kasar dan tapioka halus. Tapioka kasar masih mengandung gumpalan dan
butiran ubi kayu yang masih kasar, sedangkan tapioka halus merupakan hasil
pengolahan lebih lanjut dan tidak mengandung gumpalan lagi.
Kualitas tapioka sangat ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu :
1) Warna Tepung; tepung tapioka yang baik berwarna putih.
2) Kandungan Air; tepung harus dijemur sampai kering benar sehingga
kandungan airnya rendah.
3) Banyaknya serat dan kotoran; usahakan agar banyaknya serat dan kayu
yang digunakan harus yang umurnya kurang dari 1 tahun karena serat dan
zat kayunya masih sedikit dan zat patinya masih banyak.
4) Tingkat kekentalan; usahakan daya rekat tapioka tetap tinggi. Untuk ini
hindari penggunaan air yang berlebih dalam proses produksi.
2. BAHAN
Ubi kayu
3. ALAT
1) Pisau
2) Panci
3) Parutan
4) Kain Saring
5) Tampah atau (nyiru)
6) Alat penumbuk (lumpang dan alu)
TTG PENGOLAHAN PANGAN
4. CARA PEMBUATAN
1) Kupas, cuci dan parut ubi kayu segar;
2) Tambahkan air, peras dan saring dengan kain saring;
3) Simpan hasil saringan selama 1 malam untuk mengendapkan patinya;
4) Kemudian buang air di atas endapan dan tiriskan hasil pengendapan;
5) Jemur di bawah sinar matahari sampai kering;
6) Tumbuk lalu ayak.
5. DIAGRAM ALIR PEMBUATAN TEPUNG TAPIOKA
TTG PENGOLAHAN PANGAN
Catatan:
Untuk mempercepat pengendapan, dapat ditambahkan tawas atau aluminium
Sulfat Al2 (SO4)3 sebanyak 1 g/lt dan karbohidrat (CaOCL2) sebanyak 1 mg/lt,
sedangkan untuk memperbaiki warna dapat ditambahkan natrium bisulfit (Na2
SO4) sebanyak 0,1 %.

Menghilangkan Keriput di Wajah dengan Jus Bayam

Anda ingat dengan acara kartun Popeye si Pelaut? Ingat popeye berarti ingat bayam yang selalu dimakannya dong?!

Kalau saja popeye tahu manfaat lain makan bayam selain menguatkan otot-ototnya untuk menghadapi Brutus, si penjahat pengganggu Olive Ovyl, tunangannya, mungkin dia akan semakin sering makan bayam! an bisa jadi Olive Ovyl akan semakin naksir popeye karena ternyata bayam bisa mengurangi keriput di wajah looh! Jadi bisa kelihatan lebih muda.

Bayam kaya akan kandungan gizi yang sangat baik untuk kita. Satu cangkir potongan bayam mengandung; Kalsium 51 mg; Fosfor 28 mg; Zat Besi 1,7 mg; Sodium (Natrium) 35 mg; Potassium (Kalium) 259 mg; Vitamin A 4,460 I.U.; Vitamin C 28 mg; Biotin 3,5 mg; Vitamin E 1,25 mg; Magnesium 44 mg; Mangaan 0,42 mg dan Alumunium 0,5 mg.
Dalam bukunya, Ensiklopedia Juice Buah dan Sayur untuk Penyembuhan, John Heinerman menjelaskan cara pembuatan juice bayam.
Cuci bersih beberapa daun bayam segar

Masukan ke dalam Juicer (alat pembuat juice), tambahkan setengah cangkir air untuk mencairkannya. Karena juice bayam kaya sejumlah asam oksalat, jauh lebih baik jika dicampur dengan juice sayuran tambahan seperti wortel atau tomat.

Setelah juice siap. Untuk keriput di wajah, ambil kapas dan basahi dengan juice bayam dan gosokkan dengan gerakan memutar di sekitar sudut-sudut mata, melitasi dahi, di sekitar sudut-sudut mulut, dan turun ke dagu. Lakukan selama 5 menit di saat bangun pagi dan malam hari sebelum tidur. Setelah itu, basuh dengan air dingin dan kemudian gosok dengan juice kesemek atau juice buah delima dengan menggunakan cara yang sama. Prosedur ini membantu mengencangkan dan menghilangkan 40-60% keriput yang ada pada kulit.


Diharapkan semoga dengan juice ini, kita bisa mengurangi keriput-keriput pada wajah kita. Dan mungkin Anda membuat Popeye iri karena Anda lebih mengetahui manfaat lebih dari bayam! Selamat mencoba!

Catatan: Untuk membuat juice buah delima lebih baik gunakan buah delima tanpa lebih dahulu dikupas kulitnya. Dagingnya yang telah di juice harus diencerkan dahulu dan disaring dengan kawat kasar sehingga semua bijinya hilang.

POTENSI DAN MANFAAT BUAH KAPULAGA

Kapulaga (Amomum cardamomum) selama ini dikenal sebagai rempah untuk masakan dan juga lebih banyak digunakan untuk campuran jamu. Di beberapa daerah kapulaga dikenal dengan nama kapol, palago, karkolaka, dan lain-lain. Nama asing kapulaga adalah pai thou kou (bahasa Tionghoa).

Orang Yunani menyebut buah itu cardamomom yang kemudian dilatinkan oleh orang Romawi menjadi cardamomum. Dalam bahasa Inggris disebut cardamom. Dalam bahasa Thai disebut krava, elaichi dalam bahasa Hindi, dan elakkaai dalam bahasa Tamil.
Semula ditemukan tumbuh alamiah di daerah Pegunungan Malabar, pantai barat India. Karena laku di pasar dunia, kemudian banyak ditanam di Sri Lanka, Thailand, dan Guatemala. Di Indonesia mulai dibudidayakan sejak 1986.
Dalam perdagangan kemudian ditawarkan juga varietas kapulaga lain dari pegunungan tinggi Mysore (India) yang buah lonjongnya lebih membulat, dan lebih disukai karena lebih sedap. Berbeda dengan kapulaga Malabar yang tandan bunganya merayap, tandan bunga kapulaga Mysore tumbuh tegak.
Dari Sri Lanka ditawarkan Elettaria cadamomum var. major sebagai Ceylon cardamom. Buahnya lebih lebar dan pipih daripada kapulaga Malabar, E. cardamomum var. minor. Dari Thailand, kemudian juga ditawarkan Siamese cardamom yang masih sejenis dengan kapulaga Indonesia , Amomum cardamomum.
Tumbuhan kapulaga tergolong dalam herba dan membentuk rumpun, sosoknya seperti tumbuhan jahe, dan dapat mencapai ketinggian 2-3 meter dan tumbuh di hutan-hutan yang masih lebat. Kapulaga hidup subur di ketinggian 200-1.000 meter di atas permukaan laut.
Buah Kapulaga
Awalnya memang hidup liar, namun kini kapulaga dibudidayakan sebagai tanaman rempah. Tumbuhan berbatang basah ini memiliki batang berpelepah daun yang membalut batangnya. Letak daunnya berseling-seling. Bunga tumbuhan ini tersusun dalam tandan yang keluar dari rimpangnya.
Buahnya berbentuk bula telur, berbulu, dan berwarna kuning kelabu. Buahnya berkumpul dalam tandan kecil dan pendek. Bila masak, buahnya akan pecah dan membelah berdasarkan ruang-ruangnya. Di dalamnya terdapat biji yang berbentuk bulat telur memanjang.
Kapulaga berbuah pada umur 3 tahun. Buah kapulaga muncul dari batang semu dekat tanah, dan merayap bersama tandannya yang sepanjang 1 m, ke tanah sekitarnya. Supaya tidak kotor kecipratan tanah kalau hujan, petani pemiliknya menyelipkan lembaran plastik sebagai alas di bawah tandan buah itu.
Buah lonjong sepanjang 1 cm yang bersisi tiga itu dipetik kalau sudah montok, padat berisi, setengah matang. Warna hijaunya sudah berubah hijau muda. Tadinya hijau tua. Ketika berubah warna itulah baunya sedap sesedap-sedapnya.
Di India, buah yang sudah dikeringkan, disortir menurut ukuran dan warnanya. Yang sudah kuning jerami cantik, dikemas sebagai buah siap jual, sedangkan yang belum dipucatkan dulu dengan uap belerang. Penjagaan mutu inilah yang membuat India menjadi pengekspor kapulaga yang digemari orang.
Buah yang sudah kering menjadi keriput, bergaris-garis, berisi 4 – 7 butir biji kecil coklat kemerah-merahan. Rasanya agak pedas seperti jahe, tetapi baunya tidak.
Kapulaga lokal adalah tanaman dataran rendah. Dia hanya bisa tumbuh baik dan berproduksi optimal pada lahan dengan ketinggian mulai dari 0 sampai dengan 700 meter di atas permukaan laut (m. dpl). Sebaliknya, kapulaga sabrang justru hanya mau tumbuh baik di dataran tinggi mulai dari 700 sampai dengan 1.500 m. dpl.
Yang juga membedakan kapulaga lokal dengan kapulaga sabrang adalah buahnya. Buah kapulaga lokal tumbuh berupa dompolan yang menempel di atas tanah. Tiap dompolan berisi antara 10 sampai dengan 20 butiran buah. Buah kapulaga lokal berbentuk bulat. Diameternya sekitar 1 cm. Dalam buah tersebut ada segmen-segmen yang terpisah dan berisi butiran biji.
Yang membedakan kapulaga lokal dengan kapulaga sabrang adalah produktifitasnya. Kapulaga lokal dengan sistem tanam tumpangsari populasi 1.400 tanaman per hektar, akan mampu berproduksi sekitar 2,8 sd. 3 ton buah basah per tahun.
Produksi kapulaga sabrang var. malabar lebih tinggi yakni 4,2 sd. 4,5 ton per hektar per tahun. Sementara var. mysore hanya sekitar 2 ton per hektar per tahun. Hingga yang selama ini lebih banyak dikembangkan oleh para petani kita hanya var. malabar.
Kapulaga lokal sudah mampu berproduksi pada umur 1,5 tahun setelah tanam dengan bibit anakan yang baik. Sementara kapulaga sabrang, baik yang malabar maupun mysore baru mulai berbuah pada umur 2 tahun. Harga kapulaga lokal selalu lebih murah dibanding kapulaga sabrang. Biasanya harga kapulaga sabrang tiga kali lipat dibanding kapulaga lokal.
Dengan catatan petaninya tahu bahwa komoditas yang dijualnya memang bisa bernilai tinggi. Jadi kalau harga buah kapulaga lokal kering Rp 20.000,- per kg, maka harga kapulaga sabrang bisa mencapai Rp 60.000,- per kg. Namun kalau petani tidak tahu, komoditas mahal ini bisa hanya dijual dengan harga dua kali lipat atau sama dengan kapulaga lokal.
Pemanfaatan kapulaga lokal sebagian untuk industri farmasi dan sebagian lagi sebagai bumbu. Baik kapulaga lokal maupun sabrang adalah komoditas ekspor. Selain untuk bumbu dan industri farmasi, kapulaga juga merupakan bahan minyak atsiri dan oleoresin.
Dalam perdagangan internasional, minyak kapulaga dikenal dengan nama Cardamon Oil. Kandungan True Cardamon Oil adalah terpen, terpeneol dan sineol. Sementara False Cardamon Oil selain mengandung tiga bahan tadi juga masih ada kandungan berneol dan kamfernya.
Manfaat Buah Kapulaga
Biji, yang diambil dari tumbuhan sebelum buah masak benar, dapat dimanfaatkan sebagai obat. Dalam dunia obat-obatan biji yang telah dikeringkan dinamakan semen cardamomi. Selain bijinya, yang digunakan untuk obat adalah bagian akar, buah, dan batangnya.
Kapulaga mengandung minyak atsiri, sineol, terpineol, borneol, protein, gula, lemak, silikat, betakamfer, sebinena, mirkena, mirtenal, karvona, terpinil asetat, dan kersik. Dari kandungan tersebut kapulaga memiliki khasiat sebagai obat batuk. Kapulaga juga memiliki khasiat untuk mencegah keropos tulang.
Kapulaga memiliki aroma bau sedap sehingga orang Inggris menyanjungnya sebagai grains of paradise. Aroma sedap ini berasal dari kandungan minyak atsiri pada kapulaga. Minyak atsiri ini mengandung lima zat utama, yaitu
borneol (suatu terpena) yang berbau kamper seperti yang tercium dalam getah pohon kamper.
Beberapa pabrik bumbu juga mengekstrakkan minyak asiri dari biji kapulaga menjadi oil of cardamom yang kemudian dikemas dalam botol. Dalam bentuk minyak ini pula, kapulaga dipakai untuk menyedapkan soft drink dan es krim Amerika di pabriknya.
Potensi Produk Buah Kapulaga
Para petani desa hutan di Desa Sedayu Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo kini diuntungkan dengan tanaman kapulaga. Jenis tanaman rempah-rempah ini hanya sekali tanam dan dapat dipanen berkali-kali setiap bulan.
Harganya pun mencapai sekitar Rp 40 ribu per kilogram. Di samping itu, perawatan terhadap tanaman ini tidak terlalu rumit, bahkan sebagian besar menjadi kegiatan sampingan ibu-ibu rumah tangga. “Harga kapulaga kering mencapai Rp 40 ribu per kilogram.
Setelah panen, tanaman ini akan terus berbuah,” ujar Kepala Desa (Kades) Sedayu Drs Kosim di desanya. Dikatakan, para petani memanfaatkan bantuan bibit kapulaga dari Dinas Kehutanan Propinsi Jawa Tengah, ditanam secara tumpang sari di lahan hutan Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Selatan, di petak 100 B
Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Katerban, yang berbatasan dengan DIY di ujung Barat Laut Kabupaten Kulonprogo. Ditanam di lahan seluas kurang lebih 25 hektar. Dari bantuan benih yang diterimanya pada tahun 2007 itu menurut Kosim, sekarang sudah dapat dipanen dengan masa panen setiap bulan sekali.
Kegiatan penanaman kapulaga ini melibatkan sekitar 98 orang dari sekitar 354 petani yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sedyo Rahayu. Di samping sebagai kegiatan sampingan, tanaman jenis kapulaga ini juga mudah perawatanya.
Hal ini juga diakui Sutrisno (34) salah seorang petani setempat. Bahkan menurutnya, pemeliharaan tanaman ini tidak terlalu sulit. “Paling hanya membersihkan rumput yang tumbuh di sekitar tananam disertai pemupukan,” katanya seraya menambahkan, harga kapulaga basah di tingkat petani sekitar Rp 8.000 per kilogram.
Kapulaga ini sekaligus juga sebagai program pupuk organik yang dilakukan oleh para petani. Mereka memanfaatkan pupuk kandang dan kompos rumah tangga untuk memupuk tanaman ini. Kapulaga dapat tumbuh subur di tempat teduh atau di bawah kayu tegakan Perhutani, yang sebagian besar berupa tanaman pinus
Kapulaga hanya mau tumbuh baik di bawah naungan. Hingga komoditas ini cocok untuk dikembangkan sebagai tanaman tumpangsari pada kebun-kebun tanaman keras. Misalnya di hutan jati, kebun kopi, kakao, petai, jeruk dan lain-lain yang bagian bawah tegakannya masih menerima sedikit sinar matahari.
Kebun sawit dan karet misalnya, sulit untuk diberi tumpangsari kapulaga karena tajuknya sangat rapat. Bisa juga kapulaga ditumpangsarikan dengan pisang. Satu baris tanaman pisang diselingi dengan satu baris tanaman kapulaga. Untuk naungan kapulaga bisa dipilih lamtoro, glirisidia, kaliandra, albisia atau dadap.
Sebab meskipun sudah ditumpangsarikan dengan pisang, apabila tidak diberi naungan khusus, pertumbuhan kapulaga tidak akan optimal. Dengan cara tanam tumpangsari, satu hektar lahan dapat diisi dengan pisang atau tanaman tahunan sebanyak 300 sampai 400 pohon dan kapulaganya sekitar 1.400 sampai dengan 1.500 rumpun.
Tanaman pisang, setelah lewat umur satu tahun, tiap tahunnya dapat dipanen dua kali masing-masing satu tandan @ 15 kg. per rumpun. Bararti dari pisang akan didapat hasil antara 9 sampai dengan 12 ton buah. Dengan harga per kg Rp 500,- (di Jawa) maka dari satu hektar lahan tumpangsari itu akan didapat hasil Rp 4.500.000,- sampai dengan Rp 6.000.000,-
Kalau yang ditanam kapulaga lokal (ketinggian lahan di bawah 700 m. dpl), maka hasilnya per rumpun per tahun 2 kg. buah kapulaga basah atau 0,5 kering. Berarti dari tiap hektar dengan populasi 1.400 sampai 1.500 rumpun kapulaga lokal itu akan didapat hasil 2.8 sampai dengan 3 ton buah basah atau 560 kg. sampai 600 kg.
Buah kering (bobot buah kering ± 20% dari bobot buah basah). Dengan harga Rp 20.000,- per kg. maka hasilnya antara Rp 11.200.000,- sampai Rp 12.000.000,- per hektar per tahun.
sumber 

Asas Pembinaan Kolam Ternakan

Dalam merancang pembinaan sebuah kolam tanah khususnya ikan air tawar ramai penternak tidak mendapat maklumat yang betul, keliru dan kadang kala bersifat tamak. Ini antara factor menyebabkan fenomena kolam terbiar. Beberapa perkara asas berkenaan kolam haruslah diketahui oleh penternak dalam merancang pembinaannya.
Jenis tanah yang sesuai adalah faktor penting dalam pembinaan kolam tanah. Antaranya
1) Kesesuaian tanah
– Mempunyai daya takungan. Dalam bahasa mudah tanah tersebut dapat menakung air. Ini amat penting bagi memastikan kolam sentiasa berisi dengan air. Kebiasaannya tanah liat menjadi pilihan utama kerana daya takungan air yang tinggi. Tanah liat jenis berpasir antara jenis tanah terbaik dan sesuai bagi kolam tanah khusus ternakan ikan air tawar.
2) Sumber air
– Sumber air yang bersih dan cukup penting dalam pengurusan sebuah kolam ternakan. Air sungai dan sumber air bawah tanah antara bekalan air yang biasa digunakan. Sumber air bawah tanah sekurang² perlu dirawat terlebih dahulu kerana kandungannya yang tidak berapa ‘mesra’ dengan ternakan. Air sungai dengan sistem pengaliran yang sesuai merupakan sumber air lebih ekonomi berbanding air bawah tanah.
– Kegunaan air berbeza mengikut spesis ternakan diusahakan. Ada spesis ternakan yang memerlukan air yang banyak bagi menampung keperluan oksigen dan keseimbangan air. Namun terdapat sistem sokongan seperti blowerpaddle wheel bagi mengatasi masalah ini.
Sistem aliran air menggunakan tekanan graviti ke dalam kolam dari anak sungai
1) Rekabentuk kolam
– Sebuah kolam haruslah berkonsep seperti sebuah sungai, di mana terdapat aliran air masuk dan air keluar. Ini penting bagi memastikan keseimbangan air kolam. Ini penting dalam sistem pengurusan sebuah kolam ternakan, ramai penternak tidak mendapat maklumat betul mengenai perkara ini.
– Ketiadaan saluran air keluar bagi sesebuah kolam ternakan antara kesilapan utama semasa pembinaan kolam ternakan oleh perternak. Pertambahan kos bagi mengering sebuah kolam menjadikan ianya tidak ekonomi kepada penternak.
– Rekabentuk dasar sebuah kolam memainkan peranan penting dalam pengurusan sebuah kolam tanah. Dasar kolam yang rata dan mempunyai sudut kecondongan bagi pengaliran air keluar ada penting terutamanya semasa proses menuai hasil ternakan.
– Bagi kolam yang luas, ruang jalan ladang perlu disediakan di atas tebing kolam bagi melancarkan kerja pemberian makanan dan penuaian hasil ternakan.
2) Lokasi
– Seperti bidang perniagaan, pembinaan kolam ternakan ditentukan oleh faktor penting iaitu lokasi. Elakkan kolam dibina di kawasan yang dilanda banjir , kebanyakan tanah yang sesuai bagi pembinaan kolam ternakan kebiasaannya terletak di kawasan yang ditengelami banjir seperti tanah rendah dan tepi sungai. Perubahan cuaca dunia yang tidak menentu sekarang memburukkan lagi keadaan.
– Jenis tanah yang sesuai, sumber air dan rekabentuk kolam serta keluasan kolam adalah gabungan faktor lokasi. Tidak semuanya tanah sesuai untuk dibina kolam contoh, sekiranya terdapat tanah yang sesuai untuk pembinaan kolam namun sumber air terhad adalah halangan utama.
3) Kemudahan asas
– Jalan ladang, elektrik dan bekalan air ialah kreatia yang perlu diambil kira dalam pembinaan
kolam terutamanya mempermudahkan pengurusan ternakan.

Jenis-jenis Kolam Pembesaran Ikan Air Tawar

Ada beberapa jenis kolam yang dapat digunakan sebagai pembesaran ikan sesuai dengan karakter ikan yang akan kita budidayakan, diantaranya;
Kolam Air Tenang (KAT)
Kolam ini dibuat di permukaan tanah, berlahan luas (lebih dari 100m2), dan umumnya berpematang tanah. Debit air dalam KAT kecil sehingga kondisi airnya tidak deras atau tenang.
Kolam Air Tenang terdiri dari tiga bagian utama yaitu:
a) Pematang, berfungsi sebagai penahan air sehingga harus kuat dan kokoh.
b) Pintu Pemasukan, berfungsi sebagai lubang untuk mengalirkan air.
c) Pintu Pembuangan, berfungsi untukmengeluarkan air saat pengeringan.
Bagian lain dari KAT adalah kemalir dan kobakan, yang berfungsi sebagai tempat berkumpulnya ikan dan tempat penangkapan ikan saat panen.
Dalam suatu lokasi, KAT dapat berupa satu atau puluhan kolam dan perkolaman. Sebuah perkolaman memiliki tiga bagian utama, yaitu saluran pemasukan, saluran pembuangan, dan kolamnya sendiri. Saluran pemasukan berhubungan langsung dengan sumber air. Saluran pembuangan berhubungan langsung dengan sumber air lain atau sumber air yang sama.
Kolam Air Deras (KAD)
Kolam ini dibuat dipermukaan tanah berlahan sempit (kurang dari 50m2), berpematang tembok atau beton sehingga KAD akan kuat dan kokoh. Berbeda dengan KAT, KAD ini debit airnya lebih besar mencapai lbih dari 20 liter/detik, sehingga airnya deras seperti aliran sungai.
Tujuan dari besarnya debit air pada KAD adalah untuk menyuplai oksigen dalam jumlah besar. Dengan oksigen yang tinggi, ikan-ikan dapat bernapas dengan bebas, hidup dengan baik dan meningkatkan nafsu makan yang tinggi. Selain itu dengan debit air yang deras dapat membuang kotoran seperti lumpur, sisa pakan, kotoran ikan sehingga kualitas air didalam KAD tetap baik.
Dengan berlahan sempit, KAD ini dapat memelihara ikan dengan kepadatan tinggi dan dapat menghasilkan ikan konsumsi.
Keramba Jaring Apung (KJA)
Keramba Jaring Apung (KJA) adalah tempat pemeliharaan ikan yang dibuat di permukaan air, dibatasi dengan jaring, dan terapung dipermukaan. Ciri lain dari kolam ini adalah terdapat saung/rumah jaga dibagian tengahnya.
Umumnya KJA ini ada didaerah perairan yang luas seperti waduk, danau dan laut. Beberapa waduk yang terkenal denan KJA nya adalah waduk Cirata, Saguling dan Jatiluhur. Setiap kelompok KJA terdiri dari 4 kolam dan setiap kolam berlapis dua. Pada seluruh areal KJA terkadang diberi jaring lagi yang lebih besar. KJA memiliki 8 bagian yaitu kerangka, pelampung, jembatan, jangkar, jaring, rumah jaga dan gudang.
Kolam Terpal
Kolam ini terbuat dari terpal yang biasanya khusus untuk pembuatan atap berbagai bangunan. Kolam terpal ini memang tidak sekokoh kolam tembok namun sudah bisa untuk media pembesaran ikan air tawar.
Kolam terpal dapat dibuat di pekarangan rumah sehingga cocok untuk usaha budidaya ikan air tawar skala rumah tangga.
Kolam terpal bisa dibuat hanya beberapa meter saja sesuai dengan ukuran dan kondisi pekarangan. Bisa dibuat dengan ukuran panjang 3m, lebar 1m, dan tinggi 1m atau bias juga dibuat lebih luas lagi, misalnya dengan ukuran panjang 5m, lebar 2m, dan tinggi 1m. Kelebihan kolam terpal adalah biaya pembuatannya tidak semahal biaya pembuatan kolam tembok.
Sumber:
http://www.empangraddina.com/kolam-ikan-air-tawar/

Rahasia Membuat Kolam Ikan Hias

Foto: Corbis
MENGHADIRKAN kolam ikan di pekarangan menjadi salah satu cara jitu untuk memunculkan hawa sejuk di sekitar hunian. Tak perlu dana besar untuk membuat “rumah” bagi hewan air itu.

Gemericik air akan membuat suasana rumah dan pekarangan yang gersang menjadi lebih sejuk dan dingin. Apalagi jika kolam itu berisi ikan-ikan cantik beraneka warna. Kepenatan Anda akan hilang seketika. Air memang dipercaya membawa unsur kedamaian serta ketenangan. Air juga bisa menjadi terapi pikiran dan jiwa.


Dengan kemajuan teknologi saat ini, tidak sulit bagi Anda membuat kolam ikan sendiri. Anda tidak perlu membayar mahal untuk mendatangkan ahlinya. Cukup dengan desain simpel dan Anda tinggal menyuruh tukang kepercayaan Anda untuk membangunnya.


Tahap pertama pembangunan kolam taman adalah dengan merencanakan lokasi. Pilih tempat yang sesuai dengan interior hunian, sehingga kolam bisa terlihat bahkan gemericik airnya terdengar sampai ke dalam rumah. Perhatikan pula ketersediaan sinar matahari terhadap tumbuhan air. Aksesibilitas pada pasokan air dan listrik juga jangan diabaikan bila kolam Anda memerlukan pompa, lampu, dan aksesori lainnya. Menurut arsitek lanskap Diana Ambadar, penentuan lokasi kolam disesuaikan dengan tujuan serta kebutuhan pembuatannya.


Setelah itu, tentukan metode pembuatannya. Apakah Anda akan menggunakan beton sebagai bahan dasar kolam? Kolam dari bahan dasar beton memang tahan lama. Namun, bila tidak tahu bagaimana mencampuradukkan “adonan” beton dengan tepat, kolam tersebut nanti malah akan retak dan pecah-pecah. “Kolam dari beton hanya bisa dikerjakan oleh ahlinya,” ujar Diana.


Ukuran kolam tidak perlu dipermasalahkan. Kolam kecil juga bisa jadi secantik kolam besar. Hanya, perhatikan bila Anda ingin mengisi kolam tersebut dengan ikan.


“Bagi pencinta ikan koi, sebaiknya memiliki kolam yang cenderung luas. Perhatikan juga kedalamannya. Jangan sampai terlalu dangkal karena bisa-bisa saat hujan, air kolam menjadi penuh dan ikan Anda meluncur ke luar. Belum lagi ancaman dari predator seperti kucing,” papar Diana.


Anda boleh memasang keramik atau batu alam sebagai pelapis dinding kolam. Namun, kata Diana, dua material tersebut berpotensi menjadi tempat tumbuh lumut apabila tidak dijaga dan dirawat secara baik. “Lumut yang tebal membuat kolam jadi terlihat hijau keruh. Belum lagi nyamuk akan senang bertelur di situ,” kata Diana.


Bila dana Anda terbatas, detail kolam tidak perlu terlalu rumit. Agar tetap terlihat cantik, Anda bisa menambahkan hiasan air mancur atau water fountain. Water fountain akan menambah daya tarik kolam. Selain itu, air yang diputar terus-menerus oleh mesin penggerak air akan mengganti oksigen yang berguna bagi kelangsungan hidup ikan yang ada di dalamnya.


Menurut ahli pembuat kolam ikan hias dan taman, Usup Supriatna, Sisa lahan 2 x 3 meter saja sudah bisa dibuat kolam hias. “Ada beberapa aspek yang harus diperhatikan jika ingin membuat kolam ikan. Aspek pertama adalah aliran air pembuangannya. Lokasi kolam sebisa mungkin dekat dengan sumber air,” kata Usup.


“Sebaiknya aliran pembuangan air kolam dibuat di dasar kolam, dengan tutupan yang mudah dibuka dan tutup kembali. Tutupan ini bisa menggunakan karet atau besi yang tidak mudah berkarat. Fungsinya agar ketika dibersihkan air dan kotoran dapat terbuang secara baik,” tambahnya.


Pria kelahiran Bandung ini juga menyarankan bahan pembuat kolam sebaiknya semen atau batu yang padat sehingga mudah dibersihkan dan terkena sinar matahari secara langsung. Aspek-aspek tersebut sangat diperlukan agar kebersihan kolam ikan tetap terjaga dan tidak menciptakan kelembaban yang berlebihan di sekitar kolam. Senada dengan Diana, Usup juga menyarankan pembuatan kolam dengan bahan semen hendaknya menggunakan jasa orang yang memang mengerti bagaimana membangun sebuah kolam taman.


Kolam ikan yang indah tak selalu memerlukan dana mahal. Dengan Rp1.000.000-an, Anda sudah bisa memiliki kolam dengan konsep standar. Namun, bila ingin menggunakan relief serta water fountain, setidaknya Anda harus menyediakan dana minimal Rp3 juta.