Hubungan konsep keasaman dan kesuburan tanah ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah

konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah
Memahami Kesuburan Tanah dengan Mengetahui pH Tana konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah – PERTANIAN konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah
21 Okt 2010 konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah Memahami Kesuburan Tanah dengan Mengetahui pH Tanah. pH (potensial of hydrogen) adalah derajat keasaman tanah yang menggambarkan ion konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah
rickyuntukpertanian.blogspot konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah memahami-kesuburan-tanah-dengan_21.html – Tembolok
konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah
Cara Mendeteksi Keasaman Tanah – JEVUSKA
Artikel cara mendeteksi keasaman tanah di situs ini gratis 0. Download cara mendeteksi konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah pupuk hijau, hadiah alam untuk memperbaiki kesuburan tanah konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah
konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah .jevuska konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah topic konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah cara+mendeteksi+keasaman+tanah.html – Tembolok
konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah
Tingkat Keasaman Tanah – JEVUSKA
cacing tanah, indikator kesuburan tanah cacing tanah dapat hidup baik pada konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah
konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah .jevuska konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah topic konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah tingkat+keasaman+tanah.html – Tembolok
konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah
Makalah Tentang Tingkat Keasaman Air Tanah – JEVUSKA
cacing tanah, indikator kesuburan tanah cacing tanah dapat hidup baik pada konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah
konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah .jevuska konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah makalah+tentang+tingkat+keasaman+air+tanah.html – Tembolok
Tampilkan hasil lainnya dari jevuska.com
konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah
Keasaman Tanah | PDF Finder | PDF Search Engine
Pada tanah latosol, andosol yang memiliki sifat fisik dan kesuburan tanah yang cukup baik. 2) Derajat keasaman tanah yang ideal adalah PH=5,5-7,0. konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah
konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah .pdf-finder konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah pdf konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah keasaman-tanah.html – Tembolok
konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah
Pengukuran Derajat Keasaman Dengan pHmeter
22 Mar 2010 konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah 1) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap derajat. keasaman tanah. 2) Mengetahui pengaruh pH terhadap kesuburan tanah. konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah
konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah .scribd konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah Pengukuran-Derajat-Keasaman-Dengan-pHmeter – Tembolok
konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah
Ilmu Kesuburan Tanah – Hasil Google Books
Afandhie Rosmarkam & Nasih Widya Yuwono
Sumber Keasaman Tanah Pada umumnya, tanah yang sudah berkembang lanjut di daerah iklim humid mempunyai pH yang rendah. Makin lanjut usianya, makin rendah konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah
books.google.co.id konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah books?isbn=9792104682 konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah
konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah
Keasaman document download and Keasaman doc download – on konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah
Download keasaman document and Download keasaman doc – on konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah .findtoyou.com. konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah Pengelolaan Kesuburan Tanah Mineral Masam untuk Pertanian* Oleh . konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah
konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah .findtoyou konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah document konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah keasaman.html – Tembolok
konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah
Djohan Riduan Hasan – Kementerian Lingkungan Hidup
Urine dan kotoran 300 ekor sapi ditebar untuk menetraliser keasaman dan kesuburan tanah. Pembuatan demplot pengelolaan lahan kritis pasca tambang dengan konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah
konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah .menlh.go.id konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah kalpataru konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah kalpa2010 konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah djohan_riduan_hasan.htm – Tembolok
konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah
keasaman tanah terhadap pertumbuhan tanaman – PDF Search Engine konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah
ASPEK UNSUR MIKRO DALAM KESUBURAN TANAH konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah Perlakuan Kompos Kulit Durian dan Kapur pada Tanah Asam terhadap Keasaman konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah Kandungan Air Tanah dan Kompos konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah
konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah .pdf.kq5.org konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah keasaman-tanah-terhadap-pertumbuhan-tanaman – Tembolok

pH (potensial of hydrogen) adalah derajat keasaman tanah yang menggambarkan ion hidrogen yang terdapat di dalam tanah. Tingkat keasaman tanah dinyatakan dalam satuan gr mol per liter (gmol/l) dimana jika kadar kepekatan ion hidrogen tinggi dikatakan asam dan jika rendah disebut basa.

Untuk mempermudah dalam prakteknya, tingkat keasaman (pH) dinyatakan dalam kisaran 1 sampai 14. Nilai pH tanah netral adalah 7, jadi kurang dari 7 dikatakan asam dan lebih dari 7 dikatakan basa.

Dalam budidaya tanaman, kepekatan atau reaksi tanah yang disukai adalah netral dimana reaksi kimia tanah berlangsung baik sehingga unsur hara yang bermanfaat bagi tanaman dapat tersedia. Tidak semua tanaman dapat tumbuh dan berkembang harus tepat pada pH 7 tetapi bisa kurang atau lebih dari pH 7. Malahan hampir semua tanaman dapat tumbuh dan lebih suka berkembang pada tanah sedikit asam dan sedikit basa antara pH 5,5 – 7,5 tergantung pada jenis tanamannya.

Tetapi dalam kondisi asam kuat dan basa kuat mengakibatkan adanya reaksi kimia dalam tanah yang mengikat ion-ion dari unsur hara tanah sehingga sulit untuk diserap tanaman. Pada tanah basa kuat menyebabkan fosfat dengan besi, alumunium, tembaga, seng, boron dan mangan yang sulit larut dalam air. Walaupun tanah banyak mengandung unsur hara tersebut tetapi sulit diserap tanaman.

Pada tanah asam kuat akan kekurangan zat fosfor (P), kalsium (ca), magnesium (mg) dan molibdenum (mo) karena ion fosfat bereaksi dengan kalsium, magnesium dan molibdenum membentuk garam yang sulit larut dalam air. Dan pada tanah asam kuat juga menyebabkan unsur besi, mangan, dan alumunium menjadi tinggi, padahal jika suatu unsur melewati batas kebutuhan tanaman akan berubah menjadi racun bagi tanaman tersebut.

Indonesia merupakan daerah tropis yang memiliki curah hujan tinggi dan kandungan tanah liat tinggi sehingga sebagian besar kondisi pertaniannya asam hingga asam kuat. Oleh karena itu sebagian dari masalah yang dihadapi pertanian Indonesia adalah karena masalah yang ditimbulkan akibat dari pH tanah pertanian yang asam dan asam kuat yaitu keracunan pada tanaman pertanian.

Keracunan pada tanaman yang tanahnya asam dapat dilihat dari gejala yang ditimbulkannya pada tanaman tersebut. Pada tanaman palawija terjadi kelainan pada perakarannya, akar tidak berkembang dan membengkok, ujung akar akar membengkok sehingga sulit menyerap air dan hara. Daun tidak membuka sempurna, warna pucat, pinggir daun coklat, kering dan akhirnya mati.

Pada tanaman muda akibat keracunan alumunium membuat tidak sempat hidup lama. Jika keasaman tidak terlalu kuat memang dapat tumbuh normal tetapi tanaman tidak akan menghasilkan buah. Pada tanaman padi dan kacang-kacangan menyebabkan bulir padi dan polong kacang menjadi hampa.

Untuk menentukan tingkat keasaman tanah hanya dapat digunakan dengan alat ukur pH tanah. Alat ukur pH tanah dapat dibeli di toko pertanian yaitu kertas lakmus, soil tester dan pH tester. Alat-alat ini berbeda harga dan sistem kerja atau cara memakainya tetapi tidak sulit menggunakannya untuk menentukan derajat keasaman (pH) tanah yang ingin kita ketahui.

Jika derajat keasaman atau pH tanah terlalu asam dapat diatasi dengan cara pengapuran dan jika terlalu basa dapat diatasi dengan pemberian belerang. Untuk wilayah Indonesia yang banyak memiliki tanah asam sampai asam kuat atau extrem sangat perlu dilakukan pengapuran terutama pada daerah pegunungan, rawa, tepi sungai dan danau yang biasanya memiliki tanah asam kuat.

Di pasaran ada tiga jenis kapur untuk pertanian yaitu kapur tohor, kapur tembok dan kapur karbonat yang terdiri dari dua macam yaitu kalsit dan dolomit. Pertanian di Indonesia banyak menggunakan kapur dolomit untuk memperkecil keasaman tanahnya. Kapur dolomit lebih baik dibanding kapur lainnya dan lebih banyak diperdagangkan. Kapur dolomit memiliki kandungan kalsium oksida dan magnesium oksidanya 47 %, kalsium karbonat dan magnesium karbonatnya 85 %.

Beberapa keuntungan jika tanah asam diberi kapur adalah sebagai berikut :

* Struktur tanah menjadi lebih baik dan kehidupan mikroorganisme tanah lebih aktif sehingga dapat melapukkan bahan organik menjadi humus.
* Kelarutan zat yang meracuni tanaman menjadi menurun.
* Unsur hara di dalam tanah tidak banyak terbuang.
* Pemberian kapur membuat tanah lebih leluasa untuk ditanami berbagai jenis tanaman.

Jadi tanah memiliki derajat keasaman atau kepekatan ion hidrogen antara basa dan asam dengan akadar antara pH 1-14. Tetapi tanah baik untuk ditanami pada kondisi tanah netral dengan nilai pH antara 5,5-7,5 sesuai dengan jenis tanamannya. Dan mengatur kadar pH tanah dapat dilakukan dengan pengapuran dengan dosis sesuai kebutuhan tanah.

So, ketahuilah terlebih dahulu derajat keasaman (pH) tanah pertanian kita agar mendapat hasil yang optimal sesuai dengan harapan.

Hubungan konsep keasaman dan kesuburan tanah ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah

konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah
Memahami Kesuburan Tanah dengan Mengetahui pH Tana konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah – PERTANIAN konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah
21 Okt 2010 konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah Memahami Kesuburan Tanah dengan Mengetahui pH Tanah. pH (potensial of hydrogen) adalah derajat keasaman tanah yang menggambarkan ion konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah
rickyuntukpertanian.blogspot konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah memahami-kesuburan-tanah-dengan_21.html – Tembolok
konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah
Cara Mendeteksi Keasaman Tanah – JEVUSKA
Artikel cara mendeteksi keasaman tanah di situs ini gratis 0. Download cara mendeteksi konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah pupuk hijau, hadiah alam untuk memperbaiki kesuburan tanah konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah
konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah .jevuska konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah topic konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah cara+mendeteksi+keasaman+tanah.html – Tembolok
konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah
Tingkat Keasaman Tanah – JEVUSKA
cacing tanah, indikator kesuburan tanah cacing tanah dapat hidup baik pada konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah
konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah .jevuska konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah topic konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah tingkat+keasaman+tanah.html – Tembolok
konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah
Makalah Tentang Tingkat Keasaman Air Tanah – JEVUSKA
cacing tanah, indikator kesuburan tanah cacing tanah dapat hidup baik pada konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah
konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah .jevuska konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah makalah+tentang+tingkat+keasaman+air+tanah.html – Tembolok
Tampilkan hasil lainnya dari jevuska.com
konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah
Keasaman Tanah | PDF Finder | PDF Search Engine
Pada tanah latosol, andosol yang memiliki sifat fisik dan kesuburan tanah yang cukup baik. 2) Derajat keasaman tanah yang ideal adalah PH=5,5-7,0. konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah
konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah .pdf-finder konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah pdf konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah keasaman-tanah.html – Tembolok
konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah
Pengukuran Derajat Keasaman Dengan pHmeter
22 Mar 2010 konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah 1) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap derajat. keasaman tanah. 2) Mengetahui pengaruh pH terhadap kesuburan tanah. konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah
konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah .scribd konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah Pengukuran-Derajat-Keasaman-Dengan-pHmeter – Tembolok
konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah
Ilmu Kesuburan Tanah – Hasil Google Books
Afandhie Rosmarkam & Nasih Widya Yuwono
Sumber Keasaman Tanah Pada umumnya, tanah yang sudah berkembang lanjut di daerah iklim humid mempunyai pH yang rendah. Makin lanjut usianya, makin rendah konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah
books.google.co.id konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah books?isbn=9792104682 konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah
konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah
Keasaman document download and Keasaman doc download – on konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah
Download keasaman document and Download keasaman doc – on konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah .findtoyou.com. konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah Pengelolaan Kesuburan Tanah Mineral Masam untuk Pertanian* Oleh . konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah
konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah .findtoyou konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah document konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah keasaman.html – Tembolok
konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah
Djohan Riduan Hasan – Kementerian Lingkungan Hidup
Urine dan kotoran 300 ekor sapi ditebar untuk menetraliser keasaman dan kesuburan tanah. Pembuatan demplot pengelolaan lahan kritis pasca tambang dengan konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah
konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah .menlh.go.id konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah kalpataru konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah kalpa2010 konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah djohan_riduan_hasan.htm – Tembolok
konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah
keasaman tanah terhadap pertumbuhan tanaman – PDF Search Engine konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah
ASPEK UNSUR MIKRO DALAM KESUBURAN TANAH konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah Perlakuan Kompos Kulit Durian dan Kapur pada Tanah Asam terhadap Keasaman konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah Kandungan Air Tanah dan Kompos konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah
konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah .pdf.kq5.org konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah konsep keasaman dan kesuburan tanah , ph tanah memepengaruhi kesuburan tanah keasaman-tanah-terhadap-pertumbuhan-tanaman – Tembolok

pH (potensial of hydrogen) adalah derajat keasaman tanah yang menggambarkan ion hidrogen yang terdapat di dalam tanah. Tingkat keasaman tanah dinyatakan dalam satuan gr mol per liter (gmol/l) dimana jika kadar kepekatan ion hidrogen tinggi dikatakan asam dan jika rendah disebut basa.

Untuk mempermudah dalam prakteknya, tingkat keasaman (pH) dinyatakan dalam kisaran 1 sampai 14. Nilai pH tanah netral adalah 7, jadi kurang dari 7 dikatakan asam dan lebih dari 7 dikatakan basa.

Dalam budidaya tanaman, kepekatan atau reaksi tanah yang disukai adalah netral dimana reaksi kimia tanah berlangsung baik sehingga unsur hara yang bermanfaat bagi tanaman dapat tersedia. Tidak semua tanaman dapat tumbuh dan berkembang harus tepat pada pH 7 tetapi bisa kurang atau lebih dari pH 7. Malahan hampir semua tanaman dapat tumbuh dan lebih suka berkembang pada tanah sedikit asam dan sedikit basa antara pH 5,5 – 7,5 tergantung pada jenis tanamannya.

Tetapi dalam kondisi asam kuat dan basa kuat mengakibatkan adanya reaksi kimia dalam tanah yang mengikat ion-ion dari unsur hara tanah sehingga sulit untuk diserap tanaman. Pada tanah basa kuat menyebabkan fosfat dengan besi, alumunium, tembaga, seng, boron dan mangan yang sulit larut dalam air. Walaupun tanah banyak mengandung unsur hara tersebut tetapi sulit diserap tanaman.

Pada tanah asam kuat akan kekurangan zat fosfor (P), kalsium (ca), magnesium (mg) dan molibdenum (mo) karena ion fosfat bereaksi dengan kalsium, magnesium dan molibdenum membentuk garam yang sulit larut dalam air. Dan pada tanah asam kuat juga menyebabkan unsur besi, mangan, dan alumunium menjadi tinggi, padahal jika suatu unsur melewati batas kebutuhan tanaman akan berubah menjadi racun bagi tanaman tersebut.

Indonesia merupakan daerah tropis yang memiliki curah hujan tinggi dan kandungan tanah liat tinggi sehingga sebagian besar kondisi pertaniannya asam hingga asam kuat. Oleh karena itu sebagian dari masalah yang dihadapi pertanian Indonesia adalah karena masalah yang ditimbulkan akibat dari pH tanah pertanian yang asam dan asam kuat yaitu keracunan pada tanaman pertanian.

Keracunan pada tanaman yang tanahnya asam dapat dilihat dari gejala yang ditimbulkannya pada tanaman tersebut. Pada tanaman palawija terjadi kelainan pada perakarannya, akar tidak berkembang dan membengkok, ujung akar akar membengkok sehingga sulit menyerap air dan hara. Daun tidak membuka sempurna, warna pucat, pinggir daun coklat, kering dan akhirnya mati.

Pada tanaman muda akibat keracunan alumunium membuat tidak sempat hidup lama. Jika keasaman tidak terlalu kuat memang dapat tumbuh normal tetapi tanaman tidak akan menghasilkan buah. Pada tanaman padi dan kacang-kacangan menyebabkan bulir padi dan polong kacang menjadi hampa.

Untuk menentukan tingkat keasaman tanah hanya dapat digunakan dengan alat ukur pH tanah. Alat ukur pH tanah dapat dibeli di toko pertanian yaitu kertas lakmus, soil tester dan pH tester. Alat-alat ini berbeda harga dan sistem kerja atau cara memakainya tetapi tidak sulit menggunakannya untuk menentukan derajat keasaman (pH) tanah yang ingin kita ketahui.

Jika derajat keasaman atau pH tanah terlalu asam dapat diatasi dengan cara pengapuran dan jika terlalu basa dapat diatasi dengan pemberian belerang. Untuk wilayah Indonesia yang banyak memiliki tanah asam sampai asam kuat atau extrem sangat perlu dilakukan pengapuran terutama pada daerah pegunungan, rawa, tepi sungai dan danau yang biasanya memiliki tanah asam kuat.

Di pasaran ada tiga jenis kapur untuk pertanian yaitu kapur tohor, kapur tembok dan kapur karbonat yang terdiri dari dua macam yaitu kalsit dan dolomit. Pertanian di Indonesia banyak menggunakan kapur dolomit untuk memperkecil keasaman tanahnya. Kapur dolomit lebih baik dibanding kapur lainnya dan lebih banyak diperdagangkan. Kapur dolomit memiliki kandungan kalsium oksida dan magnesium oksidanya 47 %, kalsium karbonat dan magnesium karbonatnya 85 %.

Beberapa keuntungan jika tanah asam diberi kapur adalah sebagai berikut :

* Struktur tanah menjadi lebih baik dan kehidupan mikroorganisme tanah lebih aktif sehingga dapat melapukkan bahan organik menjadi humus.
* Kelarutan zat yang meracuni tanaman menjadi menurun.
* Unsur hara di dalam tanah tidak banyak terbuang.
* Pemberian kapur membuat tanah lebih leluasa untuk ditanami berbagai jenis tanaman.

Jadi tanah memiliki derajat keasaman atau kepekatan ion hidrogen antara basa dan asam dengan akadar antara pH 1-14. Tetapi tanah baik untuk ditanami pada kondisi tanah netral dengan nilai pH antara 5,5-7,5 sesuai dengan jenis tanamannya. Dan mengatur kadar pH tanah dapat dilakukan dengan pengapuran dengan dosis sesuai kebutuhan tanah.

So, ketahuilah terlebih dahulu derajat keasaman (pH) tanah pertanian kita agar mendapat hasil yang optimal sesuai dengan harapan.

PROSES TANAH MENJADI ASAM

MENGAPA TANAH BISA MENJADI ASAM..?


PROSES TANAH MENJADI ASAM
DIFUSI, OSMOSIS DAN IMBIBISI « Agrica
3 Jan 2009 PROSES TANAH MENJADI ASAM Imbibisi merupakan penyerapan air oleh imbiban PROSES TANAH MENJADI ASAM Aq mash bngung nech pengertian difusi dan osmosis..yg percobaan kentang 2h mengalami PROSES TANAH MENJADI ASAM
agrica.wordpress.PROSES TANAH MENJADI ASAM › agronomi – Tembolok – Mirip
PROSES TANAH MENJADI ASAM
Difusi Osmosis Dan Imbibisi Agrica – Artikel Kesehatan
Artikel mengenai difusi osmosis dan imbibisi agrica di fkunhas.PROSES TANAH MENJADI ASAM 0. PROSES TANAH MENJADI ASAM pengertian istilah citra agrica DIFUSI, OSMOSIS DAN IMBIBISI; Dampak Global PROSES TANAH MENJADI ASAM
fkunhas.PROSES TANAH MENJADI ASAM PROSES TANAH MENJADI ASAM lPROSES TANAH MENJADI ASAM difusi+osmosis+dan+imbibisi+agrica.html – Tembolok
PROSES TANAH MENJADI ASAM
KREATIVITASKU: Pengertian Difusi, Osmosis dan terfasilitasi
22 Agu 2010 PROSES TANAH MENJADI ASAM Pengertian Difusi, Osmosis dan terfasilitasi. Tugas Pertama tentang PROSES TANAH MENJADI ASAM (http:PROSES TANAH MENJADI ASAM PROSES TANAH MENJADI ASAM agrica.wordpress.PROSES TANAH MENJADI ASAM PROSES TANAH MENJADI ASAM 2009PROSES TANAH MENJADI ASAM 01PROSES TANAH MENJADI ASAM 03PROSES TANAH MENJADI ASAM difusi-osmosis-dan-imbibisi) PROSES TANAH MENJADI ASAM
original-muslim.blogspot.PROSES TANAH MENJADI ASAM PROSES TANAH MENJADI ASAM PROSES TANAH MENJADI ASAM PROSES TANAH MENJADI ASAM pengertian-difusi-osmosis-dan.html – Tembolok
PROSES TANAH MENJADI ASAM
Pengertian Difusi Dan Osmosis | Pendidikan | Situs Wacana PROSES TANAH MENJADI ASAM
DIFUSI, OSMOSIS DAN IMBIBISI « Agrica. Aq mash bngung nech pengertian difusi dan osmosis..yg percobaan kentang 2h mengalami difusi ato PROSES TANAH MENJADI ASAM
kafeilmu.co.ccPROSES TANAH MENJADI ASAM temaPROSES TANAH MENJADI ASAM pengertian-difusi-dan-osmosis.html – Tembolok
PROSES TANAH MENJADI ASAM
Pengertian Difusi Osmosis | LombaLomba.PROSES TANAH MENJADI ASAM
26 Jul 2009 PROSES TANAH MENJADI ASAM Pengertian dan pengenalan hama, penyakit, dan gulma serta faktor lingkungan fisik PROSES TANAH MENJADI ASAM Difusi, osmosis, dan imbibisi, absobsi air oleh akar PROSES TANAH MENJADI ASAM
PROSES TANAH MENJADI ASAM .lombalomba.PROSES TANAH MENJADI ASAM PROSES TANAH MENJADI ASAM ?s=pengertian+difusi+osmosis – Tembolok
PROSES TANAH MENJADI ASAM
Difusi Osmosis Imbibisi – JEVUSKA
Artikel difusi osmosis imbibisi di situs ini gratis 0. Download difusi osmosis imbibisi print for free from jevuska.PROSES TANAH MENJADI ASAM . PROSES TANAH MENJADI ASAM Sistem Keuangan Dan Fungsi Perbankan · Pengertian Asrama Mahasiswa · Langkah Langkah Metode Peramalan Penjualan PROSES TANAH MENJADI ASAM
PROSES TANAH MENJADI ASAM .jevuska.PROSES TANAH MENJADI ASAM PROSES TANAH MENJADI ASAM topicPROSES TANAH MENJADI ASAM difusi+osmosis+imbibisi.html – Tembolok
PROSES TANAH MENJADI ASAM
Fisiologi Tumbuhan
30 Nov 2009PROSES TANAH MENJADI ASAM 3 Silabus Pengertian dan ruang lingkup fisiologi tumbuhan, sel dan organela sel, gerakan partilel berupa difusi, osmosis dan imbibisi. PROSES TANAH MENJADI ASAM
PROSES TANAH MENJADI ASAM .docstoc.PROSES TANAH MENJADI ASAM PROSES TANAH MENJADI ASAM docsPROSES TANAH MENJADI ASAM 18167408PROSES TANAH MENJADI ASAM Fisiologi-Tumbuhan – Tembolok
PROSES TANAH MENJADI ASAM
Difusi Dan Osmosis PlazaIklanJitu.PROSES TANAH MENJADI ASAM @PlazaIklanJitu.PROSES TANAH MENJADI ASAM
DIFUSI OSMOSIS DAN IMBIBISI Agrica. DIFUSI OSMOSIS DAN IMBIBISI Agrica PROSES TANAH MENJADI ASAM And descrption Pengertian Difusi Dan Osmosis Bagi Kalian Yang Kebetulan Sedang PROSES TANAH MENJADI ASAM
plazaiklanjitu.PROSES TANAH MENJADI ASAM PROSES TANAH MENJADI ASAM promosiPROSES TANAH MENJADI ASAM difusi-dan-osmosis.html – Tembolok
PROSES TANAH MENJADI ASAM
DIFUSI,OSMOSIS,IMBIBISI | InfoGigi.PROSES TANAH MENJADI ASAM
silabus kegiatan pembelajaranDifusi; Osmosis; Imbibisi; Transpor aktif . PROSES TANAH MENJADI ASAM popular pdfs in indonesia on 09 05 2010difusi, osmosis, imbibisi; PROSES TANAH MENJADI ASAM
PROSES TANAH MENJADI ASAM .infogigi.PROSES TANAH MENJADI ASAM PROSES TANAH MENJADI ASAM articlePROSES TANAH MENJADI ASAM DIFUSI,OSMOSIS,IMBIBISI.html – Tembolok
PROSES TANAH MENJADI ASAM
imbibisi dan difusi doc – Free Download Ebook PDF Search Engine PROSES TANAH MENJADI ASAM
description: description: Pengertian dan ruang lingkup fisiologi tumbuhan PROSES TANAH MENJADI ASAM description: c. difusi dan osmosis. d. imbibisi. e. tidak ada perpindahan zat. PROSES TANAH MENJADI ASAM
PROSES TANAH MENJADI ASAM .linkpdf.PROSES TANAH MENJADI ASAM PROSES TANAH MENJADI ASAM downloadPROSES TANAH MENJADI ASAM dlPROSES TANAH MENJADI ASAM imbibisi-dan-difusi-.doc – Tembolok

REAKSI TANAH (pH)*
Pada umumnya reaksi tanah baik tanah gambut maupun tanah mineral menunjukkan sifat kemasaman atau alkalinitas tanah yang dinyatakan dengan nilai pH. Nilai pH menunjukkan banyaknya konsentrasi ion Hidrogen (H+) di dalam tanah. Makin tinggi kadar ion H+ di dalam tanah, semakin masam tanah tersebut. Di dalam tanah selain H+ dan ion‑ion lain ditemukan pula ion OH-, yang jumlahnya sebanding dengan banyaknya H+. Pada tanah‑tanah masam jumlah ion H+ lebih tinggi daripada OH-. Sedangkan pada tanah alkalis kandungan OH- lebih banyak daripada H+. Bila kandungan H+ sama dengan OH- maka tanah bereaksi netral yaitu mempunyai pH 7.
Bila tanah terlalu asam atau terlalu basa maka tanaman akan tumbuh kurang sempurna sekalipun masih bisa tumbuh dan menghasilkan buah. Memang ada beberapa tanaman tertentu yang senang di tanah asam ataupun basa. Ketersediaan unsur hara makro di dalam tanah ini sedikit sedangkan hara mikro seperti Besi dan Aluminium tinggi. Hal ini mengakibatkan tanaman kekurangan hara dan keracunan.
Salah satu upaya yang ditempuh dalam upaya meningkatkan dan memperbaiki lahan masam adalah dengan menurunkan keasaman dan meningkatkan kejenuhan basa yang diperoleh dengan pemberian kapur serta pemupukan. Dengan adanya peningkatan kejenuhan basa, maka pH tanah naik dan unsur hara relatif lebih mudah tersedia.
Tujuan dari makalah ini adalah untuk mengatahui lebih jauh mengenai pengertian reaksi tanah, faktor yang mempengaruhi kemasaman, sifat kemasaman tanah, menentukan kemasaman tanah dan pengapuran.

Pengertian Reaksi Tanah
Reaksi tanah merupakan suatu istilah yang digunakan untuk menyatakan reaksi asam atau basa dalam tanah. Sejumlah proses dalam tanah dipengaruhi oleh reaksi tanah dan biokimia tanah yang berlansung spesifik. Pengaruh lansung terhadap laju dekomposisi mineral tanah dan bahan organik, pembentukan mineral lempung bahkan pertumbuhan tanaman. Pengaruh tidak lansungnya terhadap kelarutan dan ketersediaan hara tanaman. sebagai contoh perubahan konsentrasi fosfat dengan perubahan pH tanah. Konsentrasi ion H+ yang tinggi bisa meracun bagi tanaman.
Secara teoritis, angka pH berkisar antara 1 sampai 14. Angka satu berarti kepekatan ion hidrogen di dalam tanah ada 10 ‑ 1 atau 1/10 gmol/l. Tanah pada kepekatan ini sangat asam. Sementara angka 14 berarti kepekatan ion hidrogennya 10‑14 gmol/l. Tanah pada angka kepekatan ini sangat basa.
Tanah‑tanah yang ada di Indonesia sangat bervariasi tingkat keasamannya. Ada tanah yang masam seperti Podsolik Merah Kuning, dan latosol Tanah yang alkalis seperti Mediteran Merah Kuning dan Grumosol. Bagi tanah – ­tanah yang bereaksi masam, seringkali tidak atau kurang sesuai bagi pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu pada tanah‑tanah demikian sering dilakukankan pengapuran (liming). bahan- bahan yang digunakan untuk menaikkan pH tanah yang bereaksi masam menjadi mendekati netral dengan harga pH sekitar 6,5.

Faktor Yang Mempengaruhi Kemasaman
Keasaman tanah ditentukan oleh kadar atau kepekatan ion hidrogen di dalarn tanah tersebut. Bila kepekatan ion hidrogen di dalam tanah terlalu tinggi maka tanah akan bereaksi asam. Sebaliknya, bila kepekatan ion hidrogen terIalu rendah maka tanah akan bereaksi basa. Pada kondisi ini kadar kation OH‑ lebih tinggi dari ion H+.
Tanah masam adalah tanah dengan pH rendah karena kandungan H+ yang tinggi. Pada tanah masam lahan kering banyak ditemukan ion Al3+ yang bersifat masam karena dengan air ion tersebut dapat menghasilkan H+. Dalarn keadaan tertentu, yaitu apabila tercapai kcjenuhan ion Al3+ tertentu, terdapat juga ion Al-hidroksida dengan cara sebagai berikut :
Al3+ + 3H2O —– Al(OH)2+ + H+
Al3+ + OH- —– Al(OH)2+
dengan demikian dapat menimbulkan variasi kemasaman tanah.
Di daerah rawa‑tawa, tanah masam umumnya disebabkan oleh kandungan asam sulfat yang tinggi. Di daerah ini sering ditemukan tanah sulfat masam karena mengandung, lapisan cat clay yang menjadi sangat masarn bila rawa dikeringkan akibat sulfida menjadi sulfat.
Kebanyakan partikel lempung berinteraksi dengan ion H+. Lempung jenuh hidrogen mengalami dekomposisi spontan. Ion hidrogen menerobos lapisan oktahedral dan menggantikan atom Al. Aluminium yang dilepaskan kemudian dijerap oleh kompleks lempung dan suatu kompleks lempung-Al‑H terbentuk dengan cepat ion. Al3+ dapat terhidrolisis dan menghasilkan ion H+:
H

lempung – Al3+ + 3H2O —- Al(OH)3 + H– lempung – = H+
H

Reaksi tersebut menyumbang pada peningkatan konsentrasi ion H+ dalam tanah.
Sumber keasaman atau yang berperan dalam menentukan keasaman pada tanah gambut adalah pirit (senyawa sulfur) dan asam‑asam organik. Tingkat keasaman gambut mempunyai kisaran yang sangat lebar. Keasaman tanah gambut cendrung semakin tinggi jika gambut semakin tebal. Asam‑asam organik yang tanah gambut terdiri dari atas asam humat, asam fulvat, dan asam humin. Pengaruh pirit yaitu pada oksida pirit yang akan menimbulkan keasaman tanah hingga mencapai pH 2 ‑ 3. Pada keadaan ini hampir tidak ada tanaman budidaya yang dapat tumbuh baik. Selain menjadi penghambat pertumbuhan tanaman, pirit menyebabkan terjadinya karatan (corrosion) sehingga mempercepat kerusakan alat‑alat pertanian yang terbuat dari logam.

Sifat Kemasaman Tanah
Terdapat dua jenis reaksi tanah atau kemasaman tanah, yakni kernasaman (reaksi tanah) aktif dan potensial. Reaksi tanah aktif ialah yang diukurnya konsentrasi hidrogen yang terdapat bebas dalam larutan tanah. Reaksi tanah inilah yang diukur pada pemakaiannya sehari‑hari. Reaksi tanah potensial ialah banyaknya kadar hidrogen dapat tukar baik yang terjerap oleh kompleks koloid tanah maupun yang terdapat dalam larutan.
Sejumlah senyawa menyumbang pada pengembangan reaksi tanah yang asam atau basa. Asam‑asam organik dan anorganik, yang dihasilkan oleh penguraian bahan organik tanah , merupakan konstituen tanah yang umum dapat mempengaruhi kemasaman tanah. Respirasi akar tanaman menghasilkan C02 yang akan membentuk H2CO3 dalam air. Air merupakan sumber lain dari sejumlah kecil ion H+. Suatu bagian yang besar dari ion‑ion H+ yang dapat dipertukarkan
H

H—Lempung = H+

H

Ion‑ion H+ tertukarkan tersebut berdisosiasi menjadi ion‑ion H+ bebas. Dcrajat ionisasi dan disosiasi ke dalam larutan tanah menentukan khuluk kemasaman tanah. Ion‑ion H+ yang dapat dipertukarkan merupakan penyebab terbentuknya kemasaman tanah potensial atau cadangan. Besaran dari kemasaman potensial ini dapat ditentukan dengan titrasi tanah. Ion‑ion H+ bebas menciptakan kemasaman aktif. Kemasaman aktif diukur dan dinyatakan sebagai pH tanah. Tipe kemasaman inilah yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman.

Menentukan Kemasaman Tanah
Ada beberapa alat ukur reaksi tanah yang dapat digunakan. Alat yang murah ialah kertas lakmus yang bentuknya berupa gulungan kertas kecil memanjang. Alat lain yang harganya sedikit mahal tetapi dapat dipakai berulang kali dengan hasil pengukuran lebih terjamin adalah pH tester dan soil tester.
Pemakaian kertas lakmus sangat mudah, caranya yaitu : mengambil tanah lapisan dalam, lalu larutkan dengan air murni (aquadest) dalam wadah. Biarkan tanahnya terendam di dasar wadah sehingga airnya menjadi bening kembali. Setelah bening, air tersebut dipindahkan ke wadah lain secara hati‑hati agar tidak keruh. Selanjutnya, ambil sedikit kertas lakmus dan celupkan ka dalam air tersebut. Dalam beberapa saat kertas lakmus akan berubah warna. Cocokan warna pada kertas lakmus dengan skala yang ada pada kemasan kertas lakmus. Skala tersebut telah dilengkapi dengan angka pH masing‑masing Warna. Angka pH tanah tersebut adalah angka dari warna pada kemasan yang cocok dengan warna kertas lakmus Misalnya, angka yang cocok adalah 6 maka pH‑nya 6.
Pemakaian soil tester untuk mendapat pH tanah agak berbeda dengan kertas lakmus. Bentuknya seperti pahat dan berukuran pendek. Oleh karena berbentuk padatan, ada bagian yang runcing. Bagian runcing inilah yang ditancapkan ke tanah hingga pada batas yang dianjurkan. Setelah ditancapkan, sekitar tiga menit kernudian jarum skala yang terletak di bagian atas alat ini akan bergerak. Angka yang ditunjukkan jarum tersebut merupakan pH dari tanah tersebut.
Pemakaian pH tester lebih sederhana dan soil tester penggunaannya untuk megukur nilai pH tanah di lahan yang tidak terlalu luas, sekitar 1‑2 ha. Walaupun demikian, alat ini masih bisa diandalkan. Bagian yang menunjukkan angka pH berbentuk kotak dengan jarum penunjuk angka. Bagian kotak tersebut dihubungkan dengan besi sepanjang 25 cm yang ujungnya runcing dan dilapisi logam elektroda. Besi inilah vang ditancapkan ke tanah. Jumlah besi bisa 1‑2 buah.
Penetapan pH tanah sekarang ini dilakukan dengan elektroda kaca. Elektroda ini terdiri dari suatu bola kaca tipis yang berisi HCL. encer, dan di dalamnya disisipkan kawat Ag‑AgCl, yang berfungsi sebagai elektrodanya dengan tegangan (voltase) tetap. Pada waktu bola kaca tersebut itu dicelupkan ke dalam suatu larutan, timbul suatu perbedaan antara larutan di dalam bola dan larutan tanah di luar bola kaca. Sebelum pengukuran pH dilakukan, kedua elektroda pertama‑tama harus dimasukkan ke dalam suatu larutan yang diketahui pH‑nya (misalnya konsentrasi ion H+ = 1 g/L). Kegiatan ini disebut pembakuan elektroda dan petunjuk pH (pH meter).
Dalam pengukuran pH, elektroda acuan dan elektroda indikator dicelupkan ke dalam suspensi tanah yang heterogen yang terdiri atas partikel‑partikel padat terdispersi dalam suatu larutan aquadest. Jika partikel‑partikel padat dibiarkan mengendap, pH dapat diukur dalam cairan supernatant atau dalam endapan (sedimen). Penempatan pasangan elektroda dalam supernatant biasanya memberikan bacaan pH yang lebih tinggi dari pada penempatan dalam sedimen. Perbedaan dalam bacaan pH ini disebut pengaruh suspensi. Pengadukan suspensi tanah sebelum pengukuran tidak akan memecahkan masalah tersebut, karena prosedur ini memberikan bacaan yang tidak stabil.

Pengapuran
Kapur merupakan salah satu bahan mineral yang dihasilkan melalui proses pelapukan dan pelarutan dari batu‑batuan yang terdapat dari dalam tanah. Mineral utama penyusun kapur adalah kalsit dan dolomit yang tergolong dalam mineral sekunder. Kapur menurut susunan kimia adalah CaO, tetapi istilah kapur adalah senyawa bentuk karbonat kapur dengan CaCO3 dan MgCO3 sebagai komponen utarna. Bentuk oksidanya yaitu CaO, dapat dihasilkan dengan memanaskan kalsium karbonat dan menghilangkan karbondioksidanya. Bentuk hidroksidanya dapat terbentuk dengan membasahi atau menambahkan air pada bentuk oksidanya.
Tanah masam umumnya tidak produktif. Untuk meningkatkan produktifitas tanah tersebut, pemberian kapur adalah cara yang tepat. Beberapa keuntungan dari pengapuran adalah : 1) fosfat menjadi lebih tersedia, 2) kalium menjadi lebih efisien dalam unsur hara tanaman, 3) struktur tanahnya menjadi baik dan kehidupan organisme dalam tanah lebih giat, 4) menambah Ca dan Mg bila yang digunakan adalah dolomin, dan 5) kelarutan zat‑zat yang sifatnya meracun tanaman menjadi menurun dan unsur lain tidak banyak terbuang.
Selain tanah‑tanah yang bereaksi masam, terdapat pula tanah yang, bereaksi alkalis (basa) dengan derajat pH lebih dari 8.0. Tanah‑tanah demikian perlu diturunkan pH nya sampai mendekati netral agar permanfaatannya untuk berusaha tani lebih baik. Usaha untuk menurunkan pH pada tanah yang reaksinya alkalis dapat dilakukan dengan memberikan beberapa bahan, yaitu tepung belerang (S).
Cara pengapuran dengan bahan pengapur untuk menaikkan pH tanah yang paling umum pada tanah‑tanah pertanian yang menghendaki perbaikan derajat keasamannya adalah dengan cara disebar dan disemprotkan.
Pada cara disebar, sebulan sebelum penanaman dilaksanakan, kapur bakar atau kapur mati diberikan dengan jalan disebar merata di permukaan tanah. Pada pengolahan tanah terakhir (menghaluskan dan meratakan), kapur diaduk dengan tanah agar butir‑butir kapur masuk ke dalam lapisan tanah. Bila yang digunakan tepung batu kapur (kapur pertanian) hendaknya diberikan jauh lebih awal daripada kapur bakar maupun kapur mati. Cara pemberian dengan disebar biasa dilaksanakan pada penanaman kedelai, dengan menggunakan dosis 2 ‑ 4 ton kapur mati per hektar.
Pengapuran dengan cara disemprotkan biasa dilakukan pada tanaman kacang tanah. Pada tanaman ini pengapuran merupakan suatu pekerjaan yang baik untuk menyediakan unsur Ca bagi tanarnan kacang tanah. Hal ini disebabkan karena kebutuhan Ca pada kacang tanah adalah besar terutama untuk pembentukan polong.
Cara pemberian tepung belerang adalah pada saat pengolahan tanah tepung belerang ditaburkan di atas permukaan tanah. Pada pengolahan selanjutnya tepung belerang akan diaduk atau teraduk ke dalam lapisan tanah. Sedangkan cara pernberian gypsum adalah tepung gypsum halus ditebarkan pada permukaan tanah kemudian diaduk dengan tanah. Jumlah gypsum yang dibutuhkan untuk menurunkan pH dari derajat basa sampai mendekati netral adalah 6 ton per hektar, tergantung, pada alkalinitas asal dan jenis tanahnya. Setelah pemberian tepung gypsum dilaksanakan, lahan harus dialiri dengan air tawar.
Bila ada kelebihan pemberian kapur, yaitu penambahan kapur melebihi pH tanah yang diperlukan oleh pertumbuhan optimum tanaman, biasanya tanaman akan memberikan tanggapan terhadap pengapuran akan sangat menderita, terutama pada tahun pertama pemberian kapur. Pemberian kapur dalam jumlah sedang pada tanah berat tidak akan memberikan pengaruh buruk. Tetapi, pada tanah berpasir atau berdebu dan bahan organik rendah jumlah pemberian kapur yang sama menyebabkan banyak tanaman menderita. Pengaruh buruk yang dapat terjadi adalah : 1 ) kekurangan besi, mangan, tembaga dan seng, 2) Ketersediaan fosfor mungkin menurun karena pembentukan senyawa kompleks dan tidak larut, 3) Serapan fostor dan penggunaannya dalarn metabolisme tanaman dapat terganggu, 4) serapan boron dan penggunaannya dapat terganggu dan 5) perubahan pH yang meningkat cepat dapat berpengaruh buruk. Dengan begitu kerusakan akibat kelebihan kapur sukar diterangkan secara memuaskan, karena adanya hubungan biokoloidal yang kompleks dalam tanah.
Untuk menentukan banyaknya kapur yang diperlukan untuk tiap-tiap hektar tanah diperlukan beberapa cara antara kain, yaitu :
1) Metode SMP (Schoemaker, McLean, dan Pratt). Metode ini dilanjutkan dengan mengukur jumlah H+ dan Al3+ yang dapat dipertukarkan dan larut dengan menggunakan larutan SMP buffer. Prosedurnya yaitu terlebih dahulu mengocok tanah dengan air destilat kemudian diukur pH-nya. Dengan kertas lakmus atau pH meter. Bila tanah tersebut tergolong masam, maka pengukuran dilanjutkan dengan menambah larutan SMP buffer lalu dikocok. Kemudian diukur lagi pH-nya. Berdasarkan metode ini maka kebutuhan kapur dapat diketahui melalui tabl kebutuhan kapur.
2) Metode berdasarkan kadar Al-dd tanah permukaan, yaitu kadar Al-dd yang diekstrak dengan larutan KCl 1 N.

Kesimpulan
Reaksi tanah menunjukkan keasaman dan kebasaan tanah dan dinyatakan sebagai pH. Keasaman tanah ditentukan oleh kadar atau kepekatan ion hidrogen yang beredar di dalam tanah tersebut. Bila kepekatan ion hidrogen (H+ ) di dalam tanah tinggi maka tanah disebut asam Sebaliknya, bila kepekatan ion hidrogen terlalu rendah maka tanali disebut basa. Pada kondisi ini kadar kation OH‑ lebih tinggi dari H+.
Reaksi tanah dibedakan menjadi kemasaman (reaksi tanah) aktif dan potensial. Reaksi tanah aktif ialah yang diukurnya konsentrasi hidrogen yang terdapat bebas dalam larutan tanah. Reaksi tanah potensial ialah banyaknya kadar hidrogen dapat tukar baik yang terjerap oleh kompleks koloid tanah maupun yang terdapat dalarn larutan.
Tanah masam karena kandungan H+ yang tinggi dan banyak ion AL3+ yang bersifat masam karena dengan air ion tersebut dapat menghasilkan H+. Di daerah rawa‑rawa atau tanah gambut, tanah masam umumnya disebabkan oleh kandungan asam sulfat yang tinggi.
Pengapuran merupakan salah satu cara untuk memperbaiki tanah yang bereaksi asam atau basa. Tujuan dari pengapuran adalah untuk menaikkan pH tanah sehingga karenanya unsur‑unsur hara menjadi lebih tersedia, memperbaiki struktur tanahnya sehingga kehidupan organisme dalam tanah lebih giat, dan menurunkan kelarutan zat‑zat yang sifatnya meracuni tanaman dan unsur lain tidak banyak terbuang.
*pindahan dari jurnal hijau (fotoundercontruction)

CARA MENGATASI TANAH SAWAH YANG ASAM/MASAM

mengatasi tanah sawah yang masam
Cara Mengatasi Tanah Masam mengatasi tanah sawah yang masam JEVUSKA
Artikel cara mengatasi tanah masam di situs ini gratis 0. mengatasi tanah sawah yang masam perangkat uji tanah sawah puts ditentukan oleh cara pengambilan contoh tanah dan cara untuk mengatasi tanah sawah yang masam
www.jevuska.mengatasi tanah sawah yang masammengatasi tanah sawah yang masamtopicmengatasi tanah sawah yang masamcara+mengatasi+tanah+masam.html mengatasi tanah sawah yang masam Tembolok
mengatasi tanah sawah yang masam
[PDF]
Untitled
Jenis Berkas: PDFmengatasi tanah sawah yang masamAdobe Acrobat mengatasi tanah sawah yang masam Tampilan Cepat
pemanfaatan sebagai tanah sawah dengan tindakan pengolahan dan ameliorasi tanah mengatasi tanah sawah yang masam mengatasi masalah tanah sulfat masam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatasi tanah sawah yang masam
iirc.ipb.ac.idmengatasi tanah sawah yang masamjspuimengatasi tanah sawah yang masambitstreammengatasi tanah sawah yang masam123456789mengatasi tanah sawah yang masam18711mengatasi tanah sawah yang masam1mengatasi tanah sawah yang masamA00FAR_abstract.pdf
mengatasi tanah sawah yang masam
Kemasaman Tanah | PDF Finder | PDF Search Engine
Salah satu cara yang dapat dimengatasi tanah sawah yang masamlakukan untuk mengatasi kendala kemasaman tanah bagi pengemmengatasi tanah sawah yang masamKedelai Unggul Baru mengatasi tanah sawah yang masam Pemupukan Berimbang dengan Perangkat Uji Tanah Sawah V.01 mengatasi tanah sawah yang masam Pada tanah masam (pH < 5,5) perlu dilakukan pengapuran . mengatasi tanah sawah yang masam
www.pdfmengatasi tanah sawah yang masamfinder.mengatasi tanah sawah yang masammengatasi tanah sawah yang masampdfmengatasi tanah sawah yang masamkemasamanmengatasi tanah sawah yang masamtanah.html mengatasi tanah sawah yang masam Tembolok
mengatasi tanah sawah yang masam
Uji Status Hara dan Kemasaman Tanah « KAFEIN4U
22 Mei 2009 mengatasi tanah sawah yang masam Untuk mengatasi kesenjangan penerapan teknologi pemupukan berimbang, mengatasi tanah sawah yang masam Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) terdiri atas satu set alat dan bahan kimia mengatasi tanah sawah yang masam. Pada pH masam, P dalam tanah akan segera terikat oleh Fe dan Al mengatasi tanah sawah yang masam
kafein4u.wordpress.mengatasi tanah sawah yang masammengatasi tanah sawah yang masammengatasi tanah sawah yang masammengatasi tanah sawah yang masamcaramengatasi tanah sawah yang masamcepatmengatasi tanah sawah yang masammengujimengatasi tanah sawah yang masamstatusmengatasi tanah sawah yang masamharamengatasi tanah sawah yang masamdanmengatasi tanah sawah yang masamkemasamanmengatasi tanah sawah yang masamtanahmengatasi tanah sawah yang masam mengatasi tanah sawah yang masam Tembolok mengatasi tanah sawah yang masam Mirip
mengatasi tanah sawah yang masam
PENGELOLAAN SUBSOIL MASAM
8 Jan 2002 mengatasi tanah sawah yang masam Usaha mengatasi subsoil masam juga dapat dilakukan dengan memodifikasi mengatasi tanah sawah yang masam. Asam humat dan ketersediaan fosfor tanah sawah tanah kering. mengatasi tanah sawah yang masam
www.rudyct.mengatasi tanah sawah yang masammengatasi tanah sawah yang masamPPS702mengatasi tanah sawah yang masamipbmengatasi tanah sawah yang masam03112mengatasi tanah sawah yang masamwawan.htm mengatasi tanah sawah yang masam Tembolok mengatasi tanah sawah yang masam Mirip
mengatasi tanah sawah yang masam
kahat ca (padi)
Tanah masam, sudah sangat tercuci, dan bermengatasi tanah sawah yang masamKTK rendah di sawah atau tegalan. 2. mengatasi tanah sawah yang masam daun yang mengandung Ca sebagai tindakan cepat untuk mengatasi kahat Ca. mengatasi tanah sawah yang masam
www.scribd.mengatasi tanah sawah yang masammengatasi tanah sawah yang masamdocmengatasi tanah sawah yang masam28608467mengatasi tanah sawah yang masamkahatmengatasi tanah sawah yang masamcamengatasi tanah sawah yang masampadi mengatasi tanah sawah yang masam Tembolok
mengatasi tanah sawah yang masam
[PDF]
Cara Cepat Menguji Status Hara dan Kemasaman Tanah
Jenis Berkas: PDFmengatasi tanah sawah yang masamAdobe Acrobat mengatasi tanah sawah yang masam Tampilan Cepat
oleh P Deskripsi
Untuk mengatasi kesenjangan penerapan teknologi pemupukan mengatasi tanah sawah yang masam. tanah sawah, pH tanah yang semengatasi tanah sawah yang masam mula masam atau alkalin akan bermengatasi tanah sawah yang masam ubah menuju pH netral (6mengatasi tanah sawah yang masam7). mengatasi tanah sawah yang masam
www.pustaka.litbang.deptan.go.idmengatasi tanah sawah yang masampublikasimengatasi tanah sawah yang masamwr272058.pdf
mengatasi tanah sawah yang masam
[PDF]
Perangkat uji tanah sawah
Jenis Berkas: PDFmengatasi tanah sawah yang masamAdobe Acrobat mengatasi tanah sawah yang masam Tampilan Cepat
Untuk mengatasi kesenjangan penerapan teknologi pemupukan berimbang ini, Balai Penelitian Tanah telah mengatasi tanah sawah yang masam Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) terdiri dari satu set alat dan mengatasi tanah sawah yang masam Masam Agak masam netral. Agak alkalis. Alkalis. PHmengatasi tanah sawah yang masam Tanah mengatasi tanah sawah yang masam
www.dpi.nsw.gov.aumengatasi tanah sawah yang masam__datamengatasi tanah sawah yang masamassetsmengatasi tanah sawah yang masammengatasi tanah sawah yang masammengatasi tanah sawah yang masamSes3mengatasi tanah sawah yang masamPaddymengatasi tanah sawah yang masamsoilsmengatasi tanah sawah yang masamtestmengatasi tanah sawah yang masamkits.pdf mengatasi tanah sawah yang masam Mirip
mengatasi tanah sawah yang masam
Cara Cepat Menguji Status Hara dan Kemasaman Tanah
25 Agu 2010 mengatasi tanah sawah yang masam Kriteria berimbang bukan berarti pupuk dimengatasi tanah sawah yang masam Untuk mengatasi kesenjangan mengatasi tanah sawah yang masam Oleh karena itu, Perangkat Uji Tanah Sawah V.01. dalam aplikasinya di mengatasi tanah sawah yang masam tepat dan efisien serta tanah masam serta dalam bentuk Sebagian besar K mengatasi tanah sawah yang masam
www.docstoc.mengatasi tanah sawah yang masammengatasi tanah sawah yang masammengatasi tanah sawah yang masammengatasi tanah sawah yang masamCaramengatasi tanah sawah yang masamCepatmengatasi tanah sawah yang masamMengujimengatasi tanah sawah yang masamStatusmengatasi tanah sawah yang masamHaramengatasi tanah sawah yang masamdanmengatasi tanah sawah yang masamKemasamanmengatasi tanah sawah yang masamTanah mengatasi tanah sawah yang masam Tembolok
mengatasi tanah sawah yang masam
Lahan Sawah Bukaan Baru mengatasi tanah sawah yang masam Ngeblog Bareng Elvin Miradi
Pemupukan Berimbang dengan Perangkat Uji Tanah Sawah V 01 mengatasi tanah sawah yang masam untuk mengatasi keracunan besi yang umum terjadi di lahan sawah bukaan baru. mengatasi tanah sawah yang masam juga dapat digunakan di lahan sawah masam bukaan baru atau lahan sulfat masam dengan syarat mengatasi tanah sawah yang masam
www.elvinmiradi.mengatasi tanah sawah yang masammengatasi tanah sawah yang masamtopikmengatasi tanah sawah yang masamlahan+sawah+bukaan+baru.html mengatasi tanah sawah yang masam Tembolok

Cara Cepat Menguji Status Hara dan Kemasaman Tanah

Hingga saat ini, rekomendasi pemupukan untuk padi sawah di sebagian besar wilayah masih bersifat umum, baik jumlah maupun jenisnya, sehingga efisiensi pemupukan rendah dan tidak berimbang di dalam tanah. Agar pemupukan menjadi efisien dan berimbang, maka rekomendasi pemupukan harus didasarkan pada uji tanah, yaitu metode formulasi rekomendasi pemupukan dengan memperhatikan status dan dinamika hara tanah serta kebutuhan tanaman untuk mencapai hasil yang optimal. Uji tanah merupakan teknik yang tepat sebagai dasar menerapkan rekomendasi pemupukan berimbang spesifik lokasi.

Pemupukan berimbang bukan berarti pupuk diberikan secara lengkap, baik unsure makro maupun mikro seperti N, P dan K plus Cu, Zn, dan Mn. Untuk hara yang telah berada dalam status optimal tidak perlu ditambahkan, sebaliknya unsur hara yang kurang (kahat) harus ditambahkan sesuai tingkat kebutuhan tanaman. Penambahan hara yang tidak diperlukan tanaman justru dapat mencemari lingkungan (tanah dan perairan), terlebih bila status hara tanah sudah sangat tinggi. Penerapan pemupukan berimbang berdasar uji tanah memerlukan data analisis tanah. Di sisi lain, pengguna, penyuluh dan petani sulit untuk melakukan analisis contoh tanah karena biayanya relatif mahal, laboratorium uji tanah di sekitar wilayah pertanian masih sangat terbatas, dan sosialisasi belum menyeluruh ke tingkat pengguna. Hal ini menyebabkan rekomendasi pemupukan untuk padi sawah masih bersifat umum dan seragam untuk seluruh Indonesia.

Dalam tiga dasawarsa terakhir, penggunaan pupuk yang intensif dalam jumlah besar telah menyebabkan kejenuhan hara P di tanah sawah intensifikasi. Hal ini mengakibatkan hara di dalam tanah tidak seimbang, sehingga pupuk P yang diberikan tidak lagi memberikan peningkatan hasil tanaman secara nyata. Oleh karena itu, efisiensi pemupukan menjadi rendah karena kemungkinan suatu unsur hara diberikan secara berlebihan, sementara unsur hara lainnya diberikan lebih rendah dari yang dibutuhkan tanaman. Pemberian pupuk yang tidak tepat dapat menurunkan produktivitas serta menyebabkan polusi lingkungan. Untuk mengatasi kesenjangan penerapan teknologi pemupukan berimbang, Balai Penelitian Tanah telah menyusun suatu alat Bantu untuk menentukan kandungan (status) hara tanah yang dapat dikerjakan di lapangan disertai dengan rekomendasi pupuknya. Alat Bantu ini dinamakan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS). Penggunaan PUTS ini diharapkan mampu membantu petani meningkatkan ketepatan pemberian takaran pupuk N, P, dan K untuk padi sawah dengan produktivitas setara IR64.

Deskripsi PUTS
Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) terdiri atas satu set alat dan bahan kimia untuk menganalisis kadar hara tanah sawah, serta dapat digunakan di lapangan dengan relatif cepat, mudah, murah, dan cukup akurat. PUTS ini dirancang untuk mengukur kadar N, P, K, dan pH tanah. Hasil pengukuran kadar hara N, P, dan K tanah dengan PUTS dikategorikan menjadi tiga kelas status hara mengacu pada hasil penelitian uji tanah, yaitu rendah (R), sedang (S), dan tinggi (T).PUTS merupakan penyederhanaandari pekerjaan analisis tanah di laboratorium yang didasarkan pada hasil penelitian uji tanah. Kriteria penggolongan status N, P, K, dan pH tanah untuk PUTS disajikan pada Tabel 1. Satu paket kemasan PUTS terdiri atas: (a) satu set larutan ekstraksi untuk menetapkan N, P, K dan pH, (b) peralatan pendukung,
Untuk mengetahui status hara tanah sawah, petani atau penyuluh kini tidak perlu lagi mendatangi laboratorium uji tanah. Dengan perangkat uji tanah sawah, pengujian dapat dilakukan di lapangan dengan cepat, mudah, murah, dan hasilnya pun akurat.
Tabel 1. Kriteria pengukuran kadar hara P dan K serta pH tanah. Sifat kimia tanah Kriteria pengukuran Rendah Sedang Tinggi
N-KCl 1N (mg/kg) < 3 9 40-99 > 9 9
P-ekstrak HCl 25% < 2 0 20-40 4 0
(mg/100 g)
K-ekstrak HCl 25% < 1 0 10-20 > 2 0
(mg/100 g)
PH-tanah
Kriteria pengukuran
Sangat Masam Agak Netral Agak Alkalis
masam masam alkalis
4,5 4,6- 5,6- 6,6- 7,6- > 8 , 6
5,5 6,5 7,5 8,5
15
(c) bagan warna N, P, K, dan pH,
(d) bagan warna daun (BWD), serta
(e) buku petunjuk penggunaan.
PUTS dapat digunakan untuk menganalisis 50 contoh tanah. Jika dirawat dan ditutup rapat segera setelah digunakan maka masa kedaluwarsa bahan kimia yang ada dalam PUTS ini berkisar 1-1,5 tahun dari pertama kali kemasa dibuka.

Manfaat PUTS
Secara umum PUTS dapat digunakan untuk menilai status kesuburan tanah sawah secara cepat. Tanah sawah yang mempunyai kandungan hara N, P, dan K tinggi dinyatakan sebagai tanah sawah yang subur, sehingga upaya pelestarian produktivitas lahannya sedikit lebih ringan dibandingkan tanah sawah yang berstatus hara rendah. Manfaat khusus adalah pemberian rekomendasi pupuk N, P, dan K untuk padi sawah dapat lebih tepat dan efisien sehingga menghemat pemakaian pupuk. Jumlah pupuk yang diberikan untuk masing-masing kelas status hara tanah berbeda sesuai kebutuhan tanaman.

Prinsip Kerja PUTS
Prinsip yang digunakan dalam menyusun PUTS adalah dapat mengukur hara N, P, dan K tanah dalam bentuk tersedia untuk tanaman secara semikuantitatif dengan metode kolorimetri (pewarnaan). Bentuk hara tersedia menggambarkan suatu indeks ketersediaan hara yang terdapat dalam larutan tanah dan dapat dengan mudah diambil/ diserap oleh tanaman. Bentuk hara inilah yang diukur di laboratorium maupun dengan PUTS. Kadar hara dalam tanah ditentukan dengan cara mengekstrak hara tersedia dari tanah dan kemudian mengukur kadar hara yang terekstrak tersebut. Oleh karena itu, pereaksi atau bahan kimia yang digunakan dalam alat uji tanah pada umumnya terdiri atas larutan pengekstrak dan pembangkit warna. Bentuk hara yang diekstrak dengan PUTS untuk nitrogen adalah N-NO3- dan N-NH4+, untuk fosfat bentuk orthophosphate yaitu PO4 3-, HPO4 2, dan H2PO4- dan untuk kalium adala K + . PUTS ini telah diuji dengan menggunakan contoh tanah mineral dari lahan sawah dengan kandungan P dan K serta pH tanah rendah hingga tinggi. Uji validasi PUTS telah dilaksanakan pada tanah Inceptisol, Ultisol, Entisol, dan Vertisol yang tersebar di 146 lokasi di Pulau Jawa. Namun demikian, untuk lebih memantapkan hasil penetapan atau pengukuran N, P, K dan pH serta rekomendasinya pada jenis tanah yang lebih beragam, pada tahun 2005 tetap akan dilakukan pengujian atau validasi PUTS. Tingkat kesesuaian pengukuran hara N, P, K dan pH dengan PUTS dibandingkan dengan hasil analisis di laboratorium berturut-turut adalah 55% untuk N, 90% untuk P, 70% untuk K, dan 78% untuk pH. Rekomendasi pemupukan N, P, dan K pada berbagai kelas status hara tanah yang diberikan mengacu pada hasil kalibrasi uji tanah.

Nitrogen
Tingkat kesesuaian PUTS untuk N termasuk rendah (55%) dibandingkan unsur lain. Hal ini disebabkan unsur N mudah bergerak (mobile) dan berubah bentuk menjadi gas dan unsur lain serta hilang melalui penguapan (volatilisasi) dan pencucian (leaching). Oleh karena itu, dalam aplikasinya di lapangan, efisiensi pupuk N hanya sekitar 30- 40% dari jumlah pupuk yang diberikan. Rendahnya efisiensi pupuk N dapat diatasi dengan:
(1) membagi pupuk (split application) menjadi 2-3 kali pemberian pada saat pertumbuhan tanaman optimal, yaitu setelah tanam, pembentukan anakan maksimal, dan menjelang berbunga;
(2) membenamkan urea ke dalam lapisan reduksi di dalam tanah (10-15 cm); penggunaan urea briket atau urea granul yang dibenamkan dapat meningkatkan efisiensi pupuk N hingga 20-30%;
(3) menggunakan pupuk N yang dilapisi belerang atau silika (silica coated urea/SiCU); dan
(4) menggunakan penghambat nitrifikasi dan urease inhibitor, seperti dicyandiamide. Dari keempat cara di atas, yang paling banyak diaplikasikan dan mudah diterapkan adalah cara pertama. Untuk meningkatkan ketelitian
rekomendasi N dengan PUTS dapat digunakan bagan warna daun (BWD) yang dikembangkan olehInternational Rice Research Institute (IRRI) dan Balai Penelitian Tanaman Padi. BWD digunakan untuk memantau kebutuhan N tanaman padi secara periodik selama masa pertumbuhannya.

Fosfat
Fosfor di dalam tanah tidak mudah bergerak (immobile) dan sebagian besar terikat atau terfiksasi oleh oksida, mineral liat, dan bahan organik. Karena tidak mudah bergerak, keberadaan hara P mudah dideteksi di dalam tanah. Hal ini sesuai dengan hasil pengujian nilai kesesuaian pengekstrak P dengan PUTS yaitu 90%. Perangkat Uji Tanah Sawah V.01.16 Ketersediaan hara P di dalam tanah sangat rendah karena:
(1) jumlah P-tanah sedikit,
(2) sebagian besar P terdapat dalam bentuk yang tidak dapat diambil tanaman, dan
(3) P terikat oleh Al dan Fe dalam bentuk Al-P dan Fe-P pada tanah masam serta dalam bentuk Ca-P pada tanah alkalin. Pada pH masam, P dalam tanah akan segera terikat oleh Fe dan Al sehingga tidak tersedia bagi tanaman. Begitu pula bila P diberikan pada tanah alkalin akan diikat oleh Ca dan CaCO3 sebagai Ca-P yang tidak larut. Namun demikian, pada kondisi tanah sawah, pH tanah yang semula masam atau alkalin akan berubah menuju pH netral (6-7). Pada pH netral, bentuk P tanah terdapat dalam kondisi yang paling mudah diserap tanaman.

Kalium
Cadangan K dalam tanah cukup banyak, namun hanya sebagian kecil yang tersedia dan dapat dimanfaatkan oleh tanaman, yaitu yang terlarut dalam air serta K yang dapat dipertukarkan. Ion K tergolong unsur yang mudah bergerak sehingga mudah sekali hilang dari tanah melalui pencucian, karena K tidak ditahan dengan kuat di permukaan koloid tanah. Mengingat sifat K yang mudah hilang dari dalam tanah, maka efisiensinya rendah seperti halnya
N, sehingga pemberian pupuk K perlu dibagi minimal dua kali. Sebagian besar K yang diserap tanaman padi berada dalam jerami (80%). Oleh karena itu, pengembalian jerami ke lahan sawah sama dengan memupuk K. Selain dari pupuk, sumber K untuk tanah sawah adalah air irigasi dan jerami.

Kemasaman Tanah
Kemasaman atau pH tanah menunjukkan kadar H+ dan OH- dalam larutan tanah. Ketersediaan hara esensial bagi tanaman bergantung pada pH, di mana hara tanaman optimum pada kisaran pH 6-7. Tanah sawah pada umumnya mempunyai pH sekitar netral (6-7). Pada kondisi ini, ketersediaan semua unsur hara dalam kondisi optimal. Informasi tentang pH tanah sawah berguna dalam pemilihan jenis pupuk, pengelolaan tata air, dan mendeteksi peluang terjadinya keracunan suatu unsur mikro seperti Fe dan Mn pada tanah masam dan Na pada tanah alkalin.

Implikasi Penggunaan PUTS
Dengan adanya PUTS yang dapat dioperasikan oleh penyuluh pertanian atau petani terlatih, maka takaran pupuk untuk padi sawah dapat lebih tepat dan efisien serta penerapannya dapat menjangkau wilayah yang luas. Bagi petani,
penggunaan PUTS dapat meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk dan menambah keuntungan. Dari sisi lingkungan, pemakaian pupuk yang tepat dan efisien dapat menekan pencemaran lingkungan dari badan air (nitrat) dan dalam tanah (logam berat dari pupuk). Penerapan pemupukan berimbang berdasar uji tanah dengan PUTS dapat menghemat pemakaian pupuk secara nasional serta devisa negara

pH Tanah

pH tanah menunjukkan derajat keasaman tanah atau keseimbangan antara konsentrasi H+ dan OH- dalam larutan tanah. Apabila konsentrasi H+ dalam larutan tanah lebih banyak dari OH- maka suasana larutan tanah menjadi asam, sebalikya bila konsentrasi OH- lebih banyak dari pada konsentrasi H+ maka suasana tanah menjadi basa. pH tanah sangat menentukan pertumbuhan dan produksi tanaman makanan ternak, bahkan berpengaruh pula pada kualitas hijauan makanan ternak. PH tanah yang optimal bagi pertumbuhan kebanyakan tanaman makanana ternak adalah antara 5,6-6,0. Pada tanah pH lebih rendah dari 5.6 pada umumnya pertumbuhan tanaman menjadi terhambat akibat rendahnya ketersediaan unsur hara penting seperti fosfor dan nitrogen. Bila pH lebih rendah dari 4.0 pada umumnya terjadi kenaikan Al3+ dalam larutan tanah yang berdampak secara fisik merusak sistem perakaran, terutama akar-akar muda, sehingga pertumbuhan tanaman menjadiaa terhambat.
Konsentrasi Alumunium dan besi (Fe) yang tinggi pada tanah memungkinkan terjadinya ikatan terhadap fosfor dalam bentuk alumunium fosfat atau Fe-fosfat. P yang terikat oleh alumunium tidak dapat digunakan oleh tanaman makanan ternak. Tanaman makanan ternak yang ditanam pada tanah yang memiliki pH rendah biasanya juga menunjukkan klorosis (peleburan klorofil sehingga daun berwarna pucat) akibat kekurangan nitrogen atau kekurangan magnesium.
Selain itu pH tanah rendah memungkinkan terjadinya hambatan terhadap pertumbuhan mikroorganisme yang bermanfaat bagi proses mineralisasi unsur hara seperti N dan P dan mikroorganisme yang berpengaruh pada pertumbuhan tanaman, misalnya bakteri tanah yang dapat bersimbiosis degan leguminosa seperti Rhizobium atau bersimbiosis dengan tanaman non leguminosa seperti Frankia sehingga sering dijumpai daun-daun tanaman makanan ternak pada tanah asam mengalami chlorosis akibat kekurangan N. Bakteri tanah yang lain seperti azotobakter (A. Chroococcum ) yang dapat berasosiasia dengan akar tanaman hanya dapat hidup apabila suasana larutan tanah netral hingga basa. Mikroorganisme tanah lain yang bermanfaat bagi tanaman, yang dapat terpengaruh pertumbuhannya bila berada pada suasana asam adalah mikoriza. Mikoriza adalah jamur yang dapat melarutkan fosfor organik menjadi fosfor inorganik yang tersedia bagi tanaman.
Sebaliknya bila tanah bersuasana basa (pH>7.0) biasanya tanah tersebut kandungan kalsiumnya tinggi, sehingga terjadi fiksasi terhadap fosfat dan tanaman makanan ternak pada tanah basa seringkali mengalami defisiesi P.
Pengaruh pH tanah terhadap petumbuhan, produksi dan kualitas tanaman makanan aterak dapat ilihat pada Gambar ….yang memperlihatkan bahwa pada tanah dengan pH 4.6 produksi biomassa tanaman legum pakan Arachis pintoi lebih rendah dibandingkan dengan produksi biomasa oada tanaman yang tumbuh pada tanah ber pH 5.2 atau 5.8.
Apabila pH tanah dinaikan sebanyak 0.6 unit dari 5.8, yaitu menjadi 6.4 maka produksi biomasa kembali menurun hingga selevel dengan produksi biomasa pada tanah dengan pH masam (4.6).

Keasaman dalam larutan itu dinyatakan sebagai kadar ion hidrogen disingkat dengan [H+], atau sebgai pH yang artinya –log [H+]. Dengan kata lain pH merupakan ukuran kekuatan suatu asam. pH suatu larutan dapat ditera dengan beberapa cara antara lain dengan jalan menitrasi lerutan dengan asam dengan indikator atau yang lebih teliti lagi dengan pH meter.

pH berkisar antara 10-1 sampai 10-12 mol/liter. Makin tinggi konsentrasi ion H, makin rendah –log [H+] atau pH tanah, dan makin asam reaksi tanah. Pada umumnya, keasaman tanah dibedakan atas asam, netral, dan basa. Ion H+ dihasilkan oleh kelompok organik yang dibedakan atas kelompok karboksil dan kelompok fenol.

Tipe keasaman aktif atau keasaman actual disebabkan oleh adanya Ion H+ dalam larutan tanah. Keasaman ini diukur menggunakan suspensi tanah-air dengan nisbah 1 : 1; 1 : 2,5; dan 1 : 5. Keasaman ini ditulis dengan pH (H2O).

Tipe keasaman potensial atau keasaman tertukarkan dihasilkan oleh ion H+ dan Al3+ tertukarkan yang diabsorbsi oleh koloid tanah. Potensial keasaman diukur dengan menggunakan larutan tanah-elektrolit, pada umumnya KCl atau CaCl2.

Karena ion H dan Al yang diabsorbsi koloid tanah dalam keadaan seimbang (equilibrium) dengan ion H+ dalam larutan tanah maka terdapat hubungan yang dekat antara kejenuhan (H+Al) dan pH, demikian juga dengan persentase kejenuhan basa pada pH. Tanah yang ekstrem asam dengan (H+Al) mendekati 100% kurang lebih mempunyai pH sama dengan asetat pH 3,5

Keasaman (pH) tanah diukur dengan nisbah tanah : air 1 : 2,5 (10 g tanah dilarutkan dengan 25 ml air) dan ditulis dengan pH2,5(H2O). Di beberapa laboratorium, pengukuran pH tanah dilakukan dengan perbandingan tanah dan air 1 : 1 atau 1 : 5. Pengukuran pada nisbah ini agak berbeda dengan pengukuran pH2,5 karena pengaruh pengenceran terhadap konsentrasi ion H.

Untuk tujuan tertentu, misalnya pengukuran pH tanah basa, dilakukan terhadap pasta jenuh air. Hasil pengukuran selalu lebih rendah daripada pH2,5 karena lebih kental dan konsentrasi ion H+ lebih tinggi.

Pengukuran pH tanah

Pengukuran pH tanah di lapangan dengan prinsip kolorimeter dengan menggunakan indikator (larutan, kertas pH) yang menunjukkan warna tertantu pada pH yang berbeda. Saat ini sudah banyak pH-meter jinjing (portable) yang dapat dibawa ke lapangan. Di samping itu, ada beberapa tipe pH-meter yang dilengkapi dengan elektroda yang secara langsung dapat digunakan untuk pH tanah, tetapi dengan syarat kandungan lengas saat pengukuran cukup tinggi (kandungan lengas maksimum atau mungkin kelewat jenuh). Kesalahan pengukuran dapat terjadi antara 0,1 – 0,5 unit pH atau bahkan lebih besar karena pengaruh pengenceran dan faktor – faktor lain.

Untuk mengukur pH basa kuat di lapangan, indikator fenolptalin (2 g indikator fenolptalin dalam 200 ml alkohol 90%) yang tidak berwarna sangat bermanfaat karena akan berubah menjadi ungu sampai merah pada pH 8,3 – 10,0. Kondisi yang sama dalam pengukuran pH di lapangan pada kondisi luar biasa asam digunakan indikator Brom Cresol Green (0,1 g dilarutkan dalam 250 ml 0,006 N NaOH) yang berubah menjadi hijau sampai kuning pada pH 5,3 dan lebih rendah daripada 3,8.

Untuk mengetahui pH tanah di lapangan, secara umum dapat digunakan indikator universal (campuran 0,02 g metil merah, 0,04 g bromotimol blue, 0,04 g timol blue, dan 0,02 g fenolptalin dalam 100 ml alkohol encer (70%)).