Cara Budidaya Kacang Panjang

Budidaya Kacang Panjang

I. Persiapan Lahan

Sebelum ditanami lahan dilakukan pembajakan dan digaru, untuk memperoleh struktur tanah yang gembur dan remah. Kemudian dibuat bedengan dengan ukuran 1-1,2 m atau dibentuk guludan dengan jarak antar guludan 1 m.

II. Penanaman

Kebutuhan benih kacang panjang 21 – 23 kg/ha, khusus untuk varietas KP-01 10,5 kg/ha karena jarak tanam KP-01

Cara Budidaya Mentimun

Persiapan Lahan 

Tanah diolah dengan dibajak atau dicangkul buat guludan dengan tinggi 50 cm, lebar 120 cm, jarak antar guludan 40 cm. Pemakaian mulsa plastik disarankan untuk mendapat hasil yang lebih baik. Pupuk dasar diberikan 4 – 7 hari sebelum tanam, yaitu SP – 36 20 g/tan. Dan ZK plus 10 g/ tanaman.

SYARAT PERTUMBUHAN

Iklim

Adaptasi mentimun pada berbagai iklim cukup tinggi,

Cara Budidaya Bawang Daun

Cara Budidaya Bawang Daun / Daun Bawang

Untuk orang Indonesia, persyaratan dari daun bawang tampaknya tidak akanselesai tidak. sebagai hasil dari tanaman yang umum digunakan dalammasakan Indonesia. Selain itu, pada acara-acara besar lebar tersebut.Sebagian besar orang Indonesia dapat merasa kurang jika tidak menggunakanbawang daun dalam memasak. Oleh karena itu, budidaya bawang perai 

Ide Bisnis | Budidaya Sayur Sawi

Salah satu jenis sayur yang mudah dibudidayakan adalah tanaman sawi. Sayuran berdaun hijau ini termasuk tanaman yang tahan terhadap air hujan, dan dapat dipanen sepanjang tahun tidak tergantung dengan musim. Masa panenpun juga terbilang cukup pendek, setelah 40 hari ditanam sawi sudah dapat dipanen.
Disamping kemudahan dalam proses budidaya, sayur sawi juga banyak dijadikan sebagai peluang bisnis karena peminatnya yang cukup banyak. Permintaan pasarnya juga cukup stabil, sehingga resiko kerugian petani sangat kecil.
Beberapa jenis sawi yang saat ini cukup popular dan banyak dikonsumsi masyarakat, antara lain sawi hijau, sawi putih dan sawi pakcoy atau caisim. Dari ketiga jenis sawi tersebut, pakcoy termasuk jenis yang banyak dibudidayakan petani saat ini. Batang dan daunnya yang lebih lebar dari sawi hijau biasa, membuat sawi jenis ini lebih sering digunakan masyarakat dalam berbagai menu masakan. Hal ini tentu memberikan prospek bisnis yang cukup cerah bagi para petani sawi pakcoy, karena permintaan pasarnya cukup tinggi.

Untuk membudidayakan sawi pakcoy, sebaiknya pilih daerah yang memiliki suhu 15-30° celcius, dan memiliki curah hujan lebih dari 200 mm/bulan. Sehingga tanaman ini cukup tahan untuk dibudidayakan di dataran rendah. Tahapan budidaya sawi pakcoy di dataran tinggi dan di dataran rendah juga tidak terlalu berbeda, yaitu meliputi penyiapan benih, pengolahan lahan, teknik penanaman, penyediaan pupuk dan pestisida, serta proses pemeliharaan tanaman. Berikut kami berikan informasi tahapan budidaya sayur sawi pakcoy yang dapat membantu Anda.
Pemilihan bibit
Tahapan budidaya sawi pakcoy, dimulai dengan pemilihan bibit. Karena bibit merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha ini, pilihlah bibit yang terbaik sebelum Anda menanamnya. Ciri-ciri bibit yang baik antara lain berbentuk bulat, kecil-kecil, permukaannya licin mengkilap dan agak keras, warna kulit bibit cokelat kehitaman.
Selain itu perhatikan pula tempat penyimpanan bibit sawi, agar kualitasnya tidak menurun atau bususk sebelum ditanam. Oleh karena itu perhatikan lama penyimpanan, suhu, dan kadar air tempat penyimpanan. Sebaiknya bungkus bibit dengan kemasan aluminium foil agar tidak rusak dan bisa tertutup rapat.
Proses pembibitan
Pembibitan dimulai dengan menyiapkan media tanam berupa bedengan dengan ukuran satu meter persegi, kemudian diberikan pupuk terlebih dahulu. Pupuk yang digunakan adalah 10 kg pupuk kandang, pupuk urea sebanyak 20 gram, pupuk TSP sebanyak 10 gram, dan pupuk KCL sebanyak 7,5 gram. Pembibitan dilakukan dengan menabur benih di seluruh media tanam secukupnya, sesuai dengan luas lahan yang akan Anda gunakan untuk budidaya. Biasanya takaran idealnya 750 gram bibit untuk 1 hektar lahan.
Setelah ditebari bibit, media ditutupi tanah kembali dan dilakukan penyiraman setiap hari dengan menggunakan penyemprot. Selanjutnya sawi akan dipindahkan ke lahan tanam yang lebih besar, setelah berusia 3 minggu. Dengan jarak tanam antar bibit 20 cm x 20 cm.
Persiapan lahan (bedengan)
Seminggu sebelumnya untuk mengembalikan kegemburan tanah, lakukan pencangkulan lahan terlebih dahulu dan berikan pupuk kandang 20 ton/ha, TSP 100 kg/ha, dan 75 kg/ha. Dan menjaga kadar pH tanah, kandungan pH yang dianjurkan untuk tanaman sawi adalah 6-7.
Selanjutnya buatlah bedengan dengan tinggi 40 cm, lebar 120 cm, dan panjang 100 meter. Sedangkan jarak antar bedenagn yaitu 30 cm, yang kemudian dibuat parit dengan diisi air setinggi 20 cm untuk penyediaan air bagi tanaman.
Pemeliharaan
Setelah bibit ditanam, lakukan pemeliharaan meliputi penyiraman, penjarangan (mencabuti tanaman yang tumbuh terlalu rapat), penyulaman (penggantian tanaman yang mati atau rusak), pembersihan gulma, dan pemupukan tambahan yang diberikan pada saat tanaman berumur 3 minggu.
Penyiraman dilakukan setiap hari, sebaiknya pagi atau sore hari. Disamping itu jaga tanaman dari hama dan penyakit. Biasanya hama penyakit yang menyerang yaitu ulat dan karat daun.
Panen
Setelah berumur 40 hari, tanaman sawi pakcoy sudah bisa dipanen. Caranya dengan mencabut tanaman hingga akarnya. Panen bisa dilakukan setiap minggu sekali, dengan mengatur waktu tanam satu bendengan dengan bendengan lainnya.
Semoga info bisnis budidaya sayur sawi, dapat bermanfaat bagi Anda yang sedang mencari peluang usaha. Selamat mencoba dan salam sukses.

Sumber : http://informasi-budidaya.blogspot.com/search/label/info-bisnis-budidaya-sayur-sawi.html

Ide Bisnis | Budidaya Sayur didataran Rendah

Banyak orang mengira bahwa budidaya tanaman sayur, hanya bisa dilakukan di dataran tinggi saja. Namun ternyata perkiraan itu salah, saat ini sayuran yang biasanya dibudidayakan di dataran tinggi juga bisa dibudidayakan di dataran rendah. Beberapa sayuran seperti sawi, kubis, slada, kembang kol, dan jagung manis sudah banyak dibudidayakan di dataran rendah dengan ketinggian 5 sampai 200 meter dpl.
Hal ini memberikan angin segar bagi para petani yang memiliki lahan di daerah dataran rendah. Mengingat sayur merupakan salah satu kebutuhan pokok yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, sehingga banyak petani yang memanfaatkannya sebagai peluang bisnis yang cukup menguntungkan mereka.

Prospek bisnis budidaya sayur di daerah dataran rendah, memang sangat bagus. Seiring dengan meningkatnya permintaan masyarakat akan sayur, yang semakin hari terus meningkat. Sehingga banyak petani yang beralih untuk membudidayakan sayur, dibandingkan menanam padi atau palawija yang persaingan bisnisnya sudah sangat tinggi.
Konsumen
Kebutuhan sayur datang dari masyarakat, baik untuk konsumsi pribadi maupun untuk pemenuhan bahan baku peluang bisnis yang mereka jalankan. Dari mulai ibu-ibu rumah tangga yang mencari sayur untuk kebutuhan gizi keluarganya, pelaku usaha makanan yang membutuhkan sayur sebagai bahan baku usaha mereka, sampai para pedagang sayur segar di pasar atau supermarket.
Info bisnis
Budidaya sayur di dataran rendah membutuhkan perawatan yang sedikit berbeda dengan budidaya sayur di dataran tinggi. Namun secara garis besar, tahapan budidayanya tetap sama. Biasanya untuk budidaya di dataran rendah, media tanam yang digunakan berupa campuran tanah dan kompos yang terbuat dari bakaran sampah organik yang sudah diayak.Tujuan mencampurkan tanah dan sampah organik, agar tanah semakin gembur dan mengandunga banyak nutrisi.
Selain bisa dibudidayakan di lahan yang luas, sayur juga bisa ditanam menggunakan polybag. Sehingga bisa memanfaatkan lahan yang tidak terlalu luas. Anda bisa menggunakan polybag yang berukuran 10 cm, kemudian diisi dengan media tanam campuran tanah dan kompos. Lubangi bagian tengah media dengan telunjuk sedalam 1 cm, kemudian masukan bibit ke dalamnya, dan di tutup kembali dengan media. Semprot dengan air, dan lindungi dari sinar matahari secara langsung. 1-3 hari mulai bibit tersebut akan mulai kerkecambah.
Setelah bibit mulai tumbuh besar sekitar 3 minggu, pindahkan bibit ke media yang lebih besar.Bisa menggunakan polybag yang ukurannya lebih besar atau memindahnya di lahan seperti kebun atau sawah. Khusus untuk penanaman sayur di lahan, buatlah bedengan dengan lebar minimal 1 meter, dengan tinggi kira-kira 40 cm, sedangkan panjangnya bisa menyesuaikan luas lahan. Jarak tanam antar sayur idealnya adalah 40 cm. Dan untuk beberapa sayur seperti sawi atau kol, celah antar bedengan bisa dijadikan sebagai parit untuk membantu pengairan tanaman.
Yang terpenting dalam proses pemeliharaan adalah pemenuhan kebutuhan air, pupuk, dan pencegahan hama tanaman yang bisa mengganggu tanaman sayur. Untuk budidaya dengan polybag, sebaiknya jangan disiram terlalu sering. Karena bila terlalu lembab, akan memicu kebusukan akar sayur. Sedangkan untuk budidaya di lahan, pengairan dilakukan sehari sekali sebaiknya di pagi hari. Untuk pemberian pupuk bisa dilakukan setiap 2 minggu sekali, agar kandungan nutrisi tanah tidak berkurang.
Kelebihan bisnis
Budidaya sayur di dataran rendah ternyata menghasilkan sayur yang kualitasnya lebih baik, sayuran bisa lebih manis, lebih segar, dan kandungan airnya juga tidak terlalu banyak. Disamping itu daya tahan sayur juga lebih lama, sehingga meminimalisir busuknya sayur sebelum dipanen. Sehingga harga jual sayur juga lebih tinggi.
Kekurangan bisnis
Kendala bisnis sebagian besar petani budidaya sayur adalah kurangnya modal usaha. Sehingga budidaya sayur belum bisa maksimal, dan belum bisa memenuhi semua permintaan konsumen. Karena mereka hanya bisa membudidayakan dengan modal seadanya. Selain itu kendala yang sering dihadapi adalah hama tanaman yang merusak sayur. Untuk itu para petani harus memberikan perawatan yang cukup ekstra, dan menyemprotkan pestisida organik untuk mengusir hama yang merusak tanaman.
Pemasaran
Pemasaran hasil budidaya sayur bisa dilakukan dengan adanya kerjasama antara petani dan pedagang sayur yang ada di pasar-pasar. Sehingga hasil budidaya disetorkan langsung kepada para pedagang sayur di berbagai pasar yang ada kota tersebut. Atau bisa juga memasarkannya dengan menjalin hubungan kerja ke beberapa pelaku bisnis makanan, biasanya mereka mencari bahan baku sayur langsung ke petani untuk memperoleh harga yang lebih murah.
Selain itu biasanya ada pengepul yang membeli hasil budidaya sayur untuk didistribusikan ke luar daerah, jadi pemasaran bisnis Anda semakin luas. Bukan hanya di dalam kota saja, namun juga dipasarkan di kota-kota lainnya.
Untuk menambah penghasilan, Anda juga bisa  melayani pembelian bibit sayur yang dijual dengan polybag atau pot. Bibit sayur tersebut banyak dibutuhkan para petani sayur lain, atau bisa juga dijadikan sekedar  tanaman hias bagi para ibu rumah tangga.
Kunci sukses
Kesuksesan bisnis budidaya sayur dipengaruhi oleh pemilihan bibit yang berkualitas, dan  perawatan sayur dari mulai pengairan, pupuk, dan pembasmian hama tanaman sampai perawatan panen dan pasca panen. Sehingga dihasilkan sayur yang kualitasnya baik dan memiliki nilai jual cukup tinggi.
Analisa Ekonomi
Asumsi
Bagi Anda yang tertarik mencoba peluang bisnis budidaya sayur di dataran rendah, berikut kami berikan sedikit gambaran analisa ekonomi peluang bisnis budidaya sayur kembang kol dengan media polybag. Lahan milik pribadi, dengan luas 200 m2. Dan masa panen kembang kol 2,5 bulan.

Modal awal
Penyiapan lahan                        Rp 1.000.000,00
Bibit   @ Rp 30,00 x 10.000            Rp   300.000,00
Polybag dan pot                            Rp   500.000,00
Peralatan (Pengayak, sekop, alat penyiram)
Rp   200.000,00 +
Total                                 Rp 2.000.000,00

Biaya operasional per bulan
Bibit @ Rp 30,00 x 40.000                  Rp 1.200.000,00
Pupuk kompos                               Rp   500.000,00
Pestisida organic                          Rp 1.000.000,00
Polybag                                    Rp   500.000,00
Pot                                        Rp 4.000.000,00
Tenaga kerja    3 orang x @ Rp 900.000    
Rp 2.700.000,00+
Total                                     Rp 9.900.000,00

Omset per bulan
Penjualan bibit
=  @ Rp 500,00 x 10.000 bibit              Rp 5.000.000,00
Penjualan tanaman kembang kol di pot
= @ Rp 10.000,00 x 1000 pot               
Rp 10.000.000,00+
Total                                     Rp 15.000.000,00

Laba bersih per bulan
Rp 15.000.000,00 - Rp 9.900.000,00  =      Rp 5.100.000,00

Selamat mencoba, dan salam sukses!!!!!!

Sumber : http://informasi-budidaya.blogspot.com/search/label/peluang-bisnis-budidaya-sayur-di-dataran-rendah.html