Peluang Usaha Pertanian Organik

sumber photo:
www.extremumspiritum.com/2010/10/16/new-fda-regulations-to-destroy-small-organic-farms/

Back to Nature telah menjadi slogan trend baru. Gaya hidup sehat dan meninggalkan pola hidup lama yang menggunakan bahan kimia non alami, seperti bubuk pestisida, kimia sintetis dan hormon tumbuh dalam produksi pertanian. Makanan yang sehat dan bergizi tinggi dapat diproduksi dengan metode baru yang dikenal dengan nama pertanian organik.Pertanian organik adalah teknik budidaya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan-bahan kimia sintetis. Tujuan utama pertanian organik adalah menyediakan produk-produk pertanian, terutama bahan pangan yang aman bagi kesehatan produsen dan konsumennya serta tidak merusak lingkungan.

Indonesia memiliki kekayaan sumberdaya alam tropis yang unik, kelimpahan sinar matahari, air dan tanah, serta budaya masyarakat yang peduli alam, potensi pertanian organik sangat besar. Luas lahan yang tersedia untuk pertanian organik di Indonesia sangat besar. Dari 75,5 juta ha lahan yang dapat digunakan untuk usaha pertanian, baru sekitar 25,7 juta ha yang telah diolah untuk sawah dan perkebunan (BPS, 2000). Untuk pertanian organik menuntut agar lahan yang digunakan tidak atau belum tercemar oleh bahan kimia. Kualitas dan luasan menjadi pertimbangan dalam pemilihan lahan. Lahan yang belum tercemar adalah lahan yang diusahakan secara intensif dengan menggunakan bahan pupuk . Menggunakan lahan seperti ini memerlukan masa konversi cukup lama, yaitu sekitar 2 tahun.

Kendala
1. Potensi pasar produk pertanian organik hanya terbatas pada masyarakat menengah ke atas.
2. Belum ada insentif harga yang memadai untuk produsen produk pertanian organik.
3. Perlu investasi mahal pada awal pengembangan karena harus memilih lahan yang benar-benar steril dari bahan agrokimia.
4. Belum ada kepastian pasar sehingga petani enggan memproduksi komoditas tersebut.

Namun sejatinya Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar Internasional untuk menghasilkan bahan pangan organik seperti buah organik dan sayur organik. Karena berbagai keunggulan komparatif antara lain:
1. Masih banyak sumberdaya lahan yang dapat dibuka untuk mengembangkan sistem pertanian organik.
2. Teknologi untuk mendukung pertanian organik sudah cukup tersedia seperti pembuatan kompos, tanam tanpa olah tanah, pestisida hayati dan lain-lain.

Pengembangan selanjutnya pertanian organik di Indonesia harus ditunjukan untuk memenuhi permintaan pasar global. Oleh sebab itu komoditas-komoditas eksotik seperti sayuran dan perkebunan seperti kopi dan teh yang memiliki potensi ekspor paling tinggi perlu segera dikembangkan.

Kopi misalnya, Indonesia merupakan pengekspor terbesar kedua setelah Brasil, namun sayangnya kopi Indonesia belum memiliki merek dagang di pasar Internasional.

Komoditas yang layak dikembangkan dengan sistem pertanian organik
Kategori Komoditi
Tanaman Pangan Padi
Hortikultura Sayuran: brokoli, kubis merah, petsai, caisin, cho putih, kubis tunas, bayam daun, labu siyam, oyong dan baligo. Buah: nangka, durian, salak, mangga, jeruk dan manggis.
Perkebunan Kelapa, pala, jambu mete, cengkeh, lada, vanili dan kopi.
Rempah dan obat: Jahe, kunyit, temulawak, dan temu-temuan lainnya.
Peternakan: Susu, telur dan daging

Masih terbuka luas jika Anda ingin memulai bisnis dalam bidang pertanian, khususnya sektor pertanian organik. Karena kebutuhan pasar diperkirakan akan terus meningkat setiap harinya baik pasar lokal maupun internasional. Hal tersebut terjadi, karena didukung oleh kesadaran masyarakat sendiri yang memahami akan arti penting mengkonsumsi sayuran atau buah-buahan yang ditanam dengan teknik pertanian organik atau non bahan kimia.

sumber:http://bisnispertanian.com/peluang-pertanian-organik-di-indonesia.html

Pertanian organik

Sistem Pertanian Di Indonesia

Sejarah pertanian adalah bagian dari sejarah kebudayaan manusia. Pertanian muncul ketika suatu masyarakat mampu untuk menjaga ketersediaan pangan bagi dirinya sendiri. Pertanian merupakan suatu kegiatan manusia yang termasuk di dalamnya yaitu bercocok tanam, peternakan, perikanan, dan juga kehutanan. Sebagian besar mata pencaharian penduduk Indonesia adalah sebagai petani, sehingga sektor pertanian sangat penting untuk dikembangkan di negara kita.

Berbisnis dalam bidang sektor pertanian memang bukan hal yang mudah, namun juga bukan suatu yang sulit untuk dilakukan dan dikembangkan. Berbisnis di bidang pertanian masih terbuka lebar dan luas, karena produk hasil pertanian masih sangat dibutuhkan baik sebagai penyedia kebutuhan pangan, papan, sandang dan lainnya.

Suatu peluang bisnis yang sangat menjanjikan jika Anda mampu mengolah dan mengembangkannya. Untuk mengembangkan sektor pertanian di Indonesia ada beberapa cara untuk menerapkannya, diantaranya dengan sistem pertanian. Melalui sistem pertanian ini, nantinya Anda dapat memilih dan memilah akan menggunakan sistem pertanian apa yang sesuai dan cocok dengan kondisi tempat Anda. Lalu sistem pertanian yang bagaimanakah yang cocok dilakukan di negara Indonesia:

1. Sistem ladang
Sistem ini merupakan sistem yang paling primitif. Suatu sistem peralihan dari tahap budaya pengumpul ke tahap budaya penanam. Pengolahan tanahnya pun sangat minimum, produktivitas bergantung kepada ketersediaan lapisan humus yang ada, yang terjadi karena sistem hutan. Sistem ini biasanya terdapat di daerah yang berpenduduk sedikit dengan ketersediaan lahan tak terbatas. Tanaman yang ditanam biasanya tanaman pangan, seperti padi darat, jagung atau umbi-umbian.

2. Sistem tegal pekarangan (talun)
Sistem ini berkembang pada lahan-lahan kering yang jauh dari sumber-sumber air yang cukup. Sistem ini dilakukan oleh orang yang telah lama menetap di wilayah itu. Pengelolaan sistem ini pada umumnya jarang menggunakan tenaga yang intensif, seperti menggunakan tenaga hewan. Tanaman yang dibudidaya adalah tanaman yang tahan kekeringan dan jenis pohon-pohonan.

3. Sistem sawah
Sistem ini merupakan teknik budaya yang tinggi, terutama dalam pengolahan tanah dan pengelolaan air. Sehingga tercapai pula stabilitas biologi yang tinggi, kesuburan tanah pun dapat dipertahankan. Hal ini dicapai dengan sistem pengairan terus menerus dan drainase yang baik. Dengan sistem sawah maka akan dicapai potensi besar untuk produksi pangan, baik padi maupun palawija. Bahkan dibeberapa daerah, pertanian tebu dan tembakau menggunakan sistem sawah.

Sistem sawah pun bermacam-macam jenisnya:
Sawah irigasi teknis
Sawah irigasi setengah teknis
Sawah irigasi sederhana
Sawah irigasi pompa
Sawah irigasi tadah hujan
Sawah irigasi pasang surut

4. Sistem perkebunan
Sistem perkebunan rakyat maupun perkebunan besar yang dulu milik swasta, kini kebanyakan perusahaan negara yang mengelolanya. Hal ini terjadi karena didorong oleh kebutuhan tanaman ekspor, seperti kopi, teh dan coklat yang merupakan hasil utama. Saat ini sistem perkebunan berkembang dengan sistem manajemen yang berbasis industri pertanian.

5. Sistem pertanian organik
Sistem ini pada dasarnya adalah menghindari segala pemakaian bahan kimia terhadap tanah dan tumbuhan. Jadi dalam pengolahannya menggunakan bahan-bahan alami tentunya pupuk yang digunakan seperti pupuk kompos organik. Sistem pertanian ini semakin populer saja, semakin banyak masyarakat yang tersadar akan pentingnya pola hidup sehat. Karena dalam sistem ini mengandung berbagai manfaat, yaitu tanaman yang dihasilkan bebas dari residu atau sisa-sisa pestisida dan bahan kimia lainnya yang disebabkan oleh kegiatan pemupukan. Produk yang dihasilkan dari sistem organik ini jelas lebih sehat dan segar. Tanaman yang dibudidayakan secara organik ini mampu menjaga kelestarian dan keseimbangan alam.


6. Sistem pekarangan
Pekarangan adalah sebidang tanah yang berada di sekitar rumah tinggal dan umumnya berpagar keliling. Biasanya di lahan pekarangan tumbuh berbagai ragam tanaman. Lahan pekarangan beserta isinya merupakan satu kesatuan kehidupan yang saling menguntungkan. Sebagian dari tanaman dimanfaatkan untuk makanan manusia dan sebagian lagi untuk pakan ternak, sedangkan kotoran ternak digunakan sebagai pupuk kandang untuk menyuburkan tanah pekarangan. Dengan demikian, adanya keterkaitan antara tanah, tanaman, hewan piaraan, dan manusia dalam satu tempat sebagai satu kesatuan yang terpadu (simbiosis mutaulisme).

=====

Baja Organik / Pupuk Organik
Pembuatan Kompos dari sisa dapur

Enzim Dapur adalah larutan/ramuan kompleks yang dihasilkan oleh penguraian sisa segar dari dapur (sayur-sayuran dan buah-buahan), gula (gula perang, molasses dan air. Warnanya perang tua/gelap dan tapai yang sangat masam manis. Enzim Sampah Dapur juga adalah cecair pelbagai guna dan penggunaannya meliputi kegunaan di rumah, pertanian, penternakan haiwan dan sebagainya.

Dari hari pertama anda mula membuat Enzim Sampah Dapur, proses pemangkinnya akan mengeluarkan gas ozon (03), 03 boleh mengurangkan karbon dioksida (C02) di dalam Atmosfera dan logam beratyang memerangkapkan kepanasan di dalam awan. Bahang kepanasan boleh dikeluarkan daripada Bumi, mengurangkan kesan-kesan rumah hijau dan kepanasan sejagat.
Enzim menukarkan ammonia kepada nitrat (N03), iaitu sejenis hormon semulajadi dan bahan makanan untuk tumbuh-tumbuhan laut dan kehidupan laut.
Ketahuilah faedah-faedah muktahir bagi menyelamatkan Bumi ini adalah dengan menghasilkan enzim yang boleh dilakukan di dapur anda. Ganjarannya adalah kesejahteraan / kemakmuran Bumi.
• Menjimatkan wang ringgit
• Menukarkan sisa dapur kepada DIY pembersih rumah semulajadi
• Kegunaan yang pelbagai
• Pembersih rumah semulajadi, penapis udara, penyahbau busuk, racun serangga, ditergen, penjagaan badan, penjagaan kereta, baja organic dan sebagainya. Mengurangkan pencemaran.
• Gas Metan yang dikeluarkan daripada sampah dapur yang dibuang boleh memerangkap panas/haba 21 kali lebih banyak berbanding dengan C02, yang juga penyumbang kepada pemanasan sejagat.
• Menapis air bawah tanah.
• Enzim yang mengalir di bawah tanah dengan secara semulajadi menapis aliran air sungai dan laut.
• Anti bacteria dan virus
• Antiseptic (pembunuh bacteria dan virus) semulajadi untuk rumah anda.
• Mencegah paip kumbah daripada tersumbat dan limbah.
• Mengeluarkan sisa yang terkumpul di dalam paip basin basuh tangan, sinki dan mangkuk tandas.
selengkapnya klik:
teknologi pertanian

farisyalwan blog: Pertanian organik

Investasi Kebun Jabon, Bibit pohon jabon, Tanaman Industri Kehutanan, Jabon Tree and Seeds, Sustainable Forest Industries, Jabon Plantation Investment Company, Cara tanam jabon, perawatan jabon, hortikultura, Kebun Jabon, jual kayu, beli kayu jabon, jual bibit jabon